in

Review Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang Karya Sabrina Ara

Apakah kamu pernah merasa bahwa kamu ingin selalu menyenangkan orang lain? Well, hal itu adalah hal yang baik, Grameds. Namun, dengan catatan bahwa kamu tidak berusaha menyenangkan semua orang. Bukan, bukan karena kamu tidak bisa melakukannya. Aku yakin kamu pasti bisa.

Tapi, apakah segala usahamu itu sepadan dengan apa yang kamu dapatkan? Apakah kamu benar-benar bahagia dengan menyenangkan orang lain? Apakah orang yang kamu buat senang juga memperlakukan dirimu sama dengan caramu memperlakukan mereka? Jika jawabannya tidak, maka kebiasaan itu kiranya harus diubah.

button cek gramedia com

Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang karya Sabrina Ara ini memiliki 176 halaman dan diterbitkan oleh Syalmahat Publishing pada tanggal 9 April 2021. Buku ini mengingatkan tentang pentingnya mengutamakan diri dan tidak berusaha untuk menyenangkan semua orang. Sebab, pada akhirnya, orang lain tidak akan membahagiakan kamu. Yuk kita pelajari bersama tentang buku ini dengan membaca artikel ini hingga selesai!

Profil Sabrina Ara – Penulis Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang

Sabrina Ara adalah istri dari CEO Ruang Guru, Belva Devara. Perempuan yang memiliki paras cantik dan menarik ini terkenal karena kesibukannya dan prestasinya di dunia modeling. Sabrina juga pernah menjadi presenter dalam sebuah acara di stasiun televisi Trans 7, Jejak Petualang.

Tidak hanya itu, perempuan yang lahir pada 26 Juni 1995 ini telah meraih beberapa gelar di bidang IT. Sabrina merupakan alumni lulusan Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada. Selain pintar dan sukses dalam bidang akademik, Sabrina juga menunjukan kepintarannya dalam bidang non-akademik, terutama di bidang tari. Lewat tari, Sabrina sudah banyak menerima beberapa penghargaan. Sabrina telah menorehkan prestasi yang mengesankan dalam berbagai bidang.

Pada tahun 2019, Sabrina mewakili Provinsi Riau sebagai perwakilan dalam sebuah kontes kecantikan bergengsi, Putri Indonesia. Di ajang tersebut, Sabrina berhasil memenangkan gelar top 3 untuk Kostum Tradisional Terbaik. Selain berprestasi di ajang Putri Indonesia, Sabrina Ara juga telah meraih berbagai penghargaan dari ajang-ajang internasional di Amerika Serikat, Prague, London, Praha, dan California.

Adapun Sabrina melanjutkan studi S2-nya di Amerika Serikat, di Massachusett Institute of Technology (MIT), yang merupakan salah satu sekolah teknologi terkemuka di dunia, untuk dua program studi sekaligus. Seperti yang kita ketahui, persaingan untuk masuk ke perguruan tinggi di luar negeri sangat ketat dan membutuhkan persiapan yang ekstra. Oleh karena itu, pencapaian besar seperti ini layak diapresiasi.

Meskipun masih muda, Sabrina sudah terjun ke dunia startup dan membangun karier disini. Salah satunya adalah Kultur Nusantara (Kultura), yang telah didirikan sebelum tahun 2019. Kultura didirikan pada tahun 2016 dan fokus utama dari startup ini adalah social enterprises yang  menyediakan pengalaman menarik bagi penggunanya, pengguna akan dimanjakan dengan cerita yang bersifat edukatif dan otentik. Startup ini telah meraih penghargaan sebagai Runner Up 1 Pemuda Inspiratif dari Kemenpora di Tangerang pada tahun 2018.

Tidak cukup berkarier di bidang bisnis saja, Sabrina juga menyelami dunia kepenulisan. Sampai saat ini, Sabrina Ara telah melahirkan cukup banyak karya secara konsisten. Karya-karyanya sebagai berikut.

  • Menjadi Manusia Istimewa (2019)
  • Rahasia Bersikap Tenang Dalam Kondisi Apa Pun (Situasi Apa Pun Dapat Kita Taklukkan) (2019)
  • Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang (2021)
  • Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang (2021)
  • Berdamai Dengan Rasa Cemas (2022)
  • Hidup Itu Murah, Yang Mahal Gengsi Kita (2023)
  • Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan (2023).

Sinopsis Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang

button cek gramedia com

Sudah berusaha sangat keras, tapi tidak pernah dianggap. Sudah memberikan semuanya, tetapi tetap tidak bernilai atau berharga di mata mereka. Perjuangan ini sangat melelahkan. Apa yang sebenarnya salah? Apa yang harus dilakukan lagi?

Jika kamu masih terjebak dalam upaya untuk menyenangkan semua orang, kebahagiaan dirimu pasti akan berkurang. Waktu yang kamu miliki pun tak akan cukup untuk melakukan semua upaya itu. Satu-satunya saran paling bijak untuk situasi ini adalah berhenti. Berhenti menuruti keinginan semua orang dan mulai mendengarkan apa yang dirimu sendiri inginkan. Sayangi dirimu sendiri.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Dengan keberadaan buku berjudul Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang ini, kamu tidak sendirian. Buku ini menyajikan kisah-kisah sederhana yang kerap dialami banyak orang, sehingga bisa menemani kamu dalam perjalanan mencintai diri sendiri. Di dalamnya, ada cerita yang tak menyenangkan dalam hidup, bagaimana cara pandang mayoritas terhadap masalah, mengenai dunia yang tak ramah, hingga cara menghadapi dunia supaya hidup tetap bahagia.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros
  • Memuat kisah-kisah sederhana dan relate dengan pembaca.
  • Dituliskan dengan gaya bahasa ringan dan mudah dimengerti.
  • Menjadi teman dalam perjalanan mencintai diri sendiri.
  • Bersifat reflektif dan motivasional.
  • Memberikan banyak pembelajaran praktis.
  • Jumlah halaman tidak terlalu banyak.
Cons
  • Menuai kontra akan sistem dunia yang menuntut untuk menyenangkan orang lain.

Kelebihan Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang

button cek gramedia com

Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang karya Sabrina Ara, penulis yang sangat berbakat ini memiliki banyak kelebihan. Buku karyanya yang satu ini menyajikan kisah-kisah sederhana yang sangat relate dengan kehidupan pembaca. Konflik-konflik yang diangkat merupakan masalah yang banyak menimpa masyarakat, yakni tentang menjadi people pleaser. Hal ini membuat pembaca dapat dengan mudah memahami bagaimana perasaan ketika menghadapi situasi yang diceritakan.

Narasi dalam buku ini juga dituliskan dengan gaya bahasa yang ringan sehingga mudah dimengerti. Narasi yang disajikan dengan singkat dan padat mengalir dengan baik. Narasi-narasi tersebut bagaikan teman seperjuangan pembaca yang mengalami nasib yang sama. Maka dari itu, pembaca bisa menemukan penguatan melalui buku ini. Apalagi, buku ini bersifat reflektif dan motivasional.

Tentunya, buku ini juga memberikan banyak pembelajaran bagi para pembacanya. Bukan hanya untuk dimengerti, melainkan untuk dipraktikan di dunia nyata. Melalui beberapa pandangan baru tentang tidak perlunya menyenangkan semua orang, dapat mengubah keseluruhan pola pikir dan kehidupan pembaca. Pada akhirnya, buku yang satu ini sangat cocok menjadi buku pegangan bagi kamu yang terlalu berfokus untuk menyenangkan semua orang, didukung juga dengan halaman buku ini yang tidak tebal, jadi tidak berat kalau dibawa-bawa deh!

Kekurangan Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang

button cek gramedia com

Jika di atas tadi sudah dibahas tentang kelebihan buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang, bagian ini akan menyampaikan beberapa kekurangan dari buku ini. Pesan utama buku ini, yaitu berhenti menyenangkan semua orang, mungkin tidak sepenuhnya realistis dalam semua situasi. Dalam lingkungan profesional maupun personal, ekspektasi sosial seringkali mengharuskan kita untuk memperhatikan kepentingan orang lain agar dapat mencapai tujuan bersama dan mempertahankan keharmonisan dalam hubungan.

Prinsip berhenti menyenangkan semua orang juga bisa bertentangan dengan nilai-nilai budaya tertentu yang menekankan pentingnya kolektivitas dan kepedulian terhadap sesama. Di banyak budaya, menjaga keharmonisan sosial dan mengutamakan kepentingan kelompok di atas kepentingan individu adalah nilai yang sangat dihargai. Oleh karena itu, ajakan ini mungkin tidak resonan dengan orang-orang yang tumbuh dalam budaya yang sangat menghargai kebersamaan dan saling membantu.

Penerapan prinsip ini tanpa pemahaman yang mendalam bisa menyebabkan kesalahpahaman dan konflik. Menerapkan saran buku ini secara ekstrem tanpa mempertimbangkan konteks dan situasi dapat menimbulkan resistensi atau penolakan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, meskipun buku ini menawarkan pandangan penting tentang self-care dan menetapkan batasan pribadi, pembaca perlu bijaksana dalam menerapkannya dan tetap menyeimbangkan kepentingan pribadi dengan tanggung jawab sosial.

Pesan Moral Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang

button cek gramedia com

Seperti yang telah diketahui dari kelebihan buku ini, buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang karya Sabrina Ara ini memberikan banyak pembelajaran bagi para pembacanya. Buku ini seperti memberi pengingat kepada para pembaca bahwa kamu tidak harus membahagiakan semua orang yang ada di sekitar. Bukan kewajiban kamu membuat mereka bahagia.

Kamu juga perlu belajar untuk menutup telinga untuk tidak mendengar komentar orang-orang yang terlalu sibuk mengurusi hidup orang lain. Biarkan kamu tidak mengurusi hal-hal yang memang tidak bisa kamu kendalikan. Mari dapatkan kebahagiaan dalam hidup tanpa bergantung pada pendapat orang lain.

Grameds, itu dia sinopsis, ulasan, dan pesan moral dari buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang karya Sabrina Ara. Yuk kita ubah kebiasaan buruk kita dan konsisten melakukan kebiasaan baik! Bagaimana caranya? Pelajari dalam buku yang tersedia hanya di Gramedia.com! Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

Rahasia Bersikap Tenang Dalam Kondisi Apa Pun

Rahasia Bersikap Tenang Dalam Kondisi Apa pun

button cek gramedia com

Kehidupan adalah rantai masalah sambung menyambung hingga dunia berakhir. Tidak ada satu pun manusia yang tidak pernah tidak mengalami masalah sekali pun selama hidupnya. Keseharian masalah justru menghubungkan manusia satu dengan yang lain, mempertemukan kebutuhan dengan si pencari, mengeratkan yang lepas kepada yang memiliki. Masalah hadir sebagai ujian yang bisa jadi membawa perubahan nasib, entah baik atau buruk. Semua tergantung bagaimana kita menyikapi masalah tersebut.

Berangkat dari masalah yang tidak mungkin luput dari hidup, buku Rahasia Bersikap Tenang Dalam Kondisi Apa pun (Situasi Apa pun Dapat Kita Taklukan) ini hadir untuk menawarkan harapan baik. Harapan harus dikibarkan sebagai penunjuk jalan agar kita tidak tersesat pada alamat yang salah. Harapan baik, perubahan terjadi ketika Anda dapat menghadapi masalah dengan tenang.

Hidup Itu Murah Yang Mahal Gengsi Kita

Hidup Itu Murah Yang Mahal Gengsi Kita

button cek gramedia com

Ketika kebutuhan hidup sudah menjadi gaya hidup, maka yang sedang kita beli tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga membeli gengsi. Bagi kalangan berduit, bukan masalah besar untuk membeli segelas kopi di Starbucks setiap hari. Namun, bagi orang-orang yang memaksakan diri demi gengsi, itu akan jadi masalah yang berarti. Dan, sayangnya, orang-orang zaman sekarang lebih berani menempuh kesulitan yang dibuatnya sendiri.

Mereka berani berhutang, berbohong, berpura-pura, dan bertindak cela untuk memenuhi gengsinya yang tinggi. Padahal, hidup ini sebenarnya murah, biaya gengsi kitalah yang menjadikannya mahal. Gaya hidup mencerminkan pola hidup seseorang dalam menggunakan uang dan waktunya. Kemajuan teknologi dan mudahnya akses sosial media mempertunjukkan tren terkini berpengaruh terhadap gaya hidup. Padahal bagi orang yang memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup mahal demi gengsi, akan berakhir menjadi sebuah masalah.

 

Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan

Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan

button cek gramedia com

Demi label kesuksesan yang dicapai lebih cepat, kita rela menjadi orang yang miskin waktu dan memiliki kebahagiaan yang tidak menentu. Belum lagi jika kesehatan terganggu karena mesin dalam tubuh terus terpacu. Apakah tidak sayang dengan diri sendiri?

Nyatanya, hidup cepat tidak selalu tepat untuk semua orang. Ada yang sukanya lari, tetapi mungkin kita cocoknya berjalan kaki. Memang lebih lambat, tetapi toh pada akhirnya akan sampai juga pada tujuan. Mengapa harus memaksakan diri untuk mengambil kecepatan yang sama dengan orang lain, jika kemampuan kita berbeda?

 

Sumber:

  • https://www.scribd.com/document/673679180/512-ID-is-It-Bad-or-Good-Habits-Bagaimana-Rutinitas-Dan-Kebiasaan-Dapat-Mempengaruhi-Kehidupan
  • https://bukunesia.com/tokoh/sabrina-ara/
  • 1, 2, 3, 4 , 5

Written by Adila V M