Agama Islam

Pahami 5 Fungsi Hadits Terhadap Al-Qur’an

fungsi hadits
Written by M. Hardi

Fungsi hadits – Grameds yang beragama Islam akan sering menemukan pelajaran mengenai Agama Islam dalam berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan sampai kalian kuliah pun, pasti akan menemukan mata pelajaran terkait Agama Islam.

Pelajaran mengenai Agama Islam ini belum tentu akan selesai ketika kalian sudah lulus kalian. Jika Grameds merupakan Muslim atau Muslimah yang baik dan taat, kalian bisa saja menemukan serta mendapatkan pelajaran Agama Islam di luar sekolah.

Mungkin ada di antara Grameds yang pernah belajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) ketika masih kecil hingga remaja. Grameds yang sudah dewasa juga bisa mendapatkan ilmu tambahan mengenai Agama Islam dalam pengajian atau tadarus di Masjid sekitar rumah.

Di dalam pengajian ini, Grameds bisa menemukan topik yang kalian sebelumnya pernah pelajari namun sudah lupa, dan bisa saja sesuatu yang baru dan belum pernah kalian pelajari sebelumnya. Topik-topik tersebut bisa berupa ilmu fiqih, ayat-ayat Al-Qur’an, atau hadits Nabi Muhammad SAW.

Apa Itu Hadits?

Topik mengenai hadits dapat Grameds temukan baik itu ketika kalian sedang bersekolah ataupun pada pengajian dan tadarus. Dan jika kalian mempelajari mengenai hadits yang benar dan tidak menyesatkan, tandanya fungsi hadits yang ada sudah Grameds dapatkan dengan baik.

Pada dasarnya, hadits merupakan perkataan, sabda, atau tindakan yang pernah diucapkan atau dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW terkait hukum dan syariat dalam Agama Islam. Keberadaan hadits membantu umat Muslim dalam menentukan apa yang benar dan apa yang salah.

Sesuai yang Grameds ketahui, hadits berasal dari Bahasa Arab, yang secara harfiah memiliki arti sebagai “berbicara“, “perkataan“, atau “percakapan“. Jika kita membahas secara spesifik terkait siapa yang berbicara, berkata, dan bercakap, tentunya akan kembali lagi kepada Nabi Muhammad SAW.

Hadits ini mencatat perilaku Nabi Muhammad SAW selama beliau masih hidup, mulai dari tingkah laku, keseharian, dan kebiasaan yang dilakukan. Selain itu, perlu diketahui pencatatan tingkah laku yang akan menjadi hadits ini dilakukan oleh banyak orang dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Orang-orang tersebut di antaranya adalah sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Salah satu istri termuda Nabi Muhammad SAW yakni Aisyah juga ikut andil dalam penulisan hadits ini.

Setelah mencatat tingkah laku dan segala macam hal yang berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW, hadits ini akan diturunkan secara turun-temurun. Grameds mungkin pernah mendengar nama-nama seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Ibnu Majah dan Tarmizi. Mereka adalah salah satu pengumpul hadits tertua, dan bahkan membukukan hadits-hadits ini.

Oleh karena itu, hadits bisa dikatakan sebagai sumber hukum kedua setelah kitab suci Al-Qur’an. Jadi, haram hukumnya untuk memalsukan hadits karena mereka bisa menyesatkan banyak kaum Muslim, khususnya mereka yang masih perlu mempelajari Agama Islam.

Seharusnya, hal ini tidak akan terjadi kepada para pendakwah, ulama, atau ustadz yang baik. Mereka akan selalu memastikan bahwa hadits-hadits yang mereka temukan benar dan sahih keberadaannya sebelum disebarluaskan ketika mereka berdakwah.

Grameds mungkin sudah mengetahui bahwa banyak sekali hadits yang berasal dari tingkah laku Nabi Muhammad SAW semasa beliau hidup. Imam Bukhari dan Imam Muslim adalah salah satu sosok yang paling banyak mengumpulkan hadits-hadits ini. Buku “Hadits Shahih Bukhari Muslim” bisa menjadi bacaan bagi Grameds untuk mempelajari hadits-hadits riwayat kedua orang tersebut.

https://www.gramedia.com/products/hadits-shahih-bukhari-muslim?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Fungsi Hadits Terhadap Al-Qur’an

fungsi hadits

Sumber: Unsplash

Keberadaan hadits sebagai salah satu sumber hukum kedua dalam Agama Islam tentu bukan tanpa alasan. Tidak ada seorang umat Muslim pun yang seharusnya berani mempertanyakan sifat dan tingkah laku Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya.

Apapun yang beliau lakukan merupakan cerminan umat Muslim di seluruh dunia. Tentu saja, Grameds akan sulit mencapai tutur dan perilaku Nabi Muhammad SAW, mengingat beliau merupakan sosok Muslim sempurna. Tetapi, setidaknya kalian bisa mencoba untuk tetap berperilaku layaknya kaum Muslim yang baik.

Penjelasan di atas merupakan salah satu kenapa disebarkannya hadits-hadits kepada umat Muslim, dan juga menjelaskan fungsi hadits secara garis besar. Meskipun begitu, masih ada setidaknya 5 fungsi hadits, khususnya terhadap kitab suci Al-Qur’an.

Di bawah ini, akan ada penjelasan mengenai 5 fungsi hadits terhadap Al-Qur’an. Silahkan Grameds baca dengan seksama, dan semoga saja setelah kalian membaca dan memahami penjelasan ini, kalian bisa menjadi semakin mengerti alasan kenapa kita mempelajari hadits-hadits ini.

Memperkuat dan Mempertegas Hukum dalam Al-Qur’an

Seperti yang Grameds ketahui, kitab suci Al-Qur’an berisikan pedoman serta hukum yang harus umat Muslim patuhi. Setiap surat serta ayat di dalam Al-Qur’an berisikan penjelasan mengenai apa saja yang boleh umat Muslim patuhi dan apa saja larangan umat Muslim.

Fungsi hadits yang pertama ini bertujuan untuk memperkuat dan mempertegas apa yang Allah SWT firmankan dalam Al-Qur’an. Dengan ini, perkataan serta tingkah laku Nabi Muhammad SAW menjadi hal yang dapat memperkuat dan mempertegas surat serta ayat dalam Al-Qur’an.

Menetapkan Hukum yang Tidak Tertulis pada Al-Qur’an

Terkadang, ada penjelasan pada Al-Qur’an yang terbilang rancu. Maksudnya, umat Muslim di masa itu belum memahami serta mengetahui secara pasti apa yang dimaksud dari firman Allah SWT ini. Pada masa itu, penjelasan dari Nabi Muhammad SAW mulai dari perkataan sampai praktik langsung, membantu umat Muslim mengetahui makna dari isi Al-Qur’an.

Inilah yang dimaksud dengan fungsi kedua hadits terhadap Al-Qur’an. Lagi-lagi, adanya Nabi Muhammad SAW membantu umat Muslim di masa lampau sampai masa sekarang untuk menafsirkan sejumlah hal-hal rancu yang bisa saja ditemukan pada Al-Qur’an.

Memberi Penjelasan Terkait Suatu Makna dari Ayat Al-Qur’an

Terkadang, ada kalanya firman Allah SWT dari kitab suci Al-Quran memerlukan penjelasan yang lebih mendalam kepada umat-umatnya. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan ini adalah penjelasan seperti alasan di balik turunnya sebuah surat atau ayat dari Al-Qur’an, atau makna dari sebuah kata spesifik dari ayat Al-Qur’an.

Penjelasan serta praktik dalam kehidupan nyata yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW akan firman Allah SWT ini menjadi fungsi hadits ketiga. Selayaknya fungsi hadits sebelumnya, umat Muslim akan semakin memahami makna dari suatu surat atau ayat dari Al-Qur’an karena keberadaan Nabi Muhammad SAW.

Merinci Hal-Hal yang Sebelumnya Sudah Dibahas dalam Al-Qur’an

Fungsi hadits yang satu ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan fungsi hadits kedua dan fungsi hadits ketiga. Sesuai dengan penjelasannya, hadits-hadits ini berfungsi untuk memberi detail serta rincian lebih mendalam terkait firman Allah SWT yang Dia sampaikan dalam Al-Qur’an.

Lagi-lagi, detail dan juga rincian yang akan diberikan akan berupa penjelasan atau tindakan yang Nabi Muhammad SAW lakukan di hadapan umatnya. Umat Muslim tentunya akan memahami maksud dari surat atau ayat dalam Al-Qur’an ini setelah mendapat penjelasan dari beliau.

Membatasi dan Memperluas Topik Bahasan pada Al-Qur’an

Terakhir, fungsi hadits yang kelima adalah untuk membatasi suatu topik spesifik pada surat maupun ayat Al-Qur’an, ataupun memperluas serta menambah bahasan firman yang diberikan Allah SWT. Hal ini tentunya dilakukan berdasarkan ucapan, tutur, serta tingkah laku dari Nabi Muhammad SAW.

Ada kalanya firman yang disampaikan oleh Allah SWT pada kitab suci Al-Qur’an belum tentu dipahami oleh umat Muslim di masa itu karena terlalu luas atau terlalu sempit. Nabi Muhammad SAW dapat mempersempit atau memperluas apa yang ada di dalam ayat atau surat ini agar bisa lebih mudah dipahami oleh orang-orang Islam di masa itu dan sampai masa sekarang.

Penjelasan di atas merupakan salah satu alasan kenapa Grameds yang beragama Islam wajib mempelajari serta memahami hadits. Hal ini karena, bisa jadi ada topik dalam agama Islam yang sebelumnya kalian pernah dengar, tetapi tidak bisa pahami, bisa kalian temukan penjelasannya pada sebuah hadits.

Pelajaran mengenai hadits selain bisa ditemukan pada pengajian atau mata pelajaran Agama Islam, juga bisa kalian temukan pada berbagai macam buku. Salah satu buku yang bisa Grameds jadikan sebagai acuan dan sumber informasi adalah buku “Ensiklopedia Hadits Ibadah”.

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-hadits-ibadah?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Hadits Nabi Muhammad SAW untuk Pedoman Hidup

fungsi hadits

Sumber: Unsplash

Grameds mungkin sudah mengetahui bahwa jumlah hadits bisa mencapai ribuan. Wajar saja, mengingat Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang memiliki tingkah laku serta tutur yang amat sempurna, sehingga banyak sekali contoh untuk dicatat sebagai hadits untuk kita tiru.

Hadits-hadits ini bahkan bisa membahas dan menyinggung topik yang amat spesifik, menunjukkan bahwa tidak ada yang luput dari perhatian Nabi Muhammad SAW. Tentunya, mempelajari keberadaan ribuan hadits ini akan memakan waktu yang tidak sebentar.

Untuk itu, di bawah ini kita akan membahas beberapa hadits yang bisa Grameds pelajari dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hadits-hadits di bawah ini merupakan hadits yang dapat dikatakan penting dan baiknya tidak lekas dilupakan, agar hidup kalian bisa semakin lancar dan penuh ketenteraman.

Hadits Menjaga Kesabaran

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: “لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ada kalanya, kita menghadapi musibah atau masalah yang entah darimana datangnya. Jika ada situasi seperti ini, alangkah baiknya jika Grameds tetap memasang kepala dingin dan bersikap sabar. Amarah dan emosi negatif hanya akan mengaburkan pemikiran kalian, sehingga kalian akan sulit menentukan keputusan terbaik untuk kalian.

Hadits Menuntut Ilmu

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

Artinya: “Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan barang siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak (maka ia) seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR Ibnu Majah).

Menuntut ilmu adalah sesuatu yang Grameds harus tetap dilakukan meskipun kalian sudah melewati jenjang-jenjang pendidikan. Ini dikarenakan menuntut ilmu bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Asal seseorang memiliki niat dan kemauan, mereka pasti bisa mendapatkan restu dan ganjaran pengetahuan setimpal.

Hadits Tidak Sombong

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan. Seorang laki-laki bertanya, ‘Sesungguhnya laki-laki menyukai baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?’ Beliau menjawab: ‘Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.’ (HR. Muslim: 131).

Kesombongan merupakan sesuatu yang tidak disukai oleh Allah SWT. Di hadits ini, dijelaskan seorang Muslim yang baik harus menghilangkan sifat sombong sekecil apapun dari hati mereka. Jika tidak, maka ada kemungkinan bahwa orang tersebut akan didekatkan kepada panasnya api neraka.

Hadits Berbakti Kepada Orang Tua

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول رَغِمَ أنْفُهُ، رَغِمَ أنْفُهُ، رَغِمَ أنْفُهُ قيل مَنْ يا رسولَ اللهِ؟ قال مَنْ أدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدُهُما أَوْ كِلَاهما ثمَّ لَمْ يَدْخُلِ الجَنَّةَ

Artinya: “Dari sahabat Abu Hurairah RA, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Celakalah seseorang, celakalah, dan celakalah.’ Sahabat bertanya, ‘Siapa ya Rasul?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Orang yang mendapati kedua orang tuanya menua baik salah satu maupun keduanya, lalu dia tidak masuk ke surga.’” (HR Muslim).

Orang tua sudah seharusnya menjadi dua orang yang kita sayangi, patuhi, dan kita rawat ketika mereka sudah memasuki usia senja. Jangan sampai Grameds terlalu sibuk dengan urusan masing-masing, sampai-sampai kalian merupakan sosok yang sudah mengurus dan membesarkan kalian sejak kecil.

Tentu saja masih banyak hadits-hadits lain yang bisa Grameds cari tahu dan pelajari lebih dalam sebagai pedoman hidup kalian. Besar kemungkinan kalian akan menemukan topik yang kalian cari pada sebuah hadits. Karena memang sedetail itulah hidup dari Nabi Muhammad SAW dalam mengikuti ajaran Agama Islam.

Beruntungnya, sekarang Grameds bisa menemukan hadits-hadits tersebut di internet atau buku kumpulan hadits. Yang pasti, kalian harus pastikan terlebih dahulu keabsahan dari hadits tersebut sebelum kalian terapkan dalam keseharian. Salah satu buku kumpulan hadits yang bisa Grameds baca adalah buku “1100 Hadits Terpilih : Sinar Ajaran Muhammad”.

1100 Hadits Terpilih : Sinar Ajaran Muhammad

Dengan ini, berakhir sudah pembahasan kita mengenai hadits pada artikel kali ini. Tadi, kita sudah mempelajari berbagai macam hal mengenai hadits, mulai dari definisi mengenai hadits, fungsi hadits, dan beberapa hadits yang bisa Grameds pakai dan terapkan sebagai pedoman hidup.

Semoga saja, dengan adanya artikel ini, Grameds bisa termotivasi untuk hidup dengan mencerminkan orang beragama Islam yang beriman, bertaqwa, dan taat kepada Allah SWT layaknya Nabi Muhammad SAW. Tidak ada yang tidak mungkin jika kalian memiliki keinginan dan berusaha sebaik mungkin.

Selain itu, harapannya adalah Grameds bisa terhindar dari berbagai macam hal negatif yang bisa saja kalian temukan dalam kehidupan ini. Hal-hal tersebut berpotensi mendekatkan kalian kepada api neraka, dan tentunya tidak ada yang menginginkan hal tersebut untuk terjadi.

Grameds yang tertarik untuk mencari buku-buku serta artikel berkenaan Agama Islam bisa segera kunjungi situs kami Gramedia.com. Kami, Gramedia, #SahabatTanpaBatas, selalu berusaha menyediakan dan menyajikan buku-buku serta artikel berkualitas agar Grameds bisa mendapatkan informasi dan ilmu #LebihDenganMembaca.

Penulis: M. Adrianto S.

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien