in

Sense of Belonging: Pengertian, Manfaat, dan Cara Membangunnya

Sense Of Belonging – Apakah anda pernah merasa bahwa anda tidak cocok atau seperti bukan bagian dari kelompok, padahal anda merupakan salah satu anggota kelompok atau organisasi tersebut? Jika jawabannya adalah pernah, hal itu mungkin diakibatkan oleh tidak adanya rasa sense of belonging dalam diri anda.

Sense of belonging merupakan perasaan yang ada dalam diri anggota suatu kelompok atau organisasi, yang mana mereka memiliki rasa memiliki dalam kelompok atau organisasi tersebut. Sense of belonging sendiri menjadi suatu kebutuhan dasar yang perlu dimiliki manusia, karena sense of belonging terkait dengan keadaan psikologis dan kesehatan mental, bahkan juga kesehatan fisik seseorang.

Maka itu, kehadiran rasa memiliki atau sense of belonging sangat penting perannya dalam kehidupan seseorang. Mengapa setiap orang harus memiliki sense of belonging? Bagaimana cara menumbuhkan rasa memiliki tersebut? Simak jawabannya di bawah ini ya!

Pengertian Sense of Belonging

Sense of belonging merupakan sebuah perasaan yang terkait dengan rasa memiliki yang ada dalam diri seseorang. Perasaan memiliki ini mengacu pada perasaan dikenali, diterima, aman, nyaman, diperhatikan, dan juga didukung oleh orang lain atau suatu kelompok. Sense of belonging biasanya terkait dengan kelompok atau organisasi, yang mana para anggotanya memiliki keterikatan dengan kelompok tersebut.

Sense of belonging sendiri menjadi salah satu perasaan yang harus dimiliki manusia, bahkan sudah dianggap sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Hal ini disebabkan, karena sense of belonging atau rasa memiliki menjadi salah satu pondasi utama yang membentuk identitas diri seseorang dan juga mendorong seseorang untuk dapat termotivasi, agar dapat berpartisipasi dalam suatu kelompok tertentu.

[algolia_carousel]

 

Komunikasi Organisasi

tombol beli buku

Sense of belonging terkait dengan kondisi psikologis seseorang, yang mana rasa memiliki menjadi suatu kebutuhan emosional, yang jika tidak terpenuhi, maka akan memengaruhi kesehatan mental hingga kesehatan fisik secara tidak langsung. Setiap orang pasti memiliki kebutuhan akan rasa memiliki, yang bisa didapatkan dari penerimaan oleh orang lain, termasuk dalam lingkungan keluarga, pertemanan, hingga pekerjaan.

Sebagai sebuah contoh, anda baru saja bergabung dengan organisasi kegiatan mahasiswa. Jika anda merasa bahwa anggota yang lainnya tidak menyambut anda dengan baik, tidak ramah, bersikap pasif kepada anda, pastinya anda merasa bahwa anda tidak diterima dalam organisasi tersebut, dan akhirnya anda pun tidak memiliki rasa sense of belonging. Lalu, anda mungkin saja tetap bergabung dalam organisasi tersebut, tapi dengan tujuan untuk sekedar memenuhi kewajiban, agar memenuhi salah satu syarat kelulusan saja, tanpa adanya motivasi dari pertimbangan faktor-faktor lain.

Sebaliknya, jika anda merasa bahwa anggota organisasi kegiatan mahasiswa tersebut menyambut anda dengan baik, seluruh anggotanya ramah, anda selalu diberikan kesempatan berbicara, dan sebagainya, anda pasti akan merasa diterima, nyaman, dan aman ketika berada di dalam organisasi tersebut. Jika begitu, anda pun akan memiliki rasa memiliki atau sense of belonging, yang kemudian akan mendorong anda untuk termotivasi, agar melakukan segala hal yang terkait dengan organisasi tersebut, atau dengan kata lain memotivasi anda untuk terus berpartisipasi dalam seluruh kegiatan yang diadakan organisasi itu.

Dari contoh di atas, kita dapat mengetahui bahwa sense of belonging atau rasa memiliki merupakan penggerak yang dapat memberikan motivasi pada seseorang, dan berdampak positif kepada kondisi kesehatan psikologis dan mental seseorang, serta memberikan dampak baik pada pengembangan hubungan dengan orang lain. Selain itu, rasa memiliki yang ada dalam diri seseorang pastinya juga akan memberikan dampak baik bagi organisasi di mana seseorang tersebut bergabung.

Sense of belonging dapat menjadi sebuah kunci untuk mencapai tujuan suatu organisasi, yang mana rasa memiliki tersebut menjadi penggerak bagi para anggotanya untuk memiliki etos kerja yang tinggi, bekerja secara kreatif, profesional, dan maksimal, serta mendorong produktivitas kerja. Hal ini kemudian akan menghasilkan keluaran yang terbaik dari hasil kerja yang luar biasa dari para pekerjanya, dan akhirnya memungkinkan organisasi atau perusahaan untuk dapat mencapai tujuannya.

Perilaku Dalam Organisasi Edisi Ketiga

tombol beli buku

Manfaat Memiliki Sense of Belonging

Sense of belonging atau rasa memiliki merupakan salah satu bentuk emosi yang menjadi ekspresi jiwa seseorang. Dari penjelasan pengertian sense of belonging, kita telah mengetahui bahwa rasa memiliki yang ada dalam diri seseorang dapat memberikan berbagai dampak positif bagi orang tersebut, maupun organisasi tempat ia bernaung. Di bawah ini akan diuraikan kembali manfaat dari memiliki sense of belonging untuk memperjelas lagi dan menjawab pertanyaan: mengapa setiap orang harus memiliki sense of belonging?

1. Sense of Belonging Membentuk Perilaku yang Positif

Seseorang yang memiliki sense of belonging atau rasa memiliki akan cenderung merasa terikat, memiliki empati yang tinggi, memiliki rasa peduli kepada orang lain, dan memiliki motivasi untuk berkembang serta memberdayakan dirinya sendiri. Sebab, seseorang yang mempunyai  sense of belonging akan mencerminkan perlakuan yang diberikan oleh orang lain di sekitarnya, yakni menerima dirinya, memperhatikan dirinya, membuatnya merasa aman dan nyaman, dan sebagainya.

2. Sense of Belonging Membentuk Etos Kerja yang Baik

Seperti yang telah dijelaskan di atas, orang yang memiliki sense of belonging akan memiliki motivasi untuk mengembangkan dirinya, salah satu bentuknya adalah produktif dalam bekerja. Rasa memiliki menjadi pendorong yang kuat bagi seseorang untuk dapat bekerja secara maksimal, secara kreatif, dan juga secara profesional. Maka itu, sense of belonging dapat dikatakan bermanfaat untuk mengembangkan etos kerja menjadi tinggi.

3. Rasa Memiliki atau Sense of Belonging Membentuk Citra Organisasi dan Loyalitas

Dengan adanya sense of belonging, kesan seseorang terhadap suatu kelompok atau organisasi dapat berubah. Misalnya, tadinya kesan seseorang yang baru bergabung di suatu perusahaan yang baru hanya sekedar kesan biasa saja, untuk mencapai tujuan pribadinya, yakni bekerja dan mencari penghasilan.

Kesan tersebut pada awalnya hanya transaksional saja, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, ia merasakan keterikatan dengan organisasi tersebut. Hal ini bisa terjadi, karena ia merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya, merasa diterima oleh rekan kerjanya, dan juga merasa aman untuk hidup menjadi bagian dari organisasi tersebut.

Maka itu, ia kemudian akan memiliki sense of belonging, di mana ia menganggap perusahaan tempat bekerjanya adalah bagian dari dirinya, segala urusan dalam perusahaan tersebut sama pentingnya dengan urusan pribadinya yang lain. Hal ini kemudian akan menumbuhkan rasa percaya dan loyalitas kepada perusahaan tersebut.

4. Membuat Bahagia dan Mengurangi Risiko Kesehatan

Hasil sebuah penelitian yang bertajuk “Intelligence, Belongingness, and Mental Health in College Students”, menyatakan bahwa sense of belonging secara keseluruhan dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan seseorang. Rasa memiliki juga mampu mengurangi berbagai risiko terkena gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan sosial, keputusasaan, kecemasan, depresi, kesepian, hingga keinginan untuk bunuh diri.

Nah, sekarang Grameds sudah mengetahui kan mengenai pentingnya memiliki sense of belonging, karena rasa memiliki dapat memberikan berbagai manfaat positif. Lantas, bagaimana caranya untuk membangun rasa sense of belonging? Simak penjelasannya di bawah ini.

Organisasi : Struktur, Perilaku, Proses Dan Hasil

tombol beli buku

Cara Membangun Sense of Belonging

Dalam membangun lingkungan organisasi yang positif, memahami diversity atau keberagaman saja tidak cukup. Organisasi membutuhkan sense of belonging yang kuat dari dalam diri para anggotanya, sehingga para anggotanya dapat memiliki rasa tanggung jawab dan melakukan segala kegiatan yang diinisiasi organisasi secara tulus. Setiap individu memiliki kebutuhan untuk merasa diterima, didengar, dilibatkan dan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Sense of belonging yang kuat dalam diri seseorang akan mendorong individu tersebut untuk menjadi unggul dalam melakukan perannya dan terlibat dengan organisasi.

Dari penjelasan tentang pengertian dan manfaat sense of belonging di atas, kita sudah mengetahui bahwa sense of belonging merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki setiap orang. Membangun sense of belonging tidak hanya dilakukan oleh seorang individu saja, tetapi juga harus dilakukan oleh organisasi atau perusahaan. Sebab, organisasi dan individu yang menjadi anggotanya saling bergantung dan memengaruhi satu sama lain. Berikut ini akan dijelaskan beberapa cara untuk membangun sense of belonging.

1. Membangun Kepercayaan 

Sense of belonging merupakan perasaan memiliki, yang mana setiap individu atau anggota yang tergabung dalam organisasi tersebut antara satu individu dengan yang lainnya saling memiliki ikatan emosional. Ikatan emosional dapat dibentuk dan bisa dijaga dengan baik, jika di antara mereka terdapat rasa percaya antara satu dengan yang lainnya.

Kepercayaan menjadi sebuah landasan yang menentukan baik atau buruknya hubungan dengan orang lain. Jika seseorang tidak memiliki rasa percaya kepada rekan kerja atau anggota timnya, segala kegiatan yang dilakukan mereka akan dianggap membuang-buang waktu saja, karena antar anggota tim komunikasinya kurang atau komunikasi yang mereka lakukan tidak berjalan dengan efektif. Rasa percaya dapat dibentuk secara cepat jika seluruh tim melakukan pendekatan dan memiliki perspektif yang berbeda.

[algolia_carousel page=2]

Kepercayaan dalam sebuah organisasi atau tempat kerja kerap kali berpusat pada 2 kategori, yaitu afektif dan kognitif. Kepercayaan kognitif merupakan tahap awal dalam membangun sebuah hubungan yang kuat, yang bermuara pada meyakinkan rekan satu tim bahwa organisasi atau perusahaan akan bekerja bersama mereka untuk menyelesaikan berbagai tugas dan tanggung jawabnya. Dapat dikatakan bahwa kepercayaan kognitif bisa terbentuk dari menanamkan dan mengajarkan kepada orang lain bahwa organisasi tempat mereka bernaung adalah wadah yang tepat bagi mereka.

Kepercayaan afektif merupakan unsur yang membangun hubungan dengan orang lain, dengan dilandasi rasa pengertian yang lebih besar satu sama lain, sehingga menciptakan hubungan yang tahan lama dan lebih dalam. Kepercayaan afektif dapat tercapai dengan meluangkan waktu untuk mengenal orang lain yang menjadi rekan kerja kita, dengan berusaha untuk memahami latar belakang dirinya, apa keterampilannya, apa minatnya, menunjukkan rasa hormat, perhatian, dan juga kehangatan.

Dari penjelasan di atas, kita telah mengetahui bahwa rasa percaya merupakan salah satu unsur yang paling penting. Maka itu, antara sesama anggota dalam organisasi harus selalu berusaha untuk membangun kepercayaan. Jika anda ingin memiliki sense of belonging atas organisasi atau tempat kerja anda, maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah membangun rasa percaya dengan anggota tim atau rekan kerja anda. Lakukan komunikasi yang baik dan efektif, agar kepercayaan bisa terbentuk dan kedekatan bisa terjalin.

2. Melakukan Diskusi yang Terbuka

Ketidaktahuan merupakan salah satu masalah yang menghambat setiap individu yang menjadi anggota organisasi. Dengan kata lain, individu yang menjadi anggota organisasi pada umumnya tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengenai orang lain yang bekerja dengan dirinya.

Dari masalah tersebut kita dapat mengetahui bahwa salah satu langkah yang dapat dilakukan organisasi adalah melaksanakan diskusi yang bersifat terbuka. Pemimpin organisasi dapat mengajak para anggotanya untuk melakukan sharing, berbagi pengalaman masing-masing, dan melakukan diskusi tentang mengembangkan organisasi.

Pemimpin juga hendaknya mengkomunikasikan visi dan misi organisasi secara terbuka. Diskusi terbuka yang rutin dilakukan akan membuat anggota organisasi merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari perusahaan. Antar anggota organisasi juga kemudian dapat saling mendapatkan pengetahuan dan memahami satu sama lain, sehingga jika terjadi sebuah masalah, masalah tersebut dapat diatasi dengan mudah dan cepat.

3. Membangun Budaya Inklusivitas dengan Proaktif

Inklusivitas merupakan konsep yang mengajarkan empati, sikap positif, dan inklusif terhadap orang lain, tanpa memandang latar belakang orang tersebut, perbedaan geografis, dan perbedaan lainnya. Agar dapat membangun sense of belonging, baik dari dalam diri anda atau pada seseorang yang menjadi anggota sebuah organisasi atau perusahaan, perlu untuk menggaungkan budaya inklusivitas secara proaktif.

Membangun budaya yang mengedepankan inklusivitas dengan proaktif, kemudian akan membuat seseorang merasa bahwa organisasi bersikap adil dan tidak ada anggota yang dianggap spesial atau istimewa dalam organisasi. Lalu, anggota organisasi juga dapat merasakan bahwa semua anggota memiliki tanggung jawab dan hak yang sama.

4. Menjaga Fokus Anggota Organisasi

Dalam membangun sense of belonging dari dalam anggota organisasi, salah satu hal yang sangat penting dilakukan organisasi atau perusahaan adalah untuk melibatkan anggota tim dalam segala aspek kegiatan organisasi. Organisasi perlu membuat para anggotanya merasa seperti mereka memiliki andil dalam setiap kegiatan yang dilakukan organisasi dan kehadiran mereka juga berhasil membawa perubahan dalam organisasi. Berikan perhatian khusus bagi setiap anggota organisasi, agar mereka akhirnya dapat fokus pada pekerjaan mereka.

5. Memberikan Apresiasi dan Benefits Kepada Anggota Organisasi

Apresiasi dan benefits adalah dua unsur yang dapat membangun sense of belonging, lebih khususnya di tempat kerja. Setiap orang pastinya ingin diberikan apresiasi atas usaha yang telah mereka lakukan. Salah satu bentuk apresiasi yang dapat diberikan oleh perusahaan adalah dengan memberikan berbagai benefit di luar imbal hasil (gaji) yang pasti akan didapatkan pekerja.

Apresiasi diluar gaji akan membuat karyawan merasa dihargai. Sebab, karyawan dapat merasa bahwa kontribusi mereka memiliki peran yang penting dalam mengembangkan perusahaan. Apresiasi dapat berupa sebuah ucapan sederhana yang menyentuh dan membakar semangat karyawan, atau juga dalam bentuk pemberian bonus. Dengan apresiasi seperti ini, anggota organisasi dapat merasa bahwa kehadirannya diakui dan dihargai. Melalui apresiasi ini juga, karyawan tersebut akhirnya dapat memiliki sense of belonging, sehingga mereka akan memiliki motivasi yang lebih dalam mengerjakan tugasnya, atau dengan kata lain mereka akan lebih giat dalam bekerja.

6. Meningkatkan Ikatan Sosial

Meskipun konteks hubungan dalam sebuah organisasi atau perusahaan merupakan hubungan profesional, sah saja jika antar anggota organisasi membangun hubungan pertemanan yang dekat dan sehat di luar lingkup organisasi. Sebuah laporan yang ditulis oleh Wildgoose, menyatakan bahwa memiliki teman dekat di organisasi dapat meningkatkan kinerja seseorang.

Ketika seseorang memiliki hubungan akrab dengan orang yang bekerja bersama dirinya, maka ia akan merasa memiliki hubungan yang lebih juga dengan organisasi secara keseluruhan. Organisasi dapat melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan ikatan sosial antar anggota organisasi, misalnya dengan mengadakan acara gathering karyawan, mengadakan acara interaktif, atau sekedar acara makan bersama.

7. Menyamakan Visi dan Misi 

Dalam suatu organisasi, setiap anggotanya pasti memiliki opini dan prinsip yang berbeda-beda. Meski begitu, jika setiap kepala memiliki visi dan misi yang sama, maka perbedaan tersebut dapat diatasi dengan mudah, dan pikiran mereka dapat disatukan. Maka itu, dalam menentukan visi dan misi, hendaknya dilakukan bersama-sama dengan anggota organisasi.

Selain untuk menyatukan perbedaan pemikiran, mereka juga akan merasa diterima dan dilibatkan oleh organisasi, dan akhirnya mereka akan terdorong untuk memberikan kontribusi yang tulus dan nyata. Visi dan misi yang dibuat bersama hendaknya juga tidak melenceng dari visi dan misi utama organisasi. Melainkan, harus disesuaikan dengan budaya dan tujuan organisasi secara keseluruhan.

Dengan terciptanya visi dan misi yang sama, serta bersatunya pemikiran seluruh anggota, maka setiap anggota dapat memiliki sense of belonging terhadap organisasi tersebut. Mereka akan merasa bahwa organisasi tersebut sejalan dengan dirinya, dan pada akhirnya merasa memiliki dan terikat.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian, manfaat, dan cara membangun sense of belonging. Semoga penjelasan di atas dapat menambah pengetahuan kalian mengenai konsep sense of belonging, juga berguna bagi kehidupan organisasi yang kalian jalani.

Bagi kalian yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai aspek-aspek dalam organisasi, kalian bisa membaca sejumlah referensi dari internet atau berbagai buku yang bisa kalian dapatkan di www.gramedia.com atau aplikasi Gramedia Digital. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu siap memberikan informasi baru bagi kalian yang ingin belajar.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Gabriel