Biologi

Contoh Hewan Invertebrata: Pengertian, Ciri & Klasifikasi

Contoh Hewan Invertebrata: Pengertian, Ciri & Klasifikasi 1
Written by atap

Contoh Hewan Invertebrata – Secara garis besar kingdom animalia dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu golongan vertebrata (hewan bertulang belakang) dan golongan invertebrata (hewan tak bertulang belakang). Berikut ini akan dijelaskan mengenai ciri-ciri, struktur lapisan tubuh, dan klasifikasi dari kingdom Animalia Invertebrata Grameds!

PENGERTIAN ANIMALIA INVERTEBRATA (Hewan Invertebrata)

Invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang punggung atau kolom vertebral. Sebagian besar hewan adalah invertebrata. Istilah Invertebrata sendiri merupakan bentuk awal ‘Vertebra’  yang berasal dari kata Latin. ‘Vertebra’ pada umumnya berarti sendi, arti khususnya adalah ‘sendi tulang belakang dari vertebrata’. Kata ini ditambah dengan awalan “in” berarti tidak atau tanpa, yang mengandung arti ‘mereka yang bukan veterbrae’.

Porifera Avertebrata atau Invertebrata merupakan istilah yang di ungkapkan oleh Chevalier de Lamarck untuk menunjuk hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Invertebrata mencakup hampir semua hewan kecuali hewan vertebrata (reptil, aves, pisces, amfibia, serta mamalia) Invertebrata adalah kelompok yang paling beragam dan memiliki sekitar 12 juta spesies hidup. Sebagian besar hewan di bumi adalah invertebrata. Mereka adalah hewan berdarah dingin dengan suhu tubuh yang tergantung pada suhu atmosfer.

Dalam mempelajari lebih dalam mengenai hewan invertebrata, Grameds dapat membaca buku Zoologi Invertebrata (Teori Dan Praktik) oleh Adun Rusyana yang menyajikan segala informasi mengenai hewan invertebrata.

Contoh Hewan Invertebrata: Pengertian, Ciri & Klasifikasi 2

beli sekarang

CIRI-CIRI HEWAN INVERTEBRATA

Ciri utama yang memisahkan invertebrata dari organisme lain adalah tidak adanya tulang belakang dan tulang punggung. Mereka adalah organisme multiseluler, mereka benar-benar tidak memiliki dinding sel:

  • Animali Invertebrata tidak memiliki tulang endoskeleton keras karena kurangnya sistem tulang yang kompleks, beberapa invertebrata cenderung lambat dan berukuran kecil di alam. Karena kurangnya tulang punggung dan sistem saraf kompleks invertebrata tidak dapat menempati beberapa lingkungan, meskipun mereka ditemukan di lingkungan yang keras.
  • Tubuh Invertebrata dibagi menjadi tiga bagian – kepala, dada dan perut. Mereka tidak memiliki paru-paru untuk respirasi. Respirasinya terjadi melalui kulit. Beberapa kelompok invertebrata memiliki eksoskeleton keras dari kitin. Kebanyakan dari mereka memiliki jaringan, dengan organisasi sel tertentu. Kebanyakan juga bereproduksi secara seksual oleh fusi gamet jantan dan betina. Beberapa invertebrata seperti spons yang menetap, tetapi sebagian besar organisme adalah motil. Kebanyakan invertebrata diatur dengan organisasi tubuh simetris Mereka tidak dapat membuat makanan sendiri atau
  • Invertebrata adalah organisme yang paling beragam hadir di bumi. Hampir 95% dari populasi hewan dari invertebrata. Berdasarkan Uni Internasional tentang Konservasi Alam pada saat tahun 2009 lebih dari 1,3 juta invertebrata diidentifikasi. Invertebrata mencakup sekitar 75% dari spesies yang dikenal di Planet. Jumlah aktual invertebrata tidak diketahui, ada beberapa prediksi bahwa mungkin ada puluhan juta invertebrata, sebagian besar adalah serangga. Invetebrata mencakup semua hewan yang tidak termasuk dalam filum Chordata. Contoh umum termasuk kerang, siput, laba-laba, kecoa, cacing, bintang ikan, gurita, berikut beberapa golongan Animalia invertebrate Grameds:
  • Porifera – Spons, Sycon (scypha), Spongilla (spons air tawar) dan Euspongia (spons mandi).
  • Cnidaria – Aurelia, Adamis, Hydra, anemon laut, Physalia (kapal perang Portugis), Pennatula, Gorgonia, Meandrina.
  • Ctenophora – Pleurobranchia dan Ctenophora.
  • Platyhelminthes – Taenia (cacing pita), Fasciola (cacing hati).
  • Aschelminthes – Ascaris (bulat cacing), Wuchereria (cacing filaria), Ancylostoma (cacing tambang).
  • Annelida – Nereis, Pheretima (cacing tanah) dan Hirudinaria (lintah pengisap darah).
  • Arthropoda – Apis (lebah madu), Bombyx (ulat), Laccifer (lac serangga); Nyamuk – Anopheles, Culex dan Aedes; Locusta (belalang); Limulus (kepiting).
  • Mollusca – Chaetopleura (Chiton), Loligo (cumi-cumi), Pila (apple siput), Pinctada (tiram mutiara), Sepia (sotong), Loligo (cumi-cumi), Octopus (ikan setan), Aplysia (hare laut), Dentalium.
  • Echinodermata – Asterias (ikan bintang), Echinus (landak laut), Antedon (lily laut), Cucumaria (teripang), Ophiura (bintang rapuh).

