Agama Islam

Nafsu Adalah: Pengertian, Hakikat, dan Macam-Macamnya

Written by Nandy

Nafsu Adalah – Setiap manusia yang hidup dan bernyawa, pastinya mempunyai nafsu kan? Ya, setiap manusia memiliki nafsu yang baik maupun yang buruk, maka dalam pepatah mengatakan, memerangi nafsu yang buruk juga merupakan suatu jihad terberat, sebab memerangi nafsu seperti memerangi diri sendiri, dan hanya diri kita yang mampu mengendalikannya.

Hal ini memang perlu untuk dilakukan agar kita tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang tercela atau merugikan orang lain sebab nafsu kita tersebut. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang nafsu, mulai dari pengertian hingga macam-macamnya.

Apa itu Nafsu?

Pengertian Nafsu secara umum adalah sebuah perasaan atau emosional jiwa pada manusia yang mencondongkan kepada sesuatu yang disukainya.

Kemudian, jika nafsu itu kita condongkan kepada sesuatu yang baik dan sesuai syariat, maka ini adalah nafsu terpuji, dan sebaliknya, jika mengarah pada sesuatu yang buruk atau bertolak belakang dengan syariat, maka ini merupakan nafsu tercela.

Jadi, jika ada seseorang mengatakan nafsu itu jelek atau tercela, itu karena ia lebih mencondongkan nafsunya ke dalam hal-hal yang buruk atau bertentangan dengan syariat, maka ini menjadi nafsu yang tercela.

Lalu, nafsu itu teman atau musuh?

Jadi, dalam proses menjalani kehidupan ini, hawa nafsu bisa dikatakan teman jika kita mengarahkannya ke hal-hal yang baik. Dan sebaliknya, nafsu bisa menjadi musuh diri kita jika mengarah ke hal-hal yang buruk atau tercela.

Hakikat Nafsu 

pixabay

Adapun yang dimaksud nafsu oleh sebagian orang ialah sifat tercela, perilaku tercela, dan perbuatan tercela yang ada pada manusia, baik pengaruh dari luar maupun bawaan lahir.

Pandangan umum yang disepakati oleh semua kalangan masyarakat, menyatakan bahwa nafsu merupakan penghalang, antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu Wa ta’ala, dan hamba itu tidak akan sampai kepada-Nya sebelum menyingkirkan penghalang tersebut.

Beberapa hadits menunjukkan bahwa dalam jiwa manusia pasti ada dorongan kejahatan, maka setiap hamba wajib meminta pertolongan dari Allah Subhanahu Wa ta’ala dari bahaya nafsu tercela.

Berdasarkan nafsunya, manusia manusia dibagi menjadi dua golongan, yaitu :

Pertama, golongan yang dikalahkan, diperbudak, dibinasakan, dan senantiasa dibawah perintah nafsunya.

Kedua, golongan yang dapat mengalahkan dan menundukkan nafsunya, sehingga nafsunya tunduk dan taat menjalankan perintahnya.

Hawa nafsu juga meliputi dua hal, yaitu syubhat dan syahwat. Ulama menjelaskan dua nafsu tercela tersebut secara bersamaan, yaitu :

  • Terkait nafsu syubhat, ini dapat menjerumuskan seseorang kepada perilaku bid’ah, dan perilaku bid’ah seringkali sulit untuk menerima kebenaran.
  • Terkait nafsu syahwat, maka dibagi menjadi dua, yaitu perkara mubah dan perkara yang diharamkan. Perkara mubah seperti, berpakaian, makan maupun minum, dan perkara yang diharamkan seperti berjudi, minum minuman keras, berzina, dan maksiat lainnya, dan pelakunya disebut fajir atau fasiq.

Mengikuti syubhat lebih parah dibandingkan dengan seseorang yang terjerumus dalam perkara syahwat, sebab, perkara syubhat menjadikan seseorang sulit menerima kebenaran, sehingga sulit pula untuk bertaubat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, rahimahullah mengatakan,

واتباع الأهواء في الديانات أعظم من اتباع الأهواء في الشهوات

“Mengikuti hawa nafsu dalam beragama (syubhat) lebih parah dibandingkan Mengikuti hawa nafsu dalam urusan syahwat” [Al-Istiqomah, Ibnu Taimiyyah].

Tiga Macam Nafsu Dalam Al Qur’an 

pixabay

Memang berbagai macam nafsu ada di dalam diri manusia, baik nafsu baik maupun tercela, namun dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu Wa ta’ala membagi nafsu menjadi tiga sifat, yaitu :

Nafsu Muthmainnah

Nafsu Muthmainnah berkenaan dengan ketaatan jiwa seseorang dengan Rabb-nya, karena iman dan amal shalehnya.

Allah Subhanahu Wa ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya : (yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. [QS. ar-Ra’du: 28]

Allah juga berfirman,

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ . ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً

Artinya : “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.” [QS. al-Fajr: 27-28].

Nafsu Lawwamah

Nafsu Lawwamah berkenaan dengan nafsu tercela. Nafsu ini sering disebut nafsu tercela karena dengan nafsu ini, seseorang melakukan kesalahan, baik dosa besar maupun dosa kecil, atau tidak menghiraukan perintah yang sifatnya wajib maupun yang dianjurkan.

Allah Subhanahuwa ta’ala menyebut nafsu jenis ini dalam al-Quran,

وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

“Aku bersumpah dengan menyebut nafsu lawwamah.” [QS. al-Qiyamah: 2]

Nafsu Ammarah bis su’u

Dan yang ketiga adalah nafsu Ammarah bis su’u, yaitu nafsu yang selalu mengajak seseorang untuk melakukan perbuatan dosa dan perilaku tercela, serta melakukan yang haram dan batil.

Allah Subhanahuwa ta’ala menyebut nafsu ini dalam surah Yusuf,

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Yusuf: 53].

Tiga nafsu di atas, tergantung suasana jiwa manusia itu sendiri. Artinya, setiap jiwa manusia bisa berubah kapan saja, bisa menjadi Muthmainnah, kadang Lawwamah, dan bisa berubah menjadi Ammarah bis su’u.

Jadi, tunggu apalagi segera simak artikel ini, sampai selesai, Grameds.

Untuk kamu yang ingin mengetahui agar diri sendiri tidak menjadi pribadi yang egois, maka bisa membaca buku Korban Tabrak Lari Hawa Nafsu Sendiri. 

 

Cara Umum Mengendalikan Hawa Nafsu 

Setelah penjelasan mengenai banyaknya nafsu tercela, dan bahayanya jika kita tidak mengekang hawa nafsu kita, maka seseorang perlu introspeksi diri dan selalu berdoa kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala untuk dijauhkan dari nafsu tercela.

Jika kita tidak dapat menundukkan nafsu kita, maka kita yang akan diperbudak oleh nafsu kita sendiri. Yang sering kali hawa nafsu mendorong manusia untuk berbuat jahat, melakukan berbagai dosa dan maksiat, hingga dapat mendorong manusia berbuat syirik akbar, Nauzubillah!

Nah, gimana caranya agar kita dapat terhindar dari hawa nafsu tercela itu?

Berikut beberapa cara umum untuk mengendalikan hawa nafsumu.

 

  • Mengekang Nafsu Dengan Berpuasa

Seperti yang kita tahu, puasa merupakan perisai, seseorang yang berpuasa, baik yang wajib maupun yang sunnah, sama halnya seseorang itu telah melatih hawa nafsunya. Seseorang yang berpuasa, cenderung lebih bisa mengatur hawa nafsunya, dan menjaga diri dan hatinya dari kerusakan yang disebabkan oleh nafsu.

Allah Subhanahuwa ta’ala berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 183 :

“Yaa ayyuhallaziina aamanu kutiba ‘alaikumus-siyaamu kamaa kutiba ‘alallaziina ming qablikum la’allakum tattaqun”

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Karena puasa itu adalah perisai, maka seseorang yang berpuasa pasti akan menjaga ucapannya serta perilakunya. Jika ada seseorang yang mengajaknya berkelahi, atau mencemoohnya, hendaklah dia mengatakan,

“Aku orang yang sedang puasa, Aku orang yang sedang puasa.” [HR Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ 1099, Imam Bukhari dalam Shahihnya 1894, dan Imam Muslim dalam Shahihnya 1151].

 

  • Berlindung dari Bahaya Nafsu

Dengan bahaya nafsu tercela, maka kita harus banyak berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah Subhanahuwa ta’ala, sebab, setan akan selalu menggoda manusia untuk melampiaskan nafsu kepada hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahuwa ta’ala, seperti perbuatan zina, judi, minum khamr, dan lainnya sebagainya.

Maka hendaknya kita perbanyak doa dan istighfar agar terlindung dari bahaya nafsu tercela dengan banyak mengingat Allah Subhanahuwa ta’ala.

Dalam surah Al-Araf ayat 200, Allah ta’ala berfirman :

“Wa immaa yanzagannaka minasy-syaitaani nazgun fasta’iz billaah, innahu samii’un ‘aliim”

Artinya : “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.”

 

  • Meninggalkan Sesuatu Yang Meragukan

Cara mengendalikan hawa nafsu juga dapat kita lakukan dengan cara menjauhi segala sesuatu yang meragukan atau syubhat. Sebab, sesuatu yang syubhat atau samar terkadang menjerumuskan seseorang kedalam jurang dosa, sebab tidak mengetahui secara pasti hukum yang sesungguhnya, ia hanya menggunakan prasangka belaka.

Syubhat juga dapat menjadikan seseorang sulit menerima kebenaran, sehingga ia sulit untuk bertaubat, dan dapat pula terjerumus dalam perkara-perkara bid’ah.

 

  • Melakukan Shalat Malam

Dengan shalat malam atau qiyamullail, seseorang juga dapat menenangkan diri serta mengendalikan hawa nafsunya yang bergejolak.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

“Sesungguhnya aku biasa tidur dan shalat, berpuasa dan berbuka, dan aku menikahi wanita-wanita. Maka bertakwalah kepada Allah, wahai ‘Utsman, karena sesungguhnya keluargamu memiliki hak yang menjadi kewajibanmu, tamumu memiliki hak yang menjadi kewajibanmu, dan jiwamu memiliki hak yang menjadi kewajibanmu. Maka puasalah, berbukalah, shalatlah (pada sebagian waktu malam) dan tidurlah (pada sebagian waktu malam].”

 

  • Tidak Menuruti Semua Keinginan Nafsu

Tentu kita tahu tidak semua nafsu mengarahkan kita kepada kebaikan, maka kekanglah nafsu kita, dan jangan menuruti semua keinginan nafsu.

Jika tidak, mungkin kita akan terjerumus dalam salah satu perbuatan dosa yang diinginkan nafsu kita.

 

  • Menjauhi Sikap Ingin Tahu Rahasia Orang Lain

Menjaga sikap kita yang ingin tahu urusan orang lain juga dapat membantu kita mengekang hawa nafsu jelek, sebab seseorang seringkali mencampuri urusan orang lain dan berdampak buruk yang merusak amalan kita, seperti suka ghibah, dan memfitnah orang.

 

  • Menundukkan Pandangan

Untuk mengendalikan hawa nafsu, kita juga harus melatih menjaga pandangan. Yang mana mata kita seringkali melihat hal-hal yang dilarang dan menimbulkan dosa mata.

Allah Subhanahu Wa ta’ala berfirman dalam surah An-Nur : 30,

“Qul lil-mu’miniina yaguddu min absaarihim wa yahfazu furujahum, zaalika azkaa lahum, innallaaha khabiirum bimaa yasna’un”

Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

 

  • Membaca Alquran 

Selanjutnya, mengekang  hawa nafsu dengan banyak membaca Alquran.

Allah Subhanahuwa ta’ala berfirman,

“Wa kazaalika anzalnaahu hukman ‘arabiyy, wa la’inittaba’ta ahwaa’aahum ba’da maa jaa’aka minal-‘ilmi maa laka minallaahi miw waliyyiw wa laa waaq”

Artinya : “Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” [QS. Ar- Rad : 37]

 

  • Berkumpul Dengan Orang-orang Shaleh

Membiasakan diri berkumpul dengan orang-orang shaleh juga membuatmu dapat mengendalikan hawa nafsu, sebab, teman yang baik akan selalu mengingatkan kita jika kita melakukan hal-hal yang tidak baik atau perbuatan dosa.

 

  •  Evaluasi Diri 

Selalu koreksi diri dan evaluasi diri setiap saat, dan pada saat melakukan ibadah. Apakah sudah benar atau belum, agar kita selalu diberikan petunjuk serta dapat menaklukkan hawa nafsu kita.

Itu lah beberapa hal yang bisa kita lakukan agar tidak diperbudak oleh hawa nafsu kita. Untuk mengetahui cara mengendalikan hawa nafsu, maka kamu bisa membacanya melalui buku Mengendalikan Hawa Nafsu.

Bulan Ramadhan Penakluk Hawa Nafsu 

Bulan suci Ramadhan sering kita dengar karena merupakan bulan suci di mana kaum muslimin menunaikan ibadah puasa wajib, yaitu puasa Ramadhan, tentunya bulan Ramadhan menjadi bulan yang sangat tepat untuk melakukan berbagai amalan sholeh untuk menggugurkan dosa-dosa kita.

Selain itu, bulan Ramadhan juga dijadikan sebagai bulan untuk menaklukkan hawa nafsu kita yang tercela, sebab, pada bulan Ramadhan semua orang berusaha berbuat baik, menjaga lisan, bertutur kata baik, serta perbuatan baik lainnya, disini lah, nafsu kita pun akan tunduk.

Amalan-amalan di Bulan Ramadhan:

  • Perbanyak Shalat Malam atau Qiyamullail
  • Perbanyak Membaca Alquran
  • Melakukan Shalat Tarawih Berjamaah
  • Memperbanyak Sedekah
  • Memberi Makan Anak Yatim dan Fakir Miskin
  • Perbanyak Doa dan Istighfar
  • Berdoa di Waktu-waktu yang Mustajab
  • Lakukan Ibadah Witir
  • Melakukan Umrah jika Mampu
  • Banyak I’tikaf di Masjid
  • Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Dan tentunya masih banyak lagi ibadah-ibadah lain yang bisa kita lakukan dibulan suci Ramadhan untuk mendapatkan banyak pahala dan keberkahan, sebab, di bulan suci Ramadhan pahalanya pun akan dilipat gandakan oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala.

Buku Bulan Ramadhan: Bebas dari Belenggu Setan dan Hawa Nafsu ini bisa kamu jadikan sebagai referensi untuk mengetahui lebih dalam tentang bulan Ramadhan.

https://www.gramedia.com/products/bulan-ramadhan-bebas-dari-belenggu-setan-dan-hawa-nafsu

Demikianlah penjelasan mengenai arti hawa nafsu yang ada pada manusia, serta kiat-kiat untuk dapat mengendalikan hawa nafsu, sehingga kita tidak terjerumus dalam kerugian iman serta diperbudak oleh nafsu tercela, Nauzubillah.

Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat untuk kamu, Grameds. Jika ingin mencari buku tentang hawa nafsu atau bulan Ramadhan, maka kamu bisa mendapatkannya di gramedia.com.

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Novi Veronika

Rujukan:

  • https://muslim.or.id/24461-hawa-nafsu-lawan-atau-kawan.html
  • https://konsultasisyariah.com/34052-macam-macam-nafsu-dalam-al-quran.html
  • https://risalahmuslim.id/kamus/hawa-nafshttps://risalahmuslim.id/kamus/hawa-nafsu/u/
  • https://muslim.or.id/24504-kiat-kiat-mengendalikan-hawa-nafsu.html
  • https://www.google.com/search?q=amalan+bulan+ramadhan&oq=amalan+bulan+rmaa&aqs=chrome.1.69i57j0i13i512l2j0i13i30l6.5395j0j7&client=ms-android-oppo-rvo2&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8
  • https://www.islamweb.net/ar/article/223421/%D8%A7%D9%84%D9%87%D9%88%D9%8A-%D9%85%D8%B9%D9%86%D8%A7%D9%87-%D9%88%D8%B0%D9%85-%D8%A3%D9%87%D9%84%D9%87
  • https://muslim.or.id/24461-hawa-nafsu-lawan-atau-kawan.html
  • https://quran.ksu.edu.sa/tafseer/katheer/sura13-aya28.html/
  • https://tafsirweb.com/3988-surat-ar-rad-ayat-28.html/
  • https://tafsirweb.com/3791-surat-yusuf-ayat-53.html
  • https://muslim.or.id/1998-sebab-bertambah-dan-berkurangnya-iman.html
  • https://www.republika.co.id/berita/rlp081320/berdzikir-dengan-hati-lisan-atau-keduanya-ini-penjelasan-imam-annawawi/
  • https://kumparan.com/berita-hari-ini/surat-al-baqarah-ayat-183-arab-latin-arti-dan-tafsirnya-1vaXLntREGQ/
  • https://tafsirweb.com/2654-surat-al-araf-ayat-200.html
  • https://almanhaj.or.id/14038-mengendalikan-syahwat-2.html/
  • https://dawudfaraday.blogspot.com/2014/11/mengendalikan-hawa-nafsu.html/
  • https://myislam.org/surah-nur/ayat-30/
  • https://sumbar.suara.com/read/2021/10/27/141500/melawan-hawa-nafsu-dalam-islam-ini-penjelasan-almarhum-syekh-ali-jaber


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien