in

Rekomendasi Buku Self Healing: Bantu Mengatasi Kecemasanmu

Rekomendasi Buku Self Healing Beberapa waktu ini, media sosial masih ramai memperbincangkan seputar self healing berbayar atau berkunjung ke tempat-tempat tertentu untuk menyembuhkan diri dari berbagai macam tekanan yang dirasakan sehari-hari.

Banyak yang mengira bahwa self healing itu harus pergi ke luar rumah dan jalan-jalan. Padahal kenyataannya, setiap orang mempunyai cara untuk healing yang berbeda-beda.

Sebab, sesungguhnya menjalani hari-hari sibuk dengan kegiatan yang berulang-ulang tentu akan menyita sebagian waktu dan harapan untuk sekedar beristirahat atau mengerjakan hal-hal yang disukai. Aktivitas harian yang monoton tidak jarang membuat seseorang merasa penat, stress bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental

Menurut pakar psikolog anak dan keluarga, membaca atau mendengar kabar duka di sekitar lingkungan kita pun memang dapat menimbulkan perasaan sedih ke diri sendiri. Bahkan kita bisa merasakan perasaan cemas setelah mendengar dan membaca kabar duka secara terus-menerus. Perasan cemas ini bisa membuat kita takut untuk sekedar keluar atau berhubungan dengan orang.

Jika perasaan cemas yang timbul ini tidak hilang lebih dari seminggu, mungkin kamu memang harus melakukan self-healing. Self-healing tidak hanya menonton film di bioskop favorit, jalan-jalan jauh, maupun pergi bersama teman-teman. Akan tetapi, self-healing juga dapat dilakukan di rumah dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Sebagian orang memang masih memilih melakukan terapi dengan travelling atau body treatment. Namun, sebenarnya Grameds bisa juga memilih menenangkan diri dengan berdiam di rumah dan membaca buku-buku self healing yang dapat membantu menenangkan pikiran. Dengan membaca buku, kita dapat menemukan petunjuk bagaimana keluar dari masalah.

Self healing itu apa sih?

Jika kamu merasa bahwa kamu adalah seorang penyembuh, atau ada seseorang yang memberitahu tentang hal ini, maka penting untuk mempercayai kemampuan diri kita serta menggunakan secara bijak. Hal ini berarti kita menerima siapa diri kita dari perspektif fisik, fisiologis, dan spiritual

Misalnya seperti memperlakukan diri sendiri dengan cara yang baik, lembut, dan suportif. Hal ini sama saja ketika kita sedang mendukung orang terkasih yang membutuhkan.

Dalam banyak hal, tubuh kita membantu kita untuk menyembuhkan diri sendiri. Contohnya, jika kita banyak mengonsumsi alkohol akan mengalami sakit kepala keesokan harinya dan memutuskan untuk beristirahat. Jika kita makan makanan yang tidak sehat, maka mungkin kita mempunyai masalah di pencernaan dan memilih untuk minum teh atau sup ayam.

Atau mungkin, saat kita merasa butuh perasaan yang aman dan nyaman, kita dapat membaca buku untuk menghilangkan perasaan cemas tersebut. Nah berikut ini ada beberapa rekomendasi buku untuk self-healing yang bisa menenangkanmu.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Table of Contents

Update Rekomendasi Buku Self Healing untuk Mengatasi Kecemasanmu September 2022

Buku The Dip: Saat Kita Ditantang untuk Bertahan atau Berhenti – Seth Godin

Buku The Dip: Saat Kita Ditantang untuk Bertahan atau Berhenti
Saat Kita Ditantang untuk Bertahan atau Berhenti

Kapan kita harus menyerah? Dan kapan kita harus berjuang? Ketika kita memulai sesuatu, baik itu hobi, pekerjaan, atau membangun perusahaan baru, awalnya pasti merasa menyenangkan, tetapi lama-kelamaan kondisinya menjadi semakin sulit dan tidak menyenangkan lagi. The Dip dalam buku ini adalah lembah yang harus dilalui ketika kita ingin mengejar sesuatu, yaitu masa-masa sulit ketika semua progres terasa nyaris tidak ada dan kita meragukan banyak hal. Di antara keraguan yang muncul, selalu ada pertanyaan: “Ini layak untuk dilanjutkan atau tidak?” Buku ini membahas soal kapan harus berhenti atau terus berusaha untuk mengejar apa yang kamu inginkan. Apakah harus menyerah? Atau harus terus berjuang agar bisa melewati the dip dan meraih kesuksesan? Temukan cara-caranya di sini agar kamu bisa tetap bisa bertahan dan melewati fase the dip, dan meraih kesuksesan.

 

Effortless: Karena Semua Tak Sesulit Itu – Greg Mckeown

Effortless: Karena Semua Tak Sesulit Itu
Effortless: Karena Semua Tak Sesulit Itu

“Pada masa ketika rasa takut, rasa tidak pasti, dan daftar tanggung jawab yang terus bertambah telah menjadi terlalu banyak untuk ditangani. Effortless adalah sesuatu yang pas, dan makin dibutuhkan.” —Eve Rodsky
Apakah Anda pernah merasa seperti: • Berada tepat di tepi jurang lelah fisik dan mental? • Ingin berkontribusi lebih besar, tetapi kehabisan energi? • Sudah berlari lebih kencang tetapi tidak maju lebih dekat ke sasaran? • Segalanya terasa jauh lebih sulit daripada biasanya? Kita telah dikondisikan untuk percaya bahwa jalan menuju sukses adalah jalan dengan kerja yang terus-menerus. Bahwa kalau ingin pencapaian tinggi, kita harus memaksa diri, terus memutar otak, dan berusaha sampai lewat batas. Jadi, kalau kita belum terkapar kelelahan, arti nya usaha kita belum memadai.
Namun belakangan ini, kerja keras lebih menguras tenaga daripada sebelumnya. Dan makin berkurang energi kita, makin sulit kita meraih kemajuan. Terjebak di sebua h I i ngkara n setan “Zoom, eat, sleep, repeat,” kita seri ng bekerja dua kali I ebi h keras tetapi meraih hasil paling banyak setengah dari biasanya. Untuk berada paling depan kita tidak harus mengerjakan sesuatu yang sulit. Apa pun tantangan atau rintangan yang kita hadapi, ada sebuah jalan yang lebih baik: alih-alih memaksa diri lebih keras, kita dapat menemukan jalan yang lebih mudah.
Effortless menawarkan saran yang dapat diterapkan untuk mengerjakan kegi-atan-kegiatan esensial dengan cara-cara paling mudah, agar Anda dapat meraih ha-sil-hasil yang Anda inginkan, tanpa lelah fisik dan mental. Effortless mengajarkan cara: • Mengubah tugas-tugas menjemukan menjadi ritual-ritual yang dapat dinikmati • Mencegah frustrasi dengan memecahkan masalah sebelum timbul • Menetapkan irama yang berkelanjutan, sebagai ganti aksi meledak-ledak • Membuat pilihan satu kali yang meniadakan banyak keputusan di masa mendatang • Menyederhanakan proses dengan menghilangkan langkah-langkah yang tidak perlu • Menjadikan hubungan-hubungan lebih mudah dipelihara dan dikelola • Dan banyak lagi
Cara yang tanpa kesulitan tidak sama dengan cara orang malas. Ini cara orang cer-das. Bahkan barangkali cara satu-satunya. Tidak semua perkara sulit dalam hidup dapat dibuat mudah. Namun, kita dapat membuat hal-hal paling penting lebih mudah dikerjakan.

 

Ada Tapi Tak Lagi Sama – A. Wildan Hilmi

Ada Tapi Tak Lagi Sama
Ada Tapi Tak Lagi Sama

Sudah terlalu banyak hal yang kita sia-siain. Jangan terus-terusan jadikan diri sendiri pelampiasan atas kesalahan yang terjadi, karena diri ini sudah terlalu banyak menanggung beban sendiri. Sesekali diri juga butuh diapresiasi, ajak dirimu untuk sembuh dari luka lama dan menikmati bahagia yang sudah menunggu di depan mata.

Tentang Penulis
Ahmad Wildan Hilmi, manusia ambivert yang menjadikan dirinya tergantung dengan situasi. Terkadang suka bersosialisasi tapi juga suka menyendiri. Lahir di Lebak dan menjadi dewasa di Banten. Seorang konten kreator di Tiktok yang membagikan keresahannya dengan tulisan. Ternyata, tulisannya mewakili perasaan banyak orang sehingga mendapatkan banyak apresiasi dari pembacanya.

 

99+ Wonderful Mind – Dewi Hughes

99+ Wonderful Mind
99+ Wonderful Mind

99+ Wonderful Mind menguak rahasia kekuatan pikiran, membantu Anda memahami bagaimana pikiran menentukan arah hidup, mencapai kebahagiaan, dan meraih keberuntungan.

Seperti multivitamin yang memelihara pikiran tetap jernih dan sehat, membacanya setiap hari memberi energi baru pada setiap tarikan napas, menghapus kepenatan, dan kesesakan dada.

99+ Wonderful Mind dilengkapi dengan hipnoterapi lewat gambar dan warna yang mampu menanamkan sugesti positif. Buku ini akan menjadi sahabat dan media terapi dalam menyelami keindahan hidup, pengelolaan pikiran, dan perilaku yang diekspresikan lewat goresan warna. Mulailah membuka perlahan lembar demi lembar, selami setiap gambar penuh warna yang membawa energi positif.

Warnailah setiap lembar hitam putih dengan warna favorit Anda dan rasakan sensasi kebahagiaan saat Anda selalu mampu menjadi tuan atas pikiran Anda sendiri.

Menjadi pemilik pikiran yang merdeka dan terbuka. Enjoy the Wonderful Mind!

 

Santai Aja, Namanya Juga Hidup ! – YOZUCK

Santai Aja, Namanya Juga Hidup!
Santai Aja, Namanya Juga Hidup!

Buku ini mengingatkan kita bahwa gagal dan berbuat salah bukanlah suatu perkara besar, karena pada dasarnya manusia itu hidup. Daripada menghukum diri sendiri, sebaiknya kita justru merangkul diri sendiri.

Kita didorong menjadi baik terhadap diri sendiri dan merefleksikan bagaimana sebaiknya kita memperlakukan kehidupan.

Semua dipaparkan dalam kisah anekdot antarhewan. Kita akan menemukan inspirasi dan semangat dari kisah mereka yang begitu hangat dan ceria.

 

Update Rekomendasi Buku Self Healing untuk Mengatasi Kecemasanmu Agustus 2022

I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki – Baek Se Hee

I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki
I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki

Aku: Bagaimana caranya agar bisa mengubah pikiran bahwa saya ini standar dan biasa saja?
Psikiater: Memangnya hal itu merupakan masalah yang harus diperbaiki?

Aku: Iya, karena saya ingin mencintai diri saya sendiri.

I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki adalah esai yang berisi tentang pertanyaan, penilaian, saran, nasihat, dan evaluasi diri yang bertujuan agar pembaca bisa menerima dan mencintai dirinya. Buku self improvement ini mendapatkan sambutan baik karena pembaca merasakan hal yang sama dengan kisah Baek Se Hee sehingga buku ini mendapatkan predikat bestseller di Korea Selatan.

 

Esensialisme: Pentingkan yang Penting Saja – Greg Mckeown

Esensialisme: Pentingkan yang Penting Saja
Esensialisme: Pentingkan yang Penting Saja

Pernahkah Anda menemukan kesibukan Anda tepecah habis-habisan dalam kehidupan pribadi atau kerja?
Pernahkah Anda menemukan kesibukan Anda terpecah Pernahkah Anda merasa mengerjakan tugas terlalu
banyak dan hasilnya tidak terpakai?
Pernahkah Anda merasa sibuk tetapi tidak produktif? Pernahkah Anda merasa selalu bergerak, tetapi tidak pernah sampai ke mana pun?
Apabila jawaban Anda ya untuk semua tadi, jalan keluarnya adalah menjadi seorang Esensialis.

Ini bukan strategi manajemen waktu, melainkan sebuah disiplin sistematik yang Anda terapkan setiap kali Anda berhadapan dengan sebuah keputusan. Dengan memaksa diri menerapkan kriteria lebih selektif untuk yang esensial, pencarian yang pokok saja memungkinkan kita memegang kendali atas pilihan-pilihan kita sehingga kita dapat memberikan kontribusi setinggi mungkin untuk hal-hal yang sungguh penting.

 

What`S So Wrong About Your Life – Ardhi Mohamad

What`S So Wrong About Your Life
What`S So Wrong About Your Life

Kita pikir, cinta adalah jawaban dari insecurity kita. Kita pikir, kita special bagi seseorang. Kita pikir, melupakan masa lalu adalah pilihan yang tepat. Dan kita pikir kita pikir lainnya.

Walau semua pikiran itu sering berkahir kekecewaan yang sama, kita tetap nggak belajar dan akhirnya mengulangi kesalahan yang itu-itu lagi. This is the reason why i wrote this book..

Supaya kita bisa sadar apa yang salah dalam hidup kita. mengakuinya, memperbaikinya dan menjalani hidup lebih baik.

 

Bagaimana Berubah: Sekali untuk Selamanya – Katy Milkman

Bagaimana Berubah: Sekali untuk Selamanya
Bagaimana Berubah: Sekali untuk Selamanya

“Buku ini sangat membantu—sampai-sampai setelah selesai membacanya, kita ingin mengirimkan kartu ucapan terima kasih kepada Katy Milkman.” —Daniel Pink
Apa yang membuat orang berubah? Katy Milkman, ilmuwan peri-laku ternama dan profesor di Wharton, telah mempelajari bahwa untuk mencapai perubahan, langkah pertama yang harus diambil adalah menemukan apa yang menghalangi jalan kita untuk berubah.
Dari hasil risetnya yang memenangkan penghargaan, Milkman menguraikan hambatan-hambatan untuk berubah. la juga memberi-kan pendekatan inovatif yang telah terbukti membantu kita menga-tasi tantangan-tantangan personal maupun profesional yang paling berat seperti impulsif, suka menunda, dan pelupa. Melalui studi ka-sus dan cerita menarik, kita akan belajar:
• Mengapa waktu yang tepat sangat penting ketika kita memutus-kan berubah
• Bagaimana memanfaatkan godaan dan kemalasan bergerak un-tuk membantu kita meraih tujuan
• Mengapa memberikan saran dapat membuat kita meraih lebih banyak hal
Entah kita sendiri yang sedang berniat berubah—atau sedang mem-bantu orang lain untuk berubah menjadi lebih baik—Bagaimana Berubah menawarkan cetak biru tak ternilai berbasis sains untuk berubah—sekali untuk selamanya.

 

Merawat Luka Batin – Dr Jiemi Ardian

Merawat Luka Batin
Merawat Luka Batin

“You are what you think,” begitu kata banyak orang. Padahal, ketika saya berpikir saya kaya, uang dalam rekening saya tidak otomatis bertambah. Akan lebih tepat jika kutipan ini sedikit
diubah menjadi “You are how you think”, karena perasaan dan diri kita bergantung pada bagaimana cara kita berpikir.
Buku ini berisi tentang proses berpikir, bukan sekadar berpikir dengan positif. Saat perasaan sedang tidak baik-baik saja, terlebih pada keadaan depresi, proses pikir kita biasanya ikut andil dalam memperburuk keadaan. Namun, sulit bagi kita untuk menyadari proses berpikir yang bermasalah ini karena kita menganggapnya sebagai cara kita melihat realitas. Menyadari pikiran yang keliru saat hal itu muncul bukanlah hal yang mudah.
Buku ini memuat beberapa pola untuk membentuk cara berpikir yang tepat. Tak hanya orang-orang yang sedang merawat luka batin, para caregiver dan penyintas depresi juga bisa menarik manfaat dari buku ini. Semoga buku ini juga bisa menghapus stigma tentang depresi dan menunjukkan bahwa gangguan kejiwaan, termasuk depresi, bisa dialami siapa saja.

 

Update Rekomendasi Buku Self Healing untuk Mengatasi Kecemasanmu Juli 2022

Love for Imperfect Things – Haemin Sunim

Love for Imperfect Things
Love for Imperfect Things

Ketika kita sudah bisa mencintai diri sendiri, dunia akan mulai melihat bahwa kita memang layak untuk dicintai.

Tidak ada yang sempurna di dunia ini, dan itu bukan alasan bagi kita untuk menghindari cinta kepada dunia, kepada sesama manusia, bahkan kepada diri sendiri. Lewat buku ini, guru Buddhis Haemin Sunim membagikan kisah pribadi dan pengalaman selama bertahun-tahun membantu sesama untuk mengajarkan kita seni merawat diri. Ketika kita memperlakukan diri sendiri dengan penuh kasih sayang, empati, dan pengampunan, kita juga belajar memperlakukan orang lain dengan yang sama; membuat kita bisa menjalin hubungan hubungan yang lebih dalam dengan orang lain, bangkit dari keterpurukan, menghadapi rasa sakit dan sedih, mendengarkan dengan lebih saksama, mengekspresikan diri, dan memiliki keberanian untuk mengejar hal yang membahagiakan diri sehingga kita merasa lengkap.

Love for imperfect things menawarkan kenyamanan batin, dorongan semangat, dan kebijaksanaan sehingga kita bisa belajar mencintai diri kita, hidup kita, dan semua orang yang ada di dalamnya.

 

Di Sini dan Saat Ini: Pendekatan Sehat Mental untuk Menikmati Setiap Momen di – Putra Wiramuda

Di Sini dan Saat Ini
Di Sini dan Saat Ini

Menurut Kabat-Zinn, mindfulness adalah kesadaran yang muncul dengan mengarahkan perhatian pada satu tujuan di momen saat ini. Perhatian dapat diarahkan ke satu objek yang ada di momen saat ini. Objek tersebut dapat berupa nafas, tubuh, suara, aroma, atau apapun aktivitas yang sedang di lakukan dalam bentuk single tasking.

Dengan berlatih mindfulness kita dapat berfokus pada satu objek tertentu. Menyadari dan mengamati berbagai dinamika pengalaman yang terjadi. Berlatih untuk hadir sepenuhnya dan menikmati setiap momen yang terjadi dalam kehidupan. Terlihat mudah bukan. Namun pada kenyataannya, berlatih mindfulness nampaknya tidak semudah perkiraan kita.

Apalagi mencoba melakukannya di setiap aktivitas kita. Buku ini akan mengulas secara mendalam terkait mindfulness disertai dengan panduan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dengan membaca buku ini, tidak ada lagi kata sulit berlatih mindfulness.

 

The Art of Self Talk-ing – Nisrina P. Utami, Nisrina P. Utami, M.Psi., Psikolog

The Art of Self Talk-ing
The Art of Self Talk-ing

Kadang, kita sibuk mendengarkan orang lain. Berusaha untuk mengakomodasi segala kebutuhan dan tuntutan dari lingkungan. Mengupayakan yang terbaik untuk orang lain, memilah kata-kata terbaik untuk orang lain, hingga melupakan diri sendiri. Dengan diri, kita lebih sering menyalahkan, memberi tuntutan yang kadang tidak sepadan dengan apa yang kita dapatkan. Padahal di penghujung hari, hanya ada kita sendiri. Buku ini akan mengajakmu untuk lebih menyelami diri sendiri. Memulai cara yang paling dasar untuk berteman dengan diri sendiri: self talk atau berbicara, berdialog dengan diri sendiri.

 

Ketika Aku Tak Tahu Apa Yang Aku Inginkan – Jeon Seunghwan

Ketika Aku Tak Tahu Apa Yang Aku Inginkan
Ketika Aku Tak Tahu Apa Yang Aku Inginkan

Apa yang benar-benar aku inginkan? Apakah aku sudah hidup dengan benar? Bagaimana aku harus menjalani hidup ke depannya? Kehidupan laksana rangkaian pertanyaan yang tiada berakhir. Menemukan jawabannya dengan kekuatan sendiri tidaklah mudah.

?Mengapa hatiku selalu merasa sepi dan hampa? ?Mengapa bertemu orang lain menjadi hal yang melelahkan? ?Mengapa aku tidak merasa bahagia padahal sudah menjalani hidup dengan sebaik-baiknya? ?Apakah hidup tanpa jiwa seperti ini bisa disebut kehidupan? Kalau pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus berputar di kepala, kita jadi kelelahan dan kehilangan semangat melakukan segala hal.

Kita jadi bisa sering menangis tiba-tiba. Tangisan yang muncul dari luapan emosi kita yang terpendam ketika menjalani hari-hari yang sibuk—tak punya waktu untuk menenangkan hati dan tubuh yang letih atau memikirkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dalam tujuh tahun terakhir, penulis buku ini membagikan berbagai kalimat baik melalui berbagai aktivitas di “thebookman” melalui media seperti Facebook dan Kakao Story. Banyak orang dari berbagai generasi, pekerjaan, dan gender merasa terinspirasi dan mengatakan tulisan tersebut bagaikan “kalimat yang mengerti isi pikiran saya”.

 

Quiet Impact: Tak Masalah Jadi Orang Introver – Sylvia Loehken

Quiet Impact: Tak Masalah Jadi Orang Introver
Quiet Impact: Tak Masalah Jadi Orang Introver

Sebagian besar buku bisnis, komunikasi, dan kesuksesan berfokus pada kaum ekstrover yang memang terlahir nyaman dalam berhubungan, berbicara, dan menjadi pusat perhatian. Namun, 30% dari populasi manusia adalah introver, dan buku ini bisa membantu mereka menemukan suaranya. Kaum ekstrover pun direkomendasikan untuk mempelajarinya agar mampu memahami kaum introver dan memperlakukannya dengan baik.

Buku ini mengidentifikasi 10 kekuatan spesifik yang dimiliki kaum introver, seperti kemandirian, ketekunan, dan kemampuan menulis, dan 10 hambatan spesifik yang sering kali harus dihadapi seperti stimulasi berlebih, keinginan untuk terlihat intelektual, dan ketakutan menghadapi konflik.

Didukung dengan hasil penelitian psikologi terbaru dan pengalaman membimbing kaum introver di area kerja, buku ini berisi saran-saran praktis yang mudah diaplikasikan ke dalam kehidupan pribadi, baik dalam menjalin hubungan dengan teman, kekasih, dan keluarga maupun hubungan profesional dalam bekerja.

 

Update Rekomendasi Buku Self Healing untuk Mengatasi Kecemasanmu Juni 2022

Healing: Sebuah Proses Penyembuhan Diri Dari Luka Batin – RATNI ANJANI

Healing : Sebuah Proses Penyembuhan Diri Dari Luka Batin
Healing : Sebuah Proses Penyembuhan Diri Dari Luka Batin

Healing : Sebuah Proses Penyembuhan Diri Dari Luka Batin

Sejak lahir, kita sudah dihadapi dengan masalah. Hingga saat ini, kita sudah menghadapi jutaan masalah. Manusia lahir dan langsung dipaksa melakukan penyesuaian diri dari dalam lindungan plasenta ke luar. Meskipun dimulai dengan menangis, penyesuaian tersebut berhasil dilakukan. Sejak itu, tantangan semakin banyak. Ada proses jatuh dan bangun hingga sekarang kita berada di titik ini.

Merawat diri dan jiwa kita bagaikan mengisi bahan bakar. Dapat membuat kondisi mental kita cukup kuat untuk bisa membantu atau menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Jika tidak pernah melakukan isi ulang, bahan bakar dalam diri kita akan habis. Kita perlu menjaga diri, secara fisik dan mental, agar dapat terus kuat menjalani hidup. Saat kondisi diri sendiri sedang tidak baik-baik saja, kita tidak dapat memberikan bantuan kepada orang lain. Kita tidak dapat menyelamatkan orang lain ketika kondisi dirimu sendiri terancam.

Buku ini akan mengajak kita untuk merawat diri sendiri di saat hidup sedang tidak terasa baik-baik saja. Kita tidak perlu selalu tampil sebagaimana harapan orang lain. Bahwa kita boleh sesekali mengeluh agar tidak terjebak dalam toxic positivity. Dan, kita tidak perlu selalu tampil menjadi pahlawan untuk orang lain, tapi lupa untuk menyelamatkan diri kita sendiri. Selamat membaca!

 

What`s So Wrong About Your Self Healing – Ardhi Mohamad

What`s So Wrong About Your Self Healing
What`s So Wrong About Your Self Healing

“Coba lihat lagi cover depannya.
lihat tulisan tulisan warna putih itu?
Semua itu… akan kita bahas di buku ini.”

 

The Science Of Psychic Healing – William Atkinson

The Science Of Psychic Healing
The Science Of Psychic Healing

Buku ini dimaksudkan untuk menjadi sajian yang gamblang, bersahaja, praktis dari beragam bentuk Penyembuhakn Psikis. Kami sudah mengemukakan sangat sedikit tentang teori Penyembuhan Psikis-Walau memberikan garis besar umum dari teori-teori yang mendasarinya bahwa tabib dapat memahami sifat pekerjaan yang dia lakukan-dan melalui buku ini mencoba memberi tahu “bagaimana” mengerjakan pekerjaan itu.

Dalam memperkenalkan masalah ini kami ingin katakan bahwa kami belum mencoba membuat aliran Penyembuhan Psikis, sebab bagi kami ini tampak bodoh. Kami tidak megerti mengapa Penyembuhan Psikis harus dibuat menjadi aliran, speerti Penyembuhan Narkoba, Pijat, Osteopati, atau bentuk penyembuhan lainnya. Semua penyembuhan sejati dihasilkan dari penerapan hukum-hukum alamiah yang sempurna, dan kekuatan yang digunakan adalah hukum alam sama halnya dengan listrik. Untuk itu, semua hukum alam adalah ketentuan “ilahiah”, dan sama-sama layak dihormati dan dihargai.

 

Hypnosis For Self Healing – Aditya Christian

Hypnosis For Self Healing
Hypnosis For Self Healing

– Apa saja fenomena hipnosis sehari-hari?
– Apa hubungan hipnosis dan kriminalitas?
– Apa saja modus-modus dalam kejahatan hipnosis?
– Jurus ampuh menangkal kejahatan hipnosis?
– Apa saja elemen dalam hipnosis?
– Bagaimana memilih hipnoterapi yang baik?
– Hipnoterapi sebagai problem soiver?
– Apa saja hal yang harus dipersiapkan sebel …

 

#SELOWAJA – Bryan E. Robinson, Ph.D.

#SELOWAJA
#SELOWAJA

Saatnya untuk berhenti berbuat curang dalam hidupmu. Apakah kamu perlu mengurangi pekerjaan, menjadi lebih penuh perhatian, atau keduanya. Psikoterapis dan mantan pecandu kerja Bryan E Robinson, Ph.D., akan membantumu mengintegrasikan keseimbangan kerja atau kehidupan untuk menemukan titik manis di mana rasa santai itu mungkin terjadi–dan dalam kekuatanmu.

Siklus kecanduan kerja 24/7 bisa sulit untuk diputus, tetapi ini hanya masalah membingkai ulang prioritas dan melatih perhatian. Bersantai bukan sesuatu yang Anda lakukan. Ini adalah pola pikir – cara berada di dunia. Meskipun mudah untuk berfokus pada apa yang salah, Anda dapat menghemat banyak waktu dan stres dengan mempelajari cara memperlambat.

Manifes bulan-ke-bulan untuk menangani pekerjaan yang berlebihan, #Chill berisi meditasi harian sepanjang tahun, latihan praktis yang menenangkan, sepuluh perintah perawatan diri, dan nasihat profesional oleh seorang pakar mindfulness terkemuka. Ini adalah panduan utama untuk menemukan waktu bersantai dan hidup yang lebih baik. Jadi ambillah #Bernapas-dan #SelowAja

 

Rekomendasi Buku Self Healing untuk Mengatasi Kecemasanmu

1. Things & Thoughts I Drew When I Was Bored karya Nalea Ali

Things & Thoughts I Drew When I Was Bored

Buku ini merupakan buku pertama yang bisa Grameds baca jika ingin melakukan self-healing. Siapa yang belum tahu Neala Ali? Ilustrasi cat air serta kisah-kisah yang menemani hujan di buku pertamanya bahkan sudah masuk ke volume dua. Kini, masih menggunakan ciri khas dari buku sebelumnya, Naela Ali kembali menyapa pembaca melalui Things and Thoughts I Drew When I Was Bored.

Seperti yang dituliskan oleh Naela Ali, buku ini bercerita tentang apa yang dipikirkan ketika tengah dilanda kebosanan. Meskipun dituliskan dengan gaya Naela Ali sendiri, namun pembaca pasti akan merasa familiar dengan pesan dan makna yang disampaikan melalui buku ini.

Buku self-healing ini tidak jauh-jauh dari mengenai perihal mencintai diri sendiri dan mengapresiasi yang sudah kita miliki, dari pada merasa isi dan dengki dengan apa yang dimiliki orang lain. Konten yang sudah biasa kita dengar dan baca, tetapi tetap terasa menjadi bermakna karena diberi sentuhan ala Naela Aili.

Jangan lupa juga, ilustrasi cat airnya yang sangat menarik. Maka jangan heran jika tulisan di dalamnya ada yang bersifat normatif. Buku ini tertulis sebagai artbook, ilustrasi warna lembut yang akan mendominasi buku hard cover ini.

 

2. Jeda karya Andre Riandra

Rekomendasi Buku Self Healing

Buku selanjutnya adalah Jeda karya Andre Riandra. Buku ini mengajak para pembaca untuk berhenti sejenak merenungkan perjalanan hidupnya, yaitu tentang mematangkan pikiran dan memastikan langkah.

Buku self healing ini masuk ke dalam genre romantis yang menceritakan tokoh utama sebagai sosok yang belum bisa melupakan masa lalunya. Dengan menceritakan perjalanan cintanya, buku ini menyajikan cerita tentang sang tokoh utama yang meminta sedikit waktu atau jeda untuk menikmati ruang sendiri.

Waktu jeda ini dimanfaatkan oleh sang tokoh untuk mereview beragam hal yang telah terjadi sebelum kembali menggapai mimpi dan memperbaiki diri agar lebih menghargai hal-hal kecil dalam hidup.

Buku ini terbagi menjadi tiga bahasan besar, yaitu diri sendiri, sekitar, dan perasaan cinta.

Akan tetapi, selain tiga bahasan besar tersebut ada salah satu hal yang menyadarkan kita ketika membaca buku self-healing ini. Bukan nasihat baru atau bahasan baru yang sudah sering kita bertemu, namun ketika bertemu di waktu yang tepat nasihat tersebut sangat berguna. Pastinya bakal membuat kita menjadi berterima kasih ke diri sendiri.

Ada salah satu kalimat menarik dari buku ini yaitu,

“Lakukanlah sesuatu yang disenangi. Walau tak berdasi, tak bergelar, dan bahkan tak banyak materi yang dimiliki, tetapi kita menjalaninya dari hati.”-Andre Riandra

 

3. Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi

Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

Buku rekomendasi self-healing selanjutnya yaitu Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah karya Alfialghazi. Sebuah buku self-healing yang berisi tentang motivasi sempurna bagi mereka yang merasa tertekan atau sedang di fase paling bawah dalam hidup. Bahkan jika itu sebuah perpisahan, sulit untuk mencapai tujuan, karir atau masalah lainnya.

Buku ini menyadarkan kita bahwa realita terkadang tidak sesuai dengan impian. Tetapi, kita harus tetap melangkah maju dan menerobos berbagai macam batasan untuk melewati sebuah rintangan hidup.

Dalam buku ini kita diminta untuk tetap bersama Tuhan dan percaya kepada-Nya, berdoa kepada-nya, dan tidak berprasangka buruk kepada-Nya. Yang terpenting, kita harus terus berusaha sebaik mungkin untuk berharap kepada-Nya.

Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah benar-benar mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah, menjadi pribadi yang lebih baik lagi serta buku self-healing ini cocok untuk dijadikan bacaan di saat pandemi seperti saat ini.

 

4. Coping with Depression: Jangan Mau Kalah dari Depresi! karya J.Maurus

Rekomendasi Buku Self Healing

Ini merupakan salah satu buku self-healing yang masih relevan untuk dibaca saat situasi pandemic Covid-19. Dalam buku self-healing ini, J.Maurus menceritakan tentang cinta dan perannya dalam kehidupan mental seseorang.

Dengan detail mengenai depresi dan klasifikasinya disajikan dengan gaya penulisan sederhana yang mudah dipahami. Mengangkat permasalahan rasa depresi yang dialami oleh banyak tokoh dunia dan perasaannya menghadapi jenis-jenis perasaan sedih yang bisa dirasakan oleh semua manusia di era modern saat ini.

Ketika kita berbicara tentang kedamaian jiwa manusia, kebahagiaan, kemarahan bahkan kesedihan terdalam seperti depresi. Emosi-emosi tersebut wajar untuk dirasakan. Kita mengerti ketika ada orang lain yang mengatakan bahwa kita tampaknya membesar-besarkan masalah kita, hal itu terkadang membuat kita merasa lebih buruk.

Keadaan seperti ini normal, tidak apa-apa untuk nangis kemudian bangkit dan melawan depresi kita hingga menang. Karena hidup merupakan perjuangan. Selain itu juga banyak literatur yang dipakai dalam proses penulisan buku ini sehingga pembahasannya tampak luas dan ilmiah. Menggunakan pendekatan praktis mengenai bagaimana menghadapi depresi, membuat buku ini cocok untuk dibaca oleh siapa saja.

 

5. Self Acceptance by #88LOVELIFE

Self-Acceptance By #88Lovelife

Buku ini volume keempat dari series #88LOVELIFE karya kolaborasi antara penulis Diana Rikasari dengan seorang illustrator bernama Dinda Puspitasari. Buku ini akan membawa kita ke dalam pengalaman personal Diana dalam proses penerimaan diri.

Proses penerimaan diri sendiri juga penting, agar kita mengetahui keterbatasan dan kelemahan diri kita. Selain itu, buku ini juga memberikan pemahaman bahwa setiap orang mempunyai waktu berjuang yang berbeda untuk mencapai versi terbaik dirinya.

 

6. Insecurity Is My Middle Name karya Alvi Syahrin

Rekomendasi Buku Self Healing

Setiap orang pasti pernah merasakan insecure. Tetapi, alih-alih terus-menerus merasa tidak yakin terhadap diri sendiri. Buku dari penulis Alvi Syahrin mengajak kita untuk melihat insecure dalam perspektif lain, sehingga kita bisa memandang hal tersebut bukan sebagai penghambat, tetapi untuk memacu diri kita menjadi lebih baik lagi dan tetap mengapresiasi diri sendiri.

 

7. I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki karya Baek Se Hee

I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki

 

I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki merupakan buku yang disajikan melalui format percakapan antara psikiater dan seorang pasiennya. Penulis merangkum kumpulan pertanyaan, penilaian, nasehat, anjuran, dan evaluasi diri agar pembaca bisa lebih menerima dan mencintai diri sendiri.

Buku best seller dari Korea Selatan ini pernah direkomendasikan oleh RM BTS dalam suatu acara kemudian mulai dibicarakan di kalangan pecinta K-Pop hingga menarik banyak perhatian. Buku ini ditulis dengan cara sederhana dan perasaan yang jujur hingga dapat diterima oleh banyak orang.

 

8. Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kisgimi & Fumitake Koga

Berani Tidak Disukai

Buku ini merupakan karya penulis Jepang, dibuat berdasarkan teori Alfred Adler seorang Psikolog popular abad ke 19. Melalui percakapan antara seorang filsuf dan pemuda yang merangkum nasehat tentang bagaimana cara untuk memahami, bahwa hidup adalah kendali masing-masing pribadi yang harus bisa bebas dari kesedihan di masa lalu dan beban ekspektasi orang lain.

“Berani Tidak Disukai” menjadi best seller di Jepang pada tahun 2014 dan hingga kini masih cukup relevan untuk membantu terapi penyembuhan melalui konsep memaafkan diri sendiri, mencintai diri sendiri dan menyingkirkan hal-hal yang tidak penting dari beban pikiran.

 

9. The Life Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo

The Life Changing Magic Of Tidying Up

Mario Kondo dikenal sebagai penulis sekaligus Japanese organizing consultant, ia mempunyai metode pengorganisasian barang yang dinamakan “Metode Konmari”, yaitu metode yang mempunyai prinsip dasar menyingkirkan barang-barang yang tidak berguna dan hanya menyisakan benda yang “membawa kebahagiaan” saja.

Konsep ini dikenal luas di dunia serta memunculkan juga gaya hidup minimalis, ternyata tumpukan benda-benda yang kurang berguna merupakan salah satu penyebab dari penatnya pikiran seseorang.

 

10. The Subtle Art of Not Giving A F*ck karya Mark Manson

Rekomendasi Buku Self Healing

Dalam buku ini, melalui buah pikirannya Mark Manson seakan membuat antitesis bahwa perilaku berpikir positif akan membawa orang-orang menuju kehidupan bahagianya adalah sekedar omong kosong saja.

Manson berargumen bahwa setiap manusia tidak semuanya terlahir sempurna dan mempunyai nasib mujur, sebagian besar dari mereka bahkan mengalami kemalangan yang tidak habis-habis. Melalui buku ini, pembaca dinasehati bahwa dengan memahami keterbatasan diri sendiri seseorang bisa lebih menerima hidup yang apa adanya.

 

11. Who Moved My Cheese karya Dr. Spencer Johnson

Who Moved My Cheese (Edisi 2019)

 

Buku ini menggambarkan “sebuah harapan yang ingin dimiliki dalam hidup”, seperti pekerjaan yang bagus, uang yang banyak, hubungan percintaan yang baik, kesehatan dan ketenangan pikiran.

Melalui proses yang dialami oleh karakter-karakter yang diceritakan, pertanyaan tersebut terjawab melalui humor-humor sederhana. Buku ini tidak hanya sukses menyampaikan pesannya secara ringan dan ringkas, namun juga dapat menempatkan humor sebagai bahan yang membuat pembacanya nyaman. “Who Moved My Cheese” adalah buku yang cocok untuk menyegarkan pikiran.

 

12. Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah karya Geulbaewoo

Rekomendasi Buku Self Healing

Buku ini mewakili sebagian besar orang saat sudah melakukan segala pekerjaan dengan baik, namun tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan. Merasa ingin berhenti namun banyak hal yang tidak bisa ditinggalkan. Buku ini seperti pelukan hangat dan pengantar pesan bahwa “tidak apa-apa untuk berhenti sejenak, suatu saat kau bisa memulainya lagi”.

Jika kamu memerlukan bantuan untuk mengatasi kecemasan, langkah pertama yang dilakukan adalah menemui psikolog. Mereka dapat menentukan, apakah kecemasan kamu dikarenakan kondisi kesehatan fisik atau hal yang lebih kompleks.

Apabila psikolog menemukan kondisi yang mendasarinya, psikolog akan memberi kamu rencana perawatan yang tepat untuk membantu mengurangi kecemasan kamu. Jika kamu atau teman terdekat mengalami gejala-gejalanya, disarankan harus segera konsultasi ke psikolog supaya cepat ditangani. Karena gangguan ini bisa sangat mengganggu, bukan?

Itu beberapa rekomendasi buku self healing yang bisa bikin perasaan kita tenang, Grameds. Apalagi di masa pandemic seperti ini memang tidak mudah untuk membuat diri ini tenang. Akan tetapi, setidaknya kita harus berusaha. Jika ada waktu senggang baca buku-buku self healing diatas ya, semoga bisa membantu mengurangi kecemasan kamu, Grameds.

Rekomendasi buku self healing ini bisa Grameds dapatkan di gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami akan selalu memberikan produk terbaik dan terlengkap untuk Grameds, agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Penulis : Rosyda Nur Fauziyah

BACA JUGA:

  1. Rekomendasi Buku Self Love untuk Hidup Lebih Menerima
  2. Rekomendasi Buku Tentang Kehidupan
  3. Daftar Rekomendasi Buku yang Bagus untuk Dibaca
  4. Buku-Buku Ringan yang Dapat Kamu Tamatkan Kurang dari 7 Hari
  5. 10 Rekomendasi Novel Berbahasa Inggris Terbaik di Gramedia
  6. Rekomendasi Buku untuk Remaja yang Suka Bacaan Seru dan Menarik