in

10 Alasan Kenapa Kamu Selalu Disalahkan Pasangan

unsplash.com

Selalu Disalahkan Pasangan – Menjalankan suatu hubungan, baik itu antara 2 sejoli atau antara suami dan istri membutuhkan komitmen agar hubungan mereka dapat langgeng dan bertahan lama. Dan bagi Grameds yang sedang menjalankan hubungan dengan seorang spesial, pasti tahu betul bahwa hal ini tidaklah semudah yang dibayangkan.

Terkadang ada saja suatu halangan dan rintangan yang membuat seseorang goyah akan keyakinannya untuk melanjutkan hubungan ini. Namun, ketahuilah bahwa halangan maupun rintangan itu tidak selalu bertahan lama. Justru, bisa jadi akan ada hal-hal baik yang muncul pasca pasangan melewati masa-masa sulit tersebut.

Halangan dan rintangan tersebut bermacam-macam rupanya. Mulai dari adanya kejenuhan dalam menjalankan hubungan, adanya hubungan gelap dengan orang ketiga, adanya konflik internal dari sosok pasangan, hingga selalu disalahkan pasangan karena berbagai macam hal.

Alasan Selalu Disalahkan Pasangan

Selalu Disalahkan Pasangan
merdeka.com

Topik terakhir adalah salah satu topik yang umum terjadi terhadap banyak pasangan di luar sana. Meskipun terdengar sepele, kenyataannya selalu disalahkan pasangan dapat menyebabkan keretakan yang bahkan bisa menghancurkan sebuah hubungan. Dan seringkali, alasannya tidak selalu yang seseorang bayangkan.

Grameds mungkin berpikir bahwa alasan kalian selalu disalahkan pasangan karena pasangan kalian sudah merasa jenuh, sehingga mencari-cari kesalahan kalian agar dia bisa segera mengakhiri hubungan ini. Padahal, belum tentu kasusnya selalu seperti itu.

[algolia_carousel]

Terdapat sejumlah alasan mulai dari yang sederhana hingga kompleks, mengapa seseorang selalu disalahkan pasangannya meskipun dia sudah merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Alasan inilah yang seorang pasangan harus ketahui sebelum menyimpulkan langkah selanjutnya.

Tentu saja orang ini tidak diwajibkan memahami betul alasan dari pasangannya, mengingat tidak semua alasan ini merupakan alasan yang dapat dimaklumi guna pasangan mereka bisa menyakiti orang tersebut. Seseorang juga memiliki hak untuk merasa kesal atau bahkan tersakiti atas perbuatan pasangannya.

Tujuan mengetahui alasan ini agar setidaknya, keduanya dapat menghindari adanya kesalahpahaman dan adanya asumsi yang bisa saja mengarah ke suatu hal yang lebih negatif dari ini. Tidak ada yang lebih buruk dari adanya pemikiran negatif yang muncul karena asumsi berlebihan dari pemikiran sendiri.

Oleh karena itu, dengan adanya artikel ini, semoga saja Grameds yang mengalami kejadian tidak mengenakan ini atau mempunyai kenalan yang sedang menjalankan hubungan negatif ini bisa terbantu untuk membulatkan keputusan apapun keputusan kalian terkait hubungan tersebut.

1. Mengalami Stres

Tidak dapat dipungkiri bahwa alasan ini bisa jadi alasan yang paling umum mengapa seseorang selalu menyalahkan pasangannya. Stres memang bisa membuat seseorang lebih emosional dan bahkan dalam beberapa kasus menjadi tidak terkontrol tingkah dan tuturnya.

Meskipun begitu, alasan ini bukanlah alasan valid kenapa mereka kerap menyalahkan pasangannya. Pasangan dari sosok ini juga harus menjelaskan dengan baik bahwa ada cara lain yang lebih baik untuk menghilangkan stres, alih-alih melampiaskannya ke pasangan sendiri.

2. Merasa Rendah Diri

Rasa rendah diri dapat membuat seseorang merasa kesulitan untuk menyukai hal-hal di sekitarnya, bahkan termasuk dirinya sendiri. Perasaan negatif ini bisa jadi tersalurkan ke cara yang salah, dan salah satu cara ini adalah dengan menyalahkan pasangan mereka.

Meskipun begitu, perasaan rendah diri bukanlah sesuatu yang tidak bisa dihilangkan. Keberadaan pasangan dari sosok tersebut juga dapat membantunya untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka, sehingga tidak harus lagi merasa rendah diri karena berbagai macam alasan.

3. Takut Akan Perubahan

Grameds mungkin bisa memahami bahwa perubahan adalah sesuatu yang menakutkan bagi seseorang. Ketidakinginan untuk berubah ini akan membuat mereka melakukan hal-hal yang tidak benar. Menyalahkan pasangannya bisa menjadi salah satu contoh dari tindakan negatif ini.

Meskipun begitu, Grameds juga seharusnya bisa mengetahui bahwa tidak selamanya perubahan akan membawa sesuatu yang buruk. Pasangan dari orang yang takut perubahan ini bisa mengajak mereka untuk berubah, selangkah demi selangkah namun tetap pasti dan konsisten.

Selalu Disalahkan Pasangan

4. Sosok Perfeksionis

Lagi-lagi alasan klasik mengapa seseorang selalu disalahkan pasangan mereka. Sifat perfeksionis sendiri bukanlah hal yang buruk untuk dimiliki seseorang. Namun, ini bisa menjadi sifat negatif yang tidak disukai banyak orang, jika sifat ini mengganggu ketenangan orang lain.

Menyalahkan pasangan karena menuntut kesempurnaan adalah sesuatu yang tidak baik. Sebagai pasangan, kedua belah pihak harus bisa memahami dan menerima kelebihan serta kekurangan satu sama lain. Ketidakmauan untuk melakukan hal ini bisa berdampak buruk terhadap hubungan pasangan dalam jangka waktu tertentu.

5. Membenci Kalian Karena Sesuatu

Seseorang bisa saja melakukan kesalahan, baik itu secara sengaja maupun secara tidak disengaja, terhadap orang lain termasuk pasangan kalian. Dan tanpa orang tersebut sadari, pasangan kalian ternyata menyimpan rasa kesal atau bahkan benci karena kesalahan di masa lampau.

Alasan ini bisa saja menyebabkan seseorang menyalahkan pasangannya atas dasar rasa kesal dan menyimpan dendam. Jika kasusnya seperti itu, alangkah baiknya pasangan ini mencoba meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi apa yang mereka telah lakukan di masa lalu.

6. Belajar dari Orang Tuanya

Lingkungan keluarga seperti yang Grameds ketahui memiliki faktor dalam pembentukan karakter seseorang. Sifat menyalahkan orang lain, termasuk pasangan, bisa saja datang akibat orang tuanya kerap melakukan hal ini ketika dia masih tinggal bersama mereka, sehingga perilaku ini tertanam di benak orang ini.

Seseorang yang selalu disalahkan pasangan karena alasan di atas harus membantu pasangan mereka secara perlahan dan sabar, mengingat ini bukanlah sepenuhnya kesalahan pasangannya. Mereka harus menyadarkan bahwa tindakan ini bukanlah sesuatu yang baik dalam hubungan.

7. Mengalami Penyesalan

Tidak ada orang yang tidak pernah mengalami penyesalan dalam hidup mereka. Kejadian ini cukup lumrah dan tentunya dapat dimaklumi orang banyak. Sayangnya, beberapa di antara mereka melampiaskan rasa penyesalan mereka dengan menyalahkan pasangannya.

Ini disebabkan karena orang ini mengalami rendah diri dan harus menutupinya dengan cara yang sebenarnya salah. Oleh karena itu, solusi dari alasan ini lagi-lagi dengan membantu pasangan untuk menghadapi masa lalunya, dan membebaskan mereka dari penyesalan yang pernah mereka alami.

8. Terbebani Tanggung Jawab

Dalam kehidupan berpasangan, wajar bila seseorang menemukan bahwa dia memiliki tanggung jawab terhadap pasangannya. Sayangnya, terkadang hal ini tidak disadari dengan cepat oleh pasangannya, membuat orang ini semakin merasa bahwa tanggung jawabnya begitu besar.

Pada akhirnya, seseorang disalahkan pasangannya karena menganggap bahwa hanya dia yang memiliki tanggung jawab. Cara ini memang salah, tetapi seharusnya pasangannya bisa memahami hal ini. Membagi tanggung jawab terhadap satu sama lain dapat menjadi solusi yang tepat.

9. Adanya Gangguan Mental

Gangguan mental seperti rasa khawatir, kecemasan, dan depresi bisa menyebabkan seseorang mengalami perubahan sikap. Dan salah satu perubahan yang bisa saja terjadi yaitu seseorang menjadi sering menyalahkan pasangannya tanpa sebab yang jelas.

Kali ini, mau tidak mau seseorang yang disalahkan harus mencoba membantu pasangannya agar mereka kembali ke kondisi mental seperti sedia kala. Gangguan mental adalah sesuatu yang tidak bisa dianggap sepele, dan harus ditangani secepatnya agar situasi tidak bertambah buruk.

[algolia_carousel page=2]

10. Faktor Hormon

Dalam pelajaran Biologi, Grameds mungkin pernah mendengar bahwa di dalam tubuh manusia terdapat sejumlah hormon yang berfungsi untuk menjaga kestabilan tubuh. Namun, terkadang hormon di dalam badan ini bisa saja menyebabkan perubahan sikap, dan membuat seseorang lebih temperamental.

Kondisi ini umumnya adalah bagian dari siklus kehidupan yang hampir pasti akan terjadi kepada siapapun, baik itu pria atau wanita. Hal ini juga membuat adanya perubahan dalam tubuh, sehingga efeknya dapat dirasakan oleh orang itu. Komunikasi yang baik dapat mencegah miskomunikasi akibat sering disalahkan pasangan karena faktor hormon.

Dengan ini, semoga saja banyak pasangan di luar sana yang mau memahami lebih dalam terkait satu sama lain. Selain itu, semoga saja banyak pasangan yang semakin berani untuk membuat keputusan terbaik dalam hubungan percintaan mereka.

Selalu Disalahkan Pasangan

Ciri-Ciri Toxic Relationship Hingga Saling Menyalahkan Pasangan

Selalu Disalahkan Pasangan
hellosehat.com

Namun, ada kalanya apa yang seseorang rasakan ketika mereka selalu disalahkan pasangan itu memang sudah masuk ke tahap tidak sehat. Bisa saja ada seseorang yang sudah berusaha melakukan berbagai macam hal demi pasangan mereka, namun tidak mendapatkan hasil yang mereka harapkan.

Kondisi ini bisa saja sudah memasuki ke dalam hubungan toksik atau lebih banyak dikenal toxic relationship. Grameds pasti sudah mengetahui betapa berbahayanya melanjutkan hubungan yang beracun ini. Sesuatu yang baik tidak akan datang ketika orang mempertahankan hubungan yang tidak sehat dengan pasangannya.

Meskipun begitu, masih banyak orang-orang di luar sana yang belum dapat mengetahui tanda-tanda dari toxic relationship ini. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas apa saja tanda-tanda yang bisa menjadi lampu merah bagi seseorang ketika menjalankan hubungan asmara mereka.

1. Kurang Mempercayai Pasangannya

Mungkin Grameds berpikir bahwa kondisi ini hanya membahas bahwa seseorang tidak mempercayai pasangannya dalam mencintai mereka dan hanya mereka seorang. Pada kenyataannya, bentuk kepercayaan ini lebih dari hanya sekedar mencintai saja.

Bentuk ketidakpercayaan terhadap pasangan bisa berupa tidak bercerita akan suatu masalah, memaksa mengerjakan semuanya sendiri, dan tidak mau pasangannya terlibat dalam kegiatannya. Padahal, salah satu tujuan dari menjalankan romansa adalah untuk mendukung satu sama lain.

2. Komunikasi yang Kasar

Proses komunikasi adalah sesuatu yang amat penting dalam kelangsungan kehidupan berpasangan. Jika tidak berkomunikasi, maka seseorang tidak dapat memahami pasangannya sendiri lebih dalam. Hal yang sama juga bisa terjadi jika komunikasi di antara kedua belah pihak berlangsung dengan kasar.

Berkomunikasi dengan cara berteriak, berkata kasar, hingga mencaci maki, sudah pasti bukanlah sesuatu yang baik untuk dilakukan suatu pasangan. Melakukan silent treatment atau terus menginterupsi pasangan ketika berbicara juga merupakan tanda komunikasi yang tidak sehat.

3. Ingin Mengontrol Pasangannya

Memang terdapat beberapa batasan yang harus dipatuhi ketika menjalankan hubungan dengan orang lain. Namun, keberadaan batasan ini bukan untuk dijadikan alasan seseorang agar bisa mengontrol pasangan mereka demi mendapatkan apa yang mereka mau.

Hal-hal seperti memaksa mengikuti kehendak, berusaha mengontrol keuangan, atau bahkan meminta password di media sosial sudah menjadi bagian dari usaha untuk mengontrol pasangan. Dan lagi, ini bisa menjadi bentuk ketidakpercayaan seseorang terhadap pasangan mereka sendiri.

4. Sering Melakukan Kebohongan

Jangankan terhadap pasangan, sudah menjadi norma umum di masyarakat bahwa berbohong adalah tindakan tidak terpuji yang wajib dihindari seseorang. Dan hal ini akan semakin penting jika seseorang sedang menjalankan hubungan cinta dengan orang lain.

Kebohongan adalah bentuk tidak respek terhadap pasangan masing-masing. Itu juga menjadi pertanda bahwa seseorang belum mempercayai pasangannya. Jika seseorang merasa yakin dan aman dengan keberadaan pasangannya, maka dia tidak perlu berbohong dan cukup menjelaskan suatu hal dengan jujur.

5. Hanya Memberi Tanpa Kembali

Istilah give and take memang sudah seharusnya terjadi di setiap pasangan. Orang-orang yang menginginkan hidup secara berpasangan harus berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangan mereka, dan pasangan mereka juga sudah seharusnya melakukan hal serupa.

Jika Grameds mengetahui pasangan atau mungkin merasakan situasi di mana kalian terlalu banyak memberi berbagai macam hal tanpa mendapatkan sesuatu kembali dari pasangan, ada kemungkinan bahwa hubungan yang kalian jalankan saat ini berupa toxic relationship. Dan alangkah baiknya kalian memikirkan ulang hubungan tersebut.

6. Merasa Lelah Secara Fisik dan Batin

Ketika seseorang menghabiskan waktu bersama pasangannya, perasaan yang seharusnya orang tersebut rasakan adalah perasaan positif seperti rasa nyaman dan rileks. Rasa lelah bukanlah sesuatu yang wajar dirasakan seseorang ketika sedang menghabiskan waktu bersama pasangannya.

Perasaan lelah baik secara fisik maupun batin ini bisa bersumber dari sejumlah faktor yang sudah disebutkan di atas. Wajar saja, tidak ada seorangpun yang bisa terus menerus merasa senang ketika diperlakukan seperti itu bersama pasangan mereka. Dan ini bisa menjadi salah satu lampu merah ketika menjalankan suatu hubungan.

7. Berusaha Membuat Pemakluman Atas Tindakan Pasangannya

Memaklumi sifat dari pasangan memang sesuatu yang sudah pasti harus dilakukan seseorang lakukan ketika menjalankan hubungan romantis. Tetapi, jika hal yang dimaklumi adalah sifat yang amat buruk dan sampai merugikan diri pribadi, pemakluman itu sudah tidak bisa lagi divalidasi kebenarannya.

Perilaku ini sudah bisa dianggap sebagai toxic relationship. Seseorang tidak bisa terus menerus membela yang salah dari pasangannya sendiri. Hal ini hanya memperbesar potensi kelelahan batin yang bisa mengubah keadaan menjadi tambah buruk, baik itu untuk diri sendiri, pasangan, maupun orang lain di sekitarnya.

Toxic relationship bisa saja diperbaiki jika pasangan ini memang memiliki motivasi untuk memperbaiki hubungan mereka menjadi lebih baik. Tetapi, jika ada satu saja di antara mereka yang tidak memiliki kemauan untuk berubah, patut dipertanyakan apakah hubungan tersebut layak untuk dilanjutkan atau tidak.

Dengan ini, cukup sekian artikel yang membahas mengenai alasan selalu disalahkan pasangan serta apa saja lampu merah dalam hubungan yang bisa menyebabkan toxic relationship. Semoga hubungan asmara Grameds dijauhkan dari hal-hal yang sudah disebutkan di atas, dan awet dalam waktu lama.

Terdapat banyak buku yang bisa Grameds baca untuk memperbaiki kualitas hubungan asmara kalian. Jika Grameds tertarik, beberapa buku yang bisa kalian baca adalah buku “A Handbook For Toxic Relationship“, buku “Stage II Relationships“, dan buku “100 Simple Secrets of Great Relationships“.

Selalu Disalahkan Pasangan

Dan tentunya, untuk memahami kenapa kamu selalu disalahkan pasangan, kamu bisa membaca banyak buku mengenai hubungan percintaan yang semuanya bisa kamu dapatkan di www.gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu memberikan buku berkualitas agar Grameds memiliki pengetahuan serta informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: M. Adrianto S.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda