in

Rekomendasi Film Horor Indonesia

Rekomendasi Film Horor Indonesia Terseram untuk Menguji Rasa Takut

pixabay

Indonesia memiliki banyak sekali sutradara handal dan ternama yang menghasilkan banyak film bagus. Berbagai genre mulai dari komedi, drama, sampai horor telah banyak diproduksi di Indonesia. Terutama untuk film-film horor, yang banyak digemari masyarakat.

Selain karena cerita yang menarik, ketegangan yang dibuat dalam film juga menarik perhatian penggemar film horor. Film horor Indonesia juga tak kalah bagus dengan film luar. Beberapa film Indonesia bahkan sampai diputar di berbagai negara lain. Apa saja film-film horor Indonesia yang paling seram dan menantang? Temukan jawabannya berikut ini ya.

1. Sunyi (2019)

sunyiJudul Film: Sunyi

Tahun Rilis: 2019

Pemeran: Angga Yunanda (Alex), Amanda Rawles (Maggie), Teuku Rizky (Fachri), Aya Vasco (Andre), dan Naomi Paulinda (Erika)

Film Sunyi merupakan sebuah adaptasi dari film horor Korea berjudul Whispering Corridors (1998). Jalan cerita yang diambil oleh sang sutradara, yaitu Alwi Suryadi ini bercerita tentang senioritas dan perundungan di sebuah sekolah ternama. Sunyi berdurasi 91 menit dan diproduksi oleh MD Pictures.

Film ini bercerita tentang Alex, yang menjadi siswa baru di SMA Abdi Bangsa. Sekolah tersebut sangatlah terkenal, dan memiliki reputasi yang bagus sebagai sekolah favorit. Banyak orang-orang hebat yang merupakan alumni dari sana.

Sayangnya, Alex tidak merasa senang ataupun bangga bisa masuk ke sekolah tersebut. Tradisi senioritas ternyata masih sangat kental diterapkan di sana. Tradisi memperbudak siswa kelas 1 masih terus berlangsung. Bahkan, siswa kelas 1 dilarang menggunakan perpustakaan, toilet, ataupun  kantin.

Alex sebagai siswa baru pun merasa frustasi dengan tradisi tersebut. Ia sampai menuangkan kegelisahan tersebut dalam sebuah komik. Namun rasa frustasi Alex sedikit mereda setelah berkenalan dengan siswi kelas 1 lainnya yang bernama Maggie. Ia tertarik dengan Maggie, namun sayangnya, kakak-kakak tingkat selalu mengganggu saat ia berdua dengannya.

Sampai suatu ketika, tiga kakak kelasnya yang bernama Andre, Erika, dan Fachri mengetahui bahwa Alex adalah anak paranormal. Ia dikerjai mereka untuk melakukan ritual pemanggilan roh di sekolah.

Gedung sekolah itu memang terkenal angker, sebab banyak penghuninya. Cerita hantu yang paling terkenal adalah adanya tiga orang hantu yang merupakan siswa korban perundungan. Benar saja, setelah ritual tersebut, Alex selalu diganggu oleh ketiga hantunya.

Namun tak lama setelahnya, Erika dan Fachri meninggal secara misterius. Andre pun curiga bahwa ada hubungan kematian kedua sahabatnya dengan ritual yang dilakukan Alex. Tapi ternyata kecurigaan tersebut tidaklah tepat, sebab yang membunuh Fachri dan Erika bukanlah Alex atau hantu sekolah, namun Maggie, orang yang dikagumi oleh Andre.

Untuk mengetahui alasan pembunuhan tersebut, silakan tonton langsung filmya. Begitulah kisah film horor Sunyi, yang memiliki alur berbeda dengan Whispering Corridors meski merupakan film adaptasi.

2. Pengabdi Setan (2017)

pengabdi setanJudul: Pengabdi Setan

Tahun Rilis: 2017

Pemeran: Tara Basro, Ayu Laksmi, Muzakki, Asmara Abigail, dan Fachri Albar

Film horor Indonesia terseram kedua adalah Pengabdi Setan yang rilis pada 28 September 2017. Film ini memiliki rating yang tinggi. Bahkan sempat menjadi film terlaris di box office Indonesia. Dalam ajang Festival Film Indonesia tahun 2017, Pengabdi Setan memperoleh tiga nominasi, yaitu Film terbaik, Sutradara terbaik, dan Skenario adaptasi terbaik.

Film ini bercerita tentang keluarga Rini yang selalu mendapatkan teror setelah kematian sang ibu. Rini beserta suami dan keempat orang anaknya pindah ke desa, tempat ibunya karena sang ibu sakit selama tiga setengah tahun. Ia pindah ke desa setelah rumahnya dijual untuk mengobati sang ibu. Hingga pada suatu hari ibunya tersebut meninggal dunia.

Setelah kepergian ibunya, Rini pun mencari pekerjaan. Baru setelah itu, teror satu per satu dimulai. Setiap hari selalu ada kejadian yang ganjal. Sampai sosok hantu mirip sang ibu muncul di rumah dan menghantui seluruh anggota keluarga di rumah, termasuk anak-anak Rini. Kejadian yang terus berulang membuat Rini penasaran. Hingga pada akhirnya ia menemukan fakta tentang masa lalu sang ibu.

Dulu, ibunya pernah membuat perjanjian hitam dengan roh jahat. Hal itu dilakukan karena sang ibu dan suaminya tak kunjung dikaruniai keturunan. Hingga setelah perjanjian tersebut, lahirlah Rini. Namun sampai setelah ibunya meninggal, konsekuensi atas perjanjian tersebut membuat Rini dan keluarganya harus menerima teror setiap hari. Teror itu pun berpotensi mengancam nyawa Rini dan anak-anaknya.

Itulah sinopsis dari Pengabdi Setan yang menjadi film terlaris tahun 2017 lalu juga merupakan remake dari film berjudul sama tahun 1980. Meski begitu, pembuatannya tak tanggung-tanggung. Hingga menorehkan banyak penghargaan di ajang festival film indonesia tahun 2017 lalu. Untuk merasakan kengerian dan ketegangan yang dibuat oleh arahan sutradara Joko Anwar dalam film horor ini, Anda bisa melihatnya secara langsung.

3. Perempuan Tanah Jahanam (2019)

Judul: Perempuan Tanah Jahanam

Tahun rilis: 2019

Pemeran: Tara Basro, Asmara Abigail, Christine Hakim, dan Ario Bayu

Film horor Indonesia terseram selanjutnya yaitu Perempuan Tanah Jahanam. Film yang juga disutradarai oleh Joko Anwar ini juga sangat laris, bahkan sampai ke mancanegara. Film ini bercerita tentang dua orang sahabat, yaitu Maya dan Dini. Mereka sama-sama bekerja sebagai penjaga gerbang tol. Keduanya menjadi saudara lantaran tak mempunyai siapapun lagi, termasuk orang tua.

Mereka berdua selalu mencoba bertahan hidup di tengah kekurangan dan  keterbatasan. Kegagalan demi kegagalan dalam menjalankan usaha juga selalu menghampiri. Hingga suatu ketika terjadi penyerangan di gerbang tol.

Dan sejak saat itu, kisah hidup keduanya pun dimulai. Maya mendapatkan sebuah informasi bahwa ia memiliki warisan yang ditinggalkan keluarganya di sebuah desa. Ia bersama dengan Dini yang sudah bosan hidup dalam kekurangan pun mencoba peruntungan dengan mencari harta  tersebut.

Mereka mendatangi sebuah desa yang menjadi tempat warisan orang tua Maya berada, yaitu Desa Harjosari. Namun sesampainya di sana, mereka hanya menemukan rumah besar yang kosong, juga terlihat menyeramkan. Desa tersebut juga nampak aneh, di sepanjang jalan banyak ditemui nisan atau kuburan anak-anak. Warga desa setempat juga memperlihatkan ketidaksenangan dengan kehadiran keduanya.

Hingga pada suatu hari, Dini yang sedang ditinggalkan oleh Maya mencari makan, didatangi oleh warga setempat, suruhan Ki Saptadi. Mereka berkata bahwa rumah tersebut merupakan milik Rahayu, yang menjadi pewaris.

Tanpa berpikir panjang, Dini pun mengaku-aku sebagai Rahayu. Sayangnya, ia kemudian malah dijebak dan dibunuh dengan kejam oleh ibu Ki Saptadi (Nyi Misni). Dini yang dikira Rahayu disembelih, lalu tubuhnya dikuliti. Hal itu dilakukan sebagai sebuah ritual untuk menghilangkan kutukan terhadap desa Harjosari.

Kutukan yang dialami desa Harjosari diceritakan kepada Maya, Rahayu yang asli oleh seorang pemilik warung makan. Ia bercerita bahwa rumah yang didatangi Maya adalah rumah Donowongso, seorang dalang dan juragan yang anaknya terlahir tanpa kulit. Maka demi kesembuhan anaknya, ia melakukan perjanjian dengan iblis.

Donowongso pun mengikutinya, dengan cara membunuh anak kecil, mengulitinya, dan menjadikannya sebagai pertunjukan wayang. Sejak saat itulah, anaknya bisa sembuh. Namun dengan konsekuensi, seluruh anak yang lahir di desa Harjosari lahir tanpa kulit.

Lalu ada rahasia lain, bahwa ternyata, istri Donowongso selingkuh dengan Ki Saptadi. Jadi anak yang dikira merupakan anak Donowongso ternyata anak Ki Saptadi. Maya yang mendengar hal itu pun seketika langsung marah.

Ia akhirnya pulang dan mencari Dini. Namun sayangnya, Dini telah meninggal. Setelah itu Maya tahu bahwa Dini mengaku sebagai Rahayu sehingga menjadi incaran mereka. Lalu bagaimana Maya bisa keluar dengan selamat dari desa tersebut? Maka dari itu, jika ingin merasakan kengerian film ini, tonton filmnya ya.

4. Surat dari Kematian (2020)

Judul: Surat dari Kematian

Tahun rilis: 2020

Pemeran: Endy Arfian, Carissa Perusset, Dannia Salsabilla, Jerome Kurnia, dan Eric Febrian.

Film horor Indonesia terseram keempat adalah Surat dari Kematian, yang rilis pada tahun 2020 lalu dan diperankan oleh dua aktris pendatang baru. Mereka adalah Endy Arfian sebagai Zein dan Carisa Perusset sebagai Kinan. Film horor ini disutradarai oleh Hestu Saputra, yang juga merupakan sutradara film terkenal Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar  tahun 2014.

Film ini menceritakan kisah dua orang content creator, yaitu Kinan dan Zein. Saat itu mereka tengah menggarap sebuah video bertema horor. Sebelumnya mereka hendak membagi legenda hantu urban Mbak Rohanna di Virgine Bride, Yogyakarta melalui YouTube mereka.

Sayangnya rencana tersebut gagal dilakukan. Sampai kemudian teman mereka yang bernama Pasha datang membawa sebuah berita. Ia mengaku telah melakukan hal mengerikan di pusat kota, sampai-sampai mendapatkan sebuah surat misterius. Surat dari kematian tersebut berisi sebuah ultimatum yang menyatakan, jika Pasha tidak melakukan apa yang diperintahkan dalam surat tersebut, maka ia akan mati. Kinan dan Zein pun merinding mengetahui surat itu.

Akan tetapi, mereka kemudian memutar otak. Karena konten horor yang direncanakan sebelumnya gagal, mereka pun berniat menyelidiki apa yang disampaikan Pasha. Berdasarkan surat itu, mereka melakukan penyelidikan ke sebuah bangunan tua yang konon pernah digunakan seseorang bunuh diri.  Seseorang tersebut adalah mahasiswa kampus mereka tahun lalu bernama Darius.

Sayangnya, baru memulai penyelidikan, teror surat baru sudah kembali muncul. Gangguan lain juga mulai mereka alami. Kinan percaya bahwa hal tersebut adalah sebuah pembunuhan berencana. Sebaliknya, Zein menduga itu semua adalah perbuatan hantu Darius. Jika ingin tahu jawaban dari misteri surat dari kematian tersebut, silakan untuk menonton langsung filmnya.

