in , ,

Cara Mengetahui Love Language dan Penerapannya

Cara Mengetahui Love Language – Saat ini, pembahasan mengenai love language tengah ramai diperbincangkan oleh kalangan anak muda, terutama para pasangan muda-mudi ini. Yap, mereka dan pasangan berusaha mencocokkan love language satu sama lain supaya hubungan antara keduanya tetap berjalan harmonis, meskipun suatu saat akan datang masalah.

Banyak muda-mudi yang percaya bahwa melalui perlakuan love language yang tepat, maka hubungan mereka akan berjalan langgeng. Pernyataan tersebut adalah benar adanya. Perlu diketahui, pembahasan love language itu tidak melulu tentang kamu dan pasanganmu, tetapi juga dengan anak hingga keluargamu.

Namun sayangnya, tidak semua orang memahami dan mengetahui apa love language yang dimilikinya, sebab setiap orang memiliki hal tersebut yang berbeda-beda. Bahkan anak kembar sekalipun, juga mempunyai love language yang berbeda dengan kembarannya.

Nah, Grameds tidak perlu khawatir akan hal itu, sebab berikut akan ada uraian mengenai bagaimana cara mengetahui love language yang dimiliki oleh kita sendiri sekaligus pasangan.

Yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/

Cara Mengetahui Love Language

Sebenarnya, cara mengetahui love language kamu atau pasanganmu, itu tidak bisa diperkirakan begitu saja. Kebanyakan orang mengetahui love language mereka dengan melakukan tes di situs tertentu, yakni 5lovelanguages.com

Berikut adalah caranya:

  • Buka situs https://5lovelanguages.com/ melalui ponsel, laptop, atau PC milikmu.
  • Klik opsi tiga garis yang ada di ujung kanan, pilih opsi “Quizzes”.
  • Pilih “Love Language Quiz” dan tekan “Start Now”.
  • Klik tombol “Start the Quiz” untuk memulai tes.
  • Kemudian, jawablah form pertanyaan berdasarkan keadaanmu sebenarnya.
  • Penjelasan mengenai apa love language milikmu akan ditampilkan pada hasil akhir.

Namun, apabila kamu kesulitan untuk mengisi form pertanyaan tersebut yang mana penyampaiannya menggunakan Bahasa Inggris secara keseluruhan, kamu juga bisa lho mengetahui apa love language-mu dengan situs berbahasa Indonesia, yakni Satupersen. https://satupersen.net/quiz/tes-love-language

Dalam situs Satupersen ini, nantinya akan terdapat sekitar 21 pertanyaan dengan masing-masing memiliki 2 pilihan jawaban.

tombol beli buku

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mengetahui Love Language?

Setelah kamu dan pasanganmu menjalani tes daring di beberapa situs tersebut dan mengetahui apa love language dari masing-masing, ada beberapa cara yang harus kamu lakukan, yakni:

  • Mengenal Pasangan Lebih Dalam

Jika kamu sudah mengetahui apa love language-mu dan pasangan, inilah saatnya untuk mengenalnya lebih dalam dengan memperhatikan hal-hal apa saja yang sekiranya dapat membuat bahagia. Apabila kamu kebingungan, kamu tentu saja dapat merundingkannya dengan pasangan mengenai hal-hal apa saja yang kalian sukai.

  • Sering-Sering Memberikan Hadiah

Hal ini tentu saja dapat dilakukan terutama bagi kamu yang memiliki pasangan dengan love language berupa receiving gifts (menerima hadiah). Meskipun sebenarnya, hampir semua individu akan merasa senang ketika diberikan hadiah oleh pasangannya, tetapi hadiah ini juga dapat menjadi wujud rasa bersyukur darimu karena memiliki dirinya.

  • Bandingkan Setiap Love Language 

Meskipun love language-mu dan pasangan telah diketahui, tetapi tidak ada salahnya apabila kamu membandingkan setiap love language kepada pasanganmu. Dari lima love language tersebut, dapat kamu lakukan semua dan coba tanyakan kepadanya, bahasa cinta mana yang paling dia sukai.

Bagaimana Jika Love Language Berbeda dengan Pasangan?

Apabila terdapat pertanyaan “bagaimana jika love language milikku dan pasangan itu berbeda?” Nah, jawabannya adalah tentu saja tidak apa-apa.

Yap, ketika menjalin hubungan dengan lawan jenis itu, tidak diharuskan kok memiliki love language yang sama. Suatu hubungan juga dapat langgeng meskipun masing-masingnya memiliki love language berbeda, sebab kecocokan hubungan tidak hanya dilihat semata-mata dari love language saja.

Toh sebenarnya, love language itu ada supaya kamu lebih mengetahui dan memahami kebutuhan hubungan apa yang sekiranya dapat membuat kedua belah pihak merasa sama-sama dicintai oleh satu sama lain. Lagipula, love language juga dapat didiskusikan atau dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pasangan.

Misalnya, setelah melakukan tes daring di situs yang sebelumnya dituliskan, kamu mendapatkan hasil mengenai love language yang berupa word of affirmation , sementara pasanganmu adalah quality time. Nah, dari perbedaan ini, kamu dapat memahami bagaimana cara memperlakukan pasanganmu supaya dirinya bahagia, begitu juga sebaliknya. Dari hal ini juga, kamu dapat belajar untuk menghargai serta meluangkan waktu untukmu dan pasangan. Sementara pasanganmu dapat memberimu kata-kata penegasan yang memperlihatkan bahwa kamu adalah pantas untuk dicintai dan menghargaimu.

tombol beli buku

Apa Saja Love Language Itu?

Istilah mengenai love language ini sebenarnya telah dipopulerkan pada tahun 1992 oleh Gary Chapman melalui bukunya yang berjudul The 5 Love Languages. Dalam buku tersebut, Chapman mengungkapkan bahwa terdapat lima cara yang berbeda-beda dari setiap individu dalam menerima sekaligus mengungkapkan cinta terhadap individu lain. Perlu diketahui juga bahwa penerapan love language ini tidak hanya untuk sebuah hubungan dengan individu lain, tetapi juga dapat diterapkan kepada diri sendiri. Hal tersebut karena diri kita juga berhak untuk merasakan cinta. Tidak hanya itu saja, love language juga dapat lho diterapkan dalam hubungan orang tua dengan anak.

Nah, berikut adalah lima love language tersebut!

1. Words of Affirmation (Kata-Kata Penegasan)

Love language yang pertama adalah kata-kata penegasan atau Words of Affirmation. Mereka yang memiliki love language ini cenderung suka dan senang ketika pasangannya berkata “Aku mencintaimu”. Tidak hanya kata-kata itu saja, bahkan sekadar kata-kata “terima kasih” saja bagi mereka adalah kebahagian tersendiri.

Kata-kata lain yang dapat membuat pemilik love language ini merasa dicintai adalah “Kamu keren sudah berhasil melewati semua ini”.

Yap, mereka yang memiliki love language ini menyukai ketika ada penegasan yang disampaikan oleh pasangan, sehingga merasa bahwa dirinya adalah sosok yang berhak dicintai. Secara tidak langsung, kata-kata sederhana yang keluar dari mulut orang lain mengenai hal-hal baik, akan membuatnya senang karena dirinya seolah dihargai.

2. Quality Time (Waktu Berkualitas)

Love language kedua adalah waktu berkualitas atau Quality Time. Mereka yang memiliki love language jenis ini sangat senang ketika sang pasangan meluangkan waktunya untuk menemani dirinya, meskipun itu sekadar memasak bersama, bermain game bersama, atau bahkan berjalan-jalan berdua.

Maksud meluangkan waktu adalah tidak adanya gangguan dari hal-hal lain, mulai dari gangguan dari pekerjaan masing-masing hingga gadget. Melalui Quality Time ini, kamu dapat menghabiskan waktu bersama dengan pasangan saja, sekaligus belajar mengenai arti kebersamaan, memperhatikan satu sama lain, hingga berbagi sesuatu yang memiliki makna bersama. Bahkan, kamu juga dapat mempererat komunikasi melalui Quality Time ini.

[algolia_carousel page=2]

tombol beli buku

3. Receiving Gift (Menerima Hadiah)

Love language yang ketiga adalah Receiving Gift. Mereka yang memiliki love language ini, cenderung akan merasa dicintai dan diperhatikan ketika menerima hadiah dari pasangan. Secara tidak langsung, mereka yang memiliki love language ini memerlukan tindakan nyata dari pasangan, tidak hanya sekadar kata-kata saja.

Nah, apabila pasanganmu memiliki love language berupa Receiving Gift ini, kamu harus memberikannya hadiah yang tepat untuk menunjukkan bahwa kamu tengah berupa mengungkapkan perasaan cinta kepadanya. Supaya hadiah yang diterima tidak mengecewakan, kamu harus mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai apa yang disukai oleh pasanganmu.

Tidak hanya itu saja, kamu juga dapat mempersiapkan rencana khusus ketika hendak memberikan hadiah tersebut kepada pasangan, seolah-olah tengah memberinya kejutan tak terduga. Namun, hadiah yang diberikan itu tidak harus mewah kok, kamu dapat memberinya hal-hal sederhana misalnya minuman favoritnya.

4. Acts of Service (Tindakan yang Nyata)

Love language yang keempat adalah tindakan yang dilakukan secara nyata atau Acts of Service. Mereka yang memiliki love language ini merasa bahwa tindakan sekecil apapun yang ditujukan kepadanya adalah bentuk rasa cinta. Yap, pemilik love language ini akan merasa senang apabila ada bantuan yang datang untuk meringankan tugasnya.

Tidak harus tindakan besar, bahkan sekadar tindakan kecil berupa merawat ketika sakit, membantu memasak, mengantarkan makanan, memasangkan lampu, dan lain-lain, itu juga termasuk dalam tindakan yang nyata.

Apabila kamu memiliki pasangan yang memiliki love language ini, kamu dapat juga lho menanyakannya mengenai apa yang dapat dibantu. Nah, bagi kamu pemilik love language ini, seharusnya memberi tahu pasangan mengenai hal apa yang dapat dibantu, jangan egois untuk membiarkannya peka. Ingat bahwa hubungan itu dapat berhasil apabila komunikasi antar keduanya berjalan lancar.

5. Physical Touch (Sentuhan Fisik)

Love language yang kelima adalah sentuhan fisik atau Physical Touch. Mereka yang memiliki love language ini cenderung senang apabila terjadi sentuhan fisik dengan pasangan. Namun, perlu diingat bahwa terdapat area personal yang harus diperhatikan untuk disentuh dan membutuhkan persetujuan bersama. Sentuhan fisik yang dimaksud adalah yang diberikan tanpa paksakan dan penuh cinta.

Biasanya, pemilik love language ini senang apabila melakukan sentuhan fisik berupa bergandengan tangan, pelukan, hingga tepukan di punggung. Bahkan, menggandeng tangan pasangan ketika menyeberang jalan itu juga disukai oleh pemilik love language ini lho karena dirinya merasa dilindungi.

 

tombol beli buku

Apakah Love Language Dapat Diterapkan Pada Pola Asuh Anak?

https://www.pexels.com/

Love language kebanyakan selalu dikaitkan dengan hubungan bersama pasangan lawan jenis. Padahal sebenarnya, love language juga dapat lho diterapkan pada pola asuh anak, sebab anak juga seorang individu yang harus dicintai secara benar.

Seorang anak akan merasa bahwa dirinya dicintai oleh keluarga, terutama orang tua, adalah ketika mereka mendapatkan perhatikan. Bentuk perhatian itu sama dengan love language yang telah dituliskan sebelumnya. Tidak hanya itu saja, setiap anak memiliki love language yang berbeda lho, sekalipun itu adalah anak kembar. Apabila dijabarkan berdasarkan lima love language yang dicetuskan oleh Gary Chapman, maka penerapannya pada pola asuh anak adalah sebagai berikut:

1. Words of Affirmation (Kata-Kata Penegasan)

Hampir sama dengan penjelasan sebelumnya, dalam love language ini, seorang anak akan senang apabila dirinya mendapatkan kata-kata penegasan dari orang tuanya. Kata-kata penegasan ini secara tidak langsung menyemangati anak dan membuat anak berpikir bahwa dirinya benar-benar dihargai atas usahanya, meskipun itu untuk hal kecil.

Kata-kata penegasan yang disampaikan biasanya berupa “Ibu sayang kamu”, “Ayah kangen kamu”, “Kamu tidak salah, tidak apa-apa..”, “Tidak apa-apa menangis, ayo sini Ibu peluk”. Apalagi ketika anak mendapatkan nilai yang rata-rata, orang tua seharusnya tidak perlu marah dan membandingkannya dengan nilai temannya. Cukup katakan bahwa “Ibu bangga kamu sudah bisa melewati ujiannya, tidak apa-apa mendapatkan nilai segitu, besok ditingkatkan lagi ya…”

2. Quality Time (Waktu Berkualitas)

Bagi seorang anak yang memiliki love language berupa Quality Time pasti menyukai ketika dirinya bersama orang tua tengah menghabiskan waktu bersama. Yap, sebagai orang tua untuk mewujudkan love language tersebut adalah dengan meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu secara bersama dan memberikan perhatiannya kepada anak secara anak.

Aktivitas yang dapat dilakukan bersama anak itu tidak harus mahal dengan berlibur ke luar kota atau luar negeri, bahkan sekadar menonton TV atau pergi ke bioskop untuk menonton film saja sudah membuat anak merasa bahwa dirinya dicintai oleh kedua orang tuanya. Tidak hanya itu saja, orang tua juga dapat mengajak anak untuk bersepeda, memancing, hingga makan malam bersama.

tombol beli buku

3. Receiving Gift (Menerima Hadiah)

Bagi anak yang memiliki love language berupa Receiving Gift ini cenderung akan menyukai ketika dirinya mendapatkan sebuah hadiah. Yap, anak pemilik love language ini akan merasa bahwa dirinya disayang sekaligus dihargai atas usahanya ketika mendapatkan hadiah, terutama setelah anak melakukan suatu hal yang terpuji.

Tidak perlu hadiah yang mahal. Misalnya ketika anak berhasil mengerjakan soal ulangan dengan baik meskipun nilainya tidak begitu tinggi, berikan apresiasi kepadanya. Apalagi jika si anak memiliki love language receiving gift, maka berikanlah hadiah yang sederhana tetapi tulus, misalnya dengan memasakannya makanan favoritnya.

4. Acts of Service (Tindakan yang Dilakukan Secara Nyata)

Biasanya, anak pemilik love language ini akan senang ketika mendapatkan bantuan dari kedua orang tuanya, terutama ketika dirinya tengah kesulitan dalam mengerjakan sesuatu dan ada seseorang yang membantunya. Sebagai orang tua yang memiliki anak dengan love language berupa Acts of Service ini, harus memberikan arahan, dukungan, bimbingan secara perlahan dan sabar kepada adanya. Misalnya, anak merasa kesulitan ketika tengah memperbaiki sepedanya. Nah, orang tua dapat berperan besar dalam memberikan cinta kepada anak dengan membantunya memperbaiki sepeda bersama.

5. Physical Touch (Sentuhan Fisik)

Bagi anak yang memiliki love language berupa Physical Touch ini akan merasa bahwa dirinya dicintai ketika kedua orang tuanya memberikan sentuhan fisik, baik ketika si anak tengah merasa senang dan sedih. Sentuhan fisik yang dimaksud adalah dapat berupa pelukan lembut, tepukan di punggung, mengusap kepala, menggandeng tangan, dan lain-lain.

Perlu diingat bahwa penyampaian cinta dari orang tua kepada anak, baik itu berupa tindakan, hadiah, maupun kata-kata, sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Hal tersebut karena dari sebuah konsep sudut pandang, setiap individu sangat membutuhkan rasa cinta dari individu lain. Terutama pada love language berupa Physical Touch dan Words Of Affirmation yang harus diterapkan kepada anak sedari dini supaya si anak merasa bahwa dirinya memang diinginkan sekaligus dicintai oleh kedua orang tuanya. Tidak hanya itu saja, pemberian love language kepada anak juga akan mempengaruhi citra diri sang anak ketika telah beranjak dewasa.

Orang tua yang bekerja mungkin dapat saja melewatkan momen ketika anaknya berbicara kata baru, tetapi hal tersebut dapat diakali dengan meluangkan waktu saat weekend untuk mendengarkan anaknya berbicara dan mengapresiasinya. Pemberian lima love language ini pada dasarnya memang bergantung pada kemauan orang tua untuk menunjukkan rasa cintanya kepada anak. Maka dari itu, jangan ragu untuk menunjukkan rasa cinta kepada anak.

tombol beli buku

Nah, itulah penjelasan mengenai bagaimana cara mengetahui love language yang kita miliki. Tidak hanya berhenti pada itu saja, love language juga dapat diterapkan pada pola asuh anak sebab anak juga membutuhkan penyampaian cinta dari kedua orang tua sejak dini.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Baca Juga!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Rifda Arum