Kimia

43 Contoh Campuran Homogen & Bedanya Campuran Heterogen

Contoh Campuran Homogen
Written by Lala Nilawanti

Contoh Campuran Homogen – Apakah teman-teman Grameds pernah memperhatikan campuran air sirup atau larutan gula pada minuman teh dan kopi?  Perlu Grameds ketahui bahwa itu adalah salah satu contoh campuran homogen yang pernah kita pelajari di pelajaran kimia saat duduk di bangku sekolah. Jika teman-teman Grameds masih duduk dibangku sekolah pasti sudah tidak asing dengan istilah zat campuran. Dalam praktiknya, ilmu zat campuran tersebut akan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. 

Zat campuran adalah bentuk zat atau materi yang tunggal dan terdiri atas dua atau lebih jenis-jenisnya. Dalam zat campuran tersebut kemudian memiliki sifat-sifat asli yang akan tetap terlihat atau tambak meskipun sudah berupaya untuk disatukan. Berdasarkan cara kerjanya zat campuran kemudian terbagi menjadi 2 jenis, yakni zat campuran homogen dan zat campuran heterogen. 

Kedua jenis zat tersebut memiliki gejala, proses larutan, dan ciri-cirinya masing. Grames perlu memahami perbedaan tersebut dengan baik agar tidak salah mendefinisikan contoh zat campuran dan kehidupan sehari-hari. Itulah sebabnya Grameds perlu memahami jenis zat campuran ini satu-persatu. 

Artikel ini akan menjelaskan tentang contoh campuran homogen yang ternyata banyak kita dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini penjelasan tentang zat campuran homogen, mulai dari pengertian, contoh, ciri-ciri sampai perbedaannya dengan zat campuran heterogen. 

PENGERTIAN CAMPURAN HOMOGEN

Zat campuran homogen adalah salah satu zat yang penyusunnya tersusun atau tercampur dengan sempurna.

Zat campuran ini memiliki susunan zat yang sifatnya tunggal dengan bentuk fisik yang tidak dapat dibedakan. Hal ini disebabkan karena adanya proses peleburan antara zat penyusun yang kemudian bercampur dan akhirnya sulit untuk dibedakan keberadaanya.  Zat campuran homogen kemudian popular disebut dengan larutan.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata homogen memiliki arti sebagai sesuatu hal yang terdiri dari jenis, macam, watak, sifat dan hal lainnya yang sama. Jadi, homogen adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut sebuah campuran yang memiliki komposisi seragam yang tidak dapat dibedakan satu sama lain. Campuran kedua zat tersebut akhirnya membentuk satu fasa Antara zat terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent). 

Campuran homogen memiliki beberapa bagian yang hampir sama komposisinya, seperti bentuk warna dan rasanya. Selain itu perbandingan zat yang tercampur pada campuran homogen juga tidak terlihat batasnya diantara komponen yang satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh pada larutan air gula degan mencampurkan gula dengan segelas air maka kedua zat tersebut akan tercampur dan tidak mengalami perubahan menjadi zat lain. 

Contoh larutan tersebut menunjukan sifat zat gula yang masih terasa manis dan air yang masih berbentuk cairan namun sudah bercampur menjadi satu larutan yang sama. Jadi ketika meminum air tersebut maka seluruh air menjadi terasa manis. Larutan air gula tersebut membuktikan bahwa campuran homogen memiliki ukuran partikel yang sangat kecil sehingga sangat sulit terlihat perbedaan kedua zatnya yang sudah tercampur tersebut. 

Bahkan perbedaaan tersebut juga sulit terlihat dengan mikroskop biasa. Jadi zat campuran homogen juga tidak bisa dipisahkan dengan kertas saring atau penyaring biasa untuk memisahkan kedua zat yang sudah tercampur tersebut. 

43 Contoh Campuran Homogen & Bedanya Campuran Heterogen 1

Beli Buku di Gramedia

Zat campuran homogen biasanya juga mengalami proses pencampuran secara alami atau sengaja dicampurkan untuk menghasilkan fasa tertentu. Itulah sebabnya zat campuran homogen biasa sulit untuk dilakukan proses pemisahan campuran senyawa kimianya. Namun pada prakteknya proses pemisahan pada zat campuran homogen juga bisa menghasilkan senyawa yang lebih berguna bagi manusia. Contohnya proses pemisahan pada minyak bumi, seperti produk LPG, solar, pelumas, avtur, dan aspal. 

Contoh-contoh tersebut kemudian tidak menjadi zat tunggal namun masih berupa zat campuran homogen namun dalam bentuk yang berbeda dari sumbernya karena proses pemisahan. Jadi zat campuran homogen masih bisa dipisahkan lagi menjadi zat campuran homogen lain dengan melalui proses pemindahan massa baik secara mekanis maupun kimiawi. Proses pemisahan yang digunakan untuk zat campuran homogen bergantung pada kondisi yang dihadapi karena kesempurnaan larutan zat campuran homogen yang sangat sempurna. Pada beberapa kasus bahkan kita membutuhkan lebih dari satu metode prose pemisahan yang harus dikombinasikan agar dapat menghasilkan pemisahan yang diinginkan. 

Proses pemisahan pada zat campuran homogen pada prinsipnya memisahkan suatu fasa menjadi suatu zat campuran heterogen yang mudah dipisahkan atau zat campuran homogen lainnya. Proses pemisahan zat homogen dapat dilakukan dengan metode absorpsi, adsorpsi,kromatografi, kristalisasi, distilasi, evaporasi, elektroforesis, ekstraksi (Leaching, Ekstraksi cair-cair, Ekstraksi padat-cair), pembekuan fransional, presipitasi, rekristalisasi, stripping, sublimasi, dan hydrocyclones. Tujuh metode tersebut digunakan agar dapat terjadi fase baru sehingga zat campuran homogen dapat dipisahkan baik menjadi zat campuran heterogen maupun zat campuran homogen lainnya yang berkurang komposisinya. 

CONTOH CAMPURAN HOMOGEN

Ilmu kimia tentang larutan ini rupanya banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik berupa cairan, gas, atau padat. Jadi jangan heran jika banyak benda yang merupakan hasil dari proses kerja kimia. Berikut ini contoh campuran homogen yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari, baik yang bisa kita buat sendiri atau menggunakan benda hasil campuran homogen:

banner-promo-gramedia
  1. Air yang memiliki banyak campuran mineral yang larut di dalamnya. Air kemudian akan tetap berada pada satu fasa karena sulit memisahkan mineral yang larut di dalamnya. Jadi air yang kita minum setiap hari adalah salah satu contoh campuran homogen
  2. Segelas kopi yang telah melalui penyaringan sehingga berada dalam satu fasa karena tercampur rata Antara kopi, air, dan gula
  3. Susu adalah koloid, namun laktosa dalam susu kemudian akan bercampur rata dengan air dan senyawa lainnya sehingga berada dalam satu fasa
  4. Larutan gula yang mencampurkan air dengan gula
  5. Air santan yang mencampurkan sejumlah air dengan zat-zat yang terkandung dalam santan
  6. Minuman teh manis yang mencampurkan air panas, the, dan gula pasir
  7. Minuman sirup yang mencampurkan cairan sirup dan air
  8. Minuman berkarbonasi seperti Coca-cola, Sprite, Pepsi, Fanta, dan sebagainya yang merupakan campuran air dan karbon dioksida 
  9. Larutan garam yang mencampurkan air dengan garam
  10. Sirup obat batuk yang merupakan campuran senyawa obat-obatan 
  11. Margarin adalah contoh zat campuran homogen berbentuk padat yang paling mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Margarin adalah campuran beberapa senyawa kimia yang kemudian membentuk satu fasa padat. Margarin berasal dari berbagai campuran yang kemudian bercampur dan menyatu sehingga sulit untuk dipisahkan
  12. Agar-agar yang mencampurkan partikelnya secara makroskopis memiliki zat-zat tersebut
  13. Jello gelatin adalah koloid tipe khusus yang merupakan campuran homogen Antara partikel mikroskopis yang tersebar melalui substansi, seperti awan debu dan madu yang dibuat oleh lebah
  14. Lilin Parafin yang merupakan campuran hidrokarbon padat dari minyak bumi dengan cara mengeringkan minyak pelumas ringan. Bahan campuran ini biasanya digunakan untuk membuat poles, kosmetik, kertas lilin, lilin, dan isolator listrik
  15. Udara di alam bebas yang bisa dihirup oleh manusia, yakni saat melakukan proses penarikan pernafasan yang mengandung berbagai gas, sperti oksigen, karbondioksida, nitrogen, dan uap air jika dalam keadaan dingin
  16. Air laut atau yang mengandung air atau mineral dan garam
  17. Solusi glukosa yang banyak digunakan di rumah sakit rumah sakit yang merupakan campuran glukosa dan kombinasi air
  18. Tingtur Yodium untuk mensterilkan luka merupakan campuran dari padatan atau yodium dengan cairan alkohol menjadi zat campuran homogen
  19. Alat-alat rumah tangga yang terbuat dari perunggu yang susunan pembuatannya mencampurkan tembaga dan timah
  20. Besi baja yang mencampurkan besi dan karbon
  21. Bahan kuningan yang mencampurkan tembaga dan seng
  22. Bahan perak yang mencampurkab tembaga dan emas, yakni jenis emas putih
  23. Bahan Ruby yang mencampurkan Al₂O₃ dan Cr₂O₃
  24. Duralumin yang merupakan campuran aluminium, tembaga, magnesium, dan magan untuk menghasilkan jenis baja yang tinggi mekanik kekuatannya
  25. Amalgam emas yang merupakan campuran dari merkuri dan emas yang homogen, misalnya pada coklat kobra, kuningan, dan perak
  26. Solusi Naftalena yang biasa digunakan untuk mengusir ngengat
  27. Bahan metal alloy atau campuran logam yang banyak digunakan sebagai material dalam industri.  Logam yang banyak banyak digunakan dalam industri biasanya merupakan campuran dari dua logam atau lebih yang memiliki sifat unik untuk menghasilkan bahan tertentu
  28. Bahan Bakar Bensin yang merupakan berbagai campuran hidrokarbon 
  29. Minyak bumi yang merupakan campuran hidrokarbon dengan senyawa organic alam
  30. Stainless Steel yang mencampurkan logam, nikel, dan besi
  31. Perhiasan yang mencampurkan emas dan tembaga
  32. Bubuk mesiu yang menjadi salah satu bahan peledak yang merupakan campuran unsur-unsur homogen, seperti belerang, batu bara, dan sendawa atau kalium nitrat
  33. Deterjen yang merupakan campuran homogen dari sabun dan bahan kimia lainnya untuk membersihkan pakaian dan tetap membuatnya wangi
  34. Larutan pencuci baju yang mencampurkan sabun detergen dan air
  35. Cuka yang mencampurkan air dan asam asetat
  36. Larutan asam klorida encer yang mencampurkan berbagai senyawa asam 
  37. Obat kumur yang mengandung persentase alkohol dan berbagai bahan kimia untuk membersihkan dalam mulut, yakni gigi dan gusi
  38. Air aki yang merupakan larutan asam sulfat
  39. Alkohol 70 % yang mencampurkan alkohol murni dan senyawa lainnya, misalnya anggur italia atau whisky scotch
  40. LPG yang mencampurkan propane dan gas buatan
  41. Parfum yang merupakan campuran Antara bahan kimia dan pewarna
  42. Tinta yang mencampurkan pewarna, minyak, pelarut, dan bahan tinta lainnya
  43. Plasma darah yang merupakan camparan cairan tidak berwarna yang mengandung sel darah dalam supensi. Plasma darah adalah setengah dari volume darah manusia

43 Contoh Campuran Homogen & Bedanya Campuran Heterogen 2Beli Buku di Gramedia

 

CIRI-CIRI CAMPURAN HOMOGEN

Setelah mengetahui pengertian dan contoh campuran homogen, maka Grameds bisa mengidentifikasi suatu zat apakah campuran homogen atau bukan. Dari contoh-contoh diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ciri=ciri campuran homogen adalah sebagai berikut: 

  1. Partikelnya tersusun tidak dapat dibedakan Antara yang satu dengan yang lainnya
  2. Memiliki bentuk warna yang sama
  3. Memiliki rasa yang sama
  4. Kedua zat yang tercampur memiliki perbandingan komposisi yang sama
  5. Kedua zat yang tercampur memiliki tingkat konsentrasi yang sama
  6. Memiliki wujud padat, gas, dan cair
  7. Terdiri dari zat terlarut dan zat pelarut 
  8. Tidak memiliki lapisan sama sekali
  9. Memiliki ukuran partikel larutan yang sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat perbedaannya atau dengan mikroskop biasa
  10. Larutan campuran homogen tidak bisa disaring 
  11. Bentuk campuran tersebut tidak dapat dipisahkan menggunakan cara mekanis. Namun masih bisa dipisahkan menggunakan destilasi yang cenderung sulit untuk dilakukan 

43 Contoh Campuran Homogen & Bedanya Campuran Heterogen 3

Beli Buku di Gramedia

PERBEDAAN CAMPURAN HOMOGEN DAN HETEROGEN

Zat campuran homogen memiliki perbedaan dasar dengan jenis-jenis zat campuran yang lainnya. Meskipun terkadang banyak orang yang masih kesulitan membedakan Antara zat campuran homogen dan heterogen dalam contoh campuran yang kita temukan sehari-hari. Padahal kedua zat campuran tersebut memiliki sifat, bahan, komponen, dan campuran yang sangat berbeda. Berikut ini  perbedaan zat campuran homogen dan heterogen yang perlu Grameds ketahui agar tidak tertukar dalam mengidentifikasi cat campuran:

1. Berdasarkan Sifatnya

Zat campuran homogen bersifat setara yang setiap bagian campurannya selalu sama, baik dari segi rasa, warna, sampai perbandingannya. Jadi untuk menghasilkan zat campuran homogen yang sempurna membutuhkan rasio yang sama untuk semua komponen yang bercampur sehingga sulit dibedakan komposisinya. Sedangkan  zat campuran heterogen adalah bentuk campuran dari dua zat atau lebih dengan sifat zat penyusunnya tidak sama, alias tidak seragam.

Jadi pada zat campuran heterogen masih bisa dibedakan partikel-partikel yang tercampur di dalamnya. Salah satu contoh dari zat campuran heterogen adalah campuran tanah dan kerikil, bahan beton, campuran pasir dan air, dan sebagainya. Pada contoh campuran heterogen tersebut zat-zat penyusunnya masih bisa dibedakan secara mudah oleh penglihatan manusia tanpa bantuan alat pembesar lainnya. 

Perbedaan sifat inilah yang paling mencolok membedakan Antara zat campuran homogen dan heterogen. Jadi teman-teman Grameds bisa mengatasinya secara langsung tanpa membutuhkan alat laboratorium untuk membedakan larutan atau campuran heterogen. 

2. Berdasarkan Bahan dan Campurannya

Bahan dan campuran pada zat campuran homogen memiliki komposisi dan sifat yang sama atau seragam pada seluruh bagiannya. Sedangkan zat campuran heterogen tidak memiliki komposisi yang sama antar penyusunnya. Jadi zat campuran homogen dan heterogen memiliki perbedaan yang mendasar dari segi bentuk partikel yang tercampur terutama saat partikel-partikel tersebut sudah tercampur. Zat campuran homogen secara kasat mata tampak seperti zat tunggal karena menjadi larutan dalam satu fasa, sedengkan zat campuran heterogen masih tampak zat penyusunnya. 

3. Berdasarkan Komponennya

Komponen yang tersusun dalam zat campuran heterogen masih dapat terlihat batasannya secara kasat mata. Sedangkan zat campuran homogen akan sulit membedakan komponen penyusunnya dengan mata telanjang karena sudah larut menjadi satu fasa. Komponen dalam zat campuran homogen cenderung berubah bentuk dari sifat aslinya, sedengkan zat campuran heterogen biasanya masih mempertahankan bentuk dari sifatnya aslinya, meskipun sudah tidak terlalu sempurna.  

Nah, itulah penjelasan tentang zat campuran homogen yang bisa Grameds pelajari untuk mengetahui ciri-ciri dan contoh campuran homogen dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi sekarang sudah tidak ada alasan lagi kesulitan membedakan antara zat campuran homogen dan heterogen dalam praktiknya di keseharian. Disadari atau tidak dalam kegiatan sehari-hari banyak contoh-contoh kerja ilmu kimia yang dekat dengan lingkungan kita. Jadi pengetahuan ini sangat berguna untuk keberlangsung hidup kita.

Teman-teman Grameds bisa mengunjungi koleksi buku Gramedia di www.gramedia.com untuk mencari referensi tentang ilmu kimia baik secara terapan maupun teori. Koleksi Gramedsia juga lengkap menyediakan berbagai buku pelajaran kimia untuk siswa SMA/SMK/MA dan sederajat. Jadi teman-teman Grameds tidak perlu lagi kesulitan mencari buku pelajaran kimia yang sesuai dengan kurikulum dan diajarkan oleh guru di sekolah. Berikut ini rekomendasi buku Gramedia yang bisa Grameds baca untuk mengetahui tentang ilmu kimia: Selamat belajar. #SahabatTanpabatas  

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien