Marketing

7 Strategi Bauran Pemasaran yang Wajib Diketahui oleh Pebisnis!

Written by Nandy

Strategi bauran pemasaran – Setelah berhasil mengidentifikasi audiens target dan pesaing bisnis Anda, hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah mengembangkan bauran pemasaran. Setiap bisnis membutuhkan bauran pemasarannya sendiri untuk menarik pelanggan.

Apakah Anda baru memulai bisnis atau sudah menjalankan perusahaan besar? Pentingnya strategi pemasaran yang efektif tidak dapat diabaikan. Jika Anda seorang peneliti pemasaran, Anda mungkin pernah mendengar tentang bauran pemasaran, juga dikenal sebagai marketing mix.

Sederhananya, bauran pemasaran adalah tentang mendapatkan produk yang tepat di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan harga yang tepat. Ini mencakup semua yang dapat dilakukan bisnis untuk menciptakan permintaan akan produk/layanannya, menggunakan seperangkat alat untuk merencanakan dan melaksanakan aktivitas pemasaran bertarget langsung

Bauran pemasaran biasanya terdiri dari empat variabel yang dikenal sebagai 4P pemasaran. Konsep ini dirancang untuk memenuhi tujuan pemasaran perusahaan dengan memberikan nilai kepada pelanggan di semua tahap pemasaran 4P. Bauran pemasaran atau marketing mix awalnya diperkenalkan oleh Neil H. Borden pada akhir tahun 1940-an dan telah menjadi salah satu strategi pemasaran yang paling populer di dunia bisnis.

Pengertian Bauran Pemasaran

Sumber: Jurnal.id

Marketing atau pemasaran adalah proses bisnis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain faktor sosial, budaya, politik, ekonomi dan manajerial. Dalam upaya mencapai tujuan pemasaran diperlukan adanya aspek-aspek pemasaran (marketing mix) yang dikenal dengan empat bauran pemasaran yaitu: produk, harga, promosi, dan tempat.

Keempat campuran tersebut membentuk satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bisa dikatakan bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menandai jangka panjang.

Bauran pemasaran adalah serangkaian tindakan yang diambil oleh perusahaan untuk membangun dan memasarkan produk atau jasanya kepada pelanggannya. Strategi ini membantu memastikan bahwa Anda dapat menyediakan pelanggan yang tepat dengan produk yang tepat pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat, dan dengan harga yang tepat.

Pada awalnya bauran pemasaran dicapai melalui pemasaran 4P, yaitu product, price, place, dan promotion. Seiring dengan berkembangnya strategi pemasaran hingga saat ini, konsep ini diperluas menjadi 7P yaitu dengan tambahan people, process, physical evidence. 

Mengembangkan bauran pemasaran yang tepat untuk suatu produk/layanan dimulai dengan memahami 4P pemasaran. Mari kita bahas pemasaran 4P dan 7P lebih detail dalam menerapkan strategi pemasaran yang tepat untuk produk atau jasa perusahaan Anda.

Strategi Bauran Pemasaran

1. Product (Produk)

Produk adalah segala sesuatu yang dapat dibawa ke pasar dan dapat memuaskan kebutuhan konsumen. Kepuasan konsumen mengacu tidak hanya pada penampilan fisik suatu produk, tetapi juga serangkaian kepuasan yang diperoleh saat membeli suatu produk. Kepuasan ini merupakan akumulasi dari kepuasan fisik, psikologis, simbolik dan pelayanan yang diberikan oleh produsen.

Dalam kondisi persaingan, sangat berbahaya bagi perusahaan untuk hanya mengandalkan produk yang sudah ada tanpa melakukan upaya khusus untuk mengembangkannya. Oleh karena itu, untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan dan pangsa pasar, setiap perusahaan harus melakukan upaya untuk memperbaiki dan menyempurnakan produk manufaktur ke arah yang lebih baik, agar lebih meningkatkan efisiensi, kepuasan dan daya tarik.

Strategi produk dalam hal ini adalah menentukan bagaimana dan menyampaikan produk yang tepat kepada pasar sasaran, sehingga dapat memuaskan pelanggannya, sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang dengan cara meningkatkan penjualan dan pertumbuhan saham.

Keputusan produk meliputi penentuan pengiriman fisik produk dalam bentuk barang dagangan, branding yang diberikan harus melekat pada produk, fitur yang diberikan pada produk yang terkait dengan produk, kemasan produk, pengaturannya, dan layanan yang diberikan dalam pengiriman produk.

Keputusan pemilihan produk merupakan langkah awal yang harus ditentukan oleh sebuah perusahaan agar dapat terus berkembang. Setelah produk diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengambil keputusan mengenai harga, lokasi, dan promosi yang akan diambil.

Dalam bauran pemasaran, strategi produk merupakan faktor yang paling penting, karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Pemilihan jenis produk yang akan diproduksi dan dipasarkan akan menentukan kegiatan promosi yang diperlukan, serta penentuan harga dan metode distribusi.

Strategi produk yang dapat dilakukan mencakup keputusan tentang acuan atau bauran produk, merek dagang (brand), cara pengemasan produk (product packaging), tingkat mutu atau kualitas produk, dan pelayanan (services) yang diberikan.

Untuk merencanakan penawaran produk, pemasar perlu memahami tingkatan produk, sebagai berikut:

  1. Produk Utama (core benefit) adalah manfaat yang benar-benar dibutuhkan dan akan dikonsumsi pelanggan dari setiap produk.
  1. Produk Genetik (genetic product), yaitu produk dasar yang mampu menjalankan fungsi paling dasar dari produk tersebut (rancangan minimum produk untuk menjalankan fungsi tersebut).
  1. Produk yang Diharapkan (expected product) adalah produk akhir yang ditawarkan dengan sifat dan kondisi yang berbeda yang secara umum diharapkan dan disepakati untuk dibeli.
  1. Produk Pelengkap (additional product), yaitu atribut yang berbeda dari suatu produk yang menambah atau menambah manfaat dan layanan yang berbeda untuk memberikan kepuasan tambahan dan membedakannya dari produk pesaing lainnya.
  1. Produk Potensial, yaitu jenis-jenis penambahan atau modifikasi yang mungkin dikembangkan.

2. Price (Harga)

Setelah produk berhasil dibuat dengan segala atributnya, langkah selanjutnya adalah menentukan harga produk tersebut. Definisi harga adalah jumlah nilai (dalam bentuk uang) yang harus dibayar konsumen untuk membeli atau menikmati barang atau jasa tertentu.

Penetapan harga merupakan aspek penting dari bauran pemasaran. Harga merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena harga merupakan salah satu penggerak dari perilaku produk atau jasa yang diberikan. Kesalahan penetapan harga akan sangat mempengaruhi produk yang ditawarkan dan akan mengakibatkan produk yang tidak laku.

Harga adalah jumlah yang diperlukan untuk mendapatkan jumlah tertentu dari kombinasi barang dan jasa. Valuasi selalu menjadi dilema bagi setiap bisnis karena valuasi itu bukanlah kekuasaan atau wewenang mutlak seorang pengusaha. Dengan menetapkan harga, perusahaan dapat menghasilkan pendapatan penjualan dari produk yang diproduksi dan dipasarkannya.

Peran valuasi akan menjadi sangat penting, terutama dalam konteks persaingan yang semakin ketat dan tuntutan pembangunan yang terbatas. Dalam persaingan yang semakin ketat khususnya di pasar, peranan harga menjadi sangat penting terutama dalam mempertahankan dan meningkatkan posisi perusahaan di pasar yang tercermin melalui pangsa pasar perusahaan, serta peningkatan pangsa pasar perusahaan menjual dan mendapatkan keuntungan.

Penetapan harga tetap harus disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Tujuan penetapan harga dalam suatu perusahaan secara umum sebagai berikut:

A. Untuk bertahan hidup

Jika tujuan perusahaan dalam penetapan harga adalah untuk bertahan hidup, maka penetapan harga dilakukan dengan harga yang sebaik mungkin. Tujuannya adalah agar produk atau jasa tersebut ditawarkan untuk dijual di pasar dengan harga murah namun tetap dalam keadaan menguntungkan.

B. Untuk memaksimalkan keuntungan

Penetapan harga bertujuan untuk meningkatkan penjualan sehingga keuntungan dimaksimalkan. Penetapan harga seringkali dapat dilakukan dengan harga rendah atau harga tinggi.

C. Memperluas pangsa pasar

Untuk memperluas pangsa pasar, tujuannya adalah untuk memperluas atau menambah jumlah pelanggan. Penetapan harga yang rendah akan meningkatkan jumlah pelanggan dan pelanggan pesaing yang akan beralih ke produk yang ditawarkan.

D. Kualitas produk

Tujuan penetapan harga kualitas produk adalah untuk menciptakan kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan berkualitas tinggi atau lebih unggul dari pesaing. Biasanya harga dipatok setinggi mungkin karena selalu ada anggapan bahwa produk yang berkualitas adalah yang harganya lebih mahal dari harga pesaing.

E. Karena pesaing

Penetapan harga dengan melihat harga pesaing dengan tujuan agar harga yang ditawarkan lebih kompetitif dari harga yang ditawarkan pesaing. Artinya, mungkin melebihi harga pesaing untuk beberapa produk, atau sebaliknya, mungkin lebih rendah.

3. Place (Tempat)

Memilih lokasi yang tepat berarti mendapatkan lokasi yang bisa memberikan dampak positif terbesar bagi organisasi dan menghindari dampak negatif sebanyak mungkin untuk perusahaan . Jika perusahaan telah menentukan lokasi usaha, lokasi usaha akan menentukan biaya yang dikeluarkan dan sulit untuk meminimalkannya.

Keputusan lokasi seringkali bergantung pada jenis bisnis. Untuk keputusan lokasi industri, strategi yang digunakan biasanya adalah strategi minimisasi biaya, sedangkan untuk operasi bisnis barang atau jasa, strategi yang digunakan adalah fokus pada akses ke pasar sasaran.

Secara umum, tujuan dari strategi pemilihan lokasi adalah untuk memaksimalkan manfaat yang diperoleh organisasi dan meminimalkan biaya yang dikeluarkan oleh bisnis organisasi. Memilih lokasi yang salah mempengaruhi maksimalisasi keuntungan organisasi.

Kesalahan suatu organisasi ketika didirikan tanpa mempertimbangkan pemilihan lokasi yang sesuai, maka beberapa waktu setelah operasi bisnis, akan timbul beberapa masalah seperti:

masalah tenaga kerja, biaya produksi dan target pasar. Kesalahan seperti ini dapat membuat organisasi menjadi kurang efektif.Jadi, penyebab utama perbedaan pemilihan lokasi adalah perbedaan kebutuhan masing-masing bisnis.

Posisi yang baik adalah masalah pribadi. Ini sering disebut sebagai pendekatan situasional. Dalam bukunya, Hani Handoko menyebutkan faktor-faktor yang sering perlu diperhatikan saat memilih lokasi usaha, sebagai berikut:

A. Lingkungan masyarakat

Kesediaan masyarakat di suatu daerah untuk menerima segala konsekuensi, baik positif maupun negatif, dari pendirian pabrik di daerah tersebut merupakan syarat penting. Perusahaan harus memperhatikan nilai lingkungan dan ekologi dimana mereka akan menjalankan bisnisnya, karena pabrik sering menghasilkan limbah berupa air, udara atau limbah padat yang sudah terkontaminasi dan sering menimbulkan kebisingan.

Di sisi lain, masyarakat membutuhkan industri atau bisnis karena menyediakan pekerjaan dan uang yang dibawa industri ke masyarakat. Lingkungan komunitas yang menyenangkan bagi karyawan dan manajer untuk tinggal juga membantu mereka bekerja lebih baik. Ketersediaan fasilitas sekolah, kegiatan rekreasi, budaya dan olahraga menjadi faktor penting dalam keputusan ini.

B. Kedekatan dengan pasar

Kedekatan dengan pasar akan memungkinkan perusahaan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan dan seringkali mengurangi biaya distribusi. Penting juga untuk menentukan apakah pasar perusahaan besar atau hanya melayani sebagian kecil masyarakat, apakah produk mudah rusak, berat produk, dan rasio biaya distribusi produk jadi per produk. Perusahaan besar dengan jangkauan pasar yang luas dapat menempatkan pabrik di banyak tempat untuk mengakses pasar.

C. Tenaga kerja

Di mana pun sebuah bisnis berada, ia harus memiliki tenaga kerja, oleh karena itu penting untuk menyediakan tenaga kerja yang memadai. Bagi banyak perusahaan, kebiasaan dan sikap calon tenaga kerja dalam suatu bidang lebih penting daripada keterampilan dan pendidikan, karena jarang sekali perusahaan menemukan tenaga kerja baru yang mau bekerja, berbagai pekerjaan dan memiliki tingkat keahlian yang sangat tinggi.

Sehingga perusahaan harus menyelenggarakan program pelatihan khusus untuk pekerja baru. Orang-orang di satu wilayah mungkin merupakan tenaga kerja yang lebih baik daripada di wilayah lain, sebagaimana dibuktikan dengan tingkat ketidakhadiran dan moral mereka yang berbeda-beda. Selain itu perlu diperhatikan penarikan tenaga kerja, kuantitas dan kesenjangan, gaji, serta persaingan antar perusahaan dalam memperebutkan tenaga kerja yang berkualitas

D. Kedekatan dengan bahan mentah dan supplier

Jika bahan bakunya berat dan penyusutannya cukup besar selama produksi, sebaiknya perusahaan ditempatkan di dekat sumber bahan baku, misalnya pabrik semen, kayu, kertas, dan baja. Namun jika produk jadi lebih berat, lebih besar, dan bernilai rendah, pilih lokasi lain.

Selain itu, jika bahan mentah cepat rusak, seperti perusahaan buah kalengan, lebih baik tetap dekat dengan bahan mentahnya. Menjadi lebih dekat dengan bahan baku dan pemasok memungkinkan perusahaan mendapatkan layanan yang lebih baik dari pemasok dan menghemat biaya sumber bahan.

4. Promotion (Promosi)

Promosi merupakan salah satu variabel terpenting dari bauran pemasaran yang dilakukan untuk membuka pangsa pasar baru atau memperluas jaringan pemasaran. Hurriyati mengatakan promosi adalah kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk atau mengingatkan pasar sasaran tentang perusahaan dan produknya, yang siap menerima, membeli dan loyal terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

Dalam pemasaran modern, produsen tidak hanya bertanggung jawab untuk menciptakan produk yang menarik, tetapi juga harus mampu berkomunikasi dengan konsumennya yang diharapkan menjadi konsumen jangka panjang. Dalam hal ini diperlukan apa yang disebut dengan komunikasi pemasaran.

Dengan komunikasi pemasaran maka produsen tidak akan kehilangan pangsa pasar untuk dapat meningkatkan penjualan barang yang diproduksinya. Seperti elemen bauran pemasaran lainnya, promosi juga mencakup dukungan untuk pemasaran produk atau jasa. Dalam hal ini gabungan dari unsur-unsur promosi yang

5. People (Orang)

SDM adalah komponen kunci dari strategi bauran pemasaran 7p. Faktor sumber daya manusia menentukan berhasil tidaknya suatu perusahaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor ini berperan penting dalam pertumbuhan atau bahkan kemunduran suatu bisnis.

Elemen ini mengacu pada orang, pelanggan, atau karyawan yang terkait langsung dengan produk/layanan perusahaan Anda. Memang, Anda harus meneliti target pasar Anda untuk memahami apakah mereka membutuhkan jenis produk yang Anda tawarkan. Namun, Anda juga perlu mempekerjakan orang yang tepat agar Anda dapat melakukan yang terbaik untuk membangun bisnis masa depan Anda.

Inilah mengapa perusahaan saling bersaing untuk mencari kandidat terbaik, bahkan mereka rela membayar lebih untuk menyewa freelancer yang ahli dalam mencari kandidat untuk perusahaan tersebut. .

Pertanyaan terkait, karyawan dengan kinerja tinggi atau sebaliknya, karyawan yang loyal atau sebaliknya, karyawan yang mampu melayani konsumen dengan baik atau sebaliknya, akan memberikan kontribusi bagi keberhasilan perusahaan bisnis jasa di pasar.

Faktor penting lainnya dalam SDM adalah sikap dan motivasi pegawai di bidang jasa. Sikap dapat diterapkan dalam berbagai cara, seperti penampilan fisik karyawan, nada suara, bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kata-kata. Sedangkan motivasi akan menentukan seberapa besar keinginan atau kesukaan karyawan terhadap pekerjaan yang akan dilakukan.

6. Process (Proses)

Sistem dan proses memainkan peran penting dalam menciptakan dan memberikan layanan berkualitas kepada pelanggan Anda. Pastikan proses yang aman untuk mengurangi biaya yang tidak perlu terkait dengan implementasi di seluruh proses. Anda dapat merekam langkah-langkah selama proses dan menganalisisnya untuk mengidentifikasi bagian mana yang perlu Anda tingkatkan.

Proses disini meliputi bagaimana perusahaan memenuhi kebutuhan setiap pelanggan, mulai dari pelanggan melakukan pemesanan sampai akhirnya mendapatkan apa yang diinginkan.

Beberapa bisnis seringkali memiliki cara unik atau khusus dalam melayani pelanggan. Seperti halnya di restoran, banyak restoran yang menawarkan fasilitas “show kitchen” dimana konsumen dapat menyaksikan setiap hidangan yang disiapkan. Cara penyajian ini merupakan contoh penerapan strategi bauran pemasaran dalam bisnis makanan.

7. Physical Evidence (Tampilan Fisik)

Physical Evidence mengacu pada apa yang pelanggan lihat ketika mengkonsumsi produk/jasa perusahaan Anda. Ini termasuk merek Anda, kemasan Anda, lingkungan tempat Anda menjual produk, dan banyak lagi. Memastikan semua aspek fisik yang berkaitan dengan produk/jasa dalam kondisi prima,

Penampakan lokasi usaha akan menjelaskan bagaimana penataan bangunan usaha tersebut. Perusahaan memiliki penggunaan interior yang unik, sistem pencahayaan yang menarik, desain ruangan yang menarik, dll.

Para pelaku bisnis pasti akan menyadari bahwa tata letak bangunan pada sebuah bisnis pasti akan mempengaruhi mood para pengunjungnya. Desain interior yang terlihat berantakan pasti akan membuat konsumen sedikit tidak nyaman dengan situasi bisnis tersebut.

Bangunan harus mampu menciptakan suasana yang menyenangkan, agar dapat memberikan pengalaman pengunjung dan nilai tambah. Komponen visual sangat penting dalam bauran pemasaran.

Penulis: Ziaggi Fadhil Zahran

Baca juga artikel lainnya:

Konsep dan Contoh Penerapan Strategi Pemasaran 4P

Strategi Diferensiasi: Pengertian, Aspek, dan Jenisnya!

13 Tujuan Promosi dan Cara Ampuh untuk Mewujudkannya

Marketing Mix: Pengertian, Asal-Usul, Konsep, Tujuan, Fungsi, dan Manfaatnya

Personal Selling: Pengertian, Pendekatan, Ciri, Tujuan, Proses, dan Lainnya

About the author

Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya