Ekonomi

7 Permasalahan yang Muncul dalam Keberagaman Ekonomi

Written by Rifda Arum

Permasalahan yang Muncul dalam Keberagaman Ekonomi – Grameds pasti sudah tahu jika negara kita ini, Indonesia, mempunyai banyak keberagaman. Baik keberagaman sosial, budaya, bahkan hingga ekonomi. Hal tersebut karena selaras dengan keberagaman penduduknya.

Dari keberagaman yang tidak sama tersebut, tentu saja akan memunculkan berbagai permasalahan, misalnya konflik antar suku. Tanpa disadari, konflik antarsuku tersebut kadang kala dipicu oleh adanya permasalahan ekonomi.

Lalu, apa saja ya permasalahan yang muncul dalam adanya keberagaman ekonomi di negara Indonesia kita ini? Yuk simak ulasan berikut ini supaya Grameds dapat memahaminya!

https://www.pexels.com/

7 Permasalahan Dalam Keberagaman Ekonomi Indonesia

Keberagaman kondisi ekonomi yang ada di masyarakat berkaitan dengan keberagaman tingkatan pekerjaan, profesi, jabatan, posisi, hingga latar belakang pendidikan yang dapat mempengaruhi dalam hal penghasilan. Singkatnya, setiap individu itu mempunyai pekerjaan dan penghasilan masing-masing, sehingga tidak semuanya sama dalam hal finansial. Nah, dari keberagaman tersebut tentu saja akan menyebabkan berbagai permasalahan, termasuk kesenjangan sosial.

Menurut Indrastuti (2009), keragaman ekonomi adalah suatu perihal yang berjenis-jenis di dalam suatu kegiatan ekonomi atau mata pencaharian. Sementara itu, menurut Haris Iskandar (2017), kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh individu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berikut adalah beberapa permasalahan yang didapatkan dari adanya keberagaman ekonomi di masyarakat Indonesia.

1. Terbatasnya Lapangan Pekerjaan Bagi Masyarakat

Terbatasnya lapangan pekerjaan ini semakin dirasakan apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Banyaknya perusahaan atau lapangan pekerjaan yang bangkrut secara tidak langsung menyebabkan para pekerjanya juga mau tidak mau harus mencari pekerjaan baru.

Namun, dalam mencari pekerjaan baru tersebut tidak mudah sebab keadaan ekonomi satu sama lain juga sedang sulit. Ditambah lagi, seiring dengan berkembangnya zaman maka pekerjaan juga menjadi beraneka ragam dan harus mempunyai skill tertentu. Tidak semua orang mempunyai skill tertentu tersebut.

Hal tersebut secara tidak langsung berpengaruh pada keberagaman ekonomi, sehingga bisa saja akan muncul pula konflik antar masyarakatnya.

2. Kesenjangan Sosial

Nah, ini adalah permasalahan yang jelas akan muncul dalam keberagaman ekonomi. Adanya strata sosial dalam hal ekonomi, yakni kelas ekonomi atas, menengah ke atas, hingga kelas ekonomi ke bawah.

Contoh nyata dapat kamu lihat di sekitarmu, ada seseorang yang berada di kelas ekonomi atas sehingga akan mudah dalam memenuhi kebutuhan, baik primer hingga tersier. Ada pula seseorang yang berada di kelas ekonomi ke bawah, untuk memenuhi kebutuhan primer berupa mengisi perut saja mereka berpikir dua kali, apalagi untuk memenuhi kebutuhan sekunder hingga tersier.

Adanya kesenjangan atau perbedaan yang mencolok tersebut adalah contoh permasalahan yang ditemui dari keberagaman ekonomi di masyarakat Indonesia ini.

3. Terjadinya Persaingan Tidak Sehat

Masalah berikutnya adalah akan adanya persaingan atau kompetisi yang terjadi pada anggota masyarakat. Mulai dari hal industri, UMKM, hingga proses melamar kerja.

Dalam hal UMKM misalnya, ada dua orang yang sama-sama mendirikan UMKM berupa makanan bakso aci. Namun, dua orang ini mempunyai keadaan ekonomi yang berbeda, sehingga satu orang dapat membeli bahan baku dengan kualitas rata-rata tetapi berhasil membayar sebuah agen untuk mencetak merek dagang. Sementara satu orang lainnya hanya dapat membeli bahan baku dengan kualitas baik, tetapi menjualnya melalui warung.

Melalui perbedaan modal bahan baku tersebut, tentu saja akan memberikan hasil yang berbeda. Konsumen cenderung akan memilih produk makanan yang terdapat sebuah merek dagang, meskipun kualitasnya belum tentu baik.

Beli Buku di Gramedia

4. Kecemburuan Sosial

Dari perbedaan atau keberagaman keadaan ekonomi tersebut tidak hanya menyebabkan kesenjangan sosial, tetapi juga kecemburuan sosial. Kecemburuan tersebut biasanya “diajukan” kepada masyarakat kelas ekonomi ke atas dan mempunyai harta kekayaan dengan jumlah banyak.

Bahkan, kecemburuan sosial ini dapat berefek pada tindakan kriminalitas, misalnya pencurian, perampokan, hingga pembunuhan untuk mengincar harta benda.

5. Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana suatu masyarakat tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik itu kebutuhan primer hingga sekunder. Di Indonesia, kemiskinan masuk dalam permasalahan ekonomi yang masih terus-menerus dihadapi oleh pemerintah.

Sebelumnya, telah dilakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kemiskinan, mulai dari Program Bantuan Desa hingga adanya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Namun, meskipun upaya-upaya telah dilakukan, tetapi kemiskinan di Indonesia ini tidak menurun begitu saja. Permasalahan kemiskinan justru berpengaruh pada berbagai hal, mulai dari pendidikan, akses kesehatan, hingga pemerataan Sumber Daya Alam (SDA).

6. Munculnya Pengangguran

Permasalahan pengangguran ini hampir sama dengan poin sebelumnya, yakni terbatasnya lapangan pekerjaan. Dapat disebut bahwa dengan terbatasnya lapangan pekerjaan yang ada, maka akan berefek pada meningkatnya pengangguran.

Masalah pengangguran ini sebenarnya bukan dialami oleh negara Indonesia saja, tetapi juga di berbagai negara. Pengangguran disebabkan jumlah angkatan kerja tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang ada. Akibatnya, para angkatan kerja tersebut tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja, dan menimbulkan pengangguran.

7. Inflasi

Inflasi adalah suatu proses naiknya harga yang terjadi secara terus-menerus. Kenaikan harga tersebut berkaitan dengan mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat. Ada beberapa penyebab inflasi, yakni inflasi tarikan permintaan dan inflasi desakan biaya.

Namun ternyata, permasalahan inflasi ini berpengaruh satu sama lain lho dengan permasalahan pengangguran!

Berdasarkan Kurva Philips, digambarkan bahwa adanya hubungan negatif antara laju inflasi dengan pengangguran. Apabila laju inflasi menjadi tinggi, maka tingkat pengangguran menjadi rendah.

Sebenarnya, hubungan antara inflasi dengan pengangguran tersebut sangat ditentukan oleh jumlah penawaran dan permintaan terhadap barang/jasa yang ada di pasar. Misalnya, jumlah permintaan barang/jasa meningkat, maka hal tersebut akan berpengaruh pula pada tingkat permintaan tenaga kerja.

Beli Buku di Gramedia

Cara Mengatasi Masalah Keberagaman Ekonomi di Indonesia

Sebagai negara yang “bertanggung jawab” kepada penduduknya, maka suatu negara tersebut wajib memikirkan upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan keberagaman ekonomi. Nah, berikut adalah beberapa cara atau upaya dalam mengatasi permasalahan akibat dari keberagaman ekonomi yang ada di masyarakat.

Cara Mengatasi Ketidakstabilan Ekonomi

Ketidakstabilan ini berkaitan dengan permasalahan terbatasnya lapangan kerja, kesenjangan sosial, persaingan tidak sehat dalam mendirikan usaha, hingga kecemburuan sosial. Perlu diketahui bahwa kondisi ketidakstabilan ekonomi iki kerap terjadi di berbagai negara, tidak hanya Indonesia saja. Namun, yang berbeda adalah upaya untuk mengatasinya.

1. Pemberdayaan Ekonomi

Upaya pemberdayaan ekonomi ini dimaksudkan untuk supaya kondisi ekonomi menjadi lebih stabil, terutama dalam ruang lingkup kecil. Lalu, apa saja yang termasuk dalam ruang lingkup kecil ini? Misalnya adalah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang fokus pada usaha pengembangan kegiatan simpan pinjam, serta pengembangan Usaha Kecil Mikro (UKM).

2. Pembukaan Lapangan Kerja Besar-Besaran

Upaya ini berkaitan dengan menurunkan tingkat pengangguran yang ada. Dari yang tadinya tidak mempunyai atau mendapatkan pekerjaan, maka mereka dapat bekerja dan berproduktivitas untuk memenuhi kebutuhan. Selain itu, upaya pembukaan lapangan kerja secara besar-besaran juga dapat berdampak pada pendapatan per kapita di suatu negara. Semakin tingginya angkatan kerja, maka akan semakin tinggi pula peningkatan pendapatan per kapita dalam setiap tahunnya.

3. Kebijakan Penetapan UMR (Upah Minimum Regional)

Upaya ini harus dilaksanakan oleh pemerintah supaya lebih bijak dalam menetapkan UMR (Upah Minimum Regional) dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarat di wilayah tersebut. Hal tersebut karena biaya hidup antar wilayah memiliki perbedaan, sehingga ketetapan UMR juga harus seimbang dengan biaya hidup tersebut.

4. Membuka Pelatihan On The Job Training

Upaya ini hampir sama dengan poin sebelumnya, yakni membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya. Bedanya, dalam upaya pelatihan ini difokuskan untuk masyarakat yang kurang terampil akan suatu skill.

Akan lebih baik apabila pelatihan ini dipatok dengan harga yang murah atau bahkan gratis, sebab sebagian besar masyarakat yang menganggur itu cenderung kondisi finansialnya tidak mapan. Dari kegiatan pelatihan ini, nantinya peserta akan mendapatkan sertifikat yang memperlihatkan bahwa mereka telah terampil akan suatu skill dan dapat digunakan untuk mendaftar pekerjaan.

5. Fokus Dalam Pembangunan Infrastruktur

Upaya ini harus dilakukan oleh pemerintah supaya dapat mengorientasikan pembangunan, terutama pada infrastruktur, baik dalam sektor industri maupun pangan. Lagipula, pembangunan infrastruktur ini juga secara tidak langsung akan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya.

Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur, baik dalam sektor industri maupun pangan juga dapat menghasilkan perdagangan internasional, sehingga ada kemungkinan bahwa negara ini tidak hanya berperan sebagai pengimpor saja, tetapi juga sebagai pengekspor.

Beli Buku di Gramedia

Cara Mengatasi Pengangguran

Keberadaan pengangguran menjadi pokok masalah utama dari kondisi keberagaman ekonomi yang terjadi di Indonesia ini. Sebenarnya, pemerintah telah sejak lama berupaya dalam mengurangi tingkat pengangguran, hanya saja terkadang tidak berjalan beriringan dengan kondisi lapangan kerja.

Nah, berikut adalah beberapa cara dalam mengatasi atau mengurangi pengangguran.

  1. Memperluas kesempatan kerja bagi pengangguran, yakni dengan membuka lapangan kerja baru di berbagai bidang, misalnya bidang pertanian, perdagangan, industri, hingga jasa.
  2. Meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini tentu saja dapat berguna terutama untuk para lulusan baru supaya sudah siap menjadi tenaga kerja yang lebih terampil.
  3. Meningkatkan kualitas negara kerja, yakni dengan memberikan pendidikan keterampilan, baik melalui pendidikan formal maupun non-formal.
  4. Memberikan kesempatan kerja di luar negeri. Upaya ini telah dilakukan oleh pemerintah dan berbagai lembaga penyaluran kerja, yakni Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW).
  5. Mendorong tumbuh-kembangnya usaha atau industri rumah tangga.
  6. Memberikan sosialisasi mengenai peranan KB (Keluarga Berencana), untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

Upaya Mengatasi Inflasi

Perlu diketahui bahwa inflasi ini tidak dapat dihapuskan sama sekali, sehingga pemerintah hanya berusaha untuk menekan inflasi serendah-rendahnya.

  1. Bank Sentral umumnya akan mengandalkan jumlah yang yang terlah beredar sekaligus mengendalikan harga dengan tingkat suku bunga sebagai instrumennya.
  2. Memperkuat Politik Diskonto, adalah politik Bank Sentral yakni dengan cara mempengaruhi peredaran uang sekaligus menaikkan serta menurunkan tingkat bunga.
  3. Kebijakan Pasar Terbuka (Open Market Policy), yakni dengan membeli atau menjual surat-surat berharga.
  4. Menentukan Cash Ratio, yakni angka perbandingan minimum antara uang tunai yang dimiliki oleh bank umum dengan jumlah uang giral (cek dan giro) yang telah dikeluarkan oleh bank bersangkutan.

Beli Buku di Gramedia

Nah, itulah ulasan mengenai permasalahan apa saja yang didapatkan dari adanya keberagaman ekonomi ini. Puncak dari permasalahan ekonomi adalah meningkatnya pengangguran. Meskipun begitu, telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan tingkat pengangguran, tetapi hingga saat ini masih terus ada.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Baca Juga!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien