in

Rekomendasi Buku Self Healing: Bantu Mengatasi Kecemasanmu

unsplash.com

Rekomendasi Buku Self Healing Beberapa waktu ini, media sosial masih ramai memperbincangkan seputar self healing berbayar atau berkunjung ke tempat-tempat tertentu untuk menyembuhkan diri dari berbagai macam tekanan yang dirasakan sehari-hari.

Banyak yang mengira bahwa self healing itu harus pergi ke luar rumah dan jalan-jalan. Padahal kenyataannya, setiap orang mempunyai cara untuk healing yang berbeda-beda.

Sebab, sesungguhnya menjalani hari-hari sibuk dengan kegiatan yang berulang-ulang tentu akan menyita sebagian waktu dan harapan untuk sekedar beristirahat atau mengerjakan hal-hal yang disukai. Aktivitas harian yang monoton tidak jarang membuat seseorang merasa penat, stress bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental

Menurut pakar psikolog anak dan keluarga, membaca atau mendengar kabar duka di sekitar lingkungan kita pun memang dapat menimbulkan perasaan sedih ke diri sendiri. Bahkan kita bisa merasakan perasaan cemas setelah mendengar dan membaca kabar duka secara terus-menerus. Perasan cemas ini bisa membuat kita takut untuk sekedar keluar atau berhubungan dengan orang.

Jika perasaan cemas yang timbul ini tidak hilang lebih dari seminggu, mungkin kamu memang harus melakukan self-healing. Self-healing tidak hanya menonton film di bioskop favorit, jalan-jalan jauh, maupun pergi bersama teman-teman. Akan tetapi, self-healing juga dapat dilakukan di rumah dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Sebagian orang memang masih memilih melakukan terapi dengan travelling atau body treatment. Namun, sebenarnya Grameds bisa juga memilih menenangkan diri dengan berdiam di rumah dan membaca buku-buku self healing yang dapat membantu menenangkan pikiran. Dengan membaca buku, kita dapat menemukan petunjuk bagaimana keluar dari masalah.

Self healing itu apa sih?

Jika kamu merasa bahwa kamu adalah seorang penyembuh, atau ada seseorang yang memberitahu tentang hal ini, maka penting untuk mempercayai kemampuan diri kita serta menggunakan secara bijak. Hal ini berarti kita menerima siapa diri kita dari perspektif fisik, fisiologis, dan spiritual

Misalnya seperti memperlakukan diri sendiri dengan cara yang baik, lembut, dan suportif. Hal ini sama saja ketika kita sedang mendukung orang terkasih yang membutuhkan.

Dalam banyak hal, tubuh kita membantu kita untuk menyembuhkan diri sendiri. Contohnya, jika kita banyak mengonsumsi alkohol akan mengalami sakit kepala keesokan harinya dan memutuskan untuk beristirahat. Jika kita makan makanan yang tidak sehat, maka mungkin kita mempunyai masalah di pencernaan dan memilih untuk minum teh atau sup ayam.

Atau mungkin, saat kita merasa butuh perasaan yang aman dan nyaman, kita dapat membaca buku untuk menghilangkan perasaan cemas tersebut. Nah berikut ini ada beberapa rekomendasi buku untuk self-healing yang bisa menenangkanmu.

Rekomendasi Buku Self Healing untuk Mengatasi Kecemasanmu

1. Things & Thoughts I Drew When I Was Bored karya Nalea Ali

Rekomendasi Buku Self Healing

Buku ini merupakan buku pertama yang bisa Grameds baca jika ingin melakukan self-healing. Siapa yang belum tahu Neala Ali? Ilustrasi cat air serta kisah-kisah yang menemani hujan di buku pertamanya bahkan sudah masuk ke volume dua. Kini, masih menggunakan ciri khas dari buku sebelumnya, Naela Ali kembali menyapa pembaca melalui Things and Thoughts I Drew When I Was Bored.

Seperti yang dituliskan oleh Naela Ali, buku ini bercerita tentang apa yang dipikirkan ketika tengah dilanda kebosanan. Meskipun dituliskan dengan gaya Naela Ali sendiri, namun pembaca pasti akan merasa familiar dengan pesan dan makna yang disampaikan melalui buku ini.

Buku self-healing ini tidak jauh-jauh dari mengenai perihal mencintai diri sendiri dan mengapresiasi yang sudah kita miliki, dari pada merasa isi dan dengki dengan apa yang dimiliki orang lain. Konten yang sudah biasa kita dengar dan baca, tetapi tetap terasa menjadi bermakna karena diberi sentuhan ala Naela Aili.

Jangan lupa juga, ilustrasi cat airnya yang sangat menarik. Maka jangan heran jika tulisan di dalamnya ada yang bersifat normatif. Buku ini tertulis sebagai artbook, ilustrasi warna lembut yang akan mendominasi buku hard cover ini.

2. Jeda karya Andre Riandra

Rekomendasi Buku Self Healing

Buku selanjutnya adalah Jeda karya Andre Riandra. Buku ini mengajak para pembaca untuk berhenti sejenak merenungkan perjalanan hidupnya, yaitu tentang mematangkan pikiran dan memastikan langkah.

Buku self healing ini masuk ke dalam genre romantis yang menceritakan tokoh utama sebagai sosok yang belum bisa melupakan masa lalunya. Dengan menceritakan perjalanan cintanya, buku ini menyajikan cerita tentang sang tokoh utama yang meminta sedikit waktu atau jeda untuk menikmati ruang sendiri.

Waktu jeda ini dimanfaatkan oleh sang tokoh untuk mereview beragam hal yang telah terjadi sebelum kembali menggapai mimpi dan memperbaiki diri agar lebih menghargai hal-hal kecil dalam hidup.

Buku ini terbagi menjadi tiga bahasan besar, yaitu diri sendiri, sekitar, dan perasaan cinta.

Akan tetapi, selain tiga bahasan besar tersebut ada salah satu hal yang menyadarkan kita ketika membaca buku self-healing ini. Bukan nasihat baru atau bahasan baru yang sudah sering kita bertemu, namun ketika bertemu di waktu yang tepat nasihat tersebut sangat berguna. Pastinya bakal membuat kita menjadi berterima kasih ke diri sendiri.

Ada salah satu kalimat menarik dari buku ini yaitu,

“Lakukanlah sesuatu yang disenangi. Walau tak berdasi, tak bergelar, dan bahkan tak banyak materi yang dimiliki, tetapi kita menjalaninya dari hati.”-Andre Riandra

3. Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi

Rekomendasi Buku Self Healing

Buku rekomendasi self-healing selanjutnya yaitu Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi. Sebuah buku self-healing yang berisi tentang motivasi sempurna bagi mereka yang merasa tertekan atau sedang di fase paling bawah dalam hidup. Bahkan jika itu sebuah perpisahan, sulit untuk mencapai tujuan, karir atau masalah lainnya.

Buku ini menyadarkan kita bahwa realita terkadang tidak sesuai dengan impian. Tetapi, kita harus tetap melangkah maju dan menerobos berbagai macam batasan untuk melewati sebuah rintangan hidup.

Dalam buku ini kita diminta untuk tetap bersama Tuhan dan percaya kepada-Nya, berdoa kepada-nya, dan tidak berprasangka buruk kepada-Nya. Yang terpenting, kita harus terus berusaha sebaik mungkin untuk berharap kepada-Nya.

Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah benar-benar mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah, menjadi pribadi yang lebih baik lagi serta buku self-healing ini cocok untuk dijadikan bacaan di saat pandemi seperti saat ini.

4. Coping with Depression: Jangan Mau Kalah dari Depresi! karya J.Maurus

Rekomendasi Buku Self Healing

Ini merupakan salah satu buku self-healing yang masih relevan untuk dibaca saat situasi pandemic Covid-19. Dalam buku self-healing ini, J.Maurus menceritakan tentang cinta dan perannya dalam kehidupan mental seseorang.

Dengan detail mengenai depresi dan klasifikasinya disajikan dengan gaya penulisan sederhana yang mudah dipahami. Mengangkat permasalahan rasa depresi yang dialami oleh banyak tokoh dunia dan perasaannya menghadapi jenis-jenis perasaan sedih yang bisa dirasakan oleh semua manusia di era modern saat ini.

Ketika kita berbicara tentang kedamaian jiwa manusia, kebahagiaan, kemarahan bahkan kesedihan terdalam seperti depresi. Emosi-emosi tersebut wajar untuk dirasakan. Kita mengerti ketika ada orang lain yang mengatakan bahwa kita tampaknya membesar-besarkan masalah kita, hal itu terkadang membuat kita merasa lebih buruk.

Keadaan seperti ini normal, tidak apa-apa untuk nangis kemudian bangkit dan melawan depresi kita hingga menang. Karena hidup merupakan perjuangan. Selain itu juga banyak literatur yang dipakai dalam proses penulisan buku ini sehingga pembahasannya tampak luas dan ilmiah. Menggunakan pendekatan praktis mengenai bagaimana menghadapi depresi, membuat buku ini cocok untuk dibaca oleh siapa saja.

5. Self Acceptance by #88LOVELIFE

Rekomendasi Buku Self Healing

Buku ini volume keempat dari series #88LOVELIFE karya kolaborasi antara penulis Diana Rikasari dengan seorang illustrator bernama Dinda Puspitasari. Buku ini akan membawa kita ke dalam pengalaman personal Diana dalam proses penerimaan diri.

Proses penerimaan diri sendiri juga penting, agar kita mengetahui keterbatasan dan kelemahan diri kita. Selain itu, buku ini juga memberikan pemahaman bahwa setiap orang mempunyai waktu berjuang yang berbeda untuk mencapai versi terbaik dirinya.

6. Insecurity Is My Middle Name karya Alvi Syahrin

Rekomendasi Buku Self Healing

Setiap orang pasti pernah merasakan insecure. Tetapi, alih-alih terus-menerus merasa tidak yakin terhadap diri sendiri. Buku dari penulis Alvi Syahrin mengajak kita untuk melihat insecure dalam perspektif lain, sehingga kita bisa memandang hal tersebut bukan sebagai penghambat, tetapi untuk memacu diri kita menjadi lebih baik lagi dan tetap mengapresiasi diri sendiri.

7. I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki karya Baek Se Hee

Rekomendasi Buku Self Healing

I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki merupakan buku yang disajikan melalui format percakapan antara psikiater dan seorang pasiennya. Penulis merangkum kumpulan pertanyaan, penilaian, nasehat, anjuran, dan evaluasi diri agar pembaca bisa lebih menerima dan mencintai diri sendiri.

Buku best seller dari Korea Selatan ini pernah direkomendasikan oleh RM BTS dalam suatu acara kemudian mulai dibicarakan di kalangan pecinta K-Pop hingga menarik banyak perhatian. Buku ini ditulis dengan cara sederhana dan perasaan yang jujur hingga dapat diterima oleh banyak orang.

8. Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kisgimi & Fumitake Koga

Rekomendasi Buku Self Healing

Buku ini merupakan karya penulis Jepang, dibuat berdasarkan teori Alfred Adler seorang Psikolog popular abad ke 19. Melalui percakapan antara seorang filsuf dan pemuda yang merangkum nasehat tentang bagaimana cara untuk memahami, bahwa hidup adalah kendali masing-masing pribadi yang harus bisa bebas dari kesedihan di masa lalu dan beban ekspektasi orang lain.

“Berani Tidak Disukai” menjadi best seller di Jepang pada tahun 2014 dan hingga kini masih cukup relevan untuk membantu terapi penyembuhan melalui konsep memaafkan diri sendiri, mencintai diri sendiri dan menyingkirkan hal-hal yang tidak penting dari beban pikiran.

9. The Life Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo

Rekomendasi Buku Self Healing

Mario Kondo dikenal sebagai penulis sekaligus Japanese organizing consultant, ia mempunyai metode pengorganisasian barang yang dinamakan “Metode Konmari”, yaitu metode yang mempunyai prinsip dasar menyingkirkan barang-barang yang tidak berguna dan hanya menyisakan benda yang “membawa kebahagiaan” saja.

Konsep ini dikenal luas di dunia serta memunculkan juga gaya hidup minimalis, ternyata tumpukan benda-benda yang kurang berguna merupakan salah satu penyebab dari penatnya pikiran seseorang.

10. The Subtle Art of Not Giving A F*ck karya Mark Manson

Rekomendasi Buku Self Healing

Dalam buku ini, melalui buah pikirannya Mark Manson seakan membuat antitesis bahwa perilaku berpikir positif akan membawa orang-orang menuju kehidupan bahagianya adalah sekedar omong kosong saja.

Manson berargumen bahwa setiap manusia tidak semuanya terlahir sempurna dan mempunyai nasib mujur, sebagian besar dari mereka bahkan mengalami kemalangan yang tidak habis-habis. Melalui buku ini, pembaca dinasehati bahwa dengan memahami keterbatasan diri sendiri seseorang bisa lebih menerima hidup yang apa adanya.

11. Who Moved My Cheese karya Dr. Spencer Johnson

Rekomendasi Buku Self Healing

Buku ini menggambarkan “sebuah harapan yang ingin dimiliki dalam hidup”, seperti pekerjaan yang bagus, uang yang banyak, hubungan percintaan yang baik, kesehatan dan ketenangan pikiran.

Melalui proses yang dialami oleh karakter-karakter yang diceritakan, pertanyaan tersebut terjawab melalui humor-humor sederhana. Buku ini tidak hanya sukses menyampaikan pesannya secara ringan dan ringkas, namun juga dapat menempatkan humor sebagai bahan yang membuat pembacanya nyaman. “Who Moved My Cheese” adalah buku yang cocok untuk menyegarkan pikiran.

12. Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo

Rekomendasi Buku Self Healing

Buku ini mewakili sebagian besar orang saat sudah melakukan segala pekerjaan dengan baik, namun tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan. Merasa ingin berhenti namun banyak hal yang tidak bisa ditinggalkan. Buku ini seperti pelukan hangat dan pengantar pesan bahwa “tidak apa-apa untuk berhenti sejenak, suatu saat kau bisa memulainya lagi”.

Jika kamu memerlukan bantuan untuk mengatasi kecemasan, langkah pertama yang dilakukan adalah menemui psikolog. Mereka dapat menentukan, apakah kecemasan kamu dikarenakan kondisi kesehatan fisik atau hal yang lebih kompleks.

Apabila psikolog menemukan kondisi yang mendasarinya, psikolog akan memberi kamu rencana perawatan yang tepat untuk membantu mengurangi kecemasan kamu. Jika kamu atau teman terdekat mengalami gejala-gejalanya, disarankan harus segera konsultasi ke psikolog supaya cepat ditangani. Karena gangguan ini bisa sangat mengganggu, bukan?

Itu beberapa rekomendasi buku self healing yang bisa bikin perasaan kita tenang, Grameds. Apalagi di masa pandemic seperti ini memang tidak mudah untuk membuat diri ini tenang. Akan tetapi, setidaknya kita harus berusaha. Jika ada waktu senggang baca buku-buku self healing diatas ya, semoga bisa membantu mengurangi kecemasan kamu, Grameds.

Rekomendasi buku self healing ini bisa Grameds dapatkan di gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami akan selalu memberikan produk terbaik dan terlengkap untuk Grameds, agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Penulis : Rosyda Nur Fauziyah

BACA JUGA:

  1. Rekomendasi Buku Self Love untuk Hidup Lebih Menerima
  2. Rekomendasi Buku Tentang Kehidupan
  3. Daftar Rekomendasi Buku yang Bagus untuk Dibaca
  4. Buku-Buku Ringan yang Dapat Kamu Tamatkan Kurang dari 7 Hari
  5. 10 Rekomendasi Novel Berbahasa Inggris Terbaik di Gramedia
  6. Rekomendasi Buku untuk Remaja yang Suka Bacaan Seru dan Menarik

Written by Ananda