in

Tips Membangkitkan Semangat Kerja & Penyebab Semangat Kerja Menurun

unsplash.com

Semangat Kerja – Dalam dunia profesional, baik sebagai pemilik bisnis, manager, eksekutif, dan siapapun yang masuk kategori usia produktif, masing-masing memiliki kunci keberhasilan dalam karier atau pekerjaannya. Namun, tak jarang kita mengalami kondisi yang membuat semangat kerja menurun.

Padahal semangat kerja merupakan kunci keberhasilan bagi setiap manusia produktif yang sedang mengembangkan kualitas hidupnya sebagai seorang profesional. Setiap pemilik bisnis, manager, dan eksekutif pasti menginginkan karyawannya memberikan kontribusi yang maksimal bagi perusahaan yang dikelolanya. Jika semangat kerja menurun, tentu aktivitas utama akan terganggu.

Sering kali para karyawan terjebak dalam rutinitas kerja yang monoton, seperti berangkat kerja saat matahari belum terbit, larut dalam pekerjaan di dalam ruangan, tenggelam dalam tumpukan proyek, pertemuan ini itu, kemudian pulang saat matahari sudah terbenam. Buntutnya semangat kerja menurun.

Sebab, rutinitas semacam ini yang menimbulkan kejenuhan. Hingga semangat kerja menurun drastis, suasana kerja dan pekerjaan yang tadinya dicintai mendadak terasa membosankan.

Apakah Grameds juga pernah merasakan hal yang sama? Namun sesungguhnya, kejenuhan di tempat kerja tidak perlu dirasakan berlama-lama ya, Grameds. Semangat kerja menurun tidak perlu dijadikan gaya hidup juga. Kita perlu mencari jalan keluarnya, agar kita sama-sama bangkit dan memulai langkah baru dengan penuh semangat dan lebih produktif saat bekerja.

Melalui tulisan ini, kita akan bahas semangat kerja menurun dan bagaimana membangkitkan semangat bekerja. Jika Grameds sedang mengalami semangat kerja menurun, yuk kita cari tahu mulai dari pengertian, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Pengertian Semangat Kerja

Sesungguhnya, apa sih pengertian dari semangat kerja? Beberapa ahli memiliki pendapat terkait pengertian semangat kerja, seperti yang disampaikan berikut ini.

1. Semangat kerja menurut Richard M. Steers

Pendapat Steers ini telah diterjemahkan oleh Nia Magdalena Yamin, yang berpendapat bahwa semangat kerja adalah kecenderungan anggota organisasi untuk berusaha keras mencapai tujuan dan sasaran organisasi termasuk perasaan terikat.

2. Semangat kerja menurut Alex S. Nitisemito

Alex S. Nitisemito memiliki pendapat, bahwa semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga pekerjaan dapat diharapkan lebih cepat selesai dan memiliki hasil yang lebih baik.

3. Semangat kerja menurut The Liang Gie, Cs

The Liang Gie yang merupakan seorang dosen dan penulis mengemukakan pendapatnya, bahwa morale atau semangat kerja berarti suatu sikap dan perasaan yang menimbulkan kesediaan pada sekelompok orang yang bersatu padu secara erat dalam mencapai tujuan bersama.

Semangat Kerja

[algolia_carousel]

4. Semangat kerja menurut D. Hasley

Dalam tulisannya yang telah diterjemahkan oleh Anaf S. Bagindo mengemukakan pendapatnya, bahwa morale atau semangat kerja adalah sikap kesediaan perasaan yang memungkinkan seseorang pekerja untuk menghasilkan kerja yang lebih banyak dan lebih baik tanpa menambah keletihan, yang menyebabkan dia dengan antusias ikut serta di dalam kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha kelompok sekerjanya.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas, menggambarkan bahwa moral kerja atau semangat kerja sangat berhubungan dengan kondisi pribadi dari seseorang, terutama perasaan dalam menjalankan pekerjaannya dengan lebih giat, guna mendapatkan hasil kerja baik tugas maupun finansial yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih cepat tanpa menambah kelelahan.

Dengan kata lain, semangat kerja berkaitan erat dengan suasana atau kondisi, di mana sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang yang merasa terikat untuk menjalankan pekerjaannya dengan cara kerja sama, disiplin, memiliki kepuasan, jaminan keamanan, jaminan kesehatan, dan lain sebagainya, sehingga dapat meningkatkan hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas, demi tercapainya pengorganisasaian secara efektif dan efisien.

Dari beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli di atas, kita dapat menarik benang merah, bahwa segala sesuatu yang muncul selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor, tak terkecuali semangat kerja.

Penyebab Semangat Kerja Menurun

Semangat Kerja
unsplash.com

Dinamika naik turunnya semangat bekerja adalah hal yang lumrah dialami setiap pekerja atau karyawan. Permasalahan umum yang sering dialami oleh para karyawan, mulai dari tuntutan pekerjaan yang tinggi, faktor kelelahan di jalan, hingga penerimaan apresiasi yang tidak sesuai dengan kewajiban yang telah diberikan, dan penyebab yang lain.

Beberapa faktor di atas menjadi penyebab umum menurunnya semangat kerja bagi karyawan. Meski biasa dialami, sebaiknya hal ini tidak dibiarkan berlarut-larut, karena hal semacam ini menjadi pemicu menurunnya semangat kerja. Menurunnya semangat kerja, berpengaruh langsung terhadap produktivitas pekerjaan.

Bagi sektor yang penting dan vital, kondisi semacam ini dapat menurunkan performa perusahaan secara umum, bahkan dapat menyebabkan kerugian. Untuk menghindari menurunnya produktivitas perusahaan yang berpotensi membawa kerugian, maka perlu dilakukan langkah antisipatif. Sebagai langkah awal, diperlukan kepekaan untuk mengenali faktor penyebab menurunnya semangat kerja. Yuk, kita kenali penyebab menurunnya semangat kerja!

Semangat Kerja

1. Gaji yang tidak sesuai harapan

Ekspektasi dari seseorang yang telah memasuki dunia kerja adalah mendapatkan gaji. Besaran gaji yang diperoleh seseorang menjadi penentu status sosial seseorang di dalam masyarakat. Seseorang bekerja mengharapkan gaji untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Besarnya gaji, hendaknya sesuai dengan pengorbanan, tanggung jawab, serta resiko dalam menjalankan pekerjaan.

Ketidaksesuaian penerimaan gaji dengan jumlah target pekerjaan yang harus diselesaikan, menyebabkan penurunan performa dan produktivitas seorang karyawan atau tenaga kerja. Karyawan akan merasa, bahwa daya upayanya tidak diapresiasi dengan baik.

2. Tidak ada pengembangan karier

Selain berharap gaji, seorang karyawan yang telah bekerja selama bertahun-tahun, mengembangkan diri dan memberikan kontribusi terbaik untuk perusahaan, tentunya berharap memperoleh promosi kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja. Bekerja selama bertahun-tahun namun tidak ada kemajuan dalam karier, akan membuat malas dan tidak semangat.

3. Lingkungan kerja yang tidak sehat

Lingkungan kerja yang tidak sehat, bukan hanya membicarakan mengenai bersih dan higienisnya fasilitas umum dalam perusahaan. Tetapi kondisi tempat kerja yang tidak nyaman juga berpengaruh terhadap semangat kerja. Hal semacam ini biasanya terjadi karena unsur kompetisi yang tinggi namun tidak sportif, saling menjatuhkan, mencari muka di depan atasan, dan lain sebagainya.

4. Kurang cocok dengan atasan

Setiap orang memiliki karakter yang unik dan tidak sama. Saat bekerja, pasti akan menemui banyak orang dengan berbagai macam karakter. Tak terkecuali dengan karakter dari atasan. Ada atasan yang memiliki karakter menyenangkan, mau membimbing dan berbagi ilmu. Tidak jarang pula, menemui atasan yang kurang menyenangkan, tidak mau membimbing atau tidak mau membagikan ilmu. Jika bertemu dengan yang dianggap kurang menyenangkan, akan menimbulkan ketidakcocokan, hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dalam dunia kerja.

5. Kekakuan sistem kerja

Karakteristik karyawan dalam bekerja sangatlah beragam, ada yang terbiasa bekerja di bawah tekan, ada juga yang tidak. Ketika seorang karyawan tidak terbiasa bekerja di bawah tekanan, namun perusahaan tempatnya bekerja memberikan pengawasan yang ketat disertai kewajiban pemenuhan target tertentu, sudah barang tentu akan membuat kondisi karyawan yang tidak terbiasa bekerja di bawah tekanan merasa tidak nyaman.

6. Ketidakstabilan posisi perusahaan

Bekerja di sebuah perusahaan dengan kondisi keuangan yang tidak stabil akan membuat seorang karyawan gamang dalam melakukan tugasnya sebagai karyawan. Kondisi ini membuat tanda tanya besar bagi karyawan, apakah harus bertahan, atau mencari tempat kerja yang baru. Kondisi kegamangan karyawan ini akan memperbesar ketidakstabilan produktivitas perusahaan yang sedang mengalami kondisi keuangan yang tidak stabil juga.

7. Posisi yang tidak sesuai dengan bakat dan minat

Tuntutan kebutuhan hidup menyebabkan seseorang melamar pekerjaan yang tidak berada dalam jalur bakat dan minatnya. Meski akhirnya tetap bekerja, namun seorang karyawan tidak akan dapat bekerja secara maksimal, hingga pada suatu saat akan timbul kejenuhan dan tidak dapat menemukan alasan untuk melanjutkan tugasnya. Kegamangan ini memiliki hubungan timbal balik dengan penurunan semangat kerja.

8. Merasa bosan

Berada pada titik jenuh atau berada pada fase kebosanan terhadap pekerjaan, banyak terjadi. Kebosanan ini dirasakan di banyak hal, misal karyawan yang berada di posisi yang sama selama bertahun-tahun, rutinitas waktu bekerja, berangkat pagi buta, pulang saat matahari telah terbenam, jenuh dengan kemacetan yang dirasakan saat berangkat dan pulang kerja, serta banyak kebosanan-kebosanan lain yang dirasakan.

9. Ekspektasi terhadap karier yang terlalu tinggi

Karir bagus harus diimbangi dengan kompetensi kerja yang selaras. Salah satu penyebab menurunnya semangat kerja adalah ekspektasi terhadap karier yang tinggi. Setiap orang berhak untuk sukses dan memiliki impian untuk mengembangkan karir setinggi apapun. Semakin tinggi jenjang karir, pasti memerlukan kompetensi tinggi pula, karena jenjang jabatan yang tinggi, memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar.

Jika ingin memiliki jabatan yang prestisius dalam suatu perusahaan, harus diimbangi pula kompetensi yang tepat, agar tidak terjadi ketimpangan yang menyebabkan jalannya proses produksi pada suatu perusahaan tidak lancar. Seorang karyawan harus realistis dengan kemampuannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan, agar tidak menurunkan semangat bekerja.

10. Kurang mengapresiasi diri sendiri

Motivator terbaik adalah diri sendiri. Ungkapan ini sering diabaikan oleh banyak karyawan. Apakah kalian termasuk yang seperti ini, Grameds? Semoga tidak ya. Banyak karyawan yang enggan untuk mengapresiasi diri, meski mereka sudah memberikan versi yang terbaik dari dirinya. Kebanyakan dari para karyawan ini merasa hal dilakukannya masih jauh dari harapan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Jika terus menerus berada pada kondisi yang seperti ini, bukan hanya menurunkan semangat kerja, tetapi juga tidak baik untuk kesehatan mental dan kebugaran tubuh.

Semangat Kerja

[algolia_carousel page=2]

Tips Menjaga Semangat Kerja Agar Tetap Membara

Setelah Grameds dapat menemukan hal-hal yang membuat semangat kerja menurun, lakukan antisipasi agar semangat kalian tetap membara. Berikut ini adalah beberapa kiat untuk bisa menjaga semangat kerja agar tetap membara.

1. Temukan kebahagiaanmu

Cara ini merupakan salah satu cara jitu yang akan membantu meningkatkan semangat kerja. Tidak perlu bingung mengenai harus berada dimana dan apa yang perlu dilakukan untuk bahagia. Kamulah pemilik kebahagiaan itu, ciptakanlah bahagia mulai detik ini di mana dan kapan saja.

Kapan dan di mana bahagia itu dapat ditemukan, adalah hal yang relatif selaras dengan rasa siapapun yang mengalami. Tidak perlu rumit dan mahal, setiap orang memiliki hal sekecil dan sesederhana apapun untuk selalu disyukuri. Mungkin kalian yang jomblo memiliki peluang untuk berkenalan dengan seseorang ketika sedang berangkat atau pulang kerja, kemudian meningkat menjadi perkenalan, bahkan bonus istimewa jika seseorang itu menjadi jodoh kalian.

Mungkin juga kalian dapat bekerja sambil ditemani oleh secangkir kopi hangat yang aromanya dapat tercium oleh orang lain, serta pisang goreng yang turut ambil peran menjadi temannya kopi. Wah, menyenangkan ya.

2. Tata meja kerja selayaknya meja kerja di rumah

Meja kerja yang berantakan merupakan salah satu indikator pikiran yang berantakan. Mencari benda kecil yang penting, namun terselip di antara barang-barang yang berserakan di meja kerja, sangat menguras energi. Apalagi, waktu yang dipakai untuk mencari benda ini, sebenarnya dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang lain.

Cobalah untuk membersihkan dan merapikan meja secara berkala. Tambahkan hiasan seperlunya dengan gaya khas kalian, seperti memajang boneka kesayangan, memasang foto anggota keluarga atau kekasih hati. Jika begini, kalian pasti akan mudah teringat dengan hal yang menyenangkan, tapi ingat, jangan lupakan kebijakan perusahaan ya, Grameds.

Semangat Kerja
unsplash.com

3. Istirahat saat mengalami kelelahan

Seorang karyawan akan mencurahkan tenaga dan pikiran terbaiknya untuk bekerja, saat pagi hari. Ketika waktu sudah bergeser setelah makan siang, biasanya mata mulai berat dan kadang susah untuk diajak kompromi. Perusahaan tidak menganjurkan karyawan tidur pada saat jam kerja.

Untuk mengatasi hal yang seperti ini, ambillah waktu untuk sekedar berjalan ke toilet untuk cuci muka, atau melakukan peregangan sebentar di ruangan yang agak luas, bisa juga keluar gedung untuk membeli kopi atau cemilan.

Meskipun singkat, selingan dari aktivitas bekerja ini dapat meningkatkan semangat kerja karena aliran darah segar terpompa dengan baik, sehingga mengalir lancar. Dapat dipastikan, kalian akan serius dan fokus kembali dengan pekerjaan kalian.

4. Hindari menyelesaikan banyak tugas bersamaan

Setiap manusia memiliki keterbatasan dalam berpikir dan bertindak. Menyelesaikan banyak tugas dalam waktu yang hampir bersamaan berpotensi kehilangan waktu berharga. Penelitian telah menunjukkan, bahwa orang yang mencoba melakukan dua atau lebih pekerjaan secara bersamaan akan menjadikan dirinya tidak fokus dan perhatiannya menjadi mudah teralihkan.

Sangat disarankan untuk menyelesaikan satu tugas yang ada sebelum beralih ke pekerjaan yang lain. Jangan pula menunda pekerjaan, yang membuat pekerjaan-pekerjaan ini menumpuk, sedangkan target menyelesaikan semakin mepet. Jika pekerjaan selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat, maka perusahaan akan semakin mencintai kalian.

5. Rayakan keberhasilan sekecil apapun

Saat daftar harian tugas yang menumpuk dapat kalian selesaikan, pasti kalian akan merasa lega dan girang tak terhingga. Terutama jika telah menyelesaikan tugas yang rumit, berat, dan memerlukan energi berlebih.

Kalian boleh lo merayakan keberhasilan ini, mungkin menikmati makan malam romantis dengan pasangan, liburan sejenak ke pantai atau vila di bukit hijau, bagi kalian para cewek boleh memanjakan diri pergi ke salon.

Perayaan semacam ini akan memicu semangat kalian untuk terus maju, menghadapi setiap target, tantangan, dan melakukan lebih banyak hal positif lagi.

Semangat Kerja

Nah, Grameds, sudahkah membangun semangat kerja kalian hari ini? Ketika kalian merasakan semangat kerja kalian menurun, cobalah mengingat kesuksesan yang pernah kalian raih di masa lalu. Keyakinan kalian untuk selalu memberdayakan diri akan membawa bukti hasil kerja yang positif di tempat kerja.

Sekian ulasan mengenai semangat kerja menurun dan tips untuk membangkitkannya kembali. Simak selalu tulisan-tulisan menarik dari Gramedia Digital dan dapatkan informasi penting juga menarik lainnya setiap saat di gramedia.com.

Ingat selalu, bahwa Gramedia adalah #SahabatTanpaBatas dan kami akan selalu memberikan informasi terbaik dan terlengkap untuk Grameds, agar kamu mendapat pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Penulis: Andy Hermawan

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda