in

Review Novel Gibran Dirgantara Karya Falistiyana

Novel Gibran Dirgantara merupakan novel yang ditulis oleh Falistiyana. Falistiyana mengawali karir kepenulisannya dengan bergabung menjadi penulis di Wattpad. Gadis asal Lampung ini bergabung dengan akun Wattpadnya yang bernama @fafayy_. Hingga saat ini, Falistiyana telah memiliki sejumlah 159 ribu pengikut, dan telah mengunggah sejumlah 5 cerita. Cerita yang telah diunggah Falistiyana, di antaranya Argantara, Gibran Dirgantara, About Us (Argantara 2), Hello, Aksara, dan Arabella.

Novel Gibran Dirgantara merupakan novel kedua yang berhasil diterbitkan Falistiyana, yang dapat dibilang sebagai kelanjutan dari novel debutnya yang berjudul Argantara. Kelanjutan yang dimaksud bukan melanjutkan dari segi cerita, melainkan dari relevansi antar tokoh, yang mana Argantara merupakan ayah dari Gibran Dirgantara. Novel Argantara sendiri diketahui sebagai salah satu novel best seller.

Bagaimana tidak, kisah Argantara yang pertama kali dipublikasi di Wattpad itu hingga saat ini, per bulan Mei 2022, telah dibaca sebanyak 45,6 juta kali. Maka itu, tak heran jika bentuk novelnya sangat dinantikan oleh banyak orang. Selain itu, kisah Argantara juga telah dilirik oleh pihak produser untuk diadaptasi menjadi sebuah film.

Sama halnya dengan novel debut karya Falistiyana, novel Gibran Dirgantara pertama kali dipublikasikan di Wattpad sebelum akhirnya diterbitkan oleh penerbit Lovable x Romancious pada bulan Desember 2021. Novel Gibran Dirgantara hingga saat ini telah dibaca oleh lebih dari 16,6 juta kali di Wattpad. Novel Gibran Dirgantara juga berhasil masuk ke dalam jajaran novel best seller.

Novel Gibran Dirgantara mengisahkan tentang Gibran Dirgantara dan Azzura Arabela. Gibran adalah sosok lelaki yang dijuluki sebagai playboy sejati. Sedangkan, Abel adalah bendahara yang dijuluki sebagai rentenir kelas. Gibran sangat hobi gonta-ganti pacar setiap hari. Seakan baginya, satu pacar saja tidak cukup.

Namun, dari sekian banyaknya wanita yang pernah menjadi pacarnya, Gibran tak pernah jatuh hati kepada satu pun di antara mereka. Semuanya mulai berubah ketika Gibran menjadi dekat dengan Abel, rentenir kelas yang selalu menagih uang kas setiap kali ia bertemu dengan Gibran. Menunggak uang kas, menggoda Abel, dan mengganggu Abel telah menjadi suatu kesenangannya baginya.

Sebab, Gibran berpikir bahwa hanya dengan cara ini, ia bisa mendekatkan diri kepada Abel. Gibran sangat pintar untuk menutupi perasaannya, sedangkan Abel tidak tahu cara mengutarakan perasaannya. Abel adalah sosok yang sederhana, tapi karena itu Gibran menyukainya.

Suatu hari, ketika Gibran sudah mendapatkan semuanya, masalah besar menghantam hubungannya dengan Abel. Suatu kesalahpahaman membuat hubungan mereka menjadi renggang. Sejumlah pengorbanan Gibran lakukan untuk Abel. Namun, Ab masih enggan menatap Gibran lagi.

Sulit baginya untuknya memercayai Gibran lagi. Lantas, bagaimana akhir hubungan mereka? Apakah hubungan Gibran dan Abel akan berakhir? Atau Abel malah akan kembali ke pelukan Gibran? Temukan jawabannya sendiri dengan mendapatkan Novel Gibran Dirgantara ini di Gramedia.com.

Sinopsis Novel Gibran Dirgantara

Gibran Dirgantara, itu dia namanya. Cowok dengan berbagai sifat uniknya yang mampu membuat orang yang ada di sekitarnya merasa heran dengan sikapnya. Gibran Dirgantara berasal dari keluarga yang tingkat ekonominya berkecukupan, tetapi malah memilih memosisikan diri seperti anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah atau biasa saja.

Sebagai contoh, Gibran lebih memilih memakai motor butut yang diberikan oleh sang kakek untuk mencari makanan bagi hewan kesayangannya daripada menggunakan motor ninja yang harganya mencapai ratusan juta, yang diberikan oleh sang ayah. Gibran Dirgantara juga dikenal sebagai seorang yang sangat nakal. Gibran sangat suka memalak teman satu

angkatannya yang bernama Boby. Boby adalah cowok dengan tubuh besar yang sudah menjadi langganan palakan Gibran.

Tidak berhenti sampai situ saja. Kejahatan yang dilakukan Gibran ini dapat dikatakan aneh, karena sangat jauh dari kata normal. Bayangkan saja, saat memalak, Gibran malah selalu memberikan uang kembalian kepada Boby. Seolah-olah ia habis membeli gorengan.

Selain itu, Gibran juga dikenal sebagai playboy, sosok yang usil, dan tidak bisa diam. Kenakalannya seperti di tingkat yang jauh lebih tinggi dibanding kenakalan anak SMA pada umumnya. Ia bahkan pernah memukuli temannya, karena ia bosan. Ya, hanya karena bosan ia mampu mencelakai temannya.

Ia juga masih bisa menggoda para siswi yang lewat di hadapannya ketika ia diberikan hukuman untuk berdiri dengan satu kaki. Gibran memang selalu percaya diri bahwa dirinya disukai oleh banyak orang. Anehnya, pada kenyataannya juga seperti itu. Gibran Dirgantara mampu mendapatkan hati banyak gadis, dan berhasil menjadikan mereka semua itu menjadi kekasihnya di waktu yang bersamaan.

Gibran Dirgantara memiliki geng yang beranggotakan, Gibran, Afkar, Algerian, Kenzo, dan juga Barley. Di antara teman satu gengnya, Gibran memiliki dua teman dekat. Teman yang pertama adalah Algerian Mahatma, ia adalah cowok yang dijuluki sebagai ‘Raja Drakor’, karena kegemarannya untuk menonton drama Kota. Cowok itu sangat hobi berteriak. Baginya, seperti ada yang kurang jika berbicara tanpa mengeraskan volume suaranya.

Teman dekat Gibran yang lain adalah Kenzo Galaksa. Bagi Gibran dan Algerian, Kenzo merupakan sosok cowok yang sangat jarang berbicara. Namun, sekalinya berbicara, ia mampu membuat Gibran dan Algerian terdiam akan ucapannya. Suatu hari, di sekolah mereka, terdapat seorang murid baru bernama Azzura Arabela.

Azzura Arabela atau yang akrab dipanggil Abel itu merupakan gadis dengan paras yang cantik natural, dengan wajah polos tanpa polesan make-up sedikit pun. Abel bertubuh cukup pendek dengan hanya memiliki tinggi 155 cm. Hal ini membuat siapa pun yang melihatnya akan mengira bahwa gadis itu masih SMP, padahal ia sudah kelas 12 SMA. Abel bisa masuk ke SMA Galaksi yang merupakan SMA swasta dengan sejuta kelebihan melalui jalur beasiswa.

Bagi Abel, bisa masuk ke SMA Galaksi adalah sebuah berkat. Abel menganggap SMA Galaksi sebagai sekolah ternama yang sangat besar, saking besarnya, ia menganggap sekolah itu bak istana kemerdekaan. Abel memiliki teman dekat bernama Mori, cewek yang memiliki segala sikap yang selalu membuat masalah atau biang kerok. Abel juga suka merasa heran kenapa cewek menyebalkan itu bisa menjadi teman dekatnya.

Sebenarnya nama aslinya sih bukan Mori, nama lengkapnya adalah Almira Tunggadewi Prasasti. Nama yang sangat indah seperti nama putri keraton marganya. Mengenai misteri Mori yang menjadi panggilan Almira. Itu hanya nama panggilan yang diberikan seluruh siswa kepada Almira.

“Satu dari sekian hati yang pernah singgah, kamu yang menjadi terakhir, untuk selamanya.”

Abel bertemu dengan Gibran, karena Abel ditempatkan satu kelas bersamanya. Abel menjabat sebagai pengurus kelas, yakni sebagai bendahara atau yang disebut sebagai rentenir kelas. Abel tak segan-segan untuk menagih uang kas kepada si anak paling nakal di sekolah itu, yang kerap kali menunggak untuk membayar uang kas.

Bagi Gibran Dirgantara, adalah kesenangan baginya untuk menggoda Abel, mengganggu Abel, dan menunggak uang kas. Ternyata, kesenangannya itu bukan hanya didasari oleh sikap usilnya semata, melainkan karena Gibran jatuh hati kepada Abel.

Ya, Gibran Dirgantara yang selalu gonta-ganti pacar setiap hari dan tidak pernah jatuh hati, pada akhirnya menjatuhkan hatinya kepada Abel. Namun, tentunya Gibran gengsi menunjukkan perasaannya itu. Maka itu, mengganggu Abel adalah satu-satunya cara baginya untuk mendekatkan diri kepada Abel. Abel di sisi lain juga memiliki ketertarikan kepada sosok yang selalu mengusiknya itu.

Pada akhirnya, keduanya menjalin hubungan romantis. Namun, hubungan mereka berdua tidak berjalan dengan begitu lancar. Suatu ketika, ada masalah besar yang menimpa hubungan keduanya. Masalah yang didasari kesalahpahaman, yang membuat Abel tak ingin lagi untuk sekedar menatap, apalagi memercayai sosok Gibran.

Kelebihan Novel Gibran Dirgantara

Falistiyana mampu membangun karakter tokoh yang unik dan kuat. Karakter para tokoh juga dinilai sangat menggambarkan macam-macam karakter anak SMA yang kerap ditemui di suatu sekolah. Maka itu, hal ini membuat para pembaca merasa relevan dengan kisah ini.

Konflik yang diangkat Falistiyana dalam novel dengan total 200 halaman ini cukup sederhana, tapi mampu menjadikan kisah ini menjadi menarik. Konflik yang sederhana ini juga mampu membuat pembaca menemukan bahwa novel ini adalah novel yang ringan untuk dibaca.

Falistiyana menuliskan novel Gibran Dirgantara ini menggunakan bahasa non formal, yakni bahasa ala remaja. Penggunaan gaya bahasa ini dinilai sesuai dengan kisah yang disajikan, dan membuat kisah ini mudah untuk dimengerti.

Kekurangan Novel Gibran Dirgantara

Pemilihan kata dalam beberapa bagian dinilai kurang pas, sehingga menimbulkan beberapa pembaca menjadi merasa bingung. Maka itu, ada beberapa bagian yang perlu dibaca lebih dari sekali untuk dapat memahami artinya. Meski begitu, novel ini masih nyaman untuk dibaca.

Pesan Moral Novel Gibran Dirgantara

Pada akhirnya, suatu hari kita akan menemukan orang yang tepat. Orang yang mampu mengubah pribadi kita menjadi lebih baik, orang yang mampu memotivasi kita untuk tidak pernah mengecewakannya, orang yang mampu membuat kita jatuh cinta. Sama seperti Gibran yang pada akhirnya bertemu dengan Abel.

Hindari tindakan pembulian. Nakal di masa remaja adalah hal yang wajar, asalkan kenakalan tersebut tidak merugikan orang-orang di sekitar. Dari sikap Gibran, kita dapat belajar untuk tidak mencontohnya dan menjadi seorang yang lebih baik lagi.

Bagi kalian yang ingin mengetahui kelanjutan kisah Gibran Dirgantara dan Azzura Arabella, yuk segera dapatkan novel Gibran Dirgantara karya Falistiyana ini hanya di Gramedia.com.

Written by Gabriel