in

Review Buku Reinventing Your Life

Reinventing Your Life merupakan buku pengembangan diri yang ditulis oleh dua psikolog asal Amerika, yakni Jeffrey E. Young dan Janet S. Klosko. Buku Reinventing Your Life pertama kali diterbitkan pada tahun 1993. Buku Reinventing Your Life merupakan salah satu buku psikologi yang berhasil duduk di deretan buku best seller.

Buku ini juga berhasil diterjemahkan ke berbagai bahasa untuk berbagai dunia. Buku Reinventing Your Life juga berhasil diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dengan judul “Reinventing Your Life: Solusi Untuk Mengubah Tindakan Negatif dan Merasa Lebih Baik”. Sesuai dengan judulnya, buku ini dapat memberikan solusi untuk mengubah tindakan negatif anda, sehingga anda dapat merasa lebih baik.

Apakah anda kerap menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan anda sendiri? Apakah anda mulai merasa panik saat seseorang yang anda cintai pergi atau mengancam akan pergi? Apakah anda kerap merasa cemas mengenai bencana alam yang mungkin terjadi, kemungkinan anda kehilangan semua uang, atau mungkin anda akan sakit parah? Apakah anda menemukan bahwa tak peduli sesukses apa anda sekarang, anda masih merasa tak laysk, tak bahagia, atau tidak puas?

Jika anda pernah mengalami salah satu dari hal yang disebutkan di atas, berhenti mengangguk dan bacalah buku ini. Hubungan yang tidak memuaskan, kurang rasa percaya diri dengan alasan yang tidak rasional, merasa tidak puas, merupakan masalah yang dapat diselesaikan dengan mengubah jenis pesan yang dihayati anda sendiri. Pola perilaku yang mengalahkan diri anda sendiri itu disebut sebagai lifetraps atau jebakan dalam hidup.

Buku Reinventing Your Life akan menunjukkan kepada anda cara menghentikan siklus yang membuat kita sulit mencapai kebahagiaan. Melalui buku ini, dua psikolog terkemuka asal Amerika, Jeffrey E. Young, Ph.D., dan Janet S. Klosko, Ph.D. menuliskan narasi menggunakan prinsip-prinsip terobosan terapi kognitif, dengan tujuan membantu pembaca mengenali dan mengubah pola pikir yang negatif, agar tak perlu bantuan obat-obatan atau terapi tradisional jangka panjang.

Dalam buku ini, akan digambarkan sebelas lifetraps yang paling umum ditemukan. Buku ini juga akan memberikan tes diagnostik untuk masing-masing lifetraps, dan menawarkan solusi berupa langkah demi langkah yang dapat diterapkan untuk membantu membebaskan diri dari jebakan hidup, serta menciptakan kehidupan yang lebih produktif dan memuaskan.

Profil Jeffrey E. Young & Janet S. Klosko – Penulis Buku Reinventing Your Life

Sumber foto: scribepublications.com.au     Sumber foto: janetklosko.com

Jeffrey E. Young merupakan seorang psikolog asal Amerika yang terkenal karena mengembangkan terapi skema. Jeffrey E. Young juga merupakan pendiri Schema Therapy Institute. Setelah memperoleh gelar sarjana di Universitas Yale, ia memperoleh gelar pendidikan tinggi di Universitas Pennsylvania, di mana ia kemudian melanjutkan studi pasca doktoral bersama Aaron T. Beck.

Jeffrey E. Young juga dikenal sebagai penulis yang telah melahirkan banyak buku mengenai terapi perilaku kognitif dan terapi skema. Dua karyanya yang paling terkenal adalah Schema Therapy (2003), dan Reinventing Your Life (1993).

Janet S. Klosko, Ph.D., merupakan Codirector dari Cognitive Therapy Center of Long Island, yang berlokasi di Great Neck, New York. Janet S. Klosko juga merupakan psikolog senior di Schema Therapy Institute dan di Woodstock Women’s Health di Woodstock, New York.

 

Sinopsis Buku Reinventing Your Life

Dalam buku Reinventing Your Life, Jeffrey Young dan Janet Klosko akan membagikan sebuah terapi baru untuk mengubahkan pola-pola hidup yang utama. Terapi lifetrap akan meneliti sebelas masalah yang paling umum ditemukan, dan bersifat destruktif. Dalam upaya membantu pembaca keluar dari lifetrap ini, penulis mengkombinasikan teknik-teknik dari beberapa terapi lain.

Hasilnya, penulis merasa buku ini mampu memberikan pembaca pendekatan yang jauh lebih komprehensif dan menyeluruh terhadap berbagai masalah yang telah berlangsung lama dibandingkan dengan buku lain yang pernah anda baca. Sebab, buku ini akan membahas tentang pertumbuhan dan perubahan pribadi, penulis akan menjelaskan jalur yang penulis ikuti menuju perkembangan terapi lifetrap. Dalam banyak hal, perkembangan penulis sebagai terapis mencerminkan perjalanan penemuan diri sendiri yang telah penulis rangkum di dalam buku ini.

Bermula pada tahun 1975 ketika penulis kuliah di University of Pennsylvania. Penulis mengingat pengalaman pertamanya melakukan terapi sebagai seorang pekerja di pusat kesehatan mental masyarakat di Philadelphia. Penulis kala itu sedang mempelajari terapi Rogerian, yakni sebuah pendekatan tidak langsung. Penulis ingat bahwa ia kerap kali merasa harus menahan diri.

Pasien datang kepadanya dengan masalah hidup yang serius, mengungkapkan emosi kuat mereka, dan dari situ penulis belajar untuk mendengarkan, untuk menyimpulkan, dan untuk menjelaskan, agar pasien bisa mendapatkan solusi mereka sendiri. Tentu saja, masalahnya adalah kerap kali mereka tidak bisa mendapatkan solusi sendiri. Atau jika mereka menemukan solusi mereka sendiri, untuk mendapatkannya membutuhkan waktu yang lama

Hal ini membuat penulis menjadi sangat frustrasi saat terapi sudah selesai. Terapi Rogerian dinilai tak cocok dengan temperamen penulis dan kecenderungan sifat alamiah penulis. Mungkin hal ini dikarenakan penulis tidak memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, karena penulis ingin melihat perubahan dan perkembangan yang relatif cepat.

Penulis sendiri menjadi mudah frustasi saat berada dalam lingkungan di mana terdapat satu masalah yang serius dan penulis harus duduk mendengarkannya saja, tanpa dapat mengoreksinya. Tak lama kemudian, penulis membaca mengenai terapi perilaku atau behavioral therapy, yakni suatu pendekatan yang menekankan pada perubahan perilaku yang cepat dan konkret. Menemukan hal itu, penulis merasa sangat leg. Penulis kembali bisa aktif dan menawarkan nasihat kepada pasien dan menghentikan sikap sangat pasif.

Terapi perilaku menawarkan kerangka kerja terstruktur yang menjelaskan mengapa pasien mempunyai masalah spesifik dan menunjukan teknik yang paling tepat untuk digunakan. Hal ini serupa dengan buku resep masakan atau buku teknik manual. Dibandingkan dengan pendekatan samar yang dulu pernah dipelajari, model ini dinilai sangat menarik. Model ini mampu mendorong perubahan yang cepat dan singkat.

Namun, setelah beberapa tahun penulis menerapkannya, ia merasa kecewa dengan terapi perilaku. Sebab, fokus terapi ini terlalu sempit untuk mengatasi berbagai perilaku orang. Penulis menjadi mulai merasa bahwa terapi perilaku kerap mengabaikan pikiran dan perasaan orang. Dikarenakan terapi perilaku, penulis melewatkan kekayaan dunia internal pasien.

Lalu, penulis membaca buku yang ditulis Dr. Aaron Beck, yang berjudul Cognitive Therapy and the Emotional Disorders. Dari membaca buku itu, penulis menemukan semangatnya kembali. Aaron Beck menggabungkan terapi perilaku yang praktis dan menghubungkannya dengan kekayaan pikiran dan perasaan pasien. Setelah lulus dari Yale University pada tahun 1979, penulis kemudian mulai mempelajari terapi kognitif bersama Dr. Beck.

Penulis sangat senang memperlihatkan kepada pasien bagaimana pikiran mereka sering terdistorsi, dan penulis juga memperlihatkan jalan keluar lain yang rasional. Penulis juga merasa senang menyimpulkan dengan tepat terkait masalah perilaku yang ada dan melatih cara baru untuk menangani situasi sehari-hari. Dengan teknik ini, penulis juga mendapati pasien mulai berubah secara dramatis. Sebagai contoh, depresi mereka mulai hilang, dan gejala keresahan mereka memudar.

Penulis juga menemukan bahwa teknik terapi kognitif sangat berharga bagi kehidupan pribadinya. Penulis kemudian mulai menyuarakan terapi kognitif kepada tenaga profesional lain melalui pengajaran dan seminar di Amerika Serikat dan Eropa. Beberapa tahun kemudian, penulis mulai praktik pribadinya di Philadelphia. Penulis terus mendapatkan hasil yang dramatis dari banyak pasien, lebih terkhusus kepada mereka yang memiliki gejala seperti depresi dan kegelisahan.

Namun, seiring berjalannya waktu, penulis menimbun pasien-pasien yang tidak memberikan respon sama sekali atau hanya memperlihatkan sedikit perkembangan. Penulis kemudian memutuskan untuk duduk dan merenungkan apa hal yang sama, yang dimiliki pasien-pasiennya. Penulis juga bertanya pada rekan-rekan terapis kognitif untuk menjelaskan tentang pasien-pasien mereka yang kesulitan untuk berubah.

Penulis ingin melihat apakah kegagalan terapi mereka sama dengan yang ia temui. Upayanya untuk membedakan pasien-pasien yang sulit merespon dengan pasien yang merespon secara cepat memberikan pencerahan baginya. Pasien yang paling sulit memberikan respon malah cenderung memiliki gejala yang tidak parah. Secara umum, mereka tidak begitu depresi atau gelisah.

Penulis juga menemukan banyak dari masalah mereka yang berhubungan dengan keintiman. Seperti contohnya, pasien memiliki pola hubungan yang tidak memuaskan. Juga, kebanyakan pasien yang kesulitan ini pernah mengalami masalah yang hampir sama selama hidup mereka. Mereka tidak datang ke terapi, karena suatu masalah hidup, seperti perceraian atau kematian orangtua.

Semua pasien ini memiliki pola hidup yang merusak dirinya sendiri. Selanjutnya, penulis memutuskan untuk membuat daftar tema atau pola paling umum dari pasien-pasien yang kesulitan ini. Hal ini menjadi daftar schema atau lifetraps pertama yang dibuatnya. Daftar itu hanya berisi beberapa poin dari sebelas pola yang penulis gambarkan dalam buku Reinventing Your Life ini.

Beberapa contohnya, yaitu merasa bahwa diri sendiri tidak berharga secara sangat dalam, merasa sangat kesepian dan terisolasi, cenderung mengorbankan kebutuhan diri sendiri demi kebutuhan orang lain, dan sangat bergantung kepada orang lain. Daftar lifetrap ini terbukti berharga bagi penulis saat bekerja bersama pasien-pasien yang tadinya tidak merespon terhadap terapinya.

Penulis menemukan bahwa dengan mengembangkan daftar lifetrap, penulis dapat memecahkan masalah pasien menjadi bagian-bagian yang dapat ditangani. Penulis juga bisa mengembangkan sejumlah strategi untuk memecahkan setiap masalah atau pola. Jika meninjau kembali, pencarian penulis akan tema dan pola yang luas juga sangat konsisten dengan kepribadiannya sendiri. Penulis selalu ingin melihat berbagai aspek hidupnya sebagai bagian dari keseluruhan yang terorganisasi, tertata dan dapat diperkirakan.

Penulis telah sampai pada keyakinan bahwa menggabungkan komponen-komponen terbaik dari beberapa terapi jauh lebih efektif dibandingkan menerapkan satu metode terapi saja. Banyak nilai berharga dari pendekatan pengalaman, psikoanalitik, kognitif, perilaku, dan farmakologis. Namun, masing-masing pendekatan itu memiliki batasan nyata bila digunakan sendiri. Sebaliknya, penulis juga tidak ingin mengkombinasikan banyak teknik berbeda begitu saja tanpa kerangka kerja yang menyatukan.

Penulis percaya bahwa sebelas lifetrap ini mampu memberikan kerangka kerja yang menyatukan, dan teknik-teknik yang diambil dari beberapa pendekatan dapat dikombinasikan. Daftar ini bagaikan gudang senjata untuk memerangi lifetraps. Selain itu, seperti yang dijelaskan dalam bab-bab dalam buku ini, lifetrap dapat memberikan pengaruh yang berkesinambungan pada tujuan hidup anda. Masa lalu dan masa sekarang dapat dilihat sebagai bagian dari keseluruhan yang konsisten.

Setiap lifetrap memiliki asal mula yang dapat dipahami pada masa kecil yang secara intuitif kita anggap benar. Kita mampu memahami, contohnya alasan mengapa kita tertarik pada partner yang kritis, dan mengapa kita merasa sangat bersalah ketika membuat kesalahan, setelah kita mengerti bahwa orangtua kita suka menuntut dan menghukum.

Kelebihan Buku Reinventing Your Life

Buku Reinventing Your Life ini seolah memvalidasi perasaan para pembacanya bahwa hal-hal yang selama ini mereka anggap tidak normal, ternyata adalah hal yang normal. Jeffrey dan Janet mampu menuliskan cerita yang relevan dengan masalah yang kerap dialami masyarakat umum, yang dapat membuka pandangan baru dalam melihat dan menyikapi masalah tersebut.

Segala perasaan pembaca seperti sedih, marah, kecewa, atau sakit hati divalidasi dan sama sekali tidak diserang. Buku ini juga tidak membuat para pembaca merasa frustasi atau tenggelam dalam perasaan tersebut, melainkan malah membuka harapan baru. Harapan bahwa perubahan bukan suatu hal yang seharusnya menjadi momok siapa pun.

Perubahan harus seimbang antara kepuasan diri sendiri dengan kebutuhan dasar untuk mengikuti standar-standar yang ditetapkan status quo. Pada dasarnya, perubahan yang baik adalah perbuatan yang kita lakukan itu memberikan kita sendiri rasa puas, menciptakan kepercayaan diri, meningkatkan harga diri, tetapi juga tidak menyakiti atau merugikan orang lain.

Buku Reinventing Your Life ini mampu membantu para pembaca untuk mencintai diri sendiri. Sebab, buku ini sangat teknis dalam penulisannya. Anda dapat menemukan penjelasan mengenai lifetraps, bagian untuk menemukan seberapa dalam lifetraps yang anda alami, penyebab lifetraps, dan langkah-langkah untuk mengatasi lifetraps tersebut.

Meskipun buku ini merupakan buku terjemahan dari Bahasa Inggris, gaya bahasa dalam versi Bahasa Indonesia dinilai sangat baik, sehingga mudah untuk dibaca.

Kekurangan Buku Reinventing Your Life

Buku Reinventing Your Life ini disajikan secara teknis dan detail. Hal ini dapat menjadi kelebihan, tetapi bisa juga menjadi kekurangan. Sebab, penyajian seperti ini berpotensi membuat pembaca untuk mendiagnosa diri sendiri.

Pesan Moral Buku Reinventing Your Life

Kemarahan bukan selalu hal yang buruk, melainkan dapat menjadi hal yang baik. Kemarahan merupakan bagian penting dari hubungan yang sehat. Sebab, kemarahan menjadi suatu sinyal bahwa terdapat sesuatu yang salah, bahwa salah satu dari pasangan mungkin melakukan sesuatu yang tidak adil. Secara ideal, kemarahan memotivasi kita untuk menjadi lebih tegas dan bertujuan memperbaiki situasi. Jika kemarahan menghasilkan efek ini, itu berarti kemarahan bersifat adaptif dan membantu.

Anda akan jauh lebih kuat saat anda tenang daripada saat kamu berteriak. Tenang menjadi tanda bahwa anda mampu mengendalikan diri anda. Sedangkan, berteriak adalah tanda kekalahan psikologis.

Sebagian besar dari kita hidup bagaikan beroperasi secara otomatis. Kita kerap mengulangi kebiasaan berpikir, merasakan, berhubungan, dan melakukan apa yang telah kita latih selama hidup kita. Pola-pola ini membuat kita nyaman dan akrab, dan kita sangat tidak mungkin untuk mengubahnya, kecuali kita membuat sebuah rencana terpadu dan disengaja. Kita juga memerlukan upaya yang berkelanjutan untuk melakukannya.

Jika kita menunggu perubahan mendasar terjadi dengan sendirinya, dapat dipastikan kita tak akan mendapatkannya. Maka itu, kita perlu menyadari bahwa diperlukan upaya untuk melakukan perubahan.

Bagi anda yang membutuhkan solusi untuk keluar dari lifetrap, anda bisa membaca buku Reinventing Your Life karya Jeffrey E. Young dan Janet S. Klosko dengan mendapatkannya di Gramedia.com.

Written by Gabriel