in

Berapa Lama Merebus Telur? Ketahui Metode yang Tepat Merebus Telur

Silver Spoon/GNU Free Documentation License.

Berapa Lama Merebus Telur? – Telur merupakan wadah organik yang mengandung zigot ketika embrio terbangun hingga bisa bertahan hidup sendiri, yaitu saat hewan menetas. Telur diproduksi dari pembuahan sel telur. Mayoritas arthropoda, vertebrata (tidak termasuk mamalia yang saat ini hidup), dan moluska bertelur, meskipun beberapa hewan seperti kalajengking tidak bertelur.

Perbandingan telur ayam dan telur puyuh (Mnolf/GNU Free Documentation License).

Telur terbesar yang tercatat berasal dari hiu paus dan berukuran 30 cm × 14 cm × 9 cm (11,8 inci × 5,5 inci × 3,5 inci). Telur hiu paus biasanya menetas di dalam induknya. Dengan berat 1,5 kg (3,3 lb) dan hingga 17,8 cm × 14 cm (7,0 inci × 5,5 inci), telur burung unta adalah telur terbesar dari semua burung yang hidup, meskipun burung gajah yang sudah punah dan beberapa dinosaurus non-unggas memiliki telur yang lebih besar.

Burung kolibri lebah menghasilkan telur burung terkecil yang diketahui, yang beratnya setengah gram (sekitar 0,02 oz). Beberapa telur yang dihasilkan oleh reptil dan sebagian besar ikan, amfibi, serangga, dan invertebrata lainnya, bahkan bisa lebih kecil.

Struktur reproduksi yang mirip dengan telur di kerajaan lain disebut “spora”, atau dalam spermatofit “biji”, atau dalam gametofit “sel telur”. Telur merupakan salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan, dan susu. Telur yang dikonsumsi oleh manusia umumnya berasal dari beberapa jenis unggas, seperti ayam, bebek, dan angsa.

Namun, telur-telur yang lebih kecil, seperti telur ikan, kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan. Selain itu, dikonsumsi pula telur berukuran besar, seperti telur burung unta, maupun telur berukuran sedang, seperti telur penyu.

Sebagian besar produk telur ayam yang ditujukan untuk konsumsi manusia tidak dibuahi oleh ayam pejantan. Namun, telur yang dibuahi dapat pula dimakan, meskipun tidak memiliki perbedaan kandungan nutrisi yang signifikan. Telur pasaran yang dibuahi umumnya tidak mengandung embrio yang berkembang karena disimpan dalam lemari pendingin, sehingga mencegah pertumbuhan sel-sel dalam telur.

Produksi Telur Dunia

Pada 2020, produksi telur ayam dunia mencapai 77 juta ton. Tiongkok merupakan produsen telur terbesar saat itu dengan memproduksi sebanyak 35% produksi telur dunia, disusul oleh Amerika Serikat dengan (8%), India (7%), Meksiko (4%), Brazil (4%), Jepang (3%), Rusia (3%), dan Indonesia (2%). Produsen besar telur umumnya dapat memasok jutaan lusin telur tiap pekannya.

Sebelum didistribusikan, telur biasanya dicek kualitasnya memakai cahaya yang dipancarkan melaluinya. Menggunakan metode tersebut, ukuran kantung udara dan keberadaan embrio telur dapat diketahui. Beberapa pemerintah di dunia juga mewajibkan telur untuk dicuci terlebih dahulu sebelum didistribusikan.

Nutrisi dalam Telur

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, telur sedang atau besar seberat 50 gram mengandung sekitar 70 kilokalori (290 kJ) energi makanan dan 6 gram protein. Metode memasak dapat memengaruhi nutrisi dan dampak kesehatan telur. Sebagai contoh, telur yang direbus cenderung mengandung protein yang lebih sedikit daripada telur yang digoreng.

Telur yang direbus dapat mengandung beberapa vitamin dan mineral, seperti vitamin A, riboflavin, asam pantotenat, vitamin B12, fosforus, dan selenium. Telur matang lebih mudah dicerna oleh tubuh, serta mempunyai risiko penularan salmonelosis lebih rendah daripada telur mentah.

Kandungan nutrisi telur juga dipengaruhi oleh pakan ayam petelur. Sebagai contoh, ayam petelur dapat menghasilkan telur dengan kandungan asam lemak omega-3 tinggi apabila mendapatkan pakan yang mengandung lemak tak jenuh ganda, seperti minyak ikan, biji chia, atau biji flaks. Ayam yang dibiakkan secara bebas di padang rumput juga menghasilkan telur dengan kandungan asam lemak omega-3 yang relatif lebih tinggi daripada ayam yang dibiakkan di kandang.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Penyimpanan Telur

Penyimpanan telur yang akan dimakan sangatlah penting untuk mencegah kontaminasi bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan parah. Telur juga dapat dibasuh terlebih dahulu untuk membersihkan cangkangnya. Pakar kesehatan merekomendasikan penyimpanan telur dalam kulkas untuk mencegah pertumbuhan Salmonella.

Pengawetan Telur

Metode paling sederhana untuk mengawetkan telur adalah pengasinan. Garam dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Telur asin di Tiongkok umumnya dibuat dengan merendam telur bebek ke dalam air garam. Telur asin juga dapat dibuat dengan melapisinya memakai pasta garam dan lumpur atau lempung.

Telur akan berhenti menyerap garam setelah satu bulan ketika mencapai kesetimbangan. Saat akhir proses pengasinan, bagian kuning telur menjadi berwarna jingga kemerahan dan menjadi padat. Meskipun demikian, bagian putih telur tetap cair dan umumnya harus direbus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Metode pengawetan lain ialah dengan membuat acar telur. Telur yang dibuat acar harus direbus terlebih dahulu, kemudian direndam dalam cuka, garam, dan rempah-rempah (seperti jahe). Sari bit merah dapat ditambahkan untuk memberi warna merah di telur. Ketika telur direndam dalam campuran tersebut selama beberapa pekan, cuka akan melarutkan sebagian kalsium karbonat yang terkandung dalam cangkang telur sehingga dapat masuk ke putih dan kuning telur dan menghambat pertumbuhan bakteri serta jamur.

Telur bitan atau “telur seratus tahun” merupakan salah satu proses pengawetan telur dengan cara melumuri telur dengan campuran lempung, abu kayu, garam, kapur tohor, dan sekam beras selama beberapa pekan atau bulan, tergantung metode yang digunakan.

Setelah selesai dibuat, kuning telur akan berubah menjadi hijau gelap dan memiliki zat seperti krim beraroma kuat akibat keberadaan sulfur dan ammonia. Sementara itu, bagian putih telur menjadi jelly transparan berwarna coklat gelap dengan rasa yang tidak dominan. Perubahan pada telur bitan dipengaruhi oleh bahan alkalin yang meningkatkan pH secara perlahan.

Kuliner dari Telur

Telur mata sapi yang diolah dengan cara digoreng (Violetriga/GNU Free Documentation License).

Telur unggas dapat diolah menjadi hidangan asin dan manis dengan berbagai cara, antara lain diasinkan, direbus matang, digoreng, dan direbus setengah matang. Telur juga dapat dimakan mentah, meskipun hal ini tidak dianjurkan bagi orang-orang yang rentan terhadap bakteri Salmonella, seperti orang tua, orang sakit, maupun wanita hamil. Selain itu, protein dari telur yang matang lebih mudah dicerna oleh tubuh daripada telur mentah.

Sebagai bahan makanan, bagian kuning telur merupakan pengemulsi penting dalam kegiatan memasak. Bagian albumen (putih telur) di sisi lain dapat digunakan secara terpisah untuk membentuk busa dalam hidangan-hidangan tertentu. Putih telur dapat diaerasi atau dikocok untuk mendapatkan tekstur yang empuk.

Dalam konsumsi sehari-hari, bagian cangkang telur umumnya dibuang. Namun, cangkang telur sebenarnya dapat digiling atau ditumbuk sebagai bahan tambahan pangan mengandung kalsium. Beberapa resep masakan menggunakan telur yang belum sempurna dengan cara mengambilnya setelah ayam disembelih atau memasak ayam ketika telur masih berada di dalam tubuhnya.

Berapa Lama Merebus Telur?

Telur mengandung beberapa protein yang memadat (menjadi gel) pada temperatur tertentu. Kuning telur menjadi memadat pada temperatur antara 61 dan 70 °C (142 dan 158 °F). Bagian putih telur memadat pada temperatur 60 hingga 73 °C (140 hingga 163 °F). Bagian putih telur dalam beberapa proses tertentu dimasak terlebih dahulu karena harus berada dalam temperatur tinggi dalam waktu yang lebih lama daripada kuning telur.

Salmonella dapat mati pada temperatur 60 °C (140 °F) apabila dimasak selama 45 menit. Untuk menghindari risiko kontaminasi Salmonella, telur dapat dipasteurisasi pada temperatur 57 °C (135 °F) selama 57,5 menit. Meskipun demikian, proses ini akan meningkatkan kekentalan putih dan kuning telur.

Apabila telur direbus terlalu lama, sebuah cincin berwarna kehijauan seringkali muncul di sekitar bagian kuning telur. Hal ini terjadi karena terjadi perubahan senyawa besi dan sulfur yang ada di dalam telur. Memasak telur hingga terlalu matang juga dapat merusak kualitas proteinnya. Telur yang dimasak terlalu matang dapat direndam dalam air dingin untuk mencegah terbentuknya cincin kehijauan di kuning telur.

Metode Merebus Telur

1. Telur Rebus Matang

  • Taruh 6 biji telur di panci besar. Keluarkan telur dari lemari es dan taruh dalam panci. Pastikan kalian menggunakan panci yang besar dan cukup dalam, sehingga telur dapat muat dan berada di dasar panci semua (tidak bertumpukan) dan masih ada sisa ruang untuk bergerak.
  • Gunakan telur yang sudah di lemari es selama 1-2 minggu. Telur yang sudah lama tidak terlalu lembap dan pH-nya lebih tinggi, sehingga cangkangnya lebih mudah dikupas saat kalian hendak menyantapnya.
  • Kalian dapat lebih dari 6 butir telur sekaligus jika panci yang digunakan cukup besar, tetapi gunakan air lebih banyak juga dan tunggu lebih lama sedikit saat mendidih.
  • Rendam telur dengan air setinggi 2,5 sentimeter. Taruh panci di bak cuci dan isi dengan air suhu ruang sampai semua telur terendam di air seluruhnya kira-kira sampai setinggi 2,5 sentimeter.
  • Semakin banyak telur yang kalian masak, air yang dibutuhkan juga lebih banyak. Kalau kalian memasak lebih dari 6 butir telur, rendam telur dengan air setinggi 5 sentimeter untuk memastikan air mendidih dengan baik.
  • Tambahkan cuka atau garam supaya telur tidak retak. Masukkan 1 sendok teh (5 ml) cuka atau ½ sendok teh (2,5 ml) garam supaya telur tidak retak di dalam panci. Menambahkan garam juga akan membuat telur mudah dikupas saat kalian akan menyantapnya.
  • Masak air di dalam panci sampai benar-benar mendidih. Taruh panci di kompor dan masak telur dengan api besar sampai air di dalam panci bergolak. Panci tidak perlu ditutup saat kalian mendidihkannya.
  • Kalau kalian melihat telur retak ketika sedang dimasak, teruskan saja memasaknya. Sebagian putih telur akan keluar dari cangkangnya sedikit, tetapi tetap aman untuk dimakan selama kalian memasaknya sampai matang.
  • Matikan api dan diamkan telur selama 6-16 menit. Setelah air mendidih sampai bergolak, matikan api, tutup panci, dan diamkan panci tersebut tetap di atas kompor selama 6-16 menit, tergantung kepadatan yang kalian inginkan.
  • Kalau kalian ingin kuning telurnya agak transparan dan bagian dalamnya encer, diamkan telur di dalam air tersebut selama 6 menit. Kalau kalian ingin telur matang biasa, dengan kuning yang padat, diamkan telur dalam air tersebut selama 10-12 menit. Kalau menginginkan kuning telur yang padat, agak repih, diamkan telur dalam air selama 16 menit.
  • Buang air dan bilas telur dengan air dingin. Tuang air yang ada di dalam panci dan bilas telur dengan air dingin selama kira-kira satu menit untuk menghentikan proses pemasakan. Sentuh telur perlahan untuk mengetahui apakah sudah cukup dingin untuk dipegang.
  • Untuk menguji apakah telur tersebut sudah matang, angkat telur dengan spatula berlubang-lubang, bilas dengan air dingin, dan belah telur dengan pisau. Kalau bagian kuningnya belum sesuai keinginan kalian, diamkan telur selama 1-2 menit.
  • Kalau kalian khawatir telur-telur tersebut akan menggelinding jatuh saat membuang air, miringkan panci di bak cuci sambil buka tutupnya sedikit, sehingga air mengalir dari celah antara panci dan tutupnya. Kalian juga bisa mendinginkan telur dengan mendiamkannya dalam mangkuk berisi air es selama 1-2 menit.
  • Telur rebus yang belum dikupas tahan disimpan dalam lemari es selama satu minggu. Kalau kalian ingin menyimpan telur yang sudah matang, angkat telur tersebut dari air begitu sudah dingin. Masukkan telur-telur tersebut ke kartonnya kembali supaya tidak menyerap bau makanan lain dan telur bisa awet sampai 1 minggu.
  • Kalau ingin menyimpan telur yang sudah direbus, jangan mengupasnya. Begitu dikupas, telur harus dimakan pada hari itu juga. Kalau telur rebus terasa berlendir setelah kalian kupas, buang saja. Hal ini tanda bahwa bakteri mulai berkembang dan telur itu sudah tidak bagus.
  • Ketukkan telur di meja dan kupas kulitnya di bawah air dingin. Ketika hendak memakannya, ketukkan telur dengan pelan di meja untuk memecahkan cangkangnya, lalu gulingkan dengan telapak tangan kalian sampai seluruh cangkangnya retak. Selanjutnya, pegang telur di bawah air suhu ruang yang mengalir dan kupas kulitnya.
  • Jika kalian masih kesulitan mengupas kulit telur, pecahkan kulitnya lalu rendam di dalam air selama 10-15 menit. Air akan meresap ke dalam cangkang, sehingga telur mudah dikupas.
  • Telur rebus matang bisa dimakan begitu saja, sebagai hidangan pembuka atau bersama selada. Telur rebus dengan sejumput garam dan merica sangat cocok sebagai makanan ringan yang cepat dan sehat. Kalian juga bisa membelah telur menjadi dua untuk membuat deviled egg atau iris kecil-kecil untuk ditaburkan di atas selada.

2. Telur Rebus Setengah Matang

  • Masukkan air ke dalam panci besar dan didihkan, lalu biarkan mendidih di atas api kecil. Isi panci dengan air secukupnya agar air bisa merendam telur sampai setinggi 2,5 sentimeter. Masak di atas api besar. Setelah air mendidih, kecilkan apinya.
  • Pilih panci yang cukup besar agar telur bisa berada di dasar panci semua. Masukkan telur ke dalam panci dan isi dengan air agar takarannya pas, kemudian keluarkan telur sebelum kalian mulai mendidihkan air.
  • Masukkan telur sampai 4 butir dan diamkan selama 5-7 menit. Gunakan penjepit atau sendok untuk menaruh telur di dalam air yang mendidih di atas api kecil. Setel pengatur waktu untuk 5-7 menit, tergantung seberapa encer kuning telur yang kalian inginkan. Jika kalian merebus 3-4 telur, tambah 15-30 detik lagi.
  • Untuk kuning telur yang encer, masak telur selama 5 menit. Untuk kuning telur yang agak padat, masak telur selama 6-7 menit. Masak telur setengah matang dalam beberapa gelombang jika kalian menginginkan lebih dari 4 butir telur.
  • Angkat telur dan kucuri dengan air dingin selama 1 menit. Gunakan spatula berlubang-lubang untuk mengangkat telur satu per satu. Kucuri telur dengan air keran selama 30 detik sampai satu menit untuk menghentikan proses pemasakan dan cukup dingin untuk dipegang.
  • Taruh telur di cangkir atau mangkuk kecil lalu ketuk-ketuk bagian atasnya untuk mengupas. Taruh telur dalam posisi berdiri di cangkir telur atau mangkuk kecil berisi biji-bijian mentah, seperti beras supaya telur tetap berdiri tegak. Ketuk bagian telur yang agak runcing dengan pisau mentega supaya kendur, lalu kupas dengan jari kalian.
  • Telur setengah matang tidak bisa disimpan. Jadi, langsung dimakan selagi telur masih hangat atau lengket-lengket.
  • Makanlah telur dari cangkangnya yang belum dikupas atau dengan roti panggang. Untuk memakannya, sendok telur langsung dari cangkangnya lalu masukkan ke mulutmu. Kalian juga bisa mengiris roti panggang kecil-kecil lalu celupkan irisan roti itu ke dalam kuning telur.
  • Kalau telur tersebut agak padat, ketuklah pelan-pelan, kupas kulitnya, lalu nikmati di atas roti panggang yang masih hangat, untuk sarapan yang lezat.
Sumber : theatlantamall


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Khansa Amira

Khansa adalah seorang Content Writer yang telah berkarir sejak tahun 2021 dan dunia kepenulisan selalu menarik baginya. Dengan menulis Khansa dapat membuka wawasan dan pandangan baru tentang topik-topik menarik, terutama dunia kuliner.