Agama Islam

Surah Al Lahab: Ayat, Terjemahan, Keutamaan, dan Kisahnya

Written by Rifda Arum

Surah Al Lahab – Surat pendek lain yang termuat di dalam Al-Quran yang kerap dibaca ketika tengah melaksanakan ibadah salat fardhu maupun salat sunnah adalah Surah Al Lahab. Surah yang berisikan lima ayat ini menerangkan tentang bagaimana perbuatan Abu Lahab, selaku paman Nabi Muhammad yang berperilaku zalim dan bahkan disebut sebagai salah satu musuh Islam. Surah Al Lahab ini termasuk dalam golongan surah Makkiyah ya, sebab diturunkan sebelum Rasulullah SAW melakukan hijrah dari kota Mekkah menuju Madinah.

Surah ini dapat dianggap sebagai pembelajaran bagi kita semua bahwa mereka yang berperilaku kejam dan zalim pasti akan mendapatkan hukuman dari Allah SWT. Lalu, bagaimana sih ayat dan terjemahan dari surah Al Lahab ini? Bagaimana pula kisah hidup Al Lahab yang selalu berlaku jahat dan semena-semena kepada Nabi Muhammad SAW hingga hukumannya dari Allah SWT? Nah, supaya Grameds memahami hal-hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/

Ayat dan Terjemahan Surah Al Lahab

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

tabbat yadā abī lahabiw wa tabb

  1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ

mā agnā ‘an-hu māluhụ wa mā kasab

  1. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

sayaṣlā nāran żāta lahab

  1. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ

wamra`atuh, ḥammālatal-ḥaṭab

  1. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

fī jīdihā ḥablum mim masad

  1. Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Keutamaan Surah Al Lahab

Sama halnya dengan surah yang termuat di kitab suci Al-Quran, surah Al Lahab ini juga memiliki keutamaan terutama bagi mereka yang selalu membacanya setiap hari. Pada dasarnya, surah Al Lahab mengisahkan Abu Lahab selaku paman Nabi Muhammad SAW tetapi selalu memberikan kezaliman kepada Rasulullah SAW. Tidak hanya Abu Lahab saja, tetapi juga istrinya berkelakuan demikian. Nah, berikut adalah keutamaan dalam surah Al Lahab:

  • Menahan hujan, sebab dengan membaca surah Al Lahab ini maka InsyaAllah akan membuat hujan batal turun meskipun cuaca tengah mendung.
  • Semakin takut untuk berbuat maksiat dan mendurhakai Allah SWT, terutama melakukan zina.
  • Sebagai tanda kekuasaan Allah SWT yang pasti.
  • Sebagai tanda bahwa haram hukumnya mengganggu orang beriman dan konsekuensinya adalah neraka.
  • Memberi pengajaran bahwa harta di dunia ini tidak akan mampu menyelamatkan kita dari siksa neraka.
  • Sebagai peringatan bahwa perilaku memfitnah orang lain akan diberikan hukuman setimpal dengan hidup yang akan selalu dipenuhi penderitaan.
  • Sebagai syafaat kepada kaum muslim bahwa ketika tengah berhadapan dengan seseorang yang mengancam dirinya, maka sebaiknya membaca surah Al Lahab sebanyak dua kali, maka pertolongan Allah SWT akan datang.

Kisah Kebinasaan Abu Lahab Atas Kezalimannya Terhadap Rasulullah SAW

Sebelumnya, berkali-kali disebutkan mengenai perilaku Abu Lahab yang menzalimi Nabi Muhammad SAW. Lalu, siapa sih Abu Lahab itu hingga sampai disebut sebagai musuh agama Islam?

Pada dasarnya, Abu Lahab ini adalah paman Nabi Muhammad SAW dari pihak ayah Rasulullah SAW. Abu Lahab berbeda dengan Abu Jahal ya… Abu Jahal adalah musuh Nabi Muhammad SAW dan selalu berperilaku sombong dalam menghalangi Nabi Muhammad SAW. Abu Jahal sama sekali tidak memiliki garis keluarga dengan Rasulullah SAW.

Sedikit penjelasan ya Grameds. Pada kala itu, para nabi dan rasul yang memiliki tugas untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada para umat manusia, selalu mendapatkan tantangan terutama dari kaumnya sendiri. Begitu juga dengan dakwah Nabi Muhammad SAW yang mana tidak disenangi oleh para kafir Quraisy. Para tokoh masyarakat kafir Quraisy selalu menyebarkan isu yang tidak benar mengenai ajaran yang telah dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ini, sehingga banyak masyarakat yang terpengaruh atas isu dan fitnah tersebut.

Kaum kafir Quraisy adalah kaum yang menentang secara keras atas adanya ajaran Islam yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW ini. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk menghentikan usaha Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Bagi mereka, ajaran Islam dianggap sebagai ajaran yang berbahaya, terutama bagi kelangsungan kepercayaan mereka dalam menyembah berhala, serta merugikan kedudukan sosial mereka dalam tatanan masyarakat. Tidak hanya siksaan saja yang mereka lakukan kepada Nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya, tetapi terkadang mereka juga akan melakukan upaya diplomasi kepada Nabi Muhammad SAW. Mulai dari menawarkan pangkat, kedudukan, harta, hingga wanita kepada Nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya.

Nah, salah seorang tokoh masyarakat pada kafir Quraisy ini adalah Abu Lahab dan istrinya. Mereka selalu menghasut masyarakat Arab Quraisy supaya membenci Nabi Muhammad SAW dan agama Islam.

Siapa Itu Abu Lahab?

Nama lengkapnya adalah Abdul al-Uzza bin ‘Abdul Muthalib alias Abu Lahab. Nama Abu Lahab ini berarti bapak dari api yang berkobar, karena pipinya selalu merah layaknya tengah terbakar. Abu Lahab ini aslinya memiliki julukan Abu ‘Utbah, tetapi oleh ayahnya Nabi Muhammad, Abdul Muthalib dipanggil Abu Lahab karena wajahnya yang tampan dengan kulit kemerah-merahan.

Sebelum Islam datang, Abu Lahab memiliki mata pencaharian berupa pedagang, sama halnya dengan kebanyakan masyarakat Quraisy. Hal tersebut digambarkan dalam Q.S Al Lahab ayat 2, yang berbunyi: “Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan”, menunjukkan bahwa pekerjaan Abu Lahab adalah pengusaha atau pedagang.

Siapa Itu Ummu Jamil?

Istri Abu Jahal adalah Ummu Jamil, putri dari Harb bin Umayyah dan saudari dari Abu Sufyan. Nama aslinya adalah Auraa’ binti Harb bin Umayyah. Ummu Jamil ini adalah saudari dari Abu Sufyan dan berasal dari keluarga kaya dan merupakan tokoh besar. Ummu Jamil juga berperan banyak dalam mengganggu hingga menyakiti Nabi Muhammad SAW. Bersama istrinya, Abu Lahab memiliki 3 putra, yakni: ‘Utabah, Muattib, dan ‘Utaibah. Sementara 3 putrinya adalah: Durrah, Izzah, dan Khalidah. Dua putra Abu Lahab, ‘Utabah dan ‘Utaibah menikah dengan dua putri Nabi Muhammad SAW yakni Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Bahkan setelah Q.S Al Lahab ini diturunkan oleh Allah SWT, Abu Lahab dan istrinya memaksa kedua putra mereka untuk menalak istri-istrinya, alias dua putri Nabi Muhammad SAW.

Kisah Kekejaman Abu Lahab Terhadap Nabi Muhammad SAW

Terdapat salah satu cerita kekejaman Abu Lahab terhadap Nabi Muhammad SAW. Meskipun pada awalnya, Abu Lahab sangat mencintai Nabi Muhammad. Yap, memang Abu Lahab ini sebenarnya sangat mencintai keponakannya, sampai dirinya mendengar ajakan dari Rasulullah untuk meninggalkan penyembahan berhala.

Pada kala itu, dikisahkan bahwa berita akan kelahiran Nabi Muhammad SAW telah datang, yakni di bulan Rabiul Awal. Tidak seperti hari biasanya, Abu Lahab bangun agak pagi dan terdengar suara yang membuatnya terbangun. Ternyata adalah suara dari budak perempuannya, Tsuwaibah.

Tsuwaibah memberikan berita gembira kepada majikannya, “Tuan Abu Lahab, hari ini Nyonya Aminah telah melahirkan putranya. Bocah yang tampan, yang cahayanya menerangi sekitar”.  Saking bahagianya, Abu Lahab seketika berkata kepada Tsuwaibah, “Wahai Tsuwaibah, pergilah engkau. Mulai saat ini, kamu merdeka!”

Yap, memang pada awalnya Abu Lahab itu sangat mencintai calon Rasul Allah, Nabi Muhammad SAW ini. Hanya saja, keadaan itu berlangsung sampai dirinya mendengar ajakan dari Nabi Muhammad SAW untuk meninggalkan penyembahan berkala. Sebagaimana pemuda Mekkah pada saat itu, Abu Lahab banyak bermain dan menikmati masa mudanya, salah satunya adalah dengan taat beribadah pada tuhan berhalanya. Abu Lahab memiliki patung berhala yang amat dihormati dan rawat layaknya Tuhan, yakni Latta dan Uzza. Setelah membersihkan dan merawat patung berhalanya, dirinya akan segera pergi ke padang pasir untuk berburu hewan buas.

Abu Lahab memang dikenal sebagai orang yang keras dan kehidupannya pun begitu. Sikap kesetiaannya kepada patung berhala tak redup sekalipun, bahkan hingga dirinya telah menikah dengan Ummu Jamil. Setelah menikah, justru semakin bertambah kuat sikap fanatiknya terhadap patung berhala-hala tersebut.

Adapun kekejaman yang dilakukan Abu Lahab kepada Nabi Muhammad SAW, adalah sebagai berikut.

Melemparkan Kotoran Najis di Rumah Nabi Muhammad SAW

Pada suatu waktu, Abu Lahab melemparkan kotoran najis di depan rumah Nabi Muhammad SAW. Maka setelah mengetahui bahwa di pintu rumahnya terdapat kotoran najis, dengan segera Nabi Muhammad SAW membuangnya dan membersihkannya sendiri.

Hari berikutnya, Abu Lahab berbuat hal yang sama dan Nabi Muhammad SAW mengetahuinya. Kemudian, Nabi Muhammad SAW membuang kotoran itu sendiri sambil berkata, “Hai anak cucu Abdu Manaf, begitukah cara orang-orang bertetangga?”

Pada suatu waktu, Abu Lahab sedang melempari kotoran manusia dan hewan di depan rumah Nabi Muhammad SAW. Seketika hal itu diketahui oleh Hamzah, salah seorang paman Nabi Muhammad SAW yang kala itu belum memeluk Islam. Hamzah dengan segera mengambil kotoran-kotoran tersebut melemparkannya kembali ke arah Abu Lahab. Abu Lahab langsung marah-marah dan mencaci maki Hamzah dengan suara dan kata yang kasar.

Hendak Menganiaya Nabi Muhammad SAW

Abu Jahal pernah hendak menganiaya Nabi Muhammad SAW dengan mengajak kaum Quraisy, seraya berkata: “Hai para kawan Quraish, sungguh aku tahu, Muhammad itu selalu mencaci maki agamamu, membodoh-bodohkan para cendekiawanmu, menyesat-nyesatkan orang tuamu, merendahkan sembahan, yang telah lama dimuliakan oleh nenek moyangmu, memecah persatuan kamu, memutuskan persaudaraan kamu, dan pendek kata hal-hal yang demikian itu, kamu sekalian mengetahui sendiri.”

“Demi Allah dan demi Latta dan Uzza, sesungguhnya aku besok pagi hendak mengambil sebuah batu yang besar dari atas gunung yang aku tidak kuat mengangkatnya sendiri, tetapi aku hendak mengangkatnya sendiri dan akan kubawa ke masjid. Nanti apabila Muhammad bersembahyang di masjid, ketika ia sedang bersujud, batu itu kujatuhkan ke atas kepalanya, biar pecah kepalanya, biar hancur otak benaknya dan biar melayang jiwanya. Manakala aku mengerjakan hal itu, kamu sekalian boleh menolong aku atau boleh melarang aku. Sesudah itu, apa yang hendak kamu perbuat atas diriku, aku persilakan. Aku menyerahkan diri kepada kamu sekalian”

Setelah berkata demikian, keesokan harinya Abu Lahab benar-benar mengambil sebuah batu besar dari atas gunung dengan sekuat tenaga dan dibawanya ke masjid. Sesampai di masjid, dirinya duduk sambil menunggu kedatangan Nabi Muhammad SAW. Setelah Nabi Muhammad SAW datang dan masuk ke masjid, Beliau tidak tahu bahwa dirinya telah diincar untuk dibunuh, sehingga tetap melakukan sembahyang seperti biasa di samping Ka’bah. Ketika Nabi Muhammad tengah bersujud, dengan tergesa-gesa Abu Lahab mengangkat batu besar itu dan berjalan mendekati Rasulullah SAW. Namun ketika sampai di dekat Nabi Muhammad SAW yang tengah bersujud, dirinya langsung lari dari tempat tersebut dan melemparkan batu secara sembarangan.

Abu Lahab lari seperti orang ketakutan dan batu besar itu tidak jadi dilemparkan kepada Nabi Muhammad SAW. Teman-temannya yang melihat hal itu tercengang karena Abu Lahab berbuat demikian, padahal dirinya telah bersumpah dengan sombongnya. Kemudian salah satu temannya mengejar dan menanyakan mengapa Abu Lahab berbuat demikian. Jawaban Abu Lahab adalah, “Aku mendekati Muhammad, hendak menjatuhkan batu itu di atas kepalanya, sebagaimana telah aku janjikan kemarin. Namun ketika aku sudah hendak menjatuhkan batu itu, aku terkejut karena tiba-tiba dimuka ku ada seekor unta yang sangat besar, rupanya putih yang telah membukakan mulutnya di dekat kepalaku. Padahal selama hidupku belum pernah aku melihat unta yang sebesar itu, sebuas itu, sebab itu aku lari dengan perasaan sangat takut, kalau-kalau unta itu memburu aku…”

Perilaku Ummu Jamil Kepada Nabi Muhammad SAW

Istri Abu Lahab, Ummu Jamil juga kerap membuat fitnah dan mengadu domba para orang-orang Mekkah supaya mereka membenci Nabi Muhammad SAW. Maka itulah, dirinya dijuluki sebagai pembawa kayu bakar. Seringkali pada malam hari, dirinya memanggul kayu yang berduri untuk diletakkan di jalan-jalan yang biasa dilalui oleh Nabi Muhammad SAW, supaya kaki Beliau terluka. Ketika membawa kayu-kayu berduri itu, Ummu Jamil biasanya akan melilitkan talinya di leher. Atas perilaku buruknya, dirinya meninggal dunia karena tercekik tali oleh tali yang biasa digunakan ketika membawa kayu.

Ketika surah Al Lahab diturunkan, Ummu Jamil merasa terhina dan marah. Kemudian dirinya mendatangi Abu Bakar dan menanyakan dimana Nabi Muhammad. Ummu Jamil marah sambil membawa batu dengan mengancam bahwa dirinya akan melakukan hal buruk kepada Nabi Muhammad SAW. Padahal kala itu, Nabi Muhammad tengah duduk tepat di samping Abu Bakar. Namun, dirinya tidak bisa melihat keberadaan Beliau karena penglihatannya telah ditutup oleh Allah SWT. Bahkan Abu Bakar sampai heran mengapa Ummu Jamil bertanya demikian, “Apakah Ummu Jamil hanya melihat Abu Bakar dan tidak melihat orang lain di sampingnya?”. Hal itu lantas dijawab oleh Ummu Jamil karena merasa diolok-olok, “Apakah engkau bermaksud menghinaku? Aku tidak melihat siapa-siapa selain kau!”

