in

Review Buku How to Love: Belajar Cinta dari Penulis Yoon Hong Gyun

How to Love – Sering merasa lelah dalam menjalani hubungan, karena sepertinya hanya kamu yang ‘berusaha’ menjalaninya. Tapi saat akhirnya hanya ada kamu sendiri, kadang diri merasa sepi juga. Atau kamu hanya sekedar ingin memiliki seseorang, tapi tidak untuk hal serius? Jadi apakah itu cinta, atau hanya usaha memenuhi keegoisan diri semata?

Setelah banyaknya ungkapan dan ambisi dalam mendapatkan cinta, kadang kita justru tersesat dengan emosi-emosi di dalam hati yang membuat berpikir bahwa ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Kalau sudah begitu berbagai masalah pun sering timbul tenggelam, seiring dengan banyaknya faktor dari dalam dan luar diri. Terlepas dari jutaan kemungkinan masalah yang muncul karena perkara cinta, sebenarnya kebanyakan orang hanya lupa bagaimana cara mempelajari cinta itu sendiri.

Jika ada banyak cara mendefinisikan cinta, maka ada banyak pula cara mempelajarinya. Kadang kita bahkan tidak menyadari seberapa penting belajar dan memahami cinta itu sendiri. Cinta disini dalam artian yang luas, baik belajar mencintai diri sendiri maupun orang lain.

Untuk bisa mencintai orang lain kita perlu memahami bentuk cinta itu sendiri, kemudian mempelajari orang lain untuk dapat mencintai mereka. Bahkan setelah mencintai sekalipun kita tidak henti-hentinya belajar dari hubungan itu sendiri.

Nyatanya ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil cinta itu sendiri dan hal ini tidak ada batasnya. Meskipun kadang hal ini menjadi perkara yang rumit, tapi bukan berarti tidak bisa dipahami.

Membahas mengenai belajar cinta mungkin tidak akan ada habisnya, tapi Yoon Hong Gyun memberikan bacaan tentang cara untuk mencintai dari hal yang paling mendasar.

Bukan hanya sekedar membahas mengenai cinta antara kekasih saja, tapi Yoon Hong Gyun lebih memberikan penjelasan tentang gambaran cinta kita butuhkan. Dalam bukunya How to Love yang dirilis pada 2021 lalu merupakan buku terbarunya.

Setelah kesuksesannya dalam menulis buku How to Respect Myself pada 2020, kini Yoon Hong Gyun kembali menulis buku self improvement yang dalam lingkup yang lebih sempit yakni mengenai cinta. Yoon Hong Gyun yang berprofesi sebagai seorang psikiater ini tentunya telah memiliki pengalaman yang cukup luas dalam bidang ini.

Novel How to Love

Buku terbarunya How to Love juga merupakan sebagian kecil dari pengalaman pribadinya ketika menangani para klien. Dari sekian banyak permasalahan yang sudah pernah dikeluhkan, mungkin bisa dibilang sebagian besar juga menyangkut mengenai percintaan dan juga rasa kasih sayang terhadap diri sendiri.

Maka dari itu, Yoon Hong Gyun terbesit keinginan untuk kembali menuliskan bacaan yang memotivasi orang lain dalam usaha mereka untuk menjadi lebih baik di esok hari.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Profil Penulis Buku How to Love

Novel How to Love

Yoon Hong Gyun, bukan lagi nama yang asing di telinga publik Korea Selatan saat ini. Bahkan di Indonesia sendiri, nama Yoon Hong Gyun juga sudah sering muncul dalam berbagai situs yang mengulas mengenai buku pertamanya.

Nama dibalik buku How to Respect Myself ini adalah pria di awal 40 tahunan yang sudah menjadi psikiater sejak lama. Yoon membuka kliniknya sendiri yang selalu ramai oleh kunjungan konsultasi.

Apalagi di zaman seperti sekarang, ada begitu banyak penyebab stress yang terjadi pada masyarakat sehingga sesi konsultasi Yoon juga selalu ramai baik offline dan online. Hal ini juga memicu dirinya untuk selalu memberikan motivasi dan ide-idenya di blog.

Dalam sesi wawancaranya, menurut Yoon buku non fiksi seputar motivasi dan pengembangan diri memang sedang menjadi topik hangat dan banyak diangkat di berbagai media. Tidak hanya itu, selama pengamatan Yoon dia melihat bahwa kasus yang paling sering dikeluhkan hubungan cinta. Oleh karena itu, Yoon Hong Gyun menerbitkan lagi buku barunya How to Love.

Tentang Buku How to Love

Novel How to Love

Bicara cinta, kamu mungkin tahu betul apa artinya. Seperti apa gambaranmu mengenai definisi dan gagasan-gagasan lain seputar cinta. Tapi tentu, setiap orang mampu menginterpretasikan cinta dalam makna yang beda.

Hal itu juga dipengaruhi seiring bertambahnya usia seseorang. Dalam beberapa kasus, saat seseorang berada di usia remaja pandangan mereka tentang cinta yang indah dan menggebu, bahwa mereka sudah paham seutuhnya arti mencintai. Namun ketika dewasa, beberapa orang cenderung memiliki pandangan yang berbeda dalam melihat cinta itu sendiri. Bahkan banyak diantara mereka yang lupa bagaimana cara mencintai.

Kemudian dalam beberapa kasus spesifik, ada banyak faktor yang membuat rasa kasih sayang di dalam diri menjadi hilang dan lupa bagaimana caranya agar bisa dicintai dan mencintai. Mengapa begitu?

Sebab cinta itu seperti bahasa asing, yang semakin kita mengenalnya semakin banyak kita mampu mengekspresikannya dan bisa lebih jauh lagi menjangkau orang-orang dalam bahasa tersebut. Cinta yang kita pahami, membantu kita memberikan rasa cinta pada orang lain lebih banyak lagi.

Tapi jika tidak pernah diekspresikan, cinta bisa saja hilang seperti saat kita lupa ingatan. Kuncinya adalah melalui belajar. Cinta butuh untuk terus dipahami dan dipelajari agar kita bisa selalu mencintai diri sendiri dan orang lain. Supaya kehidupan jauh lebih mudah dan tenang dengan cinta sebagai bahasa tubuh yang paling sempurna.

Sinopsis Buku How to Love

Novel How to Love

Dalam buku How to Love karya Yoon Hong Gyun ini, kita diajak untuk belajar caranya supaya bisa mencintai diri sendiri dan orang lain. Melalui bukunya, Yoon Hong Gyun menyatakan bahwa ada banyak proses yang bisa membuat kita bisa mempelajari cinta.

Proses tersebut yang juga sebagai salah satu bagian dari mencintai itu sendiri, kadang terasa sulit tapi hal-hal seperti itulah yang mendewasakan kita semua. How to Love karya Yoon Hong Gyun memuat beberapa point penting sebagai berikut.

Mencintai dan dicintai

Semua orang tentu ingin dicintai, begitu pula kita. Tapi bagaimana orang lain akan bisa mencintai kita jika kita tidak bisa memulainya dengan mencintai diri sendiri? oleh karena itu, dokter Yoon menyatakan bahwa elemen yang paling penting dan utama adalah bagaimana kita bisa mulai mencintai diri sendiri lebih dulu.

Sehingga untuk bisa mencintai diri sendiri, kita perlu mengakrabkan diri dengannya. Sehingga harga diri mampu terbangun dengan baik, membuat kita tidak selalu merasa insecure terhadap diri sendiri. membuat kita bisa lebih paham apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan.

Memberikan waktu untuk diri sendiri dan mulai melakukan hal-hal yang menyenangkan. Harga diri inilah yang akan sangat mendorong kita memiliki kepercayaan diri. Nantinya, jika seseorang telah bisa mencintai diri seutuhnya dan menghargai diri sendiri, maka mungkin tidak ada lagi perasaan yang membebani dan memicu stres.

Beranjak dari mencintai diri sendiri, kemudian mulai mencintai orang lain. Bagi mereka yang mampu menyadari kualitas dirinya, akan mampu memiliki waktu untuk mencintai orang lain. memiliki ketertarikan untuk menjalin sebuah hubungan. Begitu juga dengan orang lain, mereka akan tertarik pada kita si percaya diri.

Meskipun dalam banyak kondisi, ada pula orang yang cukup percaya diri, tapi enggan menjalin hubungan. Sebab, dia merasa menjalani hidup dengan diri sendiri saja sulit apalagi dengan orang lain.

Tapi justru disinilah kita perlu belajar, bahwa hidup kita sebagai makhluk sosial memang membutuhkan orang lain. Beberapa orang yang enggan menjalin hubungan karena banyaknya pertimbangan, kadang memang membuat kita tidak mampu membuka diri pada orang lain.

Tapi hal itu merupakan sebuah perasaan yang wajar, kita hanya sedang berhati-hati. Untuk bisa mencintai orang lain dan mendapatkan sosok yang benar-benar bisa menjadi sandaran kita. Oleh karena itu, mencintai sewajarnya saja perlahan namun pasti.

Menghadapi resiko dalam mencintai

Bagi mereka yang mencintai dan kemudian sadar bahwa ‘cinta tidak selamanya indah’ maka itulah cinta. Selalu ada resiko dalam berbagai termasuk cinta. Seharusnya hal ini bukan membuat kita menjadi enggan menjalin hubungan, karena tidak menjalin hubungan pun juga memiliki resikonya sendiri.

Ketika menjalin hubungan, kita sadar itu merupakan dua orang yang berkomitmen untuk menjadi satu. Maka wajar apabila hubungan seringkali banyak masalah. Segala bentuk permasalahan yang muncul merupakan bentuk dari resiko mencintai.

Maka dari itu, salah satu cara untuk mengatasinya hanya dari komunikasi. Melalui komunikasi yang baik, kita bisa saling memahami apa maunya diri sendiri dan pasangan. Melalui komunikasi kita jadi paham dan bisa memberikan toleransi.

Bahwa ada hal-hal yang tidak perlu diucapkan, adapun hal-hal yang justru akan baik jika diungkapkan. Adanya sebuah hubungan juga membantu kita belajar memahami situasi, memahami orang lain.

Sebab komunikasi, merupakan sebuah pertukaran emosi dan juga rasa simpati pada pasangan. Hanya saja kita yang memilih komunikasi itu untuk menyemangati atau malah menjatuhkan.

Cara menangani patah hati

Yang namanya patah hati, tentu bukanlah hal yang menyenangkan terlepas dari apapun masalahnya. Buku ini juga memiliki bagian yang membahas mengenai masalah patah hati. Dimana pada kondisi tersebut, banyak juga yang mengalami depresi, kebencian dan perasaan negatif lainnya.

Tapi percayalah bahwa itu menjadi proses yang bisa membuat kita lagi-lagi belajar. Berani jatuh hati, maka artinya kita juga harus berani mendapatkan kemungkinan adanya patah hati pula. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menangani hati yang patah.

Ingatlah bahwa semua orang juga pernah berada di posisi kita saat patah hati, maka sebaiknya perasaan-perasaan yang muncul dan emosi yang ada tidak perlu terlalu berlarut-larut.

Melepaskan cinta tanpa harus merasa sakit hati

Semua emosi dan perasaan buruk yang ada di dalam hati yang patah, perlahan akan hilang. Ketika emosi sudah mereda, kita akan kembali menyadari bahwa yang terpenting adalah untuk fokus pada diri sendiri.

Salah satu bentuk mencintai diri sendiri juga bisa dengan cara melepaskan cinta yang mungkin memang bukan untuk kita. Percayalah bahwa Tuhan memiliki ‘hadiah’ yang jauh lebih baik yang sedang dikemas dengan indah.

Oleh karena itu, daripada tenggelam dengan cinta yang telah punah, lebih baik mengalihkan fokus untuk kembali mencintai diri sendiri. Karena yang tidak akan pernah meninggalkan kita adalah diri kita sendiri.

Menemukan cinta yang lain

Kini saatnya kamu yang sudah belajar melepaskan cinta, bisa menemukan cinta lain yang baru. hanya dengan melepaskan, bisa membuat hati kita benar-benar menerima orang yang baru. Untuk benar-benar bisa mencintai orang lain mungkin membutuhkan segala proses memulai dari awal. Tapi begitulah cara supaya kita kembali memiliki kemampuan untuk mencintai orang lain.