 

KLASIFIKSI HEWAN INVERTEBRATA

Animalia Invertebrata adalah organisme yang paling beragam di bumi. Hampir 95% dari populasi hewan masuk dalam kategori invertebrata. Berdasarkan Uni Internasional tentang Konservasi Alam 2009 lebih dari 1,3 juta invertebrata diidentifikasi. Invertebrata mencakup sekitar 75% dari spesies di Planet Bumi, hingga jumlah aktualnya tidak diketahui. Berikut ini klasifikasi Animalia Invertebrata Grameds.

ORDO ASTERIODEA

Ordo Asteriodea disebut juga dengan bintang laut, memiliki bentuk seperti bintang dengan lima lengan, duri-duri pendek dan tumpul, memiliki mulut dan anus, daya regenerasi sangat besar, dan alat gerak berupa kaki ambulakral. Contohnya: Astrias vulgaris (bintang laut besar).

ORDO OPHIUROIDEA

Ordo (kelas) Ophiuroidea Tubuhnya berbentuk cakram segi lima dengan lengan panjang yang berjumlah 5 buah. Alat gerak kaki ambulakral, memiliki mulut, tetapi tidak memiliki anus. Contohnya: Ophiothix fragillis (bintang ular laut).

ORDO ECHINOIDEA

Kelas Echinoidea disebut juga dengan kelas landak laut, tubuh berbentuk bulatan, tidak berlengan, memiliki duri-duri yang dapat digerakkan, sistem gerak dengan kaki ambulakral, beberapa spesies memiliki kelenjar racun pada duri- durinya, dan memiliki saluran pencernaan yang komplit, yaitu mulut-anus. Contohnya: Echinocardium cordatum (landak laut).

ORDO HOLOTHUROIDEA

Ordo (kelas) Holothuroidea memiliki Tubuh yang berbentuk bulat panjang, osikula yang halus, memiliki mulut dan anus, dan di sekitar mulut terdapat tentakel yang dapat digerakkan (ditarik dan dijulurkan), alat gerak kaki ambulakral. Contohnya: Cucumari planci (teripang).

ORDO CRINODEA

Ordo (kelas) Crinodea memiliki Tubuh berbentuk seperti bunga bakung, melekat di dasar laut, hidup di laut dalam dan memiliki daya regenerasi yang tinggi Grameds.

banner-promo-gramedia

Contoh Hewan Invertebrata: Pengertian, Ciri & Klasifikasi 3FILUM-FILUM HEWAN INVERTEBRATA

FILUM PROTOZOA

Protozoa merupakan hewan bersel satu yang hidup di dalam air, protozoa memakan tumbuhan dan hewan, Protozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atau vegetatif dengan cara membelah diri dan dengan cara seksuan atau generatif konjugasi. Filum Protozoa terbagi menjadi beberapa kelas:

  • Kelas hewan berambut getar (cikata)
  • Kelas hewan berkaki semu (rhizopoda)
  • Kelas hewan berspora (sporozoa)
  • Kelas hewan berbulu cambuk (flogellato)

 

FILUM PORIFERA

Porifera merupakan hewan air dan hidup di laut bentuk tubuh seperti tumbuhan yang melekat pada suatu dasar laut, jadi porifera dapat berpindah tempat dengan bebas, tubuh porifera seperti tabung yang memiliki banyak pori (lubang kecil pada sisinya dan mempunyai rongga di bagian dalam) porifera dapat berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif. Porifera terdiri dari tiga kelas, berikut beberapa diantaranya:

  • Kelas corcorea: Terdiri dari zat kapur (spikula) dan hidup di laut yang dangkal, contoh seghpha SP, charsarina SP
  • Kelas hexactinelida: Terdiri atas zat kersik dan hidup di laut yang dalam. Contohnya pnerorepa SP
  • Kelas demospangia: Tubuh lunak bahkan tidak mempunyai rangka, contohnya spongia SP

FILUM COELENTRATA

Coelentrata berasal dari kata coilos (berongga) dan entron (usus) coelentrata mempunyai dua macam bentuk yakni bentuk pasif yang menempel pada suatu dasar dan tidak berpindah. Coelentrata terdiri dari 3 kelas Kelas anthozoa, Kelas hydrozoa dan Kelas scyphozoan. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  • Multiseluler, dan radial simetris (memotong bidang melalui pusat menciptakan segmen identik, mereka memiliki bagian atas dan bawah tapi tidak ada sisi)
  • Memiliki bentuk seperti tabung
  • Dikelilingi tentakel di sekitar mulut Lapisan tubuh coelenterata terdri dari jaringan luar (eksoderm), jaringan dalam (endoderm), serta sistem otot yang membujur dan menyilang (mesoglea)
  • Memiliki knidoblast, yaitu sel eksoderm yang berisi racun yang berduri disebut dengan nematocyt.
  • Hidup di air tawar, air laut, secara solider (melekat pada dasar perairan) dan berkoloni.
  • Memiliki sel penyengat (nematosis)
  • Merupakan hewan karnivora (memakan invertebrata kecil)
  • Tidak memiliki organ atau sistem organ
  • Tidak memiliki otak, namun hanya impuls saraf yang berjalan melalui tubuh mereka dan dapat mendeteki sinyal di lingkungannya.

FILUM PLATYHELMINTHES

Kata platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani, kata plays (pipih) dan hemlines (cacing). Platyhelminthes berate juga mempunyai pipih. Hewan golongan ini mempunyai tubuh simetris bilateral (kedua sisi sama). Platyhelminthes terbagi dalam tiga kelas yaitu Kelas turbellaria (cacing berambut getar), Kelas trematoda (cacing isap), dan Kelas cestroda (cacing pita). Ciri-Ciri umumnya antara lain sebagai berikut:

  • Tubuh simetris bilateral
  • Bentuk tubuhnya pipih dan lunak
  • Tubuh tidak bersegmen kecuali Cestoda
  • Lapisan tubuh Triploblastik Aselomata
  • Alat eksresinya menggunakan flame cell
  • Mempunyai mata
  • Bersifat Hermafrodit
  • Tidak mempunyai alat respirasi
  • Sistem pencernaan melalui Gastrovaskuler
  • Sistem saraf adalah Ganglion
  • Hidup bebas di air tawar dan tempat lembab

FILUM MOLLUSCA

Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak. Tubuh lunaknya dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang. Hewan ini tergolong triploblastik selomata. Sesuai dengan namanya, hewan lunak mempunyai tubuh lunak yang dilindungi oleh cangkang dari bahan kalsium (kapur) mollusca bersifat hermoporit, mempunyai sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem pengeluaran. Mollusca dibedakan menjadi 4 kelas Kelas lamilli brancuiata (golongan karang dan tiram), Kelas gastropoda (golongan siput), Kelas cephalopoda (golongan cumi-cumi) dan Kelas amphineura. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  • Tubuhnya bilateral simetris
  • Dinding tubuhnya bersifat tripoblastik
  • Tubuh pendek terlindung cangkokyang tersusun atas zat kapur yang dihasilkan oleh zat mantel. Struktur kepala Mollusca semakin berkembang
  • Alat pencernaan telah berkembang sempurna Kecuali pada Cephalopoda, peredaran darahnya terbuka jantungnya terdiri atas bagian dorsal yang dikelilingi pericardium
  • Pernapasannya dilakukan oleh pulmonum, epidermis, insang atau mantel
  • Alat ekskresinya berupa ginjal Reproduksi secara seksual
  • Sistem syarafnya berupa tiga pasang simpul syaraf (ganglion) yaitu ganglion serebral, ganglion visceral, dan ganglion pedal, ketiganya dihubungkan oleh serabut-serabut syaraf
  • Alat kelamin umumnya terpisah (dioesus), tetapi ada pula yang hermaphrodit. Yang berkelamin terpisah, pembuahannya eksternal