5. Sebelum Iblis Menjemput (2018)

Judul: Sebelum Iblis Menjemput

Tahun rilis: 2018

Pemeran: Chelsea Islan (Alfie), Pevita Pearce (Maya), Ray Sahetapy (Lesmana), dan Karina Suwandi (Laksmi)

Film horor Indonesia terseram selanjutnya adalah Sebelum Iblis Menjemput. Film horor yang sampai tahun 2021 sudah mencapai part 2 ini disutradarai oleh Timo Tjahjanto. Ia menyandingkan kemampuan akting dua artis ternama Indonesia, yaitu Chelsea Islan yang menjadi Alfie dan Pevita Pearce yang menjadi Maya.

Film ini dimulai dengan cerita Alfie, yang masih berusia muda, umurnya sekitar 20 tahun. Namun kehidupan kelam sudah harus dijalaninya. Ibunya meninggal secara misterius. Ayahnya kemudian menikah lagi, dan memiliki seorang anak. Ia pun tinggal sebatang kara, padahal ayahnya adalah orang yang sangat kaya.

Sayangnya, ayah Alfie pun kemudian sakit-sakitan, dan jatuh bangkrut. Tak lama kemudian, ayahnya juga meninggal dunia dengan tak wajar. Mengetahui hal ini, Alfie penasaran dan ingin mengetahui penyebab meninggalnya sang ayah.

Akhirnya ia memutuskan untuk datang ke villa, tempat ayahnya tinggal. Di sana ia bertemu dengan ibu tirinya, Laksmi dan saudara tirinya, Maya. Keduanya nampak tak senang dengan kehadiran Alfie.

Hingga pada suatu ketika, Alfie mengetahui maksud lain dari Laksmi dan Maya. Setelah datang ke villa, Alfie, Laksmi dan Maya juga terus mengalami teror mengerikan dari para iblis. Hingga pada akhirnya, rahasia besar ayah Alfie terkuak di villa tersebut. Lalu bagaimana kisah Alfie dan Maya selanjutnya? Untuk mengetahui kelanjutan kisah horor film garapan Timo ini, silakan tonton filmnya secara langsung.

Alur yang ada di film ini memang tak bisa ditebak, ceritanya juga cukup menegangkan. Film ini bisa menjadi rekomendasi tontonan di kala senggang. Film Timo bergenre horor lainnya juga tak kalah menarik, seperti Killers, Rumah Dara, dan The Night Come for Us.

6. Mata Batin (2017)

Judul: Mata Batin

Tahun Rilis: 2017

Pemeran: Jessica Mila (Alia), Bianca Hello (Abel), Denny Sumargo (Davin), dan Citra Prima (Bu Windu).

Film horor Indonesia terseram berikutnya yaitu Sebelum Iblis Menjemput. Film ini  menceritakan kisah seorang Jessica Mila yang menjadi Alia. Sebelum orangtuanya meninggal, ia tinggal di Bangkok. Namun setelah keduanya meninggal, Alia memutuskan untuk meninggalkan Bangkok dan kembali ke Indonesia.

Ia bersama adiknya, Abel, pulang ke Jakarta dan tinggal di tempat cukup terpencil tempat mereka kecil dulu. Abel adalah tipe orang yang penakut dan sering bertindak aneh. Sehingga ia juga merasa tidak menyukai rumah itu dan mengatakan bahwa ada orang lain di sana, selain mereka berdua.

Mereka akhirnya ditemani oleh pacar Alia, yaitu Davin. Namun keduanya tak pernah menghiraukan apa yang dikatakan Abel. Namun sikap Abel yang semakin hari semakin tidak wajar, membuat Alia hendak membawanya ke psikiater.

Abel pun menolak, ia malah mengatakan bahwa mata batinnya telah terbuka sejak kecil, sehingga ia dapat melihat orang-orang yang telah mati. Untuk membuat Alia percaya, Abel pun membawanya ke Bu Windu. Ia adalah seorang paranormal yang selama ini membantu Abel. Alia pun meminta mata batinnya dibuka.

Semenjak mata batinnya dibuka, Alia mulai dapat melihat sosok-sosok tak kasat mata. Sehingga ia akhirnya dimintai tolong oleh banyak orang yang telah meninggal. Sayangnya, penghuni rumah Alia justru mengganggunya.

Energi negatif mereka begitu jahat, sehingga kerap menyakiti Alia. Bahkan mengancam keselamatan Alia dan Abel. Akhirnya mereka pun meminta bantuan Bu Windu. Lalu apa yang terjadi setelahnya? Untuk mengetahui kelanjutan kisah Alia dan Abel yang menyeramkan, tonton filmnya sampai selesai dan rasakan kengeriannya.

Itulah beberapa film horor Indonesia terseram yang recomended bagi pecinta film horor. Bagi Anda yang suka menantang diri dengan film-film yang menegangkan, film horor Indonesia tak kalah seru dengan horor dari luar negeri. Beberapa bahkan sudah sampai ke bioskop di luar negeri.

Rekomendasi Novel Horor

Selain itu, beberapa film juga diadaptasi dari novel. Jika Anda ingin merasakan kengerian lewat membaca buku,

Wingit

  1. Novel Wingit
    tombol beli buku

Wingit merupakan novel bergenre horor yang mengisahkan mengenai pengalaman Sara Wijayanto yang menemui sosok tak kasat mata. Novel ini terdiri dari tujuh bab, yang setiap babnya mengisahkan mengenai sosok berbeda yang berada di perumahan kosong yang terletak di Jakarta Timur. Bagian awal dari masing-masing bab dalam novel ini dimulai dengan awal mula pertemuan Sara Wijayanto dengan sosok yang akan diceritakan.

Kemudian sosok tersebut menceritakan mengenai kisah hidupnya. Salah satu sosok yang diceritakan dalam novel ini adalah Siti. Siti menceritakan mengenai kisah hidupnya yang tidak dapat memilih jalannya sendiri karena lingkungan yang memaksa harus hidup dalam sisi gelap. Namun, dalam kegelapan hidup yang dijalaninya, Siti melihat sebuah cahaya dan berusaha untuk meraihnya unntuk meninggalkan kehidupan kelamnya. Namun, takdir Siti menentukan jalan lain. Semuanya harus terenggut sebelum Siti berhasil meraihnya.

Beberapa sosok lain yang dikisahkan dalam novel ini, yaitu sosok Ningsih, Marni, dan Mary. Sara Wijayanto menceritakan semua sosok dalam novel ini dengan cukup detail dan menggunakan sudut pandang orang pertama sehingga pembaca dapat lebih mendalami dan merasakan isi cerita. Penjelasan masing-masing sosok dibuat dengan sangat jelas. Masing-masing sosok yang diceritakan dalam buku ini juga dibuatkan sebuah ilustrasi yang menggambarkan bagaimana sosok tersebut.

Novel Wingit ditulis oleh Sara Wijayanto dan diterbitkan pada akhir tahun 2020. Novel dengan jumlah halaman 256 ini dijual seharga Rp75.000,00 di Gramedia.com. Bagi kalian yang tertarik dan penasaran dengan kisah pertemuan Sara dengan tujuh sosok tak kasat mata serta kisah hidup dari masing-masing sosok tersebut dapat membeli novel ini melalui tautan berikut.

 

Jurnal Risa : Mamat Ujang

Jurnal Risa : Mamat Ujang

Jurnal Risa : Mamat Ujang

tombol beli buku

amat—tak usah disebut modol-nya—sudah lama aku kenal. Hanya saja karena Peter CS takut, aku jadi jarang memanggilnya. Mau tak mau, jika mereka tak suka, aku pun tak suka. Sedangkan Ujang, aku tak begitu kenal karena dia baru muncul belakangan ini saja. Seringnya kuanggap dia caper. Kupikir kalian juga tak akan tertarik pada dua sosok ini, nyatanya aku salah. Aku baru sadar bahwa ada yang berbeda dari dua hantu laki-laki itu. Keduanya merupakan jiwa periang yang membuat keadaan di sekitar menjadi hangat. Lokasi syuting yang menegangkan dapat dibuat cair oleh Mamat dan Ujang. Penampilan keduanya bisa dibilang cukup menyeramkan, tapi polah tingkah mereka sangat berbeda dibanding sosok-sosok lain yang pernah aku ceritakan. Saat kuberi tahu tentang rencana menuliskan Mamat-Ujang, berbagai respons muncul dari kalian yang bersemangat ingin lebih jauh mengenal mereka. Gila pikirku, zaman sekarang hantu benar-benar tak ada harga dirinya sampai-sampaibanyak manusia yang tak lagi takut kepada mereka. Lalu aku kembali berpikir, Bukankah itu tujuanku? Membuat kalian tak lagi takut pada hantu? Selamat datang kembali di Jurnal Risa, kali ini bersama Mamat dan Ujang.

 

Kisah Tanah Jawa : Tikungan Maut

Kisah Tanah Jawa : Tikungan Maut

Kisah Tanah Jawa : Tikungan Maut

tombol beli buku

“Jalan yang berkelok dan menanjak, cukup membuatku mual. Sampai pada ujung jalan menanjak, sebuah cahaya lampu menembus dari arah berlawanan. Bunyi klakson terdengar bersahutan di telinga. Sepersekian detik kemudian hantaman pertama merusak bus bagian depan, membuat bus hampir terguling. Seluruh penumpang terlempar keluar dari kursinya. Belum sempat kami membetulkan posisi, dari belakang tiba-tiba datang lagi hantaman kedua. Kondisi bus kini ringsek terhimpit dua truk. Kemudian, terdengar suara ledakan, seketika api dengan cepat membakar bagian depan merambat ke bagian belakang bus. Teriakan kesakitan menyeruak bersama isak tangis yang memutus kehidupan. (Wati, korban) “Saya menyaksikan kobaran api begitu besar, ketika serombongan manusia dalam bus itu terpanggang hidup-hidup. Tidak ada bala bantuan.” (Saksi – pedagang pinggir jalan) Rabu malam, 8 Oktober, 2003, jadi hari terakhir bagi Wati dan juga teman-temannya yang kembali dari study tour ke Bali. Bus mereka terbakar dan meledak setelah dihantam dua truk di dekat pintu PLTU Paiton, Jawa Timur. Tim Kisah Tanah Jawa mendatangi tempat kejadian yang memang dikenal sebagai kawasan rawan kecelakaan ini. Apa yang sebenarnya terjadi? Buku Kisah Tanah Jawa: Tikungan Maut mencoba menjawabnya.”

 

Gong Nyai Gandrung

Gong Nyai Gandrung

Gong Nyai Gandrung

tombol beli buku

 

Sebagai pengantin baru, Waru dan Kintan, mulai berburu rumah untuk mereka tempati berdua. Pilihan mereka pun jatuh pada sebuah rumah di daerah Magelang. Saat melihat foto-foto rumah itu dari sang broker, seketika mereka jatuh cinta dengan penampakan setiap ruangannya. Pertama tiba di rumah itu, mereka disambut Pak Wage dan Mbok Jum, sang penjaga rumah, yang begitu ramah dan siap sedia membantu mereka. Semakin menelusuri rumah besar itu, mereka mulai menemukan ruangan-ruangan baru yang menimbulkan banyak pertanyaan. Apalagi pendopo di halaman belakang, yang tak ditunjukkan sang broker dalam foto-fotonya; ruang bawah tanah, tempat koleksi buku-buku tua berbahasa Jawa dan Belanda, serta lukisan-lukisan sosok kuda; dan peralatan gamelan beserta gongnya yang menumpuk debu di gudang. Setelah menemukan gong itu, Waru dan Kintan mulai dihantui mimpi buruk, bahkan terbangun tengah malam, mendengar suara kuda, dan melihat sosok yang kemudian menghilang. Sebenarnya ada apa di rumah itu?

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Rekomendasi Film Horor



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy