Buku Sains Populer

Jelajahi Buku Sains Populer dari Gramedia yang disusun berdasarkan rekomendasi Gramedia

Wabah dan Pandemi

Good Mining Practice di Indonesia

Mahadata

The Magic of Reality (Edisi Teks)

Kimia Forensik

Kanker: Biografi Suatu Penyakit

Asal Mula

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

gramedia best seller

Tentang Buku Sains Populer

Jelajahi Buku Sains Populer dari Gramedia. Buku disusun berdasarkan rekomendasi Gramedia.

Selengkapnya

    Sains menjadi istilah yang sangat sering didengar dalam dunia pendidikan. Sains mulai dipelajari sejak duduk di bangku sekolah. Sains memiliki definisi yang luas dan memiliki perbedaan arti dari para ahli. Pada hakikatnya, sains mempelajari suatu aspek tertentu dalam ilmu pengetahuan yang bersifat universal dan objektif dengan model penelitian yang harus bersifat empiris dan disusun secara sistematis.

    Sains secara khusus menjadi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan alam serta bersifat terorganisir dan sistematis dengan menggunakan sebuah metode saintifik yang sudah terbukti keabsahannya sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai pengertian, ciri-ciri, tujuan, dan ruang lingkup sains.

     

    Pengertian Sains

    Secara bahasa, kata sains berasal dari istilah latin ‘scientia‘ yang memiliki arti pengetahuan atau mengetahui. Kemudian, lahir istilah sains dalam bahasa Inggris yang dikenal sebagai science. Berdasarkan istilah tersebut, muncul kata sains yang dikenal dalam kamus bahasa Indonesia.

    Kata sains dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki beberapa pengertian, yaitu: (1) ilmu pengetahuan pada umumnya; (2) pengetahuan sistematis mengenai alam dan dunia fisik, termasuk di dalamnya, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dan sebagainya; ilmu pengetahuan alam; serta (3) pengetahuan sistematis yang diperoleh dari suatu observasi, penelitian, dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu yang sedang diselidiki, dipelajari, dan sebagainya.

    Sementara itu, dalam Webster’s New Collegiate Dictionary, sains diartikan sebagai pengetahuan yang didapatkan melalui pembelajaran dan pembuktian atau pengetahuan yang memiliki kebenaran umum dari pengoperasian ilmu, seperti diperoleh dan dibuktikan melalui metode ilmiah.

    Dalam UU No. 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), sains diartikan sebagai salah satu mata pelajaran yang memiliki peran sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan manusia. Dalam Undang-Undang ini juga dijelaskan bahwa pembelajaran sains atau disebut juga Ilmu Pengetahuan Alam dimasukkan ke dalam berbagai jenjang pendidikan yang terdapat di Indonesia, mulai dari SD/MI, SMP/MTS, hingga SMA/SMK/MA, baik di sekolah negeri maupun swasta.

    Secara umum, sains dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang khusus mempelajari dan memahami suatu kejadian yang berhubungan dengan alam dan sekitarnya. Sains dipelajari dan diperoleh oleh manusia dari kegiatan pengamatan dan penelitian yang kemudian disusun dan diambil sebuah kesimpulan untuk menghasilkan teori yang disepakati.

    Penelitian sains harus dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah yang bersifat objektif dan rasional. Penelitian mengenai kondisi alam dan sekitarnya memiliki tujuan untuk mengungkapkan fakta yang belum diketahui manusia sehingga akan menjadi sebuah pengetahuan yang berharga bagi manusia. Pengetahuan ini dapat menjadi salah satu alat yang mendukung keberlangsungan hidup manusia di bumi.

    Pengertian Sains Menurut Para Ahli

    Terdapat banyak ahli yang mengemukakan pandangannya mengenai pengertian sains. Berikut adalah beberapa pengertian sains menurut para ahli.

    1. Albert Einstein (1940)

    Menurut Albert Einstein, sains merupakan sebuah bentuk dari upaya atau kegiatan yang memungkinkan berbagai variasi atau pengalaman inderawi mampu membentuk sebuah sistem pemikiran atau pola pikir yang memiliki keseragaman secara rasional.

    2. Hardy dan Fleer (1996)

    Hardy dan Fleer membagi sains ke dalam empat fungsi utama, yaitu sains sebagai kumpulan dari berbagai pengetahuan, sains sebagai suatu proses, sains sebagai kumpulan nilai, serta sains sebagai suatu cara untuk mengenal dunia.

    Hardy dan Fleer juga mengemukakan beberapa aspek nilai ilmiah yang memiliki keterkaitan dengan sains, yaitu nilai kejujuran, rasa ingin tahu, serta keterbukaan saat dan setelah seseorang melakukan suatu proses kegiatan sains.

    3. Sund (2005)

    Sund mengartikan sains sebagai produk dan proses yang berkaitan dengan sikap ilmiah (scientific attitudes), metode ilmiah (scientific processes or methods), dan produk ilmiah (scientific products).

    • Sikap Ilmiah (Scientific Attitudes) dapat berupa sebuah keyakinan terhadap nilai, gagasan, objektif, jujur, menghargai pendapat orang lain, dan lain sebagainya.
    • Metode Ilmiah (Scientific Processes or Methods), yaitu cara khusus dalam memecahkan suatu masalah, seperti mengamati fakta, membuat hipotesis, merancang dan melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menyusun data, mengevaluasi data, menafsirkan dan menyimpulkan data, serta membuat teori dan mengkomunikasikannya.
    • Produk Ilmiah (Scientific Products) perlu memiliki fakta, konsep, prinsip, hukum, teori tentang fenomena alam, dan lain sebagainya.

    4. Doran R. (1998)

    Menurut Doran R., sains merupakan proses pembelajaran yang harus dilakukan oleh para siswa secara aktif, bukan sesuatu yang hanya dilakukan pada mereka sendiri.

    5. Wigner

    Menurut Wigner, sains merupakan sebuah tempat penyimpanan atau gudang pengetahuan tentang gejala-gejala alam, yang mencakup berbagai macam pengetahuan tentang dunia secara alamiah yang dapat diperoleh dari interaksi indrawi dengan dunia tersebut.

    6. Romano Harre

    Romano Harre mengungkapkan bahwa sains merupakan kumpulan dari berbagai macam teori yang telah diuji kebenarannya, di mana juga menjelaskan mengenai pola-pola serta bentuk keteraturan maupun ketidakaturan dari semua gejala yang diamati secara seksama.

    7. Soeriasumantri (2003)

    Soeriasumantri berpendapat bahwa sains merupakan kumpulan pengetahuan yang mengkaji atau menelaah fakta-fakta empiris. Fakta empiris yang dimaksudkan adalah fakta yang dialami langsung oleh manusia berdasarkan panca indranya. Fakta yang terjadi kemudian akan membentuk fakta baru dan menjalani siklus yang sama.

     

    Ciri-Ciri Sains

    Sebagai salah satu bidang ilmu pengetahuan, sains memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan bidang ilmu pengetahuan lainnya. Berikut adalah beberapa ciri yang dimiliki sains.

    1. Sains harus bersifat logis, wajar, dan rasional. Sains harus berisi mengenai penjelasan cara pemikiran yang dapat diterima oleh nalar dan akal sehat.
    2. Sains harus didasarkan pada bukti yang konkrit dan nyata. Objek yang diteliti dalam sains harus disertai dengan bukti berupa benda nyata yang dapat diterima oleh panca indra manusia, baik dalam wujud padat, cair, maupun gas.
    3. Sains dikembangkan dengan menggunakan langkah atau metode yang sistematis. Penelitian sains dilakukan dengan metode ilmiah tertentu melalui langkah yang rinci, teratur, dan berurutan, sesuai dengan aturan yang ada.
    4. Eksperimen ilmiah dalam sains harus dapat diulang dengan kondisi yang sama. Eksperimen sains yang dilakukan berulang kali akan tetap menghasilkan kesimpulan yang sama, tanpa adanya perbedaan atau perubahan.
    5. Sains harus memiliki hipotesis ilmiah yang bersifat falsifiable atau dapat dibuktikan. Objek yang diteliti dalam sains harus dapat diperiksa dan dibuktikan kebenarannya melalui percobaan, eksperimen, atau observasi nyata.
    6. Sains harus bersifat objektif dan apa adanya. Tidak boleh ada hasil rekayasa dalam penelitian sains karena hasil penelitian harus disampaikan secara jujur atau apa adanya sesuai dengan pengamatan yang dilakukan secara objektif.
    7. Sains harus dihasilkan dengan pengalaman yang nyata. Teori dalam ilmu sains harus dihasilkan berdasarkan observasi atau pengamatan di lapangan yang bersifat faktual atau telah terbukti secara nyata, tidak hanya berupa sebuah hipotesis yang tidak berdasar.
    8. Sains menjadi ilmu yang memandang adanya kesenjangan yang tidak dapat dijelaskan dalam teori maupun bukti kecurigaan.
    9. Teori dan hukum dalam ilmu sains harus bersifat universal. Penelitian atau eksperimen sains dapat dilakukan di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun di seluruh dunia.
    10. Sains tidak dapat menerima kebetulan yang tidak disengaja. Setiap hal yang bersifat kebetulan atau tidak disengaja tidak dapat dijadikan sebagai teori dalam sains.
    11. Sains harus memberikan penjelasan yang bersifat sederhana. Penjelasan yang diberikan dalam sains cukup berisi mengenai pokok dari hal yang perlu dijelaskan, tidak berbelit-belit, dan tidak dilebih-lebihkan.

     

    Tujuan Sains

    Segala hal, termasuk ilmu pengetahuan, diciptakan atau dikembangkan dengan memiliki tujuan tertentu. Sains sebagai ilmu pengetahuan dapat dikembangkan melalui metode penyelidikan ilmiah yang ditempuh dengan beberapa langkah, yaitu melakukan observasi, merumuskan hipotesis, membuat prediksi, melaksanakan penelitian, dan menarik kesimpulan. Kegiatan pengembangan sains tersebut memiliki beberapa tujuan dalam ilmu pengetahuan yang meliputi hal berikut ini.

    1. Sains diciptakan dengan tujuan untuk menjadi sarana yang dapat mengungkapkan fakta yang belum diketahui sebelumnya.
    2. Sains diciptakan dengan tujuan untuk menjadi alat yang dapat berguna untuk membantu dan mendukung keberlangsungan hidup manusia di muka bumi.
    3. Sains diciptakan dengan tujuan untuk mengembangkan teknologi dan informasi.
    4. Sains diciptakan dengan tujuan untuk memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

    Jika dipandang dari segi ilmuwan atau peneliti, kegiatan pengembangan atau penelitian sains memiliki tujuan yang meliputi beberapa hal berikut ini

    1. Sains dapat mengembangkan intelektualitas ilmuwan atau peneliti, membuat ilmuwan atau peneliti menerima sebuah pengakuan dari berbagai macam kolega, serta membuat ilmuwan atau peneliti memperoleh kepuasan pribadi.
    2. Proses penelitian dalam ilmu sains dapat membuat seorang ilmuwan atau peneliti memiliki wawasan yang semakin luas serta dapat lebih kompeten dalam bidangnya.
    3. Sains dapat dijadikan sebagai sebuah cara yang mampu membantu sebuah institusi dalam mengendalikan, merencanakan, hingga memanfaatkan sumber daya, baik sosial maupun fisik, untuk mencapai tujuan yang dimiliki.

     

    Manfaat Sains

    Sains memiliki beberapa manfaat yang dapat membantu kehidupan manusia. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diberikan sains.

    1. Sains dapat memberikan pemahaman mengenai berbagai benda, baik ciri, struktur, maupun fungsinya.
    2. Sains memberikan pengetahuan tentang perkembangan proses penciptaan alam semesta.
    3. Sains dapat membangun rasa cinta terhadap alam yang telah di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
    4. Sains dapat memberikan wawasan mengenai konsep alam yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
    5. Sains memiliki kemampuan untuk mengembangkan ide-ide mengenai lingkungan alam disekitar.
    6. Sains mampu menciptakan teknologi yang dapat memudahkan manusia dalam berkomunikasi satu sama lain, memudahkan manusia dalam menyelesaikan tugasnya, serta mempercepat perkembangan suatu negara.

     

    Keterbatasan Sains

    Sains menjadi ilmu pengetahuan yang berkaitan erat dengan fakta. Hal tersebut menjadikan sains sebagai ilmu yang sangat bergantung pada indra milik manusia. Sains menjadi bentuk dari kemampuan terbatas manusia yang hanya mampu mengamati sebuah realitas fisik secara objektif. Keterbatasan tersebut dapat muncul karena suatu karakteristik fisik serta pengalaman yang sangat terbatas. Berikut adalah beberapa contoh keterbatasan dalam sains.

    1. Sains memiliki keterbatasan berupa ketidakmampuan untuk memberikan jawaban yang kuat untuk sejumlah pertanyaan yang mendasar mengenai realitas dari fisiknya.
    2. Sains memiliki berbagai batasan kemampuan dalam menggambarkan realitas. Keterbatasan tersebut tidak dapat dihapuskan atau hanya dapat sekedar dikurangi dengan cara mengembangkan teknologi yang semakin maju.
    3. Sains memiliki berbagai konsep yang didasarkan pada seperangkat keyakinan atau bentuk praduga yang tidak bisa dibuktikan melalui logika atau sederhananya tidak berdasarkan fakta yang telah ada.
    4. Sains memiliki keterbatasan berupa ketidakmampuan untuk bisa memberikan sebuah jawaban yang cukup kuat untuk berbagai macam jumlah pertanyaan yang mendasar tentang realitas secara fisik.