in

Review Novel On Earth We’re Briefly Gorgeous Karya Ocean Vuong

On Earth We’re Briefly Gorgeous – Nampaknya semakin hari Grameds yang menggemari novel fiksi semakin dipersulit untuk memilih novel dengan banyaknya novel-novel tersebut di pasaran. Tiap novel memiliki keindahan serta pesonanya tersendiri, membuat banyak pembaca termasuk Grameds kesulitan menemukan mana yang kalian suka.

Situasi dilematis seperti ini sejujurnya termasuk ke dalam dilema menyenangkan, karena Grameds dihadapkan dengan banyak pilihan novel dengan kualitas yang bagus pula. Meskipun begitu, pada akhirnya, kita memang harus memilih novel yang kita akan baca, dan sementara mengeliminasi yang belum akan kita baca.

Sekilas Mengenai Novel on Earth We’re Briefly Gorgeous

Tentu saja Grameds pasti selalu menginginkan waktu untuk bisa membaca berbagai novel fiksi yang tersedia di pasaran saat ini. Namun, terkadang kita terhalang waktu dan bajet, sehingga harus merelakan keinginan tersebut. Memang pahit, namun begitulah kenyataannya.

Untuk itu, banyak orang berusaha mencari novel fiksi yang menarik perhatian mereka karena perbedaan yang ditawarkan oleh novel tersebut. Kegiatan ini memang tetap tidak mudah untuk dilakukan. Kembali lagi, ini bertujuan agar pembaca tidak merasa menyesal karena membuang waktu untuk membaca novel ini.

Di antara banyaknya karya fiksi yang menawarkan perbedaan dari karya fiksi lainnya, salah satu novel yang cukup menarik perhatian banyak orang adalah karya penulis asal Amerika Serikat berdarah Vietnam dengan nama Ocean Vuong, berjudul “On Earth We’re Briefly Gorgeous”.

Novel yang memiliki terjemahan bahasa Indonesia sebagai “Di Semesta Ini Kita Pernah Gemilang” merupakan karya debut dari pengarang kelahiran Ho Chi Minh City ini. Novel ini dianggap oleh banyak kalangan memiliki cerita yang mampu membuat hati seseorang terenyuh.

Sebelum kita mendalami lebih lanjut mengenai novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous” ini, ada baiknya jika Grameds terlebih dahulu menyimak detail dari novel bestseller ini. Berikut penjelasannya di bawah ini.

Detail Novel On Earth We’re Briefly Gorgeous

On Earth Were Briefly Gorgeous

  • Judul Asli: On Earth We’re Briefly Gorgeous
  • Judul Terjemahan: Di Semesta Ini Kita Pernah Gemilang
  • Tahun Terbit: Juni 2019
  • Terbit di Indonesia: Juni 2021
  • Penerbit: Penguin Press
  • Penerbit di Indonesia: Gramedia Pustaka Utama
  • Jumlah Halaman: 304
  • Jumlah Halaman Terjemahan: 224
  • Panjang dan Lebar Buku: 20 cm x 13,5 cm

Sinopsis Novel on Earth We’re Briefly Gorgeous

On Earth Were Briefly Gorgeous

Grameds bisa membayangkan novel ini sebagai sekumpulan surat yang dalam kasus ini, dikirim dari seorang anak kepada ibunya. Konon, cerita di dalam novel ini berdasarkan kisah nyata yang pernah dialami oleh sang penulis itu sendiri, tentu dengan beberapa perubahan detail di dalamnya.

Dan perlu Grameds ketahui bahwa novel ini memiliki struktur cerita yang non-linear. Artinya, kalian akan menemukan bahwa isi di dalam novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous” tidak berupa cerita yang disajikan secara kronologis, melainkan disajikan secara acak.

Kisah di dalam novel ini berkutat kepada karakter utamanya bernama “Little Dog”. Nama tersebut bukanlah nama asli, melainkan julukan yang disematkan kepada dirinya karena satu dan lain hal. Terdapat banyak hal yang Little Dog lalui dalam kesehariannya itu.

Inti dari cerita novel ini yakni mengenai sejumlah kisah Little Dog yang dia tuliskan dalam bentuk surat yang cukup panjang kepada ibunya bernama Hong. Nama dari Hong sendiri biasa juga disebut atau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Rose.

Tidak hanya itu, Rose ternyata merupakan sosok yang buta huruf dan tidak bisa melakukan baca tulis. Meskipun demikian, ini tidak menyurutkan niat Little Dog untuk menulis surat kepada ibunya. Dirinya dengan rajin menceritakan apa yang terjadi di hari itu dan dengan tekun menyurati ibunya.

Novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous” juga sedikit banyak menyinggung Perang Vietnam. Kisah Little Dog sendiri juga berawal dari sang nenek bernama Lan, yang statusnya pada saat itu merupakan pengungsi perang tersebut. Ketika sudah dewasa, dirinya bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Suatu waktu, Lan menikah dengan tentara Amerika Serikat, dan melahirkan Hong alias Rose yang tidak lain adalah ibu dari Little Dog. Di usianya yang kelima tahun, Rose sudah harus dipaksa meninggalkan pendidikannya karena sekolahnya hancur akibat serangan Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, penyerangan Amerika Serikat membuat Rose mengalami Post-traumatic stress disorder (PTSD). Hal ini semakin diperparah ketika Rose menikahi pria yang ternyata merupakan sosok kasar dan suka “bermain tangan” terhadap sang istri.

Ini membuat Rose mengambil sedikit sifat dari suaminya tersebut. Dirinya kerap melakukan hal yang sama terhadap sang anak, Little Dog. Setelah bercerai dari suaminya, mereka pindah dari Vietnam ke Amerika Serikat tanpa memahami bahasa Inggris sedikitpun, membuat mereka kesulitan dalam menjalankan hidup.

Dan kisah di atas merupakan permulaan dari kehidupan Little Dog di negara adidaya tersebut. Tidak mudah memang menjalankan hidup di tempat yang asing bagi seseorang. Dan memang benar adanya bahwa kehidupan Little Dog tidak selalu mulus sampai di titik dimana dirinya lebih sering menemukan jalan terjal.

Review Novel On Earth We’re Briefly Gorgeous

On Earth Were Briefly Gorgeous

Mungkin banyak di antara Grameds yang bertanya-tanya mengapa sinopsis di atas tidak begitu lengkap? Terlihat masih ada sedikit lubang cerita di akhir sinopsis tadi. Dan memang benar, seharusnya masih ada sedikit banyak cerita yang bisa ditulis ke dalam sinopsis novel ini.

Alasan mengapa ada bagian cerita novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous” yang tidak dimasukkan ke dalam sinopsis yaitu untuk menghindari spoiler sebelum Grameds membaca novel ini. Banyak bagian yang seharusnya bisa dimuat ke dalam sinopsis, tetapi sengaja ditinggalkan agar Grameds bisa membaca novel ini hanya dengan pengetahuan minimal.

Tetapi, perlu Grameds ketahui bahwa novel ini memiliki resepsi yang cukup positif dari publik. Buktinya saja, sejak kali pertama diluncurkan pada Juni 2019, novel ini sempat masuk ke dalam daftar New York Bestseller dan tetap berada di dalam daftar tersebut selama 6 minggu.

Ada beberapa hal yang digemari pembaca mengenai novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous”. Salah satunya adalah fakta bahwa Ocean Vuong berhasil membuat cerita yang menggambarkan kehidupan pribadinya. Pembaca seakan bisa membayangkan kehidupan penulis ketika membaca novel ini.

Gaya penulisan novel ini juga terbilang indah, namun melankolis. Pemilihan diksi di dalam novel ini dibuat dengan sedemikian rupa agar pembaca bisa merasakan emosi spesifik yang dirasakan oleh penulis ketika membuat novel ini. Sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan bahkan oleh penulis veteran.

Oleh karena itu, banyak pembaca mengatakan ketika mereka membaca novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous”, mereka tidak hanya membaca sekumpulan surat dari Little Dog, tetapi juga membaca sebuah syair. Pengalaman membaca seperti ini belum tentu dapat ditemukan di novel lain.

Kendati demikian, layaknya karya tulis lainnya, novel ini juga mendapat sejumlah kritik. Salah satunya adalah jalan cerita non-linear yang belum tentu disukai oleh banyak pembaca. Ini bisa saja menimbulkan kebingungan bagi Grameds ketika sedang membaca novel ini.

Sejumlah pembaca juga menganggap novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous” memiliki cerita kesedihan yang dibuat-buat. Mereka berpikir kalau penulis sengaja menambahkan kesedihan di dalam novel buatannya sehingga topik ini terkesan menjadi berlarut-larut.

Banyaknya unsur melankolis di dalam novel ini juga membuat beberapa pembaca berpikir bahwa novel ini memiliki makna mendalam. Padahal, cerita yang mayoritas menggambarkan kesedihan belum tentu juga memiliki makna yang dalam. Topik ini menjadi sorotan sejumlah pembaca yang menganggap kalau novel ini memang tidak sedalam itu.

Sebagai kesimpulan, novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous” memiliki gaya penulisan yang unik dan jalan cerita yang membuat banyak orang terenyuh ketika membacanya. Namun, novel ini kelihatannya tidak cocok bagi Grameds jika ingin membaca sesuatu yang ringan tanpa unsur kesedihan yang berlarut-larut.

Profil Ocean Vuong Penulis On Earth We’re Briefly Gorgeous

Isi cerita novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous” seperti yang tadi sudah dibahas, adalah bentuk gambaran dari kehidupan sang penulis, Ocean Vuong. Terdapat banyak paralel yang dapat pembaca temukan di dalam novel ini dengan kehidupan Ocean Vuong.

Mulai dari neneknya yang menikah dengan tentara Amerika Serikat hingga ibunya mengalami kesulitan ketika pindah negara Paman Sam, adalah kisah Lucky Dog yang memang benar terjadi apa adanya. Itu semua adalah pengalaman pribadi dari sosok berdarah Amerika Serikat – Vietnam ini.

Ocean Vuong lahir di Ho Chi Minh City pada 14 Oktober 1988, dengan nama asli V??ng Qu?c Vinh. Nama “Ocean” didapatkan dari ibunya yang memiliki keinginan untuk pergi ke pantai atau dalam bahasa Inggris “Beach”, namun tidak bisa menyebutkan kata tersebut. Oleh beberapa orang, dia disarankan memakai kata “Ocean”, dan dari kata itulah sang ibu terinspirasi menamai anaknya.

Keluarga Ocean Vuong diketahui mengidap penyakit disleksia, yaitu penyakit dimana seseorang kesulitan membedakan angka dan huruf. Namun, dirinya adalah menjadi orang pertama di keluarganya yang terbebas dari penyakit tersebut, membuatnya bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Sosok ini merupakan alumni dari Brooklyn College, New York. Di sana, dirinya mempelajari literatur bahasa Inggris di bawah arahan novelis sekaligus penyair bernama Ben Lerner. Inilah yang menjadi awal dari perjalanan Ocean Vuong sebagai penulis novel sekaligus pengarang puisi.

Selain novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous”, Ocean Vuong juga menerbitkan buku kumpulan puisi. Buku puisi pertamanya berjudul “Night Sky with Exit Wounds” terbit pada tahun 2016 silam. Dan baru-baru ini, tepatnya pada April 2022 kemarin, buku puisi lain berjudul “Time Is A Mother” terbit ke pasaran.

Sepanjang kariernya sebagai novelis dan penyair, Ocean Vuong beberapa kali mendapat penghargaan di bidang literatur. Beberapa penghargaan yang dia dapat mencakup The Pushcart Prize tahun 2014, Whiting Award kategori Puisi tahun 2016, Kundiman Fellowship tahun 2018, serta Dylan Thomas Prize untuk novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous” tahun 2020.

Rekomendasi Novel yang Mirip dengan “On Earth We’re Briefly Gorgeous”

Selain novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous”, Grameds juga pasti ingin mencari rekomendasi novel lain yang mirip dengan novel buatan Ocean Vuong ini. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas sejumlah novel yang memiliki kemiripan dengan novel di atas.

Kemiripan dari novel ini mencakup kemiripan dari segi gaya penulisan, alur, isi cerita, hingga tema. Semoga saja di antara beberapa novel rekomendasi ini, kalian bisa menemukan novel lain sesuai dengan yang kalian ingin baca ya, Grameds!

1. All the Light We Cannot See

On Earth Were Briefly Gorgeous

Novel pertama dalam rekomendasi ini berhasil memenangkan penghargaan Pulitzer Prize for Fiction, salah satu penghargaan tertinggi bagi novel fiksi. Novel karangan Anthony Doerr ini terbit kali pertama pada tahun 2014 di Amerika Serikat, dan hingga saat ini masih menjadi salah satu novel yang banyak dicari oleh berbagai kalangan pembaca.

Kisahnya sendiri memiliki latar belakang pada masa Perang Dunia ke-2. 2 tokoh utama dalam novel ini merupakan gadis buta dari Prancis yang bertemu dengan bocah laki-laki asal Jerman. Di tengah panasnya pertempuran antara kedua negara, keduanya bertemu satu sama lain.

Kemiripan dari novel ini terletak pada latar belakang peperangan, meskipun dapat dikatakan bahwa novel “All the Light We Cannot See” membahas topik ini lebih dalam dan menunjukan betapa memilukan dampak dari perang terhadap warga sipil yang tidak ingin terlibat dalam apapun.

2. It Ends With Us

On Earth Were Briefly Gorgeous

Selanjutnya, terdapat novel karangan pengarang Colin Hoover yang kali pertama terbit pada Agustus 2016 di Amerika Serikat. Banyak pembaca menganggap novel ini sebagai salah satu novel romansa terbaik yang mereka pernah baca karena kompleksitasnya serta menyayat hati pembaca.

Novel ini menceritakan kehidupan baru wanita muda bernama Lily Bloom di kota Boston. Di sana, dia menjalin hubungan dengan dokter bedah bernama Ryle Kincaid. Tetapi, Lily Bloom kemudian dihadapkan dengan mantan cinta pertamanya bernama Atlas Corrigan, dan dipaksa menghadapi kembali masa lalunya yang penuh trauma.

“It Ends With Us” mengambil tema percintaan dan romansa, membuatnya berbeda dengan novel karangan Ocean Vuong. Meskipun begitu, kemiripan dari kedua novel ini terletak pada unsur melankolis di dalamnya yang begitu terasa dan berlangsung hampir sepanjang novel.

3. My Dark Vanessa

On Earth Were Briefly Gorgeous

Terakhir, terdapat novel dewasa yang dianggap sebagai salah satu novel paling kontroversial ketika kali pertama diterbitkan pada tahun 2020 silam. Alasannya terletak pada sang pengarang, Kate Elizabeth Russell, yang diduga menjiplak karya orang lain, kendati memang belum ada bukti pasti terkait hal ini.

Cerita dalam novel ini berkutat kepada gadis remaja berusia 15 tahun bernama Vanessa Wye, yang menjalin hubungan asmara dengan guru sekolahnya. Tetapi, siapa sangka bahwa hubungannya tersebut malah membawa malapetaka terhadap dirinya hingga bahkan ketika dia sudah menginjak usia 32 tahun.

Dibandingkan novel yang sebelumnya kita bahas dalam artikel ini, “My Dark Vanessa” memiliki tema yang mampu membuat orang ikut terbebani ketika membacanya. Serupa dengan novel rekomendasi sebelumnya, novel ini memiliki tema yang cukup menyedihkan, sampai-sampai pembacanya dibuat merasa bahwa tokoh dalam novel tidak akan mendapat kebahagiaan.

Cukup sekian pembahasan dari artikel ini. Semoga saja Grameds merasa cocok untuk membaca novel “On Earth We’re Briefly Gorgeous” karya Ocean Vuong ini. Tidak hanya itu, semoga Grameds juga tertarik untuk membaca rekomendasi novel yang serupa dengan novel bahasan dalam artikel ini.

Selain novel On Earth We’re Briefly Gorgeous, semua rekomendasi novel tersebut dapat Grameds temukan di gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas Gramedia selalu memberikan produk terbaik agar kamu bisa mendapat ilmu dan informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: M. Adrianto S.

Written by Ananda