in

Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down

Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ditulis oleh Haemin Sunim, seorang biksu Buddha populer asal Korea Selatan yang mengajar meditasi zen.

Berbekal pengetahuan akan agama dan spiritual dari profesinya sebagai biksu selama lebih dari 20 tahun, Haemin Sunim menulis buku The Things You Can See Only When You Slow Down sebagai buku pertamanya, yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2012.

Buku The Things You Can See Only When You Slow Down merupakan buku panduan untuk mencapai mindfulness, dan diklasifikasikan sebagai buku bantuan diri dan buku untuk pengembangan diri.

Buku ini tengah mencapai popularitas dengan penjualan mencapai lebih dari tiga juta eksemplar di Korea, dan menjadi buku best-seller selama 41 minggu, serta meraih berbagai penghargaan sebagai buku terbaik sepanjang tahun.

Popularitas buku The Things You Can See Only When You Slow Down bukan hanya di kalangan masyarakat Korea Selatan saja, melainkan di kalangan masyarakat seluruh dunia. Maka itu, buku ini diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa seperti bahasa Cina, bahasa Jepang, bahasa Inggris, bahasa Thailand, dan bahasa Perancis.

Melalui buku ini, Haemin Sunim ingin mengajak kita untuk sadar bahwa dunia berjalan sesuai dengan kesadaran diri kita. Jika kita dapat melambatkan diri, maka dunia pun akan melambat menyesuaikan kita.

Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ini, ditulis dengan latar belakang pengalaman pribadi Haemin Sunim sendiri yang relevan dengan pengalaman masyarakat pada umumnya.

Contohnya pada salah satu cerita, di mana Haemin Sunim sangat antusias ketika mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai seorang tenaga pengajar di salah satu universitas, dia sangat menggebu-gebu dan bersemangat.

Haemin pada saat itu memberikan banyak tugas tambahan kepada professor lainnya, mengadakan pertemuan oleh muridnya di luar jam belajar, memberikan tugas untuk membuat jurnal, hingga menugaskan untuk melakukan meditasi.

Ekspektasi Haemin adalah murid-murid dan professor lainnya dapat semangat untuk belajar, selayaknya dirinya semangat untuk mengajar. Namun, hal tersebut malah menjadi bumerang baginya. Reaksi para murid dan professor adalah kebalikan dari ekspektasinya, yakni menjadi tidak bersemangat.

Cerita Haemin tersebut sederhana dan terkesan relevan dengan pengalaman yang dialami banyak orang. Ketika apa yang kita pikir baik, dan dengan dorongan ego kita melakukannya, tetapi membuahkan hasil yang tidak diinginkan.

Oleh karena ego, kita terkadang lupa untuk memikirkan aspek-aspek lain. Tidak memikirkan aspek kapasitas orang lain untuk menerima dan menghadapi apa yang kita lakukan.

Buku The Things You Can See Only When You Slow Down dibagi menjadi delapan sub-bab, yakni “Rest”, “Mindfulness”, “Passion”, “Relationships”, “Love”, “Life”, “The Future”, dan “Spirituality”. Kedelapan bab tersebut memuat refleksi atas segala bidang dalam hidup yang sedang kita jalani. Mulai dari pekerjaan, hubungan dengan diri sendiri dan orang lain, masa depan,dan lainnya.

Tidak seperti buku untuk self-help dan development lainnya, Haemin Sunim tidak memberikan tips dan instruksi secara tersurat, tetapi melalui gagasan dan rangkaian kalimat yang dapat kita renungkan dan temukan sendiri jawabannya.

Buku ini ditulis dengan tujuan untuk mengingatkan pembaca, untuk dapat beristirahat, dan buku ini dianjurkan untuk dibaca secara lambat. Terutama ketika sedang merasa sedih, bingung, dan takut.

Gaya bahasa yang ditampilkan dalam buku ini adalah gaya bahasa sederhana yang mudah dimengerti, ditambah dengan ilustrasi yang mendukung. Oleh karena itu, buku ini cocok untuk dibaca oleh kalangan remaja hingga dewasa.

Solusi yang ditawarkan buku ini juga bukan kalimat motivasi yang mengagumkan, tetapi merupakan nalar wajar yang menjadi pengingat diri untuk sadar dan menguasai diri. Dengan kesederhanaan tersebut, Haemin Sunim menulis buku ini untuk menjadi penolong mereka yang tengah merasa terpuruk.

Maka itu, tidak heran buku ini menjadi populer, karena setiap babnya menggambarkan situasi yang relevan dengan kehidupan yang sedang dijalani pembaca. Dan bukan hanya itu saja, buku ini juga memuat solusi bagi pembaca untuk mengatasi pikiran yang kalut, akibat tuntutan dunia yang sibuk.

tombol beli buku

Profil Haemin Sunim – Penulis The Things You Can See Only When You Slow Down 

Monk Haemin quits public activities after not-so-Buddhist behavior

Sumber: Koreajoongangdaily.com

Haemin Sunim lahir di Korea Selatan pada tanggal 12 Desember 1973. Selain sebagai seorang penulis, Haemin Sunim merupakan seorang biksu Buddha yang mengajar meditasi Zen.

Haemin Sunim berkelana hingga ke United States of America untuk menempuh pendidikan di berbagai universitas ternama, yakni UC Berkeley, Harvard, and Princeton. Setelah itu, Haemin mengikuti pelatihan monastik di Korea Selatan untuk dapat mengajar agama Buddha di Hampshire College di Amherst, Massachusetts.

Haemin Sunim merupakan salah satu biksu yang paling populer dan penulis yang paling berpengaruh di Korea Selatan, dengan tampil di berbagai acara televisi dan juga aktif memberikan nasihat dan pengajaran tentang meditasi di media sosial.

Biksu yang dijuluki The Healing Mentor dan Twitter Monk ini memiliki jumlah pengikut di Twitter dan Facebook mencapai lebih dari satu setengah juta pengikut.

Haemin telah menjadi guru Buddha selama lebih dari 20 tahun. Dari pengalamannya bekerja di biara Buddha, Haemin mendapati banyak orang yang menderita karena kesulitan dalam hidup. Namun, kebanyakan guru Buddha hanya memberikan solusi untuk berdoa saja kepada Buddha dan bermeditasi.

Haemin merasa tidak nyaman dan tidak puas dengan solusi tersebut. Maka itu, pada tahun 2018, Haemin mendirikan School for Broken Hearts di dekat pusat Kota Seoul, Korea Selatan.

School for Broken Hearts merupakan sekolah non-profit yang dibangun dengan tujuan sesuai namanya, yakni untuk membantu masyarakat menemukan jalan untuk sembuh dari sakit hati, depresi, berjuang melawan penyakit, atau menghadapi masalah psikologi lainnya.

Haemin memiliki misi untuk menyebarkan ajaran Buddha melalui segala saluran. Tidak cukup dengan mendirikan sekolah saja, pada bulan Agustus 2019, Haemin meluncurkan aplikasi mobile bernama Kokkiri.

Aplikasi ini berfungsi untuk membantu meditasi, dengan berbagai fitur seperti musik yang menenangkan, suara dari alam, dan panduan untuk meditasi. Layaknya karya Haemin yang lain, aplikasi Kokkiri populer dan memiliki 330.000 pelanggan.

Meskipun segala karya yang dibuat Haemin dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas, pada tahun 2020, Haemin Sunim menyatakan untuk menarik diri dari kehidupan sebagai public figure dan fokus untuk menjalankan kewajibannya sebagai biksu di institusi edukasi Buddha.

Melalui salah satu cuitan di akun Twitternya, Haemin menyatakan bahwa dirinya merasa bersalah karena gagal untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang biksu.

Setelah mundur dari dunia publik dan tidak aktif di media sosial, nama Haemin Sunim kembali populer akhir-akhir ini, karena salah satu karyanya, yakni buku hasil tulisan pertamanya yang berjudul “The Things You Can See Only When You Slow Down”.

tombol beli buku

Sinopsis Buku The Things You Can See Only When You Slow Down

Dunia terasa sangat sibuk dan berjalan sangat cepat. Namun, itu bukan berarti kita juga harus berlari mengejar dunia. Untuk dapat berjalan beriringan dengan dunia, anda harus mencapai kedamaian diri, dengan berlatih menguasai ketenangan, dan juga memiliki belas kasihan pada diri sendiri.

Dunia adalah refleksi dari pikiran kita, baik itu pikiran positif maupun pikiran negatif. Jika kita dapat memperlambat diri kita, niscaya dunia juga dapat menyesuaikan untuk berjalan melambat bersama dengan kita.

“Kita mengetahui dunia hanya dari jendela pikiran kita. Saat pikiran kita berantakan, maka dunia juga akan berantakan. Dan ketika pikiran kita damai, dunia juga akan damai. Mengetahui pikiran kita sama dengan mencoba untuk mengubah dunia.”

Setiap aspek yang ada dalam berbagai bidang kehidupan dapat berkembang jika kita telah mencapai mindfulness. Seperti dalam pekerjaan, hubungan, percintaan, spiritualitas, dan mimpi akan masa depan.

Untuk mencapai mindfulness, diperlukan kesadaran akan diri kita sendiri. Kesadaran akan situasi yang sedang berjalan, apa yang sedang dipikirkan, masalah yang dihadapi, dan emosi yang dirasakan.

The Things You Can See Only When You Slow Down terbagi ke dalam delapan sub-bab, yakni “Rest”, “Mindfulness”, “Passion”, “Relationships”, “Love”, “Life”, “The Future”, dan “Spirituality”. Tiap sub-bab dibuka dengan esai yang memuat sejumlah pertanyaan, yang membuat pembaca kemudian merenungkan dan menemukan jawaban dari dirinya.

Tiap-tiap sub-bab menuliskan penjabaran dengan rinci permasalahan yang relevan terjadi di kehidupan yang modern ini, dan diakhiri dengan kalimat pendek yang berisi kata-kata nasihat dan kebijaksanaan.

Dalam hidup, kita belajar melalui kesalahan. Anda tidak dapat merasakan pengalaman baik tanpa terlebih dahulu merasakan pengalaman buruk.

Hadir dalam momen saat ini, rasakan emosi yang berlalu-lalang timbul di saat ini. Saksikan munculnya sebuah pikiran dan kemudian saksikan hilangnya pikiran tersebut.

Mengamati pikiran dan perasaan dalam diri sebagai objek di luar diri, supaya kamu dapat memiliki kendali penuh untuk mengubahnya sesuai dengan kehendakmu.

Untuk menyingkirkan perasaan negatif, penting untuk memisahkan energi dasar emosi tersebut dengan label bahasa yang menyertainya, contohnya seperti rasa marah, dan tunggu dengan tenang hingga energi tersebut berubah menjadi energi yang lain.

Mencoba untuk memaksa seseorang untuk dapat melihat berdasarkan sudut pandang diri kita adalah hasil kerja dari ego.

Ketika kepercayaan seseorang hancur, anda harus berhenti dan beristirahat. Berkumpul dengan orang-orang tersayang dan jaga diri anda sendiri.

Pengampunan adalah hal yang harus dilaksanakan dengan memikirkan bahwa itu dilakukan demi kebaikan diri sendiri, bukan untuk orang lain.

Kita dapat membagikan antusiasme kita secara harmonis dan efektif, ketika kita dapat mengendalikan gairah yang berlebih. Sebab, hal yang penting adalah bukan untuk menjadi benar, melainkan untuk senang bersama-sama.

Kata-kata penyemangat yang dikatakan dengan tulus atas dasar kemurahan hati dan harapan, dapat mengubah masa depan seseorang.

tombol beli buku

Kelebihan Buku The Things You Can See Only When You Slow Down

Buku ini cocok untuk dibaca ketika sedang merasa sedih, bingung, takut, dan tertekan oleh karena kehidupan dan situasi yang sedang dialami. Dengan gaya bahasa yang sederhana, buku ini dapat membawa rasa hangat dan ketenangan bagi para pembacanya.

Isu yang diangkat dalam buku ini adalah isu-isu umum yang relevan terjadi dalam dunia modern. Pembaca akan merasa relate dengan bahasan yang ada dalam buku ini dan mendapatkan jawaban atas masalah mereka.

Buku ini dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan dalam hidup dengan menemukan kembali diri kita sendiri. Bukan karena kata-kata yang mengagumkan, tapi dengan kata-kata sederhana yang merupakan kebenaran yang kuat, yang kita sendiri sebetulnya sudah tahu. Hanya saja teralihkan oleh karena kesibukan dunia.

Ditambah dengan adanya ilustrasi yang menenangkan di dalamnya, buku ini mudah untuk dibaca sehingga pembaca bisa mendapatkan ketenangan pikiran dan memperlambat diri dengan membaca buku ini.

Haemin Sunim menulis buku ini untuk menjadi pengingat bagi kita untuk istirahat. Maka itu, buku ini baik dibaca secara lambat. Sebab, sebagian besar isi dari buku ini adalah nalar wajar dan saran baik yang perlu diresapi.

Buku ini terbagi menjadi delapan sub-bab yang dapat membantu pembaca untuk menemukan bagian yang relevan dengan keadaan yang sedang dialami. Jadi, pembaca tidak harus bersusah membaca keseluruhan buku untuk dapat menemukan bagian bacaan yang diinginkan.

Kekurangan Buku The Things You Can See Only When You Slow Down

Buku ini dibuat dengan tujuan sebagai pengingat yang sebagian besar berisi nalar wajar. Maka itu, buku ini dapat dianggap tidak mengesankan karena berisi hal-hal yang umum dalam akal seorang manusia.

Terdapat banyak kutipan dalam buku ini yang mungkin dapat dianggap cheesy dan seperti menggurui bagi sebagian orang, karena kutipan tersebut memuat saran yang belum tentu dapat diterima oleh semua orang.

Isi dari buku The Things You Can See Only When You Slow Down memuat banyak sisi yang didasarkan oleh spiritualitas dan ajaran agama. Oleh karena itu, buku ini tidak dapat dinikmati oleh semua orang, karena adanya perbedaan keyakinan dan kepercayaan.

Pesan Moral Buku The Things You Can See Only When You Slow Down

Pesan moral dan makna yang terkandung dalam buku The Things You Can See Only When You Slow Down akan berbeda-beda bagi setiap pembacanya, karena buku ini ditulis secara relevan dengan masalah yang ada di dunia modern ini, tetapi pengalaman yang dirasakan tiap orang yang membacanya berbeda-beda.

Buku ini juga tidak menawarkan solusi secara jelas dan rinci, melainkan melalui bentuk esai yang mengarahkan pada renungan pribadi. Maka itu, penafsiran tiap pembaca akan berbeda-beda.

Saat dunia berjalan begitu cepat, kita tidak harus berjalan juga dengan begitu cepat. Fokus pada diri sendiri, pada saat ini. Lambatkan diri dan buat dunia melambat menyesuaikanmu.

Mindfulness atau kesadaran secara penuh adalah kunci utama untuk mendapatkan kedamaian di dunia yang sibuk ini. Ketika kamu dapat memahami dan mengendalikan pikiranmu, maka kamu dapat mengubah dan mengendalikan dunia.

Hadir dalam momen saat ini, rasakan emosi muncul pada saat ini. Amati pikiran dan perasaan layaknya objek di luar diri yang dapat kamu kendalikan.

Beristirahatlah, meski untuk sejenak saja. Menjaga kesehatan fisik dan spiritual dirimu sendiri adalah hal yang fundamental untuk dapat bertahan menghadapi kehidupan.

Sebab, pusat dari kehidupanmu adalah dirimu sendiri, dan satu-satunya orang yang dapat mengendalikan dan mengubah hidupmu hanya dirimu sendiri.

Bagi kalian yang sering merasa terpuruk, sedih, bingung, dan membutuhkan buku panduan untuk merenung, buku The Things You Can See Only When You Slow Down bisa jadi solusinya. Buku The Things You Can See Only When You Slow Down karya Haemin Sumin ini bisa kalian dapatkan di www.gramedia.com.

tombol beli buku

Written by Gabriel