Agama Islam

Keutamaan Membaca Surah Al-Ghasyiyah

Written by Alisa

Keutamaan Membaca Surah Al-Ghasyiyah – Surah Al-Ghasyiyah merupakan surah ke-88 dalam Alquran. Surah ini termasuk dalam golongan surah Makiyah. Adapun ayatnya berjumlah 26. Surah Al-Ghasyiyah turun sesudah surah Adz-Dzaariat. Surah ini menjelaskan mengenai hari pembalasan, hari akhir, dan keadaan di akhirat.

Grameds dapat menyimah penjelasan surah Al-Ghasyiyah berikut ini.

Ayat dan Arti Surah Al-Ghasyiyah

Berikut ayat surah Al-Ghasyiyah ayat 1-26.

1. Hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah

Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

2. Wujụhuy yauma`iżin khāsyi’ah

Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,

3. ‘Āmilatun nāṣibah

Bekerja keras lagi kepayahan,

4. Taṣlā nāran ḥāmiyah

Memasuki api yang sangat panas (neraka),

5. Tusqā min ‘ainin āniyah

Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.

6. Laisa lahum ṭa’āmun illā min ḍarī’

Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,

7. Lā yusminu wa lā yugnī min jụ’

Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

8. Wujụhuy yauma`iżin nā’imah

Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

9. Lisa’yihā rāḍiyah

Merasa senang karena usahanya,

10. Fī jannatin ‘āliyah

Dalam surga yang tinggi

11. Lā tasma’u fīhā lāgiyah

Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.

12. Fīhā ‘ainun jāriyah

Di dalamnya ada mata air yang mengalir.

13. Fīhā sururum marfụ’ah

 di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan,

14. Wa akwābum mauḍụ’ah

Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),

15. Wa namāriqu maṣfụfah

Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun

16. Wa zarābiyyu mabṡụṡah

Dan permadani-permadani yang terhampar.

17. A fa lā yanẓurụna ilal-ibili kaifa khuliqat

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,

18. Wa ilas-samā`i kaifa rufi’at

Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?

19. Wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat

Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?

20. Wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat

Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

21. fa żakkir, innamā anta mużakkir

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

22. Lasta ‘alaihim bimuṣaiṭir

Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

23. Illā man tawallā wa kafar

Tetapi orang yang berpaling dan kafir,

24. Fa yu’ażżibuhullāhul-‘ażābal-akbar

Maka allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

25. Inna ilainā iyābahum

Sesungguhnya kepada kami-lah kembali mereka,

26. Ṡumma inna ‘alainā ḥisābahum

Kemudian sesungguhnya kewajiban kami-lah menghisab mereka.

Al-Qur'An Qosbah Mubayyin Tematik A5

Asbabun Nuzul Surah Al-Ghasyiyah

Imam Ibnu Jarir dan Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadiz melalui qatadah mengenai asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya Surah Al-Ghasyiyah. Surah Al-Ghasyiyah turun karena ketika Allah menggambarkan kenikmatan-kenikmatan yang ada di dalam surga. Orang-orang sesaat merasa takjub dengan hal tersebut.

Maka Allah menurunkan firman-Nya melalui Q. S. Al-Ghasyiyah: 17, berikut artinya.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,(Q. S. Al-Ghasyiyah: 17)

Ketika surah tersebut turun, orang-orang kafir merasa takjub dan menganggap aneh hal itu. Maka, Allah menurunkan ayat selanjutnya yang memberikan instruksi untuk memperhatikan benda-benda di sekitar. Sehingga, dapat memahami kebenaran mengenai akhirat.

At Tabrisyi mengemukakan dalam sebuah hadis dari Ubay bin Ka’ab bahwa Nabi Muhammad S.A.W. bersabda,” Barang siapa membaca surat Al Ghasyiyah maka Allah menghisabnya dengan hisab yang ringan.

Kandungan Surah Al-Ghasyiyah

Surah Al-Ghasyiyah turun untuk menjelaskan mengenai hari kiamat. Termasuk keadaan orang-orang kafir ketika hari kiamat. Sekaligus azab pada mereka yang berbuat keburukan semasa hidupnya dengan wajah yang tertunduk dan terhina.

Azab tersebut juga ditujukan kepada orang-orang yang gemar mengejar dunia. Mereka akan masuk ke dalam neraka yang memiliki api paling panas daripada api di seluruh semesta. Mereka tetap diberi air minum yang diambil dari sumber mata air yang panas pula.

Makanan pun yang diberikan tidak kalah buruk dan tidak nikmat sama sekali. Mereka memakan pohon yang berduri. Pohon tersebut tidak dapat menggemukkan dan tidak dapat menghilangkan rasa lapar.

Surah tersebut juga memaparkan keadaan surga sebagai balasan bagi orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah. Pada hari itu, banyak wajah yang berseri-seri. Mereka merasa senang masuk ke dalam surga yang kedudukannya tinggi.

Ketika di surga, tidak ada perkataan yang tidak berguna. Mata air di sana pun mengalir. Dipan-dipan pun ditinggikan. Gelas-gelas tersedia didekatnya. Juga bantal-bantal sandaran yang tersusun sekaligus permadani-permadani yang terhampar.

Surah tersebut juga menginstruksikan untuk memperhatikan keajaiban ciptaan-ciptaan Allah. Misalnya memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Dan langit, bagaimana ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan? Dan bumi bagaimana dihamparkan?

Allah memberikan perintah kepada Nabi Muhammad untuk memperingatkan umatnya mengenai ayat-ayat Allah. Hal ini dikarenakan Nabi Muhammad merupakan seorang pemberi peringatan. Ia bukan seorang yang berkuasa atas keimanan umat manusia.

Pelita Al-Quran

Kandungan surah Al-Ghasyiyah secara ringkas sebagai berikut.

  • Perintah Allah Kepada Nabi Muhammad untuk memperingatkan kaumnya kepada ayat-ayat Allah. Hal tersebut diakarenakan Nabi Muhammad hanyalah seorang pemberi peringatan bukan penguasa atas keimanan umatnya.
  • Pemaparan atau keterangan mengenai orang-orang kafir di hari kiamat dan azab yang akan mereka terima.
  • Perintah untuk memperhatikan keajaiban pada ciptaan-ciptaan Allah.
  • Pemaparan atau keterangan mengenai orang-orang beriman dan balasan surga yang akan diterima.

Keutamaan Membaca Surah Al-Ghasyiyah

Ketika seseorang membaca surah Al-Ghasyiyah akan mendapatkan fadhilah dan manfaat sebagai berikut.

  1. Surah Al-Ghasyiyah termasuk dalam Al-Mufashshal yang diberikan kepada Nabi Muhammad sebagai tambahan. Oleh sebab itu, Rasullullah memiliki keistimewaan dan keutamaan daripada nabi-nabi pendahulunya.
  2. Allah memberikan selubuh kepada pembaca surah Al-Ghasyiyah dengan rahmat-Nya baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Abi Abdullah. Abi Abdullah berkata “Barangsiapa yang dengan istiqamah membaca hal ataka haditsul-ghasyiyah (Surat Al-Ghasyiyah) di dalam salat fardu atau sunah, maka Allah akan menyelubunginya dengan rahmat-Nya di dunia dan akhirat, dan di hari kiamat, Allah akan mendatangkannya dengan aman dari siksa neraka.” (Tswabul A’mal: 152)
  3. Seseorang yang membaca surah Al-Ghasyiyah akan memperoleh keringanan pada hisabnya. Surah tersebut juga dapat dijadikan sebagai doa atau wasilah kelahiran, orang yang melarikan diri, dan orang yang meminta pertolongan.

Nabi Muhammad S.A.W. bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Ghasyiyah), maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah, dan barangsiapa yang membacanya atas dilahirkan seorang manusia, atau yang lain, orang yang meminta tolong, dan orang yang melarikan diri, maka itu dapat menenangkannya dan membuatnya diam.” (Tafsirul Burhan, Juz 8: 267)

6 Langkah Mudah Lancar Membaca Al-Qur’an

Amanat dalam Surah Al-Ghasyiyah

Ketika membaca surah Al-Ghasyiyah hendaknya juga membaca terjemahan setiap ayatnya atau dapat juga membaca tafsirnya. Karena dengan memahami hal-hal tersebut akan mendapatkan banyak sekali hikmah atau pembelajaran. Berikut amanat atau hikmah yang dapat dipetik dari surah Al-Ghasyiyah.

  • Menyebutkan mengenai berbagai macam siksaan bagi orang-orang yang tidak taat dan celaka seperti keletihan, kehinaan, dibakar di api neraka, disiram air panas, dan makan pohon yang berduri. Hal ini memberikan peringatan pada kita untuk senantiasa berbuat baik dan beriman kepada Allah. Sehingga, terhindar dari siksaan-siksaan tersebut.
  • Sebagai peringatan mengenai dahsyatnya hari kiamat. Pada saat itu, manusia akan dibagi menjadi dua golongan, yakni golongan orang-orang yang celaka dan golongan orang-orang yang bahagia. Jika tidak ingin termasuk dalam golongan orang yang celaka maka harus memperbaiki dan meningkatkan keimanan. Serta harus selalu taat kepada Allah.
  • Menjelaskan bagaimana wajah orang-orang muslim yang terlihat penuh kenikmatan pada hari kiamat. Wajah mereka terlihat penuh kebahagiaan dan kesenangan.
  • Menjelaskan mengenai kehidupan neraka yang jauh berbeda dengan kehidupan di dunia. Di sana lebih kejam sebagai hukuman bagi manusia-manusia yang hanya mengejar dunia dan tidak beriman kepada Allah.
  • Menjelaskan mengenai kedudukan surga yang tinggi seperti dalam Surah Taha ayat 75 yang artinya “Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia).”
  • Menjelaskan mengenai tanda-tanda kekuasaan Allah di permukaan bumi misalnya tegaknya gunung-gunung dan tenangnya bumi karena semua itu seperti pasak.
  • Seorang muslim yang berhasil menghuni surga akan mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan misalnya dapat melihat Allah, mendapatkan makan dan minuman yang lezat, pohon-pohon. istana, dan sungai.
  • Tidak hanya itu, penghuni surga akan bekumpul dengan para penghuni surga lainnya. Di dalamnya terdapat dipan-dipan yang tinggi dan bagus. Serta bantal-bantal yang tersusun rapi dan permadani yang terhampar.
  • Menjelaskan mengenai penciptaan unta sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah maka unta diciptakan untuk ditunggangi dan membawa barang-barang.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien