Sains dan Teknologi

Apa Itu Teori Nebula Dalam Pembentukan Tata Surya  

Apa Itu Teori Nebula? Kenali Perannya dalam Pembentukan Tata Surya   
Written by Rafi Wijaya

Teori Nebula – Mempelajari tata surya beserta segala hal yang ada didalamnya memang tidak ada habisnya. Kehadiran tata surya sendiri merupakan fenomena menarik yang membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana terbentuknya. Membahas mengenai jajaran tata surya tidak terlepas dengan segala teori-teorinya termasuk teori nebula.

Pernahkah kamu melihat gugusan bintang di langit yang sekilas tampak seperti ada awan warna warni? Apabila kamu mendatangi tempat yang minim cahaya seperti di lapangan, di savana yang luas dan menggunakan alat bantu teleskop, kamu mungkin pernah melihat awan serupa ini.

Awan-awan diantara gugusan bintang ini mengingatkan kita dengan teori nebula, yang dalam bahasa latin memiliki arti awan.  Lantas sebenarnya apa yang dimaksud dengan teori nebula ini?

Sebelum membahas detail mengenai teori nebula, maka sebelumnya kamu perlu berkenalan dulu dengan teori pembentukan alam semesta.

 

Teori Pembentukan Alam Semesta

unsplash

Dalam ilmu astronomi dijelaskan mengenai teori-teori pembentukan alam semesta yang juga mencangkup teori nebula tadi. Lantas bagaimana semesta terbentuk berdasarkan ilmu astronomi?

Tanpa kita sadari, kita yang selama ini sibuk dengan kegiatan sehari-hari dan mempelajari segala hal, semua hanya terbatas pengetahuan di bumi yang kita tinggali. Padahal sesungguhnya kalau ingin melihat lebih luas bumi kita yang begitu besar ini hanyalah satu bagian kecil pada tatanan tata surya dan bahkan alam semesta.

Pernahkah terbesit dalam pikiran seperti apa sesungguhnya sejarah tata surya kita dahulu kala. Apa saja yang ada dalam satu susunan tata surya, dan apa saja yang ada dalam tata surya lain?

Ketika membahas mengenai luar angkasa dan tata surya mungkin sekilas yang ada dalam bayangan adalah scene-scene pada film science-fiction seperti Star Wars, Guardian of the Galaxy, E.T dan sejenisnya. Tentunya kisah-kisah tersebut juga muncul bukan atas inspirasi fenomena alam dan juga teori-teori pembentukan alam semesta yang menjadi rahasia sejak dulu kala.

Para ilmuwan dan ahli astronomi sudah mengamati semua yang ada di luar angkasa sejak dahulu kala. Oleh sebab itu munculan berbagai teori yang dikemukakan untuk memperjelas dan memberikan benang merah atas semua pertanyaan kita saat ini.

Dalam ilmu astronomi, ada sejumlah teori yang proses terbentuknya alam semesta beserta isinya. Teori ini bisa saling berkaitan dan ada pula yang bertentangan, tapi semuanya dipercaya untuk dijadikan acuan pembelajaran masa depan.

 

Teori Steady-State

Steady-state atau teori keadaan tetap ini mempercayai bahwa alam semesta ada tanpa awal dan juga tanpa akhir. Artinya alam ini sudah terbentuk begitu saja tanpa ada fenomena apapun dan pada teori ini juga beranggapan alam semesta tidak akan berakhir.

Pemikiran ini juga berdasarkan pemantauan benda-benda langit yang tidak mengalami perubahan dalam kurun waktu ribuan tahun lamanya.

Ini mungkin berbanding terbalik dengan yang telah dipercayai sebagian besar orang mengenai akan adanya kiamat. Namun, begitulah sebuah teori dikemukakan mungkin tidak selalu sejalan dengan ilmu yang lain.

Dewasa ini, sejak abad ke-20 teori keadaan tetap ini sudah tidak lagi digunakan, mengingat perkembangan teknologi yang sudah maju sehingga para ilmuwan telah menemukan bukti-bukti yang dianggap jauh lebih konkrit.

Pada saat ini para ilmuwan mempercayai bahwa alam semesta terbentuk melalui proses-proses yang ada pada teori terbaru, dan bukan tiba-tiba ada tanpa awal maupun akhir.

 

Teori Big Bang

Pernah dengar teori big bang? Atau sering disebut juga teori ledakan besar. Berdasarkan teori big bang ini menjelaskan awal mula terbentuknya alam semesta seperti sekarang ini karena sebuah ledakan besar yang berasal dari sebuah atom yang begitu padat bahkan terlalu padat.

Disebabkan tingginya energi kalor dan kepadatan atom tersebut akhirnya menciptakan ledakan yang sangat besar yang kepingannya tersebar menjadi seluruh material yang ada di tata surya ini.

Teori ini juga didukung dengan adanya bukti penelitian Hubble seorang ilmuwan yang membahas tentang teori tersebut. Dalam penelitiannya terbukti adanya geseran merah pada galaksi di gelombang mikro kosmos.

Beberapa unsur ringan dalam galaksi semakin lama memiliki skala semakin besar hingga disebut evolusi galaksi. Secara prediksi, ini dapat terjadi karena adanya pertumbuhan gravitasi dari teori standar. Inilah yang semakin menekankan bahwa adanya kemungkinan alam semesta terbentuk melalui ledakan besar.

 

Teori Nebula

Bagi para pengamat tata surya, atau bagi kamu yang tertarik dengan pembahasan seputar astronomi mungkin sudah tidak asing lagi mendengar istilah teori nebula ini di telinga, sebab teori inilah yang paling banyak diterima oleh ilmuwan dan scientist.

Istilah nebula sendiri juga memiliki arti awan atau juga berarti kabut yang juga dicetuskan seorang ilmuwan pada 1755, yang mana menjelaskan bahwa tata surya terbentuk berawal dari gumpalan gas seperti awan atau kabut dalam jumlah besar.

Gumpalan awan atau kabut ini sebagian besar berasal dari gas hidrogen yang memiliki suhu sangat panas. Gugusan kabut atau nebula yang berputar dan membentuk matahari serta planet-planet lain di garis tata surya.

 

Pembentukan Tata Surya Berdasarkan Teori Nebula

unsplash

unsplash

Teori nebula sendiri memiliki banyak versi menurut penelitian dan kesimpulan para ilmuwan terdahulu. Berikut ini adalah teori pembentukan tata surya yang dipaparkan oleh para ilmuwan berdasarkan teori nebula.

 

Teori Nebula Menurut Kant

Kant mengungkapkan bahwa pembentukan tata surya awal berasal dari sebuah nebula atau awan yang berotasi secara perlahan dan tertarik oleh gaya gravitasi. Gravitasi inilah yang akhirnya membentuk sedikit demi sedikit menggumpal dan mengeras menjadi susunan pada tata surya kita.

 

Teori Nebula Menurut Laplace

Teori milik Kant ini semakin dikuatkan dengan adanya pendapatan dari Simon Laplace, seorang ahli matematika dan juga astronom. Laplace menjelaskan lebih detail mengenai peranan teori nebula dalam proses pembentukan tata surya.

Berdasarkan penemuan Laplace teori nebula merupakan sebuah terjadinya alam semesta mulai dari matahari. Matahari berawal dari sebuah bola gas panas yang berputar dengan sentrifugal atau berputar mengarah keluar dengan cepat.

Materi dan gas yang berada pada sisi luar bola tersebut pun terlempar menjauh dan mendingin hingga membentuk sebuah planet. Sedangkan bola panas inti tadi semakin panas dan membentuk matahari.

 

Teori Nebula Menurut C. Von Weizsäcker

Ketika Kant dan Laplace telah memaparkan mengenai teori nebula ini, pada abad 20 seorang ilmuwan Jerman juga ikut menyuarakan teori nebula versi dirinya. Menurutnya pada zaman purba pernah ditemukan lapisan besar gas berupa hidrogen serta helium.

Sebagian dari gas tersebut berada diluar jalur katulistiwa matahari dan sisanya menghilang begitu saja. Adanya tekanan dari energi panas matahari kemudian membuat gas ini meninggalkan unsur yang lebih berat dan terkumpul pada satu garis massa.

Rangkaian kumpulan massa yang berasal dari gas juga menarik material padat di luar angkasa hingga terkumpul dan memadat menjadi sebuah planet.

 

Teori Nebula Berdasarkan NASA

Teori nebula atau juga disebut dengan teori kabut ini dijelaskan oleh NASA. Mengutip dari NASA Solar System Exploration menyatakan bahwa sekitar 4,5 miliar tahun lalu tata surya hanya bermula dari gugusan awan dan gas padat berupa debu serta bintang.

Awan-awan inilah yang berotasi perlahan untuk membentuk sebuah gumpalan lebih pada yang berupa nebula matahari. Adanya gravitasi membuat partikel debu dan gas pada nebula matahari ini berputar secara perlahan dan konsisten untuk membentuk sebuah cakram.

Setelah membentuk cakram, nebula tersebut semakin lama semakin padat dan membentuk sebuah inti matahari. Pada gas dan material lain yang mendingin di sekitar inti matahari membentuk jajaran planet dalam tata surya yang kita kenal dengan Bima Sakti ini.

Dalam jajaran planet tata surya inilah terdapat bumi dimana planet tempat kita singgah dan tinggal selama ini.

 

Proses Pembentukan Tata Surya Dilihat dari Teori Nebula

Berawal dari Kumpulan Kabut

Apabila menarik kesimpulan dari pemaparan para ilmuwan terdahulu, dapat disimpulkan jika alam semesta ini terbentuk berawal dari gugusan awan atau kabut. Gugusan kabut ini sebenarnya adalah partikel gas-gas yang sebagian besar mengandung hidrogen dan helium.

Gas ini juga yang paling sering ditemukan pada planet-planet lain termasuk bumi pada zaman purba. Gumpalan awan yang besar dan panas ini adalah awal terbentuknya matahari sebagai pusat tata surya.

Nebula Berotasi

Gugusan kabut yang berupa gas berotasi dan berputar cepat hingga memiliki tekanan gravitasi yang cukup kuat. Nebula yang berotasi semakin lama semakin kuat gravitasinya, kandungan gas yang berada didalamnya juga menyebabkan panas yang begitu tinggi, inilah yang nantinya membentuk matahari.

Selama berotasi ada sebagian gas yang berada di dalam lintasan dan ada pula yang berada di luar jalur perputaran matahari yang dan membentuk seperti cincin di sekitarnya.

Penyebaran Gas Pada Diluar Garis Matahari

Nebula atau kabut yang berada diluar garis lintasan nebula matahari ini pada akhirnya berputar mengelilingi matahari seperti cincin. Gas disekitar cincin matahari ini juga membuat rotasi sendiri sembari mengelilingi matahari.

Gas Memadat Menjadi Planet

Nebula yang berotasi dalam lintasan cincin matahari ini masih memiliki tekanan gravitasi matahari. Adanya gravitasi ini membuat gas, debu dan benda-benda diluar angkasa sekitarnya tertarik oleh gaya gravitasi dan menyatu.

Nebula yang berasal dari gas panas juga lama-kelamaan mendingin dan memadat, sehingga saat itu lah material gas, debu, dan benda padat lainnya menyatu menjadi planet bundar yang berotasi.

Layaknya sebuah cincin nebula yang berada pada jalur lintasan matahari membentuk planet-planet yang ada di tata surya mulai dari merkurius hingga pluto sebelum akhirnya menghilang.

Planet-planet yang berada pada jalur terluar matahari memiliki suhu paling dingin sedangkan yang berada paling dekat dengan matahari masih memiliki gas-gas panas milik matahari.

Jika dilihat dari proses dan korelasinya, maka teori nebula ini yang paling banyak dipercayai sebab paling dekat dengan kenyataannya. Namun teori apapun itu tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga pada nebula.

 

Kelebihan Teori Nebula

Melalui teori ini terbukti berhasil menyatakan bahwa tata surya kita berada pada satu garis lurus yang datar dengan lintasan yang oval  mengelilingi matahari. Oleh sebab itu tidak heran apabila banyak ilmuwan yang mempercayai tentang kebenaran teori nebula ini.

 

Kekurangan Teori Nebula

Akan tetapi ada pula yang kurang setuju dan beranggapan bahwa teori ini memiliki kelemahan. James Clerk dan Sir Jeans juga menyatakan bahwa gelang atau lintasan cincin pada sekitar matahari memiliki tekanan gravitasi yang kurang besar.

Selain itu, apabila berdasarkan teori nebula maka seharusnya yang memiliki ukuran terbesar ialah planet dan bukan matahari.  Sedangkan kenyataannya matahari memiliki berat massa paling besar.

 

Sudah Tahu Teori Nebula?

Bicara mengenai astronomi dengan segala teorinya selalu menjadi pembahasan yang menarik, apalagi kalau kamu memang tertarik dalam bidang tersebut. Maka istilah-istilah seperti big bang theory dan nebula juga terdengar familiar.

Nebula sendiri sebagai teori yang dipercaya oleh sebagian besar ilmuwan dan para astronom, merupakan teori yang terasa paling dekat dengan kenyataan yang ada. Kendati penjelasannya pun bervariasi dari setiap ilmuwannya kita dapat melihat kemiripan diantaranya.

Teori nebula juga masih memiliki banyak kekurangan yang terasa ‘ganjil’, tapi hal ini merupakan sesuatu yang wajar mengingat munculnya teori hanya berdasarkan penelitian dan data saja. Tidak ada orang yang benar-benar tahu seperti apa di semesta luar sana, juga tidak ada yang tahu seperti apa sebenar-benarnya alam semesta ini tercipta.

Satu hal yang pasti manusia tetap selalu mempelajari bumi dan tata suryanya sepanjang tahun demi mendapatkan akurasi data dan ilmu yang paling mendekati. Oleh karena itu banyak dari kita yang tidak lepas dari buku-buku seputar astronomi untuk mempelajari langit dan seisinya.

Tertarik pada ilmu astronomi? Yuk, intip beberapa rekomendasi buku berikut yang akan membantu kamu semakin mengenal isi tata surya kita ini.

 

Eksplorasi Tata Surya

Eksplorasi Tata Surya: A. Gunawan Admiranto

Eksplorasi Tata Surya: A. Gunawan Admiranto

beli sekarang

Ilmu pengetahuan seputar tata surya dan benda benda langit memang selalu menjadi topik menarik dan sering kali memunculkan berbagai pertanyaan yang sulit dijawab. Oleh karena itu manusia terus menerus memperbaharui pengetahuan seputar astronomi supaya semakin mengenal setiap karakteristik yang ada di tata surya ini.

Dalam buku ini akan memaparkan ilmu astronomi yang membahas mengenai eksplorasi yang luas dalam tata surya. Sebagai jajaran ilmu pengetahuan tertua Gunawan Admiranto menuliskan ilmunya dalam buku Eksplorasi Tata Surya. Penasaran apakah akan ada teori nebula juga di dalamnya? Dapatkan bukunya segera!

Bumi dan Tata Surya

Bumi Dan Tata Surya: Danang

Bumi Dan Tata Surya: Danang

beli sekarang

Setelah menyinggung sedikit mengenai planet yang terbentuk di garis massa matahari, kamu mungkin ingin lebih mengetahui secara detail peranan planet-planet tersebut. Terutama bumi, tempat tinggal kita.

Apakah kamu yakin sudah mengetahui segalanya mengenai planet kita ini? Yuk, cari tahu lebih dalam lagi mengenai bumi sebagai planet yang bergerak mengikuti gravitasi dan sebagai planet ketiga terdekat dari matahari. Buku karya Danang ini akan mengajak kami mempelajari bumi beserta susunan tata surya lainnya.

Buku Sakti Astronomi

Buku Sakti Olimpiade Astronomi Edisi 2: TOASTI (TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA)

Buku Sakti Olimpiade Astronomi Edisi 2: TOASTI (TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA)

beli sekarang

Apakah kamu tertarik dengan ilmu astronomi? maka selain buku-buku diatas, buku sakti astronomi ini akan membuat kamu semakin ahli lagi dalam ilmu perbintangan dan tata surya. Bahkan buku ini tepat sekali bagi kamu yang sedang belajar untuk olimpiade. Dapatkan bukunya yuk!

Ensiklopedia Luar Angkasa

Luar Angkasa: Ensiklopedia Cerdas: Amazing Kids

Luar Angkasa: Ensiklopedia Cerdas: Amazing Kids

beli sekarang

Ingatkah kamu kapan pertama kali kamu mulai bertanya-tanya mengenai luar angkasa dan seisinya? mungkin sejak kecil, kita semua sudah begitu penasaran dengan apa saja isi langit diatas kita.

Buku ensiklopedia ini akan menjawab semua rasa penasaran kita dahulu hingga sekarang mengenai alam semesta diatas kita itu. Bahkan buku ini juga sangat ramah untuk menjadi bacaan anak-anak hingga orang dewasa. Buktikan seberapa banyak hal yang kamu ketahui tentang luar angkasa, yuk!

Rekomendasi Buku & Atikel Terkait Teori Nebula

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien