Buku Cerita Anak (Bergambar, TK, Islami)

Jelajahi Buku Cerita Anak (Bergambar, TK, Islami) dari Gramedia yang disusun berdasarkan rekomendasi Gramedia

Seri Cerita Rakyat 34 Provinsi : Suwidak Loro

Seri Cerita Rakyat 34 Provinsi : Batu Golog

Seri Cerita Rakyat 34 Provinsi : Legenda Pulau Senua

Seri Cerita Rakyat 34 Provinsi : Suwidak Loro

Cerita Persaudaraan Chika dan Chiko : Belajar Ganti Popok

Seri Cerita Rakyat 34 Provinsi : Batu Menangis

Cerita Anak Binatang : Kelelawar

Seri Cerita Rakyat 34 Provinsi : Putri Junjung Buih

Cerita Anak Ayam

Cerita Anak Binatang: Sapi

Cerita Anak Binatang : Beruang Madu

Cerita Anak Binatang : Burung Hantu

50 Cerita Islami Terbaik Untuk Anak Sc (Soft Cover)

Cerita Rakyat Nusantara Jilid 2/Revisi

Cerita Bergambar 25 Nabi&Rasul

Palace Pets: Storybook Collection: Kumpulan Cerita Hewan2 Kesayangan Putri

Jangan Boros, Dong! Kumpulan Cerita Anak Cerdas Berhemat

Cerita Anak Hebat

Cerita Anak Kucing

Kumpulan Cerita Anak Cerdas

buku kumpulan cerita anak

Kumpulan Cerita Anak Muslim Hebat

buku kumpulan cerita anak cerdas

Kumpulan Cerita Anak Cerdas

buku cerita anak binatang jerapah

Buku Cerita Anak Binatang : Jerapah

cerita anak muslim sehari-hari

Buku Cerita Anak Muslim Sehari-Hari

cerita anak binatang orang utan

Cerita Anak Binatang : Orang Utan

kumpulan cerita anak istimewa pemberani dan mandiri

Kumpulan Cerita Anak Istimewa: Pemberani dan Mandiri

Kumpulan Cerita Anak Muslim Berakhlak

Kumpulan Cerita Anak Muslim Berakhlak

Kumpulan Cerita Anak: Es Krim dari Sampah dan cerita lucu lainnya

Kumpulan Cerita Anak: Es Krim dari Sampah dan cerita lucu lainnya

Dongeng Pertamaku: Mengapa Air Laut Rasanya Asin

Story Telling: Dongeng Dunia

Kumpulan Cerita Inspiratif Anak-Anak Hebat

Kumpulan Cerita Klasik Indonesia

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia best seller

Tetang Buku Cerita Anak (Bergambar, TK, Islami)

Jelajahi Buku Cerita Anak (Bergambar, TK, Islami) dari Gramedia. Buku disusun berdasarkan rekomendasi Gramedia.

Selengkapnya

    Seller.gramedia.com – Tahukah kamu apa itu Folklor? Folklore merupakan sebuah dongeng atau legenda yang biasanya dipercaya masyarakat suatu daerah. Cerita rakyat atau legenda dalam masyarakat juga termasuk ke dalam folklore. Sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia memiliki banyak sekali folklor.

    Ciri dari cerita rakyat sendiri diantaranya Penyampaiannya secara turun temurun, berawal dari nenek moyang sampai dengan saat ini, Pengarangnya anonym serta memiliki Banyak nilai luhur yang dapat diambil dari cerita rakyat yang bersangkutan, Memiliki sifat menghibur banyak orang dan juga bersifat tradisional. Versi dan variasi ceritanya lebih dari satu, banyak sekali. Pengungkapan alur ceritanya diwujudkan secara klise serta Penyebaran secara luasnya dari mulut ke mulut.

    10 Folklore atau Cerita Legenda Khas Indonesia untuk Anak

    Berikut beberapa diantaranya:

    1. Malin Kundang

    Kisah ini berlatar di pantai Air Manis (Aia Manih), di selatan kota Padang, Sumatra Barat. Malin Kundang merupakan anak semata wayang yang tinggal bersama ibunya. Saat remaja, ia memutuskan untuk pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar.

    Di tengah perjalanan, kapalnya di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan dirampas dan para awak kapal dibantai. Malin Kundang bersembunyi sehingga nyawanya berhasil selamat.

    Setelah terkatung-katung di laut, akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Malin Kundang kemudian berjalan menuju ke desa terdekat, dan memulai kehidupan baru di sana.

    Berkat kegigihannya ia berhasil menjadi saudagar yang memiliki banyak kapal dagang beserta anak buah. Setelah menjadi kaya, Malin Kundang pun menikah. Bertahun-tahun kemudian, Malin Kundang dan istrinya berlabuh di tanah kelahirannya. Ibu Malin yang menyaksikan kedatangannya sangat senang dan menghampirinya, namun Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu akan penampilan ibunya yang lusuh dan kotor.

    Mendapat perlakukan seperti itu, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia pun menyumpah anaknya, “Oh Tuhan, jika benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Saat Malin Kundang kembali pergi berlayar, badai dahsyat menghancurkan kapalnya. ia terdampar di pantai tanah kelahirannya dan tubuhnya perlahan menjadi kaku, hingga akhirnya berbentuk batu karang.

    2. Bawang Merah dan Bawang Putih

    Bawang Merah Bawang Putih adalah dongeng populer di Indonesia dan Malaysia yang berasal dari Riau. Alkisah di sebuah kampung, hiduplah seorang janda yang memiliki dua orang anak gadis yang cantik, Bawang Merah dan Bawang Putih. Ayah kandung Bawang Putih telah lama meninggal dunia. Bawang Merah dan Bawang Putih memiliki sifat dan perangai yang sangat berbeda dan bertolak belakang. Bawang Putih adalah gadis sederhana yang rendah hati, tekun, rajin, jujur dan baik hati. Sementara Bawang Merah adalah seorang gadis yang malas, sombong, suka bermewah-mewah, tamak dan mendengki.

    Sifat buruk Bawang Merah kian menjadi-jadi akibat ibunya selalu memanjakannya. Sang janda selalu memenuhi semua permintaan dan tuntutan Bawang Merah. Selain itu semua pekerjaan di rumah selalu dilimpahkan kepada Bawang Putih.

    Mulai dari mencuci pakaian, memasak, membersihkan rumah, hampir semua pekerjaan rumah selalu dikerjakan oleh Bawang Putih seorang diri, sementara Bawang Merah dan Ibu Tiri selalu berdandan dan bermalas-malasan. Jika mereka memerlukan sesuatu, tinggal menyuruh-nyuruh Bawang Putih.

    Suatu hari, Bawang Putih mendapatkan labu dari seorang nenek sihir. Saat dibuka, labu itu berisi emas. Bawang Merah yang serakah ingin mendapatkannya juga. Ia lantas meminta hal serupa kepada nenek sihir itu dengan paksa tanpa sopan santun. Karena keserakahan dan sikapnya yang tidak sopan, labu yang didapat Bawang Merah justru berisi ular berbisa.

    3. Lutung Kasarung

    Lutung Kasarung adalah sebuah cerita rakyat dari Jawa Barat yang mengisahkan legenda masyarakat Sunda tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet). Dalam perjalanannya di Bumi, sang lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki, Purbararang.

    Karena sikap Purbasari yang ramah dan sayang kepada semua mahkluk hidup, maka ia disenangi oleh pangeran. Lalu, mereka bersama-sama berusaha untuk merebut tahta kerajaan dari sang kakak yang jahat. Purbasari mengingatkan bahwa sikap baik tak akan pernah sia-sia. Sikap baik pula yang menolongnya memiliki banyak teman yang rela membantunya dalam kesulitan.

    4. Legenda Gunung Tangkuban Perahu

    Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat memiliki asal-usul yang dipercaya oleh masyarakat sebagai bagian dari legenda Sangkuriang. Legenda ini menceritakan tentang Sangkuriang yang kembali bertemu dengan Dayang Sumbi, yang tak lain ialah ibunya, setelah bertahun-tahun terpisah.

    Sangkuriang kemudian ingin menikah dengan Dayang Sumbi karena ia tidak tahu bahwa itu adalah ibunya. Namun sebaliknya, Dayang Sumbi justru mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya dan menolak pernikahan itu. Dayang Sumbi lalu meminta Sangkuriang untuk membuat bendungan sungai dan perahu yang sangat besar sebelum Matahari terbit.

    Sangkuriang menyanggupi permintaan itu. Ia dibantu kekuatan ajaib berhasil membuat bendungan sungai dan perahu. Diam-diam, Dayang Sumbi tahu dan meminta tolong warga desa untuk membuat suasana seperti saat Matahari sudah terbit. Karena gagal, Sangkuriang kecewa. Ia lalu menjebolkan bendungan sungai itu. Sangkuriang juga menendang perahu besar itu hingga terbalik. Perahu itu terapung-apung karena banjir dan akhirnya menjadi Gunung Tangkuban Parahu.

    5. Jaka Tarub

    Cerita Jaka Tarub berasal dari Jawa Tengah. Bercerita tentang seorang pemuda bernama Jaka Tarub yang melihat tujuh bidadari di sungai. Ia kemudian terpesona oleh kecantikan mereka. Lalu mengambil selendang milik salah satu bidadari tersebut, setelah enam bidadari kembali ke kayangan, Jaka Tarub berpura-pura menolong bidadari yang kehilangan selendang.

    Mereka pun menikah dan memiliki seorang anak. Namun, suatu hari sang bidadari menemukan selendang miliknya yang disembunyikan oleh Jaka Tarub. Ia sangat marah sehingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke khayangan dan meninggalkan Jaka Tarub dan anaknya. Cerita ini mengajarkan bahwa serapat apapun kebohongan ditutupi akan tetap terbongkar juga.

    6. Timun Mas

    Timun Mas adalah cerita rakyat Jawa Tengah. Diawali dari seorang ibu tua bernama mbok Srini, yang ingin memiliki anak. Saking ingin memiliki anak, mbok Srini sampai harus meminta pertolongan, kepada raksasa. Akhirnya, ia pun diberi sebuah biji ajaib, dan tumbuhlah sebuah mentimun berwarna emas.

    Bukan timun biasa, timun emas tersebut ternyata melahirkan seorang gadis cantik. Gadis itu pun dinamai Timun Mas, dan dirawat oleh mbok Srini, seperti anak sendiri. Namun, dibalik kebaikan sang raksasa kala itu yang memberikan biji ajaib, ternyata tersimpan maksud jahat. Sang raksasa ingin, ketika anak itu besar dan dewasa, agar dikembalikan padanya untuk dijadikan santapan.

    Tidak putus asa begitu saja, Timun Mas yang cantik, dewasa dan cerdik ini pun, akhirnya berjuang agar tetap hidup dan melawan raksasa tersebut. Akhirnya, Timun Mas berhasil mengalahkan raksasa, dan ia bisa kembali menjalani kehidupan dengan mbok Srini. Di dalam cerita ini, pesan moral yang terkandung adalah jangan anggap remeh usaha dan kerja keras seseorang, meskipun derajat, status, hingga fisiknya terlihat lemah. Selain itu, teruslah berusaha dan menghadapi segala rintangan yang ada. Karena, dengan keyakinan tersebut, kamu bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

    7. Batu Menangis

    Cerita rakyat yang berasal dari Kalimantan Barat ini memiliki jalan cerita yang hampir sama dengan cerita Malin Kundang. Diceritakan ada seorang ibu sederhana yang memiliki anak perempuan yang cantik. Namun, anak perempuan ini pemalas dan sombong. Suatu hari, sang ibu mengajak anaknya ke pasar.

    Anak perempuan itu mengatakan kepada semua orang bahwa itu bukan ibunya dan hanya seorang pembantu. Ibunya sedih dan akhirnya berdoa supaya anaknya dihukum karena sudah durhaka. Anak perempuan itu perlahan menjadi batu. Perempuan itu menangis dan memohon ampun kepada ibunya. Namun, sudah terlambat. Akhirnya, ia menjadi batu seluruhnya

    8. Ande-Ande Lumut

    Ande-ande Lumut merupakan cerita rakyat Jawa Timur. Berkisah tentang Pangeran Raden Panji Asmarabangun yang kabur dari istana Kerajaan Kediri untuk mencari calon pramaisurinya, Putri Sekartaji dari Kerajaan Jenggala. Pangeran mengganti namanya menjadi Ande-ande Lumut, sementara Putri Sekartaji mengubah namanya Klenting Kuning. Berjodoh, keduanya pun dipertemukan walau jalannya tidak mulus. Pesan moral dari legenda cerita rakyat Ande-ande Lumut merupakan anak yang baik sehingga akan mendapat kebahagiaan dan kesuksesan di kemudian hari. Sementara bagimu yang berperilaku buruk akan mendapatkan kesedihan di masa datang.

    9. Candi Prambanan

    Legenda Candi Prambanan di Yogyakarta berkisah tentang Roro Jonggrang yang tidak ingin dinikahi oleh Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang kemudian bersedia menikah dengan syarat Bandung Bondowoso harus membuat seribu candi sebelum Matahari terbit. Awalnya, Bandung Bondowoso bingung.

    Namun, ia tidak kehabisan akal. Bandung Bondowoso dibantu kekuatan ajaib untuk membuat seribu candi. Roro Jonggrang yang mengetahui hal itu segera meminta tolong warga kerajaan, karena dia tidak mau menikah dengan Bandung Bondowoso.

    Ia juga punya akal dengan meminta para dayang membakar banyak jerami dan menumbuk lesung supaya seolah-olah Matahari sudah terbit dan keramaian sudah terjadi. Karena sudah pagi, kekuatan ajaib yakni bantuan dari luar itu menghilang. Setelah itu, Bandung Bondowoso menghitung dan ternyata candinya hanya ada 999 buah. Artinya Bandung Bondowoso tidak bisa menikahi Roro Jonggrang. Betapa marahnya Bandung Bondowoso mengetahui hal itu. Ia lalu mengubah Roro Jonggrang menjadi batu untuk melengkapi candinya yang kurang sebuah dengan kekuatannya sendiri.

    10. Keong Mas

    Dongeng ini menceritakan tentang Dewi Limaran, istri dari Pangeran Raden Putra. Saat ia sedang berjalan-jalan di taman, ia menemukan sebuah keong di salah satu bunga dan kemudian melemparnya.

    Keong itu ternyata adalah seorang penyihir jahat yang sedang menyamar. Untuk membalas dendam, si penyihir mengubah sang putri menjadi keong mas. Pada suatu hari, seorang janda mencari ikan di suatu sungai.

    Saat ia pulang, ia menemukan sebuah keong berwarna emas di antara tangkapannya. Keesokan harinya saat ia pulang ke rumah, ia mendapati rumahnya telah dibersihkan seluruhnya. Karena rasa ingin tahunya, keesokan harinya, ia berpura-pura pergi ke luar rumah, namun kemudian mengintip kembali. Ia kemudian melihat seorang anak perempuan cantik sedang membersihkan rumahnya. Saat ia menemukan ini, ia mengerti apa yang terjadi dan kemudian melempar cangkang keong tersebut ke sungai untuk mematahkan kutukannya.