in

Gelar M.Eng. Adalah: Pengertian dan Peluang Kerja Yang Ditawarkan

Gelar master of Eng adalah – Dalam dunia ini, sudah terbukti jika pendidikan bisa menjadi salah satu tumpuan terbaik dalam mencapai kesuksesan setiap individu. Bahkan, ada peraturan wajib belajar dalam kurun waktu tertentu yang diterapkan di berbagai negara termasuk Indonesia.

Selain itu, dalam dunia kerja, selain pengalaman dan kemampuan, jenjang pendidikan juga memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kesenjangan jabatan setiap individunya. Pasalnya, semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang menjadikan orang tersebut memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi.

Selain jenjang pendidikan Strata 1, ada juga jenjang pendidikan magister atau Strata 2. Mungkin Anda lebih mengenalnya S2. Saat ini, pendidikan tingkat perguruan tinggi di seluruh dunia termasuk Indonesia sudah banyak membuka jalur belajar tingkat Strata 2.

Salah satunya adalah untuk Magister Teknik yang membawahi beberapa bidang studi tertentu. Setiap bidang studi Magister Teknik bisa dipilih oleh calon mahasiswa dan ketika mereka lulus akan mendapatkan gelar Magister Teknik atau M.T.

Di luar negeri M.T. lebih banyak dikenal sebagai Magister Engineering atau M.Eng. Nah, untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca ulasan seputar Magister Teknik dalam artikel ini.

Pengertian Magister

pixabay

Jenjang pendidikan tak hanya sampai pada Strata 1 saja, setelah menyelesaikan jenjang pendidikan Strata 1, Anda bisa mencoba untuk melanjutkannya ke jenjang berikutnya yaitu jenjang pendidikan Magister atau Strata 2 (S2).

Magister sendiri diambil dari bahasa Belanda yaitu Magister dan juga dari bahasa Latin yaitu Magister. Lalu, untuk arti dari Magister sendiri merupakan gelar akademik yang akan diberikan kepada para lulusan program pendidikan Strata 2 atau S2.

Secara umum, program pendidikan Magister akan membutuhkan waktu selama 1,5 hingga 2 tahun lamanya. Meski begitu, beberapa mahasiswa juga mampu menyelesaikan program pendidikan Magister selama satu tahun lamanya atau lebih dari dua tahun lamanya.

Di mana hal tersebut bisa terjadi karena adanya kebijakan dari masing-masing perguruan tinggi yang diterapkan. Sedangkan untuk bisa mendapatkan gelar Magister, para mahasiswa harus bisa memenuhi syarat yang ada seperti membuat karya ilmiah yang kerap disebut dengan istilah tesis.

Perbedaan S1 Dengan S2

Jika bicara tentang jenjang pendidikan tertinggi mungkin hanya Strata 1 atau S1 yang kerap didengar oleh banyak orang. Hal tersebut tidak mengherankan karena memang jenjang pendidikan Strata 1 banyak dibuka jalurnya oleh berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

Selain jenjang pendidikan Strata 1, ada juga program pendidikan lanjutan Strata 2 (S2) atau Magister. Di mana program pendidikan tersebut diberikan kepada mereka yang ingin mendapatkan gelar lebih tinggi dibandingkan lulusan sarjana Strata 1.

Baik itu, Strata 1 maupun Strata 2, keduanya memiliki perbedaan yang cukup menonjol. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbedaan antara jenjang pendidikan Strata 1 dan Strata 2.

1. Topik Bahasan

Pada jenjang pendidikan Strata 1, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dosen dengan mahasiswa akan membahas lebih dari satu topik dalam satu bulan. Biasanya, untuk satu topiknya akan memiliki waktu satu hingga dua minggu saja.

Namun, jika topik tersebut terasa lebih sakit, maka biasanya dosen akan memberikan waktu tambahan untuk kembali memberikan alasannya. Di sisi lain ketika topik yang dipelajari tersebut dirasa memang telah cukup, maka dosen dan mahasiswa akan mulai berganti ke topik lain.

Sedangkan pada jenjang pendidikan Strata 2 pembahasan suatu topik akan dilakukan secara lebih intensif dan spesifik. Oleh sebab itu, mereka yang melanjutkan ke jenjang pendidikan Strata 2 biasanya memang sudah sejalan dengan passion-nya. Di sisi lain, hal tersebut juga akan menjadikan mahasiswa terhindar dari rasa jenuh dan menurunnya rasa semangat pada saat proses belajar mengajar dilakukan.

 

2. Perbedaan Cara Belajar

Baik itu Strata 1 maupun Strata 2, keduanya memiliki perbedaan pada cara belajar yang dilangsungkan. Pasalnya, mahasiswa Strata 1 akan lebih banyak menghabiskan waktu belajarnya di dalam ruang kelas.

Di mana nantinya mahasiswa Strata 1 akan lebih banyak mendengarkan dosen ketika menjelaskan materi. Meski begitu, masih tetap ada aktivitas maupun tugas yang mengharuskan kepada mahasiswa untuk melakukan praktik agar bisa mengimbangi ilmu yang mereka dapatkan.

Sedangkan bagi mahasiswa Strata 2 biasanya tidak banyak melakukan kegiatan yang mengharuskannya datang ke ruang kelas, ya walaupun kondisi ini juga tergantung dari program studi dan mata kuliah yang mereka pilih.

Namun, cara belajar tingkat Strata 2 memang lebih banyak melakukan analisis serta mencari solusi terhadap studi kasus yang ada. Proporsi waktu para mahasiswa Strata 2 lebih banyak digunakan untuk belajar secara mandiri, melakukan riset serta mengerjakan tugas pada tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Meski begitu,mahasiswa juga masih bisa memilih untuk melakukan riset bersama dengan dosen maupun secara pribadi.

3. Materi Pembelajaran

Bukan hanya pada cara belajar saja yang berbeda, tetapi materi pembelajaran Strata 1 dan Strata 2 juga berbeda. Di mana untuk jenjang Strata 1 biasanya lebih banyak mempelajari hal-hal yang sifatnya teoretis. Lalu untuk komposisi perkuliahan yang dilakukan oleh mahasiswa Strata 1 adalah 60 persen untuk teori dan 40 persen untuk praktik.

Sedangkan untuk mahasiswa jenjang pendidikan Strata 2 akan mendapatkan pembelajaran mata kuliah matrikulasi sebagai program penyetaraan. Biasanya, mata kuliah matrikulasi wajib bagi mereka yang berada di jenjang pendidikan S2 dan S3.

Ketika mereka sudah menyelesaikan mata kuliah matrikulasi, maka mereka akan mendapatkan pembelajaran materi kuliah utama dari program studi yang dipilihnya.

4. Tugas Yang Dikerjakan

Dari segi tugas yang dikerjakan oleh Strata 1 dan Strata 2 juga berbeda. Di mana tugas bagi para mahasiswa Strata 1 yang dalam bentuk tugas menulis, proyek kelas hingga tugas mata kuliah khusus lainnya dan juga sejumlah khusus yang menjadi syarat wajib kelulusan.

Mahasiswa Strata 1 akan mengerjakan skripsi sebagai tugas akhirnya. Di mana nantinya mahasiswa akan menggali, melakukan analisis serta memecahkan fenomena yang ada dengan teori yang sudah mereka pelajari selama ini.

Sedangkan untuk tugas Strata 2 akan lebih banyak merujuk ke spesialisasi tertentu dan agar bisa mendapatkan gelar Magister, tesis akan menjadi tugas akhir mereka. Selain itu, mahasiswa Strata 2 juga harus membuat sebuah karya tulis dengan mengembangkan suatu teori.

Di sisi lain, tingkat kesulitan tugas yang diterima oleh mahasiswa Strata 2 akan berbeda dengan tugas Strata 1.

5. Lingkungan Kelas

Lingkungan kelas yang akan dimiliki oleh mahasiswa Strata 1 dengan Strata 2 juga akan berbeda. Di mana nantinya pada jenjang pendidikan Strata 1 biasanya ada kelas besar yang diisi oleh jumlah mahasiswa yang banyak dan kelas kecil untuk kelas yang jumlah mahasiswanya sedikit.

Sedangkan untuk jenjang pendidikan Strata 2 ada kelas dengan ukuran kecil, kelas mentoring dengan professor dan juga advance discussion.

Pada jenjang pendidikan Strata 1, kebanyakan usia mahasiswanya terbilang sama dan jika ada perbedaan, pautan umurnya tidak akan beda jauh. Sedangkan untuk jenjang pendidikan Strata 2 akan memiliki usia yang sangat beragam serta berbagai macam jenis profesi. Namun keberagaman yang ada di Strata 2 akan menjadikan mahasiswanya memiliki pemikiran yang terbuka.

Apa Itu Magister Eng atau Magister Teknik

Gelar M.Eng. adalah gemar Magister yang akan didapatkan oleh setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan Strata 2. M.Eng. sendiri adalah singkatan dari Master of Engineering.

Kebanyakan gelar M.Eng. akan digunakan oleh universitas yang ada di luar negeri atau bisa juga pada negara yang memiliki sistem Anglo-Saxon. Sedangkan untuk Indonesia sendiri, gelar M.Eng. akan setara dengan Magister Teknik atau M.T.

Peluang Kerja Magister Teknik

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika setiap jenis pekerjaan selalu bisa didukung dengan latar belakang jenjang pendidikan seseorang. Di mana ketika seseorang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, peluang kerja yang didapatkan juga akan semakin besar.

Nah, untuk itu mereka yang memiliki gelar M.Eng. atau Magister Engineering juga akan mendapatkan pekerjaan yang cukup baik. Di bawah ini ada beberapa jenis pekerjaan yang bisa didapatkan oleh lulusan Magister Teknik atau M.Eng.

Peluang Kerja Magister Teknik Informatika

Teknik Informatika menjadi salah satu bidang studi yang ada di bawah gelar Magister Teknik. Tentunya bagi mereka yang mendapatkan gelar Magister Teknik juga akan memiliki peluang kerja yang cukup terbuka. Nah, agar Anda makin tahu apa saja peluang kerja lulusan Magister Teknik Informatika, berikut penjelasannya.

1. Dosen IT

Jika Anda memang tertarik dalam dunia pendidikan, tentunya menjadi seorang dosen IT dengan bebekal gelar Magister M.Eng. adalah pilihan yang bisa diambil. Pasalnya, saat ini, Magister Teknik bisa mengabdikan dirinya di kampus negeri maupun swasta. Dari segi gaji mungkin tidak sebesar seorang teknisi, namun tentunya jasa yang Anda miliki bisa terus dikenang bahkan turut memajukan kehidupan bangsa ini.

 

2. Teknopreneur

Kemajuan teknologi yang semakin pesat tentunya akan menjadikan peluang besar bagi Anda yang memiliki gelar Magister Teknik untuk menjadi seorang pebisnis. Memiliki gelar Magister Teknik tentunya akan menjadikan Anda lebih melek tentang teknologi komputer. Bahkan, untuk memulai bisnis, Anda bisa memanfaatkan teknologi digital agar semua proses bisa berjalan dengan lebih mudah.

3. Manager IT

Memiliki gelar Magister Teknik dalam bidang studi Teknik Informatika juga akan menjadikan Anda lebih mudah menduduki posisi manager IT. Di mana saat ini perusahaan-perusahaan besar kerap membutuhkan manager IT dengan orang yang memang benar-benar mengerti di bidangnya.

Sedangkan untuk tugas dari seorang manager IT adalah memimpin serta mengarahkan para teknisi IT yang berada di bawah pengawasannya. Selain itu, Anda juga membutuhkan pengetahuan secara menyeluruh tentang pengelolaan IT. Tak hanya itu saja, pasalnya kemampuan kepemimpinan Anda juga harus baik dan kompeten ketika memang menginginkan posisi manager IT.

4. Project Manager

Seorang lulusan Magister Teknik dalam bidang studi Teknik Informatika juga bisa menjadi seorang project manager. Di mana  tugas dari seorang project manager adalah memimpin project yang berhubungan dengan bidang IT.

Selain itu, mereka juga memastikan keberhasilan project yang dipimpinnya. Mulai dari menginisiasi proyek, merencanakan, mengeksekusi, memonitor bahkan hingga ke bagian closing juga menjadi tugas dari seorang project manager.

5. Konsultan IT

Meskipun saat ini, dunia teknologi berkembang begitu pesat, tetapi tak semua orang tahu akan seluk beluk kemajuan teknologi. Secara mudahnya, ada beberapa orang yang membutuhkan bantuan seseorang dalam bidang teknologi yang mengerti apa yang mereka butuhkan, misalnya untuk kemajuan bisnis dengan bantuan teknologi terkini.

Nah dalam hal tersebut seorang Magister Teknik bidang Teknik Informatika bisa menempati posisi sebagai konsultan IT. Di mana nantinya seorang konsultan IT akan memberikan nasihat, anjuran maupun saran dalam bidang IT kepada para klien.

Oleh karena itu, seorang konsultan IT dituntut untuk memiliki keahlian dan pengetahuan ilmu yang cukup luas dalam bidang IT agar bisa memberikan saran yang tepat.

6. Trainer IT

Jika Anda hanya memiliki keahlian dalam satu hal khususnya bidang IT, maka Anda bisa mencoba menempatkan diri sebagai trainer IT. Pasalnya, seorang trainer IT hanya perlu mendalami satu keahlian khusus saja dan tentunya tidak akan serumit menjadi konsultan IT. Dengan begitu, Anda juga akan semakin mudah menjadi seorang trainer IT.

7. Cyber Security analyst

Kemajuan teknologi yang begitu pesat tentunya juga memiliki celah. Salah satunya adalah rawan akan kejahatan pencurian data penting. Nah, dalam hal ini diperlukan sebuah sistem keamanan agar bisa mencegah terjadinya pembobolan data.

Salah satunya adalah dengan menggunakan seorang ahli dalam bidang cyber security analyst. Jika Anda seorang cyber security analyst, maka Anda akan melakukan perlindungan terhadap data yang ada di sistem kantor agar tetap aman dan tentunya ketika ada indikasi pembobolan data, Anda juga harus bisa mengatasinya. .

Peluang Kerja Magister Teknik Sipil

Gelar Magister teknik pada bidang studi Teknik Sipil juga akan bisa memberikan peluang kerja yang cukup besar pada para lulusannya. Tentunya jenis pekerjaan tersebut juga memiliki gaji yang fantastis. Nah, agar Anda makin jelas apa saja jenis pekerjaan seorang lulusan Magister Teknik dalam bidang studi Teknik Sipil, berikut adalah penjelasanya.

1. Dosen Teknik Sipil

Sama seperti dengan lulusan Magister Teknik lainnya, mereka yang memiliki gelar Magister Teknik dalam bidang studi Teknik Sipil juga bisa menjadi seorang dosen. Di mana posisi dosen tersebut bisa di universitas negeri maupun swasta.

2. Manager Konstruksi

Manager konstruksi menjadi salah satu posisi pekerjaan yang bisa diisi oleh lulusan Teknik Sipil. Di mana dalam pekerjaan ini juga dibutuhkan orang dengan kemampuan kepemimpinan yang baik.

Pada dasarnya, seorang manajer konstruksi akan bekerja sama dengan para arsitek serta surveyor untuk memastikan setiap proses pembangunan bisa berjalan dengan ketentuan yang telah direncanakan.

Selain itu, para manajer konstruksi juga harus melakukan pengawasan dan juga pengarahan ketika proses pembangunan sedang berjalan. Oleh karena itu, sebagai manajer konstruksi yang baik, tentunya kemampuan komunikasi yang kalian miliki juga harus mumpuni.

3. Side Manager

Side manager menjadi salah satu jenis pekerjaan yang bisa Anda jadikan pilihan. Di mana seorang side manager akan memegang tanggung jawab dalam melakukan proses perencanaan teknis serta mengendalikan operasional suatu proyek.

Side manager nantinya akan berurusan dengan para klien dalam progress pembangunan yang akan dilakukan. Selain itu, side manager juga akan menjadi jembatan penghubung antara klien dengan pihak kontraktor.

Jadi, dapat dikatakan bahwa gelar Master Eng adalah gelar Master Engineering yang biasa digunakan di universitas luar negeri, sedangkan di Indonesia, gelar ini setara dengan Master Teknik.

Nah, itulah beberapa jenis pekerjaan yang bisa Anda jadikan peluang ketika memiliki gelar Magister Teknik. Apapun itu jenis pekerjaan yang Anda pilih, pastikan jenis pekerjaan tersebut merupakan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Hal ini karena bisa memberikan dampak pengaruh yang cukup besar terhadap karir yang Anda miliki.

Jika kamu ingin mencari buku tentang tesis, maka bisa mendapatkannya di gramedia.com. Membaca banyak buku dan artikel tidak akan pernah merugikan kalian, karena Grameds akan mendapatkan informasi dan pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Penulis: Hendrik Nuryanto



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy