in

Review Buku Secrets of Divine Love Journal: Into The Heart of Islam

Judul Buku: Secrets of Divine Love: A Spiritual Journey Into The Heart of Islam
Penulis: A. Helwa
Penerbit : Elex Media Komputindo (Gramedia Group)
Tebal : 348 Halaman
Cetakan Kelima : Agustus 2021
ISBN : 978-623-00-2207-4

Buku yang berjudul Secret Divine Love: A Spiritual Journey Into The Heart of Islam adalah sebuah buku motivasi Islami yang rilis pada tahun 2020 lalu. Di dalam buku ini, sang penulis yakni A. Helwa berupaya untuk mengajak pembaca menyadari bahwa cinta Allah itu begitu luas pada hambaNya. Helwa yang merupakan seorang Islamis berasal dari Southern California mengatakan bahwa Agama Islam adalah agama yang penuh dengan cinta dan juga kasih. Buku yang ditulis menggunakan Bahasa Inggris ini terdiri atas 385 halaman dan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.

Sinopsis Buku Secrets of Divine Love: A Spiritual Journey Into The Heart of Islam

Menurut beberapa kutipan dari Goodreads, rahasia cinta Allah mengacu pada rahasia spiritual Al-Quran, cerita para nabi dan guru terbesar di dunia serta puisi mistik kuno. Penulis disini berusaha untuk merangkai puluhan kisah mistik yang sangat menginspirasi , hadist, ayat-ayat Al-Quran, puisi Rumi, dan juga Hafiz, psikologi, serta sains. Helwa membagi beberapa materi Islam dengan cara yang mudah dipahami dan tentunya sangat menginspirasi para muslim milenial.

Semua itu ada di dalam buku Secret Divine Love: A Spiritual Journey Into The Heart of Islam yang kemudian akan membantu dalam menyalakan kembali iman, memperdalam hubungan manusia dengan Tuhannya, dan mengatasi segala keraguan.

Di sini, Helwa menggunakan pembuktian ilmiah, meditasi terbimbing, dan juga latihan praktis dalam buku ini. Sehingga kita bisa mengembangkqnnua untuk membedakan dan mengatasi berbagai macam kritik batin yang negatif yang ada di dalam diri kita. Ibaratnya adalah cahaya penuntun. Dimana buku ini akan mengembalikan pembacanya pada sumber kedamaian dan juga penyerahan Ilahi.

Dalam menyusun buku ini, Helwa menggunakan pendekatan rasional.

Walaupun menggunakan pendekatan rasional, Ia alam tetap bisa menyusun buku ini dengan berdasar kepada hati dan terhadap Al-Quran yang tak hanya bisa mencerahkan pikiran, namun juga bisa mengilhami jiwa menuju kedekatan yang lebih dalam dengan Allah SWT.

Melalui prinsip dan juga praktik Islam, kita akan belajar mengenai bagaimana membuka potensi spiritual dan kemudian mengungkap tujuan ilahiah. Jati diri dan juga sifat Allah yang sangat indah menjadi salah satu bahasan penting yang ada di dalam buku ini. Penulisnya sama sekali tidak berbicara mengenai azab, siksa kubur, ataupun laknat.

Begitupun sebaliknya, buku yang Ia susun memang benar ingin mengajak para pembacanya untuk melihat Allah SWT sebagai Tuhan semesta alam yang Maha Kasih. Allah SWT yang menciptakan manusia, memeliharanya dengan sangat lembut, kemudian menempatkannya di tempat yang sangat tinggi.

Buku yang satu ini sangat cocok untuk seseorang yang hatinya begitu rindu dengan Allah SWT. Bahkan cerita yang ada di dalam buku ini akan sangat membantu kita yang sedang merasa putus asa dan selalu merasa bahwa diri sendiri tidak sempurna untuk mencintai Allah yang Maha Sempurna.

Tak hanya itu saja, buku yang satu ini juga akan membantu seseorang yang sedang berada di tepi iman. Sehingga bisa membawanya kembali pada imam yang kuat. Praktik dan rukun Islam akan membuat para pembaca belajar tentang bagaimana membuka potensi spiritual dan mengungkap tujuan Ilahi.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Menyelam Ke Dalam Agama Islam dan Merasakan Keindahan Cinta Kasih Allah

Allah SWT itu Maha Cinta. Dimana cinta Allah SWT merupakan cinta tanpa batas yang hakikat dan besarnya tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang makhluk dan siapapun itu. Melalui buku Secrets Of Divine Islam: A Spiritual Journey Into The Heart Of Islam, Helwa selaku penulisnya mengajak para pembacanya untuk menyelam jauh ke dalam Agama Islam sampai bisa merasakan betapa agama ini merupakan sebuah manifestasi cinta dan kasih dari Sang Maha Cinta.

Buku yang satu ini mengingatkan lagi mengenai pesan klasik bahwa Agama Islam diturunkan sebagai suatu rahmat pada semesta alam atau rahmatan lil alamin. Dengan begitu, semua aspek keislaman dalam hubungannya dengan ketuhanan, interaksi antar makhluk, dan kehambaan, seharusnya berdasarkan rasa cinta, bukan sebuah egoisme, rivalitas, ataupun kekerasan.

Melalui buku ini, penulis ingin mengenalkan kepada para pembacanya mengenai jati diri dan juga sifat Allah SWT yang sangat indah. Di dalam buku ini, Helwa tidak pernah sedikitpun menyinggung mengenai siksa kubur, neraka, ataupun hal-hal mengerikan lain. Buku ini semata hanya ditujukan untuk mengajak para pembaca untuk melihat Allah sebagai Tuhan yang Maha Kasih tanpa adanya catatan.

Karena Maha Pengasihnya, Allah SWT bahkan memberikan garansi maaf untuk siapa saja yang berdosa tanpa melihat seberapa besar dosa yang sudah diperbuat. Dengan pesona yang begitu indahnya, Agama Islam didakwahkan tanpa adanya paksaan dan juga tidak ada kekerasan, kecuali hanya aksi yang bersifat defensif.

Nabi Muhammad SAW sendiri telah menjelaskan, jika kasih sayang Allah SWT itu seumpama dimaterialisasi, maka akan berjumlah seratus bagian. Yang 99 ada pada Allah SWT dan yang satu bagian lagi ditujukan untuk makhluknya. Dengan satu bagian tersebut saja, semua makhluk bisa mencurahkan rasa cinta satu sama lain dan menunjang kelangsungan hidup.

Bumi kita yang membentang biru dan hangat ini terletak diantara planet-planet yang gelap, beracun, dan panas. Hal itu menunjukkan bahwa manusia sudah dipilihkan tempat yang paling indah bahkan diyakini sebagai khalifah di tempat tersebut.

Allah SWT telah menciptakan alam semesta ini dengan sangat sempurna. Siklus galaksi dan juga tata surya yang sudah dihitung dengan akurat. Pergantian siang dan malam, rantai makanan, dan semua mekanisme fisika yang sudah diatur dengan hukum Allah. Sehingga siapa saja yang menghuni alam ini bisa hidup dengan nyaman.

Masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa rezeki yang diperoleh dari bekerja adalah sebuah pemberian. Allah itu Ar-Razzaq sebagaimana firmannya di dalam Al-Quran Surat Saba ayat 39, yang artinya: “Katakanlah, sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)’. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki,”.

“… Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz),” (QS Hud: 6).

Adapun bukti lain mengenai banyaknya cinta dan kasih Allah yaitu melalui luasnya ampunan yang Allah berikan. Sebanyak apapun dosa yang manusia miliki, Allah pasti akan mengampuninya, asalkan saja manusia tersebut benar-benar bertaubat. Allah SWT sudah berjanji di dalam Al-Quran, yang berbunyi: “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS Hud: 3).

Kemudian, Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertobat (HR Muslim).

Di dalam buku ini, penulis seakan mengajak para pembacanya untuk masuk ke dalam hakikat penciptaan manusia yang sebenarnya merupakan sebuah pancaran ruh Tuhan itu sendiri.

“He blew His spirit into your mould of Lay… fashioned with the breath of God’s spirit” (halaman 46).

Menurut penulisnya, manusia dibentuk dengan nafas roh Tuhan. Pernyataan tersebut mengacu pada penggalan ayat “Wanafahtu fihi min ruhi..” (Dan aku meniupkan ruhku ke dalam jasad (Adam).

Kemudian Allah SWT menyuruh malaikat dan juga jin untuk bersujud. Pada dasarnya bukan pada wujud Adam, namun kepada roh Tuhan yang berada di dalamnya. Disini, kita seakan dipaksa untuk menyadari, jika seandainya Allah tidak meniupkan ruhNya ke dalam diri Adam, maka manusia tidak akan pernah menjadi apa-apa selain bumi yang mati dan tidak berpenghuni.

Dengan adanya fakta tersebut, tidak ada alasan manusia tidak menyandang rasa cinta dan menjadikannya sebagai sebuah energi utama di dalam hubungan 360 derajat kepada siapa saja.“… You are the product of a divine love… the love of God purposely overflowed to create you and everything in existence,” tulisnya.

Sepertinya Helwa cukup berhati-hati di bagian ini dan berusaha untuk menghindari kontroversi wahdatul wujud. Maka Ia pun menegaskan: “This verse does it mean that Allah blew a part of His spirit into Adam and that this spirit yearns to rejoin the main spirit from whence it came”.

Penulis buku yang satu ini sudah berhasil menginspirasi ratusan ribu pembacanya melalui pendekatannya yang penuh dengan gairah, puitis, dan cinta kepada spiritualitas di dalam blog nya yang berjudul @quranquotesdaily. Di Negara Amerika Serikat, Helwa telah banyak membantu orang lain untuk mengatasi masalah kehidupannya dengan menggunakan pendekatan cinta Allah.

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun menulis dan juga berbicara mengenai Islam dan perkembangan spiritual, Helwa sukses membantu para pembacanya untuk bisa mengakses cinta Ilahi yang energinya merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, buku ini juga mengungkap berbagai macam rahasia yang ditemukan di dalam samudra keislaman, seperti alif lam mim, kekuatan taubat, syahadat, shalat, puasa, sampaihaji, dan juga mengenai misteri surga dan neraka.

Written by Lely Azizah