Ummu Jamil juga pernah mengejek Nabi Muhammad SAW. Kala itu, jari tangan Nabi Muhammad SAW kejatuhan batu dari atas sehingga jarinya luka dan demam selama tiga hari. Ummu Jamil datang sambil pura-pura menjenguk Beliau dan berkata dengan nada ejekan, “Muhammad, mengapa engkau tidak keluar- keluar dari rumah dan tidak membawa berita yang sangat ajaib?” saya menyangka bahwa setanmu sekarang telah meninggalkanmu, karena aku tahu bahwa ia selama dua atau tiga hari tidak berkunjung kepadamu, dan barangkali dia tidak sudi lagi mendekatimu atau barangkali dia telah marah kepadamu.”

Ejekan itu seketika tersiar di kalangan kaum musyrikin Quraisy, sehingga mereka menambah ejekan berupa “Oh sekarang Muhammad telah ditinggalkan Tuhannya karena Tuhannya telah memarahinya, maka sekarang dia sangat malu keluar rumahnya untuk menampakkan air mukanya.” Ejekan itu menyebabkan Nabi Muhammad SAW berduka cita hingga akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada Beliau, yang berbunyi:

“Demi waktu matahari sepenggalahan naik. Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.” (Q.S. Adh-Dhuha: 1-3)

Penyebab Permusuhan Abu Lahab Terhadap Agama Islam

Terdapat beberapa penyebab permusuhan antara Abu Lahab kepada Nabi Muhammad SAW dan agama Islam, yakni dengan alasan:

  • Persaingannya dengan Abu Thalib. Setelah Abdul Muththalib meninggal, Abu Thalib diangkat menjadi kepala bani Hasyim dan melindungi Nabi Muhammad SAW. Dari berbagai sumber, Abu Lahab dan Abu Thalib tidak memiliki hubungan yang baik.
  • Fanatik pada patung berhalanya.
  • Takut berperang dengan Arab. Abu Lahab meyakini bahwa jika dirinya menerima Islam maka itu sama saja dengan mengumumkan bahwa dirinya akan berperang dengan semua Arab.

Kematian Abu Lahab

Seminggu setelah peristiwa Perang Badar, Abu Lahab meninggal dunia karena penyakit. Kaum Quraisy khawatir penyakitnya menular, sehingga jasadnya dibawa keluar dari kota Mekkah dan dikuburkan di tumpukan batu. Bahkan ketika meninggal, banyak teman-teman dan keluarganya enggan mengurus jenazahnya karena keadaan sakitnya yang menjijikkan dan timbul bau busuk dari penyakitnya

Selama tiga hari sejak kematiannya, jasad Abu Lahab dibiarkan tergeletak tanpa ada yang bersedia menguburkan. Para warga tidak berani mendekati jasadnya. Akhirnya karena bau busuk yang kian menjadi, maka digali juga sebuah lubang kubur bagi Abu Lahab. Bangkai Abu Lahab didorong-dorong dengan sebilah kayu sampai masuk lubang. Tidak hanya itu, prosesi penguburan pun berlangsung secara mengenaskan. Dari jauh warga melempari kuburan Abu Lahab dengan batu hingga mereka yakin betul jasadnya telah tertutup rapat.

Nah, itulah penjelasan mengenai ayat dari surah Al Lahab dan kisah dibaliknya. Apakah Grameds sudah menghafal surah Al Lahab ini?

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Sumber: 

Ahuang, S., & PdI, N. M. (2018). KISAH ABU LAHAB DAN SEBAB TURUNNYA QS Al-LAHAB AYAT 1-5. AL-TADABBUR, 4(2), 1-12.

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien