in

Rekomendasi Buku untuk Budi Daya Ikan Gurami

Pixabay.com

Rekomendasi Buku untuk Budi Daya Ikan Gurami – Gurami menjadi jenis ikan yang banyak dibudidayakan. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Gurami menjadi makanan favorit di berbagai kedai makan. Olahan gurami juga menjadi menu favorit di setiap kegiatan baik keluarga maupun sekolah.

Jika Grameds ingin memanfaatkan peluang untuk masuk ke bisnis ikan gurami, ada baiknya bisa belajar terlebih dahulu. Media belajar pun beragam, bisa melalui Youtube ataupun dengan membaca buku. Berikut rekomendasi buku tentang budi daya gurami yang dapat dijadikan sebagai referensi sebelum memulai budi daya gurami.

Ciri-Ciri Ikan Gurami

Sebelum melakukan budi daya, ada baiknya Grameds mengenal lebih dulu ciri-ciri ikan gurami. Tujuannya, agar Grameds tidak salah dalam melakukan budi daya karena beberapa ikan memiliki kemiripan dengan Gurami.

Gurami (Osphronemus gouramy) merupakan sejenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Asia Tenggara dan Selatan. Hal tersebut dikarenakan daging yang padat, duri yang besar, dan rasa ikan yang gurih. Budi daya ikan ini pun cukup mudah dapat dilakukan di kolam, tambak, ataupun akuarium.

Gurami memiliki beberapa sebutan lokal di antaranya gurame, grameh, kaloi, kalui, ikan kali, dan lain sebagainya. Sehingga, ketika Grameds hendak mencoba membudidayakan gurami di daerah dengan penyebutan lokal tidak akan kebingungan. Adapun ciri-ciri gurami sebagai berikut.

  1. Ikan gurami berbentuk pipih dan lonjong dengan mulut bagian atas kecil dan bawah lebih besar tetapi bisa dimoncongkan.
  2. Bagian rahangnya mempunyai gigi berukuran kecil sedangkan pada gigi deretan luar lebih besar.
  3. Bentuk sisik yang relatif besar sedangkan pada area kepala sisik memiliki tepian yang agak kasar.
  4. Memiliki duri pada sirip area punggung serta dubur dan semakin umur bertambah ikan gurami maka ukuran duri bertambah besar
  5.  Pada bagian bawah badan terdapat sepasang sirip yang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba.

Membangun Kolam Ikan Gurami

Untuk membudidayakan gurami, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat kolam. Adapun jenis kolam yang cocok digunakan untuk budi daya ikan gurami adalah sebagai berikut.

1. Kolam Terpal

Jika Grameds tidak memiliki kolam untuk membudidayakan gurami maka dapat menggunakan terpal. Caranya bisa dengan mmebuat galian ataupun membentuk terpal dengan rangka kolam dari kayu, bambu, atau batu bata.

Berikut catatan yang harus diperhatikan Grameds ketika hendak membuat kolam dengan terpal.

  1. Tentukan ukuran kolam terpal yang diinginkan.
  2. Bersihkan terpal sebelum digunakan akan bersih dari zat – zat kimia.
  3. Isilah kolam terpal dengan air yang pas. Contoh kolam terpal dengan 4m x 2m x 1m (p x l x t) bisa diisi air setinggi 40 – 50cm.
  4. Diamkan air pada kolam terpal selama kurang lebih satu minggu sebelum dipakai.
  5. Pilih bibit ikan gurami yang berumur 2 bulan.

Untuk lebih jelas, Grameds dapat membaca buku berjudul “Membangun Kolam Ikan Gurami dari Terpal” yang ditulis oleh Langgeng Prima Anggaradinata. Berikut deskripsi buku tersebut.

Membangun Kolam Ikan Gurame dari Terpal

Ikan Gurami adalah jenis ikan air tawar yang sangat populer dan memiliki permintaan pasar yang tinggi. Mengingat peluang keuntungan yang ada, tentu saja banyak juga yang tergiur untuk bisa memulai usaha pembiakan ikan gurami. Namun, kekurangan pengetahuan dan juga dana menjadi penghalang. Buku ini akan menunjukkan cara beternak ikan gurami dengan kolam terpal yang tentunya memakan biaya lebih ringan.

2. Kolam Tanah

Jika Grameds memiliki tanah yang cukup luas bisa mencoba membuat kolam dari tanah. Hal tersebut sesuai dengan habitat gurami yang cocok berkembang biak di kolam yang luas dan memiliki banyak air.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak membudidayakan ikan gurami di kolam tanah.

  1. Tentukan lokasi pembuatan kolam dan sesuaikan ukurannya.
  2. Galian tanah didiamkan selama kurang lebih 3 hari, tujuannya agar tanah mengering.
  3. Taburkan pupuk kandang dan zat kapur pada kolam tanah sebelum diisi air. Untuk takarannya 500gr/m² (pupuk kandang) dan 25gr/m² (zat kapur).
  4. Pada bagian saluran air sebaiknya ditambahkan filter atau penyaring air untuk mencegah agar binatang atau hama tidak mengalir ke dalam kolam bersama air.
  5. Penaburan benih sebaiknya dilakukan saat cuaca sedang teduh.
  6. Takaran benihnya 7 ekor/m² (ukuran 100gr/ekor).
  7. Pemberian pakan dilakukan idealnya pagi, siang dan sore. Namun bisa juga disesuaikan dengan kondisi ikan masing – masing.
  8. Pakan bisa berupa pelet, daun singkong atau daun genjer.
  9. Lakukan pemeriksaan PH air, suhu air dan volume air secara berkala.

3. Kolam Beton

Sama seperti kolam tanah, kolam beton pun disarankan bagi Grameds yang memiliki lahan cukup luas untuk membuat kolam. Berikut beberapa catatan yang harus diperhatikan ketika akan membudidayakan gurami di kolam beton.

  1. Persiapkan konstruksi beton. Ukuran ideal kolam beton untuk budidaya gurami adalah 10m x 5m.
  2. Pada bagian tengan dibuat kolam khusus untuk panen.
  3. Biarkan semen beton selama 2 – 3 hari.
  4. Berikan desinfektan dengan takaran 20 atau 30gr/liter lalu biarkan selama beberapa hari.
  5. Isi kolam dengan air. Untuk kolam ukuran 10m x 5m idealnya diisi air sebanyak 100 hingga 120cm.
  6. Berikan pupuk organik.
  7. Biarkan selama kurang lebih 3 hari.
  8. Per satu meter persegi bisa diisi 10 – 20 ekor bibit gurami.
  9. Sebelum bibit dimasukkan, taruh bibit kedalam ember berisi air kolam selama kurang lebih 30 menit.
  10. Waktu penebaran bibit terbaik adalah pagi atau sore hari.

4. Dalam Ember

Jika Grameds hendak mencoba membudidayakan gurami dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Atau, karena keterbatasan lahan. Maka, Grameds bisa menjajal budi daya gurami dalam ember. Selain hemat lahan, budi daya gurami dalam ember juga menghemat pakan.

Berikut panduan budi daya ikan gurami dalam ember.

  1. Pilih ukuran ember yang sesuai untuk menanam kangkung, bayam dan sawi.
  2. Taruh benih ke dalam ember.
  3. Pastikan tak berlebihan mengisi benih dalam satu ember.

5. Kolam Terpal Bulat

Budi daya ikan gurami membutuhkan lahan yang cukup luas. Keterbatasan lahan dapat diakali dengan membuat kolam ikan dengan terpal bulat. Hal tersebut akan membuat kolam tampak luas meskipun dalam lahan yang terbatas. Adapun yang harus diperhatikan dalam membuat kolam terpal bulat sebagai berikut.

  1. Pastikan bibit yang anda masukkan pas, tidak berlebihan agar menghindari ikan stress.
  2. Sebelum digunakan terpal harus dicuci bersih agar zat kimia yang menempel pada terpal luruh bersama air.
  3. Isi kolam terpal bulat dengan air sekitar 70 – 80cm.
  4. Isi air dengan pupuk kotoran sapi atau kambing dengan takaran 1kg pupuk/30m²
  5. Perhatikan kadar suhu, PH air dan oksigen dengan baik.
  6. indari air kolam keruh, usahakan melakukan pembersihan kolam secara rutin.
  7. Dasar kolam diberikan pipa berfungsi untuk pembuangan kotoran gurami.
  8. Saat pembuangan kotoran gurami bersamaan diikuti penambahan air untuk mencegah air habis.

Pemilihan Benih Ikan Gurami

Panen yang bagus dipengaruhi oleh pemilihan bibit yang unggul pula. Bibit unggul ikan gurami dapat dilihat melalui ciri fisiknya, yakni gerakannya lincah dan tidak memiliki cacat. Grameds juga harus memperhatikan ukuran tubuhnya, usahakan memilih bibit yang memiliki ukurana tubuh sama serta di tempat yang terpercaya.

Harga bibit ikan gurami pun bervariasi. Mulai dari Rp1.000,00 sampai Rp10.000,00. Grameds dapat memanfaatkan bisnis benih ikan gurami karena menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Jika Grameds hendak memulai bisnis benih ikan gurami, ada baiknya membaca literasi tentang tips-tips bisnis tersebut.

Grameds dapat membaca buku “Bisnis Pembenihan Ikan Gurame dalam Galon” yang ditulis oleh Elik Ilik Martawijaya. Berikut deskripsi buku untuk menambah kepercayaan Grameds ketika hendak membeli buku ini.

Bisnis Pembenihan Ikan Gurame Dalam Galon

Ikan gurami adalah salah satu jenis ikan konsumsi. Jenis ikan konsumsi ini memiliki beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan jenis ikan konsumsi lainnya. Salah satu kelebihannya adalah, ikan gurami banyak diminati karena rasanya yang lebih gurih. Namun, ikan gurami memiliki kelemahan, yaitu waktu panennya terlalu lama. Buku ini memberikan penjelasan mengenai pembenihan ikan gurame di dalam galon.

Sebelum menjalankan bisnis benih ikan gurami, sebaiknya Grameds mempelajari terlebih dahulu cara pembenihannya. Grameds dapat mempelajari melalui Youtube, internt, ataupun buku. Jika tertarik dengan buku dapat membaca “Pembenihan Gurame” karya Elang Ilik Martawijaya. Berikut deskripsi buku tersebut.

Pembenihan Gurame

Peluang bisnis ikan gurami cukup besar, dari mulai; hanya menjual telur gurami, pembenihan, pendederan, sampai jualan daging ikan gurami dalam bentuk sudah diolah .Peluang pada setiap tahap memiliki teknis bisnis yang berbeda, walaupun hanya sedikit. Perbedaan yang pasti adalah penggunaan luasan yang digunakan dan jumlah modal.

Cara Budi Daya Ikan Gurami

Budi daya ikan gurami dapat dilakukan dengan memeprhatikan beberapa cara berikut. Tujuannya agar panen yang dihasilkan dapat lebih maksimal.

1. Buat Kolam untuk Budi Dayak Ikan Gurami

Pembuatan kolam menjadi hal penting dan utama dalam budi daya ikan gurami. Kolam dapat dipilih berdasarkan ketersediaan lahan dan dana. Jika memiliki lahan yang cukup luas sebaiknya membuat kolam tanah atau beton.

Jika lahan cukup terbatas begitu pula dengan dana maka kolam terpal berabagai varian atau ember menjadi alternatif. Jenis kolam apapun cocok bagi ikan gurami asal tahu bagaimana tips ktika membudidayakan ikan gurami dengan jenis kolam yang dipilih.

2. Perhatikan Teknik Pengisian Air Kolam

Volume air kolam ikan gurami harus diperhatikan, yakni tidak boleh kurang dari 50-75 cm. kolam yang telah terisi dengan air, tidak boleh langsung memasukkan benih ikan gurami. Harus menunggu setidaknya satu minggu. Kemudian, benih gurami berusia dua bulan dapat dimasukkan ke dalam kolam.

3. Pilih Benih yang Berkualitas

Benih yang berkualitas menentukan keberhasilan panen. Adapun tips memilih benih ikan gurami yang berkualias di antaranya benih terlihat sehat, tidak memiliki cacat, bergerak dengan lincah, warna sisik tidak terlalu hitam, sisik tubuh lengkap atau tidak ada yang lepas, dan ukurannya seragam. Dalam satu kolam idealnya diisi dengan kurang lebih 200 ekor benih ikan gurami.

4. Pemberian Pakan

Pakan yang cocok untuk ikan gurami terbagi menjadi dua, yakni pakan alami (organik) dan pakan buatan (anorganik). Pakan organik berupa daun sente, keladi, ketela pohon, daun papaya, genjer, kangkung, dan lain sebagainya. Adapun pakan anorganik berupa pelet.

5. Tambahkan Enceng Gondok di Kolam Gurami

Enceng gondok berperan sebagai pencegah sinar matahari masuk ke kolam secara berlebihan. Oleh sebab itu, kolam harus diberikan enceng gondok di beberapa sisi.

6. Panen

Ikan gurami siap dipanen ketika bobotnya mencapai 20-25 gram. Adapun waktu yang paling cocok digunakan untuk memanen ikan adalah pagi atau sore hari. Sehingga, penangakapannya akan lebih mudah.

Temperatur air harus rendah, tidak dalam kondisi hujan, dan kedalaman kolam di antara 20-30 cm. Penangkapannya pun harus hati-hati sehingga tidak merusah sisik terutama bagian punggung.

Lebih lanjut, Grameds dapat membaca buku berjudul “Panen Maksimal Budidaya Gurami Unggulan” karya Yusnu Iman Nurhakim. Adapun deskripsi buku dapat disimak berikut ini.

Panen Maksimal Budidaya Gurame Unggulan

Ikan gurami bisa dikatakan rajanya Ikan air tawar dalam hal

kelezatan dagingnya.Tekstur daging gurami yang kenyal dan

padat sehingga disukai banyak orang.Tidak mengherankan

kalau permintaan ikan gurami selalu stabil dan cenderung

terus meningkat dari hari ke hari.

 

Ikan gurami pun tergolong mudah dipelihara dan dapat hidup

di daerah mana saja,akan tetapi untuk meningkatkan produksi

perlu inovasi budidaya yang bisa dilakukan oleh setiap orang-

Dibutuhkan terobosan baru dalam pengusahaan untuk mengatasi

lamanya tumbuh kembang ikan gurami konsumsi sejak dari

menetas.

 

buku ini membahas segala hal yang berhubungan dengan

budidaya ikan gurami secara praktis dan upto date.Uraian teknis

budidaya ikan gurami yang mudah dipahami dn langsung bisa

dipraktikkan oleh semua orang.

 

Buku ini akan memberikan inspirasi yang luar biasa dan

konstribusi positif dalam meningkatkan produktifitas dan

kualitas hasil budidaya ikan gurami.

Penyakit pada Ikan Gurami

Ketika melakukan budi daya ikan gurami dengan benar, tidak dapat dipungkiri, ikan dapat terjangkit penyakit. Berikut penyakit yang biasa menjangkiti gurami.

1. Bintik Putih

Penyakit bitnik putih disebabkan oleh protozoa yang memiliki bulu getar, yakni Ichthyophthirius multifillis. Parasit ini biasanya ditemukan di bawah lapisan epidermis kulit.

Adapun gejala yang timbul di antaranya tubuh gurami menjadi pucat, sering menggosok-gosokkan badan ke dasar atau dinding kolam, terlihat megap-megap, dan sering berkumpul di tempat pemasukan air karena kekurangan oksigen.

Penyakit ini menular melalui penggunaan peralatan yang tidak bersih. Sebab lain berupa suhu air yang rendah (kurang dari 220 C), kurang makan, dan/atau tertular dari ikan liar.

2. Myxosporeasis

Myxoxporeasis disebabkan oleh parasite Henneguya sp, dan Thellohanelus sp. yang menyerang insang. Gurami yang terjangkit penyakit ini biasanya berumur lebih dari satu bulan. Adapun gejala yang muncul berupa pembengkakan pada bagian insang dan badan gurami.

Penyebab dari penyakit ini di antaranya kualitas air ??ng buruk, kandungan oksigen terlarut rendah, d?n kepadatan gurami ??ng t?rl?lu tinggi.

3. Kutu Ikan

Penyebab penyakit kutu ikan adalah Argulus sp. yang menyerang dengan cara menggigit seluruh bagian badan gurami.  Pada bekas gigitan akan terjadi pendarahan dan akan semakin menjadi-jadi ketika terus dibiarkan.

Penyakit ini muncul karena kualitas air yang buruk. Adapun penularan terjadi melalui air dan kontang langsung antara gurami yang sehat dengan gurami yang sakit.

Penyakit gurami lainnya, ciri-cirinya, dan cara mengobatinya dapat disimak melalui buku berjudul “Cara Mudah Mengatasi Penyakit pada Ikan Gurami” karya Langgeng Prima Anggaradinata. Adapun deskripsi buku sebagai berikut.

Cara Mudah Mengatasi Penyakit pada Ikan Gurame

Ikan gurame merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup diminati dan begitu tren di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, permintaan yang tinggi mengakibatkan produksi ikan jenis ini juga tinggi. Ketika Anda sedang membudidayakan ikan gurame, mungkin Anda akan mendapat beberpa hambatan, salah satunya hama d an penyakit yang menjangkit ikan Anda. Seri ini akan membahan hama dan penyakit pada ikan gurame.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Baca juga:



Live Apakah Anda berminat jika disediakan fasilitas baca buku sepuasnya di Gramedia ?
  • Ya, tentu saja!
    93% 93% 1.2k / 1.3k
  • Tidak
    6% 6% 91 / 1.3k


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Novi Veronika

Saya semakin mencintai dunia menulis ini karena membuat saya semakin bisa mengembangkan ide dan kreativitas, serta menyalurkan hobi saya ini. Selain hal umum, saya juga menyukai tulisan tentang pendidikan dan juga administrasi perkantoran.