in

Review Novel Another Seyra! Antagonist Girl

 

Another Seyra! Antagonist Girl merupakan novel yang ditulis oleh Selvanyaqrnad. Kisah Another Seyra! Antagonist Girl pada awalnya dipublikasikan di Wattpad Selvanya sendiri yang bernama @Selvanyaqrnad_. Hingga saat ini, per bulan Juni 2022, akun Wattpad Selvanya telah memiliki sejumlah 7,4 ribu pengikut.

Kisah Another Seyra! Antagonist Girl telah dibaca sebanyak 4,1 juta kali di Wattpad. Kepopuleran kisah ini kemudian membawa cerita ini dilirik oleh pihak penerbit dan pada akhirnya diterbitkan menjadi sebuah novel pada bulan November 2021 oleh Penerbit Rene Turos Indonesia.

Novel Another Seyra! Antagonist Girl mengisahkan tentang seorang gadis bernama Kana Nadhira, ia merupakan seorang mahasiswi jurusan hukum semester lima yang dikenal sebagai sosok jutek, pemalas, suka asal ceplos, dan bodo amatan. Suatu hari, kejadian aneh mulai terjadi kepada Kana. Semuanya dimulai saat Kana mengalami kecelakaan tragis.

Kana yang baru membuka matanya menyadari bahwa ia berada di tubuh seorang gadis remaja yang bernama Seyra Anastasya. Ia semakin merasa kebingungan, karena setiap nama dan orang yang ia temui setelah ia sadar itu, sama persis dengan tokoh-tokoh yang ada di novel karya sahabatnya, yang Kana baca sebelum mengalami kecelakaan.

Semua orang kini memanggil Kana dengan nama Seyra. Sementara dalam novel tersebut, Seyra merupakan tokoh antagonis yang setiap langkah dan perbuatannya menorehkan rasa benci bagi orang lain. Selain antagonis, Seyra Anastasya juga memiliki kisah kehidupan rumit dan menyedihkan.

Orang yang dicintai Seyra ternyata menjalin hubungan dengan adiknya sendiri. Ayahnya juga selalu mengutamakan kebahagiaan adiknya dahulu dibandingkan dengan dirinya. Sampai, orang- orang menganggap dirinya sebagai manusia paling jahat, tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

Kana yang saat ini hidup dalam raga Seyra tak ingin hal menyedihkan itu menimpa dirinya. Maka dari itu, Kana memiliki tekad untuk mengubah alur cerita, supaya dirinya mendapatkan hasil akhir yang jauh lebih baik. Apakah Kana pada akhirnya akan sanggup menerima takdir dan menjalani kehidupannya sebagai Seyra, gadis yang hidupnya sangat rumit?

Sinopsis Novel Another Seyra! Antagonist Girl

Kana yang masih memejamkan matanya mengerang, karena kesal mendengar suara ponselnya yang berdering tanpa henti. Kana sangat tidak suka ketika ia harus bangun dengan cara yang mengejutkan, karena jantungnya terasa seperti melayang dan bergemuruh sangat kencang, selain itu tubuhnya juga akan gemetaran. Pokoknya, rasanya sangat tidak enak.

Kana lantas menutup kedua telinganya menggunakan bantal, tetapi percuma saja, dering ponselnya masih terdengar dengan jelas. Kana kemudian melempar bantal yang tadi menutup telinganya, dan tangannya langsung meraih ponsel yang ada di atas nakas dengan kasar. Wajah masam Kana semakin terlihat jelas saat melihat nama yang menelponnya.

Kana langsung menekan tombol menerima panggilan dan berteriak “APA!” dengan nada kesal. Dari sisi telepon yang lain, terdengar suara ketawa cengengesan yang membuat Kana semakin merasa sebal. Ternyata, orang yang menelpon Kana adalah Kinar, sahabatnya.

Kinar hanya ingin mengingatkan Kana untuk jangan sampai lupa akan janji mereka untuk bertemu di Cafe Kencana jam 4 nanti. Saat itu waktu di jam dinding masih menunjukkan angka 14.24. Kana yang melihatnya semakin mengusutkan wajahnya. Ia berpikir bahwa Kinar tidak bisa sehari saja tetap diam dan tidak mengganggunya, padahal hari itu adalah hari minggu!

Oleh karena masih terdapat beberapa jam sampai waktu perjanjian dengan Kinar, Kana menguap pelan dan kembali menutupi seluruh badannya dengan selimut untuk melanjutkan tidurnya. Kana kemudian datang ke Cafe Kencana jam 5, lewat satu jam dari waktu perjanjian. Maka itu, ia datang dengan mendapati wajah Kinar yang sudah bertekuk bete.

Kana langsung duduk dan mengisap minuman Kinar dengan santai dan cuek, ia tidak mempedulikan sosok yang sedang memberikan tatapan sinis kepadanya. Kinar lantas langsung menggerutu, karena Kana sudah datang terlambat, tidak minta maaf, langsung menyambar minuman miliknya juga. Namun, Kana tak menanggapi gerutuan Kinar.

Gadis itu malah memanggil pelayan, lalu langsung memesan makanan. Kelakuan Kana membuat Kinar menelan ludah saking tak habis pikirnya. Kana memesan makanan yang cukup banyak, sampai membuat Kinar berpikir bahwa sahabatnya itu sudah tidak makan beberapa hari coba.

Kana kemudian menggigit karet rambutnya dan mulai menguncir asal rambut hitam panjang yang dimilikinya. Setelah itu, ia menatap Kinar dengan mengangkat alis, lalu menantang Kinar. “Kenapa? mau protes? siapa suruh ganggu waktu berharga gue, masih untung gue mau datang” begitu ucapnya dengan nada songong. Menghadapi Kana memang butuh kesabaran yang khusus.

Kinar bahkan sering bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, sihir apa yang membuatnya bertahan untuk menjadi sahabat gadis yang sangat menyebalkan itu. Kana Nadhira memang sosok gadis yang kaya dan pintar. Namun, itu saja kelebihannya, hal lain yang dimilikinya minus, tak ada yang dapat bertahan untuk berbincang dengan Kana lebih dari lima menit selain keluarganya dan Kinar.

Kana dikenal memiliki mulut pedas yang jika ia berbicara beberapa kata saja, ia dapat melukai hati orang lain. Kana juga terkenal sebagai gadis yang sangat cuek dan tidak pedulian. Selain tidur dan makan, tak ada hal lain yang lebih penting bagi gadis itu.

Kinar kemudian menjelaskan dengan wajah masam, bahwa seminggu ke depan ia akan mengadakan meet and greet ke Bali untuk bertemu para pembaca bukunya, maka itu ia hanya memiliki waktu hari ini saja untuk bertemu dengan Kana. Kinar kemudian berdecak lagi, karena tidak habis pikir saja. Sebenarnya yang pengangguran itu dia atau Kana sih? Kana Itu hanya seorang mahasiswa kupu-kupu alias tidak memiliki kegiatan apa pun selain kuliah.

Namun, bertemu gadis itu sangat sulit bagaikan ingin bertemu dengan bos besar. Kana kemudian memakan burger yang berukuran besar itu dengan santai. Bahkan ia tidak menjaga image sedikit pun ketika dia membuka mulutnya selebar mungkin. Kinar sudah sering melihat Kana makan, tetapi ia masih tetap terkejut dengan cara makan sahabatnya itu yang sangat bar-bar dan jauh dari kata feminim.

Kinar lantas langsung mengatakan bahwa jika ia tidak kenal Kana, ia tidak akan menyangka bahwa Kana adalah putri dari keluarga Smith, keluarga pemilik rumah sakit terkenal di kota mereka. Sebab, Kana kerap kali tampak seperti anak terlantar yang jarang dikasih makan. Keluarga Kana memang termasuk keluarga konglomerat.

Kana bahkan bisa membeli apa pun yang ia inginkan hanya dengan menunjuknya saja, tetapi Kana tidak sedikit pun mencerminkan tingkat sosialnya itu. Orang mungkin akan lebih percaya jika Kana merupakan anak seorang penjual asongan dibanding anak pemilik rumah sakit terkenal.

Kana menyautinya dengan cuek. Setelah ia menghabiskan satu burger besar tadi, ia langsung beralih ke makanan lain. Kinar mengela napasnya dengan pasrah. Ia lalu meletakan sebuah tumpukan kertas yang dijepit klip ke atas meja. Kinar lalu mendorong tumpukan kertas itu ke arah Kana dan mengatakan bahwa itu adalah naskah terbaru novel yang ditulis Kinar.

Kana melirik sekilas, lalu kembali melanjutkan makan. Kinar cemberut, tetapi ia sudah paham bahwa berbicara dengan Kana memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Kinar melanjutkan menjelaskan maksudnya bahwa seperti biasa, Kana diminta memberikan masukan mengenai naskah novel yang ditulisnya, apa pun itu pendapatnya, akan Kinar terima.

Kana masih melanjutkan makan. Sebetulnya bukan tanpa alasan Kinar meminta bantuan Kana untuk mereview novelnya. Sebab, Kana adalah gadis yang paling jujur yang pernah ditemui Kinar. Saking jujurnya, Kana kerap kali dibenci oleh sejumlah orang. Kana akan berbicara sesuai dengan apa yang dia pikirkan, jika menurutnya suatu hal jelek, maka ia akan bilang jelek. Ia tidak akan peduli kejujurannya itu akan menyakiti orang lain, begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu, Kinar membutuhkan kejujuran dari Kana untuk menganalisis novelnya. Meskipun mereka memiliki status sebagai sahabat bagi satu sama lain, Kinar sangat yakin Kana tidak akan segan untuk mengkritik pedas novelnya, jika menurutnya ceritanya memang buruk. Selain itu, Kana merupakan gadis pintar yang sangat realistis untuk memberikan masukan yang dibutuhkan oleh Kinar.

Kinar lalu mengatakan bahwa selepas ia kembali dari Bali, Kana harus sudah selesai membaca naskah novelnya itu. Kana lantas langsung berhenti mengunyah dan mengatakan bahwa ia tidak bisa membacanya dengan cepat, karena ia sibuk. Kinar menyaut heran, karena mengetahui sahabatnya itu adalah pengangguran di antara pengangguran.

Satu universitas juga sudah mengetahui bahwa Kana kalau tidak tidur ya makan, itu saja kegiatannya. Ia bahkan tak jarang dikeluarkan dari kelas, karena ketahuan tidur oleh dosennya. Kinar dan Kana kemudian berdebat mengenai waktu yang dibutuhkan untuk review novel itu. Kinar di sisi lain, harus memberikan revisi naskah dalam waktu 1,5 bulan, maka itu ia sangat membutuhkan peran Kana.

Mereka akhirnya tiba pada kesepakatan, yakni Kana mereview naskah Kinar dalam waktu satu bulan, dengan syarat Kinar membelikan makan bagi Kana sebulan penuh. Syarat tersebut sebetulnya sangat memberatkan bagi Kinar, karena bisa dibayangkan betapa banyaknya uang yang harus ia keluarkan demi membelikan gadis itu makan. Namun, ia harus berkorban kali ini.

Kana menghela nafasnya dengan kasar ketika membalikkan halaman buku terakhir. Wajah Kana terlihat masam, ia merasa novel ini sangat membuang waktu berharganya dengan sia-sia. Jalan cerita novel karya sahabatnya itu dinilai sangat memuakkan. Di antara seluruh novel yang ditulis Kinar, novel ini adalah novel yang paling jelek.

Kana sampai tidak habis pikir, mengapa Kinar bisa membuat cerita yang sangat cringe dan tidak masuk akal seperti itu. Hari itu adalah hari pertemuan mereka untuk membahas novel itu. Kana sudah tidak sabar untuk menyemprot sahabatnya itu dan mengkritik Kinar habis-habisan.

Kana masuk ke dalam mobil merah kesayangannya. la lantas mengendarai mobilnya dengan santai, sambil memikirkan cerita novel yang tadi ia baca. Sejujurnya, Kana bingung ingin berbicara apa selain mengkritik novel Kinar. Cerita itu ini tidak cukup hanya direvisi saja, tetapi benar-benar harus dirombak semuanya.

Kana terlalu tenggelam dalam pikirannya dan tidak menyadari ada mobil yang tidak terkendali di depannya. Mobil merah kesayangannya tertabrak kencang dari arah depan hingga terdorong ke belakang sejauh beberapa meter, kepala Kana terbentur kuat mengenai kemudi mobil.

Kana yang baru membuka matanya menyadari bahwa ia berada di tubuh seorang gadis remaja yang bernama Seyra Anastasya. Ia semakin merasa kebingungan, karena setiap nama dan orang yang ia temui setelah ia sadar itu, sama persis dengan tokoh-tokoh yang ada di novel karya sahabatnya, yang Kana baca sebelum mengalami kecelakaan.

Semua orang kini memanggil Kana dengan nama Seyra. Sementara dalam novel tersebut, Seyra merupakan tokoh antagonis yang setiap langkah dan perbuatannya menorehkan rasa benci bagi orang lain. Selain antagonis, Seyra Anastasya juga memiliki kisah kehidupan rumit dan menyedihkan.

Orang yang dicintai Seyra ternyata menjalin hubungan dengan adiknya sendiri. Ayahnya juga selalu mengutamakan kebahagiaan adiknya dahulu dibandingkan dengan dirinya. Sampai, orang- orang menganggap dirinya sebagai manusia paling jahat, tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

Kana yang saat ini hidup dalam raga Seyra tak ingin hal menyedihkan itu menimpa dirinya. Maka dari itu, Kana memiliki tekad untuk mengubah alur cerita, supaya dirinya mendapatkan hasil akhir yang jauh lebih baik.

Kelebihan Novel Another Seyra! Antagonist Girl

Selvanyaqrnad mampu mengangkat premis cerita yang unik, yakni mengenai seseorang yang mengalami perubahan nasib dengan menjalani hidup sebagai tokoh dalam novel. Selain itu, Selvanyaqrnad juga membahas tentang transmigrasi dan permasalahan keluarga. Hal ini membuat kisah ini menjadi sangat menarik untuk diikuti.

Selvanyaqrnad mampu membangun karakter para tokoh dengan kuat. Karakter yang mampu membuat para pembacanya merasakan berbagai emosi, karena kelakuan para tokohnya. Seperti karakter Kana yang mampu membuat para pembaca kesal, saking ketus dan sombongnya.

Gaya bahasa yang digunakan Selvanyaqrnad adalah gaya bahasa ala remaja dan percakapan sehari-hari. Maka itu, kisah ini sangat mudah untuk dimengerti oleh para remaja. Selain itu, Selvanyaqrnad juga mampu mendeskripsikan latar kejadian, waktu, dan tempat dengan detail, yang membuat para pembaca dapat dengan mudah untuk membayangkan cerita ini.

Kekurangan Novel Another Seyra! Antagonist Girl

Alur cerita novel Another Seyra! Antagonist Girl ini dinilai cukup lambat, karena gaya penulisan Selvanyaqrnad cukup berulang dalam mendeskripsikan suatu adegan. Hal ini membuat sejumlah pembaca berpikiran bahwa novel ini bisa dipersingkat lagi dan tidak perlu mencapai 400 halaman.

Dalam kisah ini, terdapat kata-kata kasar yang dituliskan. Selain itu, terdapat juga karakter tokoh yang dinilai kurang baik. Maka itu, dibutuhkan kebijaksanaan pembaca untuk meneladani hal-hal yang positif saja.

Pesan Moral Novel Another Seyra! Antagonist Girl

Bersikap baik lah kepada siapa pun itu. Menjadi diri sendiri memang merupakan hal yang baik, tetapi ada baiknya untuk memedulikan pendapat dan perasaan orang lain juga. Sebab, pada akhirnya kita memerlukan kehadiran orang lain di kehidupan kita.

Setiap orang pasti memiliki masalah masing-masing. Masalah yang mungkin menjadi penyebab mengapa seseorang bisa bersikap atau berbuat sesuatu. Maka itu, jangan sekali-kali menilai orang lain sebagai orang yang tidak bersyukur, karena melihat kehidupannya begitu sempurna, tetapi ia terkesan menyia-nyiakannya.

Dari kisah Kana kita dapat belajar untuk selalu berhati-hati. Untuk selalu fokus pada masa sekarang dan hendaknya tidak tenggelam dalam pikiran, supaya tidak mengalami hal-hal yang tidak terduga dan membahayakan diri kita.

Bagi kalian yang penasaran akan nasib Kana atau Seyra, yuk segera dapatkan novel Another Seyra! Antagonist Girl karya Selvanyaqrnad hanya di Gramedia.com.

Written by Gabriel