in

Review Buku “This Is Me ! Whatever You Say” Karya Muhajjah Saratini

Mencintai diri sendiri tidak berarti bahwa kamu mengembangkan kepribadian yang egois dan memanjakan diri sendiri. Sebaliknya, kamu memiliki rahmat tidak hanya untuk menerima semua manfaat tanpa terbebani, tetapi juga untuk menerima semua kekurangan tanpa kamu menyembunyikannya. Sederhananya, mencintai harus dengan sepenuh hati tanpa adanya syarat.

Mencintai diri sendiri berarti memenuhi semua kebutuhan kamu dan tidak mengorbankan kesejahteraan kamu untuk menyenangkan orang lain. Hal ini juga bisa berarti mengutamakan diri sendiri, percaya pada diri sendiri atau tidak membohongi diri sendiri, bersikap baik kepada diri sendiri, dan memaafkan diri sendiri jika menyakiti diri sendiri.

Dengan mencintai diri sendiri sepenuh hati maka kamu bisa mendapatkan banyak manfaat, baik untuk kamu dan orang-orang di sekitar yang ada di sekitar. Kamu juga akan bebas dari stres sosial karena kamu tidak membandingkan dirimu dengan kehidupan orang lain. Selain itu, kamu akan punya banyak waktu untuk mengurus diri sendiri sehingga kamu bisa sehat secara fisik dan mental.

Mari kita lakukan yang terbaik untuk memberikan cinta dengan jiwa secara konsisten. Hal ini untuk lebih meningkatkan dan meningkatkan keutuhan dan kesucian jiwa. Atur diri Anda, bimbing diri Anda, dan jagalah diri Anda sampai iman Islam tertanam kuat di jiwa Anda. Hingga jiwa benar-benar dibersihkan oleh Tuhan. Cintai diri sendiri dengan memelihara dan memperbaharui iman kita berulang-ulang.

Kita harus selalu menghargai diri kita dari segala kebaikan yang telah diraih, sekecil apa pun itu. Manusia bukanlah makhluk yang sempurna, melainkan juga memiliki kesalahan dalam hidupnya. Namun dari kesalahan yang dibuatnya itu mereka tetap mengenali, mengakui, menerima, dan berdiri serta berusaha untuk memperbaiki setiap kali mereka melakukan kesalahan.

Tidak ada alasan untuk menyakiti atau mengecewakan. Sesungguhnya selama dia bersyukur ketika dia mendapat manfaat dan bersabar ketika dia menghadapi ujian, semuanya baik-baik saja.

Mencintai diri sendiri tidak sama dengan mengagumi diri sendiri. Mencintai diri sendiri memiliki beberapa tingkatan. Salah satunya adalah ketika perbuatan buruk dianggap baik dalam hak mereka sendiri. Dia menganggap mereka perbuatan baik dan mencintai dirinya sendiri, membayangkan dirinya melakukan perbuatan mulia.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencintai diri sendiri dalam menuju kesempurnaan dan kemurnian diri. Yang pertama adalah pernyataan positif untuk diri sendiri untuk membantu membangun harga diri.

Kedua, berhenti memberi diri kamu dengan “label” negatif. Jangan biarkan nilai atau persepsi negatif mendominasi hidup kamu, entah itu tentang diri kamu atau apa yang telah kamu lakukan atau tidak lakukan.

Lalu yang ketiga, beri diri waktu pada dirimu untuk beristirahat untuk menyenangkan diri sendiri. Berjalan-jalan di taman, membaca buku bagus, atau menikmati makanan favorit kita. Ini akan membantu kamu dalam meningkatkan hubungan kamu dengan diri sendiri dan menciptakan perasaan yang lebih baik untuk awal hari yang baru.

Mencintai diri sendiri seperti isi dari buku “This Is Me ! Whatever You Say” yang mengajak para pembaca untuk selalu mencintai diri sendiri dan yakin mengenai hal yang telah kita lakukan tanpa menghiraukan pendapat orang lain tentang diri kita.

Detail Buku “This Is Me ! Whatever You Say”

Buku “This Is Me ! Whatever You Say” ini ditulis oleh Muhajjah Sartini dengan jumlah halaman sebanyak 233 lembar. Buku ini terbit pada 8 Maret 2019 yang diterbitkan oleh C-Klik Media. Meski buku ini memiliki judul dalam bahasa Inggris, namun isi buku ini tetap menggunakan bahasa Indonesia yang memudahkan pembaca untuk memahami makna dari buku ini. Ukuran buku ini memiliki panjang 20 cm, lebar 14 cm, serta memiliki berat 0,25 kg. ISBN untuk buku ini adalah 9786025992230.

Sampul Buku “This Is Me ! Whatever You Say”

beli sekarang

Buku “This Is Me ! Whatever You Say” ini memiliki sampul dengan warna dasar biru muda dengan judul yang terpampang jelas di bagian atas buku. Pada sampul buku ini juga terdapat sebuah kutipan “Beranilah, nanti-nanti keburu mati”, yang mengartikan bahwa setiap orang harus menanamkan kepercayaan pada dirinya sendiri disertai dengan mencintai diri sendiri agar tidak takut mendapat penilaian buruk dari orang lain.

Desain dari buku ini juga menggambarkan hal yang sama dengan kutipan tersebut, di mana terdapat seorang wanita yang sedang bercermin. Hal tersebut menandakan bahwa wanita tersebut melihat dirinya sendiri bahwa ia cinta dengan dirinya sendiri. Dapat juga diartikan bahwa ia selalu introspeksi dirinya jika memiliki kesalahan yang telah ia lakukan.

Sinopsis Buku “This Is Me ! Whatever You Say”

Setiap orang bebas mengambil jalan yang disukai dan diyakini. Setiap orang berhak untuk mencintai diri sendiri sebelum mengurusi banyak kepentingan, menyiapkan apa pun yang diperlukan untuk kenyamanannya, juga mendukung agar ekspresi, kreativitas, dan kemampuannya dikembangkan semaksimal mungkin agar tidak menjadi zombie-zombie tanpa tujuan.

Buku ini mengajak meninggalkan mereka yang menjadi makhluk-makhluk yang kehilangan arah dan tujuan dalam kehidupannya, yang menjadikan rutinitasnya sebagai pembunuh dari sisi jiwa yang merdeka. Selain itu, disertai juga berbagai kuis kepribadian dan lembaran kosong untuk tulisan, demi membebaskan dan mengekspresikan perasaan. Karena jiwa yang merdeka akan menghasilkan keinginan yang lebih kuat lagi.

beli sekarang

Review Buku “This Is Me ! Whatever You Say”

Buku ini mendorong pembaca untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu daripada mengkhawatirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Dukung diri kamu sepenuhnya agar kamu bisa dengan bebas menggerakkan kreativitas dan memaksimalkan kemampuan yang ada pada diri.

Menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Siapkan sesuatu yang mendukung kenyamanan diri sendiri. Kamu dapat menangani sendiri masalah apa pun sehingga kamu tidak akan menjadi zombie zombie yang tidak memiliki tujuan.

Sebagai aktor di bidang sastra khususnya sastra Indonesia, Muhajjah Saratini tidak merasa asing dengan dunia penulisan dan penyuntingan esai. Mantap Sebelum Akad (2018), Decluttering Rumah (2018), dan This Is Me! Whatever You Say (2019) merupakan contoh eksistensinya dalam dunia kepenulisan negeri ini.

Rasa bosan selalu hadir dalam hidup ini dan membuat segala aktivitas yang kita lakukan menjadi sia-sia dan monoton. Saat kita bosan, aktivitas yang kita lakukan hanya didasarkan pada obsesi, bukan pada seberapa antusias dan semangat ketika kita melakukannya. Ketika kita sedang bosan, kita akan sering mendengar bahwa kita ingin kembali ke masa kecil karena merasa sulit untuk hidup hari ini.

Tapi tentunya kita telah mengalami banyak hal untuk mencapai titik ini. Apakah kamu ingat ketika pertama kali kita belajar naik sepeda? Kamu pasti pernah jatuh, kan? Meski terjatuh dan terluka, kamu harus melakukan yang terbaik hingga tiba saatnya untuk sembuh. Kekuatan mental seperti itu tumbuh ketika kita memiliki dorongan untuk membuatnya lebih baik lagi.

Motivasi adalah kekuatan atau daya seseorang untuk bergerak menuju suatu tujuan tertentu, yang memotivasi kita dan lingkungan sekitar kita. Motivasi intrinsik lebih informatif dan memberikan konsistensi dalam belajar. Sedangkan motivasi eksternal datang dari luar dan tidak dapat dikendalikan oleh individu karena datangnya juga dari luar (Sue Howard, Understandingahli.id).

Banyak dari kita lupa untuk berbicara dengan diri sendiri. Mungkin itu hanya menanyakan apakah itu baik atau buruk bagi kita. Percakapan dengan seseorang dapat berdampak negatif bagi kita. Misalnya, jika seseorang mengkritik kita, kita pasti memikirkan apa yang dia katakan. Tidak jarang kita melakukan saran dari orang lain, padahal hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita.

Orang lain itu juga tidak ingin tahu bagaimana perasaan kita. Jadi aneh rasanya jika lebih memikirkan perasaan mereka tanpa memikirkan perasaan dan kebahagiaan kita sendiri. Ketika kita berbicara kepada diri sendiri, kita menjadi lebih sadar akan diri kita sendiri, potensi kita, dan apa yang nyaman bagi kita.

Terkadang kita merasa kesepian dalam hidup kita. Tetapi terkadang kita lupa bahwa manusia bukan hanya makhluk sosial, tetapi juga makhluk pribadi. Kemandirian harus kita ajarkan sejak dini. Kita tidak hanya membutuhkan orang lain untuk bersosialisasi, tetapi kita perlu membedakan diri kita dari orang lain. Hanya kita yang bisa membangun batasan ini sendiri.

Orang lain selalu datang dan pergi, yang berdampak positif maupun negatif bagi kita. Kamu tidak memiliki kendali atas komentar orang lain. Kita hanya bisa membentuk diri kita untuk lebih kuat dalam menghadapi komentar orang lain..

beli sekarang

Kelebihan Buku “This Is Me ! Whatever You Say”

Buku ini sepertinya mudah dipahami karena bahasa yang digunakan penulis adalah bahasa yang ringan dan banyak mengandung kalimat motivasi. Buku ini sangat membantu para remaja untuk lebih percaya pada potensi mereka tanpa khawatir akan komentar orang lain yang merugikan mereka. Masalah dan cerita yang penulis angkat membuat kita semakin bersyukur dan mencintai segala sesuatu yang ada dalam diri kita.

Kekurangan Buku “This Is Me ! Whatever You Say”

Buku ini berhasil mengemas masalah dan juga solusinya. Terdapat studi kasus dan kalimat motivasi yang dapat memotivasi para pembaca. Penulis membahas banyak masalah yang terjadi dan sering terjadi. Dalam buku ini, penulis mendorong pembaca untuk lebih percaya diri dengan kemampuan mereka tanpa khawatir tentang komentar negatif dari orang lain tentang kita. Namun, sayang sekali jika buku ini berisi banyak gambar yang tidak berwarna, pembaca mungkin bosan membaca buku ini dalam waktu yang lama.

 

Kesimpulan

Saat ini, banyak remaja tidak percaya pada kemampuan mereka hanya karena orang lain membuat komentar negatif tentang tindakan dan keputusan mereka. Banyak remaja yang belum memahami potensi dirinya. Buku ini merupakan solusi atas permasalahan yang dihadapi remaja selama ini.

Pertama, kamu akan menghargai identitas yang kamu miliki, potensi kamu, motivasi kamu, semua pencapaian kamu, dan menjadi lebih tertarik pada diri sendiri daripada orang lain. Buku ini juga akan menjadi solusi bagi para orang tua agar dapat memotivasi anak-anaknya untuk melakukan hal-hal yang baik bagi diri mereka sendiri.

Jadi, jika kalian merasa bahwa kalian belum bisa untuk mencintai diri sendiri, belum mengenali diri sendiri secara mendalam, dan juga masih menghiraukan perkataan negatif dari orang lain maka buku ini sangat cocok untuk kalian.

Buku ini dapat mengatasi permasalahan pribadi yang sedang kalian alami. Diharapkan dengan membaca buku “This Is Me ! Whatever You Say” akan membuat kalian menjadi pribadi yang dapat melakukan berbagai hal tanpa memikirkan komentar negatif dari orang lain.

Grameds, demikianlah review buku “This Is Me ! Whatever You Say” yang diberikan oleh Gramedia. Kamu dapat membeli dan membacanya jika tertarik. Namun, jika kalian ingin mempelajari ilmu-ilmu lainnya, kalian juga bisa membeli dan membaca buku lain yang ada di Gramedia. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas menyediakan buku-buku berkualitas dan juga bermanfaat untuk kamu. Yuk Grameds, beli bukunya sekarang juga!

beli sekarang

Written by Ricky Atthariq