in

Review Buku Maaf Tuhan Aku Hampir Menyerah

Buku Maaf Tuhan Aku Hampir Menyerah ditulis oleh Alfialghazi. Buku ini diterbitkan pertama kali pada September 2020. Dapat dilihat dari judulnya, buku ini merupakan buku motivasi yang erat dengan pengajaran Islami tentang kepasrahan diri kepada Tuhan.

Alfialghazi melalui buku ini berusaha mengajak pembaca untuk dapat berdamai dengan keadaan yang dihadapinya, bahwa Tuhan tak akan pernah meninggalkan umatnya, termasuk dirinya. Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah secara tidak langsung akan mengajak pembaca untuk memiliki hati yang penuh dan bahagia dengan cara terus merasa bersyukur, merasa bahwa dirinya cukup, dan bertahan dalam segala cobaan yang menimpa dengan bersikap sabar.

Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah ini termasuk ke dalam kategori buku non fiksi yang memuat motivasi Islami, yang dibagi ke dalam 75 bagian. Setiap bagian tersebut akan dibahas secara singkat ke dalam 1-2 halaman saja.

Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah akan membahas bahwa tak semua hal akan berjalan sesuai dengan keinginanmu. Pada suatu saat, kan tiba saatnya harapanmu terpatahkan, impianmu akan dipukul mundur, atau langkahmu dihentikan secara paksa.

Suatu saat, dunia yang luas juga dapat terasa begitu menyesakkan. Di mana kondisi sedang ramai, tapi terasa sepi.

Akan tiba kalanya ketika ingin terus melangkah, tapi takut terjatuh. Ingin putar balik juga tampaknya sudah terlambat, sudah tak mungkin terkejar. Ingin menyerah, tapi itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Setiap pilihan yang kamu ambil, hampir tidak mampu kamu tanggung konsekuensinya.

Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah akan menemani kamu, agar bisa terus melangkah maju, menikmati segala kekecewaan, melampaui segala keterbatasan, melewati dunia yang penuh dengan hal-hal yang fana, dan menuju suatu tempat yang bernama keabadian. Buku ini dituliskan untuk kamu, jiwa-jiwa kecil yang sedang menantikan untuk bahagia, bahagia yang sesungguhnya.

Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah ini sangat cocok dibaca oleh kalian yang kehilangan arah dalam hidup, seolah tak tahu hidup ini mau dibawa ke mana, sedang berduka, ragu akan impian sendiri, atau bagi kalian yang sedang berusaha untuk kembali ke jalan yang benar, yang diridhoi Allah, agar bisa sampai ke titik akhir keabadian.

Profil Alfialghazi – Penulis Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

Alfialghazi merupakan seorang perwira muda transportasi darat yang memilih untuk pensiun dini dengan terhormat setelah 2,5 tahun lamanya mengabdi. Alfialghazi diketahui mengundurkan diri pada bulan Maret 2019. Hal ini tentunya menjadi salah satu keputusan besar dalam hidupnya.

Mengambil keputusan tersebut pastinya menjadikan dirinya dilabeli sebagai seorang yang gagal. Ia pun kerap mendapatkan dirinya direndahkan oleh karena keputusannya yang dianggap kebanyakan orang tidak masuk akal. Sampai akhirnya, Alfialghazi dihubungi oleh pihak penerbit buku yang menawarkannya untuk menerbitkan tiga buku yang telah ditulisnya.

Alfialghazi atau yang akrab dipanggil Alfi melalui karyanya ini membuktikan bahwa cacian dan makian orang lain tak perlu dijawab dengan perkataan yang sama buruknya. Balasan terbaik untuk menjawab caci maki adalah membuktikan dalam bentuk karya. Saat ini, Alfi terus memfokuskan diri dengan membuat karya.

Alfi juga memanfaatkan platform media sosial, salah satunya adalah akun Instagram yang bernama @alfialghazi. Melalui akun Instagramnya yang kerap membagikan kutipan motivasional, yang dapat menenangkan hati dan memberikan energi positif bagi para audiensnya itu, pengikut akun Instagram Alfi telah mencapai 282 ribu orang per Mei 2022.

Sinopsis Buku 

Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah ini akan menemani seseorang menjalani proses jatuh dan kembali bangkit untuk mencari jalan keluar mengatasi berbagai keraguan dan memperkuat keyakinan. Situasi yang berat merupakan ujian untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih kuat lagi, agar dapat memiliki kesabaran yang seluas samudera, rasa ikhlas selapang gurun pasir, dan berpasrah diri dengan berdoa. Melalui buku ini, anda akan mendapatkan renungan untuk dapat menyadari akan pentingnya suatu keyakinan, doa, dan harapan.

Kerap kali ketika sedang bahagia, kita seolah tak ingin waktu tersebut berakhir, kita tidak ingin pergi dari situasi tersebut. Di waktu yang lain, semua hal bisa nampak menyedihkan dan kita bisa merasa bingung akan bagaimana cara melewati kondisi yang menyesakkan ini. Begitulah roda kehidupan terus berputar, suatu saat kita bisa bahagia, di lain hari kita bisa merasa terpuruk. Dalam proses perubahan hidup tersebut, mungkin banyak pertanyaan yang muncul, pertanyaan yang akan mengganggu pikiran mengenai rencana Tuhan yang tampak buruk dan tidak adil.

Kesedihan itu pasti akan dialami oleh semua manusia yang hidup di muka bumi ini, ia akan hadir tanpa ada aba-aba, tanpa permisi kemudian menorehkan luka hati dan menguras pikiran. Saat itu, anda bisa merasa bahwa anda hidup, tapi kehilangan tujuan dan arah. Senyum di wajah anda akan digantikan oleh tetes air mata dalam sekejap waktu. Kebingungan akan menjadi bayang-bayang yang selalu menghantui hingga anda tak tahu harus berbuat apa. Ketika itu terjadi, mungkin ada pikiran untuk menyerah saja, tetapi menyerah juga bukan keputusan yang bisa mengubah segalanya.

Sesulit apa pun keadaan yang kita alami, kita tak boleh menyerah begitu saja. Kita tak boleh kehilangan harapan, karena Allah ada untuk menolong kita, Allah akan menyertai setiap langkah kita. Kita merasa lemah menjadi sebuah tanda bahwa kita memang membutuhkan Allah. Perjuangan kita di dunia tidak akan dan tidak boleh berhenti selama kita masih bisa bernafas, karena Allah akan selalu ada bagi hamba-Nya.

Seorang muslim memiliki senjata yang tak terlihat oleh mata, yaitu doa. Kerap kali kita merasa kecewa, karena doa yang kita panjatkan tampak tidak diijabah. Diperlukan kesabaran untuk menyelami apakah makna dari berdoa setiap harinya. Allah ingin manusia untuk terus berdoa di sepertiga malam, merintih dengan lirih di hadapan-Nya. Dalam doa, sampaikan apa yang anda inginkan. Lalu, berserah diri kepada Allah yang mengetahui hal yang terbaik. Setiap doa pasti akan selalu terjawab, meski terkadang tak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Jangan terlalu cepat berasumsi buruk ketika Allah menetapkan takdir yang tidak sesuai harapan. Berusaha untuk ikhlas atas apapun keadaan yang terjadi, karena Allah mengetahui segala perasaan hamba-Nya dan telah mempersiapkan jalan keluar yang terbaik.

Badai akan segera berlalu dan pelangi akan segera datang, tetapi terdapat iman yang harus tetap dijaga. Sebab, terkadang manusia ingkar terhadap janji yang disampaikan kepada Tuhan-Nya, dan tanpa sadar hadir kemunafikan. Manusia akan menjadi sangat agamis ketika terluka dan mendadak lupa saat sedang bahagia. Rasa malas mulai menjadi pemenang ketika sedang bahagia.

Pada akhirnya, kenikmatan ibadah akan memudar jika manusia terus membiarkan rasa malas menguasai dirinya. Rasa malas itu perlu dilawan, agar mampu mencapai titik istiqomah. Oleh karena itu, Allah lebih menyukai amalan yang sedikit, tetapi istiqomah, karena pada dasarnya manusia itu bersifat lalai dan lupa. Istiqomah menjadi bukti iman kita kepada Allah yang benar-benar tertanam dalam hati ketika dibuktikan dengan perbuatan. Istiqomah jangan pernah berhenti sampai Allah menetapkan waktu untuk berpulang kepada-Nya.

Ketika Allah menghadirkan hidayah untuk mengetuk pintu hati anda, sambutlah hidayah itu. Sebab, hidayah merupakan bentuk cinta kasih Allah terhadap umat-Nya. Kumpulkan pahala sebanyak mungkin untuk memperoleh ridha-Nya.

Kelebihan Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

Alfialghazi melalui buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah mampu membuat pembaca hanyut bersama tulisan-tulisannya. Alfi mampu menuliskan buku ini dengan sangat indah, dengan menggunakan bahasa puitis, tetapi mudah untuk dimengerti

Buku ini dapat menjadi sebuah pengajaran yang begitu lengkap bagi umat Muslim. Sebab, dalam buku ini tertulis arti kehidupan, berdamai dengan takdir, rasa takut akan masa depan, ibadah yang bermakna, ketaatan yang membutuhkan kesabaran, hingga surga yang akan menjadi akhir kehidupan.

Alfi juga menyelipkan sejumlah cerita tentang keteladanan Rasulullah SAW dan Para Sahabat, yang diambil dari kisah Al-Qur’an dan Hadist. Cerita ini menjadi pengingat yang dapat menyadarkan para pembaca untuk berpegang teguh pada pengajaran Al-Qur’an. Alfi juga menuliskan banyak kalimat motivasional yang dapat menjadi pengingat dan pegangan bagi para pembaca untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kekurangan Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

Dalam buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah, pembaca masih mendapatkan kesalahan dalam penulisan. Sejumlah pembaca juga merasa bahwa di beberapa pembahasan, ada bagian yang terkesan terlalu menggurui.

Oleh karena buku ini tertuju khusus menargetkan umat Muslim, dan mengandung banyak pengajaran Islam di dalamnya, yang dapat memahami buku ini dengan baik adalah mereka yang beragama Islam saja.

Pesan Moral Buku 

Seberat apa pun hidup anda, sesulit apa pun keadaan saat ini, hendaknya anda terus berjuang dan tidak menyerah. Sebab, sejatinya Allah akan selalu menolong hamba-Nya yang senantiasa berserah diri, sabar, dan berdoa secara ikhlas kepada-Nya.

Ketika kita telah berhasil mengatasi kesulitan itu, hendaknya jangan pernah melupakan Allah yang telah menemani dan membimbing kita untuk mampu bertahan. Tetap istiqomah dan buktikan bahwa kita selalu mengimani Allah, dekatkan dirimu, terus berdoa, terus bersabar, dan terus ikhlas untuk memperoleh ridha dari Allah.

Kita perlu memaknai kesulitan yang kita hadapi sebagai ujian dan latihan, untuk mengetahui seberapa bersyukur diri kita atas berkat yang telah diberikan Allah. Maknai segala hal dengan positif, agar kamu tidak putus asa. Sebab, kita tak dapat memilih untuk mendapatkan kenikmatan atau kesulitan, tetapi kita bisa memilih untuk melaluinya dengan keimanan atau tidak.

Ikhlas merupakan sebuah perjalanan sepanjang hidup yang sulit, yang mana kita harus menyelaraskan hati dengan lisan. Ikhlas merupakan suatu bentuk dari kepercayaan dan menyerahkan diri secara penuh kepada Allah. Selalu coba untuk mengikhlaskan apa pun yang terjadi di dunia ini.

Saat kita sudah mulai lelah menjalani kehidupan sekarang ini, ingatlah bahwa semua ini hanya sementara. Sesehat apa pun dirimu, sebanyak apa pun hartamu, sebahagia atau sesedih apa pun kamu, sesungguhnya kita sedang dalam perjalanan menuju kematian. Kita semua seperti sedang berada di ruang tunggu, menanti perjumpaan dengan Allah. Maka itu, persiapkan lah diri sebaik mungkin, agar tidak menemui penyesalan di akhir.

Bagi kalian yang sedang menghadapi kesulitan dalam hidup, serta membutuhkan motivasi untuk kembali berjuang, buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi ini sangat cocok untuk anda baca. Anda bisa mendapatkannya hanya di Gramedia.com.

Written by Gabriel