Buku How to Love miliki Yoon Hong Gyun ini, lebih seperti pedoman singkat tentang bagaimana kita bisa belajar mencintai yang dimulai dari diri sendiri hingga orang lain. Dengan memahami berbagai prosesnya, kita bisa mengerti dan menerima setiap kondisi pada permasalahan cinta kita.

Menariknya, buku ini juga memberikan berbagai contoh kasus yang sangat sering terjadi pada orang masa kini. Misalnya seperti permasalahan tentang ketidak inginan dalam menjalin hubungan atau tidak berani berkomitmen. Namun disisi lain membutuhkan kekasih untuk bersandar.

Dengan berbagai penjelasan ringan dan penyelesaian yang cukup bijak, Yoon Hong Gyun menuliskan gagasannya dengan sederhana di buku ini. Jika kamu tertarik membaca buku lain karya Yoon Hong Gyun maka kamu bisa mendapatkannya di Gramedia!

Rekomendasi Karya Yoon Hong Gyun Lainnya

1. How to Respect Myself

Novel How to Love

Boleh dikata, buku How to Respect Myself ini menjadi masterpiece pertama milik Yoon Hong Gyun. Popularitasnya yang melejit dan masuk dalam jajaran Best Seller di Korea dalam waktu dekat, membuat nama penulis semakin besar. Sebagai psikiater, Yoon mampu memindahkan sesi konsultasinya tentang self esteem yang menarik menjadi sebuah buku yang dikemas dengan apik. Tertarik? Dapatkan bukunya segera!

Suka dengan buku-buku bertema self improvement atau motivation? Ada banyak buku motivasi dari negeri gingseng Korea Selatan yang kini semakin marak digemari. Beberapa diantaranya bahkan direkomendasikan oleh para idol K-Pop dan ada juga yang menginspirasi drama Korea! Berikut ini buku self improvement yang mungkin kamu suka.

2. Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Novel How to Love

Buku dari penulis Geubaelwoo ini, semakin ramai dan laris manis karena banyak K-Pop idol yang merekomendasikan buku self-motivation ini. Buku ini membahas mengenai bagaimana kita sebagai manusia biasa membutuhkan ‘istirahat’ sejenak dari berbagai tuntutan dan permasalahan yang sedang dihadapi. Bahwa ada kalanya kita menepi dari hingar bingar dan memberikan waktu untuk diri sendiri. Kamu bisa mendapatkan buku ini disini!

3. Things Left Behind

Novel How to Love

Satu hal yang mungkin tidak pernah terbesit di benak kita, seperti apa kehidupan yang kita tinggalkan dikala kita meninggal nanti? Apakah orang-orang di telah ditinggalkan akan baik-baik saja. bagaimana dengan barang-barang kita?

Buku ini merupakan tulisan karya Kim Sae Byul dan Jeon Ae Won ini menceritakan kisah seorang yang bertugas mengemasi barang-barang orang yang telah meninggal, karena pihak keluarganya tidak sanggup melakukannya. Rupanya ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari sekotak barang peninggalan mereka. Tidak hanya sisa kenangan, tapi juga pesan dan segala emosi yang ada. Buku ini bahkan menginspirasi sebuah drama korea bertajuk Move to Heaven!

Kesimpulan

Belajar cinta sebagai sebuah lingkaran proses kehidupan yang membuat kita selalu bisa mengambil hikmah dari setiap kondisinya. Sehingga apapun kondisimu saat ini, percayalah akan ada hadiah yang jauh lebih baik nantinya.

Dalam prosesnya, pemahaman kita tentang cinta akan selalu bertambah luas seiring berjalannya usia dan bertambahnya pengalaman. Bahkan ketika seseorang sudah menua dengan pasangannya, hingga memiliki anak dan cucu, pembelajaran untuk saling menyayangi pun tidak ada habisnya. Namun, semua bisa berjalan dengan baik selama kita mau berkomunikasi dan memahami satu sama lain.

Itulah review buku How to Love yang membuat kita belajar tentang cinta. Grameds bisa mendapatkan buku How to Love dan buku-buku lainnya di gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu memberikan produk terbaik agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Inka

Written by Ananda