Geografi

Urutan Lapisan Atmosfer Bumi dan Fungsinya

Mengenal Lapisan-Lapisan Pada Atmosfer Beserta Kategori, Ciri dan Fungsinya
Written by atap

Mengenal Lapisan Atmosfer Beserta Kategori, Ciri dan Fungsinya –  Langit atau atmosfer memiliki fungsi menjaga kehidupan di bumi. Di atmosfer, hujan terbentuk sehingga kita kemudian memilki air. Di atmosfer juga, panas dari matahari diperangkap sehingga kita tidak membeku. A

tmosfer juga berfungsi sebagai pengatur proses penerimaan panas sinar matahari. Atmosfer sendiri memantulkan dan menyerap panas yang kemudian dipancarkan oleh matahari. Sekitar 34% dari panas matahari sendiri kemudian di pantulkan kembali ke angkasa oleh permukaan bumi, awan dan atmosfer. Sementara 19% diantaranya diserap awan dan atmosfer, selanjutnya 47% sisanya mencapai permukaan bumi.

Dikutip dari situs National Aeronautics and Space Administration atau NASA, atmosfer terdiri dari enam lapisan. Pembagian ini didasarkan pada perbedaan temperatur di atmosfer, selain itu ada juga pembagian lapisan atmosfer menurut jenis dan kondisi gas. Berikut uraian lebih jelasnya, Grameds. Check these out!

Urutan Lapisan Atmosfer Bumi dan Fungsinya 1

Pengertian Atmosfer

Atmosfer adalah gas selimut yang dapat membungkus suatu planet khususnya pada planet bumi.

Atmosfer sendiri menyelimuti planet menggunakan berbagai lapisan yang sangat tebal, bahkan jika dihitung jaraknya kemudian akan mencapai ribuan kilometer dari planet tertentu hingga sampai ke luar angkasa. Atmosfer pada suatu planet sendiri berbeda-beda. Planet bumi sendiri akan memiliki atmosfer dengan ketebalan mencapai sekitar 1000 km dari permukaan bumi.

Ada berbagai gas yang terdapat di atmosfer, yaitu:

  1. argon (0,8%),
  2. karbondioksida (0,02%),
  3. krypton,
  4. neon,
  5. xinon,
  6. hidrogen,
  7. kalium serta ozon (0,06%),
  8. gas nitrogen (77%),
  9. oksigen (20%), dan
  10. uap air.

Menurut para ahli geologi sendiri pada awalnya atmosfer bumi tersebut mengandung CO2 (karbon dioksida) dengan kadar yang tinggi, temperatur pada permukaan bumi juga ikut tinggi. Saat itu oksigen (O2) belum terbentuk sehingga belum terdapat lapisan ozon di stratosfer, hal ini disebabkan oleh sinar ultra violet dari matahari yang kemudian sampai ke permukaan bumi dengan intensitas radiasi yang sangat kuat. Pada kondisi ini tidak mungkin ada kehidupan, kecuali di kehidupan diperairan terdalam hingga kemudian terhindar dari sinar ultra violet.

Sementara sekitar 3,5 miliyar tahun lalu evolusi makhluk hidup dengan klorofil yang memungkinkan kemudian akan melakukan proses fotositensis yang memerlukan kadar CO2 maka di atmosfer ini kemudian berkurang dan sebaliknya kadar O2 meningkat. Dengan adanya proses ini kemudian terbentuklah lapisan ozon (O3).

 

Fungsi Atmosfer

lapisan atmosfer bumi (1)Atmosfer memiliki berbagai fungsi diantaranya mengatur proses penerimaan panas dari matahari, caranya adalah dengan menyerap maupun pemantulkan panas yang dipancarkan oleh matahari. Kurang lebih sekitar 32% panas matahari yang kemudian akan dipantulkan kembali ke angkasa oleh atmosfer, awan serta permukaan bumi, lalu demikian sekitar 18% diserap oleh atmosfer atau awan, dan lalau kemudian sekitar 46% sisanya baru akan mencapai permukaan bumi.

  • Atmosfer berfungsi sebagai pelindung bumi dari berbagai benda asing luar angkasa yang dapat jatuh ke bumi dikarenakan terkena gaya gravitasi bumi.
  • Atmosfer berfungsi sebagai pelindung bumi dari paparan radiasi sinar ultraviolet yang kemudian akan membahayakan kehidupan makhluk hidup yang berada di bumi dengan berbagai lapisan ozon.
  • Atmosfer mengandung berbagai gas yang akan sangat diperlukan manusia, hewan dan tumbuhan untuk bernafas juga untuk kebutuhan makanan lainnya seperti nitrogen, karbon dioksida, oksigen, dan lain sebagainya.
  • Atmosfer berfungsi sebagai pengatur cuaca yang kemudina akan mempengaruhi salju, hujan, angin, badai, topan, awan, atau lain sebagainya.

Komposisi Atmosfer

lapisan atmosfer bumi (1)Atmosfer menjadi ukuran seberapa layaknya kehidupan di bumi. Poin penting pada fungsi atmosfer sendiri adalah melindungi bumi dari terjadinya radiasi matahari yang berbahaya. Dalam proses penyinaran matahari, sekitar 34% panas matahari dipantulkan ke angkasa oleh atmosfer, 47% mencapai permukaan bumi dan 19% diserap atmosfer, Atmosfer ini memiliki berbagai manfaat, diantaranya:

  • Oksigen (O2) – Kadar oksigen yanga da di atmosfer adalah sekitar 20,95 %. Oksigen sendiri berfungsi  mengubah berbagai bahan dan zat makanan di dalam tubuh menjadi energi. Oksigen sendiri berasal dari pohon. Oleh karenanya kehadiran lahan hijau atau hutan kemudian akan sangat membantu menjaga lapisan ozon. Oksigen juga berperan sangat penting bagi kehidupan sebab mengubah zat makanan menjadi energi untuk tetap bertahan hidup.
  • Karbondioksida (CO2) – Kadar karbondioksida yang ada di muka bumi adalah sekitar 0,034%. Angka ini sendiri sangat sedikit, meski karbondioksida sendiri dapat dihasilkan dari pembakaran lahan, pernapasan pada hewan dan manusia juga sebagai energi yang dibutuhkan oleh tanaman. Salah satu dampak dari keberadaan karbondioksida sendiri dapat menimbulkan terjadinya efek rumah kaca (ERK) terhadap radiasi gelombang elektromagnetik. Dengan demikian terjadilah kenaikan serta dengan semakin banyaknya karbondioksida maka kemudian akan menyebabkan terjadinya kenaikan suhu di permukaan bumi.
  • Nitrogen (N2) – Nitrogen sebagai unsur yang paling banyak jumlahnya di dalam atmosfer bumi yaitu sekitar 78,08%. Kehadiran nitrogen sendiri sangat dibutuhkan oleh senyawa organik jadi meski demikian nirogen juga tak langsung membentuk senyawa baru dengan unsur lain.
  • Neon (Ne), kripton (Kr), argon (Ar), xenon (Xe) sebagai salah satu unsur gas mulia. Karena keempat unsur ini sendiri tidak mudah bergabung dengan unsur lain sehingga akan kian sulit membentuk senyawa yang lain.
  •  Hidrogen (H2) dan Helium (He) – Keduanya sangat jarang berada di udara kecuali pada paras yang tinggi. Gas ini sendiri sangat ringan serta sering digunakan untuk mengisi balon meteorologi.
  • Ozon (O3) –  Ozon sendiri hanya dapat dijangkau di ketinggian 20 km – 30 km. Merupakan bentuk lain dari oksigen sehingga sangat efektif menyerap radiasi ultra violet dimana proses radiasi ini mengandung energi yang sangat besar dan berbahaya bagi manusia.
  • Uap air (H2O) – Uap air yang terdapat di atmosfer merupakan hasil penguapan dari danau, transpirasi tanaman, laut, kolam, dan sungai. Uap air sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam proses iklim dan cuaca karena fasenya dapat berubah.

Urutan Lapisan Atmosfer Bumi berdasarkan Temperaturnya

lapisan atmosfer bumi (1)

Urutan lapisan bumi adalah

  1. Troposfer
  2. Stratosfer
  3. Mesosfer
  4. Termosfer
  5. Eksosfer

Gajala Optik Atmosfer memiliki berbagai faktor diantaranya interaksi antara bulan atau cahaya matahari dengan berbagai unsur yang terdapat di atmosfer yaitu interaksi yang dapat berupa pemantulan, penyebaran, serta pembiasan sebagai contoh pada 22 Degree Halo yang merupakan pembiasan bulan dari kristal es Alpenglow pada ketinggian yang tinggi dan cahaya matahari -> pembiasan saat matahari terbenam sendiri sehingga langit terlihat berwarna merah muda atau biasa kita kenal dengan Aurora -> pembiasan cahaya matahari yang bentuknya tidak teratur sendiri karena matahari tertutup oleh awan cumulonimbus Green flashes -> pembiasan dengan warna hijau pada spektrum cahaya di atmosfer ketika matahari terbit atau tenggelam. Zodiac light sebagai pemantulan cahaya dari planet lain, debu, dan asteroid pada tata surya di malam hari.

1. Troposfer

Troposfer merupakan suatu lapisan udara yang menempel di permukaan bumi. Lapisan ini sebagai lapisan terendah dari seluruh lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi. Pada bagian atas khatulistiwa, lapisan ini mencapai hingga ketinggian 19 km.

banner-promo-gramedia

Sementara di atas kutub, lapisan ini mencapai ketinggian hingga 8 km. Di dalam lapisan troposfer adalah tempat dari semua jenis cuaca, semua perubahan suhu, hembusan angin, tekan dan juga kelembapan yang dapat kita rasakan secara langsung di muka bumi.

Oleh sebab itu di lapisan inilah lokasi berlangsungnya peristiwa cuaca. Mulai dari cuaca hujan, angin, salju, kemarau, dan cuaca yang lainnya. Ciri-ciri dari lapisan troposfer adalah sebagai berikut:

  • Pada umumnya, lapisan ini merupakan lapisan yang paling tipis dengan memiliki ketebalan sekitar 12 km dari permukaan tanah.
  • Ketinggian dari troposfer berbeda-beda di setiap tempat.
  • Pada daerah kutub, ketinggian lapisan ini sekitar 8 km serta di daerah khatulistiwa atau daerah ekuator dapat mencapai hingga ketinggian 16 km.
  • Lapisan troposfer merupakan lapisan yang berkaitan langsung dengan permukaan bumi serta dipakai sebagai tempat tinggal untuk berbagai jenis makhluk hidup.
  • Tempat berlangsungnya peristiwa cuaca serta iklim, seperti hujan, angin, petir, dan juga awan.
  • Di dalam lapisan roposfer terdapat lapisan tropopause yang merupakan lapisan antara troposfer serta stratosfer.
  • Setiap kenaikan 100 meter, suhunya akan turun menjadi 0,5°-0,6° C.
  • Puncak troposfer mempunyai temperatur hingga mencapai minus 600 C.
  • Di dalam lapisan troposfer berlangsung gejala cuaca seperti berlangsungnya hujan, angin, halilintar, munculnya pelangi, serta halo. Oleh sebab itu, lapisan ini sangat penting untuk kehidupan di bumi.
  • Lapisan troposfer terdiri atas: Lapisan planetair 0-1 km Lapisan konveksi 1-8 km, Lapisan tropopause 8-12km (adalah pembatas antara troposfer dengan stratosfer, pada lapisan ini aktivitas udara secara vertikal (konveksi) berhenti)

Campuran gasnya sendiri sesungguhnya paling ideal sebab dapat menopang seluruh kehidupan yang ada di bumi. Lapisan ini juga melindungi sengatan radiasi yang dipancarkan oleh berbagai benda langit lain. Dibanding lapisan atmosfer lain, lapisan troposfer ini sendiri paling tipis jika dibandingkan dengan lapisan lainnya (berjarak kurang lebih 15 km dari permukaan tanah).

Pada lapisan ini, terjadinya beragam cuaca serta perubahan suhu yang mendadak, angin, kelembapan serta berbagai tekanan yang di rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Suhu udara di permukaan air laut sendiri mencapai sekitar 30 derajat Celsius yang kian naik ke atas, kian menurun suhunya. Tiap kenaikan 100m sendiri suhu kemudian berkurang sebanyak 0,61 derajat Celsius.

Pada lapisan ini terjadilah peristiwa cuaca seperti angin, musim salju, hujan,  kemarau, dan sebagainya. Tinggi terendah sebagai bagian terhangat dari troposfer, karenanya permukaan bumi kemudian menyerap radiasi panas dari matahari hingga kemudian menyalurkan panasnya ke udara.

Biasanya, jika ketinggian ditambah, suhu udara kemudian akan berkurang dari 17℃ hingga -52℃. Pada permukaan bumi tertentu, seperti dataran tinggi dan daerah pegunungan kemudian akan menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut. Di antara “troposfer” dan “stratosfer” sendiri terdapat lapisan yang disebut juga sebagai  lapisan “Tropopause”, yang kemudian membatasi lapisan stratosfer dan troposfer.

 

2. Stratosfer

Lapisan stratosfer terletak di atas tropopause hingga ketinggian 50 km. Di dalam lapisan ini angin berhembus sangat kencang serta mempunyai pola aliran tertentu.

Pada lapisan stratosfer ini juga tempat terbangnya pesawat. Di dalam stratosfer terdapat lapisan yang sangat penting yaitu lapisan ozon.

Ozon adalah semacam gas yang mengandung banyak unsur kimia serta memiliki sifat yang racun bagi makhluk hidup. Pada umunya, di dalam lapisan stratosfer inilah sinar dari ultra violet disaring sekaligus diserap sebab telah mengandung lapisan ozon dengan kadar sekitar 90%.

Sehingga sinar dari ultra violet yang masuk ke dalam permukaan bumi tidak berlebihan. Pada lapisan stratosfer terbagi menjadi dua lapisan, diantaranya lapisan isothermal serta lapisan inversi. Lapisan isothermal merupakan berasal dari kata iso yang artinya sama serta term yang artinya panas.

Sehingga dalam lapisan ini merupakan temperatur udaranya tetap, yakni sekitar -600 . Lapisan ini terletak pada ketinggian 11-20 km. Lapisan invesi terletak di ketinggian 20-50 km. Makin ke atas temperaturnya akan semakin meningkat serta di ketinggian 50 km temperaturnya akan masih di bawah beku (-50 C).

Kenaikan temperatur udara yang terjadi pada lapisan ini dikarenakan adanya gas ozon. Puncak stratosfer di batasi oleh lapisan stratopause yang merupakan batas antara stratosfer dengan mesosfer. Ciri-ciri dari lapisan stratosfer adalah sebagai berikut:

  • Lapisan stratosfer adalah lapisan yang berada di ketinggian sekitar 12-60 km.
  • Suhu dalam lapisan ini akan meningkat dengan bertambahnya ketinggian, yaitu dari -60°C (pada tropopause) sampai 10°C pada puncaknya.
  • Dalam lapisan ini terdapat lapisan ozon (ozone layer) yang memiliki tugas untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet matahari dengan cara menyerap sinar yang berlebih.
  • Serapan dari radiasi matahari oleh ozon inilah yang dapat mengakibatkan suhu udara naik pada setiap bertambahnya ketinggian .
  • Dalam lapisan ini idak mengandung uang air, awan, ataupun debu. Sehingga udara di dalam lapisan ini kering.
  • Terdapat lapisan stratopause yang merupakan lapisan antara stratosfer dengan mesosfer. Lapisan stratosfer terdiri atas: Lapisan isotherm Lapisan panas Lapisan campuran atas

Perubahan pada stratosfer terjadi secara bertahap dimulai dari troposfer ketinggiannya diantara 11 km. Suhu terendah di lapisan stratosfer sendiri relatif lebih stabil serta sangat dingin yaitu sekitar -57c atau -70F.

Pada lapisan ini angin kemudian yang sangat kencang kemudian terjadi dengan beberapa pola aliran yang tertentu. Lapisan ini sendiri sebagai tempat terbangnya pesawat. Awan tinggi dengan jenis cirrus sendiri kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini.

Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi kian bertambahnya ketinggian. Hal ini dikarenakan bertambahnya lapisan konsentrasi ozon. Lapisan ozon ini sendiri menyerap radiasi sinar ultra violet. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18C pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya. Nama pesawat B-52 Stratofortress diambil disini. karena, kemampuan untuk terbang sangat tinggi.

3. Mesosfer

Ketinggian dari lapisan mesosfer antara 50-85 km dengan karakteristik di mana semakin ke atas, maka temperatur udara akan makin rendah. Tiap kenaikan 1000 m, temperatur udara turun menjadi 2,50-30 C. Dalam lapisan mesosfer di bagian atas, temperaturnya mencapai hingga -900 C.

Puncak mesosfer telah dibatasi oleh lapisan mesopause. Di dalam lapisan yang satu ini adalah lapisan di mana terdapat bagian yang bisa mengikis benda-benda langit yang masuk ke dalam permukaan bumi. Benda langit tersebut dapat berupa komet, meteor, debu angkasa, atau benda-benda asing angkasa yang lainnya.

Proses dari pengikisan berbagai benda itu adalah dengan cara terkikis sedikit demi sedikit dan kemudian akan terbakar sebab telah bergesekan dengan udara yang terkandung di dalam lapisan ini. Ciri-ciri dari lapisan mesosfer adalah sebagai berikut:

  • Ketinggiannya berada di sekitar 60-80 km.
  • Suhu pada lapisan mesosfer sekitar -50°C hingga -70°C.
  • Lapisan mesosfer adalah lapisan yang melindungi bumi dari berbagai ancaman benda luar angkasa seperti meteor dan benda-benda langit lainnya yang akan jatuh ke bumi.
  • Meteor yang akan jatuh ke bumi nantinya akan terbakar serta akan hancur apabila lapisan mencapai lapisan ini serta akan berubah menjadi pecahan-pecahan kecil yang disebut sebagai meteorit.
  • Terdapat lapisan mesopause yang merupakan lapisan antara mesosfer dengan termosfer.

Pada lapisan ini memiliki karakteristik seperti:

banner-promo-gramedia
  • Lapisan mesosfer sendiri terdiri dari lapisan Mesopouse yang membatasi nya dengan lapisan lain yaitu lapisan Termosfer. Pada lapisan ini sendiri terjadi suhu yang kemudian akan mengalami penurunan saat bertambah ketinggian.
  • Semakin tinggi lapisan maka semakin berkurang suhu yang kemudian akan mengakibatkan terjadinya pergeseran objek dari angkasa luar. Hal ini sendiri menyebabkan meteor yang datang dari angkasa hingga menjadi terbakar.

Urutan Lapisan Atmosfer Bumi dan Fungsinya 2

4. Termosfer

Lapisan termosfer ini berada di ketinggian 85-500 km. Lapisan atmosfer yang satu ini juga sering disebut sebagai lapisan panas (hot layer). Sebab di lapisan inilah sering terjadi transisi kenaikan temperatur yang sangat tinggi. Temperatur dalam lapisan ini mencapai 90-5000 C.

Tinggi dari temperatur tersebut dikarenakan molekul oksigen mengabsorpsi (menyerap) radiasi dari energi surya. Radiasi inilah yang mengakibatkan suatu reaksi kimia yang kemudian membentuk lapisan bermuatan listrik.

Sebelum dikenal yang namanya satelit, lapisan ini berfungsi untuk membantu memancarkan gelombang radio. Sebab, di dalam lapisan atmosfer inilah bisa memantulkan gelombang radio. Ciri-ciri dari lapisan termosfer adalah sebagai berikut:

  • Lapisan termosfer ini berada di ketinggian 85-500 km.
  • Lapisan ini juga sering disebut seabgai lapisan panas (hot layer).
  • Suhu udara yang ada di bagian paling atas dari lapisan ini bisa mencapai >1000°C.
  • Di dalam lapisan ini juga terdapat lapisan ionosfer. Lapisan ionosfer memiliki fungsi sebagai penyebaran gelombang radio.

Keunikan dari lapisan termosfer, diantaranya:

  • Termosfer sebagai tempat terjadinya aurora yang juga disebabkan oleh adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki oleh planet bumi dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari.
  • Lapisan ionosfer pada Termosfer memiliki kemampuan untuk memantulkan gelombang radio yang bermanfaar bagi satelit dan komunikasi.
  • Pada Termosfer Terdapat ISS yang mengelilingi bumi.
  • Pada Termosfer terdapat kandungan massa udara yang rendah dan bertemperatur tinggi, sehingga tak mampu menghantarkan panas ke benda-benda seperti satelit dan astornot.

5. Eksosfer

Lapisan eksosfer ini adalah suatu lapisan dari atmosfer yang berada di bagian paling luar. Lapisan eksosfer terletak di ketinggian 500 km ke atas.

Di dalam lapisan ini, berbagai molekul udara bergerak dengan cepat serta pengaruh gaya grafitasi bumi telah jauh berkurang. Sehingga, dalam lapisan ini berbagai gesekan benda di udara sudah jarang terjadi. Pengaruh angkasa luar juga sudah terasa di lapisan ini.

Pada lapisan ini sendiri terdapat berbagai refleksi cahaya matahari yang kemudian dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya yang dipantulkan ini dikenal juga dengan cahaya Zodiakal.

Ciri-ciri dari lapisan eksosfer adalah sebagai berikut:

  • Lapisan eksosfer terletak di ketinggian 500 km ke atas.
  • Lapisan atmosfer berada di bagian paling luar, sehingga pengaruh gaya gravitasi sangatlah kecil.
  • Kandungan gas atmosfer juga sangat rendah pada lapisan eksosfer ini.

Karakteristik dari lapisan Eksosfer sendiri diantaranya:

  • Eksosfer memiliki suhu yang sangat tinggi mencapai 2.200 derajat celcius.
  • Eksosfer merupakan lapisan yang berbatasan langsung dengan angkasa luar
  • Eksosfer merupakan lapisan yang sangat berbahaya.
  • Pada lapisan Eksosfer terjadi berbagai kehancuran benda-benda luar angkasa dan meteor

 

Lapisan Atmosfer berdasarkan Jenis dan Kondisi Gas

lapisan atmosfer bumi (1)Berikut ini merupakan lapisan atmosfer dilihat dari jenis serta kondisi gasnya Grameds, yaitu:

1. Lapisan Ozon (ozonosfer)

Lapisan ozon berada di ketinggian 15-35 km. Ozon terdapat di semua bagian atmosfer bagian bawah, namun kebanyakan dari gas ini terkonsentrasi di lapisan stratosfer.

Khususnya pada ketinggian 15-35 km. Ozon sendiri kondisinya tidak stabil sebab telah terurai di bawah pengaruh radiasi atau bertumbukan dengan atom oksigen (O).

Secara alamiah, di ketinggian 15-35 km berlangsung pembentukan serta penguaraian ozon dari oksigen diatomik serta monotomik dengan bantuan (penyerapan) dari radiasi ultraviolet.



Lapisan ozon merupakan penyerap utama dari radiasi sinar ultraviolet. Maka dari itu, pada saat sinar ultraviolet sampai hingga ke permukaan bumi tidak lagi berbahaya untuk kehidupan makhluk hidup.

Apabila radiasi ultraviolet sampai ke permukaan bumi, maka hal tersebut dapat memicu terjadinya luka bakar, kanker kulit, serta kebutaan untuk manusia.

2. Lapisan Ionosfer

Lapisan ionosfer terletak di ketinggian 60-600 km. Ionosfer terdiri dai berbagai atom dan juga molekul yang kehilangan satu atau lebih elektron sehingga akan terbentuk ion. Oleh sebab itu, lapisan ini disebut sebagai lapisan ionosfer.

Lapisan ini juga sangat bermanfaat dalam bidang komunikasi, sebab pada lapisan ionosfer bisa memantulkan kembali gelombang radio. Ionosfer terdiri dari tiga lapisan, ketiga lapisan tersebut yaitu:

  • Lapisan D Terletak di ketinggian 60-120 km. Lapisan ini merupakan tempat untuk memantulkan kembali gelombang AM ke bumi.
  • Lapisan E Terletak di ketinggian 120-180 km. Lapisan ini juga sebagai tempat untuk memantulkan kembali gelombang AM.
  • Lapisan F Terletak di ketinggian 180-600 km. Lapisan ini juga sebagai tempat untuk memantulkan kembali gelombang pendek.

6 Fakta Lapisan Atmosfer Bumi

lapisan atmosfer bumi (1)Salah satu keistimewaan bumi yang tidak terdapat di planet lain adalah bumi sebagai satu-satunya planet yang dimana didalamnya terdapat kehidupan. Hal ini dikarenakan keberadaan atmosfer atau kumpulan gas yang menyelimuti Bumi yang juga menjadi faktor penopang kehidupan. Gas yang menyelimuti Bumi ini sendiri tak hanya berisi udara tapi juga akan melindungi kita dari radiasi serta panas yang berasal dari matahari. Selain itu, terdapat juga berbagai fakta seputar atmosfer yang perlu diketahui:

1. Atmosfer Tersusun dari Sejumlah Gas yang tertarik ke Atmosfer Bumi

Bumi diselimuti oleh atmosfer. Atmosfer sendiri memiliki ketebalan 500 km dan terdiri dari campuran 10 gas yang disebut udara. Bumi tersusun atas 78% nitrogen, 21% O2, dan gas lain seperti karbon dioksida, helium, argon, dan neon yang tak mudah bereaksi dengan gas lain. Gas lainnya yang dapat bereaksi dengan bahan kimia lain diantaranya sulfur dioksida, amonia, metana, karbon monoksida, ozon, dan uap air. Terdapat juga kandungan kontaminan, seperti diantaranya garam, debu, gas beracun, asap, dan abu vulkanik.

2. Aktivitas Manusia Memengaruhi Keseimbangan Komposisi Atmosfer

Keseimbangan atmosfer kian terancam hal ini dikarenakan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia, yang kemudian menyebabkan pemanasan global, efek rumah kaca, penghancuran sabuk ozon, kontaminasi udara, dan hujan asam. Hal ini sendiri disebabkan oleh perkembangan industri di 2 abad terakhir. Pembakaran bahan bakar ini kemudian akan menghasilkan karbon dioksida, gas yang bertanggung jawab pada efek rumah kaca. Dalam sektor Pertanian yang kemudian melepaskan sejumlah besar metana kemudian akan menghasilkan gas efek rumah kaca yang paling kuat serta nitrogen oksida ke atmosfer.

3. Atmosfer Berperan Menahan Panas dan Menjaga Suhu Bumi yang Memungkinkan Kehidupan di Bumi

Gas-gas di atmosfer memiliki berbagai fungsi diantaranya sebagai penahan panas dari sinar inframerah yang dikirim oleh radiasi matahari, setelahnya ia akan memantulkannya kembali ke Bumi. Tanpa Atmosfer Bumi kemudian akan menjadi sangat dingin sehingga mustahil di Bumi ini ada kehidupan. Tetapi gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil meningkatkan efek ini. Pada pertengahan abad ke-21, suhu rata-rata Bumi diantara 1,5-4,5 derajat celsius lebih tinggi dari saat ini. Iklim yang lebih hangat kemudian akan melelehkan es di kutub utara, membanjiri kota seperti Amsterdam atau New York, serta menaikan permukaan laut.

4. Sebagian Penduduk Bumi Menghirup Udara yang Sudah Terkontaminasi Gas Beracun

Sekitar 20% penduduk di muka Bumi menghirup udara yang sangat terkontaminasi oleh berbagai gas berbahaya misalnya saja sulfur dioksida dan karbon monoksida hasil proses industri. Hal ini kemudian akan meningkatkan masalah pada pernapasan, terutama pada golongan orangtua dan anak-anak. Sekirar 13% anak-anak di Inggris kemudian mengalami masalah asma yang disebabkan oleh kontaminasi udara.

5. Menipisnya Lapisan Atmosfer yang Terhubung dengan Meningkatkan Risiko Kanker Kulit

Frekuensi penyakit kanker kulit kini semakin meningkat seiring dengan menipisnya lapisan ozon. Penipisan ini sendiri disebabkan oleh fluorokarbon dari aerosol, hidrokarbon terklorinasi dan lemari es, deterjen, serta polistiren. Gas-gas ini kemudian akan naik ke atmosfer dan terurai menjadi ion klorida yang akan merusak lapisan ozon. Lubang lapisan ozon diamati di Antartika Pada tahun 1985, sementara Pada 1995, lubang serupa terlihat di lapisan ozon di atas Kutub Utara. Kini hidrokarbon juga terklorinasi dan fluorokarbon pada suatu proses industri yang kemudian dapat diganti dengan bahan kimia lain.

6. Gas di Atmosfer Berpotensi Menyebabkan Hujan Asam yang Berbahaya

Hujan asam sendiri terbentuk ketika nitrogen oksida dan sulfur dioksida kemudian bergabung dengan uap air di atmosfer hingga kemudian membentuk asam. Hujan asam yang dihasilkan bersifat merusak hewan dan tanaman, tak hanya itu ia juga membahayakan hewan serta tanaman-tanaman di hutan. Jika asam ini kemudian mencapai danau atau sungai, asam ini sendiri akan menghancurkan semua organisme yang hidup di sana.

 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien