in

Review Buku Cashflow Quadrant Karya Robert Kiyosaki

Review Buku Cashflow Quadrant – Sejak berada di bangku sekolahan, atau perkuliahan sebagian orang umumnya telah memikirkan tentang jenis pekerjaan yang akan mereka lakukan nantinya. Sebagian lainnya, setidaknya memiliki gambaran ‘pekerjaan ideal’ yang mereka anggap layak menjadi ‘goals’ untuk mencapai standar hidup yang lebih baik.

Jenis pekerjaan seperti apakah yang dianggap ‘ideal’ bagi orang kebanyakan? Bagaimana cara untuk meraihnya?

Masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa semakin baik dan semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki, akan memberikan pengaruh besar terhadap kesuksesan dalam bekerja dan memiliki pekerjaan yang ideal.

Namun, kenyataannya tidak selalu begitu. Ada orang yang memang memiliki pendidikan tinggi, mengenyam pendidikan di sekolah yang favorit, menjadi lulusan terbaik dan sukses dalam mendapatkan pekerjaan yang ideal.

Sebagian, meskipun sudah memiliki gelar diatas rata-rata masih berjuang mencari pekerjaan yang menurutnya sesuai dan layak. Bahkan ada juga yang tidak memiliki background pendidikan tinggi tapi dalam prakteknya, justru mampu sukses dalam dunia kerjanya.

Review Buku Cashflow Quadrant

https://www.gramedia.com/products/the-amazing-traveling-bukan-sekadar-jalan-jalan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Lantas, sesungguhnya dimana faktor yang mempengaruhi kesuksesan seseorang?

Gambaran kesuksesan dalam pekerjaan sebenarnya banyak telah banyak dijelaskan dengan berbagai teori dari para ahli ekonomi dan bisnis. Salah satu teori terkenal yang banyak dipraktekkan hingga saat ini yakni teori Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki.

Pembahasan teori ini juga sudah disalin secara detail dan rinci dalam buku yang berjudul sama The Cashflow Quadrant. Buku ini juga masuk dalam jajaran buku motivasi best seller di seluruh gerai Gramedia di Indonesia.

Menariknya, buku cashflow ini juga bukanlah buku pertama dari Robert Kiyosaki yang membawa dampak baik bagi para pembacanya. Melainkan ada buku sebelumnya yang pernah juga menduduki jajaran best seller dan membesarkan namanya hingga kini, yaitu Rich Dad, Poor Dad.

Sebagai penulis dan motivator handal, Kiyosaki mampu memikat dan membuka pandangan banyak orang di berbagai belahan dunia atas tulisannya. Banyak dari pembaca yang menjadikan buku-buku karya Kiyosaki ini sebagai pedoman atau panutan untuk merintis kesuksesan mereka.

Pria kelahiran 1947 ini setidaknya sudah merilis 15 seri buku motivasi dan bisnis yang laris terjual sampai 26 juta copy. Sebuah nominal yang cukup fantastis ini membuat dirinya menjadi salah satu penulis besar dalam ranah motivasi. Berikut ini adalah proses kreatif Robert Kiyosaki sang motivator dunia.

The Architecture of Love | Di balik Pena

 

Profil Penulis Robert Kiyosaki

Review Buku Cashflow Quadrant

https://www.gramedia.com/products/the-amazing-traveling-bukan-sekadar-jalan-jalan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Robert Kiyosaki terkenal sebagai seorang penulis yang juga aktif sebagai motivator, investor dan seorang pengusaha. Namanya semakin besar setelah sukses dengan karya tulisnya dalam buku Rich Dad, Poor Dad dan kemudian disusul dengan The Cashflow Quadrant, yang merupakan lanjutan dari seri Rich Dad, Poor Dad.

Penulis yang memiliki nama panjang Robert Toru Kiyosaki ini merupakan pria yang lahir di Hilo, namun kemudian dia berpindah ke Hawaii. Dirinya sendiri adalah seorang yang berkebangsaan Amerika-Jepang dari generasi Yonsei.

Kiyosaki muda mengenyam pendidikannya di Hilo High School. Dia terkenal sebagai sosok yang pandai, melalui sejumlah prestasinya. Setelah itu Kiyosaki mengikuti Akademi Kelautan Merchant Amerika Serikat yang berada di New York dan dinyatakan lulus pada tahun 1969.

Sebelum menjalani kehidupannya sebagai penulis berbakat, Kiyosaki muda telah menjalani karir pertamanya sebagai pilot helikopter tempur di Korps Marinir yang ditugaskan untuk ikut serta dalam Perang Vietnam. Dirinya bahkan mendapatkan penghargaan yakni Medali Angkatan Udara.

Pada 1974, Kiyosaki memutuskan menjadi penjual mesin fotokopi di Xerox Corporation. Berdasarkan pengalamannya disini, Kiyosaki akhirnya membuka bisnisnya sendiri yang menjualkan produk dompet dengan bahan velcro dan nilon pertama kali.

Meskipun sempat berada diatas angin, namun perusahaan tersebut akhirnya gulung tikar dan Kiyosaki mencoba memulai bisnis baru yakni produksi T-Shirt untuk salah satu band rock ternama Heavy Metal Band pada sekitar 1980.

Belajar dari pengalaman karirnya yang panjang, Kiyosaki terus melihat sejumlah kesamaan ritme dalam bisnis dan pengelolaan keuangan yang membuat dirinya menemukan konsep teori baru yang disebut Cashflow Quadrant.

Melalui konsep dan pemikirannya inilah yang akhirnya mampu memberikan motivasi untuk banyak orang terutama dalam bidang bisnis dan pengelolaan keuangan. Dari sini Kiyosaki mulai menjadi motivator dan menerbitkan sejumlah buku yang membahas hal serupa.

Buku pertamanya yakni Rich Dad, Poor Dad mendapatkan banyak antusiasme dari pembaca yang terjual laris hingga belahan dunia. Bahkan buku tersebut sudah diterjemahkan ke 35 bahasa di dunia.

Masih dengan benang merah yang sama, buku Rich Dad, Poor Dad tersebut memiliki sejumlah seri lanjutan yang saling berkaitan. Buku lainnya yakni Cashflow Quadrant: Rich Dad’s Guide to Financial Freedom, Rich Dad’s Guide to Investing (2000), Rich Kid, Smart Kid (2001), Rich Dad’s Prophecy (2002) serta masih banyak buku lainnya.

Tentang Buku Cashflow Quadrant

Review Buku Cashflow Quadrant

https://www.gramedia.com/products/the-amazing-traveling-bukan-sekadar-jalan-jalan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Buku Cashflow Quadrant ini merupakan satu dari sekian banyak buku motivasi milik Robert Kiyosaki yang ditulis berdasarkan pengalamannya. Sesuai dengan judulnya buku ini merupakan penjelasan teori Cashflow Quadrant yang ditemukan oleh sang penulis.

Dalam buku ini menjelaskan konsep investasi keuangan, dimana menurut Kiyosaki, itu semua didasarkan pada sumber pendapatan. Sumber pendapatan inilah yang nantinya diklasifikasikan ke dalam empat kuadran yang juga disebut E, S, B, I.

Berdasarkan teori Kiyosaki, pengaturan investasi dan keuangan setiap manusia itu dibedakan menjadi empat jenis sesuai sumber pendapatan atau kas masing-masing, yakni Employee, Self-employed, Business owner, dan Investor.

Keempat kelompok kuadran ini digambarkan dalam diagram yang terbagi oleh garis-garis vertikal dan horizontal. Adanya kuadran ini akan sangat membantu memberikan gambaran perbedaan arus kas atau pendapatan seseorang.

Employee atau karyawan merupakan klasifikasi bagi mereka yang mendapatkan sebagian besar pemasukan atau kerja sebagai karyawan. Artinya seseorang bekerja di bawah sebuah perusahaan atau instansi, atau juga bisa disebut bekerja untuk orang lain.

Orang-orang yang berada di kelas ini bisa jadi adalah mereka yang bekerja sebagai security, hingga direktur, keduanya sama-sama mendapatkan penghasilan dari hasil bekerja menjadi karyawan. Pada kuadran ini orang-orang bekerja mengandalkan gaji bulanan mereka yang dibayarkan oleh perusahaan.

Sehingga kemungkinan besar mereka memilih pekerjaan ini adalah karena adanya gaji tetap setiap bulannya. Ritme kerja juga tidak begitu berpengaruh terhadap gaji karena mereka sudah memiliki gaji tetap. Orang yang berada di kelompok ini juga cenderung akan bekerja untuk waktu yang lama bahkan hingga pensiun.

Self-employed atau juga disebut bekerja sendiri adalah orang-orang yang bekerja untuk dirinya sendiri dengan mengandalkan kemampuan dan intelegensi mereka sendiri. Beberapa pekerjaan yang bisa dikategorikan dalam kelompok ini seperti dokter yang membuka klinik pribadi, pengacara, kreator yang mana sedikit banyak gaji mereka tergantung oleh banyak atau tidaknya mereka bekerja.

Orang yang berada pada kelompok kuadran ini cenderung tidak akan mendapat uang jika mereka tidak bekerja sebab mereka tidak memiliki gaji tetap. Akan tetapi pada umumnya, orang dalam kelompok self-employed ini lebih menyukai pekerjaan yang bebas dimana mereka mampu menentukan jam kerja mereka sendiri.

Hal ini merupakan sebuah privilege yang bisa dinikmati para orang di kuadran ini, berbeda dengan orang yang berada di kuadran employee dimana mereka harus mengikuti peraturan dan jam kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Business owner, adalah para pengusaha yang memiliki bisnis mereka sendiri. pada kelompok ini para pengusaha mendapatkan penghasilan mereka melalui usaha yang mereka bangun dan dijalankan oleh para karyawan lain atau orang lain yang bekerja untuknya.

Sumber penghasilan tidak akan goyah bahkan ketika pengusaha pergi dan tidak berada di tempat usahanya, karena dia sudah memiliki karyawan yang menjalankan pekerjaan di perusahaan tersebut sehingga terus beroperasi dengan baik.

Pengusaha pada kuadran ini tidak mendapatkan gaji, melainkan memberikan gaji pada karyawannya. Sedangkan dirinya sendiri mendapatkan uang dari hasil perusahaannya. Biasanya kelompok pengusaha ini juga sudah memiliki kestabilan finansial tanpa perlu memikirkan gaji mereka setiap bulannya.

Investor, adalah para orang yang melakukan investasi pada beberapa perusahaan. Para investor ini justru akan mengeluarkan uang mereka di awal untuk menambah keuntungan setidaknya dua kali lipat lebih besar dari nilai investasi pertama.

Investasi inilah yang nantinya akan menjadi modal sejumlah perusahaan dalam mengembangkan bisnis mereka. Sehingga apabila keuntungan pada perusahaan tersebut meningkat maka keuntungan para investor ini juga semakin meningkat.

Biasanya, para investor ini juga sudah memiliki bisnis mereka sendiri sehingga sangat mungkin jika mereka memiliki uang dengan nilai yang besar untuk diinvestasikan ke bisnis lain seperti reksadana, properti, tanah, emas dan masih banyak lagi.

Selain itu para investor juga cenderung memiliki kestabilan finansial yang membuat mereka tidak perlu selalu bekerja di satu tempat hanya untuk mendapatkan gaji bulanan.

Berdasarkan empat sisi kuadran yang berbeda ini pada umumnya kelompok di sisi kanan kuadran memang memiliki kebebasan finansial yang membuat mereka tidak perlu selalu bekerja siang-malam namun tetap bisa menghasilkan uang dengan nilai yang besar.

Akan tetapi ada banyak proses yang dijalani setiap orang perlahan-lahan untuk naik ke kuadran satu dan kuadran yang lainnya. Inilah tips serta motivasi yang diberikan Robert Kiyosaki pada para pembaca supaya orang menjadi lebih ‘melek keuangan’.

 

Tips Meningkatkan Diri Menjadi Kuadran Business Owner dan Investor, Menurut Cashflow Quadrant

Review Buku Cashflow Quadrant

https://www.gramedia.com/products/the-amazing-traveling-bukan-sekadar-jalan-jalan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Seperti yang telah dipaparkan mengenai sejumlah seri buku Rich Dad, Poor Dad penulis terus menjelaskan secara runtut serangkaian motivasi untuk merubah orang-orang yang berada pada kuadran E hingga ke kuadran B, bahkan I.

Jika dalam buku pertamanya Rich Dad, Poor Dad menjelaskan tentang bagaimana membentuk pola pikir yang membuat kita menjadi seorang yang sukses dan pandai melihat peluang. Maka dalam Cashflow Quadrant ini, Kiyosaki memberikan gambaran jelas mengenai alur pekerjaan untuk berubah ke kuadran yang lebih baik.

Pada empat kuadran tersebut, semuanya saling terikat. Sehingga selalu ada kemungkinan bahwa orang yang berada di kuadran E mampu bergerak ke B seperti halnya Robert Kiyosaki. Penulis telah membuktikan melalui pengalamannya bahwa sangat mungkin setiap orang mampu berpindah pada kelompok kuadran yang lebih tinggi.

Untuk merintis sebuah karir kita perlu pengalaman kerja, yang mana hanya didapat dengan memulai di kuadran E ataupun S tergantung dengan bidang minat dan intelegensi masing-masing. Melalui pengalaman inilah nantinya orang-orang akan mampu mempelajari dan mengaplikasikan sistem serupa versi mereka sendiri ke dalam bisnis baru.

Merintis bisnis baru seperti yang dilakukan Kiyosaki setelah keluar dari pekerjaannya yang lama memang tidak mudah. Ada kalanya sebuah bisnis gagal di awal mulai merintis, atau bahkan sudah berjalan beberapa tahun dan mengalami penurunan.

Tentu, hal tersebut merupakan suatu perkara yang lumrah dan sebagai orang-orang yang ingin mencapai kuadran B maka kita perlu terus mencoba dan berusaha lagi.

Menurut Robert Kiyosaki dalam buku Cashflow Quadrant, ada tiga cara yang bisa menjadi pilihan untuk menentukan sistem mana yang tepat untuk diterapkan para calon pengusaha mulai dari membuat sistem sendiri, membeli sistem, dan juga menjalani sistem.

Untuk menciptakan bisnis, tentu membutuhkan sebuah sistem yang mengatur alur kerja, prosedur, administrasi dan semuanya dimana sistem ini seperti cetak biru bagi berjalan atau tidaknya sebuah bisnis.

Pengusaha dapat menciptakan sistem yang mereka inginkan sesuai dengan kebutuhan dan visi misi bisnisnya. Tapi, untuk membuat sebuah sistem pengusaha membutuhkan modal yang besar dan mempersiapkan mental yang tangguh.

Sebab, tidak jarang dalam proses menemukan sistem idealnya akan ada banyak trial error yang banyak membuat para calon pengusaha menyerah. Disini pengusaha perlu merancang sistem mulai dari tahap input, proses dan juga outputnya secara detail. Hal ini juga memiliki resiko sangat tinggi akan berhasil atau tidaknya sebuah sistem untuk penerapan dalam bisnis baru.

Selanjutnya, sistem adalah dengan cara membeli sistem dimana hal tersebut akan jauh lebih mudah, karena sudah ada sistem yang tersedia dan terbukti berjalan dengan baik. Contohnya seperti membeli sebuah franchise.

Membuka sebuah bisnis franchise akan meringankan beban calon pengusaha karena tidak perlu lagi susah-payah memikirkan detail dari awal hingga akhir. Namun dengan adanya kemudahan ini juga diikuti dengan modal yang sangat besar untuk pembeliannya.

Pasalnya semua sumber daya telah lengkap tersedia dan juga sistemnya sudah ada. Sehingga pembelian franchise ini nantinya hanya tinggal mengikuti alur franchise lainnya. Pada umumnya akan ada target per bulan atau per tahun untuk bisnis franchise, dan pembagian keuntungan atau royalti.

Sistem ketiga adalah menjalankan sistem yang sudah ada seperti misalnya bisnis pemasangan jaringan dan multi level marketing. Pada sistem ini bisnis yang dikembangkan sedikit berbeda dengan lebih menekankan pada skill marketing. Modal yang dikeluarkan juga cenderung sedikit sehingga resiko kerugian juga jauh lebih rendah.

https://www.gramedia.com/products/the-amazing-traveling-bukan-sekadar-jalan-jalan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kesimpulan

Untuk berpindah pada kuadran B bahkan I, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan yakni modal, keberanian dalam mengambil resiko, berpikir kreatif dan inovatif, serta terus belajar. Layaknya Kiyosaki, kita perlu terus mengembangkan potensi dari dalam diri yang sebenarnya sudah dimiliki dan mampu menjadi modal utama untuk mencapai kesuksesan.

Jika melihat pada empat kelompok kuadran yang ada, orang-orang pada kelompok E, S, B, I memiliki perbedaan yang signifikan dari sumber pendapatan atau gaji yang mereka peroleh. Jika pada kelompok E adalah orang-orang yang menginginkan pasif income untuk sebagai kestabilan finansial mereka, maka orang pada kelompok S cenderung memilih kebebasan ruang kerja dimana mereka mampu mengendalikan sistem kerja mereka sendiri tanpa harus menjadi pengusaha.

Sedangkan orang yang berada pada kelompok B dan I memiliki keterkaitan satu sama lain dimana keduanya mampu meninggalkan bisnis mereka, atau mengendalikannya dari jarak jauh sebab sudah memiliki orang-orang yang bekerja untuknya dengan sistem yang dibuat sendiri.

Grameds, kalian kelompok yang mana? Terlepas dari kelompoknya semua kuadran memiliki resiko yang berbeda, dan keuntungan yang berbeda. Semakin tinggi pengusaha berani mengambil resiko, maka semakin besar pula keuntungan yang bisa didapat. Sekian semoga artikel ini bermanfaat, yuk baca konsep Cashflow Quadrant ini selengkapnya!

BACA JUGA:

  1. Resensi Buku Rich Dad Poor Dar karya Robert T. Kiyosaki
  2. Resensi Buku The Psychology of Monet by Morgan Housel
  3. Review Buku Atomic Habits
  4. Review The 7 Habits of Highly Effective People
  5. Review Buku The Power of Habit Charles Duhigg

Written by Ananda