in

Review Novel Phantera Leo Karya Sabrina Febrianti

Novel Phantera Leo ditulis oleh Sabrina Febrianti, penulis muda asal Indonesia yang sudah menerbitkan berbagai novel best seller. Novel Phantera Leo diterbitkan pada bulan Januari 2021 oleh Cloudbook Publishing. Sama seperti seluruh novel lain yang ditulis oleh Sabrina Febrianti, novel Phantera Leo juga pertama kali dipublikasikan di platform Wattpad.

Layaknya novel karya Sabrina Febrianti yang lain, kisah Phantera Leo juga mampu menarik perhatian banyak orang. Kisah Phantera Leo per bulan Juni 2022 telah dibaca sejumlah 9,6 juta kali di Wattpad.

Novel Phantera Leo merupakan kisah bunga yang mencoba untuk mekar, dan kisah tentang seorang yang mempertahankan cintanya untuk masa depan. Seseorang itu menghadapi pilihan yang paling berat, dimana sahabat dan cintanya menjadi pilihan.

Nama lelaki itu adalah Phantera Leo, lelaki yang selalu membuat kesal. Lelaki itu tiba-tiba saja menyatakan cinta kepadanya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Leo memberitahu kenyataan bahwa ia menjadikannya kekasih, dengan alasan untuk sandiwara belaka.

Saat berbagai macam masalah mulai datang ke kehidupannya, apakah ia harus pasrah atau harus mempersiapkan untuk melawannya? Apakah segalanya akan berakhir menyedihkan dan terhanyut dalam kesedihan? Ini merupakan kisah tentang Lea dan Leo. Kisah tentang keluarga dan cinta kepada sahabat akan terangkum di sini.

Profil Sabrina Febrianti – Penulis Novel Phantera Leo

Sumber foto: mediaindonesia.com

Sabrina Febrianti merupakan penulis muda asal Kota Bogor, Jawa Barat. Sabrina Febrianti menempuh pendidikannya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Bogor. Bagi Sabrina, menulis adalah kegiatan yang menyenangkan, karena lewat menulis, ia bisa menyalurkan imajinasinya melalui cerita.

Selayaknya semua orang, Sabrina senang ketika karyanya diapresiasi dengan dipuji. Apresiasi atas karyanya tersebut mampu membuat Sabrina menjadi lebih semangat dalam membuat karya lainnya. Sabrina mulai serius menekuni dunia kepenulisan sejak tahun 2016, dengan bergabung menjadi penulis di platform Wattpad. Akun Wattpad Sabrina Febrianti yang bernama @sabrina1928 hingga saat ini, per bulan Juni 2022 telah memiliki lebih dari 284 ribu pengikut.

Karya pertama Sabrina Febrianti adalah sebuah novel yang diunggah di aplikasi membaca digital, Wattpad, yang berjudul “Asya Story”. Novel Asya Story berhasil meraih kesuksesan dan digemari banyak orang, dengan dibaca oleh lebih dari 22 juta orang, dan penjualan novel Asya Story dalam bentuk fisik pun mencapai prestasi. Novel Asya Story berhasil dicetak ulang dalam kurun waktu satu bulan saja.

Asya Story juga berhasil diadaptasi menjadi miniseri oleh Rain Media Pictures, yang bekerja sama dengan Indonesia Sinema Persada. Miniseri Asya Story disutradarai oleh Ichwan Persada, dan skenarionya ditulis oleh seorang penulis muda bernama Hotasi Mikha.

Premis yang diangkat dalam novel Asya Story dinilai sangat menarik. Novel Asya Story berkisah tentang seorang gadis bernama Asyara Dwista atau yang dikenal dengan sebutan Asya atau Syasya. Asya baru saja duduk di bangku kelas 11 Sekolah Menengah Atas.

Asya merupakan seorang gadis pendiam yang tidak suka mengobrol dan tidak menyukai keramaian. Kegiatan yang digemari Asya hanya lah membaca buku. Asya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Asya selalu diperlakukan berbeda dari adik-adiknya, oleh kedua orang tuanya.

Seolah Asya tidak diinginkan kehadirannya. Adik-adik Asya selalu mendapatkan kasih sayang yang lebih dan perlakuan yang lebih baik dari kedua orang tuanya. Bahkan, untuk mendapat sapaan lembut saja hampir tidak pernah lagi.

Lalu, masalah yang tak terduga pun terjadi. Masalah yang akan membuat orang tua Asya murka hingga mungkin tak akan memaafkannya. Masalah yang menghancurkan kehidupannya. Asya hamil, karena diperkosa oleh kakak kelasnya, Alex.

Novel Asya Story ini menjadi salah satu novel karya Sabrina Febrianti yang paling sukses. Namun, ada beberapa novel karya Sabrina juga yang tidak kalah menariknya dengan novel Asya Story. Beberapa karya Sabrina yang lain, yaitu novel Silent Killer, novel Phantera Leo, novel Reano, novel Jessie, novel Anna, dan novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati.

Sinopsis Novel Phantera Leo 

Oleander atau yang akrab dipanggil Lea oleh keluarganya, merupakan gadis yang baru berusia 15 tahun. Dalam seminggu lagi, ia akan memasuki usia 16 tahun. Lea baru saja masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) yang cukup terkenal di Jakarta, yakni sekolah yang berlokasi di Taman Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Lea memiliki penampilan fisik yang cantik, tetapi memiliki bobot tubuh yang besar. Ia memiliki kaki yang jenjang bak model, kulit yang putih, dan rambut yang sangat panjang. Begitu panjangnya sampai sang ibu juga risih dan selalu memintanya untuk memotong rambut panjangnya itu di salon.

Namun, Lea selalu menolaknya. Lea sangat menyukai rambut panjangnya yang tergerai indah. Bagi Lea, rambut adalah penyeimbang baginya dalam hal berpakaian. Lea merasakan di masa SMA ini tidak akan jauh dari pengalamannya di masa SMP, di mana kakak kelas akan berlomba-lomba untuk mengambil hatinya.

Lea berdecak sebal jika mengingat memori itu, di mana kakak kelas yang mengincarnya sebagian besar adalah mereka yang dijuluki sebagai fakboi. Kini Lea telah berada di area sekolahnya. Namun, ada yang tampak aneh, semua orang cuek dan tak peduli bagaimana penampilannya saat ini. Lea kemudian menatap heran orang-orang di sekitarnya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.

Lea bingung pada kenyataan yang berbalik, bahwa dahulu, ketika ia masuk sekolah, ia pasti menjadi pusat perhatian. Seluruh orang pasti akan menatapnya, tapi sekarang tak ada yang peduli pada kehadirannya. Ia lantas menghampiri Vivian Alisya atau yang Lea kerap panggil Vivi, yang merupakan teman SMP Lea. Ia menanyakan kebingungannya itu kepada Vivi.

Vivi yang telah mengetahui kenyataan bahwa di lingkungan SMA mereka terdapat banyak siswi lain yang jauh lebih cantik dibandingkan Lea, kemudian menjelaskannya. Ia mengatakan bahwa di sekolah mereka banyak siswi lain yang cantik, bahkan ada juga yang merupakan seorang model. Maka itu, Lea harus mengubah ekspektasinya dan terbiasa akan hal itu.

Vivi juga menyarankan Lea untuk menjaga sikapnya, karena ia mengetahui sikap Lea yang suka aneh-aneh itu. Selain itu, SMA mereka juga merupakan sekolah yang dikenal memiliki murid-murid yang pintar. Lea kini tak bisa lagi mengandalkan penampilan fisiknya yang cantik. Namun, Lea sudah mengerti bahwa masa SMP-nya sangat buruk.

Maka itu, ia juga memilih untuk masuk ke sekolah itu dengan niat untuk menjaga sikapnya menjadi lebih baik. Hari pertama di SMA itu sungguh melelahkan bagi Lea. Ia kemudian menghembuskan napasnya dengan kasar ketika Vivi begitu lama membawa pesanan makanan. Vivi mengatakan bahwa kantin terlalu ramai, maka itu ia belum sempat untuk memesan makanan.

Lea lantas langsung menunjukkan keahliannya untuk menyelak antrian siswa lainnya. Ia berteriak kepada bapak kantin bahwa ia ia sudah menunggu dari tadi. Tidak sampai 5 menit, Lea berhasil mendapatkan pesanannya. Vivi lantas langsung menganga melihat kelakuan temannya itu.

Vivi dan Lea kemudian menatap tempat duduk yang sebelumnya mereka tempati kini sudah menjadi tempat nongkrong kakak kelas. Ketika Lea ingin menghampiri mereka, Vivi menahan tubuh Lea dan menyuruhnya untuk mencari tempat lain saja. Lea tetap bersikukuh mengatakan bahwa itu tempat mereka. Namun, Vivi menjelaskan kepada Lea untuk jangan mencari gara-gara, karena mereka merupakan anak baru.

Mereka akhirnya memutuskan untuk makan di kelas saja. Ketika mereka sedang jalan berdua, mereka berhadapan dengan cowok tinggi, rambutnya ditata ke atas, penampilan fisiknya ganteng banget. “Le.” Lea menatap cowok yang memanggilnya itu. Memanggil Lea? Apa tidak salah? Bagaimana cowok ganteng ini bisa mengetahui namanya?

Saat cowok itu mendekat kepadanya, Lea dengan berani menatapnya. Ketika Lea ingin menjawab, cowok tersebut melewatinya. “Le, Leo!” cowok itu pergi menghampiri temannya bernama Leo. Kini Lea tampio dengan pipinya yang merah merona. Dia sudah keegeran tingkat tinggi.

Vivi menoleh kepada Lea, dia tahu sahabatnya itu tadi hampir saja menjawab panggilan cowok itu. Lea memejamkan matanya yang menahan malu, sedangkan Vivi menahan tawanya. Kisah ini adalah kisah bunga yang mencoba untuk mekar, dan kisah tentang seorang yang mempertahankan cintanya untuk masa depan. Seseorang itu menghadapi pilihan yang paling berat, dimana sahabat dan cintanya menjadi pilihan.

Nama lelaki itu adalah Phantera Leo, lelaki yang selalu membuat kesal. Lelaki itu tiba-tiba saja menyatakan cinta kepadanya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Leo memberitahu kenyataan bahwa ia menjadikannya kekasih, dengan alasan untuk sandiwara belaka.

Saat berbagai macam masalah mulai datang ke kehidupannya, apakah ia harus pasrah atau harus mempersiapkan untuk melawannya? Apakah segalanya akan berakhir menyedihkan dan terhanyut dalam kesedihan? Ini merupakan kisah tentang Lea dan Leo. Kisah tentang keluarga dan cinta kepada sahabat akan terangkum di sini.

Kelebihan Novel Phantera Leo

Kisah remaja ini sangat menarik untuk diikuti. Premis cerita Phantera Leo ini cukup sederhana, tetapi menyenangkan untuk terus dibaca sampai habis. Novel Phantera Leo ini juga tidak hanya mengisahkan tentang percintaan remaja saja, tetapi juga mengisahkan tentang persahabatan, dan mengandung nilai kekeluargaan.

Bahasa yang digunakan Sabrina Febrianti dalam menuliskan novel Phantera Leo ini adalah gaya bahasa sehari-hari ala remaja. Maka itu, pastinya akan mudah dimengerti oleh para pembaca.

Sabrina Febrianti mampu membangun karakter tokoh yang sangat sesuai untuk menjalankan perannya dalam cerita ini. Karakter para tokoh dinilai kuat dan memiliki relevansi dengan karakter anak SMA yang umum ditemukan. Dinamika interaksi antar tokoh juga seru untuk diikuti.

Kekurangan Novel Phantera Leo

Beberapa diksi atau pilihan kata yang digunakan dalam novel Phantera Leo ini dinilai kurang pas. Sebab, membuat susunan kalimat menjadi ambigu maknanya, sehingga membuat pembaca juga merasa bingung.

Seperti pada novel atau buku lainnya, masih didapatkan kesalahan penulisan pada novel Phantera Leo ini. Meski begitu, kesalahan penulisan adalah kekurangan minor yang tidak mengganggu pembaca.

Pesan Moral Novel Phantera Leo

Mempermainkan perasaan seseorang sesungguhnya adalah hal yang cukup berbahaya untuk dilakukan. Meskipun terdengar sepele, mempermainkan perasaan dapat membuat seseorang mempertanyakan jati dirinya, mempertanyakan apa salahnya hingga ia tidak dihargai, dan sebagainya. Maka itu, jangan mempermainkan perasaan orang lain.

Dalam hubungan apa pun, baik itu hubungan kekeluargaan, persahabatan, atau hubungan romantis, kejujuran dan kesetiaan adalah unsur utama yang harus dimiliki. Sebab, kejujuran dan kesetiaan merupakan dua hal yang mampu membangun dan mempertahankan hubungan.

Bagi kalian yang penasaran akan kelanjutan kisah Lea dan Leo, kalian bisa mendapatkan novel Phantera Leo karya Sabrina Febrianti ini hanya di Gramedia.com.

Written by Gabriel