in

Review Komik Hai Miiko: Cerita Gadis Cilik Bernama Miiko

Buat para pecinta komik, tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan komik yang satu ini? Kira-kira siapa nih yang sudah menantikan komik Hai Miiko 33 ? Setelah adanya pandemi Covid-19 yang melanda hampir ke seluruh dunia, rasanya waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa sudah lebih dari satu tahun pandemi ini melanda bumi dan seisinya. Hingga tidak terasa lagi bahwa komik Hai Miiko sudah ada lanjutannya.

Rasanya seperti sudah lama sejak membaca komik legendaris yang satu ini. Bagi para pembaca setianya, membaca komik Hai Miiko menjadi sebuah kesegaran tersendiri. Setelah sekian lama menantikan kelanjutan dari kisah Hai Miiko, akhirnya sekarang sudah bisa kita baca kembali cerita lanjutannya.

Walaupun sebenarnya di komik terbarunya masih belum terlihat kemajuan yang begitu nyata, namun di dalam volume ini menjadi sebuah awal dari penutup sejumlah cerita dari Miiko SD, dan sekarang Miiko sudah masuk ke cerita masa SMP.

Sinopsis Cerita Komik Hai Miiko

Komik Hai Miiko sendiri mengisahkan tentang seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 5 SD yang bernama Yamada Miiko. Miiko merupakan anak yang energik dan juga ceria. Selain itu, Miiko juga termasuk anak yang penyayang, terlebih kepada teman-temannya.

Miiko mempunyai hobi atau kegemaran yaitu membaca komik dan makan. Jika makan dengan porsi yang terlalu banyak, maka badan Miiko akan sangat mudah menjadi gemuk. Sehingga Ia seringkali dipanggil dengan sebutan gembul. Miiko sendiri juga mempunyai masalah dengan tinggi badan, jadi Miiko sangat mendambakan mempunyai bentuk badan yang tinggi.

Miiko merupakan anak yang super aktif tapi terkadang juga malas. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya. Ayah Miiko bekerja sebagai wartawan dan beliau memiliki sifat yang sangat baik. Wajah Miiko sendiri sangat mirip dengan ayahnya, dan beliau sangat sayang sekali dengan Miiko.

Oleh karena itu, Ayah Miiko akan selalu memberikan apa yang Miiko inginkan, karena beliau tidak mau melihat anaknya bersedih. Sementara Ibu Miiko merupakan ibu yang super sibuk. Beliau memiliki sifat yang baik, tapi terkadang beliau sangat kesal terhadap Miiko karena Miiko tidak mau membantu anaknya untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Jika ibunya marah pada Miiko, ayah akan selalu siap membela Miiko.

Miiko mempunyai satu adik laki-laki dan juga satu adik perempuan. Untuk nama dari adik laki-laki Miiko adalah Yamada Mamoru, Ia masih duduk di kelas 4 SD. Wajah Mamoru sangat mirip dengan wajah sang ibu. Meski Mamoru adalah adik, tapi sifatnya lebih dewasa dibandingkan dengan Miiko. Ia termasuk anak yang pintar dan rajin. Tidak jarang Mamoru membantu ibunya untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Seringkali, Mamoru merasa kesal dengan Miiko karena Ia kerap mengganggunya tapi tidak pernah mau membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Sementara Miiko sering merasa cemburu kepada Mamoru karena Ia merasa bahwa ibunya lebih menyayangi Mamoru dibandingkan dirinya.

Tapi sebenarnya Miiko dan juga Mamoru saling menyayangi satu sama lain layaknya kakak adik pada umumnya. Sedangkan adik perempuan Miiko yang bernama Yamada Momo masih bayi. Jadi, hampir semua orang menyayanginya. Wajahnya pun mirip dengan sang ibu.

Miiko sendiri mempunyai seorang sahabat yang begitu akrab, yakni Shimura Mari dan Ogawa Yuuko Yukko. Mari mempunyai hobi yang sama dengan Miiko, yakni membaca komik. Tak hanya itu saja, Mari juga sangat pandai dalam menggambar komik dan memiliki cita-cita menjadi seorang komikus.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Tapi sayangnya, Mari mempunyai sifat yang cenderung egois dan sombong. Mari sering merasa kesal bila Ia dan Miiko membuat sebuah komik tapi yang dipilih hanyalah komik buatan Miiko. Tidak jarang, mereka juga saling bertengkar. Namun sebenarnya, mereka saling menyayangi dan tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, Miiko sangat senang memiliki sahabat seperti Mari.

Sementara Yukko mempunyai sifat yang paling dewasa diantara sahabat-sahabatnya. Ia tidak pernah merasa sakit hati ataupun marah kepada kedua sahabatnya. Malahan, Yukko yang selalu menjadi penengah jika Miiko dan Mari sedang bertengkar.

Yukko mempunyai hobi memasak, Ia selalu membuat kue untuk Miiko dan juga Mari. Selain bersahabat dengan Yukko dan Mari, ternyata Miiko juga mempunyai sahabat laki-laki yang bernama Eguchi Tappei dan Satou Kenta. Dimana Kenta merupakan kekasih Yukko.

Tappei selalu merasa senang jika mengganggu Miiko dan membuatnya merasa kesal. Namun, sebenarnya Tappei sangat perhatian dengan Miiko. Tappei akan selalu ada jika Miiko dalam keadaan susah.

Belajar Parenting dari Hai Miiko

Selain menjadi salah satu hiburan dikala waktu senggang, komik Hai Miiko juga bisa menyentuh hati para pembaca, terlebih tentang mendidik anak. Jika Grameds masih ingat dengan Momo Chan, yakni adik bungsu Miiko yang sekarang ini sudah hampir tiga tahun. Sehari-harinya, Momo Chan akan dititipkan di tempat penitipan anak selama sang ibu bekerja. Kemudian Ia tumbuh menjadi bayi yang cerdas, cantik, dan sangat lembut perasaannya, sama seperti Mamoru.

Akan tetapi ketika Miiko melihat adik Shouma berada di tempat penitipan, ternyata Ia sudah tidak menggunakan pampers dan dapat buang air kecil dengan meminta tolong terlebih dulu kepada orang dewasa. Hal tersebut kemudian membuat Miiko membandingkan antara Momo Chan dan adik Shouma. Miiko yang merasa masih harus belanja pampers untuk Momo, ingin sekali bila Momo dapat melepas popoknya. Tapi saat diajari oleh Miiko, Momo selalu menolaknya.

Dari cerita tersebut, bisa kita simpulkan, bahwa dengan membandingkan anak kita kepada anak orang lain bukanlah sesuatu hal yang adil. Pasti kita tidak mau kan jika dibandingkan dengan orang lain? Cerita di komik ini sukses membuat para pembacanya berpikir ulang untuk tidak mengulangi hal tersebut lagi di kehidupan sehari-hari.

Setelah beberapa cerita di awal komik yang sukses membuat para pembacanya ketawa. Justru di bab yang terakhir, pembaca dibuat baper oleh Miiko. Nah, buat Grameds yang penasaran dengan kelanjutannya, segera baca komik Hai Miiko 33 yaa.

Review Buku Hai Miiko

Sampai kapan kisah segi empat Miiko, Yoshida, Haruna, dan juga Tappei akan berakhir? Kapan Mari bisa bertemu dengan pangeran impiannya? Itulah hal yang masih terpikirkan di benak para pembaca setianya.

Sedikit spoiler, yakni pada akhirnya Ono-sensei masih memegang erat hal yang ada di dalam komik Miiko sendiri yaitu tema kekeluargaan, sosial, dan juga persahabatan. Hal ini cukup bagus dan keputusan penulisnya untuk mulai masuk ke cerita masa SMP. Pastinya hal ini akan sangat menarik banyak anak muda dan perlahan bisa menyukai komik shoujo ini.

Ada beberapa hal di komik ini yang cukup related dengan kehidupan sehari-hari. Namun pada akhirnya, yang dapat dikaitkan kepada para pembaca hanyalah masalah hati yang terjadi di bab akhir komik ini. Interaksi karakter selalu menjadi sebuah hal yang sangat ditunggu. Tapi dalam komik ini justru terasa sama saja, yang pada akhirnya membosankan.

Namun di waktu menjelang kelulusan dari SD menuju ke SMP, ceritanya cukup menarik. Sangat terasa sekali suasana bahwa waktu bersama dengan teman-teman akan berakhir, dan tidak tahu kapan bisa bertemu kembali. Dengan cara yang sederhana pun, setiap momen di dalam komik ini terasa sangat hangat dan membekas di hati para pembaca.

Sementara itu, Momo yang sudah semakin besar, Ia semakin lucu dan imut. Rasanya, di komik ini yang paling berkembang hanya Momo sendiri. Sedangkan karakter yang lain dengan perlahan mengalami perkembangan yang cenderung lambat, namun proses tersebut bisa kita nikmati dengan santai.

Sehingga rasanya komik yang satu ini seperti kisah Miiko dari dirinya masih duduk di bangku SD sampai entah Miiko umur berapa nantinya. Perkembangan karakter itulah yang sangat dinantikan oleh para pembacanya. Sebab, rasanya seperti melihat anak kecil yang tumbuh menjadi anak remaja. Itulah hal yang bisa pembaca alami saat membaca komik ini.

Di dalam komik ini, kita bisa melihat karakter Mari yang perlahan dapat menjaga pikirannya dengan dewasa. Yukko dan Kenta yang semakin hari, semakin mesra. Tappei yang perlahan ingin mengatakan perasaannya pada Miiko. Yoshida yang sedang dirundung dilema karena perasaan dan masa depannya, dan lain sebagainya. Tentu cerita tersebut didukung dngan terjemahan yang ringan, pas, dan santai saat membaca komik ini.

Kelemahan Komik Hai Miiko

Salah satu kelemahan dari komik yang satu ini adalah kenapa komik ini hanya terbit satu tahun sekali. Untuk para pembaca setianya, pasti itu waktu yang sangat lama untuk menunggu kelanjutan dari komik kesukaannya. Selain itu, di dalam komik ini tidak ada nomor halamannya, jadi terkesan polosan saja.

Kemudian, walaupun komik ini menceritakan mengenai keseharian anak kelas 6 SD, namun alangkah lebih baik jika komik ini dibaca oleh anak yang sudah berusia 15+ tahun. Sebab, ada beberapa cerita yang ada di komik ini tidak sesuai dengan cerita untuk anak kelas 6 SD. Termasuk juga adegan pacaran yang tidak boleh ditiru anak-anak.

Kelebihan Komik Hai Miiko

Dari mulai cover komik hingga dengan isinya, semuanya menarik. Cover yang berwarna cerah seperti mewakili karakter Miiko yang selalu ceria dan juga energik. Kesepuluh cerita komik Hai Miiko hampir tidak ada yang mengecewakan.

Tidak hanya tawa saja, rasa haru juga disajikan di dalam komiknya. Selalu ada pesan moral yang ada di setiap ceritanya. Mengenai indahnya sebuah persahabatan, mengenai arti penting dari sebuah keluarga, dan mengenai bahagianya menjadi kehidupan sebagai anak-anak SD.

Yang tidak kalah menarik dari komik ini adalah cerita interaksi antara Bu Eriko Ono dengan para penggemarnya. Ia menyelipkan beberapa QnA di setiap akhir cerita Miiko. Penulis seakan ingin membangun kedekatan dengan para pembaca setianya yang berasal dari berbagai kalangan usia.

Demikian beberapa review buku Hai Miiko yang mungkin bisa menjadi gambaran Grameds yang ingin mulai membacanya.

Written by Lely Azizah