IPA Kimia Sains dan Teknologi

6 Hasil Olahan Minyak Bumi dalam Kehidupan Sehari-hari

hasil olahan minyak bumi
Written by M. Hardi

Hasil olahan minyak bumi – Keberadaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki oleh bumi selalu bisa membantu keberlangsungan kehidupan manusia. Dari masa ke masa, kita manusia selalu bisa menemukan material atau substansi baru yang mereka bisa kita pakai untuk memenuhi kebutuhan keseharian masing-masing.

Sebut saja substansi api. Keberadaan api memang berfungsi untuk berbagai macam hal dalam keseharian manusia, mulai dari memasak makanan, menghangatkan tubuh, atau sebagai sumber cahaya. Namun, faktanya perlu waktu ratusan juta tahun bagi manusia sebelum akhirnya bisa memanfaatkan api sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari.

Hal yang sama juga berlaku juga untuk material dan substansi lain. Sebut saja logam, listrik, panas bumi, dan berbagai macam hal lainnya yang saat ini sudah menjadi bagian dari hidup manusia. Semuanya memerlukan waktu dan proses yang tidak sebentar untuk menemukannya.

Di antara banyaknya substansi yang berhasil manusia temukan, minyak bumi bisa jadi merupakan temuan terpenting bagi kita. Hasil olahan minyak bumi bermacam-macam jenisnya serta dapat digunakan untuk banyak hal dalam sejumlah bidang berbeda pada kehidupan manusia.

Pengertian Minyak Bumi

Bagi Grameds yang belum mengetahui definisi minyak bumi berdasarkan ciri-cirinya yaitu semacam campuran cairan hitam kekuningan yang terjadi secara alami terutama hidrokarbon, dan umumnya ditemukan dalam berbagai macam formasi geologi.

Kalimat di atas mungkin sedikit membingungkan untuk beberapa dari Grameds. Jika kalimat di atas kita sederhanakan, minyak bumi adalah senyawa yang terdiri dari unsur hidrogen (H) dan karbon (C) dan dapat ditemukan di banyak lapisan di dalam tanah.

Umumnya, minyak bumi yang kita gunakan saat ini mayoritas didapatkan melalui proses pengeboran minyak. Pengeboran minyak ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perlu dilakukan studi terkait struktur tanah, analisis cekungan tanah dan berbagai karakteristik lokasi pengeboran lainnya.

Jika kita membahas sejarah, bukti penemuan minyak bumi ditemukan sekitar 4000 tahun yang lalu. Sebuah batu tablet ditemukan dari peradaban Mesopotamia kuno, memperlihatkan adanya penemuan semacam kilang minyak di sekitar Sungai Issus, yang kabarnya terletak di Turki.

Pemakaian minyak sendiri dikabarkan kali pertama dimanfaatkan oleh masyarakat Cina kuno, tepatnya pada abad ke-4. Masyarakat sekitar dikabarkan melihat sebuah kolam minyak, dan mencoba melakukan pengeboran di daerah tersebut menggunakan bambu.

Sementara di era modern, tepatnya pada abad ke-19, di mana ahli kimia James Young melihat rembesan minyak bumi alami di tambang di Derbyshire, Inggris. Dia menyuling minyak tipis ringan yang nantinya akan dia pakai sebagai minyak lampu.

Di saat yang sama, James Young mendapatkan minyak yang lebih kental yang cocok untuk melumasi mesin. Pada tahun 1848, Young mendirikan usaha kecil penyulingan minyak mentah. Dirinya akhirnya berhasil, dengan menyuling batubara pada panas rendah untuk menciptakan cairan yang menyerupai minyak bumi.

Cairan tersebut bila diperlakukan dengan cara yang sama seperti minyak rembesan, bisa memberikan produk serupa. Sejarah di atas menunjukan bahwa proses penemuan minyak bumi tidaklah sebentar. Terlebih, jika kita membahas mengenai berbagai hasil olahan minyak bumi lainnya.

Kini, minyak bumi hampir bisa ditemukan di berbagai macam lokasi di seluruh dunia. Ratusan perusahaan dari banyak negara berlomba-lomba untuk mendapatkan profit dari pengeboran minyak bumi. Grameds yang ingin mencari tahu perjalanan sebuah perusahaan sebelum akhirnya bisa mendapatkan minyak bumi, bisa membaca buku “Jejak Para Pemburu Minyak“.

Jejak Para Pemburu Minyak

Hasil Olahan Minyak Bumi

Dari penjelasan di atas, Grameds mungkin bisa menyimpulkan bahwa minyak bumi tidak bisa dipakai begitu saja. Mereka perlu diolah terlebih dahulu sebelum akhirnya boleh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Minyak yang sudah diolah ini disebut juga sebagai olahan minyak bumi.

Jenis olahan ini berbagai macam jenisnya, dan memiliki sejumlah kegunaan untuk berbagai kebutuhan manusia. Namun, terdapat setidaknya beberapa jenis olahan minyak bumi yang lebih sering dipakai oleh orang-orang dibandingkan olahan minyak bumi lainnya.
Di bawah ini, terdapat informasi mengenai 6 jenis olahan minyak bumi mulai dari jenis kegunaannya, cara menemukan, proses pengolahan minyak hingga negara yang menjadi produsen olahan minyak bumi terbanyak. Simak pembahasan di bawah ini.

1. Gas Minyak Cair

hasil olahan minyak bumi

Sumber: Unsplash

Nama olahan minyak bumi yang satu ini mungkin lebih dikenal sebagai LPG atau “Elpiji”. LPG sendiri sebenarnya adalah singkatan dari “Liquefied Petroleum Gas” dalam Bahasa Inggris. Gas minyak cair di Indonesia biasa dipakai untuk memasak makanan dan dimasukan ke dalam tabung gas.

Meskipun begitu, di negara lain, gas minyak cair ini juga tidak jarang dipakai sebagai bahan bakar. Olahan minyak bumi ini dilakukan dengan memurnikan minyak bumi atau gas alam “basah”, yang hampir seluruhnya berasal dari sumber bahan bakar fosil. Gas minyak cair juga bisa diekstraksi dari aliran minyak bumi atau gas alam saat muncul dari tanah.

Perlu kalian ketahui bahwa produksi gas minyak cair di dunia mencapai lebih dari 292 juta metrik ton per tahun per tahun 2015. Selain itu, data menunjukan kalau penggunaan olahan minyak bumi ini global mencapai lebih dari 284 juta metrik ton per tahun. Amerika Serikat diketahui menjadi produsen terbesar dari gas minyak cair.

2. Bensin

hasil olahan minyak bumi

Sumber: Unsplash

Istilah bensin seharusnya sudah banyak diketahui oleh Grameds, mengingat penggunaannya yang amat umum dan bisa kita lihat dengan mudah di lingkungan sekitar. Bensin selain digunakan untuk menjadi bahan bakar kendaraan bermotor, terkadang juga dipakai untuk katalis untuk membakar benda lain.

Sebagian besar komponen kimia dari bensin terdiri dari senyawa organik yang diperoleh dengan distilasi fraksional minyak bumi. Maksudnya, bensin diperoleh setelah melakukan pemisahan bahan kimia yang ada pada minyak bumi. Senyawa bensin juga bisa ditambahkan dengan berbagai zat kimia lainnya jika diperlukan.

Layaknya gas minyak cair, Amerika Serikat merupakan negara yang paling banyak memproduksi bensin dunia. Per 2014, negara tersebut 9,5 juta barel bensin per tahunnya. Indonesia berada di peringkat 20, dengan produksi bensin sebanyak 230 ribu barel bensin per tahunnya.

3. Minyak Tanah

hasil olahan minyak bumi

Sumber: Unsplash

Minyak tanah memiliki sebutan lain yang bisa dipakai, mulai dari kerosin, parafin, hingga minyak lampu pijar. Nama terakhir mengacu terhadap penggunaan minyak tanah di Indonesia, di mana masyarakat kita sering memakai olahan minyak bumi ini untuk menyalakan lampu pijar. Kendati demikian, minyak tanah juga bisa dipakai sebagai bahan bakar kendaraan.

Salah satu kendaraan yang bisa jadi tidak Grameds sangka menggunakan minyak tanah adalah pesawat jet atau roket. Minyak tanah sendiri diproduksi dengan distilasi fraksional minyak mentah di kilang minyak pada suhu di antara diesel yang kurang stabil, serta bensin yang lebih mudah menguap.

Lagi-lagi adalah Amerika Serikat, negara yang menjadi produsen terbanyak dari olahan minyak bumi ini. Mereka secara konsisten memproduksi 1,4 juta barel minyak tanah per harinya. Sementara itu, produksi minyak tanah Indonesia masih berada di angka 30 ribu barel per hari.

4. Avtur

hasil olahan minyak bumi

Sumber: Unsplash

Olahan minyak bumi yang satu ini mungkin belum banyak dikenal oleh Grameds. Ini dikarenakan penggunaan avtur yang dapat dikatakan cukup jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Avtur lebih banyak dipakai sebagai bahan bakar kendaraan terbang seperti pesawat atau helikopter.

Avtur sendiri merupakan singkatan dari kata “aviation turbine fuel” atau jika diartikan ke Bahasa Indonesia, yaitu bahan bakar kendaraan terbang. Avtur didapatkan dari campuran berbagai jenis minyak bumi. Tiap kendaraan terbang memiliki rasio avtur mereka tersendiri, sehingga tidak bisa disamaratakan terkait cara pembuatannya.

Per tahun 2014, Amerika Serikat menjadi negara yang paling banyak memproduksi avtur, dengan total 1,5 juta barel per harinya, disusul dengan Cina dengan total 625 ribu barel per hari, dan Korea Selatan dengan jumlah produksi sebanyak 370 ribu barel per hari. Indonesia berada di urutan ke-24, memproduksi 54,6 ribu barel avtur setiap harinya.

5. Solar

hasil olahan minyak bumi

Sumber: Unsplash

Solar, atau biasa juga disebut sebagai diesel, merupakan hasil olahan minyak bumi yang dipakai sebagai bahan bakar kendaraan besar, seperti truk, bus, tronton, dan berbagai kendaraan besar lainnya. Nama solar sendiri lebih familiar di telinga masyarakat, karena merupakan produk dari perusahaan minyak paling besar di Indonesia, PT. Pertamina.

Cara pembuatan solar ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pembuatan bensin di atas, namun kegunaannya memang biasanya diperuntukkan untuk kendaraan besar. Solar sendiri memiliki beberapa macam jenis, seperti bio-solar, petro-solar, dan lain sebagainya.

Seperti yang Grameds bisa duga, Amerika Serikat kembali menduduki peringkat pertama dalam produksi solar dunia. Per hari, mereka sanggup menghasilkan 4,55 juta barel solar. Jumlah tersebut mencapai 13 kali lipat dari jumlah barel solar yang Indonesia bisa hasilkan, yakni 343 ribu barel dalam sehari.

6. Minyak Bakar

hasil olahan minyak bumi

Sumber: Unsplash

Hasil olahan minyak bumi terakhir yang akan kita bahas pada artikel ini adalah minyak bakar. Istilah ini sebenarnya mengacu terhadap berbagai macam jenis olahan minyak bumi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, dan tentunya, bisa terbakar ketika tersulut api.

Cara mendapatkan minyak bakar juga serupa dengan berbagai olahan minyak bumi yang kita bahas sebelumnya. Hanya saja, beberapa molekul di dalam minyak bumi, khususnya molekul yang memiliki titik didih rendah akan dihilangkan. Molekul tersebut dapat ditemukan salah satunya pada olahan minyak bumi avtur.

Kegunaan minyak bakar ini beragam, paling umum dipakai sebagai bahan bakar berbagai jenis kendaraan. Pemakaian di dalam pabrik untuk keperluan pembakaran benda juga tidak jarang ditemukan. Amerika Serikat adalah negara yang paling banyak memproduksi minyak bakar.

Pembuatan sejumlah bahan bakar di atas memang tidak dijelaskan secara mendetail. Selain karena sulit dan rumit, prosesnya juga cukup berbahaya, sehingga tidak untuk ditiru. Tetapi, jika Grameds memang benar-benar yakin bisa menjaga diri untuk membuat bahan bakar sendiri, kalian bisa mencoba membaca buku “Renggg!!! Naik Motor Dengan Bensin Buatan Kampung, Solusi Pengganti BBM Ala Maestro Biofuel Soelaiman Budi Sunarto“.

https://www.gramedia.com/products/renggg-naik-motor-dengan-bensin-buatan-kampung-solusi-pengganti-bbm-ala-maestro-biofuel-soelaiman-budi-sunarto?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Dampak Negatif Minyak Bumi

Tadi sudah dijelaskan beberapa kali bahwa hasil olahan minyak bumi banyak membantu kita dalam keseharian kita. Meskipun begitu, tidak selamanya apa yang kita pikir bisa selalu bermanfaat. Setiap material atau substansi juga memiliki dampak negatifnya tersendiri.

Mari kita ambil contoh api yang tadi sempat disebutkan pada paragraf pembuka. Api memang bisa membantu seseorang dalam banyak hal. Namun, jika salah dalam pemakaian, api dapat melukai pengguna mereka. Lebih buruk, api juga bisa menghanguskan dan meluluhlantakkan apa yang kita punya.

Hal serupa juga berlaku dengan berbagai olahan minyak bumi lain yang tadi kita bahas. Sebagai penutup artikel ini, kita akan membahas kira-kira apa saja yang menjadi dampak buruk dari pemakaian olahan minyak bumi. Berikut penjelasannya.

1. Penyebab Utama Polusi Udara

Keberadaan polusi udara mayoritas disebabkan karena adanya hasil pembakaran yang berbentuk asap, berasal hasil olahan minyak bumi ini. Akibatnya, masyarakat akan terekspos terhadap berbagai penyakit pernapasan macam bronkitis, pneumonia, hingga kanker paru-paru.

2. Menyebabkan Perubahan Iklim

Perubahan iklim di sekitar kita terjadi salah satunya akibat pembakaran hasil olahan minyak bumi ini. Mereka melepaskan gas yang bisa menangkap panas ke atmosfer. Akibat pemakaiannya, temperatur bumi perlahan meningkat sampai di tahap es di Kutub Utara dan Kutub Selatan bisa meleleh.

3. Perlahan Merusak Ekosistem Alam Sekitar

Secara tidak langsung, pencaharian minyak bumi membuat manusia merusak berbagai macam ekosistem di alam sekitar, seperti hutan, padang rumput, hingga laut. Ini dikarenakan kita akan melakukan pengeboran di wilayah tersebut, dan mau tidak mau harus merusak ekosistem di lokasi demi kelancaran pengeboran ini.

4. Membahayakan Makhluk Hidup Lain

Dampak ini juga dapat berasal dari dampak sebelumnya. Ekosistem makhluk hidup yang rusak atau hilang akibat ulah manusia, bisa menyebabkan makhluk hidup lain harus berpindah lokasi ke tempat lain. Ini membahayakan mereka, karena bisa saja makhluk hidup ini kesulitan untuk bertahan hidup di ekosistem baru, dan kemungkinan terburuknya, mereka akan mati.

Oleh karena itu, meskipun memang memiliki manfaat yang banyak, tetapi hasil olahan minyak bumi ini juga bisa berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Jika hal ini terus terjadi, maka ada kemungkinan bahwa lingkungan yang kita lihat sekarang, akan hilang di masa mendatang.

Untuk itu, marilah kita bersama-sama untuk menjaga lingkungan sekitar sebaik mungkin. Salah satu cara yang Grameds bisa lakukan adalah dengan mengurangi pemakaian hasil olahan minyak bumi jika memang tidak diperlukan, dan menggunakan alternatif sumber energi lain jika ada.

Mempelajari dampak negatif dari pemakaian olahan minyak bumi yang berlebih juga krusial agar Grameds bisa memahami alasan di balik tindakan dan kegiatan kalian untuk mengurangi penggunaan olahan minyak bumi. Buku “Kesehatan Lingkungan Sebagai Lingkup Ilmu Kesehatan Masyarakat” adalah buku yang Grameds bisa baca untuk menambah pengetahuan akan topik ini.

https://www.gramedia.com/products/kesehatan-lingkungan-sebagai-lingkup-ilmu-kesehatan-masyarak?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Jadi, artikel ini selain menambah pengetahuan mengenai hasil olahan minyak bumi, juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran Grameds bahwa sesuatu yang digunakan secara berlebih itu tidak baik, dan hal ini juga termasuk ke dalam ruang lingkup olahan minyak bumi.
Semoga saja, Grameds perlahan bisa menerapkan gaya hidup yang sehat dan menyayangi lingkungan, agar di masa mendatang kalian bisa menikmati keindahan dan keasrian alam sekitar bersama dengan istri, anak, dan cucu kalian.

Grameds yang tertarik untuk membaca artikel lain terkait alam sekitar, atau ingin membeli buku-buku rekomendasi dari Gramedia, #SahabatTanpaBatas di atas, bisa langsung mengunjungi situs Gramedia.com. Budayakan untuk rajin membaca, karena kalian bisa mendapat ilmu dan pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Penulis: M. Adrianto S.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien