Ekonomi

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam
Written by Nandy

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam – Islam adalah salah satu agama terbesar di dunia dengan milyaran penganut di berbagai penjuru. Dan Indonesia merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia.

Selain mengatur tata cara beribadah kepada Tuhannya, agama Islam juga memiliki seperangkat aturan yang lengkap, termasuk dalam bidang ekonomi. Bahkan, dalam bidang ini sudah cukup tua, lebih dari 1000 tahun telah mempraktikan sistem ekonomi Islam yang kemudian dikembangkan dalam beragam model yang berbeda beda tiap negara atau di suatu masyarakat dari waktu ke waktu.

 

Ekonomi Islam

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

Ekonomi Islam mulai diterapkan sejak era Nabi Muhammad SAW. Hingga kemudian dikembangkan oleh ulama-ulama dan intelektual muslim dari waktu ke waktu hingga sempat mengalami kejayaan dan kemundurannya.  Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang ulung dan jujur, membawa barang dagangan Khadijah dari Mekkah ke Syam.

Apa itu ekonomi Islam ? Adalah sebuah sistem ekonomi yang mengikuti aturan agama Islam. Sama seperti sistem ekonomi lainya, ekonomi Islam juga mengejar keuntungan dari berbagai aktivitas ekonomi misalnya perdagangan, industri dan masih banyak lagi.

Namun, berbeda dengan sistem ekonomi lainya (misalnya dengan ekonomi kapitalis maupun sosialis). Sistem ekonomi Islam tidak semata mata kejar untung. Tapi juga benar benar memperhatikan berbagai aspek lainya, terutama tentang etika bisnis, kebaikan, kejujuran. Dan di atas semua itu, ekonomi Islam menyeru bahwa semua aktivitas ekonomi hanya semata mata mencari Ridho Allah SWT. menjauhi larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya dalam urusan ekonomi.

Sejarah pemikiran ekonomi Islam

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

Sejarah pemikiran ekonomi Islam, mulai dikenal sejak era Nabi Muhammad SAW. Dalam perkembanganya, mengalami puncak kejayaanya sejalan dengan puncak kejayaan peradaban Islam pada abad 6 Masehi hingga abad 13 Masehi. Kala itu, ekonomi Islam berkembang pesat, diterapkan di berbagai wilayah di dunia utamanya di bawah kepemimpinan Islam. Di Indonesia, sejarah pemikiran ekonomi Islam hadir bersamaan dengan datangnya Islam itu sendiri ke Nusantara. Yakni lewat para pedagang Arab, Persia dan India.

Kemudian sejarah pemikiran Islam di Nusantara mulai mengemuka saat munculnya SDI atau Sarekat Dagang Islam tahun 1912. Tujuan awal SDI untuk bela para pedagang muslim lokal hadapi persaingan keturunan Cina di industri Batik di Jawa Tengah. Kemudian SDI berubah menjadi SI atau Sarekat Islam tahun 1914 dipimpin oleh Tjokroaminoto. SI lebih politis. SI lebih fokus melakukan perjuangan melawan Belanda di Indonesia dengan berbagai program selain ekonomi. Yakni pendidikan pribumi, politik dan aksi aksi massa.

1. Fase Peletakan Dasar-dasar Ekonomi Islam

Fase peletakan dasar ekonomi Islam sudah dimulai sejak era Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW adalah pedagang ulung dan jujur, beliaulah yang mempraktikan sekaligus meletakkan dasar ekonomi Islam pada awalnya berdasarkan tuntunan ALLAH SWT melalui kitab suci Alquran. Kemudian, dasar dasar ekonomi Islam ini terus dikembangkan setelah generasi Nabi oleh para pewarisnya, yakni ulama ulama dan cendekiawan muslim.

Ekonomi Islam menemukan momentum kejayaanya bersamaan dengan puncak kejayaan peradaban Islam pada abad 6 Masehi hingga abad 13 Masehi. Meski pada abad abad selanjutnya mengalami pasang surut, namun kajian ilmu dan praktik ekonomi Islam terus dilakukan di berbagai belahan dunia hingga sekarang.

 

1.1. Tokoh pemikir ekonomi Islam

Beberapa tokoh pemikir ekonomi Islam yang masyhur di tahun  731-798 Masehi misalnya adalah Abu Yusuf. Abu Yusuf kemudian dikenal sebagai tokoh pemikir ekonomi Islam yang meletakan prinsip perpajakan di dunia, beberapa abad kemudian, karya beliau dalam bidang perpajakan dianggap sebagai canon of taxation.

Nama Al Ghazali juga dikenal luas sebagai salah satu tokoh Islam terkemuka yang turut berkontribusi dalam bidang ekonomi Islam, meski beliau lebih dikenal sebagai tokoh filsuf muslim dan ahli tasawuf. Sumbangsihnya terhadap pemikiran ekonomi Islam besar, turut mewarnai khazanah keilmuan ekonomi untuk masa masa mendatang.

Selain itu, tokoh pemikir ekonomi Islam lainya yang terkenal adalah Ibnu Taimiyah (hidup pada 1263-1328 Masehi). Beliau membuat karya penting dalam bidang ilmu ekonomi dalam bukunya berjudul Majmu Fatawa. Buku itu menjelaskan mengenai mekanisme pasar dan harga. Selain dua tokoh ini, sebenarnya masih banyak tokoh pemikir ekonomi Islam yang sangat luar biasa.

 

1.2. Kontribusi fase 1

Adapun kontribusi tokoh pemikir Islam Fase pertama, tentu saja adalah Nabi Muhammad SAW. Beliau memberikan contoh langsung bagaimana ekonomi Islam bekerja. Dalam hal perdagangan misalnya, beliau dikenal sebagai pedagang ulung dan jujur, adil dan menjaga keseimbangan. Hal hal tersebut menjadi kerangka pemikiran ekonomi Islam yang kemudian dikembangkan oleh generasi selanjutnya.

Para ulama dan kaum cendekiawan muslim yang mengembangkan pemikiran ekonomi Islam setelah generasi Nabi, memberikan sumbangsih berupa karya karya keilmuan di bidang ekonomi Islam dan ekonomi Dunia, meskipun intelektual barat umumnya tidak dengan tegas merujuk karya karya mereka.

 

2 Fase Stagnasi

Hingga saat ini, ekonomi Islam mengalami fase stagnasi atau kemandegan bahkan kemunduran. Penyebab kemundurannya adalah dikarenakan beberapa faktor. Seperti Great Gap, yakni ketidaktegasan intelektual barat dalam merujuk karya karya cendekiawan Muslim tentang ilmu ekonomi.

Selain itu, juga karena pemikiran ekonomi Islam redup akibat penjajahan.

Di awal abad 19 dan 20, banyak negara negara muslim hadapi tantangan politik dan sosial yang sangat berat. Mereka harus berjuang melawan dan lepaskan diri dari penjajahan. Fokus perjuangan negara negara muslim terjajah ini bukanlah tentang pokok ekonomi tapi bagaimana cara merdeka lebih dulu. Situasi semacam ini, pemikiran yang timbul di bidang ekonomi yaitu mengenai cita cita kemasyarakatan dan ideologi politik.

Belum ada usaha yang secara fokus pada negara negara muslim terjajah waktu itu untuk rumusan pemikiran ekonomi Islam secara komprehensif. Pada waktu itu pemikiran ekonomi Islam sifatnya masih adaptif dan pragmatis. Ini adalah fase stagnasi ekonomi Islam.

 

2.1 Kontribusi fase 2

Zaman penjajahan berubah, negara negara Muslim menikmati kemerdekaannya. Dengan begitu, mulailah babak baru pada negara negara ini sehingga mereka mulai fokus memikirkan perekonomian dalam negeri untuk memulihkan kondisi negara yang lama terjajah dan mensejahterakan rakyatnya.

Para cendekiawan muslim pun berusaha melakukan pengembangan terhadap pemikiran ekonomi Islam yang sudah lama terpuruk. Maka, babak baru dimulai saat diadakan  konferensi internasional ekonomi Islam di Jeddah pada tahun 1976.

Adapun tujuan konferensi internasional ekonomi Islam ini adalah guna melakukan penggalian kembali nilai nilai Islam dalam mengembangkan ekonomi dunia. Konferensi ini menandai satu pergerakan perkembangan pemikiran ekonomi Islam yang kemudian mulai menguat setelah sekian lama tenggelam.

Adapun faktor faktor yang menyebabkan sebagai pendorong perkembangan baru pemikiran ekonomi Islam adalah diantaranya adalah :

  1. Pertama, munculnya kekuatan yang disebut kekuatan ekonomi petro dollar. Petro dollar adalah dollar yang dihasilkan dari industri minyak yang kala itu sedang populer.
  2. Kedua,munculnya kesadaran mengenai bangkitnya Islam pada abad 14 hijriah yang terjadi di dunia Islam, pada dasawarnya 1970an.
  3. Ketiga, makin banyaknya muncul intelektual muslim generasi baru yang mendapatkan pendidikan modern, baik dari negara negara Barat maupun di negara Islam.

3 Kebangkitan kembali ekonomi Islam

Meski karya karya intelektual muslim sempat beberapa lama tenggelam setelah masa kemunduran Islam. Namun pada sekitar abad 14. Mulai muncul geliat kebangkitan. Ekonomi Islam menjadi berkembang kembali meski akhirnya dalam beberapa abad kedepan mengalami kemunduran lagi. Namun, tidak serta merta kajian pemikiran ekonomi Islam redup. Sampai sekarang masih terus dilakukan penggalian nilai nilai Islam di bidang ekonomi. Bahkan praktik ekonomi Islam masih terus dilakukan di berbagai negara dan pemeluk agama Islam.

Dalam praktik, tanda tanda kebangkitan ekonomi Islam masih dibawah dominasi sistem ekonomi yang ada sekarang. Yakni sistem ekonomi kapitalisme dan sistem ekonomi sosialis. Namun, geliat ekonomi Islam mulai muncul seperti misalnya mulai banyaknya sistem transaksi atau bisnis berbasiskan syariah yang didasarkan pada sistem ekonomi Islam. Seperti misalnya bank syariah, kredit syariah, koperasi antiriba, wisata halal, kuliner halal dan masih banyak lagi.

3.1 Kontribusi fase 3

Pada fase ketiga, kontribusi pemikiran ekonomi Islam setidaknya telah menginspirasi suatu sistem ekonomi alternatif di abad modern. Banyak intelektual muslim melakukan berbagai kajian ekonomi Islam yang diterapkan pada suatu institusi negara maupun dalam aktivitas ekonomi. Seperti misalnya, saat ini mulai dikenal istilah ekonomi syariah. Ekonomi syariah adalah salah satu ekonomi bernafaskan Islam. Mengikuti tata aturan ekonomi Islam. Meskipun masih banyak juga yang belum sepenuhnya menerapkanya. Namun, pada fase ketiga ini pemikiran ekonomi Islam cukup mendapatkan tempat di kalangan pelaku usaha, maupun intelektual meskipun di tengah dominasi sistem globalisasi modern dan sistem ekonomi kapitalisme.

Yang mendasari munculnya ekonomi islam

Sejarah Pemikiran Ekonomi IslamDasar munculnya pemikiran ekonomi Islam sendiri sudah ada sejak era Nabi Muhammad SAW. kemudian terus berlanjut dan berkembang hingga mencapai puncak kejayaanya sejalan dengan puncak peradaban Islam beberapa abad silam. Munculnya dasar pemikiran ekonomi Islam berasal dari Allah SWT melalui kitab suci Alquran dan hadits Nabi.

Pandangan Al-Qur’ān terhadap harta dan aktivitas ekonomi sendiri berangkat dari naluri manusia. Bahwa manusia memang secara naluriah punya kecintaan kepada harta benda, hewan ternak, anak anak, sawah ladang  (Q.S. 3: 14).

Harta banyak atau kekayaan adalah kebaikan, jika memenuhi syarat tertentu. Dan cara mendapatkannya juga harus dengan cara yang baik pula. Maka, disitulah peran ekonomi Islam : membolehkan manusia memiliki harta banyak atau kekayaan, asalkan cara mendapatkanya dengan cara yang baik pula.

Dengan harta kekayaan dan cara memperolehnya dengan baik sesuai aturan Allah, maka akan berkah. Bisa untuk membahagiakan diri, keluarga, saudara hingga masyarakat umum. Namun jika cara mendapatkanya tidak baik, maka tidak akan berkah meski dilimpahi banyak kekayaan.

Maka dari itu, agar kaum muslim harus hati hati dalam mendapatkan kekayaan. Karena ada konsekuensinya. Kaum muslim dilarang mendapatkan harta kekayaan dari cara cara haram, bahkan sebaiknya menghindari cara cara syubhat.

Asal-usul pemikiran ekonomi Islam

Sejak ekonomi Islam diterapkan pada era Nabi Muhammad SAW. Kemudian terus dilanjutkan dari waktu ke waktu. Adalah kaum kaum ulama dan cendekiawan muslim yang senantiasa berusaha melestarikan nilai Islam dalam bidang ekonomi. Beberapa tokoh muslim terkemuka yang turut berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi Islam adalah seperti Al Ghazali, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Khaldun, dan masih banyak lagi.

Mereka dengan ketulusanya senantiasa memberikan sumbangsih pemikiran dan karya karya dibidang ekonomi meski mungkin beberapa diantaranya tidak secara khusus membahasnya. Namun jasa mereka begitu besar bagi dunia, termasuk bagi ilmu pengetahuan yang telah menyumbangkan gagasanya di bidang ekonomi.

Tokoh Muslim terkemuka seperti ALGhazali misalnya, meskipun lebih dikenal sebagai filsuf muslim, juga ahli tasawuf, namun sumbangsih pemikiranya di bidang ekonomi sangat penting, sebagai cikal bakal dibentuknya ekonomi Islam setelah generasi sesudahnya. Begitu juga dengan tokoh tokoh muslim lainya. Yang tentu saja ikut menyumbang pemikiran mengenai ekonomi Islam dan pengetahuan ekonomi bagi dunia. Tentunya, mereka senantiasa berpegang terhadap kitab suci Alquran dan Hadits Nabi dalam mengembangkan asal usul dan sistem ekonomi Islam dan ilmu ekonomi.

Maka, dari mereka lah kita mengenal bagaimana sistem ekonomi islam yang sampai sekarang masih senantiasa dipraktikkan di berbagai belahan dunia meskipun saat ini didominasi oleh sistem ekonomi lain (kapitalis dan sosialis).

Dari tokoh tokoh ini, kemudian asal usul ekonomi Islam menemukan momentumnya. Utamanya pada puncak kejayaan Islam beberapa abad yang lalu, ekonomi Islam makin berkembang pesat.

Pentingnya mempelajari sejarah pemikiran ekonomi Islam

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

Apa pentingnya mempelajari sejarah pemikiran ekonomi Islam?

Banyak manfaat jika kita mempelajari sejarah ekonomi Islam. Jika anda seorang muslim, dengan mempelajarinya akan bermanfaat menambah pengetahuan dan kekaguman terhadap Islam. Karena, dalam ekonomi Islam, semuanya diatur secara sistematis dan tidak hanya memikirkan bagaimana aktivitas ekonomi yang semata mata mencari keuntungan.

Tapi lebih dari itu, dalam ekonomi Islam selain berbicara tentang mencari keuntungan, juga harus memenuhi dimensi lainya termasuk dimensi keadilan, kerelaan, kejujuran, kebaikan dan masih banyak lagi. Intinya, ekonomi Islam menekankan pada konsep ekonomi yang sesuai dengan aturan Allah SWT dalam Al Quran dan juga merujuk kepada hadist nabi.

Pentingnya mempelajari ekonomi Islam adalah, dengan mempelajarinya, akan bisa mengetahui bagaimana mekanisme ekonomi Islam. Serta bisa menambah khazanah pengetahuan kita semua mengenai ekonomi, selain yang sudah diajarkan di sekolah atau kampus tentang sistem ekonomi modern (kapitalis maupun sosialis)

Selain itu, manfaat lainya mempelajari ekonomi Islam, adalah bisa mengelola atau menjalankan etika dalam melakukan aktivitas ekonomi seperti misalnya berdagang dan berbisnis. karena dalam Islam urusan ekonomi tidak semata mata soal bagaimana berdagang, menjalankan bisnis atau mencari keuntungan. Ada dimensi dimensi lain yang diatur dalam ekonomi Islam, seperti keadilan, kejujuran, etika juga dijunjung tinggi dalam ekonomi Islam.



Dengan mempelajari sejarah ekonomi Islam, akan mengerti bahwa berbisnis ada kode etik. Yaitu, pertama, pelaku bisnis harus punya itikad dan niat baik dalam memulai usahanya. Kedua, pelaku bisnis harus fokus terhadap bisnisnya dan juga memenuhi kewajiban kewajiban lain. Ketiga, dalam ekonomi Islam, bisnis tidak boleh menjadi penghambat kewajiban terhadap Allah SWT.

Kemudian keempat, pelaku bisnis sebaiknya jangan hanya tidak cuma jauhi hal-hal haram. Tapi juga tinggalkan hal hal atau perkara syubhat. Caranya dengan pertimbangkan fatwa ulama dan gunakan akal pikiran.

Keempat kriteria ini cocok untuk diterapkan pada bisnis saat ini. Sebaiknya memang pelaku bisnis tidak cuma hindari yang haram tapi juga meninggalkan usaha usaha yang mungkin tingkat kehalalannya masih diragukan atau tidak jelas.

Al-Qur’ān juga mengisyaratkan  pelaku usaha tidak boleh hanya ambil untung sebanyaknya dan mengabaikan hal lainnya. Seperti misalnya kewajiban mentaati aturan agama, kewajiban mentaati aturan negara tersebut selama tidak melanggar aturan agama, membayar zakat, sodakoh dan hal hal lain dalam ekonomi Islam harus diperhatikan.

Dengan mempelajari sejarah ekonomi Islam, kita juga akan mengetahui tentang aspek jual beli yang dihalalkan dan rukun rukun dalam bisnis (menurut Al Ghazali) yaitu, pelaku bisnis, barang yang didagangkan, dan aqad. Pelaku usaha harus orang yang sudah akil baligh) dewasa bukan anak anak bukan orang gila bukan hamba dan bukan orang buta. Jika bisnis tidak mengikuti rukun rukun ini maka dianggap batal atau tidak sah.

Kemudian, menurut Ghazali, berbisnis dengan orang kafir adalah diperbolehkan. Kecuali dalam jual beli peralatan barang, jual beli mushaf, dan jual beli barang yang diharamkan agama Islam. Jika ketiga hal ini dilakukan, dalam ekonomi Islam maka harus ditolak. Sebab bisa rugikan umat Muslim.

Rukun  kedua, mengenai barang yang diperdagangkan. Al-Ghazali berikan 6 syarat yaitu :

  1. Barang yang dijual belikan bikan barang najis. Seperti babi, anjing dan minuman keras.
  2. Barang yang dijual belikan harus bermanfaat bagi kedua pihak. Tak boleh dijual belikan hewan hewan seperti ular tikus atau serangga.
  3. Sebaiknya barang yang dijual adalah barang yang dimiliki penjual sepenuhnya atau yang sudah diberi izin untuk menjualnya
  4. Sebaiknya barang itu bisa diserahkan saat transaksi.
  5. Barang yang dijual harus diketahui spesifikasinya dengan jelas. (Ukuran, berat, bobot, kualitas dan lain lain)
  6. barang itu harus ada di tangan penjual

Dengan mempelajari sejarah ekonomi Islam, akan mengetahui prinsip prinsip Islam dalam kegiatan ekonomi, yaitu :

  1. Ekonomi Islam menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebaikan dalam berbisnis
  2. Ekonomi Islam menjunjung tinggi nilai keseimbangan dalam kepemilikan
  3. Prinsip inilah yang mendorong untuk proses efisiensi bisnis dalam peroleh keuntungan dan mencegah pemborosan, bukan sebaliknya.

4.Dalam distribusi, keadilan harus menjadi sebagai judgment yang akurat, faktor produksi dan kebijakan harga, yang akan berefek pada keseimbangan wajar.

Nah itulah informasi tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam dan pentingnya belajar sejarah ekonomi Islam. Dengan mempelajarinya, kita akhirnya tahu nilai nilai Islam dalam ekonomi begitu luar biasa. Tidak hanya menekankan aspek keuntungan semata. Tapi juga harus memperhatikan keadilan, kebaikan, kemanusiaan dan hal hal baik lainya dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Semoga informasi ini bermanfaat.

Pengantar Ekonomi Islam

Pengantar Ekonomi Islam
Beli Buku di Gramedia

Perkembangan ekonomi Islam menjadi sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan sejarah Islam itu sendiri. Dan buku ini membahas mengenai Ilmu Ekonomi Islam, sebagai studi ilmu pengetahuan modern baru muncul pada tahun 1970-an, tetapi pemikiran tentang ekonomi Islam telah muncul sejak Islam itu diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW, karena rujukan Islam adalah Al-Qur’an dan hadis. Kemunculan ekonomi Islam di era kekinian telah membuahkan hasil dengan banyak diwacanakan kembali di ranah bisnis modern, seperti halnya lembaga keuangan syariah/perbankan syariah, dan lain sebagainya.

Ekonomi Islam

Ekonomi Islam
Beli Buku di Gramedia

“Buku ini disusun oleh tim penulis dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam(P3EI) Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dalam kerangka kerja sama bantuan pembiayaan penulisan dari Bank Indonesia. Dukungan ini semoga mendapat dibaca sebagai bentuk konkret kepudilian Bank Indonesia terhadap peningkatan kualitas SDM sebagai modal utama dari pengembangan industri perbankan syariah pada khususnya dan sistem keuangan syariah pada umumnya.” “Buku referensi ekonomi islam untuk civitas akadeni strata: S1, S2, dan S3 sangat diperlukan; Alhamdulillah buku ni dapat dipakai sebagai salah satu referensi dalam proses pendidikan sumber daya insani yang takwa, Insya Allah. Amiin.” Prof. Dr. Suroso Imam Jazuli (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya) “Pembahasannya tidak hanya menyentuh mekanisme ekonomi tetapi juga nilai-nilai akhlak dalam berekonomi, menjadikan buku teks ekonomi ini memiliki kelebihan dibandingkan buku-buku sejenisnya.” Dr. M. Syafii Antonio (Ketua Sekolah Tingi Ekonomi Islam Tazkia Bogor)

Ekonomi Islam Edisi Revisi

Ekonomi Islam Edisi Revisi
Beli Buku di Gramedia

Perkembangan sistem perbankan dan keuangan syariah yang saat ini tengah mencapai puncak pertumbuhannya dan semakin dikenal luas oleh masyarakat, tidak terlepas dari pengamatan penulis. Penjelasan dari sisi kebijakan dan regulasi yang ada memperkuat eksistensi dari pengembangan sistem ekonomi Islam pada tataran praktisnya. Demikian pula dari sisi pengawasan terhadap ekspansi kelembagaan dan produk-produk keuangan syariah yang dikembangkan juga menjadi pembahasan dalam buku ini. Buku Ekonomi Islam cetakan ke-4 ini menunjukkan bahwa buku ini benar-benar telah mendapatkan tempat di kalangan akademisi maupun praktisi ekonomi Islam sehingga tidaklah berlebihan jika saya juga menganjurkan kepada Rektor dan Dekan yang mengelola Program Studi Ekonomi Syariah di lingkungan UIN, IAIN, STAIN dan PTKIS untuk dapat menggunakan buku ini sebagai rujukan dan referensi.

Ekonomi Islam Teori Aplikasinya

Sistem Ekonomi Islam 1

Beli Buku di Gramedia

Buku Ekonomi Islam ini merupakan buku teks yang ditujukan untuk memberikan panduan ajar Ekonomi Islam di perguruan tinggi. Seluruh tema dibahas secara beruntun mulai dari ekonomi mikro sampai pada kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemegang otoritas moneter. Seluruh pembahasan ini disajikan secara komprehensif dengan mengemukakan alasan secara naqli dari Al-Qur’an dan hadis Teori-teori ekonomi yang dilahirkan ahli-ahli ekonomi Islam klasik seperti Abu Yusuf, al-Ghazali, Ibn Taimiyah, dan Ibn Khaldun. Didukung dengan teori kontemporer yang sudah ada.

Sistem Ekonomi Islam

Sistem Ekonomi Islam 2

Beli Buku di Gramedia

Buku yang ada di tangan ini adalah salah satu buku rujukan ekonomi Islam yang menjadi rujukan akademisi dunia. Rentang tema utama yang distrsun dengan sistematika ilmu ekonomi modern memudahkan mereka yang menaruh minat untuk mengetahui apa dan bagaimana konsep Islam dalam soal produksi, distribusi, hutang piutang, pendapatan, dan belanja negara. Tema utama tersebut juga masih dilengkapi dengan berbagai bahasan pendukung seperti bunga, hak milik, pertanahan, tenaga kerja, dan analisis komparatif antara sistem ekonomi yang dominan saat ini dengan Islam.

Artikel Terkait Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Leave a Comment