in

Review Buku Seni Merayu Tuhan: Belajar Memanjatkan Doa Tanpa Harus Mendikte Tuhan

Seni Merayu Tuhan – Halo Grameds, di kesempatan kali ini mari kita mengulas buku karya Habib Milenial – Husein Ja’far Al-Hadar, Seni Merayu Tuhan. Setelah pembaca diajak untuk kenalan dengan Tuhan di buku sebelumnya, dalam buku Seni Merayu Tuhan ini Husein Ja’far memberikan beberapa tips untuk PDKT dengan Tuhan.

Buku Seni Merayu Tuhan mampu menjadi sarana bagi Grameds untuk merefleksikan hati juga pikiran. Bahwa sejatinya tak pantas seorang manusia merasa lebih tinggi derajatnya apalagi memandang rendah manusia lainnya. Buku Seni Merayu Tuhan membuat kita sadar akan kefakiran ilmu kita sendiri.

Kalau ditarik secara umum, setidaknya ada empat hal penting yang dibahas dalam buku Seni Merayu Tuhan, yakni beragama dengan cinta, beragama dengan keragaman, beragama dengan akhlak, dan juga beragama dengan tulus.

Buku Seni Merayu Tuhan mampu menjadi pengingat bagi kita yang kadang tak sadar malah mendikte saat meminta sesuatu kepada Tuhan. Padahal alangkah baiknya jika meminta dengan tulus sepenuh hati lewat rayuan. Meminta dengan menggunakan bahasa hati yang indah, karena Allah sejatinya menyukai keindahan.

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Pesan-pesan tentang Islam yang coba disampaikan Habib Husein dalam buku Seni Merayu Tuhan ditulis dengan sangat hati-hati. Pemilihan tiap katanya diatur sedemikian rupa agar jangan sampai menggiring opini untuk menyakiti pihak lain. Bahkan tak jarang penyampaian dalam buku Seni Merayu Tuhan ini diselingi dengan guyonan ringan.

Sebagai penguat argumennya, dalam buku Seni Merayu Tuhan – Habib Husein juga banyak mengutip ayat maupun hadis. Selain itu Habib Husein juga kerap menyebutkan buku rujukan yang tak kalah menarik dan bermanfaat.

Buku Seni Merayu Tuhan juga mencoba mengingatkan kembali kepada kita untuk bersikap ikhlas, untuk tidak bersikap sombong. Dan sejatinya ikhlas itu mesti sembunyi-sembunyi – bukan untuk dipamerkan kepada manusia lainnya. Ikhlas cukup diketahui antara kamu dengan Allah, bahkan jika memungkinkan lebih baik kamu bisa melupakannya.

Habib Husein Ja’far mampu mengemas materi yang biasa Ia bawakan dalam dakwah ke dalam medium buku dengan bahasa yang sangat menyenangkan untuk dibaca. Jika Grameds biasanya terbawa suasana serius malah cenderung kaku saat membaca buku tentang agama, maka hal itu tidak berlaku dengan buku Seni Merayu Tuhan.

Grameds akan dimanjakan dengan kalimat-kalimat yang mudah dipahami, juga akan dihibur dengan guyonan-guyonan khas Habib Husein. Cara Habib Husein membahas satu permasalahan juga tidak bertele-tele, sehingga Grameds bakal lebih fokus untuk memahami tiap topik yang sedang dibahas.

Buku Seni Merayu Tuhan akan sangat cocok untuk kaum muda yang memang sedang mulai mendalami ilmu agama Islam.

Lantas, seperti apa sebetulnya seni untuk merayu Tuhan itu? Jelas, Grameds mesti cari sendiri jawabannya di dalam buku Seni Merayu Tuhan karya Habib Milenial, Husein Ja’far Al-Hadad.

Profil Penulis Buku Seni Merayu Tuhan

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Husein Ja’far Al-Hadar memulai kariernya di dunia literasi dengan aktif menulis di berbagai media nasional sejak masa kuliah. Pria dengan gelar lengkap Habib Husein Ja’far Al-Hadar, S.Fil.I., M.Ag. ini lahir pada 21 Juni 1988, selain menulis kini dirinya juga aktif sebagai pendakwah.

Pria berdarah madura ini juga memiliki garis keturunan dengan Nabi Muhammad melalui sang Ayah – Ja’far yang bermarga Al-Hadar. Tiap berdakwah Husein selalu berpenampilan khas menggunakan kaos, celana jeans, serta peci putih di kepalanya. Bukan hanya gaya pakaiannya saja yang sederhana dan muda, gaya dakwahnya yang mudah dipahami juga berhasil memikat banyak kaum muda-mudi masa kini.

Husein juga aktif menyiarkan dakwahnya melalui kanal YouTube pribadinya, “Jeda Nulis”. Ia meyakini dakwah tidak semata harus disampaikan di mimbar-mimbar masjid ataupun majelis taklim saja.

Husein mengenyam pendidikan agama Islam secara formal di Pondok Pesantren YAPI Bangil, Bangil – Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dalam pesantren tersebut Ia secara terbuka diajarkan berbagai macam mazhab. Husein kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan Aqidah dan Filsafat Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Setelah lulus sebagai Sarjana Filsafat Islam (S.Fil.I), Husein melanjutkan pendidikannya ke program magister Ilmu Al-Qur’an dan tafsir di universitas yang sama.

Kiprahnya dalam bidang kepenulisan juga boleh dibilang sangat moncer. Husein merupakan penulis tetap di berbagai media nasional – Kompas, Tempo, dan Jawa Pos. Husein juga sudah berhasil menerbitkan banyak buku, beberapa judul di antaranya adalah Menyegarkan Islam Kita, Anakku Dibunuh Israel, Islam “Mazhab” Fadlullah, Tuhan ada di Hatimu, dan juga yang sedang diulas kali ini – Seni Merayu Tuhan.

Nama Husein kian bersinar di kalangan muslim milenial saat Ia mengisi berbagai konten acara dakwah bulan Ramadhan, terutama saat berkolaborasi bersama Tretan Muslim dan Coki Pardede di Majelis Lucu Indonesia. Lewat konten bertajuk “Pemuda Tersesat”, Husein mendapat atensi makin banyak dari kalangan milenial. Kini kiprah Habib Husein Ja’far semakin cemerlang dan banyak muncul di berbagai kanal Youtube para figur terkenal maupun acara televisi.

SInopsis Buku Seni Merayu Tuhan

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

“Allah Mahaindah dan menyukai keindahan, maka dekati dia dengan rayuan yang begitu romantis. Sebab amal kita bukanlah ‘alat tukar’ untuk surga, melainkan hanya Rahmat-Nya yang membawa kita ke surga.”

Mungkin pernah terlintas dalam benak Grameds – jika Tuhan Maha Pengasih, lantas masihkah kita perlu merayu-Nya? Maka jawabannya tentu saja perlu, dan memang hanya itulah cara kita agar dapat menjemput rahmat-Nya. Bahkan sebelum kita sempat merayu-Nya saja, Tuhan malah sudah memberi kita nikmat yang tak terhingga alias unlimited. Jangankan untuk membalas nikmat-Nya, menghitungnya pun kita takkan mampu!

“Maka kita memerlukan seni merayu Tuhan, agar cinta dan rahmat-Nya senantiasa berdegup di hati kita.” Tulis Husein Ja’far Al-Hadar.

Dalam buku Seni Merayu Tuhan ini Husein menawarkan perspektif seni (dalam arti yang luas) kepada Grameds untuk memahami berbagai fenomena keragaman kontemporer, mulai dari kesalehan ritual, sosial, hingga digital.

Dengan gaya “dakwah milenialis”, bahasa yang populer, dan jenaka, Husein mengemas buku ini dengan segar dan mudah dicerna oleh berbagai kelompok anak muda tanpa kehilangan daya nalar dan kritisnya.

Sejatinya, jarak terdekat manusia dengan Tuhan adalah manakala kita merayu-Nya. Sebab Nabi Muhammad SAW., pernah berkata Tuhan adalah kekasih tertinggi kita, yang Maha Indah dan menyukai keindahan. Para sufi juga pernah berkata, satu sujud saja – yang betul-betul menyentuh rahmat-Nya, sehingga Dia akan memberimu segalanya, termasuk surga-Nya. Itulah tujuan merayu Tuhan, yakni penghambaan yang tulus sekaligus indah kepada-Nya. Bukan sekadar ritual belaka.

Kelebihan Buku Seni Merayu Tuhan

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Gaya bahasa yang digunakan Habib Husein dalam buku Seni Merayu Tuhan sangat ringan dan mudah dicerna. Grameds akan bisa banyak memetik pelajaran tanpa merasa digurui.

Beberapa “gimik” seperti “Merayu Tuhan ala Netizen” dan “quote ilustrasi” juga menambah semarak isi buku Seni Merayu Tuhan. Buku Seni Merayu Tuhan berisi bahasan serius dengan pembawaan yang santai dan menyenangkan.

Selain itu, Habib Husein juga menulis tanpa banyak basa-basi. Jadi bahasan-bahasan yang ada dalam buku Seni Merayu Tuhan ini bersifat to the point, langsung mengarah pada isu yang diangkat. Tidak bertele-tele.

Buku Seni Merayu Tuhan dijamin cocok untuk bahan bacaan muda-mudi Grameds. Selain gaya bahasanya yang ringan dan terkesan tidak menggurui, pembahasan tiap bab dalam buku Seni Merayu Tuhan juga tidak begitu panjang, sehingga tidak cepat membuat bosan. Namun meski pembahasan tiap babnya singkat, hal ini tidak mengurangi maknanya yang dalam.

Secara teknis bagian-bagian bahasan penting dalam buku ini ditandai dengan cetakan tebal, jadi Grameds bisa lebih mudah untuk menangkap poin-poin penting yang coba disampaikan oleh Habib Husein.

Kekurangan Buku Seni Merayu Tuhan

Beberapa materi isi buku Seni Merayu Tuhan sudah ada yang pernah Habib Husein bawakan dalam kegiatan dakwahnya. Jadi bagi Grameds yang setia selalu mengikuti materi dakwah Habib Husein mungkin jadi kurang penasaran dengan isi bukunya. Tapi hal ini sama sekali tidak menurunkan nilai kebaikan yang dimiliki buku Seni Merayu Tuhan.

Kutipan Penuh Makna dalam Buku Seni Merayu Tuhan

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Meskipun dikemas dengan bahasa yang ringan dan menghibur, sejatinya buku Seni Merayu Tuhan ini merupakan perwujudan dakwah Habib Husein. Maka dari itu jelas dalam buku Seni Merayu Tuhan ini banyak terkandung pesan moral dan nilai-nilai Islami. Berikut adalah beberapa kutipan dari isi buku Seni Merayu Tuhan yang kaya akan makna.

Mencoba memandang ibadah dari sudut pandang berbeda:

“Ibadah bukan tiket barter untuk surga-Nya, melainkan seni merayu Allah, sehingga Dia menghujani kita dengan rahmat-Nya.” (Hal. 222)

Selalu belajar untuk ikhlas:

“Kalau sekedar sebagai kewajiban, ia akan terasa beban. Kalau dijalani atas dasar cinta, ia akan terasa enjoy.” (Hal. 16)

“Lupakan kebaikan yang kita lakukan dan ingat dosa yang kita lakukan. Ingat kebaikan orang lain dan lupakan dosanya.” (Hal. 174)

“Sebab ikhlas itu urusannya adalah soal kebiasaan.” ( Hal. 26)

Belajar untuk lebih mencintai diri sendiri:

“Kebahagiaan itu tentang perasaan kita, bukan standar orang lain.” (Hal. 69)

Kutipan di atas hanya sebagian kecil dari banyaknya pesan moral yang ada dalam buku Seni Merayu Tuhan. Grameds bisa banyak memetik pelajaran dengan membaca sendiri buku Seni Merayu Tuhan karya Habib Husein Ja’far.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 55)

https://www.gramedia.com/products/seni-merayu-tuhan

Rekomendasi Buku yang Serupa dengan Seni Merayu Tuhan

Sebagai tambahan referensi bacaan, berikut ada beberapa rekomendasi untuk Grameds yang ingin lebih mengenal Tuhan.

1. Tuhan Ada di Hatimu

https://www.gramedia.com/products/tuhan-ada-di-hatimu?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/tuhan-ada-di-hatimu?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasient=BestSellerRekomendasi

Rumi berkata, “Dulu aku mencari Tuhan di masjid namun tidak kutemukan Tuhan di sana. Aku beralih ke gereja, aku juga menemukan Tuhan di sana. Aku beralih dari tempat ibadah yang satu ke tempat ibadah yang lain namun tidak menemukan Tuhan di sana. Justru aku menemukan Tuhanku ketika aku menengok ke dalam diriku sendiri, ketika merenungkan tentang samudera diri ini.”

Buku Tuhan Ada Di Hatimu merupakan karya Habib Husein sebelum Ia menerbitkan buku Seni Merayu Tuhan.

2. Tuhan Maha Asyik

https://www.gramedia.com/products/tuhan-maha-asyik?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/tuhan-maha-asyik?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Melalui kisah-kisah yang dikemas dalam dialog polos ala dunia bocah, Sujiwo Tejo dan Buya MN. Kamba coba mengajak kita “bermain-main” untuk memperkenalkan ke-Maha Asyik-an Tuhan.

Tuhan sangat asyik ketika Dia tidak kita kurung paksa dalam penamaan-penamaan dan pemaknaan-pemaknaan. Dia tak terdefinisikan. Dia tak termaknakan. Dia ada sebelum definisi dan makna ada. Tuhan itu anti mainstream. Tuhan itu Maha Asyik ketika kita mentadabburi-Nya, bukan melogika-Nya.

Dengan mencampakkan kesombongan dan taklid pada kerendahan hati, buku ini mengingatkan pada kita: bahwa ke manapun kau memandang, di situlah wajah Tuhan.

3. Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk

https://www.gramedia.com/products/tuhan-maaf-kami-sedang-sibuk-edisi-new-cover?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/tuhan-maaf-kami-sedang-sibuk-edisi-new-cover?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

“Tuhan, urusan-urusan dunia kami amatlah banyak.
Jadwal kami masih amatlah padat.
Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu.
Tuhan, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami. Karena kami masih terlalu sibuk.”

Sesungguhnya manusia adalah pendosa yang seringkali mengabaikan Tuhannya. Dan buku ini lahir sebagai renungan juga sebagai inspirasi spiritual, terhadap orang-orang yang seringkali lalai.

Diawali dengan bagian Menata Hati Membenahi Nurani, dimana anda akan diajak untuk bercengkrama mengenai pemaknaan tauhid, takdir, sufi, serta beberapa tema yang menyentuh jiwa Grameds. Dilanjutkan dengan tema Baitii Jannatii yang mengeksplorasi trik dan tips Islam untuk mencapai kesuksesan dalam berkeluarga.

Bagian ketiga Memancarkan Cahaya Surga di Tempat Kerja, dimana Grameds akan diajak memaknai kembali seluruh aktivitas yang dilakukan sebagai media penghambaan diri kepada Sang Pencipta. Kemudian ditutup dengan Memperkokoh Semangat dan Visi Hidup yang memotivasi muslim untuk meraih empat tangga kesuksesan.

Buku Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk adalah karya penulis Ahmad Rifai Rifan.

Sibuklah Anda bersama-Nya.

4. Di Balik Kehendak Tuhan

https://www.gramedia.com/products/di-balik-kehendak-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/di-balik-kehendak-tuhan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Salah satu bentuk refleksi akal dan hati manusia terhadap beberapa entitas perilaku atau fenomena dalam hidup ini ialah keyakinan bahwa semua itu merupakan ketetapan Tuhan. Namun, tidak banyak dari mereka yang memahami hakikat makna di balik kehendak Tuhan tersebut. Sehingga acapkali sebagian mereka bersikap negatif, putus asa, apatis, atau salah paham menafsirkan beragam kejadian itu.

Buku ini menyajikan beberapa tema yang menyingkap makna di balik kehendak Tuhan, mulai dari penciptaan manusia dan implikasinya, hakikat keberagaman, rezeki yang berbeda, hidup berpasang-pasangan, misteri kematian, dan lain-lainnya. Sederhananya, semakin kita mengerti interpretasi yang tersurat tentang kehidupan, maka akan semakin mudah jalan menuju kebahagiaan.

Buku Di Balik Kehendak Tuhan merupakan buah pikiran penulis Royhan Firdausi.

5. Tuhan, Kenapa Aku Belum Ikhlas?

https://www.gramedia.com/products/tuhan-kenapa-aku-belum-ikhlas?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/tuhan-kenapa-aku-belum-ikhlas?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Manusia kadang hidup terlalu memaksa. Memaksakan kehendak. Memaksakan pikiran. Memaksakan diri sendiri. Memaksakan orang lain. Boleh jadi karena itulah manusia mudah menjadi stress. Manusia tidak sadar, bahwa dirinya telah berbuat hal yang melampaui batas yang telah ditetapkan oleh-Nya.

Manusia mestinya menjalani hidup dengan merasa cukup, tidak memaksakan diri dan memiliki jiwa yang lapang. Jiwa yang bisa menerima segala sesuatu dengan seikhlas-ikhlasnya.

Meski begitu, bukan berarti manusia cukup hanya diam tanpa berusaha. Manusia mesti selalu bekerja dengan gigih, juga berdoa dengan lebih gigih. Jika sudah, maka manusia boleh melapangkan dada dan menerima segala ketetapan dari-Nya.

Buku sederhana karya penulis A.K ini mengajak Grameds untuk menjalani hidup dengan jiwa yang lapang, jiwa yang ikhlas menerima, jiwa yang ikhlas melepaskan, jiwa yang menyerahkan segala sesuatunya kepada Sang Pencipta.

Grameds, demikian review buku Seni Merayu Tuhan dan beberapa rekomendasi buku lain berkenaan Tuhan yang semuanya bisa kamu dapatkan di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas Gramedia memberikan produk-produk terbaik agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: M. Hardi

 

Written by M. Hardi