Komunikasi

Paradigma adalah Cara Pandang Seseorang, Temukan Penjelasannya!

Written by Laeli Nur Azizah

Istilah paradigma tergolong kata yang jarang dipakai dalam percakapan yang kita lakukan setiap harinya. Walaupun demikian, kita tetap harus memahami makna ataupun arti istilah ini yang sebenarnya. Sehingga saat istilah tersebut digunakan, kita bisa mengetahui apa makna atau artinya. Secara umum, istilah ini cenderung merujuk pada dunia pola pikir ataupun teknis penyelesaian masalah yang dilakukan oleh orang-orang. Istilah yang satu ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuwan yang bernama Thomas Kuhn melalui buku ciptaannya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution.

Ketika pertama kali diperkenalkan, istilah ini tidak dijelaskan secara gamblang oleh Thomas Khun. Pada saat itu, paradigma hanya dijelaskan sebagai terminologi kunci yang digunakan dalam model perkembangan ilmu pengetahuan saja. Hingga beberapa saat kemudian, barulah istilah paradigma terdefinisi dengan jelas oleh Robert Friedrichs yang merupakan orang pertama yang mengungkapkan apa itu paradigma secara jelas.

Intinya, istilah ini berkaitan erat dengan prinsip dasar yang nantinya akan menentukan berbagai macam pandangan manusia terhadap dunia sebagai bagian dari sistem bricoluer. Sebuah paradigma umumnya meliputi tiga elemen utama yakni elemen metodologi, elemen epistemologi, dan juga elemen ontologi. Dengan memakai tiga elemen tersebut, manusia menggunakan paradigma untuk meraih berbagai pengetahuan tentang dunia dan berbagai fenomena yang terjadi di dalamnya.

Paradigma

Apa Itu Paradigma?

Dalam melatih kemampuan berpikir, seseorang harus mempunyai paradigma dalam dirinya. Sebab, hal ini adalah bagian dari pola disiplin intelektual. Dimana paradigma merupakan sebuah model dalam teori ilmu pengetahuan, Anda mungkin akan memahaminya juga sebagai kerangka berpikir. Adapun fungsi dari paradigma yaitu untuk menjadi dasar untuk seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Hal tersebut sesuai dengan tujuan paradigma itu sendiri, yakni membentuk kerangka pemikiran yang mendekati dan terlibat dengan berbagai macam hal atau dengan orang lain.

Di sisi lain, bisa kita artikan juga bahwa hal ini merupakan bentuk mekanisme seseorang dalam memandang terhadap sesuatu, yang nantinya akan mempengaruhinya dalam berpikir. Pada penelitian, teori paradigma bisa membantu para ilmuwan untuk bisa bekerja dalam suatu kerangka teoritis yang lebih luas.

Istilah ini sendiri muncul sejak abad pertengahan di Benua Eropa, tepatnya di Inggris. Istilah tersebut, paradigma merupakan serapan yang berasal dari Bahasa Latin yakni paradigma yang artinya suatu model atau pola. Dalam Bahasa Yunani paradeigma atau para dan deiknunai yang artinya untuk membandingkan, bersebelahan (para), dan memperlihatkan (deik).

Dari serapan Bahasa Yunani tersebut, bisa diartikan bahwa paradigma merupakan cara pandang orang terhadap diri dan juga lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku. Selain itu, paradigma juga bisa berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang diterapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, terlebih dalam disiplin intelektual.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paradigma adalah model dalam teori ilmu pengetahuan. Tak hanya itu saja, dalam percakapan sehari-hari, istilah paradigma adalah berpikir. Sebab, paradigma merupakan model utama, pola, ataupun metode untuk meraih beberapa jenis tujuan. Seringkali paradigma disebut sebagai sifat yang paling khas atau dasar dari sebuah teori ataupun cabang ilmu.

Paradigma Berpikir Kritis Musa Asy`Arie Teologi Integralisti

Pengertian Paradigma Menurut Para Ahli

Supaya lebih memahami apa itu paradigma, maka kita bisa merujuk pada beberapa pendapat ahli berikut ini:

1. Thomas Kuhn

Thomas Kuhn merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan istilah ini melalui bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution. Menurutnya, arti dari paradigma sendiri adalah suatu landasan berpikir, konsep dasar, dan juga landasan berpikir yang dipakai atau dianut sebagai model ataupun konsep dasar para ilmuwan dalam melakukan studinya. Di dalam bukunya itu, Kuhn menyebutkan bahwa paradigma adalah temonologi kunci yang dipakai dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

2. Robert Friedrichs

Robert Friedrichs adalah salah satu orang yang pertama kali mendefinisikan istilah ini secara gamblang. Menurutnya, pengertian paradigma merupakan sekumpulan tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang sebagai sebuah titik tolak pandangannya dan membentuk suatu citra subjektif seseorang terhadap realita. Sehingga bisa menentukan cara menangani realita tersebut.

3. C. J. Ritzer

Menurut C. J. Ritzer, arti dari paradigma yaitu suatu acuan ataupun dasar pikiran yang bersifat filosofis dalam pelaksanaan suatu motif ataupun tujuan.

4. Egon G. Guba

Menurutnya, arti dari paradigma adalah sekumpulan keyakinan dasar yang membimbing tindakan manusia dalam kehidupannya.

5. Harmon

Menurut Harmon, paradigma adalah cara yang paling mendasar untuk memahami, berpikir, menilai, dan juga melakukan yang berkaitan dengan sesuatu yang khusus mengenai realitas.

6. Baker

Menurut Baker, paradigma adalah kumpulan dari perangkat aturan yang menetapkan ataupun mendefinisikan batas-batas. Dimana istilah ini juga menjelaskan tentang bagaimana sesuatu harus dilakukan dalam batas-batas tersebut untuk bisa berhasil.

Paradigma Baru Public Relation

Paradigma Dalam Negara

Dalam bernegara, salah satu paradigma yang umumnya digunakan adalah paradigma pancasila, khususnya di Indonesia. Pancasila sebagai sebuah paradigma yang artinya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalani segala aspek kehidupan. Hal tersebut juga menyertai berbagai macam permasalahannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Paradigma Pancasila akan dipakai di dalam proses pembangunan nasional demi meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan kemampuan nasional dengan cara memanfaatkan kemajuan iptek dan juga memperhatikan tantangan global.

Hal tersebut mengacu pada kepribadian bangsa dan juga nilai-nilai luhur universal untuk bisa mewujudkan kehidupan bangsa yang mandiri, berdaulat, berkeadilan, sejahtera, dan maju dengan kekukuhan moral dan juga etika. Adapun salah satu contoh yang menjadikan Pancasila sebagai paradigma yaitu pada saat proses pembangunan hukum.

Di dalam proses pembangunan hukum tersebut, aspek seperti perlindungan HAM, adanya susunan ketatanegaraan, dan juga pembagian tugas dalam ketatanegaraan harus ada. Sehingga Pancasila sebagai paradigma pembangunan mempunyai makna sebagai keyakinan dasar yang dijadikan sebuah pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan hasil dari pembangunan nasional. Pancasila sendiri merupakan dasar, pedoman, dan juga tujuan pembangunan nasional.

Psikologi Bisnis, Paradigma Baru Mengelola Bisnis

Contoh-contoh Paradigma

Mengacu pada pengertiannya yang sudah dijelaskan di atas, berikut ini adalah beberapa contoh paradigma yang perlu dipahami, antara lain:

1. Paradigma Rekonstruksi Teori

Di dalam paradigma ini, sebuah teori atau metode yang sudah ada digunakan lagi dalam penelitian beru tapi metode lama itu harus relevan supaya terjadi kesinambungan yang jelas.

2. Paradigma Piramida

Di dalam paradigma ini, sebuah konsep ataupun metode dilakukan secara bertahap seperti halnya berbagai jenis piramida, mulai dari piramida terbalik, berlapis, atau ganda.

3. Paradigma Kualitatif

Paradigma yang satu ini seringkali digunakan dalam studi para mahasiswa, baik itu di dalam tugas ataupun skripsi dengan metode kualitatif. Selain itu, paradigma tersebut digunakan untuk menemukan gambaran teori sosial teori induktif.

4. Paradigma Siklus Empiris

Paradigma yang satu ini adalah suatu metode ataupun konsep yang bisa menjelaskan mengenai fenomena ilmiah dimana wujudnya yaitu sebuah siklus.

5. Paradigma Deduksi-Induksi

Di dalam paradigma ini lebih fokus pada metode kualitatif untuk deduksi, sedangkan metode kuantitatif untuk induksi, yang mana tahapannya melalui pengumpulan data sampai pembuatan kesimpulan.

Paradigma Pendidikan Islam Humanis

Macam-macam Paradigma

Berikut ini adalah macam-macam paradigma yang perlu dipahami, antara lain:

1. Paradigma Politik

Paradigma politik merupakan pandangan mendasar dan juga umum yang menuntun seseorang dalam berpikir dan juga bertindak di bidang politik.

2. Paradigma Ekonomi

Paradigma ekonomi adalah pandangan mendasar masyarakat mengenai ekonomi dan juga berbagai hal yang berkaitan dengannya yang bisa mengarahkan masyarakat dalam bertindak dan berpikir.

3. Paradigma Sosial dan Budaya

Paradigma yang satu ini adalah pandangan dasar yang bersifat filosofi yang mengarahkan masyarakat dalam bertindak dan juga berpikir dalam kehidupan sehari-hari.

4. Paradigma Hukum

Paradigma hukum adalah pandangan dasar masyarakat terhadap hukum yang berlaku. Sehingga akan mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan juga bertindak sesuai hukum.

5. Paradigma Bidang Kehidupan antar Agama

Paradigma ini adalah pandangan dasar dan umum yang mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan juga bertindak sesuai dengan ajaran agamanya serta saling menghargai satu sama lain.

Paradigma Baru Pengelolaan Sdm Dalam Organisasi

Itulah beberapa penjelasan mengenai arti dari paradigma, jenis, dan juga contoh paradigma yang perlu dipahami. Semoga bermanfaat.