Best Seller Buku Tafsir Ibnu Katsir

Jelajahi Best Seller Buku Tafsir Ibnu Katsir dari Gramedia yang disusun berdasarkan penjualan terbanyak

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 5

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 5

Mudah Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

gramedia best seller

Tentang Best Seller Buku Tafsir Ibnu Katsir by Gramedia

Jelajahi Best Seller Buku Anak – Bacaan Anak dari Gramedia. Buku disusun berdasarkan penjualan terbanyak.

Selengkapnya

    Ibnu Katsir adalah seorang ulama dan cendekiawan Muslim yang sangat populer di dalam sejarah agama Islam. Salah satu karya beliau yang terkenal di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia adalah kitab Tafsir Al-Qur’an al Azim. Anda pasti pernah mendengarnya atau bahkan mempelajarinya. Ingin mengetahui biografi Ibnu Katsir selengkapnya? Simak pembahasan berikut ini. 

    Ibnu Katsir menyandang gelar Al-Hafizh al-Muhaddits Imaduddin. Sosok ulama yang mempunyai wawasan luas dan menguasai berbagai macam bidang keilmuwan. Kecerdasannya dibuktikan melalui karya-karya yang berkualitas tinggi. 

    Kitab karangan Ibnu Katsir dipelajari sejak dahulu sampai sekarang yang tidak lekang oleh zaman. Ini membuat biografi Ibnu Katsir menarik untuk disimak lebih lanjut. 

    Biografi Ibnu Katsir

     

    Nama lengkapnya adalah Imad al-Din al-Fida Ismail Ibnu Amar Ibnu Katsir Ibnu Zara’ al-Dimasiqy. Beliau lahir pada tahun 1301 Masehi di Desa Mijdal daerah Bushra (Basrah). Oleh sebab itu, mendapatkan predikat “al-Bushrawi”. Ibnu Katsir wafat di Damaskus, Suriah ketika berusia 72 tahun (1373 Masehi). 

    Ayah Ibnu Katsir bernama Shihab al-Din Abu hafsh Amar Ibnu Katsir Ibnu Dhaw ibnu Zara’ al-Quraisyi. Berasal dari Bushra dan seorang ulama faqih yang berpengaruh di daerahnya. Selain itu, Syihabuddin Abu Hafsh Umar ibn Katsir juga dikenal sebagai ahli ceramah yang termashur.  Ibu Ibnu Katsir berasal dari daerah Mijdal. 

    Ibnu Katsir adalah ulama besar yang tumbuh di lingkungan keluarga terhormat, beliau anak paling kecil diantara saudara-saudaranya. Meskipun berasal dari keluarga terhormat, akan tetapi banyak tantangan yang menghalangi Ibnu Katsir dalam proses menimba ilmu. Bahkan harus menghadapi tantangan kematian. 

    Sosok ayah memiliki pengaruh kuat di dalam keluarga. Teladan dan kebesaran sang ayah memberikan motivasi yang besar kepada Ibnu Katsir. Hasilnya adalah beliau sukses mengimbangi dan bahkan melampui keulamaan ayahnya.  

    Tumbuh di lingkungan keluarga yang menjunjung nilai-nilai keilmuan dan taat beragama, menjadi modal utama Ibn Katsir untuk menekuni berbagai macam ilmu pengetahuan sampai menjadi seorang ulama berpengaruh. 

    Namun sayang, Ibnu Katsir tidak merasakan momen-momen indah bersama sosok ayah. Sebab, ketika beliau berusia 3 tahun ayahnya wafat. Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan kemudian dilanjutkan oleh Abdul Wahab, sang kakak. 

    Kakak menjadi sosok yang mengayomi dan mendidik Ibnu Katsir semasa kecil sampai berhasil menghafalkan Al-Quran di usia 11 tahun. 

    Di dalam biografi Ibnu Katsir, beliau pindah bersama sang kakak ke Kota Damaskus di tahun 707 H. Selama hidup di Damaskus, beliau mendapatkan banyak kesempatan untuk menimba ilmu pengetahuan dari ulama-ulama termasyhur di masa itu. 

    Guru pertama Ibnu Katsir adalah seorang ulama yang menganut mazhab Syafi’i, yaitu Syaikh Burhanuddin Ibrahim al-Farizi. Ulama lain yang menjadi guru Ibnu Katsir selama di Damaskus, Suriah adalah Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah dan Ibnu Al-Qayyim.  

    Ibnu Katsir juga belajar bersama Isa bin Muth’im, Ibn Syairazi, Ibn Asyakir, Ibn Zarrad, Syaikh Jamaluddin Yusuf ibn Zaki al-Mizzi, Ishaq ibn Yahya ibn al-Amidi, al-Hafizh adz-Dzahabi, dan masih banyak lagi. 

    Beliau mendapatkan arahan langsung dari Jamaluddin Yusuf ibn Zaki al-Mizzi, seorang ahli hadis terkenal di Suriah. Kemudian Ibnu Katsir menikah dengan putri Jamaluddin al-Mizzi, . 

    Tidak ingin berhenti dan belum puas sampai disitu, Ibnu Katsir memutuskan untuk mengembara dan belajar ilmu pengetahuan di sejumlah negara. Salah satunya adalah menimba ilmu sampai ke Negara Mesir. 

     

    Ibnu Katsir dikenal sebagai sosok yang pemberani dan tidak gentar meskipun harus berhadapan dengan para penguasa. Beliau mengutamakan setiap kebijakan penguasa yang sesuai petunjuk ilahi. Di saat yang bersamaan, Ibnu Katsir terdepan menyampaikan kritik dan memilih berseberangan dengan para penguasa yang menetapkan Undang-Undang tidak membawa kemaslahatan umat dan menyalahi aturan Allah SWT. 

    Ibnu Katsir pernah mendapatkan siksaan karena mengeluarkan sebuah fatwa yang berbeda dengan kebijakan pemerintah mengenai thalaq. Bahkan beliau tidak segan menjatuhkan hukuman mati kepada orang yang mengaku dirinya bersatu dengan Tuhan, meski pada akhirnya membuat Ibnu Katsir disidang. 

    Menurut biografi Ibnu Katsir, petualangannya dalam menuntut ilmu selalu menarik dan semangatnya tidak pernah padam. Meskipun harus melalui banyak hambatan dan menyelesaikan masa-masa sulit.  Semangat beliau justru semakin berapi-rapi. 

    Salah satu contohnya adalah ketika peristiwa pembantaian kaum Muslimin dan ulama oleh Bangsa Tartar. Pada saat itu bangsa Tartar memusnahkan buku referensi penting dan pusat peradaban Islam secara membati buta. 

    Kondisi tersebut sama sekali tidak mempengaruhi mental Ibnu Katsir dalam mempelajari ilmu, bagaimanapun kondisi lingkungannya. Kegigihan dan ketekunan dalam belajar akhirnya membuahkan hasil luar biasa. 

    Dalam sejarah Islam, Ibnu Katsir dikenal sebagai seorang tafsir, ahli ilmu-ilmu Al-Qur’an, ahli fiqih, sejarawan dan tokoh Hadist. Ketika itu, pada abad ke-8 H keulamaan beliau sudah sangat disegani. 

    Bukan sembarangan, kecerdasan dan keahlian Ibnu Katsir dalam menguasai ilmu pengetahuan sudah diakui oleh sejumlah ulama besar. 

    Di dalam kitab al-Tafsir wa al-Mufassirun, Muhammad Husain al-Zahabi, menjelaskan “Ibnu Katsir sudah menempati posisi sangat tinggi dari segi keilmuan, dan para ulama menjadi saksi keluasan ilmunya, penguasaan materi, khususnya di bidang tafsir, tarikh dan Hadist.” 

    Pada tahun 1366, Ibu Katsir diangkat oleh Gubernur Mankali Bugha menjadi guru besar yang mengajar ilmu di Masjid Ummayah Damaskus. Sebuah prestasi yang membanggakan menjadi salah satu perjalanan beliau menjadi tokoh termasyhur dikalangan umat muslim. 

    Ibnu Katsir wafat tidak lama berselang setelah mengarang kitab Al-Ijtihad fi Talab al-Jihad (Ijtihad Dalam Mencari Jihad). Beliau dikebumikan disamping makam Ibnu Taimiyah, salah satu gurunya. 

    Karya-Karya Ibnu Katsir

     

    Selain mengetahui latar belakangnya, dengan mempelajari biografi Ibnu Katsir kita juga bisa mengetahui karya-karya beliau di beberapa bidang ilmu pengetahuan. Lebih lengkapnya sebagai berikut:

    • Ilmu sejarah

    Ibnu Katsir menguasai ilmu sejarah dan berhasil menerbitkan beberapa karya yang berjudul seperti di bawah:

    Al-Fusul fi Sirah ar-Rasul atau Uraian Mengenai Sejarah Rasul

    Al-Bidayah wa an Nihayah atau Permulaan dan Akhir. Kitab ini juga dikenal dengan sebutan Tarikh ibnu Katsir

    Tabaqat asy-Syafi’iyah atau Peringkat-peringkat Ulama Mazhab Syafii

     

    • Ilmu fiqih

    Kecerdasan dan keahlian Ibnu Katsir dalam ilmu fiqih tentu tidak diragukan lagi. Para penguasa sering meminta pendapat kepada beliau mengenai persoalan-persoalan kemasyarakat dan tata pemerintah yang terjadi pada saat itu. 

    Sebagai contoh, ketika mengesahkan keputusan tentang pemberantasan terhadap tindakan korupsi (tahun 1358) dan menyerukan jihad (tahun 1368-1369). 

    • Ilmu hadis

    Tercatat, didalam biografi Ibnu Katsir ada banyak kitab ilmu hadis yang dikarang. Dari sekian banyak judul, beberapa kitab terpopuler adalah:

    Al-Kutub as-Sittah atau Kitab-kitab Hadis yang Enam

    Jami al-Masanid wa as-Sunan atau Kitab Penghimpun Musnad dan Sunan. Ada delapan jilid yang berisi kumpulan nama sahabat periwayat hadis terbanyak  

    Al-Mukhtasar atau Ringkasan. Kitab ini adalah ringkasan dari Muqaddimah karangan Ibn Salah

    At-Takmilah fi Maret’ifat as-Sigat wa ad-Dhua’fa wa al-Mujahal atau Pelengkap dalam Mengetahui Perawi-rawi yang Dipercaya, Lemah dan Kurang Termasyhur

    Adillah at-Tanbih li Ulum al-Hadits atau Buku tentang ilmu hadis. Lebih dikenal sebagai Al-Ba’its al-Hadits. 

    • Ilmu tafsir

    Kitab Tafsir Ibnu Katsir adalah karya beliau yang terpopuler. Sampai sekarang, kitab tafsir sebanyak 10 jilid ini masih dijadikan rujukan oleh umat Muslim. Selain itu, karya yang lain adalah Fada’il Alquran atau Keutamaan Alquran. Yaitu berisi ringkasan tentang sejarah Al-Quran. 

    Demikianlah sedikit uraian biografi Ibnu Katsir, semoga menambah wawasan Anda semua.