in ,

Contoh Simbiosis Komensalisme: Pengertian dan Ciri-Cirinya

Sumber: Pexels

Contoh simbiosis komensalisme – Dalam mata pelajaran biologi, Grameds tentu belajar tentang materi simbiosis. Simbiosis merupakan istilah yang merujuk pada interaksi yang terjadi antara makhluk hidup, entah itu tumbuhan, hewan atau bahkan manusia.

Setiap makhluk hidup, tentu akan saling berinteraksi dengan makhluk hidup yang lain. Ketika terjadi interaksi itulah, maka akhirnya membentuk suatu hubungan simbiosis.

Simbiosis terbagi menjadi tiga, di antaranya adalah simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme dan terakhir simbiosis parasitisme. Nah, apa definisi dari ketiga jenis simbiosis tersebut? Dan apa contoh simbiosis komensalisme serta penjelasannya? Simak artikel ini hingga akhir untuk memahami materi simbiosis komensalisme ya!

Pengertian dan Jenis-jenis Simbiosis

contoh simbiosis komensalisme
Sumber: Pexels

Sebelum membahas tentang simbiosis komensalisme lebih lanjut, ada baiknya jika Grameds mengetahui dan memahami definisi dari istilah simbiosis lebih dulu. Seperti yang diketahui, bahwa setiap makhluk hidup yang ada di Bumi membutuhkan kehadiran dari makhluk hidup yang lain.

Karena setiap makhluk hidup saling bergantung satu sama lain, seperti tumbuhan yang membutuhkan manusia untuk merawatnya atau manusia membutuhkan tumbuhan sebagai sumber pangan. Begitu pula dengan makhluk lainnya. Nah, interaksi yang terjadi antara makhluk hidup ini disebut sebagai simbiosis.

Istilah simbiosis sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah hidup bersama. Simbiosis adalah seluruh jenis interaksi biologi yang terjadi dalam jangka panjangs erta dekat antara dua organisme biologis yang berbeda. Setiap organisme yang memiliki keterlibatan tersebut, disebut sebagai simbion di mana simbion ini bisa berasal dari berbagai spesies berbeda atau bahkan sama.

Pada dasarnya, hubungan makhluk hidup dengan lingkungan erat kaitannya dengan kelangsungan hidup dari makhluk itu sendiri. Kelangsungan hidup makhluk tersebut dapat dilihat melalui alur rantai makanan serta jaring-jaring makanan.

Simbiosis terbagi menjadi tiga jenis, ketiga jenis interaksi atau simbiosis tersebut ada yang menguntungkan, merugikan serta netral. Berikut penjelasan dari ketiga jenis simbiosis tersebut.

  • Simbiosis Mutualisme

Jenis simbiosis pertama adalah simbiosis mutualisme yaitu ketergantungan antara dua makhluk hidup dan interaksi yang terjadi antara dua makhluk hidup tersebut saling menguntungkan. Artinya dalam simbiosis mutualisme, kedua organisme saling untung dan tidak ada yang rugi.

Karena saling menguntungkan, makhluk hidup yang berhenti melakukan simbiosis mutualisme justru akan mengalami kerugian. Oleh sebab itu, makhluk hidup yang terikat pada simbiosis mutualisme berharga dan bernilai bagi satu sama lain demi kelangsungan hidupnya.

Contoh dari simbiosis mutualisme adalah kupu-kupu dan lebah dengan bunga. Kupu-kupu dan lebah diuntungkan karena mendapatkan makanan dari bunga, akan tetapi bungan juga diuntungkan karena proses penyerbukannya dibantu oleh kupu-kupu dan lebah.

  • Simbiosis Parasitisme

Apabila simbiosis mutualisme adalah interaksi antar makhluk hidup yang saling menguntungkan, maka simbiosis parasitisme adalah kebalikan dari simbiosis mutualisme. Sebab, pada interaksi parasitisme ada salah satu pihak yang menerima keuntungan, akan tetapi pihak lainnya dirugikan.

Contoh dari simbiosis parasitisme adalah parasit dengan inangnya. Berbagai macam mikroorganisme penyakit yang hidup dalam tubuh manusia, hewan atau tumbuhan yang sifatnya adalah sebagai parasit.

Parasit dapat hidup serta memperoleh makanannya dari inang, yaitu tubuh manusia, tumbuhan atau hewan. Akan tetapi parasit tidak memberikan apa-apa pada inang atau bahkan merugikan, sebab parasit mengambil zat gizi dan energi dari inangnya.

  • Simbiosis Komensalisme

Jenis simbiosis yang terakhir adalah simbiosis komensalisme yang akan dibahas dengan detail pada artikel satu ini. Simbiosis komensalisme merupakan ketergantungan dari dua makhluk hidup. Simbiosis satu ini dianggap sebagai simbiosis yang netral, karena ketika salah satu makhluk mendapatkan manfaat dan keuntungan dari makhluk lainnya, makhluk lain yang berinteraksi tidak merasakan kerugian maupun keuntungan.

Lebih lanjut tentang simbiosis komensalisme, berikut penjelasannya.

Pengertian dan Ciri-ciri Simbiosis Komensalisme

contoh simbiosis komensalisme
Sumber: Pexels

Istilah komensalisme berasal dari dua kata yaitu com yang artinya adalah bersama dan mensa yang artinya adalah meja. Komensalisme atau commensal dalam bahasa Latin , dapat didefinisikan sebagai makanan yang terletak pada meja yang sama. Bahasa Latin pada abad pertengahan, menyebut istilah commensalis yang diartikan sebagai berbagi meja.

Menurut laman National Geographic, simbiosis komensalisme dapat diartikan sebagai hubungan atau sebuah interaksi dari satu spesies yang hidup dengan spesies lain yang berperan sebagai inangnya.

Dalam simbiosis komensalisme, spesies yang menjadi inang tidak mendapatkan suatu keuntungan tertentu, akan tetapi juga tidak dirugikan oleh hubungan tersebut. Simbiosis yang mendapatkan manfaat dari simbiosis komensalisme, kemungkinan akan memperoleh tempat berlindung, nutrisi atau penggerak dari spesies inangnya. Sedangkan, spesies inang tidak akan mengalami suatu perubahan maupun mendapatkan sesuatu dari simbiosis komensalisme.

Simbiosis komensalisme juga dapat didefinisikan sebagai proses terjadinya interaksi antara dua makhluk hidup yang menguntungkan salah satunya dan tidak memberikan efek tertentu pada inangnya. Kondisi ini merupakan kondisi yang lumrah serta wajar terjadi, baik itu pada hewan, manusia atau bahkan tumbuhkan.

Simbiosis komensalisme dapat diketahui atau dikenali dengan mengetahui ciri-ciri dari simbiosis ini. Berikut beberapa ciri-ciri dari simbiosis komensalisme yang perlu Grameds pahami.

    1. Hanya ada satu pihak yang diuntungkan. Seperti halnya jenis-jenis simbiosis yang lain, yaitu simbiosis mutualisme, parasitisme dan lainnya, simbiosis komensalisme juga terjadi antara dua makhluk entah itu dengan satu spesies yang sama atau spesies yang berbeda. Simbiosis komensalisme memiliki perbedaan dari interaksi antar makhluk hidup yang lain, sebab pada interaksi komensalisme, hanya ada satu pihak yang diuntungkan.
    2. Pihak lain tidak dirugikan atau tidak diuntungkan. Meskipun makhluk hidup atau spesies tertentu menempel, atau hidup di inangnya dan mendapatkan manfaat dari inangnya, akan tetapi sang inang tidak diuntungkan atau bahkan dirugikan oleh makhluk hidup yang menempel.
      Artinya, inang tersebut tidak merasakan atau menerima efek tertentu dari makhluk yang menempel dan hidup. Tidak ada akibat yang dirasakan oleh pihak inang dalam proses interaksi komensalisme.
    3. Tidak memberikan pengaruh tertentu. Ciri ketiga dari simbiosis komensalisme adalah pihak yang ditempeli atau menjadi inang, biasanya tidak merasakan pengaruh apapun atau tanpa efek. Makhluk hidup yang menjadi inang juga tidak terpengaruh dari aktivitas makhluk hidup yang menempel padanya.
      Oleh karena itu, kedua makhluk hidup yang terlibat dalam simbiosis komensalisme dapat melangsungkan hidup dengan baik, meskipun tanpa terjadinya interaksi.
    4. Biasanya terjadi pada dua makhluk hidup yang berasal dari kingdom yang sama. Biasanya interaksi atau simbiosis komensalisme terjadi hanya pada kingdom makhluk hidup yang sama. Contohnya seperti hewan dengan hewan, manusia dengan manusia atau tumbuhan dengan tumbuhan.
      Simbiosis komensalisme, biasanya tidak dapat terjadi antara dua kingdom yang berbeda, seperti hewan dan tumbuhan atau lainnya.
    5. Makhluk hidup yang diuntungkan, menggunakan interaksi sebagai kelangsungan hidupnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa makhluk hidup yang berperan sebagai inang tidak terpengaruh atau merasakan efek tertentu dari makhluk lain yang ikut hidup dan menempel padanya. Sehingga, meskipun makhluk hidup yang menempel tersebut hilang, maka makhluk hidup yang menjadi inang tetap bisa hidup dengan baik.
      Namun, makhluk hidup yang mendapatkan keuntungan dari si inang, mendapatkan manfaat dan efek dari inang tersebut. Biasanya, makhluk hidup yang diuntungkan tersebut menggunakan proses interaksi atau simbiosis yang terjadi sebagai kelangsungan hidupnya, sebagai pemenuhan kebutuhan hidup seperti makanan atau bahkan nutrisi.

https://www.gramedia.com/products/siap-jadi-juara-osn-kimia-sma-sederajat?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/siap-jadi-juara-osn-kimia-sma-sederajat?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri simbiosis komensalisme, apakah Grameds sudah mendapatkan gambaran dari interaksi antar makhluk hidup yang satu ini? Jika belum, berikut beberapa contoh dari simbiosis komensalisme.

Contoh Simbiosis Komensalisme

contoh simbiosis komensalisme
Sumber: Pexels

Perlu diketahui, bahwa interaksi komensalisme biasanya hanya terjadi pada tumbuhan dan hewan. Simbiosis komensalisme pada tumbuhan, dapat terjadi dengan cara epifit yaitu menumpang pada tumbuhan yang lain.

Sedangkan simbiosis komensalisme yang terjadi pada hewan, dapat terjadi antara ikan di laut dengan jenis makananya yang berbeda-beda. Berikut beberapa contoh dari simbiosis komensalisme.

1. Ikan Remora dan Ikan Hiu

Ikan remora merupakan ikan yang memiliki semacam alat penghisap yang dapat menempel pada ikan hiu maupun ikan lain yang memiliki ukuran lebih besar. Alat penghisap yang ada pada ikan remora, mereka manfaatkan untuk memakan sisa-sisa makanan yang menempel pada ikan hiu.

Selain mendapatkan keuntungan berupa makanan, ikan remora juga mendapatkan keuntungan lain seperti perlindungan dari gangguan ikan pemangsa yang memiliki ukuran lebih besar. Sebab, kehadiran ikan remora yang menempel dianggap tidak mengganggu serta tidak merugikan ikan hiu. Karena itulah, hiu juga tidak menyerang atau berusaha menyingkirkan ikan remora yang menempel pada tubuhnya.

2. Udang dan Timun Laut

Udang biasanya akan menunggangi atau ikut menempel pada timun laut. Mereka tidak menempel pada timun laut untuk mendapatkan tumpangan, akan tetapi untuk memperoleh sisa makanan yang ada pada timun laut, seperti ikan remora pada ikan hiu.

Udang mendapatkan keuntungan, berupa mendapatkan bahan pangan dari timun laut atau teripang. Sementara teripang yang ikut ditempeli udang tidak merasakan efek tertentu atau tidak merasa terganggu, ketika udang memakan sisa-sisa makanan yang ada pada tubuhnya.

3. Tumbuhan Paku dengan Pohon Jati

Tumbuhan paku serta pohon jati adalah contoh lain dari simbiosis komensalisme yang terjadi antara tumbuhan dengan tumbuhan atau pada kehidupan flora. Simbiosis komensalisme terjadi, sebab tumbuhan paku menempel pada pohon jati. Tujuan tumbuhan paku menempel ini, agar ia dapat memperoleh cahaya matahari, karena pohon jati lebih tinggi dan lebih mudah terkena oleh sinar cahaya matahari.

Dari interaksi ini, tumbuhan paku memperoleh keuntungan berupa mendapat sinar cahaya matahari. Sedangkan pohon jati yang menjadi inang, tidak terpengaruh atau mendapatkan efek dari keberadaan tumbuhan paku yang menempel pada dirinya.

4. Tumbuhan Sirih dengan Inangnya

Tumbuhan sirih adalah tumbuhan yang dikenal selalu tumbuh mengikuti tanaman yang menjadi inangnya. Hal ini karena tumbuhan sirih membutuhkan sinar matahari, agar proses fotosintesisnya dapat berjalan dengan baik.

Dengan menempel pada tumbuhan inang, maka tumbuhan sirih pun mendapatkan keuntungan yaitu tempat untuk tinggal dan strategi untuk mendapat sinar matahari. Sedangkan tumbuhan inangnya tidak merasakan efek tertentu, inang dari tumbuhan sirih tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian jika ditempeli oleh tumbuhan sirih.

5. Bunga Anggrek dengan Pohon yang Tinggi

Contoh lain dari simbiosis komensalisme adalah bunga anggrek dengan pohon yang tinggi. Interaksi antara anggrek dengan pohon yang tinggi, sama seperti tanaman paku serta tumbuhan sirih.

Anggrek membutuhkan pohon yang lebih tinggi agar mampu bertahan hidup. Dengan menempel pada pohon yang lebih tinggi sebagai inang, maka anggrek pun dapat memperoleh makanan serta mendapatkan banyak sinar matahari agar proses fotosintesis berjalan dengan baik. Meskipun anggrek memperoleh banyak keuntungan dari si inang, akan tetapi pohon tinggi tidak dirugikan maupun mendapat keuntungan dari ditumpangi oleh anggrek.

https://www.gramedia.com/products/smart-kidz-cerita-sains-keajaiban-antariksa?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/smart-kidz-cerita-sains-keajaiban-antariksa?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

6. Bunga Raflesia dan Akar Pohon

Interaksi yang terjadi pada akar pohon dengan bunga raflesia merupakan simbiosis komensalisme. Hal ini karena bunga raflesia mendapat tempat tinggal dengan menempel pada akar pohon, sehingga bunga raflesia dapat melanjutkan hidupnya.

Namun, bunga raflesia tidak seperti tumbuhan lain yang menempel pada inangnya. Biasanya tumbuhan lain yang menempel pada inang akan ikut mencari makan atau mengambil makan dari si inang. Akan tetapi bunga raflesia tidak. Sehingga keberadaan bunga raflesia pada akar pohon tidak mengganggu kehidupan dari pohon tersebut.

7. Ikan Nemo dan Anemon Laut

Salah satu contoh dari simbiosis komensalisme yang umum dan mungkin Grameds sudah mengetahuinya adalah ikan nemo dengan anemon laut. Interaksi yang terjadi pada ikan nemo dan anemon laut adalah interaksi antara hewan dengan hewan.

Ikan nemo mendapatkan keuntungan, karena menjadikan anemon laut sebagai rumah, tempat tinggal atau tempat berlindung dari musuh maupun ancaman yang lain. Akan tetapi, keberadan ikan nemo yang tinggal di anemon laut ini tidak mengganggu anemon laut, karena anemon laut tidak mendapat keuntungan maupun kerugian ketika menjadi tempat berlindung bagi ikan nemo.

8. Cacing Pipih dengan Kepiting

Contoh lain dari simbiosis komensalisme adalah cacing pipih dengan kepiting. Interaksi antara keduanya terjalin, ketika cacing pipih menempel pada tubuh kepiting. Caranya adalah cacing pipih berdiam diri dan menempel pada kepiting untuk mendapatkan sumber pangan. Meskipun menempel pada kepiting, akan tetapi cacing pipih bukanlah parasit, karena tidak mengambil sumber pangan dan menimbulkan kerugian atau keuntungan bagi kepiting yang ia tumpangi.

9. Protozoa dan Rayap

Protozoa merupakan hewan yang memiliki sel satu dan hidup sendiri atau dalam bentuk kelompok maupun koloni. Pada umumnya, protozoa memiliki flagel serta hidup pada saluran pencernaan rayap dan mencerna selulosa dari kayu yang dimakan oleh rayap.

Protozoa kemudian akan merubah molekul karbohidrat menjadi molekul yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dicerna oleh rayap. Interaksi antara dua makhluk ini dapat menguntungkan protozoa, karena mendapat perlindungan dalam tubuh rayap serta mendapatkan sisa-sisa makanan rayap.

10. Ikan Gobi dan Bulu Babi

Selain nemo dan anemon laut, contoh lain dari simbiosis komensalisme yang dapat dilihat sehari-hari adalah ikan gobi dengan bulu babi. Ikan gobi merupakan sebutan untuk banyak spesies ikan yang memiliki sirip kecil atau sirip dengan ukuran sedang.

Karena ukuran ikan gobi yang cukup kecil, ikan gobi sering berlindung di antara celah-celah bulu babi. Sebagai tambahan info, bulu babi adalah hewan beracun yang dimanfaatkan oleh ikan goby sebagai tempat berlindung dari mangsa atau musuhnya.

https://www.gramedia.com/products/sains-seru-untuk-anak-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/sains-seru-untuk-anak-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Itulah beberapa contoh simbiosis komensalisme serta ciri-ciri simbiosis komensalisme. Apabila Grameds ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang interaksi antar makhluk hidup atau simbiosis, Grameds dapat mengulik informasinya dengan membaca buku-buku sains yang terdapat di Gramedia.com agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi