in

Review Novel Alaia 2 Karya Raden Chedid

Novel Alaia 2 merupakan novel lanjutan dari novel Alaia yang ditulis oleh Raden Chedid. Pada novel sebelumnya, Alaia berhasil menarik perhatian masyarakat luas dan menjadi salah satu buku national best seller. Novel Alaia 2 diterbitkan pada bulan Januari 2022.

Novel Alaia 2 menjadi novel ke 7 yang ditulis oleh Raden Chedid. Sama seperti novel sebelumnya, novel Alaia 2 pertama kali dipublikasi di platform Wattpad oleh Raden Chedid sendiri, dalam akunnya yang bernama @radexn. Novel Alaia 2 lagi-lagi sangat populer di masyarakat luas. Per bulan Mei 2022, novel Alaia 2 telah dibaca 5 juta kali di Wattpad.

Novel Alaia 2 mengisahkan tentang Laut Irvetta yang merupakan tempat tinggal keluarga kecil Alaia sedang berada dalam situasi yang terancam. Amatheia La Luna kembali. Namun, kali ini dia tidak kembali seorang diri.

Ia kembali bersama keluarganya, yang mereka juga merupakan keturunan dari dewa dan dewi. Mereka akan ikut menjadi bagian dalam kapal yang siap untuk berlayar sekali lagi.

Pertentangan takdir dan adanya dendam menjadi awal baru yang nantinya membuat putri Alaia dan Atlanna menjadi sosok yang berbeda. Akankah hal itu membawa pergi kehangatan yang berusaha mereka pertahankan?

Profil Raden Chedid – Penulis Novel Alaia 2

Sumber foto: YouTube Raden Chedid

Raden Chedid hanya lah nama pena yang digunakan penulis Novel Alaia ini. Nama aslinya adalah Hana Margaretha, wanita kelahiran Karawang, yang tumbuh besar di Kota Bekasi. Raden Chedid dikenal sangat suka dengan green tea, karena baginya green tea mampu membuat suasana hati menjadi adem.

Raden Chedid juga merasa bahwa dirinya mirip dengan Sakura. Bukan secara fisik, melainkan dalam segi kelakuannya. Raden Chedid juga berharap bisa mendapatkan jodoh yang sosoknya seperti campuran dari Saddaru, Figo, Nolan, dan Davila.

Hana kerap dipanggil Mamigeng, Kaden, Mami, atau Mamiw oleh para pembacanya atau penggemarnya yang ia sebut sebagai Babygeng. Hana diketahui menyukai Mermaid, Laut, dan Langit. Hal ini juga yang mendasari Hana menulis cerita fantasi Alaia.

Hana Margaretha kerap membagikan karyanya di platform Wattpad. Per bulan Mei 2022, Hana telah membagikan sejumlah 11 karya di Wattpad. Akun Wattpad Raden Chedid bernama @radexn dan telah memiliki total pengikut mencapai 500 ribu orang.

Karya-karyanya yang sudah berhasil diterbitkan menjadi buku, yaitu Alaia 1 dan Alaia 2, Oscillate: The Big Secret #1, Oscillate: The Blank Page #2, Oscillate: The Blank Page #3, Dignitate, Sekaletta, dan Shaidan.

Karyanya yang berjudul Dignitate bahkan telah berhasil diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar yang diproduksi oleh MD Pictures. Film Dignitate resmi dirilis pada 23 Januari 2020. Film ini disutradarai oleh Fajar Nugros, dan dibintangi oleh Caitlin Halderman, Al Ghazali, Giorgino Abraham, dan Teuku Ryzki.

Sinopsis Novel Alaia 2

Langit sedang memandang foto dengan bingkai bear yang terpasang di dinding ruang keluarga. Foto itu menunjukkan figur ayah dan bunda yang sama-sama tersenyum lebar. Dada Langit menjadi hangat, wajahnya ikut tersenyum. Namun, pada akhirnya Langit menunduk.

Ayah Morven dan Bunda Karina, mereka telah bersama lagi di sana. Tepatnya lima bulan lalu, saat kenyataan pahit mendatangi Langit untuk kedua kalinya. Langit harus kehilangan sang bunda, karena sakit yang dideritanya sejak dahulu ternyata belum sembuh total. Sel jahat itu sulit untuk dikendalikan sehingga menyebar ke organ sekitarnya.

Langit baru akan pergi, tetapi ia mengurungkan niatnya itu ketika seorang anak kecil datang dan menatapnya dengan tatapan polos. Atlanna memanggil sang ayah sambil melambaikan tangan ke bawah, yang bermaksud meminta Langit untuk berjongkok, agar ia tak perlu mendongak untuk berbicara dengan ayahnya. Langit tentunya memenuhi permintaan Atlanna itu.

Atlanna langsung mengadu bahwa ia tak bisa mengambil es krim yang ada di kulkas. Sebab, kulkas di rumah mereka terlalu tinggi dan besar bagi anak umur empat tahun. Langit langsung tertawa mendengar hal itu. Langit lalu berdiri dan berjalan bersama Atlanna menuju dapur. Sambil berjalan, mata Langit melihat ke segala arah untuk mencari makhluk lain yang harusnya ada di sekitar rumah ini.

Aishakar dan Ragas hanya terdengar suaranya saja, entah mereka ada di mana. Alaia juga tak terlihat keberadaannya. Ketika Langit dan Atlanna sampai di dapur, mereka menemukan sosok perempuan cantik dengan rambut panjang berwarna coklat yang diikat messy bun, sedang berdiri membelakangi mereka. Merasakan ada yang datang, Alaia langsung balik badan.

Atlanna menyadari ada sesuatu yang aneh di wajah ibunya, Langit juga menyadarinya. Di sudut bibir Alaia ada noda berwarna pink, yang tampak jelas bahwa itu jejak es krim. Ditambah lagi, Alaia juga sempat membuang bungkus kecil ke tempat sampah di dekat kakinya. Ya, sisa es krim yang tersedia kini berada di perut Alaia.

Alaia yang tertangkap basah kemudian mendekati Atlanna sambil sedikit tertawa, lalu mengangkat putri kecilnya ke gendongannya. Alaia kemudian menjelaskan kepada Atlanna bahwa ia memahami Atlanna ingin makan es krim, tetapi hari sudah malam. Jadi, lebih baik makan es krim di esok hari saja.

Atlanna langsung mengangguk, mematuhi perkataan sang ibu. Alia lantas meninggalkan dapur. Sementara itu, Langit menyusul Aishakar untuk merebutnya dari ayah angkatnya, yaitu Ragas. Sesampainya di kamar, Atlanna diturunkan dari pelukan sang ibu dan langsung lari ke kamar mandi untuk cuci muka, sikat gigi, cuci tangan, dan cuci kaki.

Rutinitas itu telah menjadi kebiasaan Si Kembar sebelum pergi tidur. Setelah Atlanna selesai bersih-bersih, Aishakar kemudian datang. la langsung melakukan hal yang sama seperti sang adik. Selain pintar dan rajin, anak kembar itu juga sosok yang penyabar. Mereka selalu menunggu satu sama lain tanpa menggerutu.

Setelah Aishakar selesai bersih-bersih, Alaia langsung mengajak Aishakar dan Atlanna untuk naik ke kasur. Langit kemudian menutup pintu tanpa menguncinya, karena setelah Si Kembar tertidur pulas, mereka berdua akan pindah ke kamarnya.

Aishakar meminta sang ibu untuk menyanyikan mereka lagu penghantar tidur. Ia sangat antusias untuk mendengar suara lembut ibunya yang selalu bisa menghadirkan mimpi indah. Alaia juga tidak akan menolak permintaan itu. Sebab, telah menjadi kewajiban baginya untuk menyanyikan sebuah lagu untuk mengantar tidur anak-anaknya.

Lima belas menit rasanya telah berlalu, Alaia dan Langit kemudian siap untuk keluar dari kamar itu. Tidak lupa, mereka memberi kecupan bagi anak-anak manis itu. Langit menyimpulkan senyum. Bahkan, saat mereka baru masuk kamar, Langit langsung melepaskan pakaiannya dan menyisakan celana pendek kesayangannya yang sudah sobek di beberapa bagian.

Langit berpikir Alaia akan langsung menghampirinya ke ranjang. Namun, perempuan itu malah berdiri menghadap cermin dan memandangi refleksinya sendiri hingga berdetik-detik lamanya. Langit kemudian mengernyitkan dahinya, karena melihat Alaia bercermin adalah pemandangan langka.

Langit langsung menanyakan apa yang sedang terjadi pada diri Alaia. Alaia menjawab bahwa dirinya sedang kepikiran tentang hubungan mereka berdua. Setelah mengatakan itu, Alaia langsung sedikit bergerak sehingga posisinya menghadap ke Langit. la kemudian menyentuh wajah yang tampan itu sambil mengusap rambut tebal milik Langit. Mata mereka kemudian bertemu dan saling terikat.

Alaia kemudian mengatakan bahwa ia khawatir, karena mereka tidak dapat menua. Penampilan keduanya akan selalu begitu sampai kapan pun. Wajahnya, suaranya, bahkan jiwa mereka juga. Bagi mereka, usia hanya sekedar angka saja. Alaia kemudian menambahkan, ada saatnya bagi mereka ketika Alaia dan Aishakar telah tumbuh dewasa, mereka terlihat bukan sebagai anak, tetapi sebagai teman sebaya.

Langit lantas mendesah ringan mendengar perkataan istrinya. la kemudian mengangguk dan menjawab bahwa ia juga memiliki kekhawatiran yang sama. Namun, Langit telah memikirkan solusi, yaitu mereka akan pindah dari tempat tinggal mereka saat ini.

Mata biru Alaia langsung berbinar setelah mendengar perkataan suaminya itu. Alaia merasa jauh lebih lega setelah mendengar respon dari Langit. Namun, lagi-lagi Alaia merasa resah akan sesuatu. la mendadak menanyakan hal yang membuat Langit merasa kaget, karena Alaia menanyakan tentang Ragas.

Alaia terus meminta kepada Langit hingga ia mendapatkan persetujuan. Setelah itu, Alaia bergerak dengan cepat meninggalkan kamarnya dan langsung pergi menuju kamar lain yang pintunya tertutup rapat. Alaia kemudian berdiri di depan pintu sambil menyentuh leher.

Alaia mengetuk pintu yang kokoh itu. Tak lama setelah itu, pintu di depannya terbuka dan Ragas pun muncul. Ragas sangat heran ketika melihat darah segar mengalir deras dari luka yang ada di leher Alaia. Ragas sangat syok sampai menganga dan melotot. Ia pun langsung menanyakan apa yang terjadi kepada wanita yang dipanggilnya nyai itu.

Namun, Alaia malah menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya, sebagai tanda untuk menghentikan reaksi heboh Ragas. la juga menggeleng mendengar pertanyaan Ragas tadi. Sebab, jika ia mengatakan bahwa ia sendiri yang menusuk lehernya menggunakan kuku, Ragas mungkin akan tambah kalap. Alaia kemudian menyuruh Ragas untuk menghisap darahnya itu dengan santai. Sementara itu, Ragas sangat panik dan makin membulatkan matanya.

Kelebihan Novel Alaia 2

Gaya penulisan Raden Chedid dinilai rapi, dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan gaya penceritaannya mudah untuk dipahami. Hal ini membuat para pembaca dapat merasa mudah dan nyaman ketika membaca novel ini.

Selayaknya novel sebelumnya, Raden Chedid mampu menyajikan cerita yang menarik dan menyenangkan untuk diikuti. Konflik yang diangkat dalam novel ini lebih berat dibandingkan novel pertamanya, tetapi malah membuat cerita ini menjadi lebih seru.

Pada novel Alaia 2 ini juga hadir sejumlah tokoh baru yang masing-masing diceritakan latar belakangnya oleh penulis. Maka itu, para pembaca dapat semakin mengenal tokoh-tokoh cerita ini.

Kekurangan Novel Alaia 2

Terdapat adegan yang diperlukan kebijaksanaan dari para pembacanya untuk memaknainya. Maka itu, novel ini tidak cocok dibaca oleh mereka yang berusia kurang dari 18 tahun.

Pesan Moral Novel Alaia 2

Setiap orang memiliki hak untuk mengetahui kebenaran. Meski saatnya tidak tepat, atau begitu yang dikiranya, kebenaran lebih baik diungkapkan sebelum terbongkar dengan sendirinya.

Hidup diliputi dengan kebohongan adalah cara hidup yang sangat tidak nyaman untuk dijalani. Hendaknya anda selalu jujur dalam melakukan segala sesuatu.

Penasaran akan kelanjutan kisah Alaia sang mermaid cantik? Langsung saja dapatkan novel Alaia 2 karya Raden Chedid ini di Gramedia.com.

Written by Gabriel