in

Macam-Macam Spaghetti: 10 Saus Pasta Mampu yang Menggoyang Lidah

Macam-Macam Spaghetti – Spaghetti bisa dibilang merupakan jenis pasta yang paling populer di Indonesia. Dihidangkan dengan saus, cita rasa spageti yang khas mampu meninggalkan kesan tak terlupakan di lidah. Selain itu, kehadiran macam macam spageti juga menjadi daya tarik tersendiri.

Spageti, pada dasarnya, adalah pasta yang bentuknya silinder tipis dan padat yang terbuat dari gandum. Di negara asalnya, Italia, gandum merupakan makanan pokok penduduknya. Karena itu, spageti juga tak jarang menjadi konsumsi utama di sana.

Spageti memang wajib dihidangkan dengan saus yang memiliki beragam jenis. Namun terkadang kita kesulitan memilih mana saus yang paling tepat untuk jenis pasta ini. Padahal di pasaran ada banyak merk saus spageti yang berkualitas.

Namun, sebelum membahas itu, apakah Grameds sudah tahu bagaimana sejarah dan perkembangan makanan asli Italia ini? Mengapa Banyak sekali orang yang menyukainya? Apa saja macam macam spageti yang ada di Indonesia? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini.

https://www.pexels.com/

Sejarah dan Perkembangan Spaghetti

Sampai saat ini masih ada orang yang menganggap bahwa pasta dengan spageti adalah dua makanan yang berbeda. Nyatanya, spageti merupakan salah satu jenis pasta. Karena itu, untuk membicarakan sejarah dan perkembangan spageti kita harus mulai dari sejarah pasta terlebih dulu.

[algolia_carousel]

Sejarah Pasta dan Spaghetti

Asal muasal pasta telah menjadi perdebatan di kalangan ahli kuliner sejak jaman dulu. Perdebatan ini kemudian memunculkan banyak teori serta mitos yang sulit untuk diabaikan. Misalnya mitos paling terkenal yang menyebutkan bahwa pasta dibawa ke Italia dari Tiongkok oleh Marcopolo pada abad ke-13.

Mitos ini dipercaya muncul berkat penafsiran atas kisah perjalanan berjudul Polo’s Travels. Di dalam kisah tersebut, Marcopolo mengatakan bahwa pasta terbuat dari pohon sagu yang menghasilkan tepung.

Ada juga mitos lain yang mengatakan bahwa Pasta ditemukan pertama kali pada tahun 1270 di kota Genoa, Italia Utara. Saat itu, ada seorang prajurit yang membawa sekeranjang macaroni. Atau Pelancong Venesia yang mengklaim bahwa pasta ini merupakan makanan khas negaranya.

Mitos lain bahkan usianya jauh lebih tua, yakni berasal dari tahun 1100-an Al-Idrisi, seorang ahli geografi Muslim, menuliskan bahwa ia pernah melihat pasta diproduksi di Sisilia.

Sementara itu, pendapat lainnya mengemukakan bahwa istilah macaroni telah ditemukan dalam tulisan para penulis Romawi yang berasal dari abad Platina. Seorang kurator perpustakaan Vatikan, pernah menulis pada abad XII tentang macaroni yang menjadi warisan dari dapur Napoli serta Genoa.

Dalam The Cooking Pan disebutkan bahwa lasagna sudah dimakan sebagai potongan pasta dalam kaldu sejak abad XIII. Selain itu, ada yang mempercayai bahwa Yunani membawa pasta ke Napoli. Sementara di Spanyol, pada abad XVI pasta sudah diterima oleh masyarakat luas.

Pada tahun 1878, pasta mulai dibumbui menggunakan minyak dan saus tomat. Setelah itu gourmets, ibu rumah tangga, dan koki menambahkan bahan khas Italia pada pasta seperti keju parmesan, keju mozzarella, ham, ikan, daging babi dan yang lainnya.

Sejak saat itu, pasta mulai digunakan untuk bahan utama masakan Italia. Selanjutnya, di tahun 1914, pasta mulai menyebar ke seluruh penjuru negara Italia setelah adanya proses pengeringan buatan.

Di masa pergantian abad ini, pasta Italian bahan mengalami perkembangan yang sangat besar berkat ekspor yang dilakukan. Bahkan ekspor tersebut bisa mencapai 70.000 ton yang mayoritasnya dikirim ke Amerika Serikat.

Menariknya, sampai sekarang asal mula pasta masih belum diketahui secara pasti dan masih menjadi bahan perdebatan.

Sajian Pasta Zaman Dahulu

Terlepas dari sejarahnya, sajian pasta justru pertama kali ditulis dalam dongeng yang berjudul The Decameron karya penulis Boccaccio pada abad ke-14. Dalam buku tersebut, ia menceritakan kisah tentang seorang koki pasta yang menyajikan hidangan makaroni dengan ravioli dan ditaburi segunung keju parmesan.

Ada lagi penulis dongeng serta penyair lain yang menceritakan tentang sajian pasta, yaitu Franco Sacchetti. Ia mengisahkan tentang dua orang temannya yang bertemu untuk menikmati macaroni pada tahun 1390-an. Kedua orang tersebut diceritakan memakan satu hidangan yang sama, namun salah satu dari mereka justru memiliki selera makan yang lebih besar.

Pada abad pertengahan sampai abad ke-16, sajian pasta juga disebutkan sangat berbeda dengan yang ada sekarang. Saat itu, pasta dimasak dalam waktu yang lebih lama serta diberi campuran bahan-bahan yang memiliki cita rasa pedas, gurih, dan manis.

Menariknya lagi, saat itu pasta dikenal sebagai sajian yang hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya, seperti kalangan aristokrat pada era Renaissance. Selain itu, resep untuk membuatnya juga lebih rumit.

Contohnya seperti yang dibuat oleh Bartolomeo Scappi, seorang koki lembaga Katolik. Ia menyajikan hidangan pasta yang terdiri dari ayam rebus serta ravioli yang berasal dari ambing sapi, babi panggang, perut babi rebus, keju parmesan, gula, bumbu, keju segar, rempah-rempah, dan kismis. Resep tersebut jelas sangat berbeda dengan resep pasta saat ini yang jauh lebih praktis.

tombol beli buku

Makanan Rakyat Jelata dan Raja

Tahun 1500-an, orang Napoli terkenal sebagai pemakan daun atau mangia foglia. Kebiasaan ini kemudian berubah pada akhir abad ke-17 dimana masyarakat Napoli mulai menyukai macaroni dan menjadikannya sebagai makanan pokok.

Perubahan ini dipercaya sebagai imbas akibat kemerosotan standar hidup rakyat yang terjadi secara signifikan. Akibatnya mereka mempunyai akses yang terbatas pada daging. Untuk menyiasati hal ini, mereka kemudian beralih mengkonsumsi gandum yang harganya relatif lebih murah.

Penyebab lain yang disinyalir memiliki pengaruh pada perubahan pola makan masyarakat Napoli adalah pembatasan makan dengan alasan keagamaan. Pada saat itu, konsumsi daging dilarang oleh agama dan pasta kemudian dianggap sebagai makanan ideal pengganti daging.

Sejak saat itu, pasta mulai dianggap sebagai makanan yang dikonsumsi setiap hari oleh rakyat jelata. Ajaibnya, hidangan ini juga ternyata bisa memuaskan selera makan Raja Ferdinan IV dari Napoli yang disebutkan pernah memakan makaroni dengan rakus.

Pasta memang telah melalui banyak perubahan sejak kemunculannya, utamanya dari segi rasa yang berubah drastis dari waktu ke waktu.

Pasta yang awalnya mempunyai cita rasa manis ini sekarang sudah berganti menjadi gurih berkat penukaran gula dengan sayuran pada resepnya. Lalu di awal-awal abad ke-19, tomat ikut ditambahkan sehingga pasta menjadi makanan yang bergizi lengkap.

Sejarah Pasta di Indonesia

Sejak pasta masuk ke Indonesia sampai sekarang, ada banyak varian yang bisa Grameds temukan. Mulai dari spaghetti, fetucini, sampai macaroni. Nah, sejarah pasta di Indonesia sudah dimulai dari masuknya budaya Tionghoa dan masa kolonialisme bangsa Eropa di negara ini.

[algolia_carousel page=2]

Melansir dari kompas.com, menurut Fadly Rahman seorang sejarawan kuliner di Indonesia, mi sudah dikenalkan oleh bangsa Tionghoa pada jaman kerajaan nusantara. Ia mengatakan bahwa mi pernah disinggung dalam prasasti di Majapahit. Di prasasti tersebut ada bagian yang menyebutkan tentang hang laksa atau penjual mie yang dianggap sebagai orang-orang Tionghoa.

Sedangkan pasta yang bentuknya banyak beredar di pasaran, seperti macaroni, spaghetti, fettucini, fusili, dan yang lainnya dikenalkan oleh orang Eropa saat masa kolonialisme. Diperkirakan sejak tahun 1870-an.

Penyebabnya karena impor bahan makanan seperti spaghetti dan pasta semakin banyak jumlahnya. Selain itu, menurut Fadly, resep makanan yang menggunakan bahan pasta di dalamnya mulai ditemukan di abad ke-19 sampai awal abad ke-20.

Menariknya, yang membawa pasta ke Indonesia bukan orang Italia asli melainkan orang Belanda. Sebab, selama masa kolonialisme tidak ada hubungan langsung yang terjadi antara Indonesia dengan Italia.

Sejak saat itu, popularitas pasta terus berkembang di masyarakat Indonesia dan menjadi alternatif sajian makanan di rumah. Hal ini mengakibatkan lahirnya resep-resep baru yang memiliki cita rasa khas nusantara.

tombol beli buku

Macam-Macam Spaghetti

Ada beraneka macam spageti yang populer di Indonesia, salah satunya adalah spageti bolognese. Meski begitu, ternyata orang Italia tidak pernah mengatakan bahwa saus bolognese dalam hidangan tersebut asli dari Kota Bologna.

Saus spageti juga mempunyai cita rasa yang sangat beragam, mulai dari yang asin gurih, creamy berminyak, sedikit asam, hingga cenderung pedas. Bahkan bahan untuk membuat bumbunya pun beraneka jenis, mulai dari lada, tomat, oregano, daging, keju, dan telur.

Untuk Grameds yang ingin mengenal lebih jauh dengan macam macam spageti, berikut ini jenis-jenis saus spageti yang banyak populer di seluruh dunia.

1. Bolognese

https://id.pinterest.com/

Bolognese bisa dibilang menjadi saus spageti paling umum dan disukai hampir semua orang. Dibanding yang lain, saus ini juga menjadi yang paling klasik dan bisa dikombinasikan dengan fetucine, tagliatelle, atau pasta mie panjang lainnya.

Saus bolognese terbuat dari perpaduan daging giling, tomat, serta bawang bombay. Untuk dagingnya, ada banyak pilihan yang bisa digunakan,seperti daging sapi, babi, kuda, ataupun domba.

2. Carbonara

https://id.pinterest.com/

Siapa yang tidak pernah mendengar nama carbonara?

Saus spageti yang satu ini sering dijumpai di restoran atau kedai makanan dan menjadi salah satu yang paling cocok untuk pasta mie panjang seperti spageti.

Banyak orang yang sering salah mengidentifikasi saus carbonara untuk spageti dengan saus Alfredo yang bentuknya creamy. Padahal, saus carbonara yang asli terbuat dari kuning telur mentah serta parutan keju untuk menghasilkan tekstur yang creamy.

Di dalamnya ada juga campuran lada hitam, irisan guanciale (pipi babi), bacon, dan parutan keju pecorino.

tombol beli buku

3. Alfredo

https://www.cookingclassy.com/

Saus alfredo hadir dengan bentuk yang sangat creamy serta lebih cheesy sehingga membuatnya populer di Amerika Serikat dan negara lainnya. Sayangnya, kepopuleran ini tidak dibarengi dengan informasi yang tepat sehingga banyak yang menganggapnya sebagai saus carbonara.

Nyatanya, saus ini justru baru muncul di abad 20 setelah diciptakan oleh chef asal Roma, Alfredo di Lelio. Ia membuat fetuccine dengan tekstur creamy menggunakan bawang putih, keju parmesan dalam jumlah yang banyak, serta krim susu. Untuk menambah cita rasanya, Alfredo juga.

4. Pesto

https://recipetineats.com/

Pesto merupakan saus spageti yang berwarna hijau dengan cita rasa gurih yang nikmat. Jika Grameds menginginkan saus spageti yang sehat, sebaiknya pilih saus Pesto karena terbuat dari campuran sayuran hijau, herba, serta kacang-kacangan.

Namun versi klasik ini terbuat dari tumbukan daun basil, bawang putih, minyak zaitun, serta kacang pohon pinus. Tumbukan ini kemudian dicampur dengan parutan keju parmesan setelah bentuknya berubah menjadi saus hijau.

5. Cacio e Pepe

https://www.giallozafferano.com/

Jenis saus spageti berikutnya adalah yang paling sederhana namun mempunyai cita rasa yang khas dan enak. Saus ini bernama Cacio e Pepe yang berarti “keju dan lada” dan berasal dari Roma.

Seperti namanya, Cacio e Pepe menggunakan keju Pecorino dan lada hitam sebagai bahan utamanya. Biasanya saus ini disajikan untuk spageti, linguine, atau tonnarelli. lelehan parutan keju yang bercampur dengan taburan lada akan memberikan kesan nikmat di lidah.

6. Amatriciana

https://www.kitchensanctuary.com/

Amatriciana adalah saus pasta berwarna merah seperti Bolognese. Bedanya, saus ini menggunakan tomat, bawang putih, keju pecorino, dan irisan guanciale (pipi babi) sebagai bahan dasarnya.

Nama Amatriciana berasal dari nama kota Amatrice yang ada di wilayah Roma atau Lazio. Namun resep ini sebenarnya ditemukan pertama kali di Cacio e Pepe tapi perkembangannya dimulai sejak tomat dibudidayakan di Italia.

tombol beli buku

7. Aglio e Olio

https://simply-delicious-food.com/

Spageti Aglio e Olio mulai populer di cafe dan restoran sejak beberapa tahun ini. Fenomena tersebut tidak mengherankan sebab saus ini dapat membuat spageti menjadi lebih berkilau berkat minyak yang ada di dalamnya.

Nama Aglio e Olio yang terkenal unik, ternyata memiliki arti bawang dan minyak yang diambil dari bahan utamanya. Biasanya, bahan yang digunakan adalah minyak zaitun serta tumisan bawang putih. Tapi bisa juga ditambahkan cabai atau tomat.

8. Puttanesca

https://hips.hearstapps.com/

Saus yang mempunyai tampilan menarik lainnya adalah Puttanesca. Saus ini sangat cocok untuk Grameds yang menyukai makanan kaya rasa dan gurih. Sebab campuran buah zaitun, ikan teri, paprika, bunga capers, dan tomat di dalamnya membuat rasa saus ini jadi lebih beragam. Sisi unik lainnya datang dari nama Puttanesca yang secara harfiah berarti “pelacur”.

9. Alla Norma

https://www.philips.com/

Campuran terong dan tomat dalam saus Alla Norma sukses menghasilkan cita rasa khas Mediterania yang sulit ditolak. Disamping itu, warna merah dari tomat serta keju ricotta juga membuat tampilannya sangat menggoda mata.

Alla Norma pertama kali dibuat oleh seorang koki Italia penggemar komposer Italia, Vincenzo Bellini. Nama “Norma” sendiri diambil dari opera-opera yang sering ditampilkan oleh komposer tersebut.

10. Marinara

https://foodhub.scene7.com/

Selanjutnya ada Marinara, saus spageti dengan warna merah pekat yang terbuat dari tomat. Saus ini dipopulerkan oleh imigran Italia yang ada di Amerika Serikat. Saus ini sangat cocok untuk dikombinasikan dengan meatball.

Namun, saus marinara sendiri berbeda dengan spageti marinara asli Italia. Pasalnya, saus marinara merupakan hidangan yang menggunakan bahan-bahan laut seperti cumi, udang, kerang, dan lain-lain.

tombol beli buku

Demikian pembahasan tentang macam macam spageti berikut sejarah dan perkembangannya. Setelah ini Grameds tentu bisa lebih mudah menentukan mana saus yang cocok untuk hidangan spaghetti yang akan kamu buat selanjutnya. Selamat mencoba!

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Penulis: Gilang Oktaviana Putra

Baca Juga!

  1. Makanan Khas Korea, Ada Apa Saja Ya?
  2. Ide Usaha Makanan di Tahun 2022
  3. Makanan yang Cocok Untuk Sarapan Pagi
  4. Makanan Khas Acek Yang Wajib Dicoba
  5. Cara Memilih Sayuran yang Baik dan Segar
  6. Rekomendasi Menu Diet Sehat Setiap Hari
  7. Makanan Sehat yang Cocok Untuk Golongan Darahmu
  8. Makanan Khas Indonesia yang Mendunia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Rifda Arum