in

Apa Perbedaan Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik

Perlu dipahami bahwa motivasi dibagi menjadi dua jenis, yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Perbedaan dari kedua motivasi tersebut ada pada dorongan ataupun niat dalam melakukan motivasi itu sendiri. Kedua jenis motivasi ini mempunyai cara kerja dan efek yang berbeda-beda dalam mengejar tujuan.

Seperti yang kita tahu bahwa motivasi sendiri merupakan sebuah dorongan, keinginan, dan juga rangsangan yang dijadikan sebagai dasar dari seseorang untuk mengerjakan sesuatu supaya bisa mencapai tujuan tertentu. Di dalam ilmu psikologi, dorongan untuk terus termotivasi dapat muncul dari dalam atau intrinsik ataupun dari luar atau ekstrinsik.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu persatu definisi mengenai motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik beserta perbedaannya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya

Definisi Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik atau eksternal umumnya mengacu pada jenis motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan berbagai hal dengan tujuan untuk memperoleh hadiah ataupun untuk menghindari konsekuensi negatif. Misalnya saja, seorang karyawan yang menyelesaikan semua tugas dan pekerjaannya untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk bonus uang. Mereka akan cenderung mengulang hal yang sama karena termotivasi untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

Selama ini, hadiah bonus yang berbentuk uang dinilai sebagai suatu penghargaan terbaik untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Akan tetapi, selain bonus berupa uang, hadiah lain seperti kenaikan gaji, asuransi kesehatan, dan juga kupon maka dapat menjadi salah satu alternatif untuk Anda untuk meningkatkan motivasi karyawan yang ada di perusahaan Anda.

[algolia_carousel]

Definisi Motivasi Intrinsik

Sementara motivasi intrinsik atau internal merupakan jenis motivasi yang mana ada pada perilaku untuk melakukan ataupun mencapai sesuatu demi diri mereka sendiri. Keinginan tersebut dimulai dari perasaan terhadap pencapaian, tekanan, kepuasan, tenggat waktu, dan lain sebagainya.

Misalnya saja, seorang karyawan yang mempunyai motivasi intrinsik umumnya akan lebih menghasilkan kualitas kerja yang tinggi, menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, memenuhi setiap tantangan, dan memperoleh kesempurnaan dalam tugas.

Hal tersebut bisa terjadi karena adanya sebuah dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri untuk mengukur batas kemampuan mereka atau bahkan untuk mencapai target tertentu yang mereka terapkan untuk dirinya sendiri.

Perbedaan antara Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik

Dalam motivasi intrinsik, seseorang akan bertindak untuk mencapai sesuatu karena adanya proses yang memang ingin dinikmati atau mungkin menggapnya sebagai sebuah peluang dan juga mengeksplorasi ide ataupun hal baru. Namun sebaliknya, di dalam motivasi ekstrinsik, orang tersebut akan mengadopsi perilaku tertentu dalam usahanya untuk memperoleh hadiah ataupun untuk menghindari hukuman.

Di dalam motivasi intrinsik, tindakan adalah hal yang dianggap penting. Dimana orang tersebut mempunyai kendali untuk berpartisipasi dalam sebuah kegiatan karena keinginan ataupun minat dari diri sendiri. Sebaliknya, dalam motivasi ekstrinsik, fokus dari motivasi ini ada pada hasil yang didapatkan ketika tugas telah selesai. Itu artinya, hal tersebut membuat seseorang melakukan sesuatu untuk memperoleh imbalan yang berwujud ataupun tidak berwujud.

Motivasi intrinsik ini bertujuan untuk merawat, memuaskan diri sendiri, mengembangkan, dan juga mengidentifikasi potensi, serta juga mengeksplorasi kemampuan diri. Sementara itu, tujuan dari motivasi ekstrinsik ini adalah untuk memperoleh imbalan ataupun menghindari hasil negatif tertentu.

Pada dasarnya, motivasi intrinsik bisa memenuhi kebutuhan psikologis seseorang seperti halnya kemandirian, kompetensi, dan lain sebagainya. Namun sebaliknya, motivasi ekstrinsik mencakup manfaat eksternal seperti halnya kekuasaan, uang, ketenaran, dan lain sebagainya.

Di dalam motivasi intrinsik, orang tersebut akan menikmati tugas yang dikerjakan. Namun jika di dalam motivasi ekstrinsik, orang tersebut akan menikmati penghargaan yang mereka terima ketika sudah menyelesaikan tugas. Motivasi intrinsik ini didorong oleh kebutuhan dan keinginan seseorang. Namun sebaliknya, di dalam motivasi ekstrinsik justru didorong oleh sumber lain, yang biasanya berasal dari orang lain.

Motivasi ekstrinsik ini mengacu pada perilaku yang dorong oleh penghargaan yang sifatnya eksternal. Penghargaan tersebut bisa berupa seperti uang ataupun nilai, atau yang tidak berwujud seperti pujian ataupun ketenaran. Tak seperti motivasi intrinsik, yang muncul dari dalam diri sendiri, motivasi ekstrinsik justru difokuskan murni pada imbalan yang berasal dari luar.

Orang-orang yang termotivasi secara ekstrinsik akan selalu melakukan sebuah tindakan, walaupun tugas tersebut mungkin saja dengan sendirinya bisa memberi imbalan. Misalnya saja, melakukan sesuatu saat seseorang yang umumnya tidak menganggapnya menyenangkan ataupun bermanfaat untuk memperoleh upah. Motivasi ekstrinsik ini terlibat di dalam pengkondisian operan, yaitu saat seseorang ataupun sesuatu dikondisikan untuk berperilaku dengan cara tertentu karena konsekuensi ataupun hadiah.

Contoh Motivasi Ekstrinsik

Di bawah ini adalah beberapa contoh motivasi ekstrinsik, antara lain:

a. Bersaing untuk mendapatkan hadiah ataupun piala, seperti halnya di dalam acara olahraga.
b. Mengerjakan semua tugas sekolah agar memperoleh nilai bagus.
c. Bekerja keras pada sebuah proyek ataupun tugas untuk memperoleh pujian dan juga pengakuan.
d. Belanja menggunakan kartu loyalitas toko untuk memperoleh diskon, poin, dan hadiah.
e. Memberikan intensif kepada anak-anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah dengan hadiah seperti mainan khusus.
f. Melakukan tugas di kantor atau tempat kerja yang tidak Anda suka supaya tetap memperoleh gaji.
g. Menggunakan jenis kartu kredit untuk menerima maskapai.

Terkadang, hadiah eksternal ataupun motivasi ekstrinsik mungkin saja akan dilakukan untuk menghindari hukuman ataupun hasil yang negatif. Misalnya saja, seseorang yang mungkin saja terlibat di dalam perilaku tertentu untuk menghindari dipermalukan atau dihakimi.

Efektivitas Motivasi Ekstrinsik

Pada dasarnya, motivasi ekstrinsik bekerja untuk meningkatkan motivasi. Dimana jenis motivasi ini tergolong sangat efektif. Anda hanya cukup memikirkan semua contoh yang ada di dalam kehidupan diri sendiri. Mengenai hal-hal yang ingin dilakukan untuk memperoleh berbagai jenis penghargaan eksternal.

Motivasi ekstrinsik ini bukanlah sesuatu hal yang buruk. Penghargaan yang sifatnya eksternal bisa menjadi sebuah alat yang bermanfaat untuk membuat orang tetap termotivasi dan mengerjakan tugas tertentu. Hal itu dapat menjadi sangat penting saat orang perlu menyelesaikan sesuatu yang menurutnya sulit ataupun tidak menarik. Misalnya saja, pekerjaan rumah yang terkesan membosankan, atau proyek yang berkaitan dengan pekerjaan yang membosankan.

Ketika Motivasi Ekstrinsik Mungkin Menjadi Bumerang

Motivasi ekstrinsik ini walaupun menawarkan hadiah yang bisa meningkatkan motivasi dalam beberapa hal, namun beberapa peneliti juga menemukan bahwa hal tersebut tidak selalu terjadi. Padahal kenyataannya, dengan menawarkan penghargaan yang berlebihan, hal itu justru bisa menyebabkan penurunan motivasi intrinsik.

Kecenderungan dari motivasi ekstrinsik untuk mengganggu motivasi intrinsik umumnya dikenal sebagai efek pembenaran yang berlebihan. Hal ini melibatkan penurunan perilaku yang dimotivasi secara intrinsik setelah perilaku tersebut dihargai secara ekstrinsik. Kemudian penguatan selanjutnya dihentikan.

Di dalam suatu penelitian klasik yang dilakukan oleh Lepper, Greene, dan Nisbett, anak-anak diberi sebuah hadiah yang besar karena mereka telah menggambar menggunakan spidol. Yaitu kegiatan yang sebelumnya mereka senang lakukan sendiri selama waktu bermain.

Saat anak-anak ditawari kesempatan untuk bermain dengan menggunakan pulpen selama waktu bermain, maka anak-anak yang sudah diberi penghargaan karena menggunakan benda tersebut sebelumnya, mereka cenderung akan menunjukkan sedikit minat untuk bermain dengan menggunakan pulpen lagi. Sementara anak-anak yang tidak diberi hadiah, bagaimanapun, mereka akan terus bermain dengan menggunakan pena.

Lalu, mengapa dengan memberi penghargaan pada perilaku yang sudah secara intrinsik berguna untuk menyebabkan ketidaktertarikan yang tiba-tiba tersebut? Salah satu alasan yang paling masuk akal adalah orang-orang akan cenderung menganalisis mengenai motivasi mereka sendiri untuk terlibat di dalam sebuah kegiatan. Setelah mereka diberi penghargaan secara eksternal karena melakukan sebuah tindakan tertentu, maka mereka akan selalu mementingkan peran penguatan dalam perilaku mereka sendiri.

[algolia_carousel page=2]

Adapun alasan lain yang mungkin terjadi adalah bahwa kegiatan yang pada awalnya terasa seperti bermain ataupun bersenang-senang, bisa berubah menjadi kewajiban atau pekerjaan apabila dihubungkan dengan imbalan eksternal. Penghargaan ekstrinsik tersebut bisa menjadi alat yang cukup penting dalam memotivasi perilaku. Namun para ahli memperingatkan bahwa penghargaan tersebut harus dipakai dengan hati-hati, terlebih dengan anak-anak.

Akan tetapi, penelitian lebih lanjut dibutuhkan mengenai topik tersebut untuk menentukan secara tepat bagaimana dan kapan imbalan eksternal bisa merusak motivasi intrinsik. Sebuah tinjauan yang dilakukan pada tahun 2014 dari Procedia Ilmu Sosial dan Perilaku meneliti penelitian mengenai motivasi untuk belajar dan menyarankan bahwa penghargaan ekstrinsik sesungguhnya sebagian besarnya efektif dan tidak berbahaya.

Cara Menggunakan Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik sangat penting untuk melihat kondisi spesifik dalam menentukan apakah penghargaan ekstrinsik bisa membantu memotivasi perilaku seseorang. Berikut ini adalah beberapa contoh dari skenario saat penghargaan ekstrinsik bekerja dengan efektif:

a. Saat seseorang mempunyai sedikit minat dalam sebuah aktivitas
b. Saat seseorang tidak mempunyai keterampilan untuk memulai
c. Saat motivasi jangka pendek untuk tujuan tertentu dibutuhkan
d. Saat seseorang sedang mengerjakan suatu proyek jangka panjang dan memerlukan insentif kecil, guna menjaga motivasi agar tetap tinggi

Di dalam kondisi tersebut, penghargaan harus dijaga supaya tetap kecil dan harus dihubungkan langsung dengan melakukan perilaku tertentu. Setelah beberapa minta intrinsik sudah dihasilkan dan beberapa keterampilan penting sudah ditetapkan, maka motivasi eksternal harus perlahan dihilangkan.

Lebih Baik Mana Motivasi Intrinsik atau Ekstrinsik?

Pertanyaan ini memang sebenarnya bersifat provokatif dan sebagian besar pembaca akan cenderung merasa bahwa motivasi intrinsik lebih baik dibandingkan dengan motivasi ekstrinsik. Berperilaku yang didasari atas kesadaran diri lebih baik dibandingkan dengan berperilaku atas dorongan lingkungan ataupun orang lain.

Orang-orang yang sering mengatakan jika suatu perilaku didorong oleh motivasi ekstrinsik, maka hal itu akan cenderung cepat hilang atau hanya dilakukan sesaat saja. Begitupun sebaliknya, jika suatu perbuatan didorong oleh motivasi intrinsik, maka hal itu akan cenderung menjadi sebuah perilaku yang menetap. Pendapat tersebut pada dasarnya benar dan didukung oleh banyak penelitian. Meski begitu, dari efektifitas penggunaan sumber motivasi intrinsik dan juga ekstrinsik bisa berbeda jika ditilik dari aspek lainnya.

Adapun hal yang paling umum adalah aturan-aturan yang digunakan untuk mengatur kepentingan umum tentang lalu lintas, perdagangan, hukum pidana, dan juga ketenagakerjaan lebih banyak yang menggunakan motivasi ekstrinsik. Itu artinya, negara membuat batasan khusus yang boleh dan tidak boleh serta dengan sanksinya apabila masyarakat melakukan pelanggaran.

Motivasi Ekstrinsik dan Fungsinya di Dunia Kerja

Masing-masing perusahaan wajib memahami apa yang dimaksud motivasi ekstrinsik dan juga motivasi intrinsik saat mempekerjakan karyawan dalam jumlah yang banyak. Sebab, ternyata hal itu sangat berpengaruh pada kinerja karyawan demi mencapai tujuan perusahaan itu sendiri. Walaupun menjadi kekuatan yang tidak terlihat, tapi tidak bisa kita pungkiri jika motivasi adalah cara yang paling ampuh untuk mendorong seseorang berbuat sesuatu. Termasuk juga saat sedang bekerja di suatu perusahaan yang diinginkan.

Oleh karena itu, saat membahas mengenai motivasi, maka pastinya tidak akan lepas dari kata sumbernya, yang mana dapat berasal dari dalam ataupun dari luar. Untuk itu, mengembangkan kedua hal tersebut adalah hal yang wajib dilakukan. Dimana sebuah perusahaan harus bisa memberikan motivasi terbaik pada semua karyawan agar produktivitas perusahaan semakin maju dan berkembang menjadi lebih baik. Sehingga, agar lebih memahaminya, berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai pengaruh motivasi terhadap perusahaan.

Jadi, sesuai dengan namanya, ekstrinsik itu dapat terjadi karena adanya pengaruh dari luar orang itu sendiri. Sehingga situasi tersebut bisa saja muncul karena adanya pengaruh, ajakan, ataupun paksaan dari orang lain. Hal tersebut bisa jadi mempengaruhi seseorang untuk melakukan sesuatu. Sementara intrinsik itu bisa saja muncul dari dalam diri sendiri tanpa adanya paksaan yang berasal dari pihak luar. Sehingga seseorang akan lebih percaya dengan diri sendiri dan bersemangat lagi.

Karena motivasinya berasal dan tumbuh dari dalam diri sendiri. Maka seorang karyawan akan lebih bersemangat dan juga produktif dalam bekerja saat mereka mempunyai motivasi dalam dirinya.

Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Ekstrinsik Karyawan

Untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di sebuah perusahaan, tentu akan menjadi tantangan tersendiri karena memerlukan keahlian khusus. Oleh karena itu, diperlukan sebuah motivasi luar untuk meningkatkan kinerja karyawan di kantor. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain:

1. Salah satu hal yang mempengaruhi motivasi luar para karyawan agar tetap mau bertahan dan menunjukkan kinerjanya adalah dengan cara memberikan kesempatan promosi jabatan. Sehingga hal itu dapat meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan.
2. Memberikan peningkatan upah atau gaji atas kinerja juga bisa mempengaruhi peningkatan motivasi luar terhadap karyawan di kantor. Biasanya gaji tersebut didukung dengan adanya beberapa tunjangan yang membuat para karyawan semakin termotivasi dan loyal kepada perusahaan.
3. Memberikan rasa aman dan nyaman kepada karyawan di tempat kerja juga termasuk ke dalam salah satu faktor yang bisa mempengaruhi motivasi para pekerja di kantor. Dengan kondisi yang aman dan nyaman, tentu akan membuat karyawan lebih produktif.

Untuk memberikan perasaan yang nyaman tersebut dapat meliputi banyak hal, yaitu dengan cara meningkatkan fasilitas kantor, menciptakan lingkungan kerja yang bersih, dan lain sebagainya. Sehingga para karyawan dapat merasa lebih nyaman dan juga betah bekerja di kantor. Mengingat memberikan sebuah motivasi menjadi hal yang sangat baik untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, tak heran jika beberapa dari mereka mulai berusaha untuk meningkatkan fasilitas para pekerjanya. Tujuannya yaitu agar para karyawan semakin termotivasi untuk lebih loyal.

Jika melihat dari pembahasan di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa motivasi itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Baik motivasi ekstrinsik ataupun motivasi intrinsik. Keduanya sangat penting dan bisa mempengaruhi produktivitas seseorang.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Lely Azizah