Agama Islam

Doa Qunut: Pengertian, Bacaan, Macam, dan Tata Caranya

Written by Rifda Arum

Doa Qunut – Doa qunut subuh pasti sudah tidak asing dong di telinga Grameds terutama yang beragama Islam, sebab selalu membaca dan mengamalkannya setiap hari. Hal tersebut karena memang sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia itu mengikuti mazhab Syafi’i dengan mengikutsertakan doa qunut ini dalam ibadah salat subuhnya. Namun meskipun begitu, masih terdapat beberapa orang awam dan merasa bingung akan apa sih doa qunut itu. Bahkan tak jarang, beberapa orang lainnya menganggap doa qunut itu adalah bid’ah dalam proses ibadah salat subuh.

Memang sebenarnya, apa sih doa qunut itu? Apa saja macam-macam dari doa qunut yang diterapkan dalam salat subuh ini? Bagaimana pula tata cara pelaksanaan sekaligus penerapan dari doa qunut dalam salat subuh? Yuk simak ulasan berikut supaya Grameds memahami hal-hal tersebut!

https://www.pexels.com/

Apa Itu Doa Qunut?

Pada dasarnya, doa qunut adalah doa yang dibaca secara sunnah ketika melaksanakan ibadah salat, terutama pada salat subuh dan salat witir yang dilakukan di akhir bulan Ramadhan. Keberadaan doa qunut ini selain menjadi pelengkap dalam salat, juga dapat dianggap sebagai doa untuk memohon berkah, ampunan, dan perlindungan dari Allah SWT. Bacaan doa qunut ini nantinya akan diucapkan sambil berdiri tegak dan hukumnya adalah sunnah, meskipun sebagian masyarakat Indonesia telah melaksanakannya sehingga terlihat seolah-olah sebagai hal wajib.

Jika berdasarkan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “qunut” ini memiliki arti akan doa khusus yang biasanya dibaca sesudah i’tidal pada rakaat terakhir dalam salat tertentu, seperti dalam salat subuh. Qunut ini juga dapat dibaca karena ada bahaya, malapetaka, atau musibah yang tengah menimpa masyarakat.

Secara Bahasa

Jika merunut pengertian qunut secara bahasa yakni Bahasa Arab, ternyata istilah tersebut memiliki banyak arti, di antaranya:

a) Berdiri

Sebagaimana dengan sabda dari Rasulullah SAW yang berbunyi,

Artinya: “Shalat yang paling utama adalah yang lama berdirinya” (HR. Muslim)

b) Tunduk

Sebagaimana dengan firman dari Allah SWT yang berbunyi,

Artinya: “Bahkan milik-Nya lah apa yang di langit dan di bumi, semua tunduk kepada-Nya.” (Al-Baqarah 116)

c) Taat

Sebagaimana dengan firman dari Allah SWT yang berbunyi,

Artinya: Wahai Maryam, taatilah Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku. (QS. Ali ‘Imran : 43)

d) Diam

Sebagaimana dalam riwayat oleh Zaid bin Arqam, yang berbunyi.

Artinya: “Dari Zaid bin Arqam beliau berkata: dahulu kamu berbicara satu sama lain ketika shalat sampai turun ayat: maka kami diperintah untuk diam”. HR. Bukhari dan Muslim, redaksi milik Bukhari

e) Doa

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Nawawi (676 H) yang mengatakan bahwa,

Artinya: “Qunut memiliki banyak arti dalam bahasa arab, di antaranya adalah do’a, baik doa untuk kebaikan atau do’a untuk keburukan.”

Secara Istilah

Sementara itu, menurut istilah para ulama menilai bahwa kata “Qunut” ini dapat diartikan sebagai berikut.

Artinya: “Menurut ulama ahli syari’at qunut adalah nama untuk do’a dalam shalat pada saat tertentu ketika berdiri”

Bacaan Doa Qunut

https://bersamadakwah.net/

Allah hummah dinii fiiman hadait.

Wa’afini fiman ‘afait.

Watawallani fiman tawal-laiit.

Wabaariklii fiimaa a’thait.

Waqinii syarramaa qadhait.

Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik.

 Wainnahu laayadzilu man walait. 

Walaa ya’izzu man ‘aadait.

Tabaarakta rabbanaa wa ta’ala.

Falakalhamdu ‘alaa maa qodhoit.

Astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Washallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa Alaa aalihi wa shahbihi Wa Sallam.

Artinya:

“Ya Allah berilah kami petunjuk sebagaimana orang yang telah engkau beri petunjuk, berilah kami kesehatan sebagaimana orang yang telah engkau beri kesehatan, Berilah kekuasaan kepada kami sebagaimana orang yang telah engkau beri kekuasaan, Berilah berkah pada barang yang telah engkau berikan kepada kami, Jagalah kami dari keburukan barang yang telah engkau pastikan.

Sesungguhnya engkau dzat yang menetapkan dan tiada seorangpun yang menetapkan engkau, sesungguhnya tiada ada hina bagi orang yang engkau beri kekuasaan, dan tidak akan mulia orang yang engkau musuhi.

Engkau Ya Tuhan kami, Maha suci engkau dan Maha Luhur engkau, Bagi engkau segala puji atas barang yang telah engkau tentukan, Aku mohon ampun dan taubat kepadamu.

Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas Nabi kita Muhammad SAW, keluarganya serta sahabatnya”.

Macam-Macam Doa Qunut

Keberadaan doa qunut ini memiliki tiga macam, yakni doa Qunut Nazilah, doa Qunut Salat Witir, dan doa Qunut yang dibaca ketika rakaat kedua pada salat subuh. Nah, berikut adalah uraiannya.

  1. Doa Qunut Nazilah

Yaitu doa qunut yang dibaca setelah melakukan gerakan ruku’ atau i’tidal pada rakaat terakhir salat. Hukumnya adalah sunnah hai’ah alias jika lupa tertinggal maka tidak disunnahkan untuk bersujud sahwi. Doa qunut Nazilah ini biasanya dilakukan karena tengah terdapat peristiwa atau musibah yang menimpa masyarakat, seperti bencana alam, wabah penyakit, dan lainnya.

Doa qunut Nazilah ini mencontoh dari ibadah Rasulullah SAW yang kala itu memanjatkan doa qunut Nazilah selama satu bulan penuh atas terjadinya musibah berupa terbunuhnya Qurra (para sahabat Nabi yang hafal Al-Quran) di sumur Ma’unah. Selain itu, juga berdasarkan pada riwayat Abi Hurairah ra. yang mengungkapkan bahwa: “Rasulullah SAW kalau hendak mendoakan untuk kebaikan seseorang atau doa atas kejahatan seseorang, maka Beliau doa qunut setelah ruku’” (H.R. Bukhari dan Ahmad)

Berikut adalah doa qunut Nazilah:

Allahummahdini fiman hadait, wa afini fiman ‘afait watawallani fiman tawallait, wa barikli fima a’thaita, wa qini syarra ma qadhait, fainnaka taqdhi wa la yuqdha alaik, wa innahu la yadzillu man walait, wa la yaizzu man adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakalhamdu ‘ala ma qadhait, astgahfiruka wa atubu ilaik.

Allahummadfa’ annal ghala’a wal waba’a wal fakhsya’a wal munkar was syuyufal mukhtalifata was syadaidal mihan, ma dzhara minha wa ma bathana, min baladina hadza khassah, wa min buldanil muslimina aammah, innaka ala kulli syai’in qadir, wa shallallahu ala sayyidina muhammadin wal hamdulillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin.

Berilah berkah pada segala yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan.

Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.”

  1. Doa Qunut Witir

Menurut para pengikut Imam Abu Hanifah (Hanafiyah), doa qunut witir ini dilakukan pada rakaat ketiga sebelum ruku’ di setiap salat sunnah. Sementara itu, menurut pengikut Imam Ahmad bin Hambal (Hanabilah), doa qunut witir ini dilakukan setelah ruku’. Lalu menurut pengikut Imam Syafi’i (Syafi’iyah), doa qunut witir ini dilakukan pada akhir salat witir yakni setelah ruku’ pada separuh kedua bulan Ramadhan. Namun menurut pengikut Imam Malik, keberadaan doa qunut witir ini tidak disunnahkan.

Berikut adalah doa qunut witir dan artinya.

Artinya: “Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun, dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara, dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada merek, dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan.”

  1. Doa Qunut Pada Rakaat Kedua Salat Subuh

Menurut pengikut Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad, keberadaan doa qunut subuh ini hukumnya tidak disunnahkan sebab hadits Rasulullah SAW yang mengungkapkan bahwa Beliau pernah melakukan doa qunut pada saat salat Fajar selama sebulan telah dihapus (mansukh) dengan ijma’. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud:

Artinya: “Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud: Bahwa Nabi SAW telah melakukan doa qunut selama satu bulan untuk mendoakan atas orang-orang Arab yang masih hidup, kemudian Nabi SAW meninggalkannya.” (H.R. Muslim)

Meskipun demikian, tetapi hingga saat ini doa qunut subuh ini masih dilaksanakan oleh sebagian besar umat muslim, khususnya di Indonesia. Menurut pengikut Imam Malik (Malikiyyah), doa qunut subuh ini hukumnya adalah sunnah tetapi disyaratkan untuk pelan-pelan saja. Begitu pula menurut Syafa’iyyah yang mengungkapkan bahwa doa qunut subuh ini hukumnya adalah sunnah ab’ad (jika lupa tertinggal, disunatkan sujud sahwi) dilakukan pada rakaat kedua di salat subuh. Hal tersebut karena Rasulullah SAW ketika mengangkat kepala dari ruku’ pada rakaat kedua salat subuh, juga membaca qunut.

Berikut adalah doa qunut subuh:

Allahummah dinii fii man hadait, wa ‘aafiinii fii man ‘aafait, wa tawallanii fii man tawallait, wa baarik lii fii maa a’thait, wa qi nii syarra maa qadlait, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait, falakal hamdu ‘ala maa qadait, astaghfiruka wa atubu ilaik. Washallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallama.

Artinya:

“Ya Allah tunjukkanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan, dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan, dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan, dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan.

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Tata Cara Doa Qunut

1. Mengangkat Kedua Tangan

Tata cara dalam menunaikan doa qunut dalam salat adalah dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan ketika membaca do’a qunut, inilah pendapat yang dipilih imam Nawawi:

Artinya:

“Apakah dianjurkan mengangkat kedua tangan ketika qunut? Ada dua pendapat yang masyhur (di kalangan ulama syafi’iyyah); pertama tidak dianjurkan, kedua dianjurkan, yang kedua ini yang shahih menurut ulama-ulama syafi’iyyah”

2. Tidak Disunnahkan Mengusap Wajah

Setelah selesai membaca do’a qunut, maka baik imam, makmum atau munfarid langsung turun untuk bersujud dan tidak dianjurkan mengusap wajah dengan kedua tangannya. Dalam hal ini, Imam Nawawi setelah menyebutkan beberapa pendapat di kalangan ulama Syafi’iyyah tentang masalah ini mengatakan:

Artinya: “Yang shahih adalah dianjurkan mengangkat kedua tangan tanpa mengusap wajah”

Kemudian, lebih baik kita diam ketika membaca tsana (pujian). Ketika imam membaca qunut ada beberapa saat seolah imam diam tidak membaca sesuatu, padahal sebenarnya imam sedang membaca tsana (pujian) kepada Allah. Maka dari itu, kita sebagai makmum hendaknya ikut membaca tsana (pujian) atau diam.

3. Disyariatkan Membalikkan Telapak Tangan

Dalam tata cara ini, di beberapa tempat, sering kita dapati ketika imam membaca redaksi-redaksi tertentu dalam do’a qunut, telapak tangan yang tadinya menghadap ke atas diputar balik, sehingga punggung tanganlah yang menghadap ke atas. Memangnya, apakah maksud dari ini semua? Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari (w 926 H) mengatakan dalam kitabnya:

Artinya: “Para ulama mengatakan: sunah hukumnya menghadapkan punggung telapak tangan ke langit dalam setiap do’a tolak bala, dan menghadapkan  telapak tangan ke langit dalam setiap do’a yang berisi permohonan, itu karena Nabi Muhammad SAW ketika shalat istisqa menghadapkan punggung tangannya ke langit menurut riwayat dari imam Muslim, maka qiyaskanlah pada istisqo yang semakna dengannya”

Maka dari, membalikkan tangan ketika berdoa itu dilakukan ketika meminta untuk menolak bala. Sementara jika hendak memohon atau meminta suatu permintaan kepada Allah SWT, maka yang benar adalah dengan mengangkat tangan dengan telapak tangan menghadap ke atas.

Nah, itulah ulasan mengenai apa itu doa qunut beserta macam-macam doa qunut yang dapat Grameds terapkan dalam salat. Apakah Grameds sudah mempraktikkan doa qunut ini ketika hendak salat subuh atau salat witir?

Sumber:

Maulana, Galih. (2018). Kupas Tuntas Qunut Subuh. Jakarta: Rumah Fiqih Publishing.

Zatnika, H. Analisis fatwa Muhammadiyah HPT (Himpunan Putusan Tarjih) 1971 dan Himpunan Putusan Tarjih 1972 tentang do’a qunut shalat subuh (Bachelor’s thesis, Jakarta: Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah).

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

https://iqra.id/

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien