Geografi

Apa Saja Dampak Revolusi Bumi?

rotasi dan revolusi bumi
Written by Tasya Talitha

Dampak Revolusi Bumi – Grameds, apakah kalian tahu apa itu revolusi bumi? Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Tidak hanya bumi yang mengelilingi matahari, namun planet-planet di dalam tata surya pun semuanya mengelilingi matahari, waktunya saja yang berbeda.

Tata surya merupakan kumpulan dari benda-benda langit yang berinteraksi satu sama lain dan memiliki pusat, yaitu matahari. Setiap planet berinteraksi dengan benda langit lainnya atau disebut dengan satelit. Jika planet berevolusi mengelilingi matahari maka satelit juga berevolusi, yaitu mengelilingi planetnya masing-masing.

Apa Saja Dampak Revolusi Bumi? 1
Peredaran bumi yang mengelilingi matahari ini terjadi selama 365,256 hari. Bumi berevolusi dengan kemiringan 23,5 derajat terhadap bidang ekliptika. Sudut yang terhitung itu diukur dengan garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan, hal itu disebut sumbu rotasi.

Bumi mengelilingi matahari memiliki orbitnya sendiri, orbit ini berbentuk elips. Orbit adalah lintasan yang tetap dan teratur pada benda yang mengelilingi benda lainnya. Dalam revolusinya, bumi tidak akan bisa keluar jalur karena setiap planet memiliki orbitnya sendiri. Orbit itu juga salah satu penentu lamanya waktu untuk berevolusi. Semakin jauh dari matahari maka semakin lama planet berevolusi.

Dalam revolusinya, bumi juga menimbulkan dampak-dampak terhadap kehidupan di bumi. Dampak yang ditimbulkan meliputi, pergantian musim, perbedaan frekuensi waktu siang dan malam, terbentuknya rasi bintang, gerak semu tahunan matahari, dan adanya kalender masehi. Berikut adalah dampak dari revolusi bumi.

The Story of Universes: Esai-Esai Astronomi dan Alam Semesta

The Story of Universes: Esai-Esai Astronomi dan Alam Semesta

Beli Buku di Gramedia
Ebook
ini adalah salah satu karya kolektif dari seluruh tim OIF. Adapun isinya berupa kumpulan dari artikel- artikel tentang astronomi dan alam semesta. Menarik ‘kan?

Dampak Revolusi Bumi

1. Pergantian Musim

Apa Saja Dampak Revolusi Bumi? 2

Pergantian Musim

Revolusi bumi ini memberikan dampak dengan adanya pergantian musim dan perbedaan musim pada masing-masing belahan dunia. Pada belahan bumi bagian utara dan selatan memiliki empat musim yang berganti di setiap tahunnya yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Namun berbeda pada belahan bumi yang dilewati garis khatulistiwa, pada bagian ini hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Pergantian musim tersebut berdasarkan tanggal-tanggal tertentu. Pergantian musim pada bumi bagian utara dan selatan memiliki perbedaan karena tentunya matahari tidak dapat menyinari seluruh bagian bumi .

Pada tanggal 21 Maret sampai 21 Juni, matahari mulai nampak ke arah utara. Bumi bagian utara mendapatkan sinar matahari lebih banyak. Pada saat tersebut bumi bagian utara mengalami musim semi. Sedangkan pada bumi bagian selatan mendapatkan sinar matahari yang lebih sedikit. Pada saat itu daerah tersebut mengalami musim gugur. Keduanya terjadi pada waktu yang sama, namun musimnya berbeda.

Lalu saat masuk pada tanggal 21 Juni sampai 23 September, matahari mulai berkedudukan di bagian bumi paling utara. Sinar matahari pada bumi bagian utara ini mulai bertambah. Pada saat itu bumi bagian utara sedang mengalami musim panas. Sebaliknya, matahari yang mulai bergerak ke bumi paling  utara ini membuat bumi bagian selatan mendapatkan lebih sedikit sinar matahari. Pada saat itulah bumi bagian selatan mengalami musim dingin.

Kemudian pada tanggal 23 September sampai 22 Desember, matahari kembali mengarah ke bagian khatulistiwa menuju bumi bagian selatan. Pada saat ini sinar matahari pada bumi bagian utara mulai berkurang. Lalu musim gugur terjadi pada bumi bagian utara. Sedangkan bumi bagian selatan mendapat sinar matahari lebih. Pada saat itu bumi bagian selatan mengalami musim semi.

Terakhir pada 22 Desember sampai  21 Maret, matahari berada di bagian bumi paling selatan dan mulai bergerak ke arah utara. Hal ini menyebabkan bumi bagian utara mendapatkan penyinaran yang lebih sedikit. Saat itu bumi bagian utara mengalami musim dingin. Sedangkan bumi bagian selatan mendapatkan cahaya matahari yang lebih banyak, maka saat itu bumi bagian selatan mengalami musim panas. Musim ini terus berputar hingga tahun-tahun berikutnya.

banner-promo-gramedia

Berikut adalah penjelasan singkatnya mengenai perubahan musim saat revolusi bumi.

Bumi bagian utara:

  • Musim semi (21 Maret – 21 Juni)
  • Musim panas (21 Juni – 23 September)
  • Musim gugur (23 September – 22 Desember)
  • Musim dingin (22 Desember – 21 Maret)

Bumi bagian selatan:

  • Musim semi (23 September – 22 Desember)
  • Musim panas (22 Desember – 21 Maret)
  • Musim gugur (21 Maret – 21 Juni)
  • Musim dingin (21 Juni – 23 September)

2. Perbedaan Frekuensi Waktu Siang dan Malam

Dampak dari revolusi bumi ini membuat perbedaan frekuensi dari siang dan malam. Siang dan malam pada bagian bumi utara dan selatan akan berbeda dengan bagian bumi di garis khatulistiwa. Pada bagian bumi tengah atau khatulistiwa ini memiliki waktu siang dan malam yang terbagi rata masing-masing 12 jam.

Kombinasi dari revolusi dan sumbu kemiringan bumi ini menimbulkan gejala alam pada frekuensi waktu siang dan malam. Semakin ke arah utara frekuensi waktu siang atau malam akan terasa lebih lama, bagian paling selatan juga merasakan hal itu.

Antara tanggal 21 Maret sampai 23 September, matahari mulai bergerak ke arah kutub utara dan menjauhi kutub selatan. Pada saat ini bumi bagian utara menerima lebih banyak sinar matahari. Hal ini menyebabkan frekuensi waktu pada siang hari di bumi bagian utara lebih lama daripada bumi bagian selatan.

Dari khatulistiwa matahari terlihat bergerak ke utara sebesar 23,5 derajat pada tanggal 21 Juni. Beberapa daerah di bumi bagian utara mengalami siang selama 24 jam, dan beberapa daerah di bumi bagian selatan mengalami malam selama 24 jam.

Lalu antara tanggal 23 September sampai 21 Maret terjadi kebalikan dari waktu sebelumnya. Di mana daerah kutub selatan mengalami penyinaran matahari yang lebih banyak daripada kutub utara.

Frekuensi waktu siang hari pada bumi bagian selatan lebih lama dibandingkan bumi bagian utara. Pada tanggal 22 Desember matahari bergerak ke bumi paling selatan sebesar 23,5 derajat. Ini menyebabkan daerah kutub selatan mengalami siang selama 24 jam, dan pada kutub utara mengalami malam selama 24 jam.

Kemudian hanya pada tanggal 21 Maret dan 23 September matahari berada pada jarak yang sama antara kutub utara dan kutub selatan. Bumi bagian utara dan selatan ini menerima sinar matahari yang sama banyaknya. Ini mengakibatkan panjang siang dan malam di semua negara itu sama. Pada daerah khatulistiwa matahari tepat berada di atas kepala pada waktu ini.

Buku Pintar Bumi dan Antariksa

Buku Pintar Bumi dan Antariksa

Beli Buku di Gramedia
Buku Pintar Bumi dan Antariksa
akan mengenalkan dan menunjukkan berbagai peristiwa alam yang terjadi di Bumi dan juga antariksa. Yuk, beli dan selamat menjelajahi isi buku ini dan temukan segala manfaatnya.

3. Gerak Semu Tahunan Matahari

Apa Saja Dampak Revolusi Bumi? 3

Gerak Semu Tahunan Matahari (sumber: roboguru.ruangguru.com)

Gerak semu tahunan matahari ini adalah latar belakang dari perubahan musim dan perbedaan frekuensi siang dan malam yang ada di bumi. Semua fenomena yang terjadi itu karena posisi matahari yang berubah-ubah setiap bulan. Revolusi bumi ini yang membuat posisi matahari berubah.

Bagian bumi yang mendapat sinar matahari lebih banyak akan mengalami siang dan musim panas. Begitu juga terjadi pada sebaliknya, jika bagian bumi tidak terkena sinar matahari akan mengalami malam dan musim dingin. Ini akan berulang-ulang terjadi setiap tahun.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas gerak matahari selalu terjadi setiap tiga bulan. Pada 21 Maret sampai 21 Juni matahari berada di garis khatulistiwa dan mulai bergerak menuju Garis Balik Utara (GBU) sebesar 23,5 derajat. Lalu, pada 21 Juni sampai 23 September matahari kembali ke garis khatulistiwa.

Pada 23 September sampai 22 Desember matahari bergerak dari garis khatulistiwa menuju Garis Balik Selatan (GBS) sebesar 23,5 derajat. Kemudian, pada 22 Desember sampai 21 Maret matahari kembali lagi ke garis khatulistiwa.

Mengapa bisa terjadi gerak semu tahunan matahari? Hal ini terjadi karena bumi mengelilingi matahari atau revolusi, dan berotasi pada sumbunya. Karena sumbu bumi ini memiliki kemiringan 23,5 derajat maka setiap bagian bumi memiliki perbedaan penyinaran matahari.

Ketika mengamati fenomena ini terus menerus, maka terlihat seolah-olah matahari yang bergerak dari utara ke selatan dan sebaliknya untuk menyinari bumi. Inilah mengapa disebut gerak semu tahunan matahari. Matahari tidak benar-benar bergerak, namun karena revolusi bumi ini lah matahari terlihat seperti bergerak. Lintasan pada gerak semu matahari ini disebut ekliptika.

Ada beberapa istilah yang memiliki hubungan dengan gerak semu tahunan matahari meliputi deklinasi matahari, equinoxes, dan solstices.

banner-promo-gramedia

Deklinasi matahari adalah jarak sudut antara benda langit dengan khatulistiwa langit. Khatulistiwa langit hanya sebuah proyeksi dari khatulistiwa bumi terhadap langit. Diasumsikan langit memiliki bentuk bulat seperti bumi.

Deklinasi matahari ini berubah setiap harinya secara periodik, bisa bertambah dan juga berkurang. Pertambahan dan pengurangan deklinasi ini sekitar 0,9856 derajat per hari. Dengan demikian waktu yang dibutuhkan matahari untuk deklinasi dari +23,5 derajat ke -23,5 derajat terjadi selama 182,6211 hari.

Lalu equinoxes adalah waktu sama panjang antara siang dan malam di seluruh bagian bumi. Bagi orang yang hidup di garis khatulistiwa frekuensi waktu siang dan malam sama panjang, yaitu 12 jam. Namun tidak bagi orang yang hidup di bagian bumi utara dan selatan.

Misalnya orang yang tinggal di Eropa ketika musim dingin merasakan malam yang panjang, sedangkan orang yang tinggal di Australia merasakan musim panas di siang hari yang lebih lama. Begitu masuk pada waktu equinoxes maka seluruh bagian bumi memiliki frekuensi waktu yang sama.

Kemudian soltices jika diterjemahkan dari bahasa Yunani artinya matahari tetap. Disebut tetap karena pada tanggal tertentu matahari tidak banyak bergerak ke arah utara maupun selatan. Biasanya matahari bergerak dari +25,3 derajat ke -23,5 derajat dan kembali lagi ke +23,5 derajat.

Equinoxes dan soltices ini dalam setahun terjadi sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September disebut equinoxes, lalu 21 Juni dan 22 Desember disebut soltices.

4. Terbentuknya Rasi Bintang

Apa Saja Dampak Revolusi Bumi? 4

Ilustrasi Rasi Bintang

Rasi bintang adalah sekelompok bintang yang membentuk pola tertentu. Sebenarnya rasi bintang yang kita lihat itu jaraknya tidak berdekatan satu sama lain. Letak antara satu bintang dengan yang lain berjauhan, ketika kita mengamati dari bumi tampak berdekatan dan tersusun polanya.

Karena revolusi bumi ini rasi bintang pada setiap bagian bumi akan terlihat berbeda. Bumi bagian utara hanya dapat melihat rasi bintang yang ada di utara, bumi bagian selatan hanya dapat melihat rasi bintang yang ada di selatan, begitu juga bagian bumi yang lain.

Menurut International Astronomical Union pada tahun 1992 terdapat 88 rasi bintang. Beberapa diantaranya yang terkenal adalah Ursa Major, Ursa Minor, Orion, Scorpius, dan Leo. Rasi-rasi bintang tersebut tentunya memiliki sejarahnya masing-masing.

Why? Stars and Constellation - Bintang dan Rasi Bintang

Why? Stars and Constellation – Bintang dan Rasi Bintang

Beli Buku di Gramedia
Bintang-bintang  memberikan aspirasi ke segala aspek kehidupan dan telah menjadi bagian dari setiap kebudayaan dan seni yang bisa merangsang imajinasi. Sampai kapan pun bintang-bintang dan keberadaannya masih penuh dengan misteri. Walaupun bintang-bintang bisa diobservasi lebih teliti menggunakan perkembangan ilmu sekarang, tapi pancaran cahayanya pada malam hari masih menyimpan banyak misteri.

Apa kalian tertarik untuk melihat bintang-bintang yang penuh misteri ini lebih dalam lagi? Buku ini mengulas tentang kegunaan bintang dan rasi bintang secara mendalam.

5. Adanya Kalender Masehi

Kalender masehi ini tercipta karena adanya revolusi bumi. Berdasarkan pembagian bujur, batas dari penanggalan internasional ada pada 180 derajat. Apabila di belahan timur bujur 180 derajat berada pada tanggal 6 maka di belahan barat bujur 180 derajat masih tanggal 5, kejadian ini seolah-olah melompat sehari. Hitungan kalender masehi ini satu tahun ada 365,25 hari.



Kalender masehi ini awal mulanya digunakan oleh Julius Caesar atau dikenal dengan kalender Julian. Kalender Julian ini dihitung berdasarkan selang waktu antara musim semi dengan musim semi berikutnya di bagian bumi utara. Selang waktu ini tepatnya 365 hari, 5 jam, 48 menit, 46 detik.

Dalam hitungannya kemudian Julius Caesar ini menetapkan perhitungan kalender masehi seperti berikut:

  • Waktu dalam setahun adalah 365 hari,  dan sehari 24 jam.
  • Karena 365 hari itu lebih seperempat hari setiap tahunnya maka melebihi satu hari setiap empat tahun menjadi 366 hari. Logikanya seperti ¼ dikali 4 yang hasilnya 1. Tahun yang memiliki 366 hari ini disebut tahun kabisat. Biasanya terjadi pada bulan Februari.
  • Untuk mengingat dengan mudah maka tahun kabisat adalah tahun yang dapat dibagi habis dengan empat seperti, 2000, 2004, 2008, dan seterusnya.

Kesimpulan Dampak Revolusi Bumi

Bumi melakukan revolusi tanpa berhenti. Bumi melakukan revolusi dalam waktu yang panjang, yaitu 365 hari atau bisa disebut setahun. Artinya, bumi membutuhkan waktu untuk mengelilingi bumi satu kali putaran dengan 365 hari, satu kali putaran artinya setahun.

Pada saat berevolusi, bumi terus berjalan sesuai orbitnya, ini menjadikan kedudukan bumi tidak selalu tetap. Hal ini mengakibatkan adanya gerak semu tahunan matahari  yang mana pada tanggal 21 Maret matahari berada di garis khatulistiwa, lalu tanggal 21 Juni matahari berada di Garis Balik Utara (GBU) 23,5 derajat, kemudian tanggal 23 September kembali lagi di garis khatulistiwa, dan pada 22 Desember matahari berada di Garis Balik Selatan (GBS) 23,5 derajat.

Dari gerak semu harian matahari tersebut juga menyebabkan pergantian musim dan frekuensi waktu siang dan malam. Pada bumi bagian utara yang terkena sinar matahari lebih banyak akan mengalami musim panas dan waktu siang hari yang lebih lama. Sedangkan bumi bagian selatan akan mengalami musim dingin dan waktu malam yang lebih lama.

Revolusi bumi ini juga membuat kita dapat melihat rasi bintang yang berbeda-beda setiap bulan. Rasi bintang ini juga akan terlihat berbeda di bagian bumi lainnya. Rasi bintang di bumi bagian utara akan berbeda dengan bumi bagian selatan, begitu juga dengan bagian lainnya.

Dengan adanya revolusi bumi juga kita mengenal kalender masehi. Kalender masehi ini dibagi batas penanggalannya sebesar 180 derajat. Antara bagian bumi satu dengan yang lainnya seolah-olah akan berbeda sehari. Adanya kalender masehi ini juga membuat kita tahu bahwa setiap empat tahun sekali terdapat tahun kabisat, di mana pada bulan Februari akan lebih satu hari.

Grameds, sudah pahamkan apa itu revolusi bumi dan dampak-dampaknya bagi kehidupan di bumi. Jika kamu ingin belajar lebih dalam tentang tata surya dan isinya kamu bisa membeli buku yang ada di Gramedia.

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas telah menyediakan buku-buku bermanfaat dan menghibur untuk kalian miliki. Yuk, beli bukunya sekarang juga!

Ensiklopedia Super Seru: Halo, Bumi!

Ensiklopedia Super Seru: Halo, Bumi!

Beli Buku di Gramedia
Ada apa saja di dalam Bumi?
Bagaimana musim berganti? Bagaimana siklus air? Mengapa hutan itu penting? Ada banyak sekali pertanyaan tentang Bumi kita. Pasti kalian juga ingin tahu kan? Buka lipatannya atau putar kertasnya dan temukan jawabannya di Ensiklopedia Super Seru! Buku ini cocok untuk anak-anak yang ingin belajar lebih dalam mengenai bumi.

Penulis: Ricky Atthariq

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien