Geografi

Teori Bintang Kembar : Proses Pembentukan Tata Surya

teori bintang kembar
Written by Rafi Wijaya

Teori Bintang Kembar – Proses pembentukan tata surya dijelaskan dalam beberapa teori berbeda, salah satu teori yang menjelaskan mengenai pembentukan tata surya adalah teori bintang kembar. Selain teori bintang kembar, ada pula beberapa teori lain seperti teori nebula, teori ledakan gas, teori big bang yang cukup populer.

Salah satu teori populer dari proses pembentukan tata surya adalah teori bintang kembar. Pada dasarnya, teori ini menjelaskan bahwa tata surya mulanya berawal dari dua buah bintang besar yang kembar. Kedua bintang tersebut memiliki ukurang sangat besar, hingga salah satu dari bintang besar tersebut meledak lalu menghasilkan serpihan maupun debu – debu yang bertebaran di angkasa.

Debu tersebut kemudian diyakini pada satu waktu akhirnya membentuk planet. Sementara bintang lain yang tidak meledak disebut sebagai matahari. Yuk ketahui lebih lanjut mengenai teori bintang kembar, simak hingga akhir artikel ini ya!

 

Teori Bintang Kembar

Teori bintang kembar pertama kali dikemukakan oleh dua astronom yang bernama Raymond Arthur Lyttleton serta Fred Hoyle. Kedua astronom tersebut memiliki hipotesanya masing-masing, tetapi isi dari hipotesa kedua astronom tersebut memiliki persamaan.

Persamaan dari kedua hipotesa astronom tersebut mengarahkan pula pada pembentukan tata surya yang kemudian menjadi tempat tinggal dari makhluk hidup yang ada di planet bumi. Kedua astronom tersebut juga sempat menyertakan gambarannya mengenai penemuan objek astronomi yang dinilai sangat mirip dengan matahari.

Berikut dua hipotesa dari dua astronom yang akhirnya mencetuskan teori pembentukan tata surya bintang kembar. Sebelum mem

Ensiklopedia Mini: Alam Semesta

Ensiklopedia Mini: Alam Semesta

beli sekarang

 

Teori Lyttleton Tahun 1930 

Menurut Lyttleton, teori pembentukan tata surya bintang kembar menyatakan bahwa awal mula dari terbentuknya tata surya bermula dari dua bintang. Tetapi dengan sedemikian cara serta sebab yang memengaruhinya membuat salah satu dari dua bintang kembar tersebut meledak.

Menurut sebuah pendapat, ledakan yang mengakibatkan salah satu bintang menjadi debu, gas maupun batu-batuan adalah karena terjadi tabrakan dengan meteor maupun planet yang memiliki ukuran lebih besar dari bintang tersebut.

Kemudian sisa dari ledakan bintang tersebut yang berupa debu, gas serta batu pun mengitari bintang yang tidak meledak hingga seiring berjalannya waktu batu dan sisa dari ledakan bintang tersebut menjadi planet.

Berbeda dari teori pembentukan tata surya di atas, Lyttleton beranggapan, bahwa tata surya mulanya dapat berbentuk karena adanya ledakan pada salah satu bintang kembar. Bukan tanpa sebab, Lyttleton mengemukakan hal tersebut berdasarkan penelitian terdahulunya.

Menurut hasil penelitiannya yang terdahulu, ia menemukan bahwa ada tata surya lain yang memiliki dua buah bintang kembar. Karena penemuannya tersebutlah, Lyttleton kemudian berpendapat bahwa tata surya terbentuk karena salah satu bintang kembar tersebut meledak.

Sejalan dengan penemuan Lyttleton tersebut, seperti yang diketahui bahwa tata surya terbagi menjadi beberapa bagian. Beberapa bagian dari tata surya tersebut adalah empat planet luar, empat planet dalam, matahari serta sabuk dari asteroid. Sedangkan, bagian yang paling luar merupakan piringan yang tersebar serta sabuk dari Kuiper. Bagian-bagian tersebutlah yang kemudian disebut sebagai alam semesta.

National Geographic: Ensiklopedia Antariksa

National Geographic: Ensiklopedia Antariksa

beli sekarang

 

Teori Fred Hoyle Tahun 1956

Hipotesa kedua dikemukakan oleh Fred Hoyle pada tahun 1956 yang kemudian memunculkan sebuah teori pembentukan alam semesta bintang kembar. Fred Hoyle berpendapat bahwa tata surya merupakan dua bintang yang memiliki ukuran yang serupa. Lalu, kedua bintang tersebut berdekatan hingga terjadi sebuah ledakan yang cukup besar pada salah satu bintang di alam semesta tersebut.

Ledakan salah bintang besar tersebut kemudian menghasilkan beberapa serpihan yang lebih kecil. Serpihan dari ledakan bintang tersebut lalu bertebar di luar angkasa hingga terperangkap oleh gaya gravitasi dari bintang-bintang yang tidak meledak. Sehingga, serpihan bintang tersebut menjadi bergerak lalu mengitari bintang raksasa yang tidak meledak tersebut.

Seperti hanya Lyttleton, Fred Hoyle juga tidak sembarangan ketika mengemukakan hipotesanya mengenai pembentukan alam semesta. Fred Hoyle memiliki hipotesa tersebut karena adanya sebuah penelitian lain pada tata surya. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa tata surya lainnya pun memiliki dua bintang yang memiliki ukuran atau bentuk yang mirip atau kembar.

Alasan dari hipotesa Lyttleton serta Fred Hoyle memang serupa, yaitu bermula dari sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa ada tata surya lain dengan bintang kembar.

Dari penelitian tersebut, Fred Hoyle sama seperti Lyttleton pun mengemukakan pendapatnya bahwa tata surya dapat terbentuk karena adanya ledakan pada bintang kembar pada tata surya. Fred Hoyle pun menjelaskan bahwa kemunculan matahari juga berawal dari ledakan bintang kembar, di mana matahari merupakan salah satu bintang yang tidak meledak.

Kembaran dari bintang besar tersebut memiliki sifat tidak stabil dan menimbulkan ledakan kecil. Sehingga, pada suatu waktu kembaran dari bintang besar itu benar-benar mengalami ledakan yang sangat besar dan menjadi serpihan debu serta bebatuan kecil.

Serpihan dari bintang besar tersebut kemudian terperangkap karena adanya daya gravitasi pada matahari, tetapi tidak sampai tersedot masuk ke dalam matahari. Serpihan-serpihan tersebut hanya terjebak dan mengelilingi bintang besar kembar yang tidak meledak tersebut.

Kemudian dijelaskan oleh Fred Hoyle, bahwa serpihan dari bintang besar yang meledak tersebut berkumpul, sehingga menjadi sebuah planet. Setelah itu serpihan lainnya membentuk asteroid yang menjadi jalur dari pemisah antara planet dalam serta planet luar. Itulah hipotesa dari teori pembentukan tata surya bintang kembar menurut Fred Hoyle.

SMA/MA Kelas 10 Geografi

SMA/MA Kelas 10 Geografi

beli sekarang

 

Grameds dapat mengetahui lebih lanjut mengenai teori-teori dari pembentukan tata surya dengan membaca dan membeli  buku yang tersedia di Gramedia. Contohnya seperti buku yang berjudul “Geografi untuk SMA/ MA Kelas 10” yang ditulis oleh Pabundu Tika dan Hermanto. Buku satu ini menyajikan beberapa teori mengenai pembentukan tata surya oleh para ahli astronom yang telah dirangkum, serta beberapa teori geografi lainnya yang cocok untuk Grameds. Beli dan baca bukunya sekarang juga ya!

 

Kontroversi yang Hadir dari Teori Bintang Kembar

Teori mengenai pembentukan tata surya bintang kembar ini memiliki beberapa kontroversi yang mewarnainya. Ketika pertama kali muncul, teori bintang kembar ini tidak langsung diterima oleh masyarakat terutama dari kalangan para astronomer serta penemu teori pembentukan tata surya lainnya.

Hal ini dikarenakan banyak para ahli yang beranggapan bahwa hipotesa dari Lyttleton dan Fred Hoyle terlalu sederhana untuk kemudian menyimpulkan hipotesa tersebut sebagai sebuah teori pembentukan tata surya.

Namun, ada beberapa pula para ahli yang percaya atas teori yang dikemukakan oleh Lyttleton dan Fred Hoyle. Terutama setelah mendengar penjelasan Lyttleton yang pertama kali mengemukakan mengenai teori bintang kembar.

Tetapi, tak sedikit pula yang merasa bahwa penelitian yang disajikan oleh Lyttleton dalam hipotesanya mengenai teori bintang kembar tersebut tak percaya atau menangkal. Terutama, karena alasan yang dipaparkan oleh Lyttleton ini tidak begitu banyak berdasarkan fakta yang ada, sehingga pendapatnya dianggap lemah oleh para ahli.

Sementara itu, pendapat Lyttleton mengenai teori bintang kembar yang mengacu pada penelitiannya yang terdahulu pun dianggap tidak konkret serta dinilai kurang sempurna. Meskipun tentu saja ada beberapa ahli yang menyetujui pendapat lyttleton mengenai bintang kembar ini.

Si Genius Sains #5 : Mengelilingi Tata Surya

Si Genius Sains #5 : Mengelilingi Tata Surya

beli sekarang

 

Kelebihan dari Teori Bintang Kembar

Meskipun memiliki beberapa kontroversi terkait hipotesa serta penelitian yang diusung oleh Lyttleton dan Fred Hoyle, teori pembentukan tata surya bintang kembar ini memiliki kelebihan di dalamnya.

Para ahli astronom setuju, bahwa pendapat yang dikemukakan oleh Lyttleton mengenai teori bintang kembar ini dinilai memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan pada teori bintang kembar adalah karena teori tersebut dapat diterima oleh banyak ilmuwan serta para ahli astronomi.

Namun, faktanya ada beberapa penelitian mengenai pembentukan tata surya dan mutakhir bahwa ilmuwan banyak menemukan adanya bintang ganda atau bintang kembar atau bintang yang disebut pula sebagai bintang ekor pada sistem tata surya.

Berdasarkan penelitian terbaru yang mutakhir tersebut, maka eksistensi bintang kembar yang dikemukakan oleh Lyttleton dan Fred Hoyle dianggap ada benarnya. Secara singkat, menurut penelitian tersebut, teori bintang kembar ini dapat dipercaya kebenarannya bahwa pada jutaan tahun yang lalu, ada kemungkinan bahwa salah satu bintang kembar meledak dan membentuk sebuah sistem tata surya baru dengan matahari serta planet-planet yang mengelilinginya.

Seri Smart Science : Sistem Tata Surya - Aku Ingin Menjadi Penjelajah Luar Angkasa

Seri Smart Science : Sistem Tata Surya – Aku Ingin Menjadi Penjelajah Luar Angkasa

beli sekarang

 

Kekurangan dari Teori Bintang Kembar

Walaupun memiliki kelebihan, sejalan dengan kontroversi yang ada, teori bintang kembar ini juga memiliki beberapa kekurangan yang menjadi sorotan dari para ahli serta astronom.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa ada beberapa penelitian yang mengungkapkan penemuannya mengenai bintang ganda atau bintang kembar. Tetapi bintang kembar yang ditemukan pada penelitian tersebut dijelaskan tidak memiliki bentuk atau ukuran yang terlalu besar hingga bisa disamakan dengan ukuran matahari.

Sehingga, berdasarkan penemuan tersebut maka tidak mungkin bahwa ada dua bintang kembar yang memiliki ukuran cukup besar seperti matahari. Sedangkan, ukuran bintang kembar kembar yang ditemukan dalam penelitian terbaru memiliki ukuran paling besar setidaknya seperti sebuah planet. Berdasarkan ukuran dari bintang kembar yang ditemukan dalam penelitian terbaru tersebut, maka teori bintang kembar dari Lyttleton dan Fred Hoyle ini sulit untuk dibenarkan.

Dijelaskan pada penelitian terbaru, bahwa ukuran dari bintang kembar yang ditemukan dengan besar serta luas seperti matahari tidak dapat ditemukan. Sehingga keakuratan dari teori bintang kembar ini masih dipertanyakan dan sulit dipercaya.

Teori bintang kembar ini memiliki kelemahan lainnya pula, bahwa menurut para ahli ada momentum anguler yang apabila dihitung dengan cara matematis, maka tidak memungkinkan bahwa tata surya dapat terbentuk dari tabrakan dua bintang raksasa seperti yang dikemukakan dalam hipotesa Lyttleton dan Fred Hoyle.

Science Wonder Quest : Jelajahi Luar Angkasa!

Science Wonder Quest : Jelajahi Luar Angkasa!

beli sekarang

 

Sementara itu, keraguan dari para ahli dan astronom mengenai teori bintang kembar ini berlandaskan pula pada perhitungan bahwa seluruh planet yang berbentuk bulat, walau tidak sempurna. Karena bentuk dari planet yang bulat tersebut, tidak memungkinkan untuk bahwa planet dapat terbentuk dari pecahan bintang yang panas.

Selain itu, benda panas seperti pecahan bintang walaupun memiliki ukuran yang kecil, apabila terbelah menjadi kecil maka pecahan tersebut akan langsung membeku serta mengeras. Menurut perhitungan tersebut pula, maka tidak memungkinkan bahwa planet dapat terbentuk bulat hampir sempurna dari potongan kecil bintang yang meledak.

Kekurangan lain pada teori bintang kembar ini adalah ketika melihat komponen yang ada pada bumi. Baik dari segi formasi, bentuk hingga komponen yang ada di bumi, teori bintang kembar ini dinilai menjadi tidak sempurna.

Cari Tahu Yuk! Ensiklopedia: Luar Angkasa

Cari Tahu Yuk! Ensiklopedia: Luar Angkasa

beli sekarang

 

Hal ini dikarenakan bumi memiliki banyak komponen di dalamnya. Mulai dari daratan, sungai, gunung hingga lautan. Dengan teori dari bintang kembar tersebut, maka daratan dan gunung pada bumi merupakan akibat yang terbentuk dari pecahan partikel bintang yang meledak tersebut. Sehingga, bumi menjadi memiliki bentuk yang tidak rata.

Itulah hipotesa dari terbentuknya gunung dan daratan di bumi dari teori bintang kembar. Namun, seperti yang Grameds ketahui, bahwa bumi juga memiliki lautan. Lautan sendiri terbentuk sebagai akibat dari hujan yang terjadi di bumi karena iklim.

Lautan terbentuk selama berjuta-juta tahun, karena laut yang ada di bumi ini sangat besar dan bahkan menduduki luas bumi sebesar dua pertiganya. Selain itu, hujan yang terjadi di bumi selama bertahun-tahun tersebut tidak lantas membuat lautan menjadi mudah terbentuk. Karena daratan bumi memiliki siklus air yang menyerap air lebih dahulu ke dalam tanah.

Why? Rockets and Spacecrafts - Roket dan Pesawat Luar Angkasa

Why? Rockets and Spacecrafts – Roket dan Pesawat Luar Angkasa

beli sekarang

 

Dari teori bumi mengenai gunung, daratan dan laut tersebut, maka para ahli astronom menilai bahwa ada ketidakcocokan pada pembentukan tata surya serta planet dari teori bintang kembar. Sehingga, teori bintang kembar pun dianggap sebagai teori yang lemah dan kurang fakta di dalamnya.

Nah, Grameds bisa mengetahui lebih lanjut mengenai siapa sih Lyttleton itu, atau bagaimana lengkapnya penjelasan teori bintang kembar ini. Grameds juga bisa mengulik lebih dalam mengenai teori terbentuknya sistem tata surya lainnya dengan membaca dan membeli buku yang tersedia di Gramedia. Karena sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia akan senantiasa memberikan buku referensi berkualitas untuk Grameds. Beli dan baca bukunya sekarang juga ya!

Rekomendasi Buku & Atikel Teori Bintang Kembar

SMA/MA Kelas 10 Jelajah Dunia Geografi (Peminatan) Kurikulum 2013

SMA/MA Kelas 10 Jelajah Dunia Geografi (Peminatan) Kurikulum 2013

beli sekarang

 

Cara Cespleng Pintar Geografi SMA Kelas 10,11,12,

Cara Cespleng Pintar Geografi SMA Kelas 10,11,12,

beli sekarang

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien