Agama Islam

Pengertian Nabi dan Rasul – Perbedaan, Tugas dan Sifatnya

Written by Rifda Arum

Pengertian Nabi dan Rasul – Dalam agama Islam, para muslim pasti tidak asing dengan keberadaan Nabi dan Rasul. Yap, secara singkatnya, Nabi dan Rasul adalah manusia pilihan yang diutus oleh Allah SWT untuk membimbing manusia supaya mereka hidup sesuai dengan ketentuan Islam dan Allah SWT.

Mengapa manusia kala itu perlu dibimbing? Sebab hidup mereka benar-benar melewati dan melanggar berbagai ajaran Islam. Kala itu, mereka hidup pada zaman Jahiliyah, yang berarti zaman kebodohan. “Kebodohan” yang dimaksud bukan mengacu pada ilmu pengetahuan, tetapi pada “ketidaktahuan akan petunjuk Ilahi”.

Lalu, sebenarnya apa sih pengertian dari Nabi dan Rasul itu? Apakah keduanya mempunyai perbedaan sebab penyebutannya berbeda? Bagaimana pula dengan fakta-fakta hebat dari keberadaan Nabi dan Rasul ini?

Yuk simak ulasan berikut ini supaya Grameds dapat memahami informasi mengenai Nabi dan Rasul.

https://www.pexels.com/

Pengertian Nabi dan Rasul

Pengertian Nabi

Nabi adalah seseorang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sehingga tanpa ada kewajiban baginya untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada orang lain.

Berdasarkan Ensiklopedi Islam Indonesia, telah menjelaskan bahwa Nabi (jamaknya anbiya’ atau nabiyyun), yang merujuk pada bahasa Arab berarti “orang yang memberitakan atau menyampaikan berita”. Dalam sejarah kamus, dijelaskan pula bahwa an-Nabiy itu berarti “orang yang menyampaikan berita dari Allah Ta’ala tentang keesaan-Nya, menjelaskan masalah-masalah yang gaib, dan memberitahukan bahwa dirinya adalah seorang nabi”. Perlu diketahui bahwa seorang dapat dikatakan sebagai Nabi sebab memiliki derajat yang tinggi di hadapan manusia lainnya.

Nah, dalam Ensiklopedi Islam Indonesia tersebut juga menjelaskan bahwa Nabi adalah seorang utusan Allah SWT yang membawakan ajaran agama yang telah dibawakan oleh para Rasul sebelumnya.

Pengertian Rasul

Sementara itu, Rasul adalah seseorang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga harus disampaikan kepada umatnya. Maka dari itu, terdapat pernyataan bahwa “Nabi itu belum tentu Rasul, sedangkan Rasul sudah pasti adalah seorang Nabi.”

Dalam sejarah agama Islam, rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT adalah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, apabila setelah Nabi Muhammad SAW wafat, lalu ada seseorang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang Rasul, maka umat dapat melakukan penolakan dan menganggap orang tersebut sebagai orang yang merusak agama.

Berdasarkan Ensiklopedi Islam Indonesia mengatakan bahwa Rasul (jamaknya adalah Rusul), itu berarti “utusan” atau “duta”. Apabila dalam Al-Quran, sering menyebutnya sebagai al-mursalun (orang-orang yang dikirim) sebagai seorang utusan Tuhan yang mengajarkan agama atau wahyu yang baru.

Nah, yang tergolong dalam kelompok ini adalah Nabi Adam, Nabi Syits, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Musa, Nabi Luth, Nabi Shaleh, Nabi Hud, Nabi Syu’aib, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad.

Beli Buku di Gramedia

Perbedaan Nabi dan Rasul

Meskipun Nabi dan Rasul itu sama-sama mendapatkan wahyu dari Allah SWT, tetapi ternyata keduanya memiliki perbedaan lho. Apalagi adanya pernyataan bahwa “Seorang Nabi itu belum tentu Rasul, tetapi seorang Rasul pasti seorang Nabi”. Lalu, apa saja ya perbedaan dari Nabi dan Rasul itu?

Yuk simak ulasan berikut ini!

No. Nabi Rasul
1. Berasal dari kata Naba’a yang berarti “berita” atau “informasi” Berasal dari kata Rasala yang berarti “utusan” atau “penyampaian”
2. Manusia pilihan yang diberikan wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kepada umatnya Manusia pilihan Allah SWT yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat manusia agar dijadikan sebagai pedoman hidup.
3. Tidak berkewajiban untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada umatnya Wajib menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada umatnya
4. Melanjutkan syariat yang telah disampaikan oleh Nabi sebelumnya Membawa syariat baru
5. Tidak memiliki sifat tablig Memiliki sifat tablig
6. Tidak mendapatkan kitab suci Mendapatkan kitab suci dari Allah SWT

Imam Ahmad meriwayatkan hadis dari Abi Zar r.a, bahwa Rasulullah SAW ketika itu ditanya mengenai berapa jumlah para nabi. Kemudian, Beliau menjawab, “Jumlah para Nabi itu adalah 124.000 Nabi, sedangkan jumlah Rasul adalah 315”.

Sementara At-Turmuzy meriwayatkan hadis dari Abi Zar r.a juga, yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menjawab demikian,

Jumlah para Nabi itu adalah 124.000 Nabi, sedangkan jumlah Rasul adalah 312. Jumlah Nabi yang mendapatkan gelar Ulul Azmi adalah lima, yaitu Nabi Nuh AS., Nabi Ibrahim AS., Nabi Musa AS., Nabi Isa AS., dan Nabi Muhammad SAW.”

Beli Buku di Gramedia

Gelar Ulul Azmi Kepada Rasul dan Mukjizatnya

Perlu diketahui, gelar Ulul Azmi adalah sebuah gelar kenabian istimewa yang diberikan kepada para Rasul. Gelar tersebut memiliki kedudukan khusus sebab ketabahan luar biasa mereka dalam menyebarkan agama.

Sebelumnya, telah dijelaskan mengenai jumlah Nabi dan Rasul, tetapi yang wajib diimani oleh umat Islam dan dikisahkan dalam Al-Quran ada 25 Rasul. Nah, dari 25 Rasul Allah tersebut, terdapat 5 Rasul Allah saja yang mendapatkan gelar Ulul Azmi ini, yakni:

No Nama Rasul Mukjizat yang Dimiliki
1. Nuh AS Membuat sebuah perahu yang besar sehingga dapat menampung umatnya yang beriman, serta hewan secara berpasang-pasangan dari bencana banjir dahsyat yang terjadi kala itu.
2. Ibrahim AS
  • Membangun Ka’bah bersama anaknya, Nabi Ismail
  • Tubuhnya tidak hangus ketika dibakar oleh Raja Namrud.
3. Musa AS
  • Tongkatnya dapat berubah menjadi seekor ular
  • Tongkatnya dapat membelah lautan, sehingga Beliau dan umatnya selamat dari kejaran Fir’aun
  • Kedua telapak tangannya mengeluarkan sinar yang sangat terang, sehingga dapat menyilaukan pandangan mata
4. Isa AS
  • Dapat menghidupkan orang yang sudah mati, tetapi dalam durasi waktu yang sebentar
  • Dapat membuat burung dari tanah liat dan menjadi hidup
  • Dapat menyembuhkan penyakit kusta (penyakit kulit)
5. Muhammad SAW
  • Dari celah-celah jari Beliau, dapat keluar air untuk diminum dan berwudhu oleh kaum muslimin
  • Dapat membelah bulan menjadi dua
  • Adanya peristiwa Isra’ Mi’raj
  • Penurunan Al-Quran ke dunia

Beli Buku di Gramedia

Tugas dan Sifat Nabi-Rasul Allah

Tugas Nabi dan Rasul Allah

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa Nabi dan Rasul itu mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk disampaikan kepada umatnya. Wahyu itu hampir sama dengan tugas mulia dari Allah, yakni sebagai berikut:

  • Mengajarkan ketauhidan

Tauhid ini berarti membimbing kaumnya untuk meyakini dan mengesakan Allah SWT. Cara mentauhidkan Allah SWT ada tiga aspek, yakni tauhid zat, sifat dan af’al (perbuatan).

Tauhid zat adalah meyakini bahwa zat Allah SWT itu tidak tersusun atas berbagai bagian, baik itu internal maupun eksternal; dan tidak ada yang dapat menyamai serta menyerupai zat-Nya.

Lalu pada tauhid sifat adalah meyakini bahwa Allah SWT itu memiliki sifat-sifat yang sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran dan Hadis. Sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah SWT itu tidak sama dan tidak serupa dengan sifat makhluk-Nya, selain itu sifat Allah SWT itu juga tidak baru (muhdas). Kemudian, pada tauhid af’al (perbuatan) adalah meyakini bahwa Allah SWT itu merupakan zat yang menciptakan alam semesta beserta seluruh perbuatan hamba-Nya. 

  • Mengajarkan kepada manusia bagaimana cara beribadah 
  • Menjelaskan hukum-hukum Allah SWT, baik berupa perintah maupun larangan-Nya
  • Menyampaikan kepada umatnya terkait berita-berita gaib, sesuai dengan ketentuan Allah SWT
  • Memberikan kabar gembira kepada umatnya yang taat dan patuh kepada perintah Allah, serta memberikan kabar derita bagi umatnya yang melanggar perintah Allah SWT
  • Memberikan contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari supaya menjadi panutan kaumnya dalam perbuatan
  • Menunjukkan jalan yang lurus kepada kaumnya
  • Membersihkan dan menyucikan jiwa manusia, serta mengajarkan kepada mereka terkait kitab beserta hikmah

Sifat Nabi dan Rasul Allah

Nabi dan Rasul itu merupakan seseorang yang dipilih secara khusus oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya. Maka dari itu, Nabi dan Rasul ini bukan manusia biasa dan derajatnya di atas manusia pada umumnya, sehingga tentu saja mereka mempunyai sifat-sifat khusus yang melekat pada dirinya.

Sifat-sifat tersebut sebagai bentuk kebenaran dari seorang Nabi dan Rasul Allah. Sifat-sifat tersebut ada yang berupa sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz. Apa saja ya yang merupakan bagian dari sifat-sifat tersebut? Yuk simak ulasan berikut ini!

Sifat Wajib Nabi dan Rasul Allah

Sifat wajib adalah sifat yang pasti ada serta dimiliki oleh para Nabi dan Rasul Allah. Maka dari itu, seseorang tidak bisa disebut sebagai Rasul Allah apabila tidak memiliki sifat-sifat berikut ini.

1. As-Siddiq

As-Siddiq artinya Rasul selalu benar dan jujur terutama dalam perkataan. Para Rasul ini akan selalu menyampaikan kebenaran secara jujur, meskipun tantangannya akan sangat berat. Hal tersebut diungkapkan dalam firman Allah, terutama pada surah al-Hasyr/59:7.

Artinya:

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah, dan apa yang dilarang bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (Q.S al-Hasyr/ 59:7)

2. Al-Amanah

Al-Amanah artinya Rasul selalu dapat dipercaya. Para Rasul ini menerima perintah Allah SWT dengan penuh tanggung jawab, tanpa mengurangi atau menambah apapun yang telah diwahyukan kepada mereka. Hal tersebut diungkapkan dalam firman Allah, terutama pada surah asy-Syu’ara’/26:143.

Artinya:

“Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.” (Q.S asy-Syu’ara’/ 26:143)

3. At-Tablig

At-Tablig artinya Rasul selalu menyampaikan wahyu Allah SWT. Maka dari itu, para Rasul Allah tidak akan menyembunyikan satu pun ayat dan akan selalu disampaikan kepada umatnya. Meskipun dalam menyampaikan kebenaran tersebut, para Rasul ini akan mendapatkan perlawanan dari umatnya, tetapi tidak akan membuat gentar dalam menyampaikan wahyu Allah SWT. Hal tersebut diungkapkan pada Surah al-Ahzab/ 33:39.

Artinya:

“(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.” (Q.S. al-Ahzab/ 33:39)

4. Al-Fatanah

Al-Fatanah artinya Rasul memiliki kecerdasan yang tinggi. Para Rasul ini dibekali kemampuan hebat untuk menghadapi umatnya, terutama yang menentang. Hal tersebut diungkapkan dalam Al-Quran pada surah Al-An’am/ 6:83.

Artinya:

“Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al-An’am/ 6:83)

Beli Buku di Gramedia

Sifat Mustahil Nabi dan Rasul Allah

Sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Nabi dan Rasul, sebab mereka adalah orang-orang pilihan yang terjaga, terpelihara, bahkan terhindar dari dosa (ma’sum). Sifat mustahil ini dapat disebut sebagai kebalikan dari sifat wajib, yakni:

1. Kizib

Kizib artinya bohong atau berdusta. Rasul Allah tidak mungkin berbohong, sebab apapun yang disampaikan oleh Rasul merupakan suatu kebenaran, baik itu perkataan maupun perbuatan.

2. Khianat

Khianat artinya perbuatan yang bertentangan dengan janji. Para Rasul Allah ini tidak berkhianat terhadap apapun yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepada mereka. Semua hal yang diamanatkan kepadanya, pasti akan dilaksanakan meskipun harus menghadapi tantangan seberat apapun.

3. Al-Kitman

Al-Kitman artinya menyembunyikan. Para Rasul Allah tidak mungkin menyembunyikan kebeneran yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Setiap firman yang diterima dari Allah SWT, pasti akan disampaikan kepada umatnya.

4. Al-Baladah

Al-Baladah artinya bodoh. Seorang Rasul Allah tidak mungkin bodoh. Meskipun Rasulullah SAW itu tidak bisa membaca dan menulis (ummi), tetapi Beliau sangatlah pandai.

Sifat Jaiz Nabi dan Rasul Allah

Sifat jaiz bagi Rasul itu adalah sifat kemanusiaan, yang artinya Rasul juga memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia pada umumnya, seperti rasa lapar, haus, sakit, mengantuk, sedih, senang, berkeluarga, dan lain-lain. Bahkan, seorang Rasul Allah juga akan tetap meninggal dunia sebagaimana manusia biasa.

Meskipun demikian, Rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat pada selain Rasul, yakni:

1. Ishmatturasul

Yakni sifat terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama serta penyampaian wahyu Allah SWT. Maka dari itu, seorang Rasul akan selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apapun.

2. Iltizamurrasul

Yakni orang-orang yang selalu berkomitmen dengan apa yang telah diajarkan. Para Rasul ini akan selalu bekerja dan berdakwah sesuai dengan perintah Allah SWT. Meskipun dalam menjalankan perintah tersebut, nantinya akan mendapatkan berbagai tantangan, tetapi Rasul tidak pernah mundur dalam menjalankan perintah tersebut.

Beli Buku di Gramedia

Fakta Hebat dari Nabi dan Rasul Allah

Setiap Nabi Adalah Seorang Penggembala Kambing

Sejumlah sumber sejarah telah menyebutkan bahwa setiap Nabi yang diutus itu pasti pernah menggembala kambing. Sebut saja ada Nabi Adam, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, hingga Nabi Muhammad.

Sebuah hadis pernah meriwayatkan akan hal tersebut. “Setiap nabi yang diutus Allah itu menggembala kambing”, dan kata Nabi “Musa diutus, dia menggembala kambing. Daud diutus, dia menggembala kambing. Aku diutus, juga menggembala kambing keluargaku di Ajyad”

Nabi dan Para Rasul Selalu Bertaubat

Bertaubat artinya kembali dari jalan kesesatan menuju jalan yang benar. Allah SWT sangat mencintai orang yang bertaubat, sebab ketika telah berbuat salah maupun tidak, manusia memang harus mengungkapkan taubatnya.

Bahkan para Nabi juga selalu bertaubat, sebut saja Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Daud, dan Nabi Muhammad. Padahal, mereka ini adalah manusia mulia yang ada di muka bumi.

“Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadanya lebih dari 70 kali dalam sehari” (HR. Bukhari)

“Sesungguhnya, aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari 100 kali” (HR. Ibnu Majah)

Kota Yang Banyak Didatangi Oleh Para Nabi dan Rasul

Terdapat satu kota yang banyak didatangi oleh para Nabi dan Rasul. Hal tersebut telah diungkapkan melalui firman Allah dalam Al-Quran, yakni pada surah Yasin.

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika para rasul datang kepada mereka.” (QS. Yasin: 13). Ayat tersebut secara tidak langsung menjelaskan bahwa para Nabi dan Rasul banyak mendatangi suatu negeri atau kota yang terletak di Jazirah Arabia. Akhirnya, para tokoh tafsir sepakat bahwa kota tersebut adalah kota An-Thoki-Yah, yang terletak di atas sungai al-’Ashi di Suriah.

Nabi Muhammad SAW Juga Pernah Menangis

Sebagaimana dengan manusia biasa, Nabi Muhammad SAW pun juga bisa menangis. Beliau menangis karena QS. an-Nisa. Hal itu terungkap dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Masud, yang menceritakan bahwa dirinya pernah diminta oleh Nabi untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Quran.

Awalnya, dirinya menolak. Namun, kemudian Nabi Muhammad memintanya lagi dan dirinya mengikuti permintaan tersebut. Dirinya pun membacakan surat an-Nisa hingga ayat ke-41, kemudian Nabi Muhammad SAW berkata “Sudah, cukup!”. Mata Nabi pun memerah dan meneteskan air mata.

Beli Buku di Gramedia

Nah, itulah pengertian sekaligus perbedaan dari Nabi dan Rasul Allah. Sebagaimana umat muslim yang taat, kita diharuskan untuk mengimani kisah dan keteladanan yang telah dilakukan Nabi serta Rasul Allah.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

a

Sumber:

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI. (2017). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

https://cendikia.kemenag.go.id/

Tim Majalah Hidayah. (2014). Tahukah Anta? Mengungkap Tabir Informasi yang Tersembunyi. Cibubur: PT. Variapop Group.

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien