Agama Islam

Pengertian Penyakit Ain, Ciri-Ciri, dan Doa Terhindar Dari Penyakit Ain

Penyakit Ain adalah
Written by Ananda

Penyakit Ain adalah – Penyakit yang datang ke dalam diri kita ternyata dapat ditimbulkan dari dalam hati. Tidak hanya penyakit fisik maupun non fisik, tetapi bisa juga penyakit yang menghantui juga dapat menyebabkan penurunan kondisi tubuh. Bahkan, sampai sulit untuk disembuhkan, sehingga penderitanya menjadi terbatas dalam menjalani aktivitas.

Penyakit yang tidak kasat mata ini terkadang akan lebih sulit untuk disembuhkan. Selain itu, bisa juga memberikan bahaya bagi diri sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Di dalam Islam, penyakit yang tidak kasat mata dikenal dengan istilah penyakit ain. Untuk lebih jelasnya apa itu penyakit ain, maka simak ulasan ini, Grameds.

Pengertian Penyakit Ain

Dalam pandangan Islam, penyakit tidak kasat mata bisa berbahaya bagi diri kita dan orang lain. Hal ini disebut penyakit ain. Penyakit ain adalah penyakit yang ditimbulkan dari pandangan mata yang berkaitan dengan perasaan hati yaitu perasaan iri dan dengki. Tidak hanya menimbulkan masalah bagi orang lain, penyakit ain juga membuat diri sendiri celaka.

Maka dari itu, para ulama menyimpulkan bahwa ain adalah penyakit non medis yang timbul karena pandangan kagum atau takjub disertai dengan ras airi dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk dan mengakibatkan adanya bahaya pada orang yang dilihatnya.

Ain juga dapat diartikan sebagai pandangan terhadap sesuatu hal dalam keadaan lupa dengan rasa kagum terhadap yang dilihatnya atau rasa dengki tanpa berdzikir kepada Allah.

Menurut pandangan Islam, penyakit ain dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu :

  1. Pandangan dari orang yang sebenarnya mempunyai tabiat buruk di dalam hatinya terdapat rasa hasud, dengki dan ingin mencelakai terhadap orang yang dipandangnya.
  2. Pandangan kekaguman atau ketakjuban kepada orang, sehingga akan timbul rasa dengki tetapi kekaguman tersebut tidak disertai dzikir kepada Allah SWT.

Selain itu, penyakit ain juga dijelaskan dalam Al–Qur’an surat Al-Qalam ayat 51,

وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهٗ لَمَجْنُوْنٌ ۘ

Artinya:

“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al–Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar–benar orang yang gila.”

Efek dari pandangan ain ini dapat bermacam–macam, ada yang bisa membuat orang dipandang celaka, sakit atau bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, penyakit ini digolongkan sebagai penyakit yang tidak dapat dideteksi secara medis dan berbahaya karena pada dasarnya semua orang mempunyai kekuatan tertentu dalam pandangannya.

Penyakit ain ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi dapat menyerang anak–anak. Hal ini biasanya ditandai ketika orang tua sudah membawa anak untuk berobat ke berbagai tempat, tetapi tetap tidak ada hasil, karena penyakitnya bukan berasal dari sisi medis.

Dikutip dari buku yang berjudul “Thibbun Nabawi: Tinjauan Syari’at dan Medis”, istri Imran pernah berdoa ketika melahirkan Maryam. Allah SWT berfirman:

“Fa Imma wada’at-ha qalat rabbi inni wada’tuha unsa, wallahu a’lamu bima wada’at, wa laisaz-zakaru kal–unaa, wa inni sammaituha maryama wa inni u’izuha bika wa zurriyyataha minasy-syaitanir-rajim.”

Artinya: “Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.

Dari firman tersebut, maka dapat dipahami bahwa usai seorang anak terlahir di dunia, penting bagi orang tua untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan penyakit medis maupun non medis seperti penyakit ain.

Disebutkan oleh Syeikh Abdurrahman bin hasan:

“Seseorang yang memandang, menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya”(Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal. 69).

Dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah:

Ain dari kata ‘aana–ya’iinu’ yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut” (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).

Bahaya Ilmu Sihir

Asal Mula Penyakit Ain

Penyakit Ain adalah

unsplash.com

Penyakit ain sudah ada sejak zaman dahulu. Rasulullah SAW mengatakan bahwa penyakit ain itu nyata adanya. Sebagaimana sabdanya, “ (Pengaruh) ‘ain’ itu nyata (benar).” (HR. Muslim). Beliau menganjurkan umatnya untuk menerima kenyataan ini.

Dalam riwayat lain:

Ain itu benar – benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa.”(HR. Muslim No. 2188).

Asal mula penyakit ain:

Ain dari kata ‘aana–ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respons jiwa negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).

Penyebab Penyakit Ain

Penyakit Ain adalah

pixabay.com

Menurut M. Saifudin Hakim dan Siti Aisyah ismail dalam Thibbun Nabawi, penyebab penyakit ain adalah pandangan mata yang hasad/dengki atau kagum/takjub kepada anak-anak.

Ibnu Qayyim al–Jauziyah rahimahullah menjelaskan bahwa penyakit ain bisa saja terjadi tanpa harus melihat secara langsung. Ia mengatakan, “Jiwa orang yang menjadi penyebab penyakit ain bisa saja menimbulkan penyakit ain tanpa harus dengan melihat secara langsung. Bahkan, terkadang ada orang buta lalu dideskripsikan sesuatu kepada orang buta tersebut dan jiwanya bisa menimbulkan penyakit ain meskipun dia tidak melihatnya.”

Orang yang mempunyai hasad kepada orang lain akan memandang orang tersebut dengan pandangan yang penuh kebencian. Hal ini yang dapat menyebabkan berbagai gangguan ain yang mengancam kesehatan hingga nyawa seseorang.

Dalam hal ini, Allah juga telah memerintahkan seluruh umatnya untuk menghindari bahaya dan dampak buruk dari sifat hasad. Hal ini seperti yang tercantum dalam Al-Quran Surat Al Falaq ayat 5:

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Artinya:

Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia hasad atau dengki.

Bukan hanya sifat hasad yang berupa kebencian, pandangan kagum yang cenderung khawatir juga dapat menyebabkan penyakit ‘ain pada orang lain yang dilihatnya bahkan benda mati. Dengan begitu, sebisa mungkin setiap manusia harus mencegah keburukan tersebut agar tidak membahayakan orang lain dan diri sendiri.

Seseorang dengan perasaan hasad, maka masuk ke dalam golongan perbuatan tercela. Perbuatan ini tergolong sebagai akhlak madzmumah. Orang yang iri dan dengki ingin orang yang dilihatnya tidak lagi mempunyai kebahagiaan yang ia miliki. Naudzubillah min dzalik.

Penyakit ini dapat memberikan efek yang bermacam–macam pada tubuh manusia. Ain dapat menyebabkan beberapa penyakit yang mengganggu kesehatan seperti sakit, celaka hingga kematian. Oleh sebab itu, sudah seharusnya bagi umat Muslim untuk menjauhi penyakit ain ini.

Ciri–Ciri Penyakit Ain

Penyakit Ain adalah

pixabay.com

Seperti penyakit lainnya, penyakit ain juga mempunyai beberapa ciri. Adapun tanda terkena gangguan ain menurut Syaikh Abdul Azi As-Sadhan hafidzahullahu Ta’ala adalah, apabila bukan karena penyakit jasmani/penyakit medis, maka umumnya dalam bentuk :

  1. Sakit kepala yang berpindah–pindah.
  2. Wajah pucat.
  3. Sering berkeringat dan buang air kecil.
  4. Nafsu makan lemah.
  5. Mati rasa.
  6. Panas atau dingin di anggota badan.
  7. Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan.
  8. Rasa sakit yang berpindah dari bawah punggung dan bahu.
  9. Bersedih dan merasa sempit/sesak di dada.
  10. Berkeringat di malam hari.
  11. Perilaku/emosi berlebihan.
  12. Ketakutan yang tidak wajar.
  13. Sering bersendawa.
  14. Menguap atau terengah–engah.
  15. Menyendiri atau suka mengasingkan diri.
  16. Diam atau malas bergerak.
  17. Senang/ terlalu banyak tidur.
  18. Adanya masalah kesehatan tertentu tanpa ada sebab–sebab medis yang diketahui.

Tadabbur Ayat Suci Al-Quran Penyembuh Gangguan Jin & Ilmu Sihir

Cara Mengobati Penyakit Ain

Cara mengobati penyakit ain dengan membiasakan membaca Surat Al–Falaq, Surat An- Naas dan Surat Al–Ikhlas di pagi dan sore hari setiap hari. Menurut sebuah hadist Nabi berkata :

Artinya: “ Ketika Anda memasuki malam dan ketika Anda bangun di pagi hari tiga kali dan itu akan melindungi Anda dari segalanya.” (Tirmidzi 3575).

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga mengajari kita beberapa doa lain yang harus dibaca untuk mencari perlindungan Allah SWT dari kejahatan yang ada di dunia ini. Di antara doa shahih untuk perlindungan yang telah diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW adalah:

Artinya: “Saya mencari perlindungan dalam kata-kata Allah yang sempurna dari kejahatan yang telah Dia ciptakan.” (Muslim 4881)

Seseorang harus melakukan dzikir kepada Allah SWT sebanyak yang dia bisa di siang dan sore hari terutama sebelum tidur. Dzikir, pada dasarnya mempunyai fungsi sebagai baju besi bagi orang beriman dan melindungi dia dari kejahatan yang mungkin akan mencoba menyusup ke baju besi tersebut.

Sebab, kita juga harus berjuang untuk berdzikir dan menggunakan ruqyah, sebagaimana yang digariskan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menjaga diri dari penyakit ain.

Diriwayatkan bahwa ‘Aa’ishah bersabda:

“Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) memerintahkan saya, atau dia memerintahkan (orang–orang) untuk menggunakan ruqyah untuk menangani mata jahat.” (Bukhari 5297)

Allah SWT telah memberikan kepada pengikut–Nya untuk memerangi efek mata jahat dan kita juga harus membiasakan untuk menerapkan alat tersebut dalam kehidupan sehari–hari agar dapat mencegah mata jahat yang mempengaruhi kita beserta keluarga.

Perlindungan terbaik terhadap mata jahat adalah dengan mendekatkan seseorang kepada Allah melalui dzikir, doa dan membaca Al–Qur’an. Pemulihan ini dapat ditemukan dalam sumber otentik hukum islam, bukan dari rumor, desas–desus maupun tradisi yang tidak islami.

Hal-Hal yang Bisa Menyembuhkan Penyakit Ain

Hendaknya orang yang terkena penyakit ain mengusahakan diri untuk melakukan beberapa hal yang bisa menyembuhkan penyakit ain, diantaranya :

1. Mandi dari air bekas mandi orang yang menyebabkan ain

Sebagaimana hadist dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhum, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Ain itu benar adanya. Andaikan ada perkara yang bisa mendahului takdir, maka itulah ain. Maka jika kalian mandi, gunakanlah air mandinya itu (untuk memandikan orang yang terkena ain)” (HR. Muslim no. 2188).

2. Mandi dari air bekas wudhu orang yang menyebabkan ain

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Umamah bin Sahl di atas. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahan Amir bin Rabi’ah untuk berwudhu dan menyiramkan air wudhunya kepada Sahl yang terkena ain.

Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif ia berkata, “Amir bin Rabi’a melihat Sahl bin Hunaif yang sedang mandi (ditempat pemandian umum) seraya berkata, ‘Aku belum pernah melihat seperti hari ini kulit yang disembunyikan.’ Maka Sahl pingsan. Lalu ditanyakan kepada Nabi SAW lantas dikatakan kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, mengapa Sahl begini. Demi Allah, ia tidak mengangkat kepalanya dan tidak pula siuman.

Beliau bertanya, ‘Apakah kalian mendakwa seseorang mengenainya?’ Mereka menjawab, “Amir bin Rabi’ah telah memandangnya.’ Maka beliau memanggil Amir dan memarahinya, seraya bersabda, ‘Mengapa salah seorang dari kalian membunuh saudaranya. Mengapa ketika kamu melihat sesuatu yang mengagumkanmu, kamu tidak mendoakan keberkahan untuknya?’ Kemudian beliau bersabda kepadanya ‘Mandilah untuknya.’

Lalu ia membasuh wajahnya, kedua tangannya dan kedua sikunya, kedua lututnya dan ujung kedua kakinya, dan bagian dalam sarungnya dalam suatu bejana. Kemudian air itu diguyurkan di atasnya, yang diguyurkan oleh seseorang di atas kepalanya dan punggungnya dari belakangnya. Ia meletakkan bejana di belakangnya. Setelah melakukan demikian, Sahl bangkit bersama orang-orang tanpa merasakan sakit lagi.” (HR. An Nasa’i no. 7671, Ibnu Majah no. 3509, Ahmad no. 15980, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Dari Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata:

“Dahulu orang yang menjadi penyebab ain diperintahkan untuk berwudhu, lalu orang yang terkena ain mandi dari sisa air wudhu tersebut” (HR. Abu Daud no. 3885, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 2522).

3. Ruqyah Syar’iyyah

Sebagaimana hadits dari Asma bintu Umais radhiallahu’anha, ia berkata:

“Wahai Rasulllah, Bani Ja’far terkena penyakit ain, bolehkah kami minta mereka diruqyah? Nabi menjawab: iya boleh. Andikan ada yang bisa mendahului takdir, itulah ain” (HR. Tirmidzi no.2059, Ibnu Majah no. 3510, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

Ada beberapa cara meruqyah orang yang terkena ain, diantaranya dengan membacakan doa.

Dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata: “Ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam merasakan sakit, Malaikat meruqyah dengan doa:

وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ مِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إذَا حَسَدَ، وَوَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، ,باسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ

Artinya : “dengan nama Allah yang menyembuhkanmu. Ia menyembuhkanmu dari segala penyakit dan dari keburukan orang yang hasad dan keburukan orang yang menyebabkan ain) (HR. Muslim no. 2185).

Atau membaca doa–doa ruqyah dari hadits–hadits shahih yang lainnya, serta ayat–ayat Al-Qur’an yang bisa untuk meruqyah.

Penyakit Ain adalah

Cara Mencegah Penyakit Ain

Penyakit Ain adalah

unsplash.com

 

1. Bertawakal Kepada Allah SWT

Manusia dapat melindungi diri mereka dari efek penyakit ain, apabila mereka percaya kepada Allah dan mencari perlindungan-Nya. Cara megobati penyakit ain dilakukan dengan bertawakal kepada Allah. Penyakit ini ditanggulangi dengan cara dituntunkan bagi orang yang terpukau atas sesuatu untuk mengucapkan doa keberkahan atas sesuatu baru.

2. Menyatakan Pujian Kepada Allah yang Dibarengi dengan Membaca Surat-Surat Pendek

Penyakit ain dapat dicegah dengan senantiasa menyertai pujian dengan ungkapan seperti Tabarakallah atau MasyaAllah. Kemudian, diikuti bacaan–bacaan surat pendek seperti surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas yang dibaca tiga kali setelah subuh dan setelah maghrib.

3. Ruqyah

Selain itu, penyakit ain juga dapat disembuhkan dengan ruqyah sesuai syariat Islam. Membaca dalam bahasa Arab atau dalam bahasa Indonesia yang dapat dipahami oleh orang–orang, tidak menggunakan jimat atau sihir bisa juga membantu mengatasi penyakit ain.

Dari Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata:

“Dahulu Rasulullah Shallalahu’alaihi Wasallam memintaku agar aku di ruqiyah untuk menyembuhkan ain. (HR. Muslim no 2195)”.

Dikarenakan hasad atau iri adalah penyebab utama dari penyakit ain, maka penting untuk seseorang menjauhi sifat ini dengan membaca doa–doa.

 Doa Terhindar Penyakit Ain

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini tidak semua orang akan menyukai kita. Rasa tidak senang itu yang kemudian menimbulkan ain. Penyakit ain dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Untuk mencegah penyakit ain, kita dapat membaca doa seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai berikut :

“U’iidzuka bikalimaatillahit – tammah, min kuli syaitoonin wa haammah, wa min kulli ‘ainin laammah”

Artinya: “Aku memohon perlindunganmu dengan kalimat–kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang pengganggu dan dari pandangan mata yang buruk.

Grameds, itulah informasi tentang penyakit ain. Semoga kita dijauhkan dari perasaan iri dan dengki ya. Semoga orang–orang di sekeliling kita merupakan orang–orang baik yang senantiasa menjaga pandangannya dari hal–hal buruk. Jadi, buku mana saja yang belum ada di rak buku sekarang, Grameds?

Jika Grameds masih bingung, masih membutuhkan referensi terkait tentang penyakit ain, maka kamu bisa mengunjungi koleksi buku Gramedia di gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami akan selalu memberikan informasi terbaik dan terlengkap untuk Grameds serta jadikan hidupmu #LebihDenganMembaca bersama Gramedia. Semoga artikel ini menginspirasimu ya!

Penulis: Rosyda Nur Fauziyah 

BACA JUGA:

  1. 8 Ciri-Ciri Orang Munafik yang Perlu DIwaspadai
  2. Tabarakallah Artinya Berkat Allah, Simak Penggunaan dan Manfaatnya
  3. Perilaku Jujur dalam Islam: Pengertian, Dalil, Macam Sifat, dan Hikmah
  4. Sifat-Sifat Mulia: Mujahadah An-Nafs, Husnuzan, dan Ukhuwah
  5. Marah dalam Islam dan Larangannya dalam Hadits
  6. Amalan Doa Penenang Hati agar Terhindar dari Galau dan Sedih


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien