in

Review Novel Seri The Kane Chronicles: Mitologi Mesir Kuno Best Seller

Novel seri The Kane Chronicles – Apakah ada di antara Grameds yang menyukai kisah mitologi kuno? Ya, cerita dalam berbagai mitologi di masa lampau memang selalu mendeskripsikan sesuatu bersifat magis yang fantastis. Ini membuat banyak pembaca tidak pernah bosan mengikuti kisah-kisah mitologi kuno.

Grameds mungkin sudah mengetahui terdapat banyak jenis mitologi yang tersebar di berbagai negara. Mitologi Nordik misalnya, yang berasal dari negara-negara Skandinavia seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia. Atau Mitologi Romawi yang bersumber dari Italia.

Artikel kali ini akan mengulas tentang novel seri The Kane Chronicles yang tentu saja berisi mitologi seru yang wajib Grameds baca.

Novel Seri The Kane Chronicles

Mitologi lain yang cukup populer adalah mitologi Mesir. Kepopuleran dari mitologi ini membuatnya banyak diadaptasi ke berbagai karya fiksi seperti video game, film, dan tentunya novel. Salah satu novel yang memiliki latar belakang mitologi Mesir adalah seri The Kane Chronicles.

Sesuai dengan namanya, novel ini berbentuk seri berjumlah 3 buku yang dikarang oleh penulis Rick Riordan. Terbit kali pertama di Amerika Serikat pada tahun 2010 hingga tahun 2012, novel ini memiliki genre fiksi fantasi berbasis mitologi, dan tentunya memiliki bumbu aksi dan petualangan di dalamnya.

Masing-masing buku seri ini berjudul The Red Pyramid yang terbit tahun 2010, The Throne of Fire yang terbit tahun 2011, dan The Serpent’s Shadow yang terbit tahun 2012. Berikut deskripsi serta detail dari novel seri The Kane Chronicles.

Detail Buku The Kane Chronicles: The Red Pyramid

Novel Seri The Kane Chronicles

  • Tahun Terbit: Mei 2010
  • Terbit di Indonesia: April 2020
  • Penerbit: Disney Hyperion
  • Penerbit di Indonesia: Noura Book Publishing
  • Jumlah Halaman: 516
  • Jumlah Halaman Terjemahan: 540
  • Panjang dan Lebar Buku: 21 cm x 14 cm

Detail Buku The Kane Chronicles: The Throne of Fire

Novel Seri The Kane Chronicles

  • Tahun Terbit: Mei 2011
  • Terbit di Indonesia: April 2020
  • Penerbit: Disney Hyperion
  • Penerbit di Indonesia: Noura Book Publishing
  • Jumlah Halaman: 452
  • Jumlah Halaman Terjemahan: 484
  • Panjang dan Lebar Buku: 21 cm x 14 cm

Detail Buku The Kane Chronicles: The Serpent’s Shadow

Novel Seri The Kane Chronicles

  • Tahun Terbit: Mei 2012
  • Terbit di Indonesia: April 2020
  • Penerbit: Disney Hyperion
  • Penerbit di Indonesia: Noura Book Publishing
  • Jumlah Halaman: 406
  • Jumlah Halaman Terjemahan: 456
  • Panjang dan Lebar Buku: 21 cm x 14 cm

Sinopsis Novel Seri The Kane Chronicles

Seperti yang sudah disinggung, novel ini seri The Kane Chronicles memiliki tema dasar mitologi Mesir kuno. Dan novel ini juga merupakan seri trilogi, di mana tiap judul memiliki fokus cerita berbeda satu sama lain, namun tetap memiliki kesinambungan dari cerita-cerita tersebut.

Pada dasarnya, novel seri The Kane Chronicles mengisahkan kehidupan kakak beradik bernama Carter Kane dan Sadie Kane. Keduanya merupakan penyihir keturunan dari 2 Pharaoh Mesir, yakni Narmer dan Ramses II. Namun, ini tidak serta merta membuat mereka bisa hidup bebas dan tenang dengan kekuatan tersebut.

Diam-diam, mereka harus menghadapi sejumlah dewa Mesir kuno, yang ternyata masih hidup di dunia modern meskipun seharusnya mereka sudah tidak ada sejak ribuan tahun silam. Beruntung, mereka memiliki sejumlah teman dan kerabat yang siap membantu mereka dalam menghadapi dewa-dewa tersebut.

Di buku The Red Pyramid, kakak beradik ini baru menemukan bahwa mereka memiliki kekuatan sihir yang berasal dari Dewa Horus dan Dewi Isis. Namun, karena ini keduanya diburu oleh organisasi House of Life, organisasi yang mengatur kehidupan penyihir pewaris dewa-dewa Mesir kuno.

Pada akhirnya, Carter dan Sadie harus berjuang untuk membuktikan kalau mereka bukanlah 2 sosok yang harus diwaspadai oleh House of Life. Dan di tengah-tengah pembuktian kakak beradik ini, terdapat bahaya dan kejahatan yang siap menunjukan dirinya.

Pada buku The Throne of Fire, Carter dan Sadie akhirnya berhasil menemukan orang-orang lain yang juga memiliki kekuatan dewa-dewa Mesir kuno 3 bulan setelah buku pertama usai. Di tengah petualangan tersebut, House of Life masih berusaha memburu dan menangkap mereka

Kakak beradik tersebut bersama dengan penyihir lain berusaha mencari raja dari para dewa bernama Ra. Mereka mengumpulkan 3 gulungan perkamen untuk membangkitkan dewa yang tengah hilang dari peradaban. Ini bertujuan untuk menghentikan Dewa Apophis, yang merupakan simbol dari kekacauan.

Buku terakhir The Serpent’s Shadow menceritakan Carter, Sadie, dan kawan-kawan yang sudah berada di ujung tanduk. Sambil menahan gempuran dari House of Life, mereka menggunakan segala cara untuk mengalahkan Dewa Apophis dan menjauhkannya dari dunia manusia.

Para penyihir ini akhirnya berhasil mengalahkan dewa kekacauan tersebut. Meskipun begitu, perjuangan mereka bukan tanpa pengorbanan. Pada akhirnya, tidak hanya Dewa Apophis yang terusir dari dunia manusia, melainkan juga dewa-dewa Mesir kuno lainnya.

Review Novel Seri The Kane Chronicles

Dari sinopsis yang sudah dipaparkan di atas, Grameds mungkin bisa menyimpulkan bahwa seri The Kane Chronicles merupakan tipikal cerita fantasi yang diperuntukan untuk anak-anak remaja. Hal ini dapat dibuktikan dengan betapa simpelnya cerita novel trilogi tersebut, meskipun mengangkat tema mitologi Mesir kuno.

Grameds tidak perlu repot-repot mempelajari asal usul dari mitologi Mesir kuno. Cerita yang disajikan di dalam The Kane Chronicles sudah mencakup banyak hal terkait mitologi Mesir kuno. Hal ini mencakup nama-nama dewa dan dewinya, hubungan antar dewa, serta kemampuan yang mereka miliki.

Namun, patut Grameds ingat bahwa novel The Kane Chronicles merupakan novel fiksi fantasi, sehingga tidak semua yang diceritakan di dalamnya sesuai dengan fakta. Tentu saja ini bertujuan agar kisah antara para dewa dan dewi ini bisa terlihat menarik di mata pembaca, terlebih anak-anak remaja.

Grameds mungkin bertanya-tanya, apakah novel trilogi ini cocok bagi kalian yang sudah berusia dewasa? Atau justru ceritanya terlalu ringan sehingga baiknya diperuntukkan untuk anak-anak remaja? Ini berkaitan dengan minat dan selera dari Grameds.

Jika Grameds memang pada dasarnya menggemari cerita fiksi fantasi dengan alur yang straight to the point, seri The Kane Chronicles adalah novel yang cocok menjadi rekomendasi bacaan kalian. Terlebih, jika kalian pernah membaca novel-novel lain atau mungkin melihat karya hiburan lain dengan genre serupa.

The Kane Chronicles berisikan banyak ciri khas yang dapat ditemukan di dalam banyak novel lain dengan genre serupa. Mulai dari tokoh utama yang unik, alur yang simpel dan mudah dipahami, karakter pendukung yang cukup baik, serta sistem ilmu sihir yang menarik untuk disimak.

Banyak penggemar menganggap bahwa novel seri The Kane Chronicles mengeksekusi cerita dengan genre tersebut dengan baik. Meskipun mereka sudah banyak membaca jenis cerita yang mirip, mereka menganggap bahwa cerita dari The Kane Chronicles tidak membosankan dan menarik untuk diikuti dari awal sampai akhir.

Meskipun begitu, terdapat juga sejumlah penggemar lain yang merasa bahwa mereka sudah merasa jenuh mengikuti cerita seperti ini. The Kane Chronicles dianggap tidak membawa sesuatu yang baru, dan hanya mengikuti “kaidah” penulisan bagi penulis yang ingin membuat cerita seperti ini.

Mulai dari karakterisasi, pemilihan plot, hingga bahkan sistem sihir di dalamnya sudah pernah disajikan oleh banyak novel lain yang tidak hanya bertemakan fantasi mitologi, tetapi juga novel genre fantasi pada umumnya, sehingga banyak orang menganggap seri The Kane Chronicles banyak berisikan klise.

Bagi Grameds yang tidak menyukai cerita penuh dengan klise dan menginginkan novel penuh dengan ide baru dan segar, The Kane Chronicles bukanlah seri untuk Grameds. Terdapat banyak novel lain yang mampu menyajikan hal-hal sesuai dengan keinginan Grameds.

Namun, jika Grameds tidak memiliki masalah dengan adanya klise, dan selalu tertarik dengan novel genre fantasi, lebih spesifiknya fantasi mitologi, kalian bisa mencoba membaca trilogi pertama dan memastikan apakah The Kane Chronicles adalah novel untuk kalian atau bukan.

Profil Rick Riordan Penulis Novel Seri The Kane Chronicles

Mungkin beberapa di antara Grameds bertanya-tanya kenapa penulis memilih untuk mengarang cerita yang sudah banyak ditemukan di pasaran, alih-alih mencoba mencari formula baru. Ini disebabkan karena sang penulis sudah memiliki pengalaman dalam menulis kisah fantasi seperti ini.

Rick Riordan adalah penulis asal Texas, Amerika Serikat, yang ahli dalam menulis kisah fantasi mitologi. Pria kelahiran 5 Juni 1954 tersebut memiliki banyak karya yang beberapa di antaranya juga menjadi sumber inspirasi baginya untuk menulis seri The Kane Chronicles.

Terhitung sebelum meluncurkan novel trilogi tersebut, Rick Riordan sudah terlebih dahulu menerbitkan novel pentalogi Percy Jackson and The Olympians sejak tahun 2005 sampai tahun 2009. Tidak hanya itu, dia juga mengerjakan novel pentalogi lain selama menulis trilogi The Kane Chronicles.

Adalah The Heroes of Olympus, novel lain yang pria dengan almamater University of Texas ini juga kerjakan bersamaan dengan The Kane Chronicles. Novel pentalogi ini dia garap mulai dari tahun 2010 hingga tahun 2013. Selepasnya, Rick Riordan juga masih banyak menerbitkan novel lain dengan genre fantasi mitologi.

Tahun 2015, Rick Riordan kembali menerbitkan novel seri berjudul Magnus Chase and the Gods of Asgard, berupa novel trilogi yang berakhir tahun 2017. Selanjutnya, pria dengan 2 anak ini juga menulis novel pentalogi berjudul The Trials of Apollo, yang terbit sejak 2016 dan berakhir pada 2020 lalu.

Kesuksesan penulis dalam mengarang novel bertemakan mitologi ini dihadiahkan dengan adaptasi film yang cukup sukses. Seri Percy Jackson and The Olympians sudah tayang di layar lebar tahun 2010 sampai tahun 2013. Sementara The Kane Chronicles dikabarkan akan tayang di layanan streaming Netflix.

Rekomendasi Novel Rick Riordan Lainnya

Tadi sudah dibahas bahwa novel seri The Kane Chronicles bukanlah novel yang diperuntukan bagi Grameds yang ingin mencari bahan bacaan baru. Dapat disimpulkan Rick Riordan menggunakan formula serupa di dalam novel yang dia tulis.

Meskipun begitu, perlu Grameds ingat bahwa The Kane Chronicles juga terinspirasi dari novel-novel Rick Riordan sebelumnya. Dan mengingat kesuksesan dari novel-novel pendahulunya, sepertinya cukup wajar jika penulis mencoba untuk menulis sesuatu yang bisa dinikmati oleh mayoritas penggemarnya.

Jika Grameds merupakan salah satu pembaca yang tertarik untuk membaca novel-novel berbau fantasi mitologi, kami akan merekomendasikan sejumlah novel karya Rick Riordan dengan genre serupa. Semoga di antara novel-novel ini ada yang menarik perhatian Grameds, ya!

1. Percy Jackson and The Olympians

Novel Seri The Kane Chronicles

Terinspirasi dari mitologi Yunani kuno, Percy Jackson and The Olympians adalah karya novel pertama Rick Riordan dengan genre fantasi mitologi. Novel pentalogi ini terdiri dari The Lightning Thief, The Sea of Monsters, The Titan’s Curse, The Battle of the Labyrinth, dan The Last Olympian.

Percy Jackson and The Olympians mengisahkan cerita Percy Jackson, yang merupakan anak dengan kekuatan Dewa Poseidon. Dengan kekuatannya tersebut, Percy Jackson justru harus menghadapi banyak musuh yang menganggap kekuatannya justru mengancam.

Novel pentalogi ini menjadi cikal bakal novel-novel lain dengan genre fantasi mitologi milik Rick Riordan. Percy Jackson and The Olympians yang terbit mulai dari tahun 2005 sampai tahun 2009 ini juga merupakan prekuel bagi novel The Heroes of Olympus dan juga The Trials of Apollo.

2. The Heroes of Olympus

Novel Seri The Kane Chronicles

The Heroes of Olympus adalah sekuel dari Percy Jackson and The Olympians. Dalam novel seri ini, Rick Riordan memaparkan secara mendetail terkait peperangan antar dewa yang terjadi pada seri sebelumnya. Jadi, jika Grameds ingin mengetahui detail yang tidak disebutkan dalam novel sebelumnya, seri ini menjadi bacaan wajib bagi Grameds.

Cerita di dalam The Heroes of Olympus berkutat pada sebuah ramalan mengenai kebangkitan dari para dewa. 7 dewa dalam mitologi Yunani akan bersatu melawan musuh yang bangkit, Gaia. Jika ketujuh dewa ini tidak menyatukan kekuatan mereka, maka Gaia tidak akan bisa ditaklukan.

Terdiri dari 5 novel, yakni The Lost Hero, The Son of Neptune, The Mark of Athena, The House of Hades, dan juga The Blood of Olympus, seri The Heroes of Olympus kali pertama terbit tahun 2010 hingga tahun 2014. Setelah seri ini usai, Rick Riordan melanjutkannya ke seri berikutnya berjudul The Trials of Apollo

3. Magnus Chase and the Gods of Asgard

Novel Seri The Kane Chronicles

Namun, sebelum seri tersebut keluar, sang penulis terlebih dahulu menulis novel trilogi berjudul Magnus Chase and the Gods of Asgard, yang terdiri dari The Sword of Summer, The Hammer of Thor, dan The Ship of the Dead. Seri ini diluncurkan mulai dari tahun 2015 sampai tahun 2017.

Magnus Chase and the Gods of Asgard sendiri merupakan spin off dari karya fantasi mitologi pertama Rick Riordan, Percy Jackson and The Olympians. Seri ini mengisahkan Magnus Chase, yang mengetahui bahwa dirinya merupakan anak dari Dewa Freya, lambang dari kesuburan.

Jika di seri sebelumnya mengambil inspirasi dari mitologi Yunani, Romawi, dan juga Mesir, Magnus Chase and the Gods of Asgard berlatar belakang dari mitologi Nordik. Jadi bagi Grameds yang menyukai mitologi ini, novel trilogi ini cocok masuk ke dalam wishlist kalian.

4. The Trials of Apollo

Novel Seri The Kane Chronicles

Novel pentalogi ini adalah novel yang paling baru yang dikarang oleh Rick Riordan. Terbit kali pertama di tahun 2016 dan berakhir di tahun 2020, seri The Trials of Apollo memiliki cerita baru, namun tetap berhubungan dengan prekuelnya, The Heroes of Olympus.

Seri ini menceritakan tentang Dewa Apollo yang dihukum oleh Dewa Zeus karena kesalahan-kesalahannya. Raja dari segala dewa ini mengutuk Dewa Apollo menjadi manusia biasa bernama Lester Papadopoulos, dan mengirimnya ke dunia manusia.

Seri The Trials of Apollo terdiri dari 5 judul, yaitu The Hidden Oracle, The Dark Prophecy, The Burning Maze, The Tyrant’s Tomb, dan terakhir, The Tower of Nero. Setelah novel berakhir, Rick Riordan dikabarkan akan membuat seri baru, lagi-lagi dengan genre serupa dengan karya-karya sebelumnya.

Itulah review novel seri The Kane Chronicles juga rekomendasi bacaan lainnya untuk Grameds. Kalian tentu saja bisa membeli semua buku tersebut di website Gramedia gramedia.com. Selamat membaca dan salam hangat dari kami, Gramedia, #SahabatTanpaBatas.

Penulis: M. Adrianto S.

Written by Ananda