Agama Islam

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Tata Caranya

Niat dan Tata Cara Puasa Qadha
Written by Yufi Cantika

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan – Puasa di bulan Ramadhan merupakan puasa yang wajib dilakukan oleh seluruh umat muslim. Akan tetapi, ada beberapa orang yang mungkin berhalangan atau tidak bisa melaksanakan puasa Ramadhan saat itu.

Oleh karena itu, orang-orang yang berhalangan untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan maka harus mengganti puasa. Hutang puasa dapat diganti dengan cara mengqadha puasa. Bagaimana cara yang benar untuk melaksanakan puasa qadha? Dan bagaimana niat untuk puasa qadha? Cari tahu lebih lanjut dengan membaca artikel ini hingga akhir ya!

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Ketika mengganti puasa atau meng qadha puasa maka sebaiknya turut mengucapkan niat puasa qadha. Menurut mazhab Syafi’i, orang yang akan puasa qadha pun wajib untuk melafalkan niat puasa hal ini tercantum pula dalam sebuah hadits shahih.

Syekh Sulaiman Al Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna nya mengatakan bahwa, ‘Disyaratkan untuk mengucapkan niat di malam hari, bagi seseorang yang akan menjalankan puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha maupun puasa nadzar. Syarat tersebut berdasarkan pada hadits Rasulullah SAW;

‘Barang siapa yang tidak memalamkan niatnya sebelum fajar, maka tidak ada puasa bagianya. ‘Karena tidak ada jalan yang lain kecuali mengucapkan niat puasa setiap hari berdasarkan pada redaksi zahir hadist.” (Syekh Sulaiman Al Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, Juz II).

Bacaan niat puasa, merupakan pengganti untuk puasa Ramadhan adalah sebagai berikut.

Nawaitu sauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya Aku niat untuk meng-qadha puasa di bulan Ramadhan besok hari karena Allah SWT.

Ketika membaca niat untuk mengqadha puasa Ramadhan, maka niat tersebut cukup diucapkan di dalam hati serta bukan di lisan, sebab tidak disyaratkan untuk talaffuz atau untuk menyebut niat dengan lisannya.

Adapula niat yang diucapkan dalam hati, haruslah sesuai dengan tujuan untuk melaksanakan puasa, yaitu menjalankan puasa qadha dan berniat untuk puasa mengganti puasa Ramadhan yang diucapkan ketika malam hari sebelum matahari terbit.

Niat dan Tata Cara Puasa Qadha

Tentang Puasa Ramadhan dan Qadha Puasa

Puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib diimani dan dilaksanakan oleh setiap muslim. Hukum puasa Ramadhan pun telah tertera dalam quran surat Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi sebagai berikut.

‘Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas dirimu untuk berpuasa sebagaimana engkau orang-orang sebelumnya diwajibkan untuk berpuasa agar kamu bertakwa.’

Ketika akan melaksanakan puasa di bulan suci Ramadhan, maka seorang muslim harus memenuhi syarat sah serta rukun puasa, yaitu memiliki akal yang sehat, baligh atau sudah mengalami mimpi basah untuk laki-laki dan mengalami haid atau menstruasi untuk perempuan, sanggup untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan dan tahu kapan dilaksanakannya puasa di bulan Ramadhan.

Selain karena wajib hukumnya untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, puasa wajib ini juga memiliki keutamaan-keutamaan yang telah tercantum dalam hadist-hadist shahih.

Di antara keutamaan berpuasa di bulan Ramadhan ialah terbukanya pintu surga serta tertutupnya pintu neraka dan setan-setan yang dibelenggu. Rasul bersabda, bahwa ‘Jika tiba lebih awal malam pada bulan Ramadhan, maka diikat seluruh setan dan jin yang durhaka. Ditutup pula seluruh pintu neraka serta tidak buka meskipun satu pintu dan dibukalah pintu surga dan tidak akan ditutup meskipun satu pintu.

Para penyeru pun menyerukan, ‘wahai orang yang mengharapkan kebaikan! Maka terimalah. Wahai orang-orang yang mengharapkan kejahatan! Maka berhentilah dan yang ikhlas karena Allah, maka akan dibebaskan dari api neraka lalu penyeru itu akan menyerukan pada setiap malam-malam di bulan Ramadhan.’ (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Meskipun puasa di bulan Ramadhan adalah wajib hukumnya, akan tetapi ada pula seseorang yang diberikan keringanan dan diperbolehkan untuk tidak melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan muslim tersebut berhalangan dengan alasan yang syari. Lalu, karena tidak menjalankan puasa wajib di bulan Ramadhan maka muslim tersebut wajib untuk mengganti atau mengqadha puasa wajib tersebut di bulan lain.

Niat dan Tata Cara Puasa Qadha

Kategori Orang yang Diperbolehkan untuk Meninggalkan Puasa Bulan Ramadhan

Ada beberapa kategori orang yang diperbolehkan untuk meninggalkan puasa di bulan Ramadhan. Berikut beberapa kategorinya.

1. Orang yang sakit

Apabila ada seorang muslim yang sakit, hingga sakit yang dialami itu membuat seorang muslim merasa lemah dan tidak mampu melaksanakan puasa Ramadhan, maka orang tersebut diperbolehkan untuk meninggalkan puasa Ramadhan. Akan tetapi, jika sakit yang dialami ringan dan dirasa masih mampu untuk menjalankan puasa, maka muslim tersebut harus tetap melaksanakan puasa di bulan Ramadhan dan apabila meninggalkan puasa Ramadhan maka hukumnya adalah berdosa.

2. Muslim yang sedang berpergian atau musafir

Seorang musafir yang sedang dalam perjalanan jauh dan memiliki tujuan baik serta tidak menimbulkan kesulitan maupun membahayakan diri, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Menurut mazhab Imam Syafii, seseorang dapat dikatakan sebagai seorang musafir apabila telah menempuh perjalanan sejauh 83 km.

3. Perempuan yang tengah mengalami haid maupun nifas

Seorang perempuan yang sedang mengalami haid atau nifas, maka diperbolehkan untuk meninggalkan puasa di bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan darah haid atau nifas membatalkan puasa Ramadhan yang ia jalankan.

4. Perempuan yang sedang hamil ataupun menyusui

Ketika perempuan sedang hamil atau menyusui, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Hal ini dikarenakan apabila menjalankan puasa, maka dikhawatirkan kondisi perempuan yang tengah hamil atau menyusui dapat mengganggu kesehatan baik kesehatan sang ibu atau janin. Beberapa ulama pun berpendapat, bahwa ketika perempuan hamil, maka sama seperti orang tua yang tidak sanggup untuk berpuasa sehingga dibolehkan untuk membayar fidyah sebagai ganti puasa di bulan Ramadhan.

Empat golongan orang yang diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan, harus mengganti puasanya dengan cara meng-qadha. Mengganti puasa pun dapat dilakukan terus menerus, acak ataupun berselang-seling sesuai dengan kemampuan. Hal tersebut juga tercantum dalam hadist sebagai berikut.

‘Qadha puasa Ramadhan itu, apabila ia berkehendak, maka ia boleh melakukan (puasa qadha) secara terpisah dan apabila ia tidak berkehendak, maka ia boleh melakukan (puasa qadha) secara berurutan.’ (HR. Daruquthni dari Ibnu Umar).

Perlu menjadi catatan, bahwa waktu untuk mengganti puasa Ramadhan atau mengqadha puasa adalah selama satu tahun penuh. Artinya, hingga bulan Ramadhan kembali selama itulah waktu untuk mengganti puasa atau qadha puasa.

Hal ini pun tercantum dalam sebuah hadits dari Muslim dan Bukhari, berikut adalah hadistnya.

‘Aku dulu memiliki kewajiban untuk puasa. Aku tidak mampu membayar hutang puasa tersebut, kecuali pada bulan Sya’ban.’ (HR Bukhari no 1950 dan Muslim no 1146)

Menurut hadist tersebut, maka diperbolehkan untuk mengqadha puasa pada hari apa saja. Akan tetapi tidak boleh dilakukan pada hari tertentu dan bulan tertentu seperti pada bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha dan hari-hari tasyrik.

Tata Cara Puasa Qadha

Selain wajib untuk mengucapkan niat di dalam hati serta di malam hari sebelum puasa, ada pula beberapa tata cara untuk melaksanakan puasa qadha. Berikut adalah beberapa tata cara untuk melakukan puasa qadha.

  • Ketika melakukan puasa qadha, maka dianjurkan untuk melakukan puasa secara berurutan, apabila puasa yang ditinggalkan saat Ramadhan juga berurutan. Meskipun diperbolehkan untuk membayar hutang puasa dengan selang-seling.
  • Melakukan puasa qadha, sebanyak puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan. Artinya apabila meninggalkan puasa Ramadhan sebanyak 7 kali, maka puasa qadha pun harus dilakukan sebanyak 7 kali.
  • Mengucapkan niat untuk melaksanakan puasa qadha dengan ikhlas serta benar di dalam hati, pada malam hari sebelum melaksanakan puasa qadha di keesokan harinya atau sebelum sahur.
  • Apabila jumlah hari dari puasa Ramadhan yang ditinggalkan tidak diketahui atau lupa, maka wajib untuk melakukan puasa qadha dengan mengambil jumlah terbanyak dari hari yang ditinggalkan. Tujuannya adalah agar puasa qadha yang dilakukan dapat memberikan ketenangan serta tidak meninggalkan kekhawatiran apabila kurang ketika meng-qadha puasa.
  • Ada baiknya ketika menjalankan puasa qadha, untuk mengisi waktu kosong dengan cara yang baik seperti ibadah.
  • Membaca doa berbuka puasa qadha yang benar. Berikut doa berbuka puasanya.
    Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa‘alaa rizqika afthortu birohmatika yaa rhamar roohimin.
    Artinya: Ya Allah, karena Mu aku berpuasa dan dengan Mu aku beriman, hanya kepada Mu lah aku beriman dan dengan rezeki Mu, maka aku berbuka puasa, dengan rahmat dari Mu ya Allah Tuhan yang Maha Pengasih.

Itulah tata cara yang benar untuk menjalankan puasa qadha sebagai pengganti puasa di bulan Ramadhan.

Tips-Tips Agar Puasa Qadha Berjalan Lancar

Agar Grameds dapat menjalankan puasa qadha maupun puasa sunnah dengan lancar, maka ada beberapa tips yang dapat Grameds lakukan sebagai kiat agar puasa qadha tetap lancar.

Meskipun puasa memang memiliki segudang manfaat yang baik bagi tubuh, hingga pertumbuhan hormon, akan tetapi ketika menjalankan puasa tetap harus memperhatikan beberapa hal. Karena apabila dilakukan sembarangan, dikhawatirkan puasa justru dapat memperburuk kesehatan Grameds lho! Oleh karena itu, berikut adalah beberapa kiat atau tips agar puasa qadha lancar.

1. Makan tidak terlalu banyak dan sedikit demi sedikit

Umumnya, puasa akan menghilangkan waktu makan maupun minum yang biasanya dilakukan. Meskipun begitu, beberapa pola puasa seperti untuk kebutuhan diet 5:2 akan memungkinkan seseorang untuk mengkonsumsi hingga sekitar 25 persen dari kebutuhan kalorinya dalam sehari.

Apabila ingin mencoba atau belajar rutin berpuasa, maka batasilah asupan kalori yang masuk. Sehingga Grameds akan tetap makan dalam jumlah yang sedikit meskipun tengah puasa. Cara mengurangi porsi atau kalori ketika puasa tersebut, juga dapat membantu untuk mengurangi risiko yang berkaitan dengan pelaksanaan puasa seperti tidak fokus, lapar serta lemas.

Selain itu, ketika berbuka puasa maka janganlah makan terlalu banyak. Batasi dan atur porsi yang wajar ketika berbuka puasa. Disunnahkan, untuk meminum minuman manis, takjil atau sedikit snack, kemudian dilanjutkan sholat barulah makan besar.

2. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik

Ketika mengalami dehidrasi ringan, maka ada beberapa gejala yang dapat dirasakan. Di antaranya ialah merasakan kelelahan, haus, mulut kering hingga sakit kepala. Oleh karena itu, penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Ketika berpuasa, maka lebih baik segera minum banyak cairan usai berbuka. Umumnya ketika tidak berpuasa, seseorang akan minum delapan hingga 13 gelas per hari. Namun, karena waktu untuk mendapatkan cairan atau minum berkurang, maka Grameds yang berpuasa harus mampu mengganti kebutuhan minum selama tidak berpuasa yaitu ketika berbuka hingga sahur. Ketahui pula, tanda-tanda dehidrasi dan jangan terlalu banyak minum, karena efeknya sama buruknya ya Grameds!

3. Mengkonsumsi protein yang cukup

Ketika puasa, seseorang tidak boleh luput untuk memperhatikan asupan gizi seimbang yang akan masuk ke dalam tubuh. Ketika berpuasa, maka tubuh akan kekurangan kalori yang dapat menyebabkan tubuh kehilangan otot.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasi kehilangan sejumlah otot ketika berpuasa, adalah dengan mengkonsumsi makanan dengan kandungan protein yang cukup. Selain itu, mengkonsumsi protein dengan jumlah yang cukup maka akan memberikan manfaat lain bagi tubuh. Salah satunya ialah dapat mengelola rasa lapar dengan baik ketika berpuasa.

4. Melakukan olahraga ringan

Jangan jadikan puasa sebagai alasan Grameds berhenti beraktivitas atau bermalas-malasan ya! Tidak perlu melakukan olahraga yang berat, cukup yang ringan saja seperti jalan kaki, melakukan peregangan dengan ringan, yoga ringan, hingga pekerjaan rumah seperti menyapu dan mengepel pun bisa jadi aktivitas olahraga ringan.

Dengan melakukan olahraga ringan, maka tubuh akan menjadi lebih segar meskipun tengah berpuasa. Akan tetapi, jika merasa tidak kuat untuk berolahraga maka sebaiknya istirahat saja ya!

5. Tidak makan berlebihan ketika berbuka puasa

Tips keenam ini sangat penting untuk menjaga kesehatan perut dan pencernaan ketika puasa. Kebanyakan orang akan lapar mata, hingga cenderung membeli banyak jenis makanan dan makan dengan porsi banyak hingga tidak terkontrol.

Ketika makan berlebihan saat berbuka puasa, maka dikhawatirkan dapat menyebabkan rasa kembung serta lelah. Selain itu bungee eating ketika berpuasa juga dapat membuat berat badan sulit turun lho Grameds!

Hal ini dikarenakan kalori berlebihan yang masuk ke dalam tubuh usai berpuasa, dapat mengurangi defisit kalori ketika menjalankan puasa. Sehingga, cara yang terbaik untuk berbuka puasa adalah dengan makan dengan porsi yang cukup dan tetap menjaga asupan gizi dan cairan untuk tubuh.

6. Menjalankan rutinitas seperti biasa atau menambahkan ibadah-ibadah sunnah

Seringkali, ketika menjalankan puasa justru menjadi alasan bagi seseorang untuk bermalas-malasan. Namun, karena tidak banyak bergerak dan bermalas-malasan itulah maka tubuh akan menjadi sulit untuk digerakan dan membuat tubuh lemas.

Oleh karena itu, lakukanlah rutinitas ketika puasa seperti biasa dan usahakan untuk menambahkan ibadah sunnah ketika puasa. Contohnya seperti sholat dhuha, membaca al quran, atau bersedekah. Dengan begitu, maka puasa pun akan menjadi lebih berkah serta dapat berjalan dengan lancar.

Niat dan Tata Cara Puasa Qadha

Itulah penjelasan mengenai niat dan tata cara puasa qadha yang baik dan benar. Puasa, memang dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Akan tetapi ketika menjalankan puasa, tetap harus mengingat beberapa point seperti yang dijelaskan sebelumnya agar tubuh tetap sehat dan stabil.

Apabila Grameds ingin mengetahui lebih lanjut mengenai puasa, keutamaan puasa, atau aktivitas apa saja yang dapat dilakukan ketika puasa sambil menunggu bedug adzan maghrib, Grameds bisa mencari inspirasi dan materi terkait di Gramedia.com ya!

Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu menyediakan beragam buku bermanfaat serta original untuk Grameds menambah informasi dan ilmu. Jadi tunggu apa lagi? Segera beli dan miliki bukunya sekarang juga!

About the author

Yufi Cantika

Saya Yufi Cantika Sukma Ilahiah dan biasa dipanggil dengan nama Yufi. Saya senang menulis karena dengan menulis wawasan saya bertambah. Saya suka dengan tema agama Islam dan juga quotes.

Kontak media sosial Linkedin Yufi Cantika