FILUM ENCHINODERMATA

Echinodermata (dalam bahasa yunani, echino = landak, derma = kulit) adalah kelompok hewan triopoblastik selomata yang memilki ciri khas adanya rangka dalam (endoskeleton) berduri yang menembus kulit. Filum enchinodermata terdiri dari lima kelas yaitu Kelas bintang laut (asteroidal), Kelas landak laut (echinoidal), Kelas bintang laut (opiuroidal), Kelas lilin laut (crinoidal) dan Kelas teripong (holothuroidae). Dengan Ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki tiga lapisan embrional (triploblastik)
  • Simetri tubuh bilateral pada fase larva dan radial pada fase dewasa
  • Terdapat pembagian tubuh anterior dan posterior
  • Euselomata atau selomata
  • Tidak memiliki segmen tubuh
  • Sistem pencernaan sempurna, dengan beberapa jenis yang tidak memiliki anus
  • Tidak memiliki sistem peredaran darah
  • Sistem pernapasan berupa insang kecil atau papulaedan. Ada juga yang menggunakan kaki ambulakral (kaki tabung), atau teripang laut
  • Tidak memiliki sistem ekskresi
  • Sistem saraf dibentuk oleh saraf cincin, saraf radial dan saraf jala
  • Reproduksi secara aseksual (regenerasi) dan seksual.
  • Pada umumnya memiliki kelamin yang terpisah namun beberapa jenis bersifat hermaprodit
  • Penyokong tubuh berupa kerangka dalam (endoskleton), berupa pelat dan berada dibawah kulit.

FILUM ANTROPODA

Arthropoda atau organisme berbuku-buku. Filum Artropoda memiliki spesies yang paling besar, yaitu 75% dari seluruh hewan yang ada di seluruh dunia. Arthropoda berasal dari bahasa latin: Arthra artinya ruas, buku, segmen, dan Podos artinya kaki yang berarti merupakan hewan dengan kaki beruas, berbuku, atau bersegmen. Tubuh Arthropoda merupakan simetri bilateral dan tripoblastik selomata. Filum ini mempunyai Jumlah species yang paling besar dibandingkan filum-filum lain. Tubuh dan kaki beruasa-ruas dan simetris bilateral, rangka luar mengandung zat kimia. Antropoda mempunyai peredaran darah, tetapi darahnya tidak berwarna, pertumbuhannya lama mengalami metamorfosis (perubahan bentuk). Filum antropoda terdiri atas:

  • Kelas serangga (insecta)
  • Kelas laba-laba (arachoidae)
  • Kelas udang-udangan (erustacea)
  • Kelas lipan (mynapoda)

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa saja yang tergolong ke dalam hewan invertebrata, kamu dapat membaca buku Aves Invertebrata – Jelajah Dunia Hewan oleh Genevieve De Becker yang menyajikan beragam contoh hewan invertebrata dengan gambar sehingga lebih mudah dipahami.

Contoh Hewan Invertebrata: Pengertian, Ciri & Klasifikasi 4

beli sekarang

SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN INVERTEBRATA

Sistem pencernaan pada Animalia invertebrata Misalnya pada amoeba yang merupakan hewan bersel satu segala aktivitas hidupnya terjadi di dalam sel itu sendiri. Demikian juga pencernaan makanan terjadi di dalam sel, disebut pencernaan indra sel. Saat amoeba mendapatkan makanan segera amoeba membentuk kaki semu yang mengarah pada makanan selanjutnya, yang dikelilingi kaki semu kemudian makanan tersebut dibawa ke protoplasma. Dalam protoplasma yang mengandung makanan yang menghasilkan enzim pencernaan. Dalam rongga makanan tersebut terjadi pencernaan makanan. Makanan yang telah dicerna berupa sari makanan yang diserap dari sisa-sisa makanan dan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Sistem pencernaan pada golongan hermes Misalnya pada cacing tanah dengan saluran pencernaan yang terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, empedal, usus dan anus. Bagian depan kerongkongan agak membesar disebut paring yang berfungsi untuk mengisap makanan dari mulut dan membasahinya dengan lendir. Makanan cacing tanah berupa humus yang terdapat di tanah yang bersifat asam, dikelilingi kerongkongan terhadap tiga pasang kelenjar yang menghasilkan zat kapur yang dapat menetralkan sifat asam makanannya.

Sistem pencernaan pada hewan insect atau serangga misalnya belalang mempunyai tembolok yang berfungsi menyimpan makanan sementara. Pada bagian sebelah bawah tembolok terdapat kelenjar ludah yang dialirkan melalui saluran induk ke dalam rongga mulut. Dari tembolok makanan masuk ke dalam empedal dan dalam empedal makanan dihancurkan, selanjutnya makanan diteruskan ke dalam lambung. Di bagian depan lambung terdapat enam pasang usus buntu yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan. Makanan yang tidak dicerna diserap di dalam lambung. Sisa-sisa makanan dari usus melalui peletum dikeluarkan melalui saluran pembuangan atau anus.

 

MANFAAT HEWAN INNVERTEBRATA

Contoh Hewan Invertebrata: Pengertian, Ciri & Klasifikasi 5Sumber Makanan: Beberapa filum invertebrata dapat menjadi sumber makanan untuk manusia dan hewan lainnya. Anggota kelompok Mollusca (seperti remis hijau, cumi, cumi), krustasea (udang udangan) dan beberapa serangga (serangga) menjadi sumber makanan kaya protein khusus untuk manusia. Tidak hanya faktor bilangan melimpah di alam yang membuat banyak invertebrata sebagai sumber makanan untuk vertebrata atau invertebrata sendiri.

  • Bagi Lingkungan:
    • Peran invertebrata di daerah lingkungan adalah: Penciptaan keragaman (keanekaragaman hayati) pada skala biosfer. Jumlah invertebrata sangat besar, terutama di kerajaan Animalia.
    • Simbiosis dengan organisme lain, misalnya siap melindungi organisme lain, seperti populasi karang, spons dan Anemon laut dapat bertindak sebagai rumah atau sarang ikan dan hewan laut lainnya.
    • Berpartisipasi dalam rantai makanan. Hal ini tidak hanya sebagai konsumen bahwa ada spesies yang juga bertindak sebagai agen dekomposisi. Beberapa anggota Annelida seperti Lumbricus SP. Merupakan kapal perusak di rantai makanan. Sementara di ekosistem laut, beberapa spesies Echinodermata juga dapat bertindak sebagai dekomposisi dalam air.
    • Daya tarik ekowisata, seperti ekosistem terumbu karang dengan berbagai karang, Anemon dan invertebrata lainnya sebagai perlindungan untuk invertebrata dapat menjadi daya tarik wisatawan. Selain itu, beberapa Taman Nasional juga dapat memiliki kelimpahan spesies invertebrata seperti populasi spesies yang berbeda dari Butterflies di TN. Bantimurung, yang disebut kerajaan Butterfly. Di Indonesia ada juga tempat wisata yang memiliki ubur-ubur yang tidak menyengat.
  • Bagi Kesehatan: Dalam bidang kesehatan, beberapa anggota dapat bertindak sebagai obat dan juga bertindak sebagai parasit dan menyebabkan penyakit berbahaya bagi manusia, terutama anggota PhylumPlatyhelminthes dan Nemathelminthes:
    • Pembuatan senyawa bioaktif untuk obat-obatan, dapat ditemukan pada anggota Porifera bersimbiosis dengan bakteri.
    • Terapi Kesehatan, seperti aplikasi Leam dan akupunktur dengan sengatan lebah.
  • Bagi Pertanian: Membantu menyerbuki tanaman pertanian seperti yang dilakukan oleh lebah, kupu-kupu dan serangga lainnya. Membantu memelihara, menggembleng, ventilasi lantai, seperti yang dilakukan oleh cacing tanah. Sebagai perusak tanaman hama, seperti yang terjadi di lalat buah, walang sangit, belalang dan anggota Mollusca seperti siput.
  • Bagi Peternakan: Sebagai produser madu. Lebah madu dan beberapa spesies lain dari anggota Insecta yang dapat menghasilkan madu. Pembuatan bahan sutera, dimana Ulat sutra dapat dibudidayakan untuk diambil dari kepompong sebagai bahan yang terbuat dari benang sutera. Beberapa spesies seperti cacing tanah dan beberapa jenis serangga yang sengaja ditanam untuk digunakan sebagai bahan baku untuk obat, makanan, kosmetik Asia dan pakan ternak.
  • Bagi Pendidikan atau Penelitian: Struktur tubuhnya yang sederhana membuat invertebrata menjadi objek penelitian. Seperti lalat buah sering digunakan sebagai objek penelitian genetik, pemantauan perkembangan embrio dengan landak laut sebagai objek, dan invertebrata juga dapat digunakan sebagai review elain itu, beberapa jenis serangga juga digunakan sebagai sumber informasi penting di bidang forensik.

Demikian Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Filum, Sistem Penceraan, dan Manfaat Animalia Invertebrata dalam Kehidupan Sehari-hari Grameds. Semoga bermanfaat!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

banner-promo-gramedia
